<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Peserta  by Puji Astuti</title>
      <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar</link>
      <description>Tuliskan refleksi bapak ibu tentang penerapan filosofi KHD</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-17 05:57:58 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-06-02 01:27:57 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Bagaimana perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</title>
         <author>pujiastuti121372</author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/1424483245</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-16 07:54:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/1424483245</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</title>
         <author>pujiastuti121372</author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/1424485442</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-16 07:55:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/1424485442</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Apa relevansi pemikiran KHD &quot;Pendidikan yang menghamba kepada anak&quot; dengan peran saya sebagai anak?</title>
         <author>pujiastuti121372</author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/1424487359</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-16 07:56:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/1424487359</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. Bagaimana gambaran pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD?</title>
         <author>pujiastuti121372</author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/1424490035</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-16 07:57:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/1424490035</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Soeharti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205866125</link>
         <description><![CDATA[<div>Terima kasih y Ibu Puji, pembahasannya sangat manfaat , sehingga menjadi motivasi saya untuk menerapkan pemikiran KHD .</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 10:19:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205866125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unro_Terima kasih Bu Puji atas pencerahanya.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205866590</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 10:19:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205866590</guid>
      </item>
      <item>
         <title>soeharti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205868780</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Perwujudannya  dalam bentuk pembiasaan contohnya kgiatan ktrakulikuler marawis yang semakin di gmari anak didik saya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 10:22:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205868780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>terimakasih bu puji atas pencerahannya saya dapat informasi baru tentang inspirasi pemikiran KHD muncul karena memiliki anak kebutuhan khusus. saya sebagai guru SLB semakin Percaya Diri bahwa pemikiran-pemikiran beliau dapat sangat berguna untuk anak-anak kebutuhan khusus yang saya didik. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205869701</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 10:23:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205869701</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIZKA FITRIANI-</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205876466</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Menuntun dalam sosial budaya di sekolah saya adalah dengan melakukan pembiasaan beribadah sesuai agamanya masing-masing setiap pagi, melakukan pawai baju daerah, bazar makanan-makanan daerah dsbnya karena DKI Jakarta merupakan daerah istimewa tempat bertemunya keanekaragaman kebudayaan.<br>2.Pendidikan yang menghamba kepada anak dengan peran saya sebagai anak, saya berkeinginan disekolah menjadi tempat menyenangkan dimana saya dapat mengembangkan bakat dan kemampuan saya tanpa paksaan,<br>3. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman karena setiap daerah mempunyai keadaan dan lingkungan yang berbeda sehingga tidak bisa diperlakukan sama dan kodrat zaman , pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.<br>4. Gambaran pembelajaran yang sesuai pemikiran KHD, dimana anak merasa senang datang ke sekolah, mereka dengan leluasa mengembangkan dan mengeluarkan kemampuan dan bakatnya masing-masing tanpa tertekan atau paksaan, mempunyai seorang guru yang selalu memperhatikan, mengarahkan, mengawasi, memberi semangat , menginspirasi agar anak-anak berhasil mencapai cita-citanya dengan selamat dan bahagia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 10:30:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205876466</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lia Ingga</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205883637</link>
         <description><![CDATA[<div>Alhamdulillah, terima kasih ibu atas penjelasan yang sudah diberikan, saya sebagai pendidik di SD bagai dibuka mata hatinya atas pemikiran filosofi dari KHD. Banyak perbaikan yang harus saya lakukan dalam mendidik murid murid saya, dengan kata kunci menuntun, menghamba pada anak, melaksanakan pembelajaran sesuai kodrat alam dan zaman sesuai dengan konteks sosio kultural, agar mereka dapat menghasilkan hasta,karsa, dan karya.&nbsp;<br>Bismillah bisa...<br>Aamiin ya Rabb</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 10:38:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205883637</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ratna Dewi. CGP.05.20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205884982</link>
