<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Fenomena Sosiologi by Pramana Herjati Putra Dionchi</title>
      <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r</link>
      <description>Ceritakan fenomena apa yang dapat dikaji oleh sosiologi</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-20 06:35:38 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-04-15 02:29:11 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Flexing</title>
         <author>dionchi</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3546627505</link>
         <description><![CDATA[<p>Sosiologi dalam fenomena flexing berfokus kepada bagaimana masyarakat digital di Indonesia terpengaruh interaksi media sosial untuk mendapatkan validasi dari individu dan kelompok yang berguna untuk mendapatkan status sosial</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1650508963/e4544238867c9fea5dc39d63de5ff21a/ssstik_io__trader_simplefx_1755541556095.mp4" />
         <pubDate>2025-08-18 18:57:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3546627505</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Blindbox shopping (Pop Mart)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3548273507</link>
         <description><![CDATA[<p>Dari sisi psikologis, fenomena blindbox shopping dapat memunculkan dopamine rush, FOMO, dan addictive behaviour. </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4242106777/50af64c676fcb23b9efa8cc25e828efb/Screenshot_2025_08_20_08_05_39.png" />
         <pubDate>2025-08-20 01:22:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3548273507</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Citayam Fashion Week (CFW)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3548273519</link>
         <description><![CDATA[<p>Di pandangan sosiologi anak-anak Citayam Fashion Week bisa mengekspresikan diri secara bebas melalui cara berpakaiannya dan bisa berinteraksi dengan masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://i.ytimg.com/vi/l2Rk3Z-JNH8/maxresdefault.jpg" />
         <pubDate>2025-08-20 01:22:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3548273519</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dubai Chocolate 🍫💚🌰</title>
         <author>danishaumara1</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3548275103</link>
         <description><![CDATA[<p>Ekonomi dalam fenomena Dubai Chocolate menimbulkan angka <em>scarcity </em>yang melunjak dimana suatu produk tersebut menjadi langka karena produksi yang terbatas dan bahan baku yang premium</p><p><br/></p><p>#FOMO🔥 #DubaiChocolate🍫✨ </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4242107042/0b6a9a3030e0f42f9b395335caf452a7/coklat_dube.jpg" />
         <pubDate>2025-08-20 01:23:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3548275103</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JJ PTN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3549577456</link>
         <description><![CDATA[<p>Sisi Sosiologi: mengubah momen yang seharusnya sangat individual (pengumuman kelulusan) menjadi sebuah peristiwa kolektif. Keluarga, teman, dan bahkan warga media sosial berkumpul untuk memberikan dukungan.</p><p><br></p><p>Sisi Psikologi: Ledakan kegembiraan setelah dinyatakan lulus adalah bentuk pelepasan emosi yang sangat sehat. Di era digital, berbagi momen bahagia adalah bentuk pencarian validasi sosial.</p><p><br></p><p>Sisi Ekonomi: Bimbel dengan cepat memanfaatkan JJ PTN sebagai alat pemasaran. Mereka sering membintangi atau mensponsori video JJ PTN siswa-siswa mereka yang lolos ke PTN favorit. "Ikut bimbel kami, peluang kamu 'JJ PTN' impian lebih besar!" Inilah yang mungkin terjadi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.google.co.id/imgres?q=UI%20ITB%20UGM&amp;imgurl=https%3A%2F%2Fwww.tiktok.com%2Fapi%2Fimg%2F%3FitemId%3D7408155406444285189%26location%3D0%26aid%3D1988&amp;imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.tiktok.com%2F%40himatikaitb%2Fvideo%2F7408155406444285189&amp;docid=dMqfjr6lFV9BvM&amp;tbnid=O0ORinkzh8ZVPM&amp;vet=12ahUKEwjMi6_L2JqPAxVKyjgGHeWKMnAQM3oECCoQAA..i&amp;w=540&amp;h=960&amp;hcb=2&amp;ved=2ahUKEwjMi6_L2JqPAxVKyjgGHeWKMnAQM3oECCoQAA" />
         <pubDate>2025-08-21 01:11:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3549577456</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pokemon Cards</title>
