<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>hak dan kewajiban masyarakat global by altharik mubarak</title>
      <link>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-10-16 06:36:56 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-16 07:21:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635353500</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok: </p><p>Muhammad Rizfy N. (22)</p><p>Kris Rafif H. (17)</p><p>Rafif W. (29/30)</p><p>Ersalina A. (10)</p><p>Aira Putri S. (1)</p><p>Kalya A. M. (15)</p><p><strong>1. Peran Indonesia di ASEAN</strong></p><p>Sebagai salah satu pendiri ASEAN, Indonesia sering mendorong kerja sama antarnegara Asia Tenggara, termasuk dalam hal lingkungan.</p><ul><li><p><strong>Contohnya:</strong> Indonesia ikut mendorong adanya <strong>ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution</strong>, yaitu kerja sama untuk mengatasi asap lintas negara akibat kebakaran hutan dan lahan.</p></li><li><p>Selain itu, Indonesia juga aktif dalam berbagai pertemuan lingkungan ASEAN untuk membahas pengelolaan hutan, sampah plastik di laut, dan energi terbarukan.</p></li></ul><p>🇺🇳 <strong>2. Peran Indonesia di PBB</strong></p><p>Indonesia juga aktif di berbagai badan PBB, baik dalam bidang perdamaian maupun lingkungan.</p><ul><li><p><strong>Dalam bidang perdamaian dunia:</strong><br>Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah personel terbanyak yang dikirim untuk <strong>misi penjaga perdamaian PBB (UN Peacekeepers)</strong>. Pasukan ini dikenal sebagai <strong>Pasukan Garuda</strong>, dan pernah bertugas di Kongo, Lebanon, Sudan Selatan, dan negara lainnya.</p></li><li><p><strong>Dalam bidang lingkungan:</strong><br>Indonesia mendukung berbagai program PBB tentang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, terutama <strong>Agenda SDGs (Sustainable Development Goals)</strong>.</p></li></ul><p>🌿 <strong>3. Peran Indonesia di COP (Conference of the Parties)</strong></p><p>COP adalah konferensi tahunan tentang perubahan iklim di bawah naungan PBB. Indonesia selalu hadir dan menyampaikan komitmennya untuk mengurangi dampak perubahan iklim.</p><ul><li><p><strong>Contoh nyata:</strong><br>Indonesia menyampaikan target pengurangan emisi karbon melalui dokumen yang disebut <strong>NDC (Nationally Determined Contribution)</strong>.<br>Indonesia menargetkan:</p><ul><li><p>Mengurangi emisi <strong>sebesar 31,89% dengan usaha sendiri</strong>,</p></li><li><p>atau hingga <strong>43,20% jika dibantu oleh dunia internasional</strong>, pada tahun 2030.</p></li></ul></li><li><p>Indonesia juga punya program besar yang disebut <strong>FOLU Net Sink 2030</strong>, yang intinya ingin membuat sektor kehutanan menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskan.</p></li><li><p>Selain itu, Indonesia juga aktif menjaga ekosistem mangrove dan laut, yang dikenal sebagai <strong>blue carbon</strong> karena mampu menyerap karbon dalam jumlah besar.</p></li></ul><p>✅ <strong>Contoh Konkrit Peran Indonesia</strong></p><p>🔹 <strong>Perdamaian Dunia</strong></p><ul><li><p><strong>Pasukan Garuda</strong> dari Indonesia ikut menjaga perdamaian di berbagai negara konflik, seperti Kongo dan Lebanon.</p></li><li><p>Indonesia pernah menyampaikan target untuk menjadi salah satu dari <strong>10 negara pengirim pasukan penjaga perdamaian terbesar di dunia.</strong></p></li></ul><p>🔹 <strong>Pengurangan Emisi Karbon</strong></p><ul><li><p>Indonesia menjalankan program kerja sama internasional seperti <strong>REDD+</strong>, yaitu upaya mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.</p></li><li><p>Pemerintah juga sedang gencar melakukan <strong>rehabilitasi mangrove</strong> dan mendorong penggunaan <strong>energi terbarukan</strong> seperti surya, air, dan panas bumi untuk mengurangi ketergantungan pada batubara.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4569873659/7a60279b71e8145e31649d622e69242b/photo.