<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan rakyat Kalimantan by Candra Prastya</title>
      <link>https://padlet.com/prastyacandra072/56z9v48riyvb7tsg</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-21 02:53:35 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-21 03:01:18 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas Pandang perlawanan rakyat Kalimantan</title>
         <author>prastyacandra072</author>
         <link>https://padlet.com/prastyacandra072/56z9v48riyvb7tsg/wish/2306041847</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Kalimantan melawan Belanda dipimpin oleh<br>pangeran Antasari. Ia memimpin pasukan rakyat untuk<br>mengepung benteng Belanda di Martapura dan juga Pangaron.<br>Kemudian, ada juga Kyai Demang Loman dan pengikutnya yang<br>bergerak di sekitar Riam Kiwa dan mengancam benteng Belanda.<br>Sementara di pos Belanda Istana Martapura, Haji Nasrun juga<br>melakukan penyerangan.<br>Pada bulan Agustus 1859, tiga tokoh setempat, Haji Buyasin, Kyai<br>Lang Lang, dan Kyai Demang Loman bersama-sama menyerang<br>benteng Belanda di Tabanio. Sedangkan, pangeran Hidayat tetap<br>mengadakan perlawanan gerilya.<br>Sayang, di tahun 1862 pangeran Hidayat ditangkap oleh Belanda<br>dan dibuang ke Cianjur. Sedangkan Pangeran Antasari diketahui<br>meninggal dunia di tahun yang sama.<br>Selanjutnya, tokoh kepemimpinan dilanjutkan oleh Gusti<br>Matsaid, Pangeran Mas Natawijaya, Tumenggung Surapati,<br>Tumenggung Naro, Penghulu Rasyid, Gusti Matseman, dan<br>Pangeran Perbatasari dengan melakukan perlawanan gerilya.<br>Perlawanan tersebut dilakukan menyebar ke berbagai wilayah<br>guna menyulitkan Belanda. Diketahui, perlawanan itu<br>berlangsung hingga awal abad ke-20 atau tahun 1905.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1813507588/aab173d90e67b25ae20cc92d97bd34fc/61f14ff132eb4.jpg" />
         <pubDate>2022-09-21 02:55:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/prastyacandra072/56z9v48riyvb7tsg/wish/2306041847</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar belakang perlawanan rakyat Kalimantan</title>
         <author>prastyacandra072</author>
         <link>https://padlet.com/prastyacandra072/56z9v48riyvb7tsg/wish/2306043513</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan di Kalimantan penyebabnya sama dengan<br>perlawanan di Jawa yaitu penindasan dan romusa.Dengan tekat<br>yang kuat rakyat Kalimantan melakukan perlawanan yang<br>dipimpin oleh Pang Suma pemimpin suku Dayak dengan strategi<br>gerilya dengan memanfaatkan hutan rimba,rawa,sungai,dan<br>daerah yang sulit di jangkau tentara Jepang.Tapi banyaknya<br>mata-mata Jepang di masyarakat membuat Pang Suma dan<br>pasukan gugur.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1813507588/3005298ab8c77535f945d277a340bfa5/61f14ff132eb4.jpg" />
         <pubDate>2022-09-21 02:57:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/prastyacandra072/56z9v48riyvb7tsg/wish/2306043513</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Proses berjalanya perlawanan rakyat Kalimantan</title>
         <author>prastyacandra072</author>