         <author>kevinmuhamad1</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3763930960</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam beberapa tahun terakhir, kartu Pokemon telah berkembang dari sekadar permainan anak-anak menjadi fenomena sosial yang menarik perhatian berbagai kalangan. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa ikut terlibat dalam aktivitas mengoleksi, menukar, dan memperjualbelikan kartu Pokemon.</p><p>Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya populer dapat membentuk pola interaksi sosial. Kartu Pokemon bukan hanya benda koleksi, tetapi juga menjadi alat komunikasi yang mempererat pertemanan, membangun komunitas, dan menciptakan identitas sosial di antara para penggemarnya.</p><p>Namun, di balik sisi positif tersebut, muncul pula tantangan sosial seperti perilaku konsumtif, persaingan berlebihan, serta tekanan untuk memiliki kartu langka demi pengakuan sosial. Hal ini menuntut kesadaran agar hobi tetap dijalani secara sehat dan seimbang.</p><p>Fenomena kartu Pokemon mencerminkan bagaimana tren global dapat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat, sekaligus mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam mengikuti arus popularitas. Contohnya seperti kartu pokemon yang ada difoto adalah salah satu kartu pokemon termahal di dunia yang harganya senilai 5,5 Juta Dollar yang dimiliki logan paul</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5082867177/e754291070b413e7c7ba5a5dee5afbb9/624bbf4985ea9.jpg" />
         <pubDate>2026-01-26 05:07:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3763930960</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Velocity 🤟😜🤘</title>
         <author>raqibfaqihan1</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3763936675</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Sosiologi:</strong><br>Fenomena <em>velocity</em> di TikTok (joget-joget) muncul karena adanya budaya ikut tren di media sosial. Banyak orang ngikutin bukan karena jago joget, tapi karena pengen dianggap update dan nggak ketinggalan. Media sosial bikin satu tren cepat menyebar dan jadi tekanan sosial halus: kalau orang lain ikut, kita merasa perlu ikut juga biar tetap relevan.</p><p><br/></p><p><strong>Ekonomi:</strong><br>Dari sisi ekonomi, tren <em>velocity</em> dimanfaatkan sebagai peluang. Banyak konten dibuat untuk dapet views, likes, dan followers yang nantinya bisa jadi uang lewat endorse atau kerja sama. Tren joget ini menunjukkan bahwa perhatian orang di media sosial punya nilai ekonomi, sehingga semakin viral sebuah tren, semakin besar peluang keuntungannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5082857799/f43133055ae8ed7647b9a88ec7b9db99/images__4_.jpeg" />
         <pubDate>2026-01-26 05:14:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3763936675</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>mghanivy1</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3764495587</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Fenomena PayLater</strong> adalah sistem pembayaran yang memungkinkan seseorang membeli barang sekarang dan membayarnya di kemudian hari. PayLater banyak digunakan oleh remaja dan anak muda karena dianggap praktis dan mudah.</p><p>Salah satu alasan penggunaan PayLater adalah <strong>gengsi</strong>. Banyak orang ingin terlihat mengikuti tren, memiliki barang bermerek, atau tidak kalah dari teman-temannya. Akibatnya, PayLater digunakan bukan karena kebutuhan, tetapi untuk menjaga citra dan pengakuan sosial.</p><p>Fenomena ini menunjukkan adanya <strong>perilaku konsumtif</strong>, di mana seseorang lebih mementingkan penampilan dan status sosial dibandingkan kemampuan ekonomi. Jika tidak dikendalikan, penggunaan PayLater dapat menyebabkan masalah keuangan dan menumbuhkan kebiasaan berutang sejak usia muda.</p><p>Oleh karena itu, penggunaan PayLater perlu disertai sikap bijak agar tidak menimbulkan dampak sosial yang merugikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5082830222/9eef3b27f8b088a77bdb03bc37fea008/download.jpeg" />
         <pubDate>2026-01-26 12:21:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3764495587</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Labubu menjadi tren viral.</title>
         <author>naufalrian1</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3764627192</link>
         <description><![CDATA[<p>Titik balik langsung popularitas Labubu adalah ketika Lisa, anggota grup K-pop Blackpink yang sukses secara global, difoto dengan gantungan kunci Labubu yang terpasang di tasnya, lalu mengunggah cerita dan foto dengan versi boneka yang lebih besar di Instagram-nya pada April 2024. Ia memiliki pengikut global yang sangat besar, lebih dari 100 juta pengikut, sehingga penggunaan Labubu olehnya langsung membuat mainan tersebut dikenal luas. Akibatnya, toko-toko dipenuhi hingga antrean mengular hingga ke terik matahari. Inilah yang disebut rasa takut ketinggalan (FOMO), apa yang dulunya merupakan aksesori idola kini menjadi tren, di mana orang ingin memiliki hal yang sama.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://robbreport.com/style/accessories/labubu-trend-explained-1236819184/" />