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-16 07:04:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635353500</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635355664</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>AUFA SHINTYA RIFQOTUL AZKA [07]</p></li><li><p>NAZWA AZAHRA [27]</p></li><li><p>RATU BILQIIS SINTA MULYA [30]</p></li><li><p>RADEN RAFA EL-DZIKRI R [29]</p></li><li><p>YUSUF FIRAS HAIDAR [34]</p><p> </p></li></ol><p>JAWABAN :</p><p><br/></p><p>CONTOH KEWAJIBAN MENJAGA ETIKA DI MEDIA SOSIAL:</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Bersikap Sopan dan Santun</strong></p><ul><li><p>Menggunakan bahasa yang baik dan tidak kasar saat berinteraksi di media sosial.</p></li></ul></li><li><p><strong>Tidak Menyebarkan Hoaks (Berita Bohong)</strong></p><ul><li><p>Memverifikasi informasi sebelum membagikannya.</p></li></ul></li><li><p><strong>Menghormati Privasi Orang Lain</strong></p><ul><li><p>Tidak membagikan data pribadi orang lain tanpa izin.</p></li></ul></li><li><p><strong>Tidak Melakukan Ujaran Kebencian (Hate Speech)</strong></p><ul><li><p>Menghindari konten yang menghina suku, agama, ras, atau golongan tertentu (SARA).</p></li></ul></li><li><p><strong>Menghargai Hak Cipta</strong></p><ul><li><p>Tidak mengambil atau menyebarkan karya orang lain tanpa izin atau atribusi.</p></li></ul></li><li><p><strong>Tidak Melakukan Perundungan (Cyberbullying)</strong></p><ul><li><p>Tidak menghina, mengejek, atau mengintimidasi orang lain di media sosial.</p></li></ul></li><li><p><strong>Menghindari Provokasi dan Penyebaran Kebencian</strong></p><ul><li><p>Tidak memprovokasi perpecahan atau permusuhan di masyarakat.</p></li></ul></li></ol><p><br/></p><p>CONTOH KASUS NYATA DI NDONESIA:</p><p><br/></p><p>🔹Kasus Penyebaran Hoaks oleh Ratna Sarumpaet (2018)</p><ul><li><p><strong>Kronologi</strong>: Ratna mengaku dipukul oleh sekelompok orang, dan fotonya viral di media sosial.</p></li><li><p><strong>Fakta</strong>: Ternyata luka di wajahnya adalah hasil operasi plastik.</p></li><li><p><strong>Dampak</strong>: Dia dijatuhi hukuman 2 tahun penjara karena menyebarkan berita bohong dan membuat kegaduhan nasional.</p></li><li><p><strong>Pelanggaran Etika</strong>: Menyebarkan hoaks, menciptakan keresahan publik</p></li></ul><p><br/></p><p>CONTOH KASUS NYATA DIDUNIA :</p><p><br/></p><p>🔹 Kasus Cambridge Analytica &amp; Facebook (2018, AS &amp; Global)</p><ul><li><p><strong>Kronologi</strong>: Data pribadi jutaan pengguna Facebook digunakan tanpa izin untuk kepentingan kampanye politik (termasuk pemilu AS).</p></li><li><p><strong>Dampak</strong>: Facebook didenda miliaran dolar, reputasi rusak.</p></li><li><p><strong>Pelanggaran Etika</strong>: Pelanggaran privasi, manipulasi informasi publik.</p></li></ul><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4569875645/ba924b29ed3b16cf1beae7766aab092c/webcam_toy_photo31.jpg" />
         <pubDate>2025-10-16 07:05:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635355664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635370626</link>
         <description><![CDATA[<p>Allysa Putri Nadenta (03)</p><p>Atika Nur Nashifah (06)</p><p>Auladi Alfath Trisyono (08)</p><p>Dimas Akmalul Rizal (09)</p><p>Ilma Atsilatun Bashiroh (14)</p><p><br/></p><p><strong>1. UUD 1945</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh</strong>: <em>Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945</em></p></li><li><p><strong>Fungsi</strong>: Dasar hukum tertinggi negara</p></li></ul><p> <strong>2. TAP MPR</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh</strong>: <em>TAP MPR No. III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan</em></p></li><li><p><strong>Fungsi</strong>: Ketetapan yang mengikat, berada di bawah UUD</p></li></ul><p> <strong>3. Undang-Undang (UU) / Perppu</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh UU</strong>: <em>UU No. 