         <link>https://padlet.com/prastyacandra072/56z9v48riyvb7tsg/wish/2306046671</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Kalimantan melawan Belanda dipimpin oleh<br>pangeran Antasari. Ia memimpin pasukan rakyat untuk<br>mengepung benteng Belanda di Martapura dan juga Pangaron.<br>Kemudian, ada juga Kyai Demang Loman dan pengikutnya yang<br>bergerak di sekitar Riam Kiwa dan mengancam benteng Belanda.<br>Sementara di pos Belanda Istana Martapura, Haji Nasrun juga<br>melakukan penyerangan.<br>Pada bulan Agustus 1859, tiga tokoh setempat, Haji Buyasin, Kyai<br>Lang Lang, dan Kyai Demang Loman bersama-sama menyerang<br>benteng Belanda di Tabanio. Sedangkan, pangeran Hidayat tetap<br>mengadakan perlawanan gerilya.<br>Sayang, di tahun 1862 pangeran Hidayat ditangkap oleh Belanda<br>dan dibuang ke Cianjur. Sedangkan Pangeran Antasari diketahui<br>meninggal dunia di tahun yang sama.<br>Selanjutnya, tokoh kepemimpinan dilanjutkan oleh Gusti<br>Matsaid, Pangeran Mas Natawijaya, Tumenggung Surapati,<br>Tumenggung Naro, Penghulu Rasyid, Gusti Matseman, dan Pangeran Perbatasari dengan melakukan perlawanan gerilya.<br>Perlawanan tersebut dilakukan menyebar ke berbagai wilayah<br>guna menyulitkan Belanda. Diketahui, perlawanan itu<br>berlangsung hingga awal abad ke-20 atau tahun 1905.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1813507588/a887e86bc5285ecb897c2e07f85627f2/ilszehgtfqsedb2k8sll.jpg" />
         <pubDate>2022-09-21 02:59:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/prastyacandra072/56z9v48riyvb7tsg/wish/2306046671</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir perlawanan rakyat Kalimantan</title>
         <author>prastyacandra072</author>
         <link>https://padlet.com/prastyacandra072/56z9v48riyvb7tsg/wish/2306048432</link>
         <description><![CDATA[<div>Perang Banjar terjadi di Kalimantan Selatan. Sebab-sebab<br>terjadinya Perang Banjar adalah:<br>a. Belanda ingin menguasai daerah Banjar yang banyak<br>menghasilkan intan, emas, lada, dan batu bara<br>b. Belanda berusaha memaksakan monopoli perdagangan di<br>Banjar<br>c. Belanda ikut campur tangan dalam urusan intern Kerajaan<br>Banjar.<br>d. Setelah Pangeran Tamjidillah turun tahta, Belanda<br>mengumumkan penghapusan KerajaanBanjar.Proses perlawanan<br>Setelah Tamjidillah naik tahta, timbul pemberontakan yang<br>dipimpin oleh Prabu Anom. Pangeran Hikayat berada di balik<br>pemberontakan ini. Meskipun Prabu Anom tertangkap, namun<br>perlawanan terus berkobar. Sejak tahun 1859, Pangeran Antasari<br>tampil sebagai pemimpin perlawanan. Bersama rakyat, ia<br>menyerang pos Belanda di Martapura.<br>Pangeran Antasari mendapat dukungan dari tokoh-tokoh seperti<br>Kyai Demang Leman, Haji Nasrun, Haji Buyasin, dan Kyai<br>Langlang. Dalam sebuah pertempuran, rakyat berhasil<br>menenggelamkan kapal Onrust milik Belanda di Sungai Barito.<br>Akibatnya pada tahun 1860 Belanda menghapuskan Kerajaan<br>Banjar.<br>Akhir perlawanan<br>Kekuatan rakyat Banjar semakin melemah sejak wafatnya<br>Pangeran Antasari (1862), serta tertangkapnya beberapa tokoh<br>pimpinan. Kemudian perlawanan dilanjutkan oleh Gusti Matsaid,<br>Notowijoyo, Suropati, Rosyid, Gusti Acil, dan Gusti Arsat sampai<br>dengan tahun 1836.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1813507588/2685f93c32d355ce1a6ab62878e559b5/fotoperangbanjar.jpg" />
         <pubDate>2022-09-21 03:01:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/prastyacandra072/56z9v48riyvb7tsg/wish/2306048432</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
