<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>POP hari ke 5 by Martinus Eko</title>
      <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-10-21 10:54:57 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-12-05 17:51:49 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>KELUARGA CANCINGK ( Ch. Karmelus, Andriana, Benus, Angge, Erwin, Andre, Will) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837545869</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Bagaimana aku membangun pengalaman belajar anak?<br>- Mendekatkan diri dengan anak, berusaha masuk dalam dunia mereka.<br><br>2. Sudahkah aku membangun pelajaran kreatif?<br>- Sudah. Contohnya dengan pendekatan yang menyenangkan seperti ada ice braking, lagu, puisi, pantun, diskusi, belajar diluar kelas dll.<br><br>3. Sudahkah aku mengembangkan kearifan, budaya, dan potensi lokal?<br>- Sudah. Contohnya mempelajari sejarah daerah, makanan dan  minuman khas, tarian, lagu, dan adat istiadat yang berlaku di daerah Kota Pontianak dan sekitarnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-23 03:23:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837545869</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keluarga Biola (SMP Karya Budi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837558925</link>
         <description><![CDATA[<div><br><strong><em><mark>Beberapa Kesimpulan<br></mark></em></strong><br></div><ul><li>Kerifan lokal adalah kebijaksanaan hidup yang diwariskan oleh suatu budaya masyarakat tertentu.</li><li>Dengan demikian, kami memberi kesimpulan bahwa kerarifan lokal itu merupakan suatu strategi pendidikaan yang sangat kreatif dilakukan oleh nenek moyang masa lampau. Hal ini bisa dilihat dari beragamnya permainan anak-anak (salah satunya saja) yang syarat makna dan nilai kehidupan.</li><li>Jika kami merenungkanya dalam konteks pendidikan masa kini, maka pendidikan itu haruslah sutu pendidikan yang kontekstual.</li><li>Pendidikan kontekstual itu sangat penting dan merupakan suatu keniscayaan.</li><li>Pendidikan kontekstual berarti pendidikan yang berangkat dari konteks. Melihat konteks di mana sekolah kami melayani.</li><li>&nbsp;Untuk kami di Kapuas hulu (SMP Karya Budi), kami para guru harus melihat dan belajar konteks dari sosio budaya dari peserta didik kami.&nbsp;</li><li>Kami berusaha untuk mengankat kearifan lokal setempat untuk membangkitkan rasa kebudayaan dari anak didik kami dan belajar dari&nbsp; kearifan lokal tentang nilai-nilai kehidupan.&nbsp;</li><li>Akhirnya pendidikan tidak bisa terlepas dari kebudayan dan kearifan lokal. Karena budaya dan kearifan lokal adalah <strong><em>konteks</em></strong> belajar dan mengajar yang harus kami selami dan pahami.&nbsp;</li><li>Pendidikan kontekstual akan <strong><em><mark>meningkatkan daya kreasi</mark></em></strong><strong> </strong>anak.</li></ul><div><br><strong><em><mark>REFLEKSI<br></mark></em></strong><br></div><div><strong><em>#. Bagaimana kami mengembangkan pengalaman belajar anak?</em></strong></div><ul><li>Kami mengakui bahwa&nbsp; mengembangkan pengalaman belajar anak itu tidak mudah.</li><li>Ada banyak faktor, antara lain kecendrungan anak untuk&nbsp; <em>ngegame</em> daripada belajar,&nbsp; lebih betah cari emas daripada sekolah.&nbsp;</li><li>Maka, menciptakan <strong><em>pengalaman belajar</em></strong><em> </em>anak itu merupakan suatu tugas yang terus menerus kami kembangkan dan usahakan.&nbsp;</li><li>Inilah konteks riil yang kami hadadi dengan anak didik kami.</li></ul><div><strong><em>#. Sudahkah aku mengembangkan pelajaran kreatif?</em></strong></div><ul><li>Pembelajaran yang kreatif adalah salah satu <em>problem solving </em>yang bisa membantu kami untuk mendobrak semangat belajar anak dan menciptakan pengalaman belajar anak yang lebih intens.</li><li>Kami sudah melakukan pembelajaran yang kreatif tetapi belum sempurna. Kami masih butuh proses.&nbsp;</li><li>Kami masih memerlukan ide kreatif yang lebih kontekstual untuk anak didik kami.&nbsp;</li></ul><div><br></div><div><strong><em>#. Sudahkah kami mengembangkan kearifan budaya dan potensi lokal.</em></strong></div><div><br></div><ul><li>Kami sudah melakukan pengembangan kerarifan lokal dalam beberapa kegiatan seni budaya dan ketika melaksanakan KBM di kelas.&nbsp;</li><li>Misalnya ulang tahun sekolah, anak-anak dibiarkan berkreasi sesuai dengan imaginasi mereka tentang kearifan lokal dan budaya mereka. Ada yang berbentuk cerita, ada yang menari, ada yang bernyanyi, dan ada yang membuat drama singkat.&nbsp;</li><li>Kami berusaha untuk membangiktan rasa cinta budaya dalam diri anak-anak.&nbsp;</li><li>Karena melalui kearifan lokan dan budaya, kami berusaha membangkitkan daya imaginasi dan daya kreasi mereka.</li></ul><div><br><br><br></div><div><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1419166003/055620bb0e88a225c77009784397ff7d/large_10_permainan_tradisional_indonesia_yang_dulu_populer_mana_favoritmu1465826733.jpg" />