         <pubDate>2026-01-26 14:01:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3764627192</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BLOK M</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3768511262</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam pandangan sosiologi, Blok M dipahami sebagai ruang sosial yang membentuk dan mereproduksi perilaku anak muda. Nongkrong di Blok M bukan hanya aktivitas individu, melainkan praktik sosial yang berkaitan dengan identitas, status sosial, dan norma kelompok. Popularitas Blok M menjadikannya standar nongkrong karena didukung oleh budaya konsumsi dan media sosial, sehingga ruang ini berfungsi sebagai sarana pengakuan sosial serta penanda posisi anak muda dalam struktur sosial perkotaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5105082468/0c23adffc714eca9d48838c6865ef339/Screenshot_2026_01_29_08_36_18.png" />
         <pubDate>2026-01-29 01:43:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3768511262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fenomena photobooth di kawasan Braga, Bandung</title>
         <author>athiyyahandina1</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3768513227</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Fenomena photobooth di kawasan Braga, Bandung</strong>, menjadi tren sosial yang ramai diperbincangkan pada media sosial karena banyak pengunjung rela mengantri demi mendapatkan foto estetik yang unik. Photobooth, terutama yang menawarkan hasil cetak koran atau desain kreatif, bukan hanya sekadar fasilitas foto tetapi telah menjadi pengalaman sosial baru yang mencerminkan identitas digital anak muda zaman sekarang. Banyak orang tertarik ke photobooth bukan hanya untuk dokumentasi pribadi, tetapi untuk memperlihatkan citra diri mereka yang kreatif dan kekinian di platform media sosial. </p><p><br></p><p><strong>Dari sisi ekonomi</strong>, photobooth ini menjadi komoditas pengalaman yang menarik pengunjung lokal maupun wisatawan, sehingga meningkatkan perputaran ekonomi kawasan Braga melalui jasa foto, kuliner, dan belanja lokal lainnya. Photobooth juga mendorong berkembangnya bisnis kreatif lain yang terkait dengan fotografi dan konten visual, membantu memperkuat ekonomi kreatif di Bandung. Ini menunjukkan hubungan erat antara tren sosial modern dan dinamika ekonomi lokal dalam era digital.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5105005393/07d9ad392a7a16d0c5b98a73c20052f4/Screenshot_2026_01_29_08_42_03.png" />
         <pubDate>2026-01-29 01:45:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3768513227</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Barang branded</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3768541967</link>
         <description><![CDATA[<p>Fenomena penggunaan barang branded mencerminkan bagaimana konsumsi tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan identitas sosial. Dalam perspektif sosiologi, barang bermerek dapat menjadi simbol status yang digunakan individu untuk menunjukkan posisi sosial dan memperoleh pengakuan dari lingkungan sekitarnya. Media sosial memperkuat fenomena ini dengan menjadikan barang branded sebagai alat untuk merepresentasikan diri mereka terutama di kalangan generasi muda.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5105182606/d4fd4d80395cd0b63c967194793a7ec7/image.png" />
         <pubDate>2026-01-29 02:11:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3768541967</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bomboloni (Doughnut) 🥯</title>
         <author>ksatriahakeem</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3850066046</link>
         <description><![CDATA[<p>Bomboloni atau Donat isian menjadi salah satu tren makanan yang meledak di Indonesia saat ini.</p><p><br/></p><p>: Dari sisi Ekonomi, Bomboloni merupakan produk yang efisien bagi produsen, terutama UMKM. Sebab teknik produksi yang mudah, bahan isian yang tergolong murah, juga efektif untuk strategi upselling.</p><p><br/></p><p>: Dari sisi Psikologi, Bomboloni menarik bagi konsumen. sebab ada kepuasan sensorik ketika otak melihat isian yang keluar saat digigit dan ditekan, pada cara otak merespon gula, ini menyebabkan pelepasan dopamin secara instan, meningkatkan antisipasi serta kesenangan saat di konsumsi.</p><p><br/></p><p>: Adapun dari sisi Sosiologi, Bomboloni dapat menjadi alat komunikasi di era digital, sebab Membeli bomboloni yang sedang viral dapat menunjukkan bahwa seseorang update terhadap tren,  juga Bomboloni menjembatani celah antara pasar roti dan pastry elit, sebab dapat ditemui di cafe mewah maupun toko roti biasa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5409764045/f84746f2f4de6c277f1e02004007379d/81a55cf5_c92e_47ba_be8d_dc3671aceea9_Go_Biz_20220925_043532.jpeg" />
