<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Eksplorasi Konsep Modul 1.1 by </title>
      <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s</link>
      <description>Refleksi Pembelajaran (Kelas A)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-08-21 14:37:25 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-08-22 12:29:06 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668540599</link>
         <description><![CDATA[<div>#Apa makna kata ‘menuntun’ dalam proses pendidikan anak bagi saya?</div><div><br></div><div>Makna kata "menuntun" dalam proses pendidikan anak adalah bertindak sebagai pengarah, pembimbing, dan fasilitator dalam membantu anak mencapai perkembangan yang optimal. Ketika kita sebagai guru "menuntun" anak, kita berperan dalam membimbing mereka dalam menjelajahi dunia, mengembangkan keterampilan, memperoleh pengetahuan baru, dan membantu mereka mengembangkan nilai-nilai yang penting.</div><div><br></div><div>Menuntun anak dalam proses pendidikan ini tentunya melibatkan banyak aspek, termasuk memberikan inspirasi, memberikan contoh yang baik, memberikan arahan yang jelas, serta memberikan kesempatan untuk bereksplorasi dan belajar secara mandiri. Kita membantu anak memahami konsep-konsep baru, mendorong mereka untuk berpikir kritis, dan memfasilitasi penemuan mereka sendiri melalui pengalaman belajar.</div><div><br></div><div>Selain itu, menuntun anak juga melibatkan pengembangan hubungan yang baik antara Anda dan anak, sehingga mereka merasa aman, dipercaya, dan didukung untuk bereksperimen, membuat kesalahan, dan belajar dari pengalaman tersebut. Anda berperan penting dalam membantu anak mengembangkan kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan untuk mengambil tanggung jawab atas proses belajar mereka sendiri.</div><div><br></div><div>Dalam konteks pendidikan anak, menuntun bukanlah tentang memberikan jawaban yang tepat secara langsung, tetapi lebih tentang membantu anak mengembangkan pemahaman yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan untuk belajar seumur hidup. Anda sebagai orang tua atau pendidik memainkan peran penting dalam membimbing anak menuju keberhasilan akademik, sosial, dan emosional mereka.</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div>#Bagaimana kata “menuntun” saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Apa dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya?</div><div><br></div><div>Dengan menerapkan pendekatan-pendekatan di bawah ini, kita dapat mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah masing-masing. Ini akan memungkinkan anak-anak untuk mengembangkan identitas budaya mereka, menghargai warisan budaya mereka, dan tetap terhubung dengan komunitas lokal mereka.</div><div><br></div><ul><li>Menghormati dan memahami nilai-nilai lokal: Penting untuk memahami dan menghormati nilai-nilai, norma, dan tradisi sosial budaya yang ada di daerah kita. Ini melibatkan mempelajari adat istiadat, bahasa, agama, dan kebiasaan masyarakat setempat. Dengan memahami hal ini, kita dapat memastikan bahwa pendidikan anak sesuai dengan konteks sosial budaya yang ada.</li><li>Menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual: Dalam upaya menciptakan pendidikan yang relevan dengan konteks sosial budaya, penting untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang kontekstual. Hal ini berarti mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari anak, pengalaman lokal, dan konteks sosial budaya yang ada. Misalnya, menggabungkan cerita, permainan, atau tradisi lokal ke dalam proses pembelajaran.</li><li>Melibatkan komunitas lokal: Membangun kemitraan yang kuat dengan komunitas lokal merupakan langkah penting. Melibatkan orang tua, tokoh masyarakat, dan kelompok-kelompok lokal dalam pendidikan anak dapat membantu menghubungkan pendidikan dengan konteks sosial budaya yang lebih luas. Ini dapat dilakukan melalui kegiatan seperti diskusi kelompok, kunjungan ke tempat-tempat bersejarah atau budaya, serta kolaborasi dengan organisasi lokal.</li><li>Menggunakan sumber daya lokal: Memanfaatkan sumber daya lokal seperti buku, cerita rakyat, alat-alat tradisional, atau pengetahuan dari para tetua dapat menjadi bagian yang penting dalam pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya. Hal ini membantu anak menghargai dan memahami warisan budaya mereka sendiri.