<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>BOLA TEMPE by Karin Jonathan</title>
      <link>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f</link>
      <description>Karin 9D/21</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-02-22 12:18:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-02-24 16:12:03 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>FAKTA UNIK</title>
         <author>21227134karin</author>
         <link>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2892286221</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p><strong>1)Jakarta Timur adalah lokasi penanaman pohon kopi pertama di Indonesia.</strong></p><p>Dikutip dari detikfood, pada tahun 1696, Walikota Amsterdam Nicholas Witsen memerintahkan komandan OC di Pantai Malabar, Adrian van mmen untuk membawa bibit kopi ke Batavia. Bibit kopi ini kemudian diujicoba pertama kali di lahan pribadi Gubernur Jenderal VOC Willem van Outhoorn di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Pondok Kopi, Jakarta Timur</p><p><strong>2)Arabika adalah jenis kopi pertama yang ditanam di Indonesia.</strong></p><p>Kopi Arabika merupakan jenis kopi yang pertama kali masuk ke Indonesia, tepatnya pada tahun 1696. Namun Pada 1878 adalah masa buruk bagi tanaman kopi. Tanaman kopi diserang oleh penyakit karat daun atau <em>hemileia vastatrix</em>. Hampir seluruh perkebunan kopi di dataran rendah terkena penyakit ini. Dan rata-rata kopi yang ada pada masa itu adalah arabika. Agar hama ini tidak menghancurkan bisnis kopi, Belanda mendatangkan jenis kopi liberika yang digadang-gadang lebih tangguh dan tahan terhadap hama karat daun.</p><p><strong>3)Indonesia adalah negara dengan lahan kopi terbesar kedua di dunia</strong></p><p>Negara dengan lahan kopi terbesar di dunia diduduki oelh Brasil yang memiliki luas perkebunan kopi sekitar 27.000 kilometer persegi, Luas lahan kopi di Indonesia mencapai 1,3 juta hektare, dan sebagian besar adalah milik rakyat.</p><p><strong>4)Indonesia adalah negara produsen kopi terbesar keempat di dunia</strong></p><p>setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Jumlah produksi kopi Indonesia mencapai 774,60 ribu ton pada tahun 2021.</p><p><strong>5)Indonesia memiliki berbagai racikan kopi tradisional yang unik</strong></p><p>banyak cara warga indonesia dalam meracik dan menyajikan kopi. hal ini menjadi fakta bahwa indonesia memiliki berbagai racikan kopi tradiaional yang unik misnya kopi tubruk, kopi jahe, kopi susu, kopi telur, kopi joss, kopi tarik, dan kopi luwak.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-22 11:56:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2892286221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KOMODITAS</title>
         <author>21227134karin</author>
         <link>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2892305262</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>KOPI </strong>adalah jenis minuman yang penting bagi sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Bukan hanya karena kenikmatan konsumen peminum kopi namun juga karena nilai ekonomis bagi negara-negara yang memproduksi dan mengekspor biji kopi (seperti Indonesia). Bagi beberapa orang produk ini, dibuat dari biji tanaman kopi yang dipanggang (tanaman berbunga dari famili Rubiaceae), disebut sebagai “komoditi kedua yang paling banyak diperdagangkan secara legal” dalam sejarah manusia.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/Wp0ZtQjgViqR2/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-02-22 12:15:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2892305262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DESKRIPSI</title>
         <author>21227134karin</author>
         <link>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893208149</link>
         <description><![CDATA[<p>Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan tradisional yang mempunyai peran penting dalam perekonomian Indonesia. Peran tersebut antara lain adalah sebagai sumber perolehan devisa, penyedia lapangan kerja dan sebagai sumber pendapatan bagi petani pekebun kopi maupun bagi pelaku ekonomi lainnya yang terlibat dalam budidaya, pengolahan maupun dalam mata rantai pemasaran. Selama ini, pengelolaan komoditi kopi telah membuka peluang bagi tidak kurang lima juta petani, baik bagi yang terlibat langsung sebagai petani maupun sebagai pekerja kebun</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-23 04:16:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893208149</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NEGARA TUJUAN  &amp; ALASANNYA</title>
         <author>21227134karin</author>