         <description><![CDATA[<div>Alhamdulillah mendapat ilmu dan pencerahan dari ibu Puji Astuti.&nbsp;<br>Kekuatan sosiokultural yang dapat saya terapkan adalah dengan menuntun sumber daya manusia yaitu siswa yang memiliki kodrat dari Allah SWT. Sebagaimana petani yang menanam bibit jagung dengan kesabaran, keikhlasan menuntun untuk tumbuh, memperbaiki kondisi-kondisi siswa, memelihara potensi-potensi yang sudah dimiliki siswa dengan menebalkan laku anak, memberi pupuk, membasmi hambatan-hambatan yang ditemui oleh siswa. Semua pelayanan diberikan guru kepada siswa dengan memusatkan pada siswa. Saya sebagai guru BK menggunakan metode client centered dan behavioral yaitu berpusat pada anak atau siswa dan memerdekakan siswa untuk berperilaku dalam pengambilan keputusan secara mandiri dan bertanggung jawab. Sumber daya manusia bukan saja dari siswa tetapi juga dari guru sebagai pendidik dengan berprinsip pada ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tutwuri handayani. Guru mampu memberikan contoh teladan yang baik secara lisan dan perbuatan, membangun minat, semangat, niat siswa serta mendorong siswa dalam mencapai tujuan dan cita-citanya dengan selamat dan bahagia sehingga tercapailah manusia seutuhnya, setinggi-tingginya dan menjadi anggota masyarakat yang memiliki peranan. Terimakasih Ya Allah... terimakasih guru-guruku... terimakasih teman-temanku.<br><br>1. Penerapan di sekolah saya adalah dengan memberikan teladan yang baik dalam menghormati orang lain, bersikap sopan santun, bersikap terbuka, ikhlas mendengarkan orang lain, menolong orang lain dalam kegiatan apapun yang dilaksanakan di sekolah. Pemusatan pada siswa, maka diterapkan jiwa organisatoris yang mandiri menciptakan karya, berpendapat. Siswa selalu diberikan kepercayaan mengelola kegiatan di berbagai bidang terkait sosiokultural , ekonomi, sosial budaya bahkan keamanan sekolah.  2. Pendidikan yang menghamba kepada anak maksudnya berpusat pada anak. Sebagai guru BK menggunakan client centered artinya anak tidak pernah salah, memusatkan pada anak, mendengarkan anak. Kemudian menuntun pada perilaku melalui pendekatan behavioral. Bahwasanya anak memiliki kekuatan untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan menggunakan dan mengoptimalkan kekuatan-kekuatan diri yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.  3. Pendidikan diterapkan dengan berlandasakan pada kodrat alam dan zaman. Kodrat alam karena siswa dilahirkan dengan kelebihan, potensi, bakat, kemampuan sebagai bekal atau hadiah dari ALLAH SWT. Seperti kertas yang sudah ada tulisannya secara penuh, tinggal ditebalkan saja. Gurulah yang berperan menuntun siswa untuk menebalkan tulisan tersebut. Guru menuntun siswa pada bakat-bakat yang telah dimiliki. Dalam menuntun siswa, guru harus memperhatikan sesuai zaman dari siswa tersebut sesuai dengan perkembangan psikologi mereka, sesuai dengan perkembangan teknologi yang berlaku.  Jadi relevansi pemikiran Pendidikan berhamba pada anak adalah berpusat pada anak atau siswa, berpusat pada kebutuhan-kebutuhannya, curahan hatinya, pendapat dan alam pikir siswa kemudian menuntunnya pada kebaikan, kebenaran budi pekerti.   4. Gambaran proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah guru yang dapat menjadi motivator, fasilitator, coach bagi siswa-siswanya. Pembelajaran yang merdeka menstransfer ilmu dan juga memerdekakan siswanya untuk bergerak, berpendapat, berkarya, berkreativitas. Sehingga terjadilah pembelajaran yang mendatangkan kenyamanan, keamanan, keselamatan akal dan jiwa karena siswa merasa bahagia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 10:39:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205884982</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rahmalia (CGP 05.20 A) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205886580</link>
         <description><![CDATA[<div>Penerapan pemikiran KHD di kelas saya, di saat pembuatan tugas IPA. murid diminta untuk menjelaskan bagaimana terjadinya gerhana matahari, murid dibentuk dalam kelompok, kemudian setiap kelompok dapat memilih bentuk karya apa saja yang akan mereka buat. kelompok dapat memilih sesuai kemampuan dan kegemaran mereka. Ada yang sukanya bermain apilikasi editor foto atau video dalam <em>handphone</em>, maka kelompok akan membuat dalam bentuk video. Ada kelompok yang sukanya menggambar, atau membuat dalam bentuk komik, dll. kemudian dipresentasikan hasilnya. Semua dikembalikan kembali kepada siswa. Dari sini diharapkan minat bakat mereka dapat tumbuh, terasah dan berkembang. Dalam hal ini Saya mencoba untuk menuntun mereka melalui minat bakatnya. Sesuai dengan kodrat zaman yang pada saat ini dimana murid harus memiliki kecakapan abad 21 yakni kritis, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 10:41:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205886580</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maruli Tua</title>
         <author>marulitua82</author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205888687</link>
