<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KLP KLS XII IPS 3 by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa</link>
      <description>POLA KERUANGAN DESA KOTA</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2016-02-16 23:09:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-02 15:44:48 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Enrekang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388540784</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA:FADLY SHKAWALI N<br><br><br>Kabupaten Enrekang terkenal dengan sebutan Negeri Seribu Gua. Lo'ko Bubau merupakan salah satu goa yang sangat menakjubkan dengan stalaktit dan Stalakmit yang sunguh mempesona. Gua ini terletak di Desa Kandinge Kec. Baraka, 53 Km dari kota Enrekang.Sepanjang perjalanan di Cakke kami disuguhi pemandangan yang indah dan menakjubkan. Dangke adalah sejenis keju yang berasal dari susu kerbau yang difermentasi. Susu Kerbau direbus dengan campuran garam, dan sedikit getah buah pepaya. Getah pepaya sangat penting dalam pembuatan dangke karena berfungsi memisahkan protein dengan air sehingga dapat menggumpal. Di enrekang cakke terdapat wisata seperti lolai dll.dienrekang udaranya yg sejuk pemandangan yg sangat indah,disanapun terdapat makanan khas nya yaitu te’tekan.</div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-24 00:40:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388540784</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DESA TOMPOBULU,MAROS-MASALE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388544348</link>
         <description><![CDATA[<div>ARSHINTA PUTRI PRATAMA<br>Disini sy sebenarnya mau menceritakan kampung orang tua sy karna sy tdk punya kampung guys hehehe sy lahir di makassar ji dan saya akan menceritakan tentang kampung ortu sy yaitu DESA TOMPOBULU MAROS-MASALE yang bisa di tempuh dengan naik mobil, dulu waktu kecil waktu mau kesana itu jalanan masih rusak parah, jalanan berlobang,berbatu,becek tpi sekarang sudah diperbaiki dan sekarang bisa di tempuh dengan waktu yg sebentar. Di kampung / desa tompobulu ini masih sangat tradisional penduduknya yaitu dengan bertanam padi,berkebun jagung,jaga ternak, biasa kalau sy kesana sy biasa pergi ke sawah utk foto² dari kampung itu bisa di bilang kampung yg terpencil karna masih susah akses internet dan jaringan untuk mau menelpon org dan disini kampungnya masih asri kalian bisa lihat gunung lebih dekat,org² disana masih mencuci dan mandi di sungai. terus bahasanya yg mereka gunakan itu bukan bahasa indonesia seperti biasa tapi menggunakan bahasa disana seperti bahasa daerah makassar asli dan biasa saya kalau kesana itu tidak mengerti apa yg mereka bicara karna saya tdk tau bahasa yg mereka ucapkan. terus disana itu sekarang sudah masuk akses internet tpi tdk selancar yg dikota jaringannya dan disana juga dijadikan sebagai tempat diksar sekolah² tmpt penelitian pendidikan untuk sekolah dll. kayaknya hanya itu yg bisa sy ceritakan untuk kampung atau desa tompobulu tercintah 🌈🌼🙆💫🌻<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-24 00:54:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388544348</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa Kuok</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388546786</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Andil Putri Pratama<br>Kelas : XII IPS 3<br><br>Desa Kuok merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, provinsi Riau, Indonesia. Saya mengunjungi Desa ini dalam rangka PKL yang dilaksanakan oleh sekolah saya sebelumnya.<br><br>Desa ini terlihat cukup bersih dan tenang seperti desa - desa lain pada umumnya. Desa Kuok mempunyai penduduk yang secara keseluruhannya beragama Islam. Hal ini dapat dilihat dari adanya fasilitas beribadah yang disediakan yaitu masjid. Masyarakat di desa ini juga sering melakukan kegiatan - kegiatan keagamaan seperti pengajian setiap malam jumat, yasinan oleh para wanita tiap jumat dan sebagainya<br><br>Adat dan Sosial Budaya Adat merupakan salah satu ciri dari setiap masyarakat tertentu, di manapun ia berada. Dan di antara satu daerah dengan daerah lainnya pastilah mempunyai adat yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh keadaan alam lingkungan dimana ia bertempat tinggal. Selain itu, adat juga dikenal dengan Hukum tertua dan telah menjadi sumber Hukum yang tidak tertulis dan ini merupakan himpunan peraturan dalam masyarakat yang mengatur tata cara, tingkah laku, ukuran kesopanan, dan kepantasan dalam pergaulan suatu masyarakat.