         <link>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893221628</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1)Amerika </strong></p><p>Jenis kopi spesial yang diminati oleh masyarakat Amerika tersebut antara lain kopi Mandailing, Gayo, dan Lintong dari Sumatera; kopi Bajawa dari Flores; kopi Kintamani dari Bali; kopi Toraja dan Celebes dari Sulawesi; serta kopi Wamena dari Papua.</p><p>Selain itu, konsumen di pasar Amerika saat ini juga terdapat kecenderungan peningkatan kopi organik dan <em>fair trade</em>.</p><p>"Masyarakat setempat juga semakin memahami <em>speciality coffee </em>Indonesia yang beragam dan hal ini terlihat dari tumbuhnya permintaan kopi Indonesia di AS tahun lalu sebesar 20 persen," kata Bayu dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (11/6/2013).</p><p>Bayu menambahkan bahwa para importir Amerika sangat berharap atas tambahan pasokan jenis-jenis kopi tersebut dan kemungkinan untuk mendapatkan jenis-jenis kopi yang lain.</p><p>Diperkirakan saat ini, pasokan kopi jenis khusus tersebut telah mencapai 40 persen dari kopi yang diimpor AS dari Indonesia. Ekspor kopi Indonesia ke AS dalam tiga tahun terakhir mencapai 400 juta dollar AS dari total ekspor kopi Indonesia yang mencapai sekitar 1 miliar dollar AS.</p><p><strong>2)Jepang</strong></p><p>“<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="linkparagraph" href="https://www.kompas.tv/tag/ekspor-kopi"><strong>Ekspor kopi Indonesia</strong></a> ke Jepang saat ini terus tumbuh. Hal ini harus dijadikan momentum untuk terus mendorong pemasaran kekhususan dan keunikan kopi kita sekaligus terus mempromosikan Indonesia di Jepang,” kata Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi lewat siaran persnya, Senin (27/6/2022).</p><p>Heri mengungkapkan, Jepang merupakan tujuan utama ekspor kopi Indonesia selain Amerika Serikat dan Mesir. Namun, nilai ekspor kopi kita ke Jepang masih di bawah para kompetitor Indonesia seperti Brazil, Kolombia, Vietnam, Guatemala dan Ethiopia.</p><p><strong>3)Mesir </strong></p><p>Kebutuhan kopi yang sangat tinggi di Mesir, khususnya kopi robusta menjadikan Mesir pasar yang sangat potensial bagi eksportir Indonesia. Mesir merupakan pasar terbesar kedua tujuan ekspor kopi Indonesia ke pasar global.</p><p><strong>4)Spanyol</strong></p><p>peluang ekspor komoditas kopi dinilai sangat besar. Pasalnya, orang Spanyol sangat menyukai kopi. Mereka bisa sampai lima kali sehari minum kopi.</p><p><strong>5)Malaysia</strong><br>Salah satu keuntungan bagi eksportir kopi Indonesia adalah perbedaan jenis kopi yang disukai oleh konsumen di Malaysia. Sebagian besar konsumen kopi di Malaysia lebih menyukai kopi robusta daripada kopi arabika. Indonesia adalah salah satu produsen kopi robusta terbesar di dunia. Oleh karena itu, eksportir kopi Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini untuk memasok kopi robusta ke pasar Malaysia.Selain itu, Indonesia juga memiliki varietas kopi unggulan yang terkenal di dunia, seperti kopi luwak dan kopi mandailing. Meskipun harganya relatif mahal, terdapat pasar yang cukup besar untuk kopi-kopi unggulan tersebut di Malaysia</p><p><br/></p><p>Biji kopi Indonesia berhasil menarik perhatian warga mancanegara karena memiliki beragam rasa yang dihasilkan dari berbagai daerah di nusantara. Pertanian kopi berkontribusi bagi sosial ekonomi negara mulai dari mendukung mata pencaharian petani kecil hingga kedai kopi yang tersebar luas di negara ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-23 04:39:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893221628</guid>
      </item>
      <item>
         <title>UPAYA AGAR TETAP UNGGUL &amp; DIBUTUHKAN</title>
         <author>21227134karin</author>
         <link>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893234989</link>
         <description><![CDATA[<p>Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Dubes Tri Tharyat menekankan pentingnya strategi dan arah politik yang tepat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan industri kopi. Pemerintah akan menerapkan beberapa strategi untuk mengembangkan kopi. Pertama, memanfaatkan keanggotaan Indonesia di berbagai organisasi internasional terkait pengembangan ekspor kopi. Kedua, memperkuat kemitraan antara industri, eksportir dan petani. Ketiga, meningkatkan citra kopi.</p><p>Keempat, memperkuat sinergi informasi komersial antara perwakilan Indonesia di luar negeri dan pemangku kepentingan. Forum tersebut mengungkapkan potensi berkelanjutan kopi dan peran penting perlindungan indikasi geografis dalam pengembangan produk kopi dari Indonesia. Pasalnya, dalam rangka mempromosikan keunikan kopi Indonesia, promosi tersebut akan memanfaatkan indikasi geografis yang telah terbukti untuk membawa daya saing dan nilai tambah produk kopi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-23 05:05:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893234989</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MANFAAT BAGI NEGARA</title>
         <author>21227134karin</author>
