<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Modul 1.1 Filosofi Pendidikan KHD by Sulthon Naim</title>
      <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq</link>
      <description>4 Pertanyaan Reflektif: 1. Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)? 2. Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?  3. Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?  4. Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik?</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-06-27 23:58:35 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-06-28 13:51:00 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Nama, Kelas</title>
         <author>sulthonsn</author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040156637</link>
         <description><![CDATA[<p>No soal. Jawaban</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 00:22:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040156637</guid>
      </item>
      <item>
         <title>YATI ELFARIA,S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040625594</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengalaman yang sudah pernah saya alami terkait proses pembelajaran menurut KHD adalah setiap anak mempunyai keunikan ,dari setiap anak kita harus mengenali keunikan keunikannya masing masing.Dari keunikan atau bakat yang dimilikinya tersebut kita harus tau mana bakatnya yang harus kita  tebalkan.Dengan bakat yang dimiliki anak tersebut tugas kita menuntun sampai menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat di tengah tengah masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:51:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040625594</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sasriani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040625640</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> Peserta didik diberikan  tugas disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak atau gaya belajarnya.anak diberikan kebebasan untuk mengembangkan bakatnya sesuai dengan kodrat alam yang dimilikinya.</p></li></ol><ol start="2"><li><p>pendidikan merupakan "tuntunan" dalam hidup tumbuhnya siswa Maksud pendidikan adalah untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, supaya mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.&nbsp;</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia menekankan kodrat zaman dan kodrat alam karena kedua konsep ini merupakan pilar fundamental dalam filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia. Menurut KHD, pendidikan haruslah berpusat pada murid dan berlandaskan pada kodrat alam dan kodrat zaman.</p><p>Kodrat alam mengacu pada kodrat atau keadaan yang dibawa oleh anak sejak lahir. Hal ini meliputi bakat, minat, kemampuan fisik, dan psikologisnya. Sedangkan Kodrat zaman mengacu pada keadaan dan tuntutan zaman yang terus berkembang. </p></li><li><p>Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) tentang "pendidikan berhamba pada murid" memiliki relevansi yang sangat tinggi dalam peran Anda sebagai pendidik di era modern. Filosofi pendidikan ini menekankan pentingnya menghormati dan melayani murid sebagai pusat proses belajar mengajar. Hal ini sejalan dengan berbagai pendekatan pendidikan modern yang berpusat pada murid  dan menekankan pentingnya pengembangan karakter dan keterampilan.</p><p>Dengan menerapkan prinsip-prinsip pendidikan berhamba pada murid yang dikemukakan oleh KHD, Anda dapat menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada murid dan membantu mereka untuk mencapai potensi penuh mereka. Hal ini akan menghasilkan murid yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kuat, tetapi juga memiliki karakter yang mulia dan siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:51:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040625640</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MULTIA FARIZA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040626261</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan merupakan 'tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak'. Maksud pendidikan adalah untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.&nbsp;</p></li></ol><p>Pendidikan itu hanya suatu ‘tuntunan’ di dalam hidup tumbuhnya anak-anak kita. Artinya, bahwa hidup tumbuhnya anak itu terletak di luar kecakapan atau kehendak kita kaum pendidik. Anak-anak itu sebagai makhluk, manusia, dan benda hidup, sehingga mereka hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri. Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa ‘kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu’ tiada lain ialah segala kekuatan yang ada dalam hidup batin dan hidup lahir dari anak-anak itu karena kekuasaan kodrat. Kita kaum pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan-kekuatan itu, agar dapat memperbaiki lakunya ⟮bukan dasarnya⟯ hidup dan tumbuhnya itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:52:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040626261</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aidil Yamin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040626445</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Salah satu contoh pengalaman menuntun dalam pembelajaran yang saya lakukan adalah ketika pelajaran mengarang. materinya adalah menuliskan hal-hal yang menarik dari sekitar anak didik dan menjelaskan mengapa ia tertarik dengan hal itu.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun di daerah saya ada dalam falsafah "anak dipangku, kamanakan dibimbiang". Artinya di daerah saya, upaya menuntun itu tidak hanya dilakukan oleh orang tua dan guru saja, tetapi juga merupakan kewajiban orang-orang di sekitar anak.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena anak didik kita berasal dari kondisi alam yang berbeda, dan pendidikan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.</p></li><li><p>Saya harus sepenuh hati melakukan kegiatan menuntun pada anak, agar anak sukses di masa depannya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:52:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040626445</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HAMONANGAN KELAS 149</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040626824</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya dalam merefleksikan pemikiran Bapak KHD adalah dengan menuntun anak dalam menerapkan budaya 5 S( Senyum,Salam,Sapa,Sopan,Santun) dimana salah satunya yaitu membina Budi Pekerti anak dalam melakukan salam terhadap guru dipintu gerbang setiap paginya,sebelum masuk kelas,dan ketika berpapasan dengan orang lain yang lebih tua dll</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks ssosial budaya di daerah saya masih terjadi miss persepsi dimana seakan lingkungan saya menganggap anak-anak itu sebagai raja yang permintaannya harus dipenuhi padahal arti menuntun itu sebenarnya kita membimbing anak sesuai kodrat alam dan kodrat zaman yang terus bergerak dinamis.</p></li><li><p>Pendidikan di indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena sebagaimana kita ketahui zaman di dunia ini bergerak dinamis bukan stagnan ditempat saja tentunya banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi jadi suka tidak suka kita harus menyesuaikan diri,makanya pendidikan dimanapun juga harus bergerak dinamis sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman juga agar pendidikan kita di indonesia tidak tergilas oleh zaman yang berubah sehingga nantinya terciptalah masyarakat indonesia yang sesuai dengan cita-cita bangsa dalam UUD 1945</p></li><li><p>Relevansi pendidikan yang berhamba pada anak dalam peran saya sebagai pendidik tentunya saya sebagai pendidik yang menjadi motor utama penggerak manusia untuk mencapai cita-citanya harus mendidik anak bagaikan dengan saya merawat tanaman yang di tanam ditempat yang bagus,dikasih pupuk,dijaga dari hama,dan sebagainya yang tentunya agar menghasilkan hasil yang lebih baik dan sesuai pula, intinya adalah anak itu adalah poros utama saya dalam mengembangkan kompetensinya bukan sesuai dengan keinginan saya atau pihak-pihak lain.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:53:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040626824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nugelis nasution</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040628148</link>
         <description><![CDATA[<p>sebagai guru kita harus memahami dan mngerti dengan karakter setiap anak.dengan pahamnya kita siapa mereka akan memudahkan kita sebagai guru dalam menuntun dan membangkitkan potensi yang ada pada diri mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:54:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040628148</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama zulmai hasna </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040628571</link>
         <description><![CDATA[<p>pendiddikan merupakan menuntun peserta didik,maksudnya kita sebagai guru harus menuntun bakat dan minat peserta didik yang sesuai dengan kaidah kaidah kehidupan dan kita harus mampu menghindari peserta didik dari hal hal yang akan mengganngu tumbuh kembang peserta didik dimana di daerah saya merupakan daerah yang masih kental adat istiadatnya dan saya berusaha menuntun peserta didik dengan melakukan praktek praktek yang berhubungan dengan pembelajaran BAM dengan menekankan karakter peserta didik dengan menerapkan kato nan ampek, yaitu kato mandaki, bagaimana cara berbicara dengan orang yang labih tua, kato malereng bagaimana berbicara dengan orang yang di segani, kato amdata yaitu kata yang di ucapkan dengan orang yang sama besar dan kato manurun bagaimana cara berbicara dengan orang yang lebih kecil drai kita. kita harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman karena kita merupakan daerah yang berbhineka sehinnga kita harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat keadaan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:55:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040628571</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khairul Hifsi 11.68.AK.11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040630563</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Pemikiran KHD yang pernah saya terapkan dalam proses pembelajaran adalah pada saat anak berbaris dan menyalami guru seblum masuk kelas, di dalam kelas saya arahkan anak untuk bisa memimpin do’a dalam memulai pembelajaran, dan kemudian saya buka materi dengan meminta anak menuliskan kekurangan dan kelebihan anak dalam pembelajaran. Anak diberikan kebebasan untuk mendapatkan pembelajaran yang sesuai dan anak dituntun untuk menemukan serta memperkuat kelebihan diri yang ada pada anak</strong></p></li><li><p><strong>Perwujudan menuntun pada daerah saya dalam konteks sosial budaya didaerah saya seperti Masyarakat yang masih kental dengan budaya gotong royong, terutama pada persiapan acara pernikahan. Mulai dari persiapan ada musyawarah Masyarakat untuk membantu pembiayaan, dan Masyarakat akan membantu sampai acara selesai. Dengan adanya Budaya Gotong royong tersebut maka Masyarakat dituntun untuk selalu meilki rasa tolong menolong terhadap sesama.