<br><br>Setiap daerah pasti memiliki adat tersendiri, orang melayu akan bangga dengan adat melayu seperti adat perkawinannya, begitu juga suku lainnya tentu akan mempunyai adat yang sudah melekat padanya. Dalam adat perkawinan di Kecamatan Kuok, terdapat suatu kebiasaan yang lebih dikenal dengan istilah maso batunang (masa bertunangan).<br><br>Dalam pergaulan sehari-hari sikap antara sesama masyarakat adanya keramah tamahannya yang ditandai dengan adanya saling menyapa di setiap kali pertemuan, baik terhadap masyarakat sesamanya ataupun masyarakat diluar Desa lainnya. Perasaan solidaritas dan saling Bantu membantu masih tergolong tinggi dan menjiwai pada diri mereka masing-masing terutama bagi masyarakat desa yang ditimpa kemalangan seperti kematian dan juga musibah lainnya. Hal ini jelas membuktikan, bahwa masyarakat Kecamatan Kuok masih tergolong kepada masyarakat yang lebih mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan boleh dikatakan sudah membudaya bagi masyarakat pada umumnya. <br><br>Perekonomian Masyarakat Kecamatan Kuok memiliki berbagai mata pencaharian, yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dimana mereka bertempat tinggal. Mata pencaharian yang mendominasi di Keacamatan Kuok adalah sektor pertanian dan perdagangan. <br><br>Dari pengamatan yang pernah saya lakukan dalam hal mata pencaharian mayarakat Kuok secara mayoritas adalah petani karet dan kelapa sawit dikarenakan sesuai dengan keadaan alamnya yang mendukung untuk tanaman jenis karet dan kelapa sawit. Namun selain dari pada itu pertanian dan perdagangan ikut mendominasikan dari jenis mata pencaharian di Kecamatan ini. Selain itu, masyarakat disini juga memiliki pekerjaan lain sebagai PNS, Nelayan, Pegawai Swasta, sector pertambangan dan lain sebagainya ( jarang ).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-24 00:56:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388546786</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LIBURAN DI KOTA MALINO </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388548274</link>
         <description><![CDATA[<div>Nur fadila.k <br>XII IPS 3<br>2017340/0022450418<br><br>Pada liburan kenaikan kelas dua yang lalu, saya dan ibu saya ke MALINO di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.Kami sekeluarga pergi ke MALINO dengan bertujuan untuk mengisi liburan akhir semester serta bersilaturahmi dengan keluarga di Malino. Kami berangkat dari rumah pukul 06.30.Mobil tersebut mengantarkan kami dari Gunung Bulusaraung ke Malino.<br> Perjalanan dari Gunung Bulusaraung ke Malino kira-kira 3 jam.Selama perjalanan tersebut saya merasakan pusing dan mual.Untunglah hal itu tidak berlangsung lama.Ibu saya memberikan obat untuk meredahkan pusing dan mual.Sebelum sampai kami sekeluarga beristirahat di persimpangan jalan dan kami makan jajanan yang ada di sekitar jalan itu. Setelah kita makan,kami pun melanjutkan perjalanan menuju Malino kota bunga.<br> Setelah beberapa jam,kami pun sampai di kota Malino. Syukurlah kami telah sampai di kota bunga.Kami sampai di tujuan tepat pukul 11.00.Senang rasanya telah sampai di tujuan. <br> Keesokannya, saya dan keluarga saya berolahraga di sekitar rumah.Sang mentari bersembunyi. Udara disini sangat sejuk.Sungguh berbeda dengan Gunung Bulusaraung. Disekitar rumah terdapat pohon- pohon yang besar dan rindang.Mereka tumbuh dan subur.<br><br></div><div>Di kawasan wisata Malino sendiri, terdapat hutan wisata, berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, akan mengantarkan Anda ke kota Malino. Kawasan tersebut terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata sejak zaman penjajahan Belanda.<br><br></div><div><br><br></div><div>Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gamping">gamping</a>dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pinus">pinus</a>. Berbagai jenis <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Tanaman_tropis&amp;action=edit&amp;redlink=1">tanaman tropis</a> yang indah,tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sayuran">sayuran</a> khas yang tumbuh di lereng <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gunung_Bawakaraeng">gunung Bawakaraeng</a>. Sebagian masyarakat <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi Selatan</a> masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramat. Suhu di kota Malino ini mulai dari 10 °C sampai 26 °C. dan ketika musim hujan, berhati hati sedang berkendara karena, kota ini sering berkabut dan jarak pandangnya 100meter saja.