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN)</em></p></li><li><p><strong>Contoh Perppu</strong>: <em>Perppu No. 1 Tahun 2020 tentang Keuangan Negara saat Covid-19</em></p></li><li><p><strong>Fungsi</strong>: Aturan hukum nasional</p><p><br/></p><p><strong>4. Peraturan Pemerintah (PP)</strong></p></li><li><p><strong>Contoh</strong>: <em>PP No. 71 Tahun 2019 tentang Sistem dan Transaksi Elektronik</em></p></li><li><p><strong>Fungsi</strong>: Penjabaran teknis dari UU</p></li></ul><p> <strong>5. Peraturan Presiden (Perpres)</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh</strong>: <em>Perpres No. 33 Tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional</em></p></li><li><p><strong>Fungsi</strong>: Kebijakan operasional dari Presiden</p></li></ul><p> <strong>6. Peraturan Daerah Provinsi (Perda Provinsi)</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh</strong>: <em>Perda DKI Jakarta No. 2 Tahun 2023 tentang Minuman Beralkohol</em></p></li><li><p><strong>Fungsi</strong>: Berlaku di tingkat provinsi</p></li></ul><p> <strong>7. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota (Perda Kab/Kota)</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh</strong>: <em>Perda Kota Bandung No. 3 Tahun 2005 tentang Ketertiban dan Kebersihan</em></p></li><li><p><strong>Fungsi</strong>: Berlaku di wilayah kabupaten/kota</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4569952415/5303cf6243ee1e0e160ad8dac79197f9/webcam_toy_photo37.jpg" />
         <pubDate>2025-10-16 07:14:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635370626</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 4</title>
         <author>nadhifaalifatunnisa</author>
         <link>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635374335</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Anggota : </p><p>1.TB.Omar D.M (32)</p><p>2.M.Rayhan      (21)</p><p>3.Fathiya Khairunnisa (11)</p><p>4.Siti Wichdatul Hawa (31)</p><p>5.Nadhifah Alifatunnisa (25)</p><p><br/></p><p>Jawaban :</p><p>Hukum menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban warga negara bersifat wajib dan diatur dalam peraturan perundang-undangan. Setiap warga negara tidak boleh hanya menuntut hak, tetapi juga harus melaksanakan kewajibannya agar tercipta kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil, tertib, dan sejahtera.</p><p><br/></p><p><strong>1. Hak dan Kewajiban di Bidang Pendidikan</strong></p><p>Hak: Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan (Pasal 31 ayat 1 UUD 1945).</p><p>Kewajiban: Warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya (Pasal 31 ayat 2).</p><p>➡ Contoh keseimbangan: Siswa berhak belajar di sekolah dengan fasilitas yang layak, tetapi juga wajib rajin belajar dan mematuhi tata tertib sekolah.</p><p><br/></p><p><strong>2. Hak dan Kewajiban dalam Bidang </strong>Ekonomi (Pajak)</p><p>Hak: Warga negara berhak menikmati pembangunan, seperti jalan, sekolah, dan layanan publik.</p><p>Kewajiban: Warga negara wajib membayar pajak untuk membiayai pembangunan tersebut.</p><p>➡ Contoh keseimbangan: Saat warga membayar pajak tepat waktu, negara dapat memperbaiki fasilitas umum yang dinikmati oleh semua orang.</p><p><br/></p><p><strong>3. Hak dan Kewajiban terhadap </strong>Lingkungan Hidup</p><p>Hak: Warga negara berhak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat (UU No. 32 Tahun 2009).</p><p>Kewajiban: Warga juga wajib menjaga kelestarian dan tidak merusak lingkungan.</p><p>➡ Contoh keseimbangan: Kita berhak menghirup udara bersih, tetapi juga harus menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, dan menghemat energi.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4569876906/956a25dd25c05b7903c2eef1ed6a3598/WhatsApp_Image_2025_10_16_at_14_10_06_79e9b7fe.jpg" />