         <description><![CDATA[<div>Terima kasih atas pencerahannya pada sore ini ibu Puji Astuti. Sungguh sangat bermanfaat dan bisa diterapkan dengan nyata dari filosofi KHD.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 10:43:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205888687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIZANUR SMAN 29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205902822</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Di dalam lingkungan masyarakat di DKI Jakarta yang didasarkan pada keanekaragaman etnis yang ada, otomatis perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya juga beraneka ragam. Ada yang menerapkan konsep menuntunnya dengan pola asuh yang berbeda, ada yang otoriter, ada yang demokratis, dan ada yang permisif. Kalau kita mau jujur, sepertinya pola asuh yang muncul lebih dominan yang otoriter, dan permisif. Lalu jika konsep menuntun ini kita lihat di lingkungan sekolah, khususnya sekolah kami di SMAN 29, maka juga akan terdapat perbedaan konsep menuntun para guru akibat perbedaan karakter para gurunya juga, sehingga belum menjadi kesatuan gerak yang sama. Dan hanya ada satu kata di dalam konsep menuntun anak ini adalah keikhlasan, artinya apa yang kita lakukan adalah perbuatan untuk membantu siswa menjadi lebih berani, mandiri , bertanggungjawab, dan lain-lain, yakni mengasah budi pekerti ( olah pikir, olah rasa, olah karsa, dan olah raga ). Dengan demikian jika ingin menuntun siswa mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya maka semua guru, termasuk semua stake holder yang ada harus memahami makna kata menuntun ini dan memiliki satu gerak yang sama untuk mencapai tujuan nasional.<br>2. Pendidikan yang menghamba pada anak dimaksudkan bahwa tujuan pendidikan sesuai konsep pemikiran KHD ini akan berhasil jika para guru benar-benar memberikan semua curahan kasih sayangnya kepada murid-muridnya seperti anaknya di rumah, mengetahui segala kelebihan dan kekurangannya, menggali potensi anak atau apapun dilakukan demi kebaikan dan keberhasilan anak didiknya, namun tetap sesuai norma yang berlaku. Konsep sebagai petani ini bisa dijadikan rujukan dalam mempraktekkan konsep menghamba pada anak, artinya anak dengan keterbatasan apapun jika di sekolahnya menerapkan konsep menabur benih di tanah yang subur, dirawat, disiram, dipupuk, diberikan sinar matahari yang cukup, diberi pupuk, dijaga dari hama maupun gulma maka hasilnya pasti akan memuaskan. Semoga semua sekolah di Indonesia bisa mengimplementasikan konsep pemikiran KHD ini dalam pembelajaran, baik di dalam maupun diluar kelas.<br>3. Pendidikan yang dilakukan harus didasarkan pada kodrat alam dan kodrat zaman, artinya semua murid di sekolah dapat hidup, tumbuh dan berkembang di lingkungan masing-masing didasarkan pada potensi yang dimiliki oleh lingkungan tersebut, jika anak tumbuh di lingkungan pertanian, maka akan lebih baik ilmu yang kita ajarkan juga akan menyesuaikan dengan lingkungan masyarakat itu. Sedangkan kodrat zaman artinya didiklah anak itu sesuai zamannya, kita tak bisa memaksakan apa yang kita lakukan di zaman kita dengan zaman mereka, pasti sudah ketinggalan. Yang bisa kita lakukan mengikuti perkembangan mereka sesuai zamannya.<br>4. Pembelajaran sesuai pemikiran KHD yang bisa dilakukan, salah satunya menggunakan semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Jika ini sudah diterapkan dengan baik, saya yakin budi pekerti anak juga pasti baik, dan anak pasti bahagia.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 10:59:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205902822</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Isna Maulida (CGP 05.20 A)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205905997</link>
         <description><![CDATA[<div>Alhamdulillah sore ini semakin bertambah pengalaman dari Bu Puji dan rekan2 semua mengenai praktik baik di sekolah yang terinspirasi dari pemikiran KHD ... Hal yang pernah Saya lakukan di sekolah yang sesuai dengan pemikiran KHD "Pendidikan yang menghamba kepada siswa" adalah memberikan kesempatan kepada siswa with special needs (Anak Berkebutuhan Khusus) yaitu anak ADHD bercerita di depan teman2nya mengenai perang dunia, pada saat itu Saya sedang menjelaskan Tema 7 yaitu Masa Penjajahan di Indonesia. Saya tersadarkan bahwa siswa spesial ini sangat tertarik dengan pelajaran sejarah terutama yang berkaitan dengan peperangan. Padahal pada pelajaran lain siswa ini seringkali tertidur atau memiliki kesibukan lainnya. Ketika Saya menyadari hal tersebut, Saya memberikan kesempatan siswa tersebut untuk bercerita di depan teman-teman lainnya untuk meningkatkan percaya dirinya serta ketercapaian kompetensi siswa tersebut dengan menyesuaikan kemampuan dan minatnya. Selain itu, Saya juga secara tidak langsung mengajak para siswa lainnya untuk menghargai temannya yang memiliki bakat dan minat yang berbeda dengan mereka. Semoga Saya bisa mengambil ilmu dan praktik baik dari Bapak Ibu Guru hebat semua di sini. Aamiin </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 11:03:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205905997</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dedien Yudha Pratama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205914699</link>
         <description><![CDATA[<div>Terima kasih banyak untuk materi hari ini yang sangat bermanfaat dan dapat dijadikan bekal untuk kami para guru lebih memahami kebutuhan murid di sekolah. Filosofi-filosofi KHD menjadi tuntunan bagi kami para guru untuk membentuk sistem pembelajaran yang berfokus pada murid dengan tujuan akhir membuat murid mendapatkan pengalaman belajar yang bahagia dan bermakna selama di sekolah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 11:13:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205914699</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sigit Nuryadin SMAN 74Alhamdulillah bisa belajar banyak hari ini, tentang filosofi KHD. Saya guru PJOK SMA yang mana setiap anak memiliki kodrat nya masing2, dengan keterampilan dan fisik yang berbeda tentunya harus memperlakukan dengan cara yang berbeda sehingga anak dapat berkembang bakat dan minatnya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205916459</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 11:15:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205916459</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Farida Soraya_SDN Rawajati 06 Pagi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205922026</link>