<br> Walau hanya satu minggu berada di desa, saya sangat senang berlibur disini. Banyak pengalaman dan hal-hal menarik bagi saya selama berada di desa ini.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-24 00:58:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388548274</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berlibur ke malino</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388549772</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Fitri Ramadhini<br>Kls : XII Ips 3<br><br>Pada waktu itu saya dan teman² sya berlibur ke malino dan mengunjungi wisata².pas di perjalanan m<strong>emasuki area Samata, mata kami dimanjakan dengan pemandangan yang menghijau di sisi kiri dan kanan jalan. Sawah dan gunung merupakan suatu landscape yang tak pernah ada matinya untuk memanjakan mata yang lelah memandang hutan beton dan kemacetan kota setiah hari. Di sepanjang jalan tidak begitu banyak rumah, lingkungan masih hijau, jalan sepi kendaraan dan polusi bisa dikatakan tidak ada, sangat berbeda dengan kondisi kota Makassar. Beberapa kali kami menemui warga yang lagi menjemur padi di halaman rumahnya, beberapa juga lagi menyiangi sawah yang sedang ditanami padi. Tanpa terasa kami memasuki kawasan jalan rusak dan penanjakan, itu pertanda jalur utama Sungguminasa - Malino sudah dekat. Setiap pengendara menurunkan kecepatan kendaraannya, bahkan ada yang singgah jika harus berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Penanjakan dan jalan yang sangat rusak membuat setiap pengendara harus ekstra hati-hati dalam mengendalikan kendaraannya. Selepas jalan rusak kami langsung mendapatkan jalan poros Malino – Sungguminasa. Karena tujuan kami adalah Malino, maka kami mengikuti jalan poros tersebut. Pemandangan di sebelah kanan dan kiri sangat mempesona, berupa danau bili-bili dan areal persawahan di kejauhan sana, dan semua itu sungguh menakjubkan.Sekitar satu stengah jam lebih, berkendara akhirnya kami tiba di gerbang selamat datang Malino, kami singgah istirahat sejenak setelah gerbang tersebut dan tak lupa berfoto ria. Perjalanan kembali kami lanjutkan menuju kawasan wisata hutan pinus Malino dan hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk sampai. Sesampainya di Malino hawa langsung berubah, menjadi sejuk meskipun mentari bersinar terang. Suhu udara sekitar 19-21 derajat celcius, sangat sejuk.Karena jalan yang berkelok-kelok dan rata-rata menanjak, ditambah kami hanya sarapan air sebelum berangkat, sehingga perut kami minta untuk diisi. Kami memutuskan untuk singgah makan siang di salah satu warung yang berjejer di depan kawasan wisata hutan pinus tersebut. Menu yang ditawarkan rata-rataa sama, yaitu coto, olahan mie instant, ketupat dan buras. Saya memesan mie instant rasa soto. Tak berapa lama berselang pesanan kami datang, kami langsung menikmati pesanan kami masing-masing, di temani ketupat daun pandan sebagai pelengkap yang sangat harum aromanya.Sekitar stengah jam di warung tersebut, selanjutnya kami menuju ke areal hutan pinus, yang sisa berjarak puluhan meter dari lokasi tempat kami makan. Sebelum memasuki gerbang, kami di wajibkan membayar tiket masuk, seharga Rp.3.000 per orang, dan untuk anak-anak dikenakan Rp.2.000 per anak. Saya menyodorkan uang Rp.18.000 karena kami berenam, dan kami diperbolehkan memasuki kawasan wisata hutan pinus tersebut. Soal kesegaran udara tidak usah dipertanyakan, keindahan pemandangan sanggup membuat anda berdecak kagum. Tempat ini sudah sangat ramai, karena memang hari sudah siang, dan kebetulan bertepatan dengan hari Minggu sehingga wajar kalau lokasi ini sangat ramai. Tampak beberapa rombongan sudah tiba duluan, dan ada juga yang baru tiba setelah kami di lokasi ini. Para penyewa kuda tunggangan menghampiri setiap rombongan yang datang, menawarkan jasa mengelilingi hutan pinus menggunakan kuda. Saya lupa menanyakan sewa sekali naik kuda tersebut, tetapi banyak wisatawan