</strong></p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pendidik adalah penuntun kodrat alam yang telah dimiliki oleh siswa sejak lahir yaitu bakat/talenta dan keadaan di mana siswa itu dilahirkan. Siswa berhak menerima pendidikan sesuai dengan lingkungan alam tempat tinggal di mana ia dlahirkan dan dibesarkan. Kodrat zaman perlu dipertimbangkan juga karena pendidik adalah penuntun agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang juga merupakan aspek penting dalam keberhasilan pendidikan. Di sini pendidik dituntut untuk menjadi pembelajar seperti para siswa yang sedang di hadapinya. &nbsp;Apalagi abad 21 merupakan era digitalisasi, pendidik dituntut ikut bergerak belajar lebih cepat dari para siswa atau minimal sama dengan siswa dalam menggunakan digital</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak berarti mempunyai perhatian penuh pada anak. &nbsp;Peran saya sebagai Pendidik adalah memberi kebebasan kepada anak untuk dapat menentukan tujuannya sesuai dengan kemampuan masing-masing anak, dan saya sebagai pendidik akan memfasilitasi tujuan anak tersebut sehingga ia bisa menggapai cita-cita nya dan menjadi Manusia seutuhnya dan sebagai Masyarakat. Pemikiran KHD masih sangat Relvan dengan Pendidikan Saat ini karena menuntun anak untuk bisa selamat dan Bahagia sesuai kodratnya masing-masing.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:57:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040630563</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widia Astuti, 11.150.BGP</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040630877</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah pembelajaran yang berpihak pada murid dimana guru sebagai pendidik menuntun anak untuk dapat menumbuh kembangkan minat, bakat dan potensinya. salah satu pengalaman saya di sekolah saya di adakan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat siswa diantaranya ada eskul pramuka, volly, futsal, sains, dan seni</p></li><li><p>menuntun dalam konteks sosial budaya adalah untuk menebalkan laku baik sesuai dengan adat atau budaya lokal seperti di minang kabau ada namanya kato nan ampek  yaitu aturan dalam berkomunikasi. dengan menuntun dan mengarahkan anak sesuai konteks budaya lokal anak akan memunculkan budi pekerti  yang sesuai dengan makna yang ada pada budaya lokal tersebut.</p></li><li><p>dalam menuntun murid seorang guru harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena gaya belajar anak berbeda sehingga guru harus memperhatikan dimana anak itu berada dan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. hal ini karena gaya belajar zaman dulu tidak sama dengan abad sekarang dimana tekhnologi sudah berkembang dengan pesat</p></li><li><p>pendidikan yang berhamba pada murid adalah pendidikan yang mana murid adalah prioritas utama guru sehingga seorang guru harus menemukan keunikan dan potensi yang ada pada murid untuk dapat dikembangkan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:58:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040630877</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rosya Susanti, S. Pd Kelas 11.68</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040631153</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran KHD adalah tidak memaksa anak ketika mereka tidak mampu menuntaskan materi dalam sebuah pembelajaran karena percaya bahwa anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Namun tetap mengingat bahwa kita harus selalu berusaha dalam menebalkan laku anak yang memang harus dijelaskan. </p></li><li><p>Menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya adalah membiarkan anak untuk memilih salah satu ekskul yang mereka suka sesuai minat dan bakatnya. Setelah mereka memilih, maka kami menyediakan fasilitas untuk mereka agar semakin menebalkan kompetensi mereka dalam minat yang mereka pilih.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman agar dapat memenuhi kebutuhan mereka dalam tumbuh dan hidup sesuai kodrat tersebut demi mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD "Pendidikan berhamba pada anak" dengan saya sebagai pendidik adalah berusaha untuk menjadi fasilitator, motivator dan teladan dalam proses pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar mereka, walawpun mungkin hasilnya tidak 100%. Saya berusaha untuk tidak lahi menuntut bagaimana anak seharusnya, tapi lebih kepada mengarahkan bagaimana mereka semestinya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:58:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040631153</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040631356</link>
         <description><![CDATA[<p>kelas 11.68 SAFNIDAR</p><p>soal no 1 ,jawaban</p><p>yaitu sebelum saya mengetahui tentang pembelajaran kurikulum merdeka yang berkaitan tentang pemikiran KHD, saya masih memakai pola pengajaran berpusat pada guru, setelah saya mempelajari tentang pola pemikiran KHD, saya mendapat banyak ilmu, yang paling utama adalah ilmu tentang kodrat alam dan zaman,berkarakter serta memerdekakan dalam kegiatan pembelajaran,yang sekarang berpusat pada anak,dengan adanya hal seperti menjadikan anak meresa nyaman,aman ,dan tidak ada keterpaksaan. memberikan kebebasan namun di tuntun dan di arahkan,</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:58:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040631356</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nispia Rina, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040631684</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saat saya mengajar saya mengamati perkembangan setiap siswa dengan cermat dan memberikan bimbingan individu, mirip dengan pendekatan menghamba pada anak yang dianit oleh KHD.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun sosial budaya di pasaman barat dapat terlihat melalui kegiatan tradisi lokal promosi seni dan kerajianan daerah serta pengembangan program edukasi budaya untuk masyarakat.</p></li><li><p>pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam untuk menjaga keselarasan dengan lingkungan dan ekosistem serta kodrat zaman agar tetap relevan dalam mengajarakan keterampilan dan pengetahuan .</p></li><li><p>Pemikiran KHD mengenai menghamba pada anak relevan bagi seorang pendidik karena menekankan pentingnya merespon kebutuhan unik setiap anak.memahami potensi dan tantangan yang mereka hadapi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:59:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040631684</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FITRI HANDAYANI , 11.181_BGP_SUMBAR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040631881</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya yang terkait dengan pemikiran KHD adalah dengan melakukan asesmen baik secara kognitif dan minat bakat. asesmen kognitif di gunakan untuk menntukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid. sedangkan minat bakat digunakna untuk menentukan minat bakat murid yang akan di kembangkan di kegiatan ekstrakurikuler. </p></li><li><p>perwujudan " menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah dengan adanya filosofi di Sumatera barat seperti alam takambang jadi guru, yang mana filosofi ini sangat sesuai dengan pemikiran dari KHD. pembelajaran dilakukan secara holistik dan bersumber kepada kodrat alam murid itu sendiri.</p></li><li><p>pendidikan di indonesia harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman karena. Indonesia terkenal dengan keberagamannya. dalam pendidikan seharusnya juag memperhatikan keberagaman tersebut. karenasetiap daerah memiliki budaya masing-masing dan potensi yang berbeda. untuk kodrat zaman adalah Indonesia merupakan negara yang kerap dikunjungi oleh masyarakat luar, untuk itu sebaiknya murid harus memahami bagaimana perkembangan zaman sehingga tidak tertinggal serta tertipu dengan kemajuan zaman.</p></li><li><p>relevansi dari pendidikan yangberhamba kepada anak bukan berarti guru harus melayani anak seena dirinya. namun ada konsep-konsep yang harus diperhatikan seperti memfokuskan pendidikan kepada murid sesuai dengan minat, bakat serta kebutuhannya. guru menghormati kodrat anak karena setiap anak memiliki kodrat alami untuk berkembang . peran saya sebagai pendidik adalah menuntun murid berdasarkan dengan kodrat alam dan kodrat zaman dengan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 07:59:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040631881</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gusrida, S.Pd. Gr 11.181.BGP_SUMBAR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040632461</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara ialah pembelajaran yang berpusat pada murid. Dimana Guru berperan hanya sebagai penuntun kodrat yang ada pada anak agar anak mencapai keselamatan dan kebahagiaan.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya ialah anak dituntun sesuai dengan falsafah di minang kabau yaitu adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah yang artinya adat di minang kabau harus berdendikan kepada syariat islam yang pada dasarnya Al Quran dan Hadist.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman karena kodrat alam dapat diartikan sebagai lingkungan alam tempat peserta didik berada, baik itu kultur budaya maupun kondisi lainnya sedangkan kodrat zaman merupakan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu jadi pendidikan tidak bisa menghapus kodrat alam seorang anak melainkan memoles kodrat alam menjadi hal-hal yang lebih baik. Begitu juga halnya dengan keterampilan yang harus dikuasai anak terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan yang sesuai dengan zamannya.</p></li><li><p>Relevansi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang berhamba (berpihak)  pada anak dalam peran saya sebagai pendidik. Maksudnya pendidik harus lebih bijaksana memperhatikan kebutuhan dan potensi anak, serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berdaya dan berakhlak mulia. Di TK kami sudah menerapkan pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak, dimana kegiatan pembelajaran kami sesuaikan dengan minat anak sehingga guru menyediakan ragam main yang akan dipilih anak sesuai bakat dan minat yang dimiliki anak tersebut.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:00:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040632461</guid>
      </item>
      <item>
