<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>harmoni dalam keberagaman by aulia salsabila</title>
      <link>https://padlet.com/auliasalsabila3111/5kbqsthoc8zez7a2</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-01-08 02:48:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-01-15 02:00:57 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>SUKU SASAK</title>
         <author>auliasalsabila3111</author>
         <link>https://padlet.com/auliasalsabila3111/5kbqsthoc8zez7a2/wish/3283258616</link>
         <description><![CDATA[<p>Suku Sasak adalah masyarakat asli yang mendiami Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lombok diapit oleh Pulau Bali dan Sumbawa yang dipisahkan dengan Selat Lombok dan Selat Alas, Mataram menjadi kota tersibuk dan terpadat di pulau Lombok— Ibukota Propinsi NTB.</p><p>Nama Sasak berasal dari kata sak-sak yang berarti sampan. Hal ini dipercaya karena nenek moyang Suku Sasak datang ke Pulau Lombok menggunakan sampan.</p><p>Nama Sasak berasal dari kata sak-sak yang berarti sampan. Suku Sasak merupakan pencampuran antara penghuni asli Pulau Lombok dengan Suku Jawa yang datang dari kerajaan Mataram Kuno.Nama Sasak berasal dari kata sah yang berarti pergi dan shaka yang berarti leluhur.</p><p>Sebagian besar suku Sasak beragama Islam, uniknya pada sebagian kecil masyarakat suku Sasak, terdapat praktik agama Islam yang agak berbeda dengan Islam pada umumnya yakni Islam Wetu Telu, tetapi hanya berjumlah sekitar 1% yang melakukan praktik ibadah seperti itu. Ada pula sedikit warga suku Sasak yang menganut kepercayaan pra-Islam yang disebut dengan nama "Sasak Boda".</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3242761394/9961e3bd9e1a49317c34393a95086f37/6124daab1965f.jpg" />
         <pubDate>2025-01-08 02:52:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/auliasalsabila3111/5kbqsthoc8zez7a2/wish/3283258616</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Makanan, Pakaian Adat, Kesenian Daerah, Rumah Adat, Dan Kebiasaan Adat Khas Suku Sasak</title>
         <author>auliasalsabila3111</author>
         <link>https://padlet.com/auliasalsabila3111/5kbqsthoc8zez7a2/wish/3283266518</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><blockquote><p><strong>MAKANAN</strong></p></blockquote><p>Pencok geranggang merupakan Makanan yang terbuat dari pencok (makanan kukus seperti lontong) dan geranggang (rumput laut). Pencok geranggang biasanya disajikan dengan kuah santan, sambal tomat, plecing kangkung, atau minyak panas dengan perasan jeruk limau.</p><p>Pencok dalam masakan adat Sasak merupakan makanan yang dikukus seperti lontong dan disajikan dengan kuah santan atau sambal tomat. Pencok geranggang sendiri biasanya dibungkus menggunakan plastik maupun daun pisang seperti lontong. Penjual pencok geranggang ini ramai ditemukan di pasar Lombok Timur, hingga sering juga disebut sebagai kuliner khas Lombok Timur.</p><p><br></p><blockquote><p><strong>PAKAIAN</strong> </p></blockquote><p>Pakaian adat suku Sasak terdiri dari dua jenis, yaitu baju lambung untuk wanita dan baju pegon untuk pria.</p><p>Baju pegon adalah baju adat tradisional suku sasak yang di gunakan oleh kaum laki-laki pada saat upacara-upacara adat suku sasak seperti Nyongkolan,Mesejati, Selabar dan upacara adat lainnya, baju Lambung Pakaian adat khas wanita Sasak yang biasanya dikenakan pada acara adat atau upacara penting.</p><p><br></p><blockquote><p><strong>KESENIAN DAERAH</strong></p></blockquote><p>Salah satu kesenian adat masyarakat suku Sasak ialah kesenian gendang beleq. Kesenian gendang beleq adalah tari tradisional dan musik orkestra yang berkembang di pulau Lombok. Kesenian yang memadukan tari tradisional dan musik orkestra. Gendang Beleq memiliki fungsi sebagai hiburan, presentasi estetis, dan sarana komunikasi.