yang berminat dan tertarik untuk menggunakan jasa mereka, terutama anak-anak.Kami berempat mencari lokasi yang agak sepi pengunjungnya, agar kami bisa lebih menikmati suasananya. Akhirnya kami memilih di bagian agak belakang untuk duduk bercengkrama dan tak lupa mengabadikan gambar diri kami. Karena suasana yang tidak terlalu ramai, sehingga kami bisa bercengkrama dan mengambil gambar dengan leluasa tanpa harus menjadi perhatian orang yang lalu-lalang. Kawasan wisata hutan pinus sangat ramai, beberapa rombongan anak sekolahan yang menggunakan bus besar, dan beberapa juga rombongan keluarga lainnya serta muda-mudi yang menggunakan kendaraan roda dua semuanya tumpah ruah memadati kawasan wisata hutan pinus. Tempat ini menjadi icon wisata favorit di Malino, rasanya tak lengkap ke Malino jika tak mengunjungi kawasan wisata hutan pinus ini.Puas menikmati suasana hijau dan sejuknya kawasan wisata hutan pinus, kami berenam beranjak menuju salah satu air terjun yang ada di sekitaran Malino juga.  Air Terjun Takapala. Untuk menuju air terjun ini, harus mengambil arah balik menuju kota Makassar. Mata kita akan dimanjakan dengan landscape berupa hamparan sawah yang membentang menghijau, bertingkat-tingkat membuat perjalanan yang menguras tenaga ini seolah terbayar.</strong></div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-24 01:01:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388549772</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Liburan ke kampung guys....</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388549786</link>
         <description><![CDATA[<div>Kampung saya terletak di desa balocci, kab.pangkep, Sulawesi Selatan.....<br>Di tulis oleh Dewa Febriyan Sidik Wijaya <br>2017320, no urut.5<br>Saat pertama kali saya kesana pada tahun 2008 alasan saya berpibur kesana karena pada saat itu bertepatan dengan hari raya idul adha.. saya kesana bersama dengan keluarga dari bapak saya namun tetap bersama ibu saya.. <br><br>Saat di perjalanan masuk kedesa tsb, saya di buat kagum dengan keindahan dari air terjun yg bnyk dan sungai yg jernih.. pertama kalinya saya merasa kedinginan pada siang hari akibat suhu udara yang cukup rendah. Karena desa tersebut di apit oleh perbukitan.. sesampainya disana saya di sambut dengan banyak keluarga dan beberapa penduduk desa yang sangat ramah, <br><br>Keesokan harinya saya mencoba untuk meminta beberapa sepupu saya menemani saya mandi di air terjun. Mereka mau menemani saya setelah membujuk sekian lama..<br>Kesejukan air sungai tersebut membuat saya kedinginan, setelah puas bermain di sungai kamipun pulang untuk bersiap menyantap makan malam.<br><br>Keesokan harinya hari idul adha telah tiba. Banyak dari keluarga saya berkurban.. saya ikut membantu proses pemotongan dan pembagian hasil kurban tersebut.. <br>Keesokan harinya adalah saatnya untuk kembali ke kota untuk sekolah.. itu adalah pengalaman yang berkesan bagi saya bisa memiliki kampung seindah itu <br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-24 01:01:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388549786</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MALINO DIKAKI BAWAKARAENG </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388551576</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Nurul Mutiaramitha Dj <br>no. urut :21 <br><br>saya akan menceritakan pengalaman sewaktu saya mengikuti perkemahan di lembangna tepatnya di malino. disana terdapat banyak pohon pinus. pada saat saya dan kawan-kawan ke sana kami singgah dulu di salah satu rumah warga untuk memasang tenda dan menyiapkan makanan. di sekitaran sana banyak terdapat tumbuhan seperti daun bawang, tomat, kol, dll. warga disekitaran sana juga sangat ramah terhadap para pekemah. air bersih disana langsung dari gunung. disekitaran sana juga banyak terdapat penjual aneka olahan makanan. pada malam hari disana suasananya sangat dingin maka dari itu kawan kawan saya pergi mencari ranting pohon untuk membuat api unggun agar menghangatkan tubuh. pada hari minggu sore saya dan kawan kawan kembali ke rumah warga untuk beristirahat dan mengecek ulang perlengkan kami. </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/394477170/6b8718079c2c476f99137765cbb188a4/IMG_20190923_WA0045.jpg" />