         <title>IRDAYANI NASUTION KELAS 11.68 ANGKATAN 11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040633137</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran menurut KHD adalah disini saya mendapatkan pengalaman dimana anak mempunyai kodrat alam yang harus kita kembangkan sejalan dengan kodrat zaman dimana kita harus bisa menggali potensi yang ada didalam diri anak tersebut.</p></li><li><p>Menuntun peserta didik&nbsp;adalah <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.masa.biz.id/menghargai-keragaman-ekonomi-untuk-mempromosikan-inklusi-dan-keadilan-sosial/">untuk menghargai dan</a>&nbsp;melestarikan kebudayaan daerah, seperti kecamatan lembah melintang khususnya daerah ujung gading, mulai dari masakan tradisional, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur. Hal ini&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.masa.biz.id/mengapa-jual-beli-tanah-tidak-dapat-dilakukan-dengan-akta-di-bawah-tangan/">dapat dilakukan dengan</a>&nbsp;cara mengajak peserta didik untuk belajar cara mengenal masakan tradisional seperti masak apam bersama ataupun adat istiadat dan mengapresiasikannya dilingkungan sekolah seperti menduduki induk-induk yang menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, rukun, dan hormat-menghormati</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pendidik adalah penuntun kodrat alam yang telah dimiliki oleh siswa sejak lahir yaitu bakat/talenta dan keadaan di mana siswa itu dilahirkan. Siswa berhak menerima pendidikan sesuai dengan lingkunga alam tempat tinggal di mana anak&nbsp; dlahirkan dan dibesarkan. Kodrat zaman perlu dipertimbangkan juga karena pendidik adalah penuntun agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang juga merupakan aspek penting dalam keberhasilan pendidikan. Di sini pendidik dituntut untuk menjadi pembelajar seperti para siswa yang sedang di hadapinya. &nbsp;Apalagi abad sekarang merupakan era digitalisasi, dimana pendidik dituntut agar bisa menggunakan IT dengan baik sehingga bisa memberikan pembelajaran kepada peserta didik.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran Ki Hadjar Dewantara "Pendidikan yang berhamba pada anak" dengan peran saya sebagai pendidik adalah sebagai pendidik saya tidak melihat siswa sebagai objek, tetapi siswa adalah subjek dan teman belajar. siswa diberi kesempatan untuk mengembang diri dalam pembelajaran tutor sebaya. Berhamba pada siswa maksudnya guru harus memiliki rasa hormat memuliakan siswa sehingga membangkitkan rasa senang dan semangat dalam diri siswa. Jika siswa senang dan bahagia mereka akan mudah menyerap ilmu.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:01:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040633137</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Selviany Rusiadi, 11.67 bgp sumbar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040634611</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pengalaman saya berhamba pada anak: pemberian tugas disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak atau gaya belajarnya. ketika memberikan aksi nyata suatu tugas dalam mapel saya kini membebaskan anak untuk melakukannya dalam bentuk gambar, cerita atau edit video. Selanjutnya melakukan diagnostik pribadi anak untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan peserta didik sebelum mengajar</p><p>2. Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah mendampingi, membimbing atau mengemong anak memiliki sikap HASTHALAKU dan mencintai budayanya. HASTALAKHU meliputi gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak (ramah), lembah manah (rendah hati), ewuh pakewuh (saling menghormati), pangerten (saling menghargai), andhap ashor (berbudi luhur), dan tepa selira (tenggang rasa).</p><p>Sedangkan budaya khas Solo misalnya Batik, Wayang Orang, Batik Carnival, Sekaten, Grebeg Sudiro.</p><p>Perwujudan konkret HASTHALAKU misalnya dengan membiasakan 5S, menggunakan batik khas Solo, kegiatan piket kelas bersama, pembiasaan karakter HASTHALAKU bergantian setiap minggunya,</p><p>Perwujudan konkret mencintai budaya khas Solo misalnya dengan menonton video, melihat pertunjukkan, menjadi peserta kebudayaan baik itu Batik Carnival, Sekaten, Grebeg Sudiro . Untuk budaya batik dapat diwujudkan dengan kegiatan mengenal batik (membatik, menggambar pola batik, menonton video, kunjungan ke pabrik batik).</p><p>3. Kodrat alam dan kodrat zaman menjadi bagian tak terpisahkan peserta didik. Dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan konvergensi (saling mempengaruhi). Seorang anak lahir dengan kodrat alam ( kemampuan, bakat, potensi, keadaan) yang berbeda-beda. Mereka kemudian bertumbuh dan berproses sesuai dengan jamannya. Maka dalam mendidik, pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal. Selanjutnya pendidik mengenalkan, menyesuaikan dan merancang pendidikan sesuai dengan jamannya, sehingga pendidikan tersebut bersifat luwes dan dinamis.</p><p>4. Sebagai pendidik, saya memandang relevansi pemikiran KHD “ Pendidikan yang berhamba pada anak sebagai mempunyai komitmen yang kuat untuk memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik.</p><p>Secara lebih rinci ini berarti:</p><p>-Menomor satukan murid dalam setiap keputusan pembelajaran yang dibuat</p><p>-Memandang anak dengan hormat</p><p>-Memberikan pendidikan yang seimbang antara olah cipta, rasa, karsa, dan olah raga</p><p>-Tidak memaksakan kehendak, namun melihat kebutuhan, minat dan kemampuan anak</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:03:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040634611</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040634613</link>
         <description><![CDATA[<p>saya sangat terkesan dengan kisah Asti anak KHD, yang menjadi pelajarannya terkadang kita dalam mendidik anak sering melupakan kondisi lahir dan bathin anak. Saya pernah berdebat dengan anak yang selalu terlambat pagi. tanpa mencari tau kenapa anak termbat yang ternyata anak ini bekerja membantu pamannya dari pulang sekolah sampai jam 11 malam yang sangat jelas membantu jam istirahtnya sehingga ondisi anak ini tidak pernah keliatan fres. Dan mendapat perlakuan yang kuran bersahabat dari saya jelas akan membuat anak tidak bersahabat dan menyukai saya. Tetapi setelah menyelidiki keadaan anak dan kelurga membuat persepsi saya berubah dan merubah pola penebalan laku pada anak tersebut dengan terus memotivasi tetap melaksanakan tugas utama sebagai peljar hingga dapat berhasil.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:03:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040634613</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maisari Kls: 11.68 angkatan 11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040634715</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara dimana bermain adalah salah satu kodrat anak.</p><p>Yaitu dapat belajar Budi Pekerti misalkan bermain congklak.</p><p>Jadi murid pun butuh bermain, agar dapat mengembangkan bakatnya.</p><ol start="2"><li><p>Menuntun kita sebagai pendidik di minta untuk menuntun anak agar anak mencapai keselamatan, kebahagiaan yang setinggi-tingginya dalam kehidupan .</p></li><li><p>Sebagai seorang petani tentu saja harus mengetahui kebutuhan setiap tanaman dan memperlakukannya sesuai dengan kebutuhan tersebut. Begitu juga dengan seorang guru yang harus mengetahui karakter dari siswanya yang berbeda-beda. Guru harus memberikan kebebasan pada peserta didik untuk mengembangkan ide, berpikir kreatif, mengembangkan bakat atau dari peserta didik.</p></li></ol><p> 4.Sebagai pendidik, saya bertanggung jawab untuk membimbing siswa menuju pemahaman diri yang lebih baik, serta membantu mereka mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri peserta didik.kebutuhan siswa. Sesuai dengan Filosofi pendidikan menjelaskan suatu tujuan pendidikan yang menuntun segala kodrat pada anak-anak. Hal ini agar anak-anak dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:04:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040634715</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama Nini marlina. 11.99. BGP_SUMBAR.FITRI KASMORI. PP HELFIA NORA</title>
         <author>ninimarlina99</author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040634758</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>sebagai guru untuk mengenali karakterisrik siswa itu sendiri, mengenal gaya belajar dan situasi sosial emosional siswa, langkah awal yang selalu saya lakukan yaitu melakukan pendekatan dengan siswa, mendekati dengan cara mengadakan komunikasi internal. dalam hal ini saya tidak menempatkan jabatan saya sebagai guru, namun lebih sebagai teman dari siswa itu sendiri, yang siap mendengarkan keinginan dan harapan siswa dari situasi pembelajaran yang akan dilaksanakan, serta memberi motivasi yang sangat berguna untuk menghapus segala ketakutan-ketakutannya dalam belajar</p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam konteks sosial  didaerah saya dengan adanya filosofi disumatera barat, alam takambang jadi guru, saya membimbing peserta didik untuk lebih mengenal diri mereka secara lebih dalam terkait dengan gaya belajar, bakat minat dengan melakukan kebebasan dalam pengumpulan tugas disesuaikan dengan gaya belajar dan bakat.</p></li><li><p>seorang guru kita diharapkan mampu membantu, memotivasi mereka agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang guru mampu membimbing anak memasuki abad 21, untuk itu seorang pendidik harus melek tehnologi serta memiliki keterampilan abad 21 dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.<br>Relevansi pendidikan Ki Hajar Dewantara bahwa seorang pendidik itu harus menghamba pada anak maksudnya seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut, maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang, bahagia. Kondisi ini akan bisa memudahkan siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan yang guru berikan sehingga akan membawa hasil yang memuaskan.</p></li><li><p>menghamba kepada murid kita kita harus nuntun anak itu sesuai keinginannya, dan melayani dengan ikhlas, penuh cinta kasih. seperti yang dikatakan tadi kita seorang petani menanam padi harus dirawat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan, agar hasilnya menjadi yang kita inginkan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:04:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040634758</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Oktavia Dewi Afja, CGP 11.181</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040635077</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman belajar yang terkait dengan proses pembelajaran saya yang merefleksikan pemikiran KHD ada pada pengalaman belajar yang menghamba pada anak, menghormati kodrat alam dan kodrat zaman dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Beberapa materi saya sangat relevan dengan pemikiran KHD ini. Misalnya membebaskan anak memilih bentuk tugas seperti apa yang mereka senangi. bisa secara lisan, tertulis, dalam bentuk gambar, power point, lagu, dsb.</p></li><li><p>Wujud menuntun dalam konteks sosial budaya didaerah saya bisa dilihat pada falsafah masyarakat minangkabau sendiri yaitu 'adat basandi syara', syara; basandi kitabullah', artinya nilai-nilai religius terakomodir pada setiap keteladanan, prilaku dan kegiatan masyarakat dalam keseharian. pengembangan kemandirian, perilaku gotong royong, dan kepedulian merupakan aspek yang dalam kegiatan sosio kultural anak sehari-hari.</p></li><li><p>Kodrat alam dan kodrat zaman sangat penting karena menjadi 2 aspek penting dalam membentuk generasi berkualitas yang siap menghadapi masa depannya. maka pendidikan holistik menjadi krusial.</p></li><li><p>pendidikan yang menghamba pada anak sangat relevan dengan profesi saya sebagai pendidik. Karena guru harus memahami dengan segala keunikan setiap anak, maka guru harus memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anak, membebaskan anak untuk berpikir kritis, dan menebalkan lakunya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:04:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040635077</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HARTATI, S. Pd. SD KELAS 11.99</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040635607</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman yang pernah saya alami sesuai dengan pengajaran menurut KHD adalah dengan memberikan kebebasan kepada anak dalam memilih ekstra kurikuler yang diberikan dengan mengarahkannya untuk memilih sesuai dengan bakat dan minatnya.