</li><li>Mengembangkan kesadaran lintas budaya: Penting untuk membantu anak mengembangkan pemahaman dan penghargaan terhadap keragaman budaya yang ada di sekitar mereka. Mengajarkan toleransi, empati, dan penghormatan terhadap perbedaan budaya dapat membantu anak berinteraksi dengan baik dalam masyarakat yang multikultural.</li></ul><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div>#Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</div><div><br></div><div>Pertimbangan terhadap kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan anak penting karena keduanya memiliki dampak signifikan pada perkembangan dan keberhasilan murid. Karena alasan inilah&nbsp; mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan kedua aspek tersebut:</div><div><br></div><ol><li>Kodrat Alam:</li></ol><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp;- Memahami kodrat alam, yaitu sifat dasar manusia dan prinsip-prinsip perkembangannya, hal ini membantu pendidik atau orang tua dalam merancang pendekatan pembelajaran yang sesuai. Karena hakikatnya individu memiliki keunikan dan bakat yang berbeda-beda, dan pendidikan yang mempertimbangkan kodrat alam menghargai perbedaan ini.</div><div>&nbsp; &nbsp;- Dengan mempertimbangkan kodrat alam, pendidik dapat mengakomodasi kebutuhan fisik, emosional, dan intelektual murid. Hal ini termasuk memastikan bahwa lingkungan belajar mendukung kesehatan dan kesejahteraan murid, serta memberikan tantangan yang sesuai dengan tingkat perkembangan mereka.</div><div>&nbsp; &nbsp;- Memperhatikan kodrat alam juga berarti mengembangkan potensi dan bakat individu secara optimal. Mendukung keberhasilan murid dalam bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka akan membantu mereka meraih kepuasan diri dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal.</div><div><br></div><ol><li>Kodrat Zaman:</li></ol><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp;- Mempertimbangkan kodrat zaman dalam pendidikan penting karena dunia terus berubah, termasuk perkembangan teknologi, sosial, dan budaya. Pendidikan yang relevan dengan kodrat zaman membantu murid memahami dan menghadapi tantangan yang dihadapi di era modern ini.</div><div>&nbsp; &nbsp;- Dengan memperhatikan kodrat zaman, guru dapat mempersiapkan murid untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja saat ini. Ini termasuk keterampilan digital, keterampilan berpikir kritis, kerjasama, dan kreativitas.</div><div>&nbsp; &nbsp;- Kodrat zaman juga mencakup pemahaman tentang isu-isu sosial dan lingkungan yang relevan. Pendidikan yang mempertimbangkan kodrat zaman membantu murid menjadi warga negara yang sadar dan bertanggung jawab, serta mempersiapkan mereka untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.</div><div><br></div><div>Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, pendidikan dapat menjadi lebih holistik dan relevan bagi perkembangan murid. Pendekatan yang menghormati sifat dasar manusia dan mengakui perubahan zaman akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan optimal dan pemahaman yang mendalam pada masa sekarang dan masa depan murid.</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div>#Apa relevansi pemikiran KHD <em>“Pendidikan yang berhamba pada anak”</em> dengan peran saya sebagai pendidik?</div><div><br></div><div>Pemikiran Konsep Hidup Dalam (KHD) "Pendidikan yang berhamba pada anak" memiliki hubungan yang kuat dengan peran Anda sebagai pendidik. Konsep ini menekankan pentingnya menjadikan anak sebagai fokus utama dan menghormati hak-hak, kebutuhan, dan potensi mereka dalam proses pendidikan.&nbsp;</div><div><br></div><div>Dalam peran guru sebagai pendidik yang menerapkan pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba pada anak," guru berkontribusi pada pembentukan generasi yang berpotensi, berdaya saing, dan berperan aktif dalam masyarakat. Melalui pendekatan ini, guru memberikan pengalaman belajar yang relevan, bermakna, dan memperhatikan kebutuhan dan potensi anak-anak yang Anda layani.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 08:11:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668540599</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668544505</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2113267269/772ade1b591189106420ff29d0bcf9e1/Eksplorasi_Konsep_Modul_1_1.pdf" />
