<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>DUBES Book Review  2025 by Iik Hikmat Ramadhan</title>
      <link>https://padlet.com/iikramadhan55/68drqewpu0iluvmy</link>
      <description>Mari Belajar Membuat Resensi Buku dan Novel !!!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-08-27 01:40:48 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-27 01:41:55 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://images.unsplash.com/photo-1491841651911-c44c30c34548?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fm=jpg&amp;ixid=Mnw3ODI2fDB8MXxzZWFyY2h8MTB8fGhpc3Rvcnl8ZW58MXx8fHwxNjYxMjMzMjUx&amp;ixlib=rb-1.2.1&amp;q=80</url>
      </image>
      <item>
         <title>Yuliasari Risdayanti ( XII IPS 1 ) --&gt; Contoh Review</title>
         <author>iikramadhan55</author>
         <link>https://padlet.com/iikramadhan55/68drqewpu0iluvmy/wish/3556256081</link>
         <description><![CDATA[<div>Tanggal dibaca: 05 Oktober 2023<br>Judul buku: Kisah Ramayana<br>Penulis: B. Suryosubroto<br>Penerbit: Esensi, divisi Penerbit Erlangga<br>Tebal buku: 160 halaman<br>Ringkasan:<br><br>Di Negeri Alengka, sang Raja, Prabu Dasamuka, menyelenggarakan pisowanan lengkap di istananya. Raden Kumbakarna, Raden Wibisana, serta para pimpinan prajurit hadir di sana. Dalam kesempatan itu, Prabu Dasamuka mengemukakan bahwa permaisurinya, Dewi Tari, akan segera melahirkan bayi dalam kandungannya. Bayi tersebut diyakini sebagai bayi perempuan titisan Dewi Sri Widawati, seorang bidadari dari kahyangan. Prabu Dasamuka yang haus kekuasaan ternyata bermaksud untuk memperistri putrinya jika kelak sudah dewasa. Karena menurutnya, para dewa menjanjikan kesejahteraan hidup bagi orang yang berhasil memperistri titisan Dewi Sri Widawati.<br><br>Di lain tempat, Prabu Dasarata, sedang berusaha keras memenuhi permintaan Dewi Ragu yang sedang menantikan kelahiran putra pertama. Dewi Ragu memohon pada suaminya untuk dicarikan seekor ikan merah bersisik emas yang disebut Bader Bang Sisik Kencana. Maka sang Prabu pergi menuju pantai Samudera Hindia. Ia yang baru saja tiba dikejutkan dengan seekor harimau besar yang berlari dan mencoba menerkamnya. Ia memanah harimau tersebut hingga roboh. Ternyata harimau tersebut merupakan penjelmaan dewa laut, yakni Batara Baruna dan dengan senang hati sang dewa menghadiahkan Bader Bang Sisik Kencana kepada Sang Prabu.<br><br>Raden Wibisana, yang sebenarnya tidak menyetujui keinginan kakandanya, tergerak untuk menolong Dewi Tari. Ia memandikan Dewi Tari dengan air mantra sakti yang disebut ' Banyu Gege.' Tak berapa lama, bayi perempuan yang elok rupanya tersebut dilahirkan. Raden Wibisana bergegas membungkusnya dengan sebuah ketupat besar, yakni ketupat sinta, dan ketupat itu dihanyutkan ke sungai Gangga. Setelah selesai, dengan kesaktiannya Raden Wibisana menciptakan seorang bayi laki-laki dari segumpal awan yang sedang berarak melintasi langit. Bayi tersebut diserahkan kepada Dewi Tari sebagai putranya yang baru lahir.<br><br>Pada saat itu pula, Prabu Janaka, sang Raja Negeri Mathili, bersama permaisurinya, Dewi Retnawati, yang sedang berjalan-jalan di tepi sungai Gangga menemukan ketupat sinta yang berisi bayi perempuan. Mereka mengangkat bayi tersebut sebagai anak mereka, dan diberi nama Dewi Shinta.<br><br>Sementara di Negeri Ayodhya, Prabu Dasarata telah berhasil membawakan Bader Bang Sisik Kencana, untuk permaisurinya, Dewi Ragu. Setelah memakan ikan tersebut, Dewi Ragu melahirkan. Prabu Dasarata kemudian menamai bayi laki-laki yang tampan tersebut dengan nama Raden Ragawa, sedangkan Resi Yogiswara memberinya nama Raden Rama Wijaya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1437286410/742cdc65ccac848f2c1006f4dafc5c4e/IMG_20231011_071203.jpg" />
         <pubDate>2025-08-27 01:40:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iikramadhan55/68drqewpu0iluvmy/wish/3556256081</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