</p></li><li><p>Konteks menuntut sesuai dengan kodrat sisio budaya daerah saya salah satunya dengan menyalurkan bakat anak yang suka goyang terkait dengan kemajuan zaman sekarang yaitu goyang tiktok, maka saya sebagai pendidik mengambil kesempatan untuk memfasilitasi anak-anak tersebut untuk berlatih tari piring dan randai sehingga ini selain mengasah minat dan bakat anak juga sudah bisa memberikan nilai jual karena keterampilan ini ditampilkan setiap ada acara besar.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, karena perintah inni sudah ada semenjak zaman sahabat nabi yaitunya Ali bin abi thalib. yakni didiklah anakmu sesuai dengan zamannya. karena kalau tidak mengikuti kemajuan zaman maka kita bagaikan mendidik anak bagaikan menantang arrus air di sungai. mendidik menurut kodrat alam akat memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna karena bersifat kontekstual.</p></li><li><p>Relevansi pendidikan yang menghamba kepada anak dalam peran saya sebagai pendidik adalah dengan melakukan pengajaran tidak lagi menuntut anak akan berbagai hal karena ibarat sebuah pohon tidak akan bisa menghasilkan berbagai jenis buah yang kita inginkan tetapi rawat, jaga, siangi dan pupuk pohon itu agar menghasilkan buah yang super pada jenisnya. Maka dari itu tugas kita sebagai pendidik memberikan pengajaran kepada anak sesuai dengan potensi yang ada pada diri anak secara maksimal, melayani sepenuh hati dengan rasa cinta dan kasih sayang.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:05:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040635607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitria Lisa, Kelas 181</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040635945</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>satu pengalaman yang terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah saya pernah meminta anak mengisi blanko potensi diri mereka dalam pembagian tugas saat diskusi kelompok,disini bisa disimpulkan semua anak punya potensi yang bisa kita kembangkan dalam pembelajaran</p></li><li><p>konsep menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya salah satunya tergambar dalam filosofi pendidikan di minang kabau yaitu " alam takambang jadi guru" untuk menuntun anak sesuai dengan kodrat alamnya</p></li><li><p>pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena karena kita bangsa yang beragam suku,bangsa,latar belakang dan sebagainya sehingga anak akan lebih paham jika dikaitkan dengan lingkungan terdekat mereka, dan sesuai kodrat zaman karena anak-anak hidup dengan segala kemajuan zaman mereka sehingga mereka akan merasa nyaman jika pembelajaran disesuaikan dengan zaman mereka dan kita  tidak bisa dipaksakan harus mengikuti zaman sebelum mereka</p></li><li><p> relevansi pemikiran KHD " pendidikan berhamba pada murid" dengan peran saya sebagai pendidik adalah saya berperan menfasilitasi anak untuk mengembangkan potensinya dengan memberikan tuntunan apa yang harus mereka lakukan untuk mencapai hal tersebut</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:05:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040635945</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cahyono,S.Pd,Gr, kelas 11.149</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040636523</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya sebagai guru Bahasa Inggris dalam pelaksanaan pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah ketika saya memberikan tugas materi food (Makanan). Saya memberi kebebasan setiap anak untuk mengekspresikan kesukaanya terhadap makanan sesuai kemampuanya, contoh anak yang pandai menggambar tugasnya menggambar makanan, anak yang suka menulis tugasnya boleh menulis, anak yang suka berbicara tugasnya berupa presentasi didepan kelas, atau anak yang suka membuat video tugasnya dengan membuat sebuah video.</p></li><li><p>Menuntun dalam konteks sosial di daerah saya adalah kekuatan bekerjasama dan gotong royong.  Disekolah saya membuat program p5 dengan tema hidup berkelanjutan. Kegiatan yang dipilih adalah menanam bibit sawit dan menanam sayur mayur. kegiatan ini melatih siswa untuk lebih bekerja sama dan saling membantu dalam menyiapkan lahan, menanam bibit, sampai panen.</p></li><li><p>Pendidikan di indonesia harus mempertimbangkan kodrat alam dan zaman karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan berbagai macam suku,adat,budaya dan karakter. Tidak mungkin pembelajaran di Jawa disamakan dengan di papua, karena karakter dan kontek sosialnya berbeda. Oleh karena itu kodrat alam dan kodrat zaman sangatlah pending dalam penerapan pendidikan.</p></li><li><p>peran saya sebagai pendidik yang menghamba pada anak adalah mampu menuntun anak untuk mengembangkan minat,bakat, ide atau gagasannya untuk hidup selamat dan bahagia di kehidupan dimasa yang akan datang. setiap anak memiliki kodratnya masing-masing, jadi tugas kita sebagai guru mampu menebalkan minat dan bakatnya.</p><p>Terimakasih</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:06:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040636523</guid>
      </item>
      <item>
         <title>YULI ASRI DELFITRI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040636837</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Mendorong kreativitas peserta didik untuk mengenal potensinya,dirinya masing-masing dengan memberikan waktu untuk mereka berekplorasi dan inovasi</p><p>2.yaitu dengan menghormati nilai-nilai budaya daerah dengan memulai dan mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan berdo'a dan bersikap sopan dan menerapkan 3S</p><p>3.kita dapat membentuk pendidikan yang holistikdan relevan dengan kebutuhan anak didik</p><p>4.Sebagai pamong yang dapat mendidik sesuai minat dan potensi yang dimiliki anak dan pendidikan yang memerdekakan anak yang bertujuan untuk memberdayakan peserta didik</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:07:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040636837</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Damayanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040636951</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses merefleksikan pemikiran KHD yaitu dengan cara memfasilatasi untuk mencapai tujuan. kita sebagai guru harus bisa menjadi among, menuntun dengan sabar agar anak bisa memahami dirinya dan berkembang sesuai dengan kemampuan dan keunikannya.</p></li><li><p>Suatu usaha membawa seorang anak kepada suatu hal yang baik.dalam menuntun peran orang tua juga sanagt dibutuhkan bukan hanya dari pihak sekolah.</p></li><li><p>Dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zamanyaitu kodrat alam berhubungan dengan sifat dan dan bentuk lingkungan dimana anak berada. Sedangkan kodrat zaman selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman.</p></li><li><p>Berhamba kepada anak dengan jalan menomor satukan anak dalam setiap keputusan pembelajaran yang dibuat.memamdang anak dengan hormat agar anak merasa dihargai dan di hambakan.tidak memaksakan kehendak, namu melibatkan kebutuhan minat dan kemampuan anak dan juga memberikan pendidikan yang seimbang antara olah cipta,rasa,karsa dan olah raga. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:07:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040636951</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RINI ELIFA,S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040637495</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Kihajar Dewantara adalah guru sebagai penuntun bagi kodrat anak,memberi teladan agar budi pekerti anak lebih baik dimana dengan pendidikan yang berpihak pada anak,anak bebas dari segala ikatan atau suci hati kita dalam membimbing mereka,mampu menebalkan laku anak dengan konstek diri anak.intinya kita sebagai pendidik harus mampu menunjukkembangkan prilaku yang terbaik agar anak selamat dan bahagia.</p><p>2. Karena kodrat alam dan kodrat zaman tidak bisa dipisahkan dimana kodrat zaman selalu menuntun adaptasi dan teknologi untuk perubahan yang terus menerus sesuai dengan perkembangan zaman</p><ol start="3"><li><p>kita dapat membentuk  pendidikan yang menghamba pada anak serta relevan dengan kebutukan anak.</p></li><li><p>Pendidikan yang memerdekakan anak yang bertujuan untuk memberdayakan anak sesuai dengan potensi yang dimilikinya.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:08:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040637495</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tiyur yuliana, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040637869</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya sebagai seorang guru yang terkait dalam pemikiran KHD adalah dalam memmbimbing anak pada kegiatan penampilan bakat. disini anak anak sendiri yang memilih untuk menampilkan penampilan apa yang akan mereka lakukan. jadi saya merasa kegiatan ini sudah menjadi salah satu dalam kegiatan merdeka belajar.</p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam kontek sosial budaya di sekolah saya adalah mengenalkan kato nan ampek pada anak didik saya disini kato nan ampek merupakan aturan berkomunikasi di budaya minang kabau.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:08:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040637869</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HERA RESINIA,S.Pd, Kelas 11.181.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040637940</link>
         <description><![CDATA[<p>Soal 1, Jawaban :</p><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan Ki Hajar Dewantara adalah, saya diberikan amanah sebagai guru kelas 1SD dan mempunyai beberapa orang siswa yang kurang mampu dalam proses pembelajaran calistung, namun saya tidak pernah menyerah untuk menuntun siswa tersebut, dengan membersamai mereka  selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuanya masing masing, saya memberikan pengetahuan sesuai porsi dan kebutuhan peserta didik untuk mengembangkan potensi yang ada pada siswa tersebut</p><p><br/></p><p>Soal 2, jawaban :</p><p>Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya didaerah saya adalah saya harus memberikan contoh yang baik kepada peserta didik sebagai panutan untuk siswa/i yang saya didik dan membersamai mereka untuk selalu mengembangkan budaya positif dimanapun mereka berada</p><p><br/></p><p>Soal 3, Jawaban :</p><p>proses Pendidikan dahulu dengan sekarang sangat lah berbeda, maka kita sebagai pendidik harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, dimana perbedaan waktu sangat berpengaruh dalam proses tumbuh kembang kembang peserta didik kita, dan kita sebagai pendidik harus mampu membuka diri untuk merubah pandangan kita dalam cara mendidik siswa sesuai kodrat alam dan kodrat zaman</p><p><br/></p><p>soal 4, jawaban:</p><p>peran saya terhadap relevansi pemikiran KHD yang berhamba pada anak adalah </p><p>saya harus fokus pada kebutuhan, minat dan bakat siswa, saya harus memuliakan anak sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:08:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040637940</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Satria Dewi Putri, Kelas 11.67</title>
