<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus by Lilis Suryani</title>
      <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck</link>
      <description>analisa video</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-11 01:10:48 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-18 02:42:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579984463</link>
         <description><![CDATA[<pre><code>Penyandang di sabilitas atau di fabel sama saja, mereka layak untuk bersekolah sesuai dengan kebutuhan mereka. Ada yang bersekolah di sekolah normal da ada yang harus sekolah di sekolah khusus seperti SLB.</code></pre>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:41:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579984463</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579991069</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Anisa Rahma Putri / Ica </strong></p><p><strong>Ai leni Nuraeni </strong></p><p><strong>Zaula Fariza sopari</strong> </p><p><br/></p><p>Video podcast ini membhas  penjelasan tentang perbedaan istilah "disabilitas", "difabel", dan "berkebutuhan khusus" serta isu pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas di Indonesia.</p><p>Menurut diskusi kita bertiga singkatnya vidio ini membahas untuk mengajak kita untuk peduli dan mendukung kesetaraan pendidikan bagi anak2 disabilitas, menekankan bahwa mereka memiliki potensi yg harus digali dan difasilitasi secara oftimal dlm sistem pendidikan Indonesia </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:46:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579991069</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>deapujinurmala</author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579994352</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Tiara alfiany 24060172</strong></p><p><strong> Dea puji 24060099</strong></p><p><br/></p><p>Anak penyandang disabilitas itu terbagi 3 macam yaitu ada Disabilitas,Difabel dan Berkebutuhan khusus.</p><p>anak Disabilitas dan juga difabel itu hampir sama anak-anak yang memiliki hambatan dalam pembelajaran, Sedangkan anak berkebutuhan khusus mereka itu memiliki bakat dan memiliki kecerdasan yang istimewa, Menaungi juga yang di atas rata-rata. </p><p>Kendala terbesar nya itu adalah akses, 30% anak sudah sekolah di sekolah inklusi dan 70% yang belum terlayani. tidak semua pendidikan memiliki guru dan sarana yang sesuai dengan kebutuhan ketunaan anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:49:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579994352</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579994962</link>
         <description><![CDATA[<p>Asep Purnama (24060174)</p><p>A. Gilang Ginanjar (24060403)</p><p>Syakila Padia Hasya (24060117)</p><p><br/></p><p>Jawban:</p><p>dikatakan di video yang saya tonton ada perbedaan diantara anak disabilitas, difabel dan berkebutuhan khusus. Sebenearnya difabel dan disabilitas tak terlalu berbeda mencakup tuna netra, tanpa daksa dan sebagainya, sedangkan istilah berkebutuhan khusus mencakup banyak hal termasuk kelebihan dan kekurangan anak. selain itu penting untuk mengubah stigma negatif yang seringkali melekat pada disabilitas. kita harus menghargai setiap individu sebagai pribadi yang unik dan memiliki potensi yang sama untuk berkontribusi pada masyarakat. dengan membuka diri terhadap perbedaan dan mempromosikan inklusi, kita dapat menciptakan dunia yang lebih adil dan setara bagi semua. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:49:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579994962</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>maishasryl</author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579995112</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Maisha Surya Lestari</p></li><li><p>Adiba Zahra</p></li><li><p>Rika Nur Fadilah</p></li><li><p>Miftahuljannah </p><p><br/></p></li></ul><p>Jadi, tanggapan yang kita dapat setelah menonton video tersebut bahwa disabilitas dan difabel hampir sama, hanya saja cara penanganan bagi penyandang nya berbeda. Sedangkan berkebutuhan khusus memiliki makna yang lebih luas maksudnya kondisi yang berbeda dari anak-anak pada umumnya entah itu kekurangan atau kelebihannya. Di Indonesia pendidikan bagi penyandang baru 30%, 70% sisanya belum mendapatkan fasilitas pendidikan. Anak penyandang difabel tidak boleh di tolak di sekolah umum, tapi disarankan ke sekolah khusus yang fasilitas nya lebih lengkap.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:50:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579995112</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>karanmuhammadyusup</author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579995173</link>