         <pubDate>2026-04-02 03:14:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3850066046</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LIVE STREAMING BIGMO</title>
         <author>refatmahardika</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3850848315</link>
         <description><![CDATA[<p>Fenomena menonton siaran langsung yang dilakukan oleh Bigmo dapat dianalisis melalui pendekatan sosiologi, psikologi, dan ekonomi. Dari perspektif sosiologi, aktivitas ini mencerminkan perubahan pola interaksi sosial dalam masyarakat digital. Penonton tidak lagi harus bertemu secara langsung untuk membangun hubungan sosial, melainkan dapat berinteraksi melalui fitur komentar dan respons dalam siaran langsung. Hal ini memunculkan komunitas virtual yang memiliki norma dan budaya tersendiri, seperti kebiasaan memberikan komentar secara aktif, mengirim hadiah digital, serta mengikuti jalannya siaran dalam durasi yang panjang. Selain itu, muncul pula budaya popularitas di mana seorang kreator diposisikan sebagai figur publik yang memiliki pengaruh terhadap perilaku dan pola pikir penontonnya.</p><p>Dari sudut pandang psikologi, fenomena ini berkaitan erat dengan kebutuhan emosional dan perilaku individu. Menonton siaran langsung memberikan hiburan instan yang dapat memicu pelepasan hormon dopamin, sehingga menimbulkan rasa senang dan kecenderungan untuk terus menonton. Interaksi langsung antara penonton dan kreator juga menciptakan hubungan parasosial, yaitu perasaan kedekatan seolah-olah memiliki hubungan personal, meskipun sebenarnya bersifat satu arah. Selain itu, adanya kemungkinan komentar dibaca atau direspons oleh kreator dapat memenuhi kebutuhan individu untuk diakui. Namun, di sisi lain, fenomena ini juga berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan, gangguan pengelolaan waktu, serta keterlibatan emosional yang berlebihan.</p><p>Sementara itu, dalam perspektif ekonomi, aktivitas menonton siaran langsung merupakan bagian dari ekonomi digital yang berbasis pada perhatian (attention economy). Penonton tidak hanya berperan sebagai konsumen hiburan, tetapi juga sebagai sumber pendapatan bagi kreator melalui pemberian hadiah virtual, donasi, dan peningkatan jumlah penonton yang berdampak pada pendapatan dari iklan. Semakin tinggi tingkat interaksi dan durasi tontonan, semakin besar pula peluang keuntungan yang diperoleh kreator. Dengan demikian, fenomena ini menunjukkan bahwa perhatian dan waktu penonton memiliki nilai ekonomi yang dapat dikonversikan menjadi keuntungan finansial.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5409761947/d06ace25d040a882bdb79dbeb3223ecc/Screenshot_2026_04_02_21_00_10.png" />
         <pubDate>2026-04-02 14:00:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3850848315</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Peringkat dalam game Competitive.</title>
         <author>naufalazka</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3850882415</link>
         <description><![CDATA[<p>  Secara umum, manfaat adanya peringkat dalam game kompetitif adalah agar itu dapat menjadi indikator keterampilan (skills) seorang player dalam game tersebut.</p><p><br></p><p>tapi apakah hanya itu?</p><p><br></p><p> Dalam sisi psikologi, sistem rank dapat menjadi identitas sosial/ alat identitas seorang player atau bahkan alat motivasinya seseorang tetap memainkan game tersebut.</p><p><br></p><p>Dari perspektif sosiologis, peringkat dalam permainan kompetitif lebih dari sekadar indikator keterampilan teknis; peringkat tersebut bertindak sebagai mekanisme yang ampuh untuk <strong>stratifikasi sosial, penandaan status, dan pembentukan identitas</strong> dalam komunitas game</p><p><br></p><p>  Dari sisi ekonomi, memanfaatkan seberapa berarti nya sistem rank tersebut, para developer juga mengadakan event reset season untuk memancing partisipasi jangka panjang para pemain.</p><p><br></p><p>Terbuka juga alur perekonomian yang baru dengan adanya jasa joki dan juga Esport, yang  dimana menjadi ajang tontonan bagi seluruh pemain bahkan seorang amatiran, untuk menonton pemain professional (yang memiliki kasta teratas) menjadikan esport sebagai kasta tertinggi hirarki. Dan mewujudkan semangat2 baru.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5409764463/5f3a452c246923f5780a780d07a14b48/1_GSQ_aKvi_Wc4qHPRXASLQQ.webp" />
         <pubDate>2026-04-02 14:37:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3850882415</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Konser</title>