         <author>satriaputri23</author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040638344</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>salah satu pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah saya berusaha untuk menempatkan diri sebagai teladan, pedorong, dan penyemat bagi peserat didik.</p></li><li><p>Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya? membimbing, mengarahkan, mengajar, dan mendidik peserta didik sesuai dengan kodratnya</p></li><li><p>Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman? karena kita sebagai pendidik dan pengajar kita tidak bisa mengajar sesuai kehendak hati kita. sebab, kondisi dan latar belakang anak berbeda-beda, kemudian metode lama belum tentu relevan dengan zaman sekarang. Peserta didik kita pengetahuan ITnya sudah maju, mereka banyak yang sudah paham IT, tinggal kita lagi bagaimana cara kita mengarahakan mereka agar nilai-nilai positif tertanam dalam diri mereka dan meninggalkan nilai -nilai negatif.</p></li><li><p>Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik?Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang "Pendidikan yang berhamba pada anak" sangat relevan dengan peran saya sebagai pendidik karena:</p><p>Saya menempatkan Anak sebagai Subyek: Saya harus melihat setiap anak sebagai individu yang unik dengan potensi dan kebutuhan masing-masing, dan membangun pendidikan berdasarkan pemahaman tersebut. Kemudian memperhatikan Kesejahteraan Anak: Saya harus memastikan bahwa pendidikan yang saya berikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial anak.</p><p>Mendorong Kemandirian dan Kreativitas: Saya harus memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang secara mandiri dan kreatif, serta membantu mereka menemukan dan mengembangkan minat dan bakat mereka.</p><p>Dengan memahami dan menerapkan konsep "Pendidikan yang berhamba pada anak" dalam praktik pendidikan saya, saya dapat menjadi pendidik yang lebih efektif dan berdampak positif bagi perkembangan anak-anak yang saya ajar.</p><p><br/></p><p> </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p> </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:09:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040638344</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Neptriani   Kelas 11.99</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040638816</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman yang sudah pernah saya alami terkait proses pembelajaran dalam merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah kita harus mengajar anak sesuai kodrat alam dan kodrat zaman, disini sesuai zamannya anak-anak sudah sangat dekat dengan IT, untuk itu saya juga berusaha menambah ilmu yang saya miliki dengan terus belajar tentang  IT, dan dalam proses pembelajaran saya mengaplikasikannya dengan menggunakan aplikasi Quiziz dan google form. Hal ini membuat anak-anak sangat antusias karena mereka bisa  belajar sambil bermain, sesuai dengan salah satu kodrat anak yaitu bermain.</p></li><li><p>Perwujudannya dalam menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah membimbing dan mengarahkan anak-anak untuk tetap mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di daerahnya, karena pendidikan dan kebudayaan akan membawa perubahan yang sangat signifikan dalam diri anak.</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman karena kalau kita tidak mempertimbangkan hal tersebut, maka tujuan pendidikan tidak akan tercapai sesuai harapan dan anak - anak tidak merdeka dalam belajarnya dan akan tergantung pada orang lain, sementara sesuai filosofi KiHajar Dewantara, anak harus merdeka dalam belajar.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD " Pendidikan yang berhamba pada anak " dalam peran saya sebagai pendidik.</p><p>Dalam hal ini  " Pendidikan yang berhamba pada anak " bukan berarti menjadikan anak bagaikan raja, tetapi pendidikan berpusat pada anak dan pendidikan  yang memberikan kebebasan pada anak, dengan tetap menuntun dan mengarahkan anak agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:10:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040638816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Susilawati Sam kelas 11.67</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040639389</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pemmbelajaran yang mencerminkan pemikiran ki hadjar dewantara adalah dimana peserta didik menjadi subjek, kita mendorong kemana arah dan bakat minat peserta didik tersebut sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya</p></li><li><p>menuntun itu sebagai guru mengembangkan, memfasilitasi sesuai dengan bakat dan minatnya, guru sebagai pamong dan fasilitator dalam rangka tercapainya tujuan pendidikan</p></li><li><p>Sebagai guru harus mengenal terlebih dulu, bagaimana kondisi lingkungan tempat tinggalnya, bagaimana keadaan hidup (rumah, ekonominya) karena itu akan berhubungan dengan proses belajar mengajar yang akan di jalaninya, dan bagaimana sikap seorang guru untuk menghadapi peserta didik jika terjadi suatu permasalahan, serta mencari solusinya, seperti seorang anak yang tidak sekolah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dllnya</p></li><li><p>berhamba kepada peserta didik yaitu mengarahkan peserta didik kepada yang lebih baik, saling menghargai dan menghormati, mendukung segala yang menjurus kepada yang positif untuk mencapai tujuan pendidikan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:11:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040639389</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tomi Indra, Kelas 11.68.BGP SUMBAR ERMI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040639488</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan sosial budaya setempat. tujuannya untuk mencerdaskan generasi penerus dan mengangkat martabat bangsa. kemajuan teknologi dapat dijadikan sarana memperluas wawasan . pengembangan sosial budaya harus sejalan dengan nilai-nilai sosial budaya stempat sebagai penguat dinamika pendidikan nasional indonesia. </p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang say lihat didalam konteks sosial budaya didaerah saya adalah mengarahkan dan membimbing siswa untuk bersikap santun, sopan, melatih rasa cinta terhadap lingkungan, peduli terhadap sesama dan lain-lain.</p></li><li><p>pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pendidik adalah penuntut kodrat alam yang telah dimiliki oleh siswa sejak lahir. siswa berhak menerima pendidikan sesuai dengan lingkungan alam tempat tinggal dimana ia dilahirkan dan dibesarkan. kodrat zaman perlu dipertimbangkan juga karena pendidik ialah penuntun agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang juga aspek penting keberhasilan pendidikan.</p></li><li><p>relavansi pemikiran ki hadjar dewantara adalah pendidikan yang berhamba pada murid adalah sebagai pendidik saya tidak melihat siswa sebagai objek tetapi siswa adalah subjek dan teman belajar . sedangkan berhamba pada murid adalah guru harus memiliki rasa hormat memuliakan siswa sehingga membangkitkan rasa senang dan semangat dalam diri siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:11:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040639488</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Armayanis 11.149</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040640613</link>
         <description><![CDATA[<p>pengalaman saya </p><ol><li><p>saya beransur dan berusaha memahami karakter anak sesuai dengan sosio kultural dan didasarkan pada kodrat alam yang di ingkungan yang seperti apa ia tumbuh dan berusaha untuk melaksanakan pembelajaran yang berpusat kepada anak sesuai dengan kodrat zaman</p></li><li><p>perwujudan menuntun di sini sesuai dengan filosofi ki hajar dewantara anak itu menuntun segala kodrat anak untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dan anak yang merdeka kodrat lahir dan batin, bisa bersandar pada dirinya sendiri tanpa bergantung kepada orang laim</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:13:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040640613</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Heppy Warni Nasution, S Pd Gr., 11 149.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040641357</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Adapun pengalaman saya terkait proses pembelajaran KHD yaitu kita tahu bahwa setiap anak didik kita memiliki kemampuan dan keunikan yang berbeda-beda, contohnya ada siswa saya yang dalam pelajaran saya beliau sangat susah untuk menjawab soal-soal bahasa inggris ini, namun pada saat praktek dalam conversation anak tersebut sangatlah bagus pronounciationnya. Jadi setiap anak perlu diperhatikan</p></li><li><p>Memahami kata-kata menuntun, terkaitlah dengan poin di atas, bahwa kita sebagai guru harus menuntun anak untuk mencapai kemampuannya masing-masing, maksudnya setiap perbedaan mereka tentu memiliki capaian.</p></li><li><p>Segala sesuatu dalam hidup perlu pertimbangan apalagi dalam pendidikan, disini kita harus lihai baik kodrat alam ataupun zaman yang mana kita ketahui setiap saat begitu banyaknya perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan contohnya yang kita rasakan adanya pertukaran-pertukaran kurikulum setiap saat.Jadi kita harus berpandai-pandai dan antisipasi hal ini.</p></li><li><p>Adapun relevansi pemikiran KHD, sebagai guru kita ingin meningkatkan kemajuan pendidikan, disini kita ingin berperan aktif dan update sebagai pendidik, namun disini sangatlah dibutuhkan dukungan pihak sekolah dan tentunya sarana prasarana yang memadai.</p><p>Terima kasih</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:14:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040641357</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zulpiadi / kelas 67 Anijar Hapni Siregar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040643900</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Tuliskan satu pengalaman anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD. Jawaban: Pembuatan kelompok kerja saat pratikum saya serahkan kepada murid dengan siapa murid tersebut dalam satu kelompok dan pembuatan tugas bervariasi seperti menyampaikan komponen kelistrikan sepeda motor, boleh melalui gambar dalam bentuk pohon, bagan, kolom, atau dengan mengunakan audio dan vidio biasanya melalui aplikasi capcus.</p></li><li><p>Bagaiama perwujutan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya didaerah saya? Perubahan kongkrit apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya? Jawaban: perwujudan yang menuntun yang saya lihat didaerah saya adalah salah satunya budaya bakan majamba, makan bajamba ini adalah tradisi makan bersama pada setiap acara adat yang mengajarkan Budi pekerti yang kuat. Perubahana yang kongkrit yang saya lakukan untuk mewujudkannya dengan cara membuat program di sekolah untuk melakukan makan bersama pada hari tertentu,agar murid memahami budaya dan mendapatkan pembelajaran budi pekerti pada tradisi tersebut.</p></li><li><p>Mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman? Jawaban: karna seorang anak lahir dengan kodrat alam yang berbeda dan tumbuh serta berproses sesuai dengan zamannya masing masing, maka dari itu dalam mendidik guru mengetahui kodrat alam masing masing murid agar dapat mendidik sesuai minat dan bakatnya.</p></li><li><p>Apa relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba pada anak dalam peran saya sebagai pendidik? Jawaban: tidak memaksakan kehendak kita sebagai guru namun melihat kebutuhan,minat dan kemampuan murid, dan menomor satukan murid dalam setiap keputusan pembelajaran dibuat seperti pembuatan kesepakatan kelas.