         <pubDate>2021-10-23 03:38:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837558925</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keluarga Cemara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837599816</link>
         <description><![CDATA[<div>Kearifan lokal adalah kebijaksanaan hidup yang diwariskan oleh suatu budaya masyarakat tertentu.&nbsp;<br>1. Bagaimana aku/kami membangun pengalaman belajar anak?<br># Mendekatkan diri dengan peserta didik, berusaha masuk ke dalam persoalan belajar mengajar mereka.<br><br>2. Sudahkan aku/kami membangun pelajaran kreatif?<br># tentunya sudah tapi belum maksimal butuh waktu dalam prosesnya.<br>Contohnya kami melakukan pendekatan yang mengasikkan dan menyenangkan dalam aktivitas/kegiatan seperti bernyanyi, puisi, pantun, diskusi kelompok, serta belajar di alam (outdoor) diluar kelas.<br><br>3. Sudahkan kami mengembangkan kearifan, budaya, dan potensi lokal?<br>#sudah. Contohnya mempelajari sejarah tentang budaya daerah khas Kalimantan Barat. mengajak siswa untuk membuat karya seni yang berkaitan dengan kearifan lokal.<br><br>Kearifan lokal mencakup identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap, bahkan mengolah kebudayan yang berasal dari luar/bangsa lain menjadi watak dan kemampuan sendiri. Kearifan lokal juga merupakan ciri khas etika dan nilai budaya dalam masyarakat lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi.<br><br>Salam Budaya<br>Keluarga Cemara:<br>Papa: Palin<br>Mama: Evi<br>Anak-anak terkasih: Chelsy, Nelly, Fendi, Asenko, Fina </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1409617823/6f7cf7d69f13e3e1f6f5c81e9215894b/WhatsApp_Image_2021_10_21_at_14_04_56.jpeg" />
         <pubDate>2021-10-23 04:33:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837599816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keluarga Tercemar (Tentram, Ceria, dan Mesra)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837602857</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Refleksi kami adalah ...<br></strong><br>1. mendekatkan diri dengan anak, mengajak mereka sharing tentang pengalaman mereka masing-masing yang berkaitan dengan materi, lalu menjadikan apa yang mereka temukan sebagai topik yang akan kami bahas bersama.<br>2. Sudah. Akan tetapi belum maksimal. Salah satunya dengan memberi variasi dalam pembelajaran. Dari mulai diskusi kelompok, praktek bersama, dan berkeliling lingkungan sekolah untuk menemukan Objek yang ada pada pembelajaran.<br>3. Sudah, meski belum sepenuhnya. Misalnya saat pelajaran tentang klasifikasi makhluk hidup, saya membahas tentang hewan endemik daerah kami. Dan menjelaskan secara singkat kepada peserta didik. Selain itu juga tentang tumbuhan endemik, atau khas.<br><br>Papi : Venan<br>Mami : Natalia Toye<br>Anak:<br>1. Meri<br>2. Madun<br>3. Stepanus<br>4. Elpita</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1415800552/e90e47479cc56ae5eae30f56cefa9455/WhatsApp_Image_2021_10_21_at_13_58_26.jpeg" />
         <pubDate>2021-10-23 04:35:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837602857</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELUARGA APEBEMI</title>
         <author>pipin2301</author>
         <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837615483</link>
         <description><![CDATA[<div><mark>1</mark>. Bagaimana&nbsp; aku/kami membangun pengalaman belajar anak?<br>*Mengadakan pendekatan kepada anak dan berusaha untuk menanyakan pada siswa tentang kesan mereka dalam pembelajaran.<br>2. Sudahkah aku/kami membangun pelajaran kreatif?<br>*Sudah. Dengan diskusi kelompok, praktek pembuatan vidio drama.<br>3. Sudahkanaku mengembangkan kearifan, budaya, dan potensi lokal untuk memperkaya proses pembelajaran?<br>*Sudah walau belum sepenuhnya. Kami berusaha mengangkat kearifan lokal dengan mengenalkan budaya- budaya daerah.<br>1. Pipi Agus<br>2. Mimi Pipin<br>3. Susu<br>4. Beata<br>5. Mista</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1409646572/599c4bb57b54aee0c63465f26552246c/WhatsApp_Image_2021_10_21_at_14_06_50.jpeg" />