         <pubDate>2019-09-24 01:09:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388551576</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388551843</link>
         <description><![CDATA[<div>PENGALAMAN BERLIBUR KE SINJAI<br>Nediya syafitri.H<br>kami sekeluarga, berlibur ke sinjai menaiki mobil dan perjalanan waktu cukup lama di karenakan jalanan waktu itu sangat rusak parah di tambah lagi hujan. Dan di saat itu di perjalanan ada sepupu saya mabuk akibat jalanan yang rusak, kami istirahat sebentar di warung di daerah maros kami di situ sangat lelah sekali dan kami memesan cemilan" untuk makan di mobil sambil menempuh perjalanan lagi. Kami melanjutkan perjalanan tetapi saya tidak melihat jalanan itu di karenakan malam dan saya hanya tibur hehe:"). Waktu demi waktu kami pun tiba dengan selamat setelah saya turun dari mobil betapa terpesonanya saya melihat gunung" berjejeran dan udara di sana sangat sejuk sekali, saya melihat banyak sawah dan kebun dan saya juga melihat beberapa macam tanaman ada tanaman lombok, tanaman sayur,dan tanaman buah-buahan di sana saya sangat kagum sekali melihat kekayaan alam di sana. Di sana adat istiadat nya sopan sekali dan dan suasana di sana masih asri tidak seperti di perkotaan yang banyak polusi dan kami juga melihat sapi, disana juga warga nya sangat baik sekali dan sopan. Setelah itu saya masuk ke rumah om untuk beristirahat, keesokan harinya kami pergi ke air terjun, air terjun di sana sangat indah dan airnya sangat jernih, di sana saya juga melihat sungai" yang jernih dan setelah itu saya dan kakak saya pergi ke sawah dan</div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-24 01:10:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388551843</guid>
      </item>
      <item>
         <title>desa manipi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388587537</link>
         <description><![CDATA[<div>nama: muhammad farhan<br>kelas: xii ips3<br>no urut: 12<br><br>      manipi terletak di bawah kaki gunung bawah karaeng yaitu sinjai barat pemandangan yang sangat indah udaranya sangat sejuk dan mayoritas penduduk disana bekerja sebagai petani penduduknya juga sangatlah ramah dan dia jga masih memegang adatnya yang sangat kental sekali.<br>     perjalanan juga kebanyakan tanyakan yang memakan waktu sekitar 4 sampai 5 jam menggunakan roda empat </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-24 03:19:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388587537</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DESA TUKAMASEA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388588918</link>
         <description><![CDATA[<div>nama: nadilah k. Djalle<br>kelas:XII IPS 3<br><br><br>Desa tukamasea merupakan desa yang ada di salah satu kabupaten maros. saya ingin menceritan pengalaman saya sewaktu berlibur kesana. suasana disana masih sangat asri tidak seperti di perkotaan yang banyak polusi. disana juga masih banyak warga yang bergantung pada hasil sawah nya. kalau kita kesana banyak di jumpai sungai-sungai serta sapi. disana juga warga nya masih sangat menjunjung tinggi adat istiadat. disana warga nya juga sangat ramah. pasar di sana juga hanya beroperasi setiap hari sabtu tidak seperti di perkotaan yang pasarnya beroperasi tiap hari dan bisa sampai malam.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-24 03:26:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388588918</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa Mualla </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388732049</link>
         <description><![CDATA[<div>Muh. Daffa Chalik Haykal</div><div>XII IPS 3</div><div><br></div><div>Desa Mualla merupakan salah satu desa di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Desa ini cukup berbeda dengan desa-desa besar di Wajo, hal itu dikarenakan letaknya yang cukup terpencil dan tidak ramai pemukiman. Diperlukan sekitar 45 menit untuk menempuh desa ini dari perbatasan Kab. Sidrap - Kab. Wajo.</div><div><br></div><div>Desa ini merupakan kampung halaman ayah saya. Awal-mulanya desa ini ditemukan oleh keluarga kakek saya yang merantau mencari tempat tinggal dan mata pencaharian baru. Desa ini di apit oleh Desa Doping.