         <pubDate>2025-10-16 07:16:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635374335</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1 PPKN X.4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635376396</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota:1. Andi annisa tasyqy (5), 2. Gemma Madani Al-Haq (3), 3.Larasati Raudhatul Azhar (19), 4. M. Dzzaki. A (20) 5. Fariz Zaki A. (21)                                                                                                                   5 HAK UTAMA MENURUT DUHAM:</p><p>1.<strong>Hak untuk hidup dan bebas dari perbudakan/penyiksaan</strong></p><p>Setiap orang berhak hidup, tidak boleh dibunuh, disiksa, atau diperbudak dalam bentuk apa pun.</p><p>2.<strong>Hak atas kesetaraan di hadapan hukum</strong></p><p>Semua orang memiliki kedudukan yang sama di depan hukum, berhak mendapatkan perlindungan dan keadilan tanpa dibeda-bedakan.</p><p>3.<strong>Hak kebebasan berekspresi dan berpendapat</strong></p><p>Setiap orang bebas menyampaikan pendapat, berbicara, menulis, atau menyampaikan ide tanpa takut ditekan, selama tidak melanggar hukum.</p><p>4.<strong>Hak atas pekerjaan dan standar hidup yang layak</strong></p><p>Setiap orang berhak bekerja dengan kondisi adil dan mendapatkan penghidupan yang layak bagi diri sendiri serta keluarganya.</p><p>5.<strong>Hak atas pendidikan dan partisipasi dalam kebudayaan</strong></p><p>Semua orang berhak mendapat pendidikan serta bisa ikut serta dalam kehidupan budaya dan kemajuan ilmu pengetahuan.                                                                               CONTOH PELANGGARAN HAM YANG TERJADI SAAT INI: </p><p>1.<strong>Penembakan Pelajar di Semarang</strong></p><p>Komnas HAM mengawasi kasus penembakan oleh anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang yang menyebabkan kematian satu pelajar dan cedera dua orang lainnya.</p><p>Komnas HAM sudah memberikan rekomendasi kepada Kapolda Jateng dan LPSK pada 4 November 2024.</p><p>2.<strong>Penolakan Serikat Pengemudi Ojol di Tangerang</strong></p><p>Komnas HAM menindaklanjuti kasus penolakan pencatatan serikat pekerja SEPETA INDONESIA.</p><p>Mereka mengirim surat ke Menaker dan Disnaker Tangerang. Seperti yang diharapkan, kasus ini sudah selesai dan SEPETA INDONESIA kini resmi terdaftar sesuai UU No. 21 Tahun 2000.</p><p>3.<strong>Kenaikan UKT di PTN</strong></p><p>Berdasarkan laporan dari berbagai BEM dan aliansi pendidikan, Komnas HAM merekomendasikan Kemendikbudristek untuk mengevaluasi kebijakan kenaikan UKT dan IPI sesuai dengan Permendikbud Ristek No. 2 Tahun 2024.</p><p>4.<strong>Kasus Mafia Tanah Dago Elos, Bandung</strong></p><p>Terkait dugaan aktivitas mafia tanah dan kekerasan terhadap warga, Komnas HAM meminta keterangan dari Irwasda Polda Jabar.</p><p>Pihak Polda Jabar telah memberikan respons yang positif terhadap tindakan tersebut.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4569861194/a9e9992a58afff184a8cba5b141c0f1d/webcam_toy_photo363.jpg" />
         <pubDate>2025-10-16 07:17:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635376396</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635381802</link>
         <description><![CDATA[<p>ANGGOTA:</p><ol><li><p>Almer Ataya D 04</p></li><li><p>Firzan Azza R.F 12</p></li><li><p>Kayla Maharani 16</p></li><li><p>M. Nafi Fadhlan .R 19</p></li><li><p>Mutia Dyara Gayo 24</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><ol><li><p>Menjaga kelestarian alam, contohnya gerakan rehabilitas hutan di Kalimantan dan sumatera yang dilakukan oleh pemerintah indonesia dan lembaga nasional.</p></li><li><p>mengurangi pencemaran lingkungan, contohnya beberapa negara yang menerapkan kebijakan pengurangan plastik sekali pakai.</p></li><li><p>Menghemat sumber daya alam, contohnya penggunaan panel surya di rumah-rumah dan gedung pemerintahan.</p></li><li><p>Menanam dan merawat tumbuhan, adalah tindakan nyata untuk menjaga keseimbangan lingkungan, contohnya program "gerakan menanam 10 juta pohon" yang dilakukan di berbagai daerah di indonesia</p></li><li><p>Menyebarkan kesadaran lingkungan, contohnya kampanye global "friday's for future" yang digagas oleh Greta Thunberg.</p></li><li><p>Mematuhi peraturan lingkungan, contohnya Indonesia yang ikut menandatangani PERJANJIAN PARIS(PARIS AGREEMENT).</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4569977145/43132d77c968541f51122a449b19cc79/webcam_toy_photo3.jpg" />
         <pubDate>2025-10-16 07:21:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Kelas11pkn/54vormfq6z9wpkv9/wish/3635381802</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