         <pubDate>2023-08-22 08:16:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668544505</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668547361</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Makna menuntun menurut saya adalah mendampingi dan mengantar siswa dalam proses pembelajaran ke menuju sebuah tujuan pembelajaran dengan bimbingan dari pendidik.<strong><br><br>2.</strong>Makna&nbsp; menuntun dalam mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya menurut saya adalah&nbsp;<br>memperkenalkan anak pada budaya-budaya yang ada di daerah sekitar bahkan jika memungkinkan anak terlibat dalam kegiatan budaya tersebut dengan di dampingi oleh pendidik (guru).<br><br>3.Karena keterampilan yang harus dikuasai siswa terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan siswa yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya.<br><br>4. Relevansi pemikiran KHD bagi saya sebagai pendidik yaitu mendidik bukan</div><div>hanya sekedar&nbsp; memberikan sebuah materi melainkan juga mengajar tentang</div><div>kepribadian sikap perilaku yang berkarakter serta budi pekerti baik. Selain itu&nbsp;</div><div>memberikan pengajaran dengan bahagia yang berpusat pada anak dan mewujudkan merdeka belajar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 08:20:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668547361</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban :</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668549195</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; Menuntun adalah mendampingi dan mengantar anak ke sebuah tujuan dengan bimbingan.&nbsp;<br>2. Makna kata menuntun dalam konteks sosial budaya didaerah saya berarti membawa seseorang ke kepada suatu hal yang baik untuk hidup di masyarakat, pendidik memberikan pembelajaran yang sesuai dengan budaya yang ada di lingkungan anak, contoh budaya seren taun, anak anak dikenalkan dan ikut dilibatkan dalam kegiatan tersebut supaya anak anak mengenal budayanya.<br>3. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat ala dan kodrat zaman. Kodrat alam artinya pembelajaran disesuaikan dengan lingkungannya agar dapat bertahan hidup sesuai kondisi geografis dilingkungannya. Kodrat zaman artinya pembelajaran harus disesuaikan dengan keadaan sekarang yaitu menuju pendidikan abad 21 dimana dalam pembelajaran menggunakan teknologi dan informasi.<br>4. Pendidikan yang menghamba pada anak. Sebagai pendidik saya harus bisa mengabdikan diri untuk melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 08:22:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668549195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban Pertanyaan Pemantik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668555282</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Menuntun adalah mendampingi dan mengantar anak ke sebuah tujuan dengan bimbingan<br>2. Untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah&nbsp; Saya, saya harus bisa berusaha mempengaruhi karakter watak pada masing- masing dari peserta didik saya. Dalam membentuk karakter peserta didik kita harus menunjukkan keteladanan, dan memberi contoh yang baik kepada peserta didik. Misalnya saya seorang guru di SDN Banara jaya, lahir dan tinggal di kp. Banara jaya. secara otomatis saya menjadi model atau pigur bagi anak dan lingkungan saya. memperlihatkan prilaku yang baik. dan contoh ke teladaan yang mendidik murid saya. saya harus menunjukkan contoh yang baik ketika berbicara, menyampaikan materi, bersosialisasi,&nbsp; di masyarakat bertoleransi, menghargai orang sekitar, memperkenalkan budaya yang ada pada daerah sini dan lain sebagainya. Pendidikan tersebut akan membentuk pribadi anak menjadi manusia yang baik, manusia yang paham mengenai budaya yang ada didaerahnya, menjadi pribadi yang&nbsp; baik suka menolong dan membantu sesama, serta bisa berguna bagi masyarakat sekitar, bangsa, dan juga negara.<br>3. Pada Hakikatnya anak sudah mewarisi bakat dan minat masing masing. oleh sebab itu menurt saya kita sebagai pendidik harus bisa menyesuaikan cara membingbing anak dengan menyesuaikan kultur budaya masing masing lingkungan sekolah dan mengikuti zaman&nbsp;<br>4. Memanusiakan manusia, Sudah menjadi keharusan seorang pendidik itu melayani dan mencukupi kebutuhananak. dimana kebutuhan anak yang dimaksud disini adalah kebutuhan tentang akademik dannon akademik mereka. dimana kebutuhan antar anak tidak sama karena sesuai bakat dan minat yang dimiliki juga tidak sama. tapi kita tidak boleh membeda beda kan. kita harus bisamelengkapi dan mencukupi kebutuhan mereka sehingga mereka bisa tumbuh kembang denganbakat-bakat yang mereka kuasai</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 08:30:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668555282</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668557607</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2113291492/56119902189eb412f39512ea5326aec5/Eksplorasi_Konsep_Modul_1_1.pdf" />