</div><div><br></div><div>Berbicara mengenai mata pencaharian, di Desa Mualla menjadi petani adalah mata pencaharian utama disana. Sawah terhampar luas di Desa Mualla dan mayoritas dimiliki oleh penduduk sekitar. Hanya saja, permasalahan petani disana adalah periode panen hanya terjadi satu kali setahun dikarenakan oleh tidak tersedianya irigasi untuk mengairi lahannya. Yang ditanam disana tidak hanya beras adapun beberapa lahan tanah yang digunakan sebagai kebun kacang dan kayu. Saya dan kakak saya pernah membantu paman untuk memanen kacang tanah. </div><div><br></div><div>Meskipun lokasinya terpencil, namun, desa ini telah dilengkapi dengan bts jaringan yang lancar baik 2g, 3g, maupun 4g. Tentu saja, listrik dan air pun tidak memiliki masalah disana. </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/411036186/929254a77200a209f3d3817ff6a8982f/515E8F28_5895_4D0D_BF14_F566DCB47245.jpeg" />
         <pubDate>2019-09-24 10:58:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/388732049</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa Ganrang Batu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/389165841</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Humaidah Latifa <br>Kelas: XII IPS 3 <br><br>Desa ganrang batu merupakan pusat kegiatan administratif pemerintahan desa Kayuloe timur terletak kurang lebih 4 km sebelah utara di kabupaten Jeneponto. Saya dan keluargaku berkunjung untuk melihat kincir angin. Pembangunan kincir angin di Kabupaten Jeneponto ini merupakan yang kedua setelah Kabupaten Sidrap. Kedua daerah tersebut merupakan penghasil angin yang cukup untuk menggerakkan kincir yaitu sekitar 6m/s, sekaligus sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan energi tak terbarukan seperti batubara dan minyak bumi sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Selama ini hanya air, sinar matahari, dan panas bumi yang telah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik terbarukan, sementara penggunaan angin baru dilakukan pembangunannya di kedua kabupaten tersebut.<br>Akhirnya saya memanfaatkan lensa zoom kamera untuk memotret lebih dekat bentuk kincir angin yang sudah terpasang.<br>Setelah kami keluar mobil untuk tinjauan lapangan, terasa sekali hembusan angin cukup kencang menerpa tubuh. Untung saya membawa jaket sehingga tidak lekas masuk angin. Rupanya daerah ini memang terkenal sebagai lumbung angin, jadi sangat tepat jika kebun angin diletakkan di sini. </div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-24 23:22:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/389165841</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BULUKUMBA ( BIRA )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/389189256</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA : NADIFA<br>KELAS : XII. IPS 3<br><br>Pantai Bira</div><div>Hari Sabtu kemarin saya dan keluarga berkunjung ke Tanjung Bira. Sudah lama kami berencana untuk liburan tapi baru kali ini terwujud. Bira terkenal dengan pantainya yang indah dan pasir putih yang begitu bersih dan lembut. Perjalanan dari Sinjai ke Bira menempuh waktu ± 2 jam. Sehari sebelumnya dengan semangat saya mempersiapkan segala keperluan yang akan dibutuhkan. Namun sayangnya saya tidak punya alat snorkling. Padahal untuk snorkling, Biralah tempat yang tepat. Ada sih alat snorkling yang di sewakan tapi saya merasa tidak cocok bila harus memakai bekas orang. Jadilah saya hanya bermain pasir dan berenang. Sambil foto foto pastinya.<br><br></div><div>Matahari Bira disiang hari sangatlah terik. Tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk segera terjun. Awalnya saya agak ragu untuk turun kelaut. Melihat warna birunya laut yang sangat menggoda sehingga saya dengan rela  membiarkan kulitku semakin gosong.   Aroma khas pantai, langit biru yang indah, pasir putih yang begitu lembut dan ombak bergulung yang begitu rapinya sehingga membuat saya semakin mantap untuk segera menceburkan diri kelaut.<br><br></div><div>Pemandangan dari Villa</div><div>Banana boat juga ada disini, lumayanlah untuk memuaskan hasrat bermain main dilaut. Kami sangat menikmati semuanya. Ponakan ponakanku apalagi. Secara inilah kali pertama mereka dikenalkan dengan pantai. Biasanya dirumah mereka tidak diperbolehkan bermain air. Tapi kali ini mereka sangat puas. Wajah sumrigah sangat jelas mereka perlihatkan. Kata Abid “kolam renangnya sangat luas sekali”. Saya hanya tertawa mendengar celotehnya. Dalam hati saya protes, inilah akibatnya kalo anak anak tidak pernah diajak bergaul untuk mengenali alam lebih dekat. Mereka hanya mengenal mall. Jadi jangan salahkan mereka kalo laut dianggap kolam renang yang luas.