         <description><![CDATA[<div>Terima kasih kepada instruktur Ibu Puji yang telah memperkuat pemahaman tentang filosofi Ki Hajar Dewantara dilanjutkan aksi nyata dari temen-teman CGP dalam penerapannya.&nbsp;<br>Filosofi KHD memberikan pandangan menghamba menjadi murid, sebagai pendidik harus menuntun, pembelajaran yang holistik, menghargai keberagaman setiap murid, memfasilitasi bakat dan minat.<br>Berharap apa yang sudah didapatkan dari cara pandang KHD dan diterapkan untuk selamanya demi perubahan pendidikan Indonesia yang lebih baik.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 11:20:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205922026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri prehaten</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205922528</link>
         <description><![CDATA[<div>allhamdulilah materi yang sangat menarik,sebagai pendidik membuka kesadaran saya lagi dengan kata menghamba pada murid bukan berarti kita hamba sebagai budak.<br>Tapienghamba dengan memberikan tuntunan,bimbingan kepada murid sesuai dengan bakat dan kemampuannya tampa memaksakan murid menjadi apa yang kita mau,<br>Memberikan kesempatan siswa untuk berkembang sesuai kemampuannya dengan tetap memberikan tentang budi pekerti sehingga murid akan mencapai kehidupan yang bahagia baik untuk diri,keluarga,masyarakat dan bangsa sesuai dengan norma dan aturan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 11:21:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205922528</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menuntun dalam kontek sosial budaya didaerah (R Tita 05.19)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205935733</link>
         <description><![CDATA[<div>Sekolah kami berada di Jakarta dengan lingkungan yang beragam, begitu pula asal usul orangtua dari siswa/i kami, pengenalan budaya lokal disekolah kami, karena kami jenjang TK biasanya kami lakukan degan pengenalan beberapa jenis tarian,permainan dan makanan khas betawi. Ketika kami mengenalkan budaya betawi misalnya seperti tarian kami tidak hanya mengajarkan gerakannya saja, tapi kami coba menjelaskan arti, warna kostum dari tarian tersebut,menurut kami, kami harus memberikan informasi seutuhnya untuk penyerapannya kami liat lagi kemampuan anak, misalkan dalam menari kami tidak menuntut anak harus hafal gerakannya, bagi kami mereka berani dan mau melakukan saja cukup. Dengan memberikan informasi yang utuh kami harapkan nantinya anak akan mengenal dengan baik nilai-nilai atau karakter dari tarian atau permainan tersebut. Dan anak belajar menghargai ketika mereka berada disatu tempat atau daerah mereka harus belajar menghormati kebiasaan dan tata cara kehidupan lingkungan mereka tinggal dan dibesarkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 11:36:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205935733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Relevansi pemikiran KHD dengan peran saya sebagai anak (R Tita CGP 05.19)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205945980</link>
         <description><![CDATA[<div>Saya merefleksikan diri saya sebagai anak yang ingin selalu belajar, mencoba mencari tahu tentang hal-hal baru, saya akan merasa sangat sedih jika hasil kerja saya tidak dihargai oranglain. Dari merefleksi diri saya sendiri, saya semakin mencoba memahami jika diri saya sendiri memiliki hal-hal tersebut diatas dan dihambat oleh orang lain pasti saya akan kecewa, dan itu tidak nyaman. Oleh sebab itu melalui pelatihan CGP ini semakin menyadarkan saya, mungkin secara teori sebagai seorang pendidik kita sudah paham betul, tapi mempraktekkan yang sesuai dengan pemikiran KHD saya sendiri masih harus belajar memahami anak lebih baik lagi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 11:44:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205945980</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KHD yang tak pernah lekang oleh waktu (Chatarina)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205955390</link>
         <description><![CDATA[<div>Terimakasih&nbsp;untuk hari ini. Meskipun saya mengikuti gmeet dalam perjalanan tapi saya mendapatkan ilmu bahwa ilmu dari Filosofi seorang KHD sungguh luar biasa. Filosofi " ing ngarso sung tulodho ing madyo bangun Karso Tut Wuri Handayani " merasuk dalam hati. Saya sebagai pendidik merasa filosofi ini selalu menjadi pedoman dalam dunia saya yaitu dunia anak-anak. Sebagai guru paud sistem among yang diterapkan oleh KHD sangat relevan untuk saya sebagai pendidik Paud. Among dan menuntun harus menggunakan hati. Disinilah saya benar-benar belajar bagaimana saya menghidupi filosofi seorang KHD. Pada zaman abad 21 yang semakin maju ini pendekatan ilmu seorang KHD tak lekang oleh waktu. Guru jaman dulu maupun guru jaman Now sudah seharusnya mampu menghidupi filosofi tersebut dan menjadi KHD masa depan. Terimakasih KHD filosofimu akan selalu dihati dan tak akan lekang oleh waktu. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 11:54:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205955390</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pendidikan perlu mempertimbangankan kodrat alam dan zaman (R Tita CGP 05.19)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205960505</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam karena pembelajaran harus dimulai dari yang terdekat dari anak, baik itu alam ataupun lingkungan terdekat dari anak, pembelajaran antara anak didaerah Jakarta  yang hidup ditengah kota dengan anak Jakarta yang hidup dipesisir pantai Jakarta akan berbeda.Sumber belajar pun akan berbeda oleh sebab itu pembelajaran harus sesuai dengan kodrat alam lingkungan mereka tinggal agar semua potensi yang ada pada anak anak terstimulasi dengan baik. Harus sesuai dengan zaman artinya ilmu pengetahuan dan tehnologi terus berkembang diawali dari kita pendidik sebagai contoh, harus mau terus belajar agar transfer pengetahuan kepada anak pun terus terbaharui, kita tidak bisa menuntun anak dengan pola zaman kita, ketika kita melakukan itu artinya kita menarik mundur anak kebelakang dan itu akan menghambat anak-anak untuk maju dan tidak menyiapkan anak untuk siap dimasa depan sesuai zamannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 11:59:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205960505</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Supyatun_SDN Bintaro 03</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205978402</link>
         <description><![CDATA[<div>Terima kasih banyak untuk pencerahan serta ilmu yang bermanfaat dari Bu Puji serta rekan-rekan semua. Alhamdullih semakin bersemangat saya untuk belajar dan memahami filosofi dari KHD yang ternyata sangat sesuai untuk diterapkan pada pembelajaran masa kini. Mulai dari menuntun, kodram alam, merdeka, bermain, berpihak pada anak, menghamba, serta budi pekerti semua itu harus kita terapkan dalam mendidik anak-anak kita agar mereka dapat memaksimalkan potensi yang mereka miliki sehingga dapat mencapai keselamatan dan bahagia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 12:14:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205978402</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rini Puspitawati SMK TRI MULIA JAKARTA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205985649</link>
         <description><![CDATA[<div>Alhamdulillah hari ini mendapatkan lagi tambahan ilmu, mudah mudahan saya bisa menerapkan semua filosofi KHD, karena saya menyadari selama ini saya merasa banyak hal belum saya lakukan sesuai dengan apa yang diajarkan KHD</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 12:19:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2205985649</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rona Norhana Dewi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206011322</link>
         <description><![CDATA[<div>Alhamdulillah. Terima kasih ilmu dan pencerahannya Ibu Puji dan rekan-rekan semua. Materi dan praktik-praktik baik yang disampaikan sangat bermanfaat. Tidak sedikit pendidik yang masih menyamaratakan kemampuan siswa di dalam kelas, sehingga gaya pembelajaran dalam kelas disamaratakan. Padahal pada hakikatnya setiap anak memiliki kemampuan berbeda-beda. sehingga sebagai pendidik kita harus memahami perbedaan karakter anak dan menyesuaikan metode pembelajaran yang dapat mewakili perbedaan tersebut. Hal ini sejalan dengan pendapat KHD bahwa pendidikan adalah "menuntun" yang dapat diartikan sebagai tuntunan dalam hidup dan tumbuhnya anak-anak agar mereka hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri. karena pada hakikatnya, setiap anak memiliki keunikan, minat, dan bakat masing-masing. Sebagai seorang pendidik, kita berkewajiban menuntun anak didik agar berkembang sesuai potensi mereka masing-masing.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 12:41:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206011322</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gambaran Proyeksi Masa Depan para Siswa lewat Alumni Mengajar (Sosio-Kultural) - Anggun Gitasari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206018773</link>
         <description><![CDATA[<div>Minat para siswa SMA sangatlah beragam, terutama pilihan mereka dalam menentukan masa depan. Para siswa masih belum bisa menentukan arah kelanjutan dari pendidikan selepas SMA. Inilah saatnya kita sebagai pendidik untuk menuntun anak-anak ini bisa melihat masa depan lewat sebuah proyeksi profesi yang bisa menjadi acuan mereka berikutnya. Di SMA Pangudi Luhur berusaha menuntun siswa lewat alumni mengajar dengan mengajak diskusi para siswa pada profesi yang mereka minati. Kami mengundang alumni yang suksi dari berbagai profesi untuk bisa memberikan prosesnya hingga deskripsi apapun yang akan mereka hadapi dari profesi pilihan mereka nantinya. Pola diskusi juga tidak membosankan karena disinilai peran bermain yang dibawakan para pembicara agar mereka lebih tertarik dan semakin mendalami profesi pilihan mereka.<br>Antusias terasa sekali karena memang cara seperti inilah yang bisa membawa atau menuntun mereka untuk lebih mendalami pilihan profesi ini.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 12:47:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206018773</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penerapan Filosofi KHD (Chaerunnisa)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206019024</link>
         <description><![CDATA[<div>Filosofi KHD mengajarkan bahwa guru hendaklah menuntun &amp; menghamba kepada siswa,maksudnya ialah setiap anak sudah memiliki minat &amp; bakat sejak mereka lahir,guru hanya memiliki kewajiban memberi contoh, membimbing &amp; memotivasi siswa agar dapat tumbuh dan berkembang dengan tingkah laku dan budi pekerti yang baik sesuai dengan kodrat alam dan jaman nya. Didiklah siswa dengan rasa sayang &amp; ikhlas sehingga mereka merasa bahagia dalam belajarnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 12:47:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206019024</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurhayati, S.Pd( CGP 05.19)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206054569</link>