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:17:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040643900</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040644051</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Dewi Oktavia</p><p>sman 3 bukittinggi</p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu saya pernah mengajar anak inklusif yang memiliki keterbatasan penglihatan dimana anak ini memiliki kemampuan yang sama dengan siswa saya yang normal lainnya, disini saya harus memenuhi kebutuhan belajar siswa saya tersebut yang harus saya persiapkan lebih spesial baik selama proses pembelajaran maupun pada saat saya melakukan penilaian</p></li><li><p>Perwujudan " menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah dengan adanya " Kato nan ampek ( 4 ) dimana ini merupakan tata cara berbicara orang minang kabau diman peserta didik di tuntun untuk berbicara sesuai dengan adab dan dengan siapa lawan kita berbicara, kato mandaki ( adab berbicara untuk orang yang lebih tua ), kato manurun ( adab berbicara untuk orang yang lebih kecil dari kita ), kato malereng ( adab berbicara untuk orang yang cukup kita hormati seperti pemangku adat, kakak ipar, mertua dll_), kato mandata ( berbicara dengan yang sebaya dengan kita ) </p></li><li><p>pendidikan indonesia sangat perlu mempertoimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda beda untuk setiap daerahnya dan juga untuk zaman kita sekarang yang sudah sangat memanfaatkan teknologi pada saat proses pembelajaran</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada anak sangat memiliki relevansi yang kuat denganperan saya sebagai peserta didik , dimana di kurikulum merdeka ini kita memerdekakan peserta didik untuk belajar sesuai dengan minat dan bakatnya asalkan masih didalam batasan yang ada</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:18:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040644051</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CYLVY ALRIESTA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040644605</link>
         <description><![CDATA[<p>Soal 1</p><p>Apa bagian yang paling menarik bagi saya? Mengapa?</p><p>&nbsp;</p><p>Bagian yang menarik bagi saya yaitu pembelajaran pada zaman dahulu hanya diberikan kepada orang - orang tertentu saja yang dapat mendukung perdagangan atau kegiatan mereka, bagi rakyat biasa pembelajaran yang diberikan hanya sedikit tentang membaca, menulis, dan berhitung</p><p>&nbsp;</p><p>Soal 2</p><p>Apa tujuan pendidikan yang dapat dilihat dari video ini pada zaman Kolonial?</p><p>&nbsp;</p><p>Menurut saya tujuan pendidikan yang dapat dilihat dari vidio diatas adalah pendidikan lebih diutaman untuk calon pegawai dan yang dapat memperkuat usaha dagang kolonial. pendidikan pada zaman kolonial tidak membebaskan muridnya untuk belajar karena mereka hanya berpusat kepada guru dan kertas saja tidak memakai media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Soal 3</p><p>Apa persamaan dan perbedaan antara proses pembelajaran pada zaman Kolonial dengan proses pembelajaran saat ini?</p><p>&nbsp;</p><p>Menurut saya persamaan pembelajaran yang terjadi pada zaman kolonial dan zaman sekarang ini adalah pembelajaran dilakukan di sekolah atau lembaga formal,&nbsp; sedangkan perbedaannya adalah tidak semua orang bisa mendapatkan pendidikan yang layak, karena pendidikan hanya di berikan untuk usaha dan calon pegawai saja, pada zaman kolonial pembelajaran hanya berpusat kepada guru dan tidak ada media tambahan lainnya berbeda dengan zaman sekarang sudah banyak media yang bisa digunakan untuk mendukung pembelajaran yang asyik dan menyenangkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:18:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040644605</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Tris Mayeni,S.Pd Kelas 11.99</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040645143</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman yang sudah pernah saya alami terkait proses pembelajaran menurut KHD ialah dimana anak yang kita ajar terdiri dari bergam sifat dan keunikannya masing-masing, jadi kita menuntunnya sesuai dengan konteks diri anak tersebut dan melihat kepada sosio kultural anak berada. contohnya anak yang hanya minat olah raga, maka dalam pembelajaran bahasa ia akan malas menulis, nah dari sini saya mencoba mengaitkan pembelajaran bahasa dengan olah raga. sehingga anak tersebut juga akan memperhatikan saya dalam memberikan pembelajaran.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya yaitu adanya pembelajaran khusus kebudayaan alam minang kabau, sehingga disini anak-anak dituntun mulai dari cara berbicara dengan istilah kato nan Ampek( kato manurun yang digunakan untuk orang yang lebih kecil, kato mandaki yang digunakan untuk orang yang lebih besar, kato malereng yang digunakan untuk orang yang lebih tua sedikit dan kato mandata yang digunakan untuk sesama besar), dalam adat minangkabau juga terdapat adab-adab yang dikenal dengan sumbang 12, serta ada kekhasan makan bajamba (yang banyak terdapat nilai-nilai luhurnya yaitu religius, berkarakter, gotong royong dan kekeluargaan, saling berbagi serta menghrmati budaya lokal.</p></li><li><p>pendidikan di indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena setiap anak yang di tuntun berasal dari daerah yang berbeda beda, sehingga sifat dan lingkungan anak tersebut juga berbeda, maka kita seorang guru harus mampu untuk menuntun anak anak tersebut sesuai dengan kodrat alamnya, begitu juga halnya guru juga harus melihat kodrat zaman anak berada sehingga pembelajaran yang diberikan sesuai dengan perkembangan zaman yang ada agar sesuai dengan isi dan irama anak-anak. contohnya zaman sekarang anak-anak sudah mengerti dengan teknologi, maka guru harus menuntun anak dalam belajar menggunakan teknologi tersebut, sehingga dengan adanya teknolgi kan menuntun anak lebih cerdas dan mendapatkan ilmu yang lebih banyak.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD yang berhamba pada anak, maka saya sebagai pendidik akan memberikan pembelajaran berpusat pada kemerdekaan anak, menuntun anak agar bisa berfikir lebih kreatif dan inovatif serta saya akan memberikan pembelajaran yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi yang ada.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:19:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040645143</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Fitri yanti, S.Pd, Kelas 11.99</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040645617</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan ( mencerminkan ) pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah di sini dapat saya lakukan dengan mengenalkan Tradisi di daerah tempat saya mengajar yang  berbudaya minangkabau misalnya tradisi khatam Al qur'an disini kita mengenalkan anak dengan lingkungan, makan bajamba mengenalkan tentang adat istiadat, kebiasaan serta toleransi</p></li><li><p>Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks soaial budaya adalah saya belum semuanya menuntun menurut peikiran Ki hadjar Dewantara, perwujudan tersebut dapat kita mulai dari diri sendiri merubah cara menuntun menurut kodrat anak sebagaimana di tempat saya dapat membawa anak ke tempat yang belum di kenali, misal pembuatan kerupuk sanjai dimana anak dapat melihat cara pembutan tersebut mulai dari awal sampai akhir, serta menuntun menurut filsafah  minangkabau "adat basandi syara', syara' basandi kitabullah"</p></li><li><p>Menurut saya perlu sekali menuntun menurut kodrat alam dan kodrat zaman karena anak tumbuh dan berkembang di lingkungan yang berbeda serta anak tumbuh dan berkembang sesuai zamannya</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba pada anak" adalah saya melakukan pendekatan kepada anak sesuai karakter dan kebutuhannya dan saya akan menuntun sesuai dengan filosofi Ki hadjar Dewantara yang mana pembelajaran berpusat pada anak</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:20:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040645617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama, kelas  : FITRI NURHANANI,S.Pd.I , 11.99</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040645618</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>salah satu pengalaman saya yang terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiraan Ki Hajar Dewantara adalah Menuntun anak untuk berprilaku santun , berbicara yang sopan dan mengajarkan etika senyum dan sapa kepada siapapun dan dimanapun mereka berada. Memahami karakteristik dan kebutuhan dari setiap anak dalama proses pembelajaran.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya didaerah saya . Menununtun dalam konteks sosial budaya didaerah bisa diartikan sebagaai suaatu usaha untuk membawa seseorang kepada hal yang baik untuk bisa bersosialisasi di dalam masyarakat. sedangkan menuntun dalam pendidikan menurut saya adalah pendampingan yang dilakukan oleh pendidik untuk menemani anak mencapai tujuan hidupnya sesuai dengan kodrat alam dan zaman.</p><p>Guru harus mampu menunjukan  keteladanan dan memberikan contoh yang baik kepada peserta didik.</p></li><li><p>Pendidikan di indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman karena kedua aspek ini memiliki peran penting dalam mengembangkan pendidikan yang relevan dan efektif bagi anak - anak di era digital dan globalisasi ini. Kodrat alam mengaju pada sifat dan karakter dasar manusia. Pendidik harus mampu memahami dan mengakui keunikkan juga perbedaan yang dimiliki oleh anak. Sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan kondisi dan tuntunan zaman yang selalu berubah - ubah.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD yang berhamba pada anak dengan peran saya sebagai pendidik adalah mrnghamba pada anak dimaknai sebagai rasa penghargaan pendidik terhadap anak yang memiliki kodrat bawaan dari sang pencipta. Guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri meraka. Memperhatikan kebutuhan dan potensi anak serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang mendaya, berbudi dan berakhlak mulia. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:20:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040645618</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya Fitri, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040646334</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan / mencerminkan pemikiran KHD ketika siswa di kelas saya yang memiliki kodrat alam yang berbeda, mulai dari latar belakang pendidikan ortu, ekonomi , budaya/ tradisi keluarga dan lainnya. perlakuan ke anak tidak bisa disamakan krn kodrat alamnya berbeda.</p></li><li><p>perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya ada dalam filsafat adat basandi syara' , syara' basandi kitabullah. dalam filsafat ini orang minang mempunyai aturan adat yang didasarkan pada agama yaitu islam . dalam menjalankan aturan di kehidupan sosial orang tua harus memberikan contoh kepada anak. tidak hanya menyuruh anak utk mematuhi tanpa memberikan contoh yang baik.</p></li><li><p>dalam pendidikan , kodrat alam dan kodrat zaman harus diperhatikan dengan baik. Mendidik  anak bukan berarti merubah anak sesuai keinginan guru . tapi mendidik anak sesuai kodratnya. guru ibarat seorang petani yang menanm padi , hasil panennya tidak akan menjadi jagung. dalam mendidik guru juga memperhatikan kodrat zaman. karena dengan mempertimbangkan kedua kodrat anak tersebut.</p></li><li><p> relevansi pemikiran KHD yang berhamba pada anak , dalam pbm guru harus memperhatikan kebutuhan belajar sesuai kodrat anak . menghargai anak, memerdekakan anak dengan  memberi kesempatan anak berkreasi , berinovasi, berpendapat dan lainnya pada saat proses pembelajaran. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:21:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040646334</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lugim Eriyani ,S.Pd kelas 11.181</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040648023</link>