<br><br></div><div>Pasir Putihnya Yang Lembut</div><div>Kami menyewa satu villa untuk dijadikan tempat beristirahat. Villanya berhadapan dengan laut. Pemandangan laut sangat terlihat jelas didepan mata. Sewa villanya juga cukup murah. Untuk satu villa dikenakan tarif  Rp. 150.000/hari. Sewa untuk setiap villa bervariasi. Tergantung dari lokasi dan fasilitas yang  mereka miliki. Didepan villa karang besar membentuk seperti tebing.<br><br></div><div>Model-modelnya sangat menganggu</div><div>Perut sudah mulai keroncongan pertanda harus di beri asupan makanan. Nasi kuning sudah siap menjadi santapan yang nikmat. Dan yang tersisa rasa kenyang. Masih belum merasa puas bermain air, sayapun kembali turun. Rasanya enggan untuk beranjak bila sudah terbuai oleh ombak yang tenang. Saya kembali tersadar kalau ciptaan Tuhan memang luar biasa. Sayangnya waktu begitu cepat beranjak. Saya harus beranjak meninggalkan pantai dan segera membersihkan diri. Kami harus pulang sore harinya. Pulang kerumah dengan segudang cerita tentang indahnya Pantai Bira.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-25 01:04:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/389189256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pulau Samalona</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/389191236</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Nurul Annisa Rizky .A<br>Kelas:XII IPS 3<br><br>Hari Minggu Kemarin Dengan perut kenyang (alhamdulillah), kami berjalan kaki ke Dermaga POPSA yang terletak persis di depan Benteng Rotterdam untuk mencari perahu menuju Pulau Samalona. Sewa perahu yang ditawarkan berkisar 500 ribuan. Belum menemukan harga yang cocok akhirnya diputuskan jalan kaki sedikit lagi ke Dermaga Kayu Bangkoa. Dermaga yang umurnya setua Pelabuhan Pao Tere ini terletak di belakang hotel dan pertokoan di jln. Pasar Ikan. Gerbang masuknya mudah dikenali dengan tulisan Cafe Dermaga Kayu Bangkoa. Semenjak revitalisasi Pantai Losari, dermaga ini semakin berperan penting dalam kehidupan masyarakat sebelas pulau di sekitar Makassar karena tukang perahu yang sering mangkal di Pantai Losari sekarang dipindahkan ke dermaga ini. Sayangnya, peningkatan peran ini tidak dibarengi dengan pengelolaan yang baik. Areanya dibiarkan menyempit dan tidak dilengkapi dengan fasilitas umum yang memadai.</div><div><br></div><div><br></div><div>Dermaga Kayu Bangkoa</div><div>Hampir 15 menit kami duduk-duduk di dermaga ini melihat orang-orang lalu lalang naik turun kapal sambil iseng-iseng tawar menawar dan ngobrol dengan tukang perahu ke Pulau Samalona. Akhirnya disepakati harga Rp. 300.000 pulang pergi dan perjalanan akan memakan waktu sekitar 30 menit. Setelah melewati pulau Lae-Lae, angin bertiup cukup kencang dan mendung mulai merayap di kaki langit. Bapak tukang perahu mulai ngebut berlomba dengan mendung menuju Pulau Samalona. Betul juga ketika merapat di Samalona, hujan deras langsung turun. Kami nekat saja pakai jas hujan jalan-jalan keliling pulau yang luasnya tidak lebih dari 2.34 hektar ini. Pulau ini dulu luasnya 6.7 Ha tapi makin lama makin menyusut dan mungkin seperti Pantai Kuta, dimasa depan pulau ini akan menghilang.Ketika hujan semakin deras kami diundang salah satu penduduk untuk berteduh di rumahnya, salah satu keramahan orang Indonesia yang saya suka :). Sambil berteduh saya ngobrol sana sini dengan pemilik rumah. Pulau Samalona dimiliki oleh 7 orang yang saling bersaudara (makanya wajah orang sepulau mirip-mirip). Kebanyakan rumah-rumah disana disewakan untuk wisatawan, rumahnya ada yang bergaya tradisional dan modern. Tarif menginap berkisar Rp. 300.000 – Rp. 400.000 per rumah dan Rp. 150.000 – Rp. 200.000 kalau tidak menginap. Karena tidak ada sekolah, sedari kelas 1 SD anak-anak Samalona sudah mulai ditipkan atau kost di rumah saudara di Makassar (kasian :() dan buat ibu-ibu disana melahirkan di rumah hanya ditolong oleh saudara (bukan bidan atau dukun beranak) adalah hal yang biasa.Secara keseluruhan pantainya memang indah, landai dengan pasir putih dan air laut yang jernih berwarna biru kehijauan. Cocok juga buat snorkeling karena terumbu karangnya masih bagus sehingga banyak anemon-anemon laut dan ikan-ikan macam Clownfish, Angelfish yang berseliweran. Kalau tidak suka snorkeling bisa berenang-renang karena pantainya dangkal dan dasarnya tidak berbatu. Fasilitas umum yang disediakan antara lain mushola yang terletak di tengah pulau dan minimarket yang menjual minuman dan makanan serta persewaan alat snorkeling. Sayangnya saat saya berkunjung kesana sampah-sampah bekas pengunjung masih berserakan di pantai dan sewa kamar mandinya mahal sekali (Rp. 15.000 per orang). Pulau yang bagus dan pantai yang indah tapi lagi-lagi kurang dikelola dengan baik.Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam, kami kembali ke Dermaga Kayu Bangkoa dan berjalan kaki pulang ke hostel. Selepas Maghrib, kami berencana wisata kuliner di seputaran Karebosi. Hujan yang turun cukup deras menjadi rejeki tukang becak yang kami tumpangi sampai Konro Karebosi. Asyik  juga karena sudah lamaaaaa sekali tidak naik angkot</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-25 01:11:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/389191236</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kampung sidrap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/389191461</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Dwi Rahma Aprilia<br>Kelas XII IPS 3<br><br><strong>Kabupaten Sidenreng Rappang</strong> (sering disingkat dengan nama <strong>Sidrap</strong>) adalah salah satu <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten">kabupaten</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Provinsi">provinsi</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi Selatan</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ibu_kota">Ibu kota</a> kabupaten ini terletak di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sidenreng,_Sidenreng_Rappang">Sidenreng</a>. <br><br><br>Kabupaten Sidenreng Rappang merupakan salah satu sentra penghasil beras di Sulawesi Selatan. Hal ini terutama didukung oleh jaringan irigasi teknis yang mampu mengairi sawah sepanjang tahun. Beberapa jaringan irigasi yang ada di Sidenreng Rappang antara lain:<br><br></div><ol><li>Jaringan Irigasi Bulu Cenrana, mengairi 6000 hektare sawah</li><li>Jaringan Irigasi Bila, mengairi 5400 hektare sawah</li><li>Jaringan Irigasi Bulu Timoreng, mengairi 5400 hektare sawah</li></ol><div><br>Selain penghasil utama <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Beras">beras</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Timur">Indonesia Bagian Timur</a>, daerah ini juga merupakan penghasil utama <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Telur_ayam">telur ayam</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Telur_itik&amp;action=edit&amp;redlink=1">telur itik</a> di luar <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawa">Pulau Jawa</a>. Komoditas pertanian lainnya adalah <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kakao">kakao</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kopra">kopra</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Mete&amp;action=edit&amp;redlink=1">mete</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kemiri">kemiri</a> serta hasil hutan berupa kayu dan rotan.<br><br><br>Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki beberapa tempat wisata antara lain:<br><br></div><ol><li>Taman Wisata Puncak Bila: Merupakan sebuah Taman wisata air dengan wahana sepeda air, perahu kano, aqua bikes, <em>flying fox</em>, Motor ATV, pemancingan, <em>waterboom</em>, dan lain-lain.</li><li>Cekdang: Adalah salah satu tempat rekreasi yang baik untuk keluarga karena memiliki tempat memancing ikan, kafe-kafe, tempat untuk memberi makan ikan di Kelurahan Batu, Kecamatan Pituriase.</li></ol><div><br>Penduduk disana sangat lah ramah dan terbuka sama orang dri luar, penduduk disana biasa nya menyambut jika datang disana, seperti menyediakan makanan2 khas mereka.<br>Sidrap termasuk suku Bugis dan penduduk disana melakukan interaksi dengan menggunakan bahasa Bugis. <br>Alam disana masih sangatlah alami. Udaranya sangat lah sejuk dan juga rumah-rumah penduduk disana rata2 rumah panggung.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-25 01:11:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/5e41el1d1sqa/wish/389191461</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