         <description><![CDATA[<div>TK AL-KAUTSAR Kemandoran<br>INSPIRING FILOSOFI BERHAMBA KEPADA ANAK FILOSOFI KHD<br>Sangatlah tepat Filosofi BERHAMBA KEPADA ANAK.....Dimana anak merupakan kekayaan Rizki yg tak ternilai apabila kita berhasil mendidik nya maka akan melahirkan generasi yg sangat hebat yang bisa merubah suatu peradaban.<br>Disinilah dalam pendidikan Anak jangan lah dijadikan objek oleh seorang pendidik...melainkan harus dijadikan Subyek ...dimana anak di dunia ini tdk ada yg sama dimana anak itu terbentuk karena beberapa faktor yg dapat mempengaruhi keseluruhan pribadi anak tersebut...dimana anak masing masing mempunyai kondisi dan kemampuan serta keunikkan yg berbeda dan dalam membentuknya pun dengan cara atau metode yg berbeda pula....oleh karena itu dengan adanya keberagaman itu harus dijadikan sesuatu yg saling menguatkan yg akan menghasilkan suatu kepribadian yg sangat luar biasa....proses pendidikan yg berpegang teguh filosofi menghamba kepada anak...maka kita harus memandang Anak dengan rasa hormat dan memanusiakan dengan sangat baik...oleh sebab itu pendidik wajib menggunakan Filosofi KHD dalam melakukan transformasi pendidikan....dimana kita harus melihat kodrat Alam dan zaman dimana anak itu berada agar pas dalam mendidik ...karena keadaan alam akan membentuk suatu kebiasaan dan kebudayaan anak tersebut....dan zaman pun berbeda dimana anak itu berada akan membentuk kepribadian dan pola pikir anak sesuai zaman tersebut....keduaprinsip harus melakukan perubahan ...dalam proses perubahan kita harus terus bergerak ...bergerak...bergerak....dan harusxmemgikuti dan mengimbangi perubahan terhadap anak didik.. sehingga kita dapat mendidik dengan tepat.. dan harus adanya perubahan Budi yg di dalamnya ada cipta..Rasa...dan karsa...apabila kita dapat memanage 3 hal tersebut terhadap anak sesuai dengan orientasi anak ....maka akan melahirkan generasi..generasi yg bersifat bijaksana dan melahirkan kebijaksanaan.. sehingga hidup akan menjadi seimbang dan harmonis....yg pendidik harus lakukan adalah melakukan pendidikan Holistik intregatif terhadap anak didik....</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 13:12:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206054569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maruli Tua</title>
         <author>marulitua82</author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206104977</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Pada umumnya anak yang bersekolah di DKI Jakarta berlatar belakang dengan berbagai suku dan ras serta budaya. Boleh dikatakan Jakarta adalah mininya Indonesia. Oleh karena itu konsep pendidikan yang diusung KHD dalam menuntun anak untuk mendapatkan cita-citanya harus didasari dengan penuh keikhlasan. Dengan guru melayani ikhlas untuk anak yang berlatar belakang berbeda tentunya diharapkan anak-anak tidak kehilangan arah. Guru harus terbuka dan mengikuti perkembangan zaman, tetapi tidak boleh kebablasan karena kita juga harus melihat budaya kita yang bisa dijadikan sumber belajar. Dengan demikian jika ingin mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya maka semua guru, termasuk semua warga sekolah yang ada harus memahami makna kata menuntun ini dan memiliki satu gerak yang sama untuk mencapai pendidikan yang berkualitas dan bermutu.</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Pendidikan yang berhamba kepada anak yaitu guru harus melayani segala bentuk metode belajar untuk siswa yang berbeda-beda kemampuannya. Pelayanan yang berorientasi pada anak yang memberi kebebasan pada anak untuk mengembangkan ide, berpikir kreatif sesuai dengan minat bakat mereka. Konsep ini akan berhasil diterapkan apabila guru benar-benar peka dan penuh perhatian serta kasih sayang kepada semua anak. Masing-masing anak diperlakukan dengan cara berbeda sesuai dengan karakteristiknya. Konsep berhamba pada anak bisa dianalogikan seperti petani merawat tanaman. Petani dengan tekun dan sabar dalam merawat pertumbuhan tanaman.</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Pendidikan memang perlu mempertimbangkan pada kodrat alam dan kodrat zaman, karena anak dapat hidup, tumbuh dan berkembang di lingkungan masing-masing berdasarkan pada potensi yang dimiliki oleh sifat dan lingkungan tersebut, jika tumbuh di lingkungan pesisir pantai, maka akan lebih baik ilmu yang kita pelajari juga akan menyesuaikan dengan lingkungan masyarakat pesisir pantai itu. Sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama artinya didiklah anak itu sesuai zamannya. Saat ini anak kita&nbsp; berada di jaman milenial revolusi industry 4.0 yang menuntut penguasaan berbagai teknologi canggih dan rumit.<br><br></div><div>4. Pembelajaran sesuai filosofi KHD yang bisa dilaksanakan, salah satunya menerapkan semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Jika ini sudah diterapkan dengan baik oleh semua guru, saya yakin budi pekerti anak juga pasti baik, dan anak pasti akan mendapatkan apa yang diinginkannya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 13:48:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206104977</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206118288</link>
         <description><![CDATA[indonesia]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 13:57:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206118288</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206118289</link>
         <description><![CDATA[
<br>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 13:57:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206118289</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mei Puspita Wati </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206120502</link>