         <pubDate>2021-10-23 04:54:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837615483</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELUARGA &quot; ROZAK&quot; (SMP Bruder Pontianak )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837624714</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Melalui Pendekatan secara personal dengan menuliskan pengalaman masing- masing di buku catatan anak, tentang apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.<br><br>2. Sudah, dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk, menbuat video kreasi masing-masing, contohnya : dalam materi keragaman budaya, siswa diminta membuat video rekaman dengan memilih salah satu lagu daerah yang ada di indonesia.<br><br>3. Sudah, siswa membuat video lagu daerah dengan mengeksplorasikan budaya dengan unsur musik, busana, dan tarian daerah, yang dipilih masing-masing siswa.<br><br>Anggota Keluarga :<br>1. bapak, Stepanus Jumadi&nbsp;<br>2. Ibu, Elisabet Betinina<br>3. anak 1, Lorensius Almanto<br>4. anak 2, Nia Daniati<br>5. anak 3, Sesilia Winny</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1411433589/b339be8e80e4faf76c371f4149f29d1d/WhatsApp_Image_2021_10_21_at_14_27_58.jpeg" />
         <pubDate>2021-10-23 05:11:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837624714</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PAGE&#39; DIRIK&#39; SQUAD</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837671634</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi<br>1. <strong>bagaimana kami mengembangkan pengalaman belajar anak?</strong><br>~ Mengenal peserta didik dalam pribadi tingkah laku yang beragam melalui pendekatan dan menciptakan suasana belajar yang nyaman dengan mereka.<br><br>2.<strong> sudahkah kami mengembangkan pelajaran kreatif?<br></strong>~<strong> </strong>sudah, pada semua mata pelajaran yang sesuai dengan materinya, mengadakan diskusi, kuis, game, lagu.<strong><br><br>3.sudakah kami mengembangkan kearifan budaya dan potensi lokal?<br></strong>~sudah, contoh: melalui seni budaya memainkan alat musik tradisional dan menyanyikan lagu daerah khas Kalbar, pelajaran prakarya contoh membuat makanan khas Singkawang.<br><br>Apak: Wahyu<br>Uwe': Yos<br>Anak: Ari, Debby, Mita, dan Titin</div>]]></description>
         <enclosure url="https://esensi.co.id/wp-content/uploads/2020/02/25-Wajib-Tahu-Ini-Pentingnya-Berfikir-Kreatif-di-Era-Digital.jpg" />
         <pubDate>2021-10-23 06:44:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837671634</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELUARGA FANTASI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837692946</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><strong><mark>Refleksi keluarga fantasi....</mark></strong></blockquote><div><strong>1. Bagaimana aku selama ini membangun pengalaman belajar anak?</strong></div><div>Kami sudah melakukannya. Hanya saja dalam pelaksanaannya belum maksimal.</div><div>Contohnya beberapa guru pada mata pelajaran tertentu mengajak siswa untuk mengamati lingkungan sekitar atau mengunjungi tempat-tempat tertentu yang dapat mereka jadikan sebagai sumber belajar. Setelah itu siswa ditugaskan untuk menuliskan atau menarasikan mengenai hal-hal apa saja yang sudah mereka dapat, baik yang berkaitan dengan konsep, perasaan, maupun tindakan (aksi nyata) yang dapat mereka lakukan.<br><br></div><div><strong>2. Sudahkah aku membangun pembelajaran yang kreatif bagi kemendalaman hidup anak dalam kompetensi dan karakter?</strong></div><div>Sudah kami lakukan, diantaranya saat proses pembelajaran di kelas, kami (guru) mengajak siswa untuk menyaksikan tanyangan/video dengan topik tertentu yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Setelah penayangan video, siswa diminta untuk menyimpulkan pesan apa yang ingin disampaikan melalui video tersebut dan apa yang harus dilakukan dalam konteks kehidupan nyata. Dengan cara ini, siswa tidak merasa bosan atau jenuh karena pembelajaran yang dilakukan lebih kontekstual.<br><br></div><div><strong>3. Sudahkah aku mengembangkan kearifan, budaya, dan potensi lokal untuk memperkaya proses pembelajaran ku?