         <description><![CDATA[<p>Karan Muhammad Yusup</p><p>Ginariza Atoriq</p><p>Keysa ismarta</p><p>Adinda Siti S</p><p><br/></p><p>Disabilitas tuh istilah yang lebih resmi, biasanya dipake di undang-undang atau aturan pemerintah. Maksudnya orang yang punya keterbatasan fisik, indera, intelektual, atau mental, jadi aktivitasnya agak kebatas.</p><p>Kalau difabel, ini menurutku lebih enak kedengeran. Artinya “differently abled” alias orang dengan kemampuan yang beda. Jadi fokusnya bukan cuma ke keterbatasannya doang, tapi juga ke kelebihan atau kemampuan lain yang mereka punya.</p><p>Nah, berkebutuhan khusus biasanya dipake di dunia sekolah atau pendidikan. Misalnya buat anak-anak yang butuh perhatian atau cara belajar khusus. Nggak selalu berarti disabilitas sih, cuma emang butuh penyesuaian biar bisa berkembang maksimal.</p><p>Dan juga anak yang ABK itu hanya bisa tertuju dengan satu bidang misalnya yang disukai ABK itu sendiri misalnya kaya seni tari nah anak ABK itu pasti maunya itu aja dan mau benar² belajarnya sampe bisa.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:50:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579995173</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579995658</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Dr. Santo dalam podcast “Distabilitas, difabel dan berkebutuhan khusus”. Dapat dijelaskan bahwa ditabilitas dan difabel hampir sama, yaitu fokus dalam kesulitan belajar (disleksia). Sedangkan untuk anak berkebutuhan khusus mencakup lebih luas lagi tidak hanya kesulitan saja, tetapi anak anak yang mempunyai bakat istimewa juga serta yang mempunyai IQ di atas rata-rata juga. Dari ketiga di atas SLB juga menaungi anak-anak tersebut dikarenakan mereka juga mempunyai hak untuk berpendidikan. Kendala terbesar dari ABK itu 30% baru dilayani di sekolah formal dan 70% tidak dilayani. Tetapi disekolah formal boleh menerima anak tersebut, tetapi tidak boleh menolak tanpa alasan dan mengharuskan sebuah solusi. ABK juga lebih fokus terhadap keterampilan daripada segi aspek kognitif. Di Indonesia diharuskan lebih meningkatkan pendidikan tersebut. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Nama : Armenia  dan Natasha </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:50:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579995658</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>auliakamila601</author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579995840</link>
         <description><![CDATA[<p>Aulia, Fadil,  Siti Nazwa, Karina</p><p>Dr Santo</p><p>Disabilitas dan difabel hampir sama anak anak yang mengalami ketunaan dianggap disabilitas. Sedangkan disebut Berkebutuhan Khusus lebih luas. Anak penyandang difabel banyak yang memiliki kesulitan untuk mengakses pendidikan. Di Indonesia keseluruhan anak penyandang disabilitas baru masuk 30% saja. Agar semua hak terpenuhi sekolah harus menyiapkan seluruh fasilitas baik di sekolah formal maupun sekolah khusus. Disekolah SLB melayani semua jenis disabilitas. </p><p>Anak anak yang mengalami ketunaan dianggap disabilitas memiliki arti yang lebih luas, kecerdasan istimewa masuk ranah pendidikan, kalau di fabel mengalami kesulitan terdapat anak yang cukup cerdas treatment nya yang berbeda, anak yang memiliki disabilitas memiliki hak pendidikan, menyiapkan fasilitas sesuai kebutuhan anak anak, anak yang memiliki keterbatasan seperti tunanetra SLB melayani disabilitas tuna netra atau tunarungu. Cara mengoptimalkan ada pendidikan khusus mengembangkan skb3pd, anak SLB fokus pada keterampilan seperti lomba tata rias</p><p>Menyiapkan fasilitas yang sesuai anak-anak disabilitas. Disekolah formal maupun khusus. Sekolah reguler juga harus menerima anak yang berkebutuhan khusus.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:50:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579995840</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579997079</link>
         <description><![CDATA[<p>Disabilitas dan difabel hampir sama lebih ke fisik seperti tunarungu tunanetra dll. Abk memiliki arti luas bisa kelebihan iq diatas rata rata dan kekurangan iq dibawah rata rata. Isu paling penting di Indonesia partisipasi anak anak dalam bidang pendidikan baru 30%. Masih banyak anak yg belum masuk pendidikan. Harus menyadarkan kepada masyarakat dalam hal pendidikan terkait anak disabilitas di sekolah reguler diberikan kesempatan dengan adanya kelas inklusi. Misalnya kepada anak yg memiliki keterbatasan seperti tunanetra, tunarungu sehingga dapat belajar di sekolah reguler. Dan semua sekolah reguler harus menerima siswa abk. untuk sekolah khusus di slb melayani semu jenis disabilitas. Ada sekolah reguler yang Menolak adanya murid penyandang disabilitas Apakah boleh, boleh misalkan jika mereka tidak memiliki pengalaman atau fasilitas yang mumpuni maka sekolah reguler membolehkan untuk tidak menerima penyandang disabilitas tetapi tidak dibiarkan begitu saja akan tetapi dengan memberikan solusi dengan menunjukkan sekolah yang memang menerima anak-anak berkebutuhab khusus. Hal ini supaya anak penyandang ABK dapat ditangani dengan baik. Mengoptimalkan potensi bakat anak ABK dengan baik dengan melalui bidang pendidikan khusus yaitu SK3PD (Standar Kompetensi Kerja Khusus bagi Penyandang Disabilitas) yang dialaminya terdapat 20 macam Kompetensi dan perlu di ingat, bahwasanya anak di SLB ini lebih fokus pada keterampilan seperti menyanyi,  melakukan tata rias dan sebagainya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:51:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579997079</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579998444</link>