         <description><![CDATA[<div>Banyak hal yang saya dapatkan dari materi modul 1.1.a ini berkaitan dengan pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara. Saya menajdi lebih sadar dasar-dasar pendidikan sebenarnya yang seharusnya kita jadikan acuan dalam mendidik anak-anak kita di sekolah. Bukan hanya mengejar ketersampaian materi atau kompetensi dasar dari kurikulum, namun yang utama adalah cara pendidikan dan pengajaran yang kita sampaikan kepada anak-anak. Belajar harusnya menjadi pengalaman berharga untuk anak-anak, bukan menjadi momok. Saya merasa harus lebih menyadari dan menghilangkan keegoisan saya, dan percaya bahwa setiap anak berhak atas kodratnya masing-masing. memberikan keleluasaan untuk anak-anak dalam memandang warna pendidikan, dan tugas kita memberi warna yang menarik bagi pendidikan dan pengajaran yang kita berikan. Anak adalah fokus utama, jadi mari membuat anak bahagia saat belajar bersama kita.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 13:58:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206120502</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LESTARI PUJIATI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206131931</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebagai&nbsp;guru mapel IPA, saya pernah melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada anak. Saya melakukan pembelajaran bermain peran yang melibatkan aktifitas fisik di luar ruangan. Selain itu saya juga menggunakan alat peraga yang saya buat, dengan melibatkan siswa dalam penggunaannya. Siswa sangat tertarik, dan terlihat senang. Akan tetapi saya belum bisa konsisten. Saya masih menyamaratakan anak di dalam pembelajaran. Setelah mempelajari materi ini, saya semakin tersadar, masih banyak kekurangan dalam diri saya. Konsep KHD tentang pendidikan dan pengajaran ini sangat mengguggah hati saya, bahwa peran guru adalah sebagai penuntun. Anak terlahir dengan kodratnya masing-masing. Guru hanya membantu menebalkan hal-hal positif, dan menutup yang negatif dengan sebuah tuntunan, agar yang hadir adalah perilaku yang positif di dalam tumbuh kembangnya. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 14:06:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206131931</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unro_SMAN 6 Jakarta.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206131936</link>
         <description><![CDATA[<div>Hakikat pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah memanusiakan manusia. Maka dari itu sistem pendidikan yang sesungguhnya adalah bersifat mengasuh, melindungi dan meneladani. Agar sifat tersebut tercapai diperlukan pikiran dan batin yang pada gilirannya akan menentukan kualitas manusia yang berbudaya. Jika pendidikan selama ini kita hanya pahami sebatas penguasaan pengetahuan maka kita perlu merenung kembali tenatang hakikat pendidikan. Kita harus pahami bahwa pendidikan merupakan sarana untuk memperbaharui diri. Nilai-nilai sosio kultural yang berkembang di masyarakat harus kita maknai sebagai inspirasi dalam pembentukan budi pekerti yang luhur. Ki Hajar Dewantara memberi pesan kepada kita betapa pentingnya memadukan antara pendidikan dan pengajaran, keduanya harus saling melengkapi. Pengajaran harus kita maknai sebagai saranan pembentukan intelektual, sedangkan pendidikan adalah mendidik peserta didik menjadi manusia yang mampu mandiri baik secara intelektual maupun moral.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 14:06:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206131936</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206140379</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Mahfuzh Al Ansori;</strong> Pendidikan dan pengajaran harus berpusat pada anak, kita sebagai guru harus bisa menjadi Among atau pamong yang baik untuk mendidik murid-murid sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Pendidikan bukan hanya sekedar transfer <em>knowlage</em>. Pendidikan dan pengajaran harus di sesuaikan dengan kodrat dan zamannya sehingga murid-murid dapat berkembang maik secara sosial, budaya pada masyarakat. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 14:12:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206140379</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nyimas Farida Iriani,S.Pd  SAMPN 87 Jkt (CPG 05.19)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206184494</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Perwujudan "menuntun" dalam konteks sosial Budaya di sekolah saya adalah dilakukannya pembiasaan yaitu:<br>a. Cuci tangan bila mau masuk ke dalam lingkungan sekolah<br>b. Guru menyambut kedatangan siswa di pintu gerbang<br>c. Melaksanakan 5 S ( senyum, salam, sapa, salim, santun)<br>d. Membuang sampah pada tempatnya<br>e. Berdo'a sebelum belajar&nbsp;<br>f. Tadarus di awal pembelajaran<br>g. Sholat dhuha ketika istirahat<br>h. Membiasan berkata dengan bahasa yang baik, mengucapkan terimakasih bila mendapatkan bantuan.<br>Pelaksanaan menuntun disekolah saya belum semua warga sekolah melaksanakannya.<br>Perubahan konkret yang saya lakukan&nbsp; untuk mewujudkan "menuntun"adalah mengajak semua warga sekolah untuk melakukan pembiasaan<br>2. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat sosial karena setiap anak terlahir dengan kodratnya masing masing, anak lahir diumpamakan bagaikan sehelai kertas yang sudah ditulisi penuh, tetapi semua itu masih suram. Kita sebagai pendidik berkewajiban menebalkan&nbsp; segala tulisan suram yang berisi baik agar nampak sebagai Budi Pekerti yang baik sedangkan tulisan yang mengandung arti jahat kita usahakan semakin tidak terlihat. Setiap anak mempunyai kodrat alam yang berbeda beda yang berhubungan dengan sifat/karater dan bentuk lingkungan dimana anak tersebut berada. Dalam hal ini anak yang tidak baik dasarnya perlu mendapatkan tuntunan agar semakin&nbsp; baik budi pekertinya, bila tidak mendapatkan tuntunan maka anak tersebut akan mudah menjadi jahat. Begitu pula anak yang sudah baik dasarnya tetap harus mendapatkan tuntunan agar dapat terlepas dari segala macam pengaruh jahat&nbsp; yang datang dari lingkungan keluarga ataupun masyarakat. Setiap anak mempunyai bakat, minat dan potensi yang berbeda, tugas kita sebagai pendidik adalah menggali potensi yang ada pada anak lalu membimbing dan mengarahkannya sesuai bakat dan minatnya. Anak diberi kebebasan dalam mengembangkan idenya,&nbsp; berfikir kreatif, dan inovatif dalam belajar sesuai dengan karakteristiknya tetapi tetap&nbsp; dalam tuntunan dan arahan guru agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya,&nbsp; sehingga anak bisa mendapatkan kemerdekaan dalam belajar, bisa mencapai apa yang diinginkannya ( dicita citakan) dan dapat tumbuh sebagai seorang Pelajar Pancasila.<br>Selain mempertimbangan kodrat alam pendidik juga harus mempertimbangkan kodrat zaman maksudnya dalam melakukan pendidikan seorang pendidik harus mendidik siswanya sesuai dengan tuntutan zamannya, artinya cara mengajar dan interaksi antara siswa dan guru abad 21 tentu sangat berbeda dengan cara mengajar dipertengahan atau akhir abad ke 20. Anak harus dibekali pendidikan sesuai dengan zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri. Guru harus terbuka mengikuti perkembangan zaman , guru harus melek tekhnologi dan mengikuti perkembangan kurikulum sesuai dengan zamannya. Anak diberi pendidikan yang sesuai&nbsp; dengan tuntutan abad 21 dan dibekali ketrampilan serta kecakapan abad 21.<br>3. Relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara "pendidikan yang berhamba pada anak" adalah&nbsp; : seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak hingga tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang dan bahagia, kondisi ini akan memudahkan anak dalam menyerap ilmu pengetahuan sehingga akan membawa hasil yang memuaskan. Guru juga dengan tulus hati, ikhlas dan sabar memberikan layanan pada anak tanpa mengharapkan sesuatu hak,guru menyiapkan semua yang dibutuhkan anak dalam pendidikan dan apa yang diperbuat oleh guru seluruhnya untuk anak. Guru dalam melaksanakan pendidikan harus berpusat dan berpihak pada anak yakni anak&nbsp; bukan dilihat sebagai objek namun dijadikan sebagai subjek. Berikan mereka kesempatan dan fasilitas mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya.<br>4. Pengalaman yang pernah saya lakukan terkait proses pembelajaran untuk merepleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah saya membimbing anak untuk lebih mengenal diri mereka secara lebih dalam, terkait dengan gaya belajar, bakat dan minat dengan memberikan angket yang berisi tentang gaya belajar dan bakat anak. Setelah anak memahami siapa dirinya lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya, akan lebih memudahkan guru dalam membimbing, memberi motivasi dan dorongan agar anak dapat memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya sehingga nantinya anak bisa lebih mandiri, bertanggung jawab serta bisa merencanakan masa depannya. Dalam melakukan pembelajaran anak di beri kesempatan untuk mengembangkan ide, berfikir kritis, kreatif dan inovatif. Dalam hal ini guru hanya sebagai fasilitator, mengarahkan, membimbing dan menyiapkan apa apa yang dibutuhkan anak dalam belajar, anak yang menentukan cara belajar mereka, berkolaborasi sesama temannya sehingga mereka menemukan sendiri konsep materi dari pembelajaran yang dilakukan, dalam pembelajaran anak merasa gembira, senang, bahagia dan mendapatkan kemerdekaan dalam belajar. Dalam hal ini pembelajaran dilakukan secara student center.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 14:43:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206184494</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NUR EVI RAKHMAWATI SMAN 32</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206821775</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada saat kita bicara Pedidikan menurut Kihajar dewantara adalah bagaimana kita memberikan tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya baik sebagai seorang individu maupun sebagai anggota masyarakat. KHD berkeyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka caranya dengan memberikan pendidikan. Pendidikan&nbsp; bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya.<br>Hal ini dalam penerapannya&nbsp; memerlukan kesabaran karena setiap anak memiliki karakter yang tidak sama maka dari itu ada beberapa hal yang harus diterapkan sebagai pondasi dasar dari pembentukan karakter dengan<br>1. Penyambutan siswa di awal masuk gerbang sekolah<br>2. Melaksanakan 5 S<br>3. Melaksanakan tadarus&nbsp;<br>4. Menyanyikan lagu Indonesia Raya<br>5. Membiasakan Sholat dhuha saat istirahat&nbsp;<br>6. Membiasakan membuang sampah pada tempatnya<br>dan masih banyak lagi kebiasaan kebiasaan baik yang harus diterapkan agar anak bisa mengembangkan dirinya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-01 01:22:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2206821775</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ARIANTO SMAN 32</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2208229467</link>
         <description><![CDATA[<div>Penerapan Filosofi Ki Hajar Dewantara</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1719246643/72ed2f22a1627dded568beea81baf4cd/Arianto_Infografik_Demonstrasi_Konteks.pdf" />
         <pubDate>2022-06-02 01:27:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pujiastuti121372/65imx445b3teqhar/wish/2208229467</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