         <pubDate>2023-08-22 08:33:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668557607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban Pertanyaan Pemantik</title>
         <author>munajahsiti87</author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668566876</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Menuntun adalah mengajak, memberikan arahan dan memberikan contoh kepada murid-murid untuk bisa merubah dan memperbaiki tingkah laku.<br>2. menuntun dalam sosial budaya, peserta didik bisa menyaring pengaruh-pengaruh dari luar yang sesuai dengan kebudayaan kita. saya harus bisa mengikuti gaya pembelajaran abad 21 kepada peserta didik dengan metode student center. dan memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk eksplor materi dari berbagai sumber yang relevan dengan tetap memperhatikan etika dan kebudayaan daerah.&nbsp;<br>3. karena alam setiap daerah berbeda-beda dan zaman dinamis terus mengalami perubahan, jadi proses pembelajaran kita harus sesuai dengan alam dan zaman.<br>4. Pendidikan yang menghamba pada anak&nbsp; menekankan pada minat, kebutuhan dan kemampuan individu, menghadirkan model dan metode belajar yang menggali motivasi dan menjadikan peserta didik nomor satu di dalam proses pembelajaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 08:44:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668566876</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eksplorasi Konsep Modul 1.1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668576660</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Menuntun menurut saya adalah kita membersamai atau membimbing anak dalam mencapai tujuan pendidikannya sebgagai manusia yang merdeka dengan kodrat yang dimiliknya.&nbsp;<br>2. Mendampingi anak agar dapat menerima pendidikan dan pengajaran sesuai sosial budaya sekitar yang baik dan beradab. Serta mampu menyaring budaya luar yang tidak sesuai dengan sosial budaya Indonesia.<br>3. Karena kodrat alam setiap anak berbeda dan kodrat zaman yang berubah secara dinamis maka pendidikan harus menyesuaikan.<br>4. Pendidik atau guru harus mampu memberikan pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan karakteristik anak yang berbeda-beda.<br>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 08:56:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668576660</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eksplorasi Konsep Modul 1.1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668603506</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; Menuntun yaitu mendampingi dan mengantarkan anak pada tujuan hidupnya. Sebagai pendidik kita harus berkolaborasi dengan siswa, memberikan ruang berpikir kritis, menggali dan mengarahkan potensi anak.<br><br>2. Guru berperan sebagai pelopor, pemberi&nbsp; teladan&nbsp; yang&nbsp; senantiasa &nbsp; sadar terhadap pikiran, &nbsp; perkataan, &nbsp; dan &nbsp; tindakannya. Karena kita sebagai contoh bagi mereka, jadilah guru yang menjadi panutan bagi siswanya.<br><br>3. Agar anak bisa mengetahui tentang dirinya, potensi dan kemampuan yang bisa mereka kembangkan dalam memenuhi tuntutan zaman.<br><br>4. Berhamba pada anak artinya mementingkan kepentingan anak dari segalanya, guru mampu memfasiliatsi untuk mengembangkan potensi anak. Mengarahkan sesuai dengan keinganannya, tugas kita hanya memberi dukungan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 09:31:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668603506</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban pertanyaan pemantik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668622714</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Menuntun adalah memberikan bimbingan kepada siswa dengan mengarahkan dan mempasilitasi siswa agar dan mengembangkan keunikan dan kelebihan yang mereka miliki untuk menyongsong masa depannya.<br>2. menuntun dalam sosial budaya Peserta didik dengan budaya dan keunikan yang beragam diberikan kebebasan untuk mengembangkan&nbsp; keunikannya yang dikaitkan dengan budaya setempat. kita tidak bisa memaksakan kemampuan siswa ntuk sama.