</strong></div><div>Sudah dilakukan dalam praktik pembelajaran, bahkan adalah beberapa kegiatan sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya dilakukan di sekolah. Sebagai contoh nyata upaya sekolah menjaga dan melestarikan kearifan, budaya, dan potensi lokal adalah adanya kegiatan ekstra seni tari tradisional dan pentas seni saat perayaan IMLEK. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, sekaligus juga sebagai wujud konkrit sarana penyadaran bagi siswa bahwa begitu pentingnya peran serta kita sebagai anak bangsa untuk menjaga dan melestarikan kearifan, budaya, dan potensi lokal yang ada disetiap daerah sebagai kekayaan nusantara yang harus disyukuri sebagai anugerah Tuhan.<br><br><mark>Dari kami,<br>Bapak KK : War<br>Ibu KK : Rumiris<br>Anak-anak : Christian, Romanus, Wiwin, Fenny</mark><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1415788432/0cd88a3a4738f7414b5cd4b9785c185e/WhatsApp_Image_2021_10_21_at_14_03_52.jpeg" />
         <pubDate>2021-10-23 07:20:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837692946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keluarga Calikng</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837709279</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Kami&nbsp; selama ini sudah membangun pengalaman belajar anak dengan memberikan :<br>- <em>"Warming up questions"</em> tentang hal-hal yang telah mereka alami dalam 1 minggu terakhir<br>- Melakukan pendekatan kepada peserta didik, memahami kesulitan belajar masing-masing peserta didik dan membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan diri yang&nbsp; mereka miliki<br>- Mengajak anak lebih memahami arti dari belajar yang sebenarnya, dari belajar itulah anak mendapat pengalaman&nbsp; yang luar biasa, misalnya belajar berdiskusi, belajar mengenal hal-hal yang tidak mereka ketahui menjadi tahu, serta belajar menghargai sesama ( warga sekolah )<br><br>2. Kami sudah membangun pembelajaran yang kreatif bagi kemendalaman hidup anak dalam kompetensi dan karakter. Sebagai contoh :<br>- Kompetensi : Mengikuti kegiatan lomba yang diadakan di sekolah maupun di luar sekolah baik itu akademik dan nonakademik, serta memberi kesempatan peserta didik dalam mengekspresikan potensi yang mereka miliki.<br>- Karakter : dengan mengikuti kegiatan rekoleksi yang diadakan di sekolah, menyapa setiap bertemu baik di sekolah maupun di luar sekolah<br><br>3. Kami sudah mengembangkan kearifan, budaya, dan potensi lokal untuk memperkaya proses pembelajaran yaitu melalui kegiatan pengembangan diri dan ekstrakurikuler seperti Tari, Musik Tradisional, dan Barongsai.<br><br>Anggota keluarga:<br>Apak : Bened<br>Uwek :Rita<br>Anak : Dian,Dwi,dan Ewid<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1411428273/db63abe95e1d1cf861a470082d45cfe8/WhatsApp_Image_2021_10_23_at_14_42_31.jpeg" />
         <pubDate>2021-10-23 07:44:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837709279</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SEPATU</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837715945</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Cara kami mengembangkan pengalaman belajar anak, dengan ;- melakukan evaluasi dari hasil belajar mereka, baik yang berhasil; mengenal peserta didik lebih mendalam:mencari metode yang cocok untuk mencapai keberhasilan bagi peserta didik; membina peserta didik secara individual bagi yang memerlukan pendampingan individual; menyesuaikan minat peserta didik dalam mengembangkan diri peserta didik.&nbsp;</li><li>Kami sudah mengembangkan pelajaran kreatif dengan cara mengutamakan pembelajaran yang menyenangkan. Namun pengembangan yang kami lakukan belum maksimal maka kami akan selalu membaharui diri untuk semakin mengembangkan diri dalam membimbing peserta didik kami.</li><li>Kami sudah mengembangkan kearifan budaya dan potensi lokal, hal ini dibuktikan dengan banyak karya peserta didik berupa seni budaya sekitar Singkawang.</li></ol><div>Ayah : Yordanus<br>Ibu : Kris<br>Ananda 1 : Eprosina<br>Ananda 2 : Semi<br>Ananda 3 : Rika<br>Ananda 4 : Okta</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1419171666/7f189d4e0409e8d01ec6b90897db0c95/WhatsApp_Image_2021_10_19_at_14_01_58.jpeg" />
         <pubDate>2021-10-23 07:54:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinuseko2204/5vo4r2h95xgf98fb/wish/1837715945</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