         <link>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893240968</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbanyak di seluruh dunia, jumlah ekspor kopi Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini menjadi keuntungan bagi penghasilan devisa negara dan juga para petani lokal.<br>"Ekspor kopi Indonesia pada 2014 mencapai 385 ribu ton dan tahun ini diperkirakan mencapai 400 ribu ton," ujar Faiz Achmad, selaku Direktur Industri Minuman dan Tembakau Indonesia, saat ditemui di acara Hari Kopi Internasional di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, pekan ini.<br>Jumlah tersebut merupakan jumlah dari biji kopi yang telah diekspor ke beberapa negara di dunia, salah satunya Amerika dan negara-negara Eropa.</p><p>Jenis kopi yang dominan diusahakan di Indonesia yaitu kopi Robusta meliputi 90 persen dari luas lahan kopi secara keseluruhan. Hal ini terlihat pada perkembangan produksi kopi, pada tahun 2013 tercatat 675.881 ton dan terus meningkat hingga tahun 2019 menjadi sebesar 729.074 ton. (Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Kopi, 2020).Tahun 2022, perkebunan kopi Indonesia mencapai 1,29 juta hektar atau meningkat 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1,28 juta hektar. Mayoritas perkebunan kopi di Indonesia merupakan perkebunan rakyat, yakni 1,26 hektar are (ha). Sementara, perkebunan kopi dalam skala besar yang dikelola oleh negara dan swasta sebesar 23.200 ha.</p><p>Sumatera Selatan merupakan provinsi dengan dengan perkebunan kopi terluas pada 2022, yakni 268.000 ha. Kemudian Lampung dan Aceh dengan luas perkebunan kopi masing-masing sebesar 156.500 ha dan 126.600 ha.</p><p>Ada dua jenis kopi yang dihasilkan di Indonesia yaitu kopi arabika dan kopi robusta. Dari total produksi kopi 770.000 ton per tahun, kopi arabika menghasilkan hampir 150.000 ton dari luas areal sekitar 250.000 hektar, sedangkan kopi robusta menghasilkan 600.000 ton dari luas areal sekitar 1,05 juta hektar.</p><p>Selain produksinya dikonsumsi dalam negeri, produksi kopi Indonesia juga diekspor ke negara lain antara lain Amerika Serikat, Mesir, Jerman, dan Malaysia. Sebagian besar ekspor kopi Indonesia (80 persen) terdiri dari biji robusta, dan sisanya dari biji arabika. Sebagai komoditas perkebunan, ekspor kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-23 05:18:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893240968</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MANFAAT BAGI MASYARAKAT</title>
         <author>21227134karin</author>
         <link>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893247625</link>
         <description><![CDATA[<p>Manfaat ekspor kopi di masyarakat lebih terlihat pada pendapatan petani,sebagai komoditas unggulan bagi sektor perkebunan dalam negeri, industri kopi memiliki peran yang krusial terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Industri kopi telah berkontribusi sebagai pendorong pendapatan petani kopi, sumber devisa negara, penghasil bahan baku industri, hingga penyedia lapangan pekerjaan melalui kegiatan pengolahan, pemasaran, serta perdagangan ekspor dan impor.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-23 05:30:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893247625</guid>
      </item>
      <item>
         <title>REFLEKSI</title>
         <author>21227134karin</author>
         <link>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893253181</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1)Bagaimana peran teknologi informasi dalam mempelajari tentang komoditas ekspor?</strong></p><p>Dengan adanya peran teknologi informasi ini dalam mempelajari tentang komoditas ekspor mempermudah untuk mencari berbagai informasi mendalam yang ada sebagai contohnya komoditas ekspor kopi dengan berbagai informasi yang meliputi sejarah,manfaat,data statistik,dll</p><p><strong>2)Bagaimana kegiatan ini membantu kamu dalam mengembangkan keterampilan berpikir komputasional?</strong></p><p>LKS ini dapat membuat saya menjadi memiliki  wawasan tambahan dan mendorong saya mengurutkan serta menganalisis informasi,hal ini terkait dengan cara saya berpikir kritis dan tersusun</p><p><strong>3)Apakah pembelajaran ini memberikan manfaat bagi dirimu saat ini dan diwaktu yang akan datang?</strong></p><p>Ya karena dalam saat ini saya bisa memiliki wawasan yang lebih luas dan belajar berpikir komputasional yaitu mudah untuk mengamati masalah, mencari solusi dari suatu permasalahan, memecahkan permasalahan, dan dapat mengembangkan solusi atau pemecahan masalah,mengasah diri kita untuk berpikir lebih efektif dan efisien, dan hal ini bisa membantu saya untuk masa yang akan datang </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-23 05:41:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/21227134karin/60sex019ga3jc90f/wish/2893253181</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