</p><p><br></p><blockquote><p><strong>RUMAH ADAT</strong></p></blockquote><p>Rumah adat suku Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, disebut Bale Sasaq. Rumah adat ini memiliki ciri-ciri khas dan makna filosofis yang mencerminkan kearifan lokal dan adaptasi terhadap lingkungan alam.Rumah adat bale menjadi salah satu rumah adat dengan bentuk arsitektur unik khas Lombok dan masih bertahan hingga saat ini. Sarat akan makna filosofis, rumah adat bale menjadi bukti tingginya falsafah hidup masyarakat Lombok, khususnya suku Sasak.</p><p><br></p><blockquote><p><strong>KEBIASAAN ADAT</strong></p></blockquote><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/wtlmKz8QHic?si=7IiS6r-kR86WlG5N">Tradisi kawin culik </a>atau Merariq Suku Sasak memiliki tradisi pernikahan yang unik yaitu kawin lari atau Merariq. Dalam tradisi ini, calon mempelai pria akan ‘menculik’ calon mempelai wanita selama 3 hari ke tempat tertentu tanpa sepengetahuan dari orang tuanya. Setelah itu orang tua calon mempelai wanita akan ‘menebus’ anaknya dan melanjutkan pembicaraan mengenai pernikahan kedua mempelai.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3242761394/41e035b5369b80047c0ee4550f347ff5/20250108_101651_782.jpg" />
         <pubDate>2025-01-08 02:58:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/auliasalsabila3111/5kbqsthoc8zez7a2/wish/3283266518</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nilai Budaya Yang Di Bangun Dari Kebiasaan Masyarakat Suku Sasak</title>
         <author>auliasalsabila3111</author>
         <link>https://padlet.com/auliasalsabila3111/5kbqsthoc8zez7a2/wish/3283275604</link>
         <description><![CDATA[<p>Nilai-nilai yang dibangun dari kebiasaan adat suku Sasak di Lombok mencerminkan budaya yang kaya akan kearifan lokal. Beberapa nilai utama yang muncul dari adat istiadat suku Sasak adalah:</p><p><br></p><blockquote><p><strong>1. Gotong Royong (Bersama-sama)</strong></p></blockquote><p>Kebiasaan seperti begawe (kerja bersama) menunjukkan nilai gotong royong yang tinggi dalam masyarakat Sasak, terutama saat ada acara seperti pernikahan atau kegiatan adat lainnya.</p><blockquote><p><strong>2. Saling Menghormati</strong></p></blockquote><p>Nilai menghormati sesama terlihat dari sikap sopan santun dalam berbicara dan bertindak, terutama kepada orang yang lebih tua atau pemimpin adat.</p><p><br></p><blockquote><p><strong>3. Religiusitas</strong></p></blockquote><p>Sebagian besar masyarakat Sasak memegang teguh ajaran agama, khususnya Islam, yang berpadu dengan tradisi lokal seperti nyongkolan atau upacara adat lainnya.</p><p><br></p><blockquote><p><strong>4. Keharmonisan dan Keselarasan</strong></p></blockquote><p>Adat suku Sasak menekankan pentingnya hidup harmonis dengan alam dan sesama, seperti dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.</p><p><br></p><blockquote><p><strong>5. Kehormatan dan Harga Diri</strong></p></blockquote><p>Nilai ini terlihat dalam adat merariq (pernikahan adat Sasak), yang menjaga martabat keluarga melalui tata cara yang sesuai adat.</p><p><br></p><blockquote><p><strong>6. Kebersamaan dalam Keberagaman</strong></p></blockquote><p>Suku Sasak menghormati keberagaman dengan menjaga hubungan baik dengan komunitas lain di sekitarnya.</p><p><br></p><p>Nilai-nilai ini membentuk fondasi budaya masyarakat Sasak yang kuat dan khas.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3242761394/e13e63fef2be5b745226a4047712b1e1/suku_sasak_dbca34ae9018ce7ee734c1fb65438028.jpg" />
         <pubDate>2025-01-08 03:08:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/auliasalsabila3111/5kbqsthoc8zez7a2/wish/3283275604</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