         <author>yusuffatih</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3856981725</link>
         <description><![CDATA[<p>Konser musik merupakan salah satu bentuk hiburan yang sangat populer di masyarakat modern. Dalam sebuah konser, para penggemar berkumpul untuk menyaksikan penampilan langsung dari idol atau musisi favorit mereka.</p><p><br/></p><p>Sosiologi : secara sosiologi, konser dilihat sebagai aktivitas sosial yang membentuk hubungan, komunitas, dan budaya penggemar</p><p><br/></p><p>Psikologi : secara psikologi, konser dilihat sebagai pengalaman emosional dan mental bagi individu.</p><p><br/></p><p>Ekonomi : secara ekonomi, konser dilihat sebagai kegiatan yang menghasilkan nilai ekonomi dan menggerakkan industri hiburan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5409766210/5fe1f85bb356436a658747d775446e01/64a202691b716_jkt48.webp" />
         <pubDate>2026-04-08 01:04:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3856981725</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pelari Kalcer</title>
         <author>farghanalbone1</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3858853142</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Sosiologi</strong>: lari dilihat sebagai <strong>kegiatan sosial dan gaya hidup</strong>. Banyak orang ikut komunitas lari, ikut event, atau karena pengaruh teman dan tren.</p><p><br/></p><p><strong>Psikologi</strong>: lari berkaitan dengan <strong>kondisi mental dan emosi</strong>. Bisa mengurangi stres, membuat perasaan lebih senang, dan meningkatkan kepercayaan diri.</p><p><br/></p><p><strong>Ekonomi</strong>: lari dilihat dari <strong>biaya dan manfaat</strong>. Ada pengeluaran (sepatu, baju, event) tapi juga manfaat seperti kesehatan yang lebih baik dan peluang bisnis dari olahraga lari.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5409767305/5f94ac15c8e3f12ba41d20d989e5d100/_run__strava.jpeg" />
         <pubDate>2026-04-09 01:08:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3858853142</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gultik (Gulai Tikungan)</title>
         <author>muhammadkaisan1</author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3863831453</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Sosiologi:</strong><br>Fenomena gultik menunjukkan budaya kuliner jalanan yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama anak muda. Tempat makan seperti Gulai Tikungan Blok M menjadi titik kumpul (tongkrongan) dan interaksi sosial. Viral di TikTok membuat gultik makin dikenal luas.</p><p><br/></p><p><strong>Ekonomi:</strong><br>Viralnya gultik meningkatkan pendapatan pedagang kaki lima. Banyak orang datang karena FOMO (ikut tren), sehingga terjadi peningkatan penjualan. Selain itu, konten kreator juga mendapat keuntungan dari views saat meliput kuliner ini.</p><p><br/></p><p><strong>Psikologi:</strong><br>Dari sisi psikologi, orang tertarik mencoba gultik karena rasa penasaran dan pengaruh tren (ikut-ikutan). Selain itu, makan di tempat sederhana tapi viral memberi kepuasan tersendiri dan pengalaman sosial yang unik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8d/Gultik.jpg" />
         <pubDate>2026-04-13 04:11:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3863831453</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tren Aura Farming: Dari Budaya Lokal ke Viral Global</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3867761008</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Sosiologi</strong>: aura farming dilihat sebagai <strong>perilaku sosial dan tren budaya digital</strong>. Banyak orang meniru gerakan tersebut karena viral di TikTok. Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana budaya lokal seperti Pacu Jalur bisa menyebar secara global karena pengaruh media sosial dan komunitas online.</p><p><br/></p><p><strong>Psikologi</strong>: aura farming berkaitan dengan <strong>kepercayaan diri dan kebutuhan pengakuan</strong>. Gerakan santai dan “cool” membuat orang tertarik untuk meniru agar terlihat keren. Selain itu, ada dorongan untuk mendapatkan perhatian, likes, dan merasa diterima dalam lingkungan sosial.</p><p><br/></p><p><strong>Ekonomi</strong>: aura farming dilihat dari <strong>peluang dan nilai ekonomi</strong>. Konten viral bisa menghasilkan uang melalui endorsement, views, dan iklan. Selain itu, budaya lokal yang viral dapat meningkatkan pariwisata dan membuka peluang bisnis di bidang digital maupun kreatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5478747747/8370106d36fb13459fdd98e337cf5c50/20250709043425.webp" />
         <pubDate>2026-04-15 02:29:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dionchi/5i3ikq08qclbnc3r/wish/3867761008</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