         <description><![CDATA[<p>1.salah satu satu pengalaman saya sesuai pemiikiran KHD yaitu saya membuat kegiatan pembelajaran sesuai kebutuhan anak,karena setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda beda seperti meminta anak untuk menceritakan  pengalamnnya setelah belajar secara bergantian.</p><p>2.perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya adalah membimbing menuju kebaikan sebagai upaya membimbing seseorang menuju prilaku yang baik dan positif,menuntun juga berhubungan erat dengan pendidikan karakter ,mental dan moral mencakup keteladanan.</p><p>3.pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman.</p><p>kodrat alam guru menghormati keunikan setiap anak mencakup potensi,kekuatan dan kelemahan pada diri anak.</p><p>kita harus menghormati dan memahamikodrat alam setiap anak yang memilikibakat ,minat,dan kecendrungan yang berbeda.</p><p>kodrat zaman berkaitan dengan kodisi dan tuntunan zaman yang selalu berubah.</p><p>4.relevansi pemikiran KHD yaitu sebagai pendidik saya bertanggung jawab untuk membimbing siswa menuju pemahaman yang lebih baik dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya .</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:23:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040648023</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Welni,S.Pd angkatan 11.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040648724</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Pembelajaran yang dilakukan seorang pendidik untuk mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah menuntun peserta didik dikelas sesuai dengan budaya masing-masing peserta didik mengigat pesrta didik mempunyai bakat dan minat yang berbeda-beda .</p><p>2.Memahami konsep dasar dan filosofi KHD bahwasanya pendidikan bukan hanya mentrasper pengtahuan  saja ,ttetapi juga tentang membentuk karakter,memperkuat akal dan perasaan serta mempersiapkan individu untuk menjadi manusia atau warga negara yang bertanggung jawab </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:24:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040648724</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANGGI ANGRAINI, S.Pd KELAS 11.149</title>
         <author>anggianggraini93</author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040650636</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksi /mencerminkan pemikiran KHD adalah pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, kita sebagai pendidik memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk belajar dan juga ditatntang untuk selalu berpikir kritis.</p></li><li><p>Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah menjadi contoh bagi peserta didik dalam bersikap dan berperilaku,misalnya membiasakan sebelum masuk kelas berbaris terlebih dahulu dan tidak mendahului teman, berdoa sebelum dan sesudah belajar dan juga menjaga kebersihan lingkungan sekolah.</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Karena setiap anak itu sudah terlahir dengan kodratnya masing-masing. Kita sebagai pendidik hanya perlu menuntun setiap peserta didik dengan kodratnya masing-masing.Kita sebagai pendidilk tidak perlu membandingkan anak A dengan anak B. Karena kodrat kedua anak tersebut berbeda. Tinggal kita sebagai pendidik mengembangkan setiap potensi yang dimilki oleh peserta didik tersebut.</p></li><li><p>Relevansi  pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada murid artinya kita sebagai seorang pendidik harus mempunyai rasa menghargai terhadap peserta didik sebagai manusia yang memiliki kodrat bawaan dari sang pencipta. Dan juga sebagai seorang pendidik kita juga harus memiliki rasa hormat terhadap peserta didik dan juga memuliakan pesertab didik, sehingga tumbuhlah perasaan senang dan bahagia dalam diri setiap peserta didik,kerena mereka merasa dihargai dan dicintai oleh gurunya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:27:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040650636</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yunita Meilinasari Moduto,S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040652017</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelumnya yunita ucapkan banyak terimakasih kepada sulthon yang telah memberikan ilmu pada hari ini. Refleksi yang bisa yunita peroleh dari ruang kolaborasi ini, bahwa pendidikan bersifat menuntun kodrat yang ada pada anak untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia dan masyarakat. untuk mencapai selamat kebahagiaan tersebut kita sebagai pendidik harus menuntun seperti pemikiran bapak KHD "Ing ngarso sung tulodho, Ing madyo mangun karso Tut wuri handayani" artinya sebagai pendidik kalau didepan memberi contoh, ditengan menumbuhkan semangat/motivasi, ditengah memberikan dorongan. pengalaman itu nita rasakan dalam menuntun anak yang jarang masuk sekolah.</p><ol start="2"><li><p>perjalanan menuntun anak, yang saya lihat dari daerah saya berdasarkan falsafah minangkabau"Adat Basandi Syara',Syara' basandi kitabullah" yang sejalan juga dengan bapak ki hadjar dewantara. dimana nilai nilai sosial budaya ini akan bisa menebalkan laku anak dan kodrat diri anak. di minangkabau juga selain permainan juga dalam berbicara kato nan ampek dengan demikian anak anak akan memiliki budipekerti seperti ungkapan"Nak tinggi naikkan budi"</p></li><li><p>pendidikan harus berpihak pada murid dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, karena anak bukan seperti kertas yang bisa diisi orang dewasa"Bukan Tabularasa" sebagai pendidik kita hendaknya kita anggap peserta didik itu seperti anak kita sendiri, kita bangun jembatan hati seperti yang bapak KHD ucapkan kepada anaknya "Kasih sepenuh hati"</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD tentang pemikiran yang berhampa kepada anak, maksudnya berhamba disini berpihak pada murid, sebagai pendidik kita harus memperhatikan apa yang diinginkan anak anak, kita anggap seperti anak sendiri. pendidikan disini sebagi penuntun segala kodrat yang ada pada anak sebagai manusia dan masyarakat, bisa memberikan sendiri kemerdekaannya dan kemerdekaan oran lain. untuk itu sebagai pendidik kita ubah pemikiran kita bahwa pelajaran itu bukan tuntutan/tujuan namun mapel itu adalah alat untuk menebalkan laku anak</p><p>Terimakasih...</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:29:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040652017</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nelly  Fitria</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040656067</link>
         <description><![CDATA[<p>11.181 BGP Sumbar</p><ol><li><p>Pemikirian menurut KHD bahwa pendidikan  bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak -anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dam kebahagiaan yang setinggi-tingginya.</p></li><li><p>Menuntun dalam pemikiran KHD bahwa pendidik memberikan contoh kepada murid seperti filosofi KHD  Ing ngarsa sung tulada.Jadi pendidikan tidak hanya memstransfer ilmu tetapi. Harus daoat menebalkan laku murid sehingga mereka berbudi pekerti baik.</p></li><li><p>Pemikirian KHD terkait kodrat alam dan zaman dalam mendidik anak adalah bahwasannya pendidikan itu harus memperhatikan bakat murid dan perlu pengembangannya sedangkan kodrat zaman adalah berkaitan dengan menyesuaikan dengan perkembangan  zaman pada pembelajaran abad 21 ini.</p></li><li><p>Pendidikan menghamba pada murid  menurut KHD adakah bahwa guru harus memperhatikan potensi setiap anak karena setiap anak unik dan berbeda. Hal ini merupakan rasa penghargaan murid terhadap siswa  sebagai manusia yang memiliki kodrat alam ( bawaan) dari sang pencipta jg lahir dari zaman yang dinamis.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:35:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040656067</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bobi Tourist Yursa_ SMPN 3 BUKITTINGGI</title>
         <author>bobiyursa03</author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040656762</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman berpihak kepada anak. Saya pernah kunjungan ke rumah siswa bersama wali kelas dikarena siswa tidak mau bersekolah dikarenakan siswa sudah kecanduan game online. Siswa tersebut sebenarnya anak yang pintar. Siswa tidak akan masuk sekolah seandainya dia tidak menyelesaikan tugasnya. dan dia sering terlambat mengerjakan tugasnya karena keasyikan main game online ini. siswa main game online bisa sampai pagi sehingga untuk mengerjakan tugasnya dia tidak sanggup menyelesaikannya. Dengan melakukan pendekatan dengan siswa yang sangat inten, kerjasama dengan wali kelas, dan selalu berkomunikasi dengan orang tua mencarikan jalan keluar setiap permasalahan siswa, siswa akhirnya berhasil diarahkan kepada kegiatan positif dan mampu belajar dengan baik. ini ditandai siswa tersebut bisa masuk kelas unggul.</p></li><li><p>Disekolah saya sekarang sedang digiatkan pelajaran Pendidikan Karakter Budaya Alam Minang Kabau. Siswa dituntun agar mengetahui budaya nya di Minang Kabau. Disini saya memberikan pelajaran bagaimana siswa mengetahui adat istiadat dan juga bagaimana mempraktekkan adat istiadat tersebut. seperti contoh, di minang kabau ada istilah sumbang 12 yang makna hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang minang kabau. saya disini selain menjelaskan apa-apa saja sumbang 12 itu saya juga mempraktekkan sumbang 12 tersebut supaya tidak dilakukan oleh siswa.</p></li><li><p> karena perubahan lingkungan dan zaman ini tidak bisa kita hindari. Siswa sekarang harus kita sesuaikan kebutuhan dan keinginan mereka sehingga mereka bisa sukses dan bahagia.</p></li><li><p>Relevansi pendidikan yang menghamba kepada anak dalam peran sebagai pendidik adalah ini sebagai analogi bahwasanya pendidikan yang saya lakukan harus memikirkan kebutuhan siswa dan tugas perkembangan siswa. Segala daya upaya yang kita lakukan dalam proses pendidikan dan pengajaran ini harus berpihak kepada siswa kita.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:37:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040656762</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arfan Ansori, S.Pd, Kelas 11.150</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040662789</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran pemikiran filosofis KHD saya akan mengembangkan penguatan pendidikan karakter, selama pembelajaran saya akan mencoba menghadirkan kegiatan kerjasama dengan warga sekolah, beretika dan sopan santun kepada sesama manusia dan melatih mereka untuk bisa bertanggungjawab dengan apa yang mereka hadapi nanti</p><p>Mendorong kreativitas peserta didik, saya mencoba mengarahkan peserta didik untuk mengenal potensi yang dimiliki dirinya masing-</p><p>masing dengan memberikan waktu untuk mereka bereksplorasi dan membuat inovasi.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun” dalam konteks sosial budaya berarti membimbing dan mengarahkan peserta didik agar dapat mengembangkan potensi, bakat, minat dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi bagian dari masyarakat. Ini mencakup nilai-nilai luhur budaya, dan norma-norma sosial.</p></li><li><p>Kodrat alam dan kodrat zaman menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan peserta didik. Dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan saling mempengaruhi. Seorang anak lahir dengan kodrat alam ( kemampuan, bakat, potensi, keadaan, karakater) yang berbeda-beda. Mereka kemudian bertumbuh dan berproses sesuai dengan jamannya. Maka dalam mendidik, pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal. Selanjutnya pendidik mengenalkan, menyesuaikan dan merancang pendidikan</p><p>sesuai dengan jamannya, sehingga pendidikan tersebut bisa berkembang.</p></li><li><p>Sebagai pendidik, saya memandang relevansi pemikiran KHD “ Pendidikan yang berhamba pada anak mempunyai komitmen yang kuat untuk memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik yang artinya&nbsp;mengutamakan peserta didik dalam setiap keputusan pembelajaran yang dibuat, memandang anak dengan hormat dan baik, memberikan pendidikan yang seimbang tanpa adanya perbedaan atau dsikriminasi, tidak memaksakan kehendak anak, namun melihat bakat, minat, dan kemampuan anak.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:47:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040662789</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>irnaferonikaspd56</author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040667705</link>