         <description><![CDATA[<p>marwa Firda yunifa : menurut saya anak berkebutuhan kusus memiliki hak untuk belajar sama seperti anak pada umum nya mereka cenderung lebih fokus pada satu hal contoh anak tersebut metukai pelajaran IPA maka anak tersebut akan fokus pada satu pelajaran itu, jika ada bimbingan yang lebih baik makan anak tersebut akan bisa lebih menguasai hal tersebut. Dengan adanya pendukung anak-anak yang berkebutuhan kusus akan mendapat pelajaran yang lebih baik serta anak tersebut bisa memilih masa depan yang mereka ingin kan </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:52:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3579998444</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nurnaisyanajma</author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3580000313</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : </p><p>Najma Nur Naisya</p><p>Nova Nur Indah </p><p>Arinda Nasyidatul Hamdah</p><p><br/></p><p>difabel dan disabilitas berarti atau sama, mereka yang memiliki keterbatasan atau kesulitan akses terhadap pembelajaran seperti tuna netra, tuna daksa,dll, mereka dapat bersekolah di sekolah normal apabila sekolah tersebut memiliki fasilitas yang memadai. Sementara anak berkebutuhan khusus itu keseluruhannya, mereka cenderung perlu perlakuan tertentu. hanya baru 30% yang terlayani dan 70% nya belum terlayani hal itu menjadi kendala terbesar bagi anak pendidikan anak berkebutuhan khusus</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:54:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3580000313</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sifanurmutia50</author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3580000566</link>
         <description><![CDATA[<p>Sifa Nurmutia </p><p>Syahla Asahil J</p><p>Asvya</p><p>Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sering kali hanya difokuskan pada minat dan bakat tertentu, misalnya bernyanyi, tanpa memperhatikan aspek perkembangan lain. Padahal, mereka berhak memperoleh pendidikan yang utuh seperti anak pada umumnya.</p><p><br/></p><p>Pandangan masyarakat terhadap anak disabilitas masih beragam. Ada yang menganggap sebagai aib, ada yang menganggap anugerah, dan ada pula yang bersikap netral.</p><p><br/></p><p>Kendala terbesar terletak pada keterbatasan akses pendidikan. Dari sekitar 1,6 juta penyandang disabilitas di Indonesia, baru 30% yang terlayani melalui sekolah inklusi maupun sekolah khusus, sementara 70% lainnya belum mendapatkan layanan pendidikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:54:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3580000566</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3580001959</link>
         <description><![CDATA[<p>Annisa Muhaddad</p><p>Sarah Fauzi</p><p><br/></p><p>Disabilitas dan difabel adalah dua hal yang hampir sama akan tetapi jika abk bukan anak yang disabilitas saja tapi lebih luas dari itu, ada anak yang memiliki bakat istimewa. walaupun begitu belum semua anak seperti ini mendapatkan pendidikan formal di sekolah karena terbatas akses baik dari segi fasilitas atau tenaga pendidik. Anak-anak ini punya bakat dan potensi besar, tapi butuh dukungan, penerimaan, dan kesempatan dari lingkungan sekitar. Dukungan guru, keluarga, dan masyarakat sangat menentukan perkembangan mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:55:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3580001959</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3580007285</link>
         <description><![CDATA[<p>Vani octaviani </p><p>Mela Rahma suci </p><p>Jadi di sablilitas dan difabel sebenarnya hampir sama , jadi disabilitas menjelaskan tentang bagaimana anak-anak yang mengalami hambatan ketunaan,daksa,tuna netra.</p><p>Sekarang saya baru tau anak anak yang memiliki keterbatasan misalkan tunanetra atau tunarungu dapat belajar di sekolah reguler semua sekolah reguler harus menerima siswa berkebutuhan khusus </p><p>Mulai dari disabilitas netra, disabilitas fisik dan juga tunarungu dan sebagainya di layani di slb. selain itu kita harus menghilangkan sigma negatif kepada anak disabilitas </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 09:59:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lissuryani/5xu0onc8mmlasdck/wish/3580007285</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
