<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>LITERASI 7A by Ambar Retno Widyastuti</title>
      <link>https://padlet.com/ambarwidyastuti38/620d8ba4k5jzr2h4</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-29 23:38:20 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-30 00:17:55 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Rangkuman literasi</title>
         <author>ambarwidyastuti38</author>
         <link>https://padlet.com/ambarwidyastuti38/620d8ba4k5jzr2h4/wish/3610142874</link>
         <description><![CDATA[<p>Tuliskan rangkuman dari apa yang kalian baca hari ini ya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://freesvg.org/img/1678803667children-read-a-book.png" />
         <pubDate>2025-09-29 23:41:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ambarwidyastuti38/620d8ba4k5jzr2h4/wish/3610142874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: bima adirajasa pratama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ambarwidyastuti38/620d8ba4k5jzr2h4/wish/3610151780</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelas:7A</p><p>Tanggal: 30/9/2025</p><p><br/></p><p>Judul buku: manajemen usaha kecil</p><p><br/></p><p>Intisari bacaan: seharusnya susun manajemen yang rapi,Karena sesuatu yang kecil, suatu hari nanti pasti akan besar. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-29 23:50:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ambarwidyastuti38/620d8ba4k5jzr2h4/wish/3610151780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Erlan Basiturrahman kelas:7A Nomor Absen:10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ambarwidyastuti38/620d8ba4k5jzr2h4/wish/3610158032</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Malin Kundang</strong>:</p><p>Di sebuah desa pantai di Sumatera Barat, hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah dengan anak laki-lakinya, Malin Kundang. Karena kemiskinan, Malin memutuskan untuk pergi merantau mencari pekerjaan dengan harapan bisa mengubah nasibnya dan ibunya.</p><p>Bertahun-tahun kemudian, Malin berhasil menjadi seorang saudagar kaya raya. Ia memiliki kapal besar dan banyak anak buah kapal. Ketika kapalnya berlabuh di pantai tempat kelahirannya, berita tentang kedatangan seorang saudagar kaya sampai ke telinga Mande Rubayah. Ia sangat yakin bahwa saudagar itu adalah Malin, anaknya.</p><p>Dengan perasaan gembira, Mande Rubayah berlari ke pantai untuk bertemu dengan Malin. Ia melihat seorang pria berpakaian mewah yang sedang berdiri di atas kapal. Mande Rubayah langsung memeluknya dan berkata, "Malin, anakku, kau sudah kembali!"</p><p>Namun, Malin Kundang yang malu mengakui ibunya yang sudah tua dan berpakaian lusuh di depan istrinya dan anak buah kapalnya, mendorong Mande Rubayah hingga terjatuh. Ia berkata, "Wanita ini bukan ibuku! Ibuku tidak mungkin seorang wanita tua yang berpakaian compang-camping seperti ini!"</p><p>Mande Rubayah sangat sakit hati dan marah atas perlakuan Malin. Dengan hati yang hancur, ia menengadahkan tangannya ke langit dan mengutuk Malin Kundang menjadi batu.</p><p>Seketika, badai dahsyat datang menghantam kapal Malin Kundang. Kapal itu hancur berkeping-keping, dan seluruh awak kapalnya berubah menjadi batu. Malin Kundang pun berubah menjadi batu bersama sisa-sisa kapalnya. Hingga kini, batu Malin Kundang masih dapat dilihat di Pantai Air Manis, Padang, sebagai pengingat akan akibat durhaka kepada orang tua.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-29 23:56:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ambarwidyastuti38/620d8ba4k5jzr2h4/wish/3610158032</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