         <description><![CDATA[<p>Irna Feronika, S.Pd Kelas 11.49</p><ol><li><p>Sesuai dengan pemikiran Kihajar Dewantara  guru harus harus berpihak pada murid sehingga, sehingga sebagai seorang guru harus bisa menuntun murid sesuai dengan kodrat Alam dan kodrat Zaman. namun sayangnya ternyata masih banyak guru yang tidak memahami pemikiran kihajar Dewantara tersebut. masih banyak disekolah sekolah yang menerapkan pembelajaraan yang berpusat pada guru dengan demikian maka murid tidak memiliki kemerdekaan.</p></li></ol><ol start="2"><li><p>menuntun maksutnya disini sebagai seorang pendidik harus bisa melayani segala bentuk kebutuhan metode belajar siswa yang berbeda beda maka dari itu kita sebagai seorang guru haruslah dicari solusi yang tepat agar terciptanya pendidikan yang berpihak pada murid antara lain : menggunakan metode pembelajaraan yang bervariatif agar murid lebih nyaman saat belajar di dalam kelas. guru harus mengikuti berbagai pelatihan seminar atau workshop untuk dapat mengembangkan keterampilan dan menguatkan pemahamaan tentang pendidikan yang berpihak pada murid baik Luring maupun Daring kemudian sebagai pendidik kita tidak bosan bosanya memberi contoh teladan yang baik bagi anak murid kita</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:56:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040667705</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama Rosi handayani,S.Pd Kelas 11.68</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040689850</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang sesuai dengan Filosofi KHD.adalah : saya selalu menerapkan kepada peserta didik untuk selalu melakukan budaya 5S .yang mana setiap anak hadir di sekolah untuk menyalami semua guru yang hadir dan sellau  memberi senyuman kepada teman saat berpapasan , dimana tujuan nya agar dapat membiasakan anak selalu berbudi pekerti baik. dan berlaku sopan dan ramah.juga selalu berdoa sebelumdan sesudah melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah dan dirumah.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Perwujutan menuntun dalam konteks sosial budaya didaerah saya adalah : Menuntun peserta didik untuk selalu melestarikan budaya gotong royong,bekerja sama dengan sesama teman ,belajar kelompok.dan juga untuk selalu bertutur kata baik.di mulai dari pembiasaan diri di sekolah sejak usia dini dan semoga terjaga sampai anak dewasa kelak.</p><p><br/></p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karna : menurut saya setiap anak sudah memiliki kodrat alam masing masing yang berbeda beda setiap anak .yang harus kita kembangkan dan kita tuntun agar tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan kodrat alam masing masing dan harus sesuai juga dengan perkembangan kodrat zaman .dari itu kita sebagai guru harus selalu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman.pemebelajaran di sekolah kita harus berpusat pada anak tidak berpusat ke pada guru</p></li></ol><p><br/></p><p>4.Relevansi pemiliran KHD pendidikan yang berhamba pada anak adalah : saya sebagai seorang pendidik harus memberikan pembelajaran kepada peserta didik yang sesuai dengan kehendak dan keinginan serta kebutuhan peserta didik, dan sesaui dengan kodrat alam . sehingga tercapai pembelajaran yang memberikan kemerdekaan terhadap peserta didik yang sesuai dengan program mentri pendidikan saat ini yaitu merdeka balajr </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:34:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040689850</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ismika Rahmi, 11.149</title>
         <author>ismikarahmi</author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040692277</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman yang pernah saya lakukan terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah disaat pemberian materi bangun ruang saya menuntun siswa untuk mengenal bangun ruang sesuai dengan minat dan baktnya. Siswa bisa melakukannya dengan cara melukis/membuat gambar bangun ruang, membentuk bangun ruang dengan menyusun kerangka, atau mencari bentuk konkretnya. Sehingga siswa pembelajaran bisa berpusat kepada siswa yang sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun yang saya lihat di daerah saya adalah adanya kegiatan gotong royong membersihkan masjid disaat akan memasuki bulan Ramadhan. Dimana dalam kegiatan ini anak-anak dan orang dewasa secara bersama-sama membersihkan masjid. Dalam hal ini akan menciptakan sikap rasa persatuan kuat, Kerjasama, dan rasa peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman dikarenakan setiap anak itu memiliki keunikan tersendiri dan juga berada di daerah yang berbeda-beda pula. Misalnya saja, anak yang tinggal didaerah gunung cara mengajarnya dengan menggunakan suara yang lembut seiring dengan selir angin, sedangkan anak yang tinggal di daerah Pantai harus menggunakan suara yang keras dikarenakan suara air yang kuat. kemudian, di era digital sekarang kita sebagai sebagai guru harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin canggih. Kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman. untuk itu, sangat perlu mermpetimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik adalah pentingnya menghormati dan melayani peserta didik dengan sebaik-baiknya serta dapat melihat potensi yang dimiliki oleh peserta didik tersebut. Kemudian dalam pembelajaran, hendaknya berpusat kepda peserta didik, Dimana peserta didik tidak dipaksakan sesuai kehendak pendidik dalam belajar namun peserta didik berhak belajar sesuai minat dan bakatnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:40:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040692277</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040692640</link>
         <description><![CDATA[<p>Nia Maruli, Kelas 11.149 BGP Sumbar</p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang behamba pada anak yaitu dengan cara memberikan tugas yang sesuai dengan minat serta kemampuan pada seseorang anak. Membimbing, memberikan arah kepada anak untuk selalu mengembangkan potensi (kodrat) yang dimilikinya. Untuk mewujudkan pendidikan yang relevan yang berpihak pada murid.</p></li><li><p>Perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah bagi saya makna kata menuntun itu penting mendampingi  anak sepenuhnya memberikan pengajaran dalam berbagai bidang konteks sosial budaya sesuai kodrat yang ada pada diri anak sehingga memiliki kecakapan.</p></li><li><p>Alasan pendidikan Indonesia dipertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman yaitu karena kodrat alam alam itu murid berasal dari lingkungan yang berbeda-beda, latar belakang yang bebeda dan status sosial yang berbeda-beda. Pendidikan harus sesuai dengan perkembangan zaman, karena zaman selalu berubah.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD pendidikan yang berhamba pada anak dalam peran saya sebagai pendidik adalah dalam melaksanakan pembelajaran saya selalu memperhatikan karakteristik dan kebutuhan murid. Dalam paradigma pendidikan saya melaksanakan pembelajaran berdeferensiasi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:41:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040692640</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NILA NILAMSARI</title>
         <author>nilanilamsari95</author>
         <link>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040700578</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Salah satu kodrat anak menurut pemikiran KHD yaitu bermain. Maka saya menyisipkan permainan dalam Proses pembelajaran yang saya laksanakan dengan tujuan anak bisa menjadi senang dan bahagia dalam mengikuti pembelajaran.</p></li><li><p>Menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya sama artinya dengan menintin. Disini menintin maksudnya membimbing tangan anak ketika berjalan bariringan agar anak tidak salah jalan/terpisah sehingga anak tidak tertinggal dan sampai ke tujuan dengan selamat. Hal tersebut sejalan dengan menuntun menurut KHD yaitu membimbing anak sesuai kodratnya untuk mencapai kebahagiaan dan selamat dan hidup bermasyarakat.</p></li><li><p>Pendidikan anak perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman.</p><p>Hal ini karena kodrat alam dan kodrat zaman berkaitan dengan pribadi anak itu sendiri. Kodrat alam berkaitan dengan lingkungan alam tempat anak itu berada, baik itu kultur budaya maupun kodisi lainnya.</p><p>Kodrat alam juga berhubungan dengan karakter dari anak itu sendiri. Sehingga pendidikan tidak bisa terlepas dari kodrat alam seorang anak. Pendidikan bertujuan untuk memoles kodrat alam menjadi hal-hal yang positif dan lebih baik.</p><p>&nbsp;Sementara itu kodrat zaman dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi sesuai perkembangan zaman. Mengapa pendidikan harus memperhatikan kodrat zaman? Karena keterampilan yang harus dikuasai anak juga terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya. Misalnya saat ini teknologi berkembang dengan pesat, maka peserta didik harus bisa mengikuti hal tersebut.</p></li><li><p>Pendidikan yang menghamba pada anak yaitu menekankan kepada tindakan pendidik yang memberikan kebebasan kepada anak agar bisa berkembang sesuai dengan kodratnya. Pendidik memberikan perhatian dan pelajaran serta mengarahkan anak menjadi  pribadi yang lebih baik. Kita sebagai pendidik harus mengikuti kemauan anak bukan anak yang mengikuti kemauan kita sebagai pendidik. Kita harus bisa mengarahkan kemauan anak tersebut agar bermanfaat bagi dirinya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 09:56:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulthonsn/6b30gudhs18fhohq/wish/3040700578</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