<br>3. setiap anak pada dasarnya dilahirkan dengan kodra atau bakat yang Allah karuniakan secara berbeda-beda. kita sebagai pendidik harus menghargai kodrat alam yang dimiliki&nbsp; setiap anak dengan membimbing dan mengarahkan agar klebihan yang dia miliki dapat menonjol sehingga dapat menyesuaikan dengan kemajuan zaman,&nbsp;<br>5. kita harus menghamba kepada siswa artinya kita harus menjadikan  siswa sebagai orientasi utama dalam penyellenggraan pendidikan.kita sebagai guru harus bisa menyesuaikan metode ,materi dan lain-lain yang berhubungan dengan pembelajaran ssuai dengan ability yang dikuasai siswa.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 10:01:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668622714</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1.Menuntun adalah mendampingi  dlm proses belajar sesuai kebutuhan belajar peserta didik yg unik menuju manusia yg bertakwa, beradab dan mengembangkan potensi diri nya sesuai dengan kemajuan zaman </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668670712</link>
         <description><![CDATA[<div>2. Menuntun berdasar konteks sosial budaya saya adalah pendekatan yang saya gunakan dlm proses belajar haruslah pendekatan yg menarik dan variatif serta menggunakan sistem among mengingat sekolah yg menjadi tempat tugas saya adalah sekolah penggerak yg menuntut pendidik harus tergerak, bergerak dan menggerakan serta sinergi bersama orang tua .selain itu sistem among yg digunakan sejalan dgn sekolah ramah anak yg menjadi jargon SDN Ciomas ini .<br>3. Setiap anak berbeda dlm kemampuan , bakat dan minat dalam dirinya, kecerdasan yg dimiliki siswa pun berbeda beda, dlm pendekatan belajar perlu memperhatikan keunikan tersebut dengan memperhatikan kemajuan zaman , agar peserta didik dapat berkembang mengikuti perkembangan zaman .<br>4.pendidikan yang berhamba pd anak, artinya pendidikan yg menyesuaikan kebutuhan peserta didik nya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 11:16:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668670712</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban Pertanyaan Pemantik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668726299</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Menurut saya menuntun adalah membimbing, mengarahkan, memandu dan juga memfasilitasai anak dalam kegiatan belajar. karena kata menuntun juga memberi arti mengarahkan bukan memerintah. setiap anak itu unik dan memiliki karateristiknya masing-masing, sehingga sebagai guru tugas kita adalah menjadi pembimbing mereka dalam mengenali diri dan juga potensi yang dimiliki, sehingga dapat optimal apa yang ada pada dirinya.<br><br>2. Memahami dan memaknai perbedaan yang dimililiki oleh masing-masing individu peserta didik dengan keunikan yang dibawanya. mengeksplorasi terlebih dahulu apa yang menjadi minat dan bakat peserta didik yang akan menjadi modal awal sehingga bisa berkolerasi dengan sosial budaya yang ada disekitar. sehingga kita dapat memaksimalkan minat serta bakat yang dimiliki dengan kegiatan positif yang berhubungan dengan sosial budaya.<br><br>3. Karena setiap anak memiliki kebutuhan dan karakter yang berbeda-beda.<br>beda zaman beda pula kebutuhan yang diperlukan.<br>misal seorang anak yang tinggal di daerah pegunungan akan berbeda cara belajar dan sumber belajar yang ia dapatkan dengan anak-anak yang berada di kota atau di darah pantai, karena pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang dilakukan secara kontekstual.<br>jika kodrat zaman kita tidak bisa paksakan cara belajar yang kita terima dulu oleh bapak ibu guru kita ketika masih bersekolah dengan sekarang, dengan perkembangan IPTEK anak-anak sekarang sudah menjadi generasi digital native yang artinya generasi yang lahir dan tumbuh ditengah perumbuhan dan internet yang pesat. dimana generasi ini juga memiliki ketergantungan perangkat teknologi.&nbsp;<br><br>4. "Pendidikan yang berhamba pada anak' dengan relevansi peran saya sebagai pendidik adalah dengan mengenal karakteristik, potensi dan cara belajar yang dimiliki oleh peserta didik itu berbeda-beda. bagaimana cara kita sebagai pendidik untuk dapat memenuhi kebutuhan yang dimiliki oleh peserta didik adalah dengan mengadakan diagnostik awal pada pembelajaran sehingga kita mampu mengenali kemampuan awal peserta didik dan membantu mencari metode serta pembelajaran yang sesuai bagi peserta didik sehingga pembelajaran dapat diterima dengan baik.<br>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 12:28:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/spasr2528/5re2n1njw6z0at2s/wish/2668726299</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
