<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KELOMPOK XII IPS 2 by DISKUSI GEOGRAFI</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs</link>
      <description>INTERAKSI DESA KOTA</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2015-01-16 01:05:27 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-11 23:18:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>http://d262le4z25sx36.cloudfront.net/portraits/brainstorm.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>TUGAS&amp;nbsp;</title>
         <author>kasmangeo27</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46351567</link>
         <description><![CDATA[<p><b>Jawablah soal soal berikut:</b></p><p>1)<span>&nbsp; </span>Tuliskan pengertian interaksi !</p><p>2)<span>&nbsp; </span>Jelaskan prinsip-prinsipinteraksi desa kota !</p><p>3)<span>&nbsp; </span>Tuliskan gejala-gejala yang muncul dari adanya interaksi desa kota !</p><p>4)<span>&nbsp; </span>Tuliskan aspek-aspek interaksi !</p><p>5)<span>&nbsp; </span>Tuliskan manfaat interaksi !</p><p>6)<span>&nbsp; </span>Tuliskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi&nbsp; desa-kota !</p><p>7)<span>&nbsp; </span>Tuliskan hal-hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang !</p><p>8)<span>&nbsp; </span>Jelaskan zona-zona interaksi desa-kota !</p><p>9)<span>&nbsp;</span>Deskripsikan perbedaan pola tata ruang di pedesaan dan di perkotaan !</p><p>10)Kemukakancontoh wujud interaksi yang bersifat fisik dan sosial !</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-16 01:08:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46351567</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gita oktriafi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46352238</link>
         <description><![CDATA[<p>1. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-16 01:23:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46352238</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A.aditya ramadhana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46352314</link>
         <description><![CDATA[<p>1. <span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="text-align: justify;">Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.</span><span style="text-align: justify;">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2.&nbsp;</span>interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :</span></p><ol start="1" type="1" style="font-style: normal; font-variant: normal;"><li class="isiteks" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :</span><ul type="disc" style="padding-right: 2.5em; padding-left: 2.5em; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;"><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya</span></li></ul></li><li class="isiteks" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :</span></li><ul type="disc" style="padding-right: 2.5em; padding-left: 2.5em; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;"><li type="disc" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span class="isiteks" style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">kota menjadi sasaran urbanisasi</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</span><span style="font-size: 12.800000190734863px; white-space: normal; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">4. </span><span style="font-size: 12.800000190734863px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; text-align: justify;">aspek-aspek sebagai berikut:</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><ol style="font-style: normal; font-variant: normal; text-align: justify;"><li style="text-align: start; margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar.&nbsp;</span></li><li style="text-align: start; margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok.&nbsp;</span></li><li style="text-align: start; margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut.&nbsp;</span></li><li style="text-align: start; margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).</span></li></ol><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 5. Manfaat interaksi:</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama<br></span><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial<br></span><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">3. Menghindari Konflik Sosial<br></span><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">4. Menghindari Dominasi Sosial<br></span><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">5. Meningkatkan Integritas Nasional</span></span></li></ul></ol><div><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">6.&nbsp;</span><b><span class="judultopik"><span lang="SV" style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :</span></span></b></div><ol start="1" type="a" style="font-style: normal; font-variant: normal;"><li class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><b style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)</b></li><li class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><b style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)</b></li><li class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><b style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )</b></li></ol><div><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;"><b>8. Zona interaksi</b></span></div><div><b style="text-align: justify; box-sizing: border-box; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp; &nbsp; &nbsp;-Inti kota (city)</b></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :</span></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br style="box-sizing: border-box;"></span></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><b style="box-sizing: border-box; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-zona suburban (faubourgh), &nbsp;</b></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).</span></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br style="box-sizing: border-box;"></span></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><b style="box-sizing: border-box; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Zona urban fringe &nbsp;</b></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.</span></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br style="box-sizing: border-box;"></span></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><b style="box-sizing: border-box; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Zona rural-urban fringe &nbsp;</b></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.</span></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br style="box-sizing: border-box;"></span></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.</span></div><div style="text-align: start; box-sizing: border-box; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">9.&nbsp;</span><span style="text-align: justify; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:</span></div><ol style="font-style: normal; font-variant: normal;"><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Perumahan dan permukiman</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Perdagangan dan jasa</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Industri</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Pendidikan</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Perkantoran dan jasa</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Terminal</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Wisata dan taman rekreasi</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Pertanian dan perkebunan</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Tempat pemakaman umum</span></li><li style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0.25em;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Tempat pembuangan sampah</span></li></ol><div style="text-align: start; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.</span></div><div style="text-align: start; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:</span></div><h3 style="position: relative; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">a. Kedudukan (Status)</span></h3><p style="font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><strong>Status (kedudukan) adalah</strong>&nbsp;posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.</span></p><h3 style="position: relative; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">b. Peranan</span></h3><p style="font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status.&nbsp;<strong>Peranan adalah</strong>&nbsp;perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.</span></p><p style="font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:</span></p><p style="font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)</span></p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span><div style="text-align: start; font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.</span></div><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span><div style="text-align: justify;"><div style="font-style: normal; font-variant: normal; text-align: start;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">2. Adanya kesempatan&nbsp;<a href="http://www.imammurtaqi.com/">untuk</a>&nbsp;saling berintervensi (interventing opportunity)</span></div><div style="font-style: normal; font-variant: normal; text-align: start;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.</span></div><div style="text-align: start;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div style="text-align: start;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div style="text-align: start;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Pada contoh gambar di bawah ini, dijelaskan bahwa secara potensial antara wilayah A dan B sangat mungkin terjali hubungan timbal balik, sebab A kelebihan sumber daya X dan kekurangan sumber daya Y, sedangkan keadaan di B sebaliknya. Namun karena kebutuhan masing-masing wilayah itu secara langsung telah dipenuhi oleh wilayah C, maka interaksi antara wilayah A dan B menjadi lemah. Dalam hal ini wilayah C berperan sebagai alternatif pengganti suatu sumber daya bagi wilayah A atau wilayah B.</span></div></div><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span><div style="text-align: center;"><div style="text-align: start;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div style="text-align: start;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-OyhGz76Gj_0/T4Q8-dwmJuI/AAAAAAAAAPk/e2BvoBfV0EQ/s400/Melemahnya%2BInteraksi%2BWilayah.PNG" style="box-sizing: border-box; max-width: 100%;"></span></div></div><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br><br><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)</span><br><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:</span><br><br><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;</span><br><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;</span><br><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya</span></span><div><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20px;"><font color="#333333" face="Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif" size="3">3.&nbsp;</font></span></span></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-16 01:24:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46352314</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DIAN PERMATASARI DEN KA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46354063</link>
         <description><![CDATA[<p>1. <span style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.5919990539551px; white-space: normal; background-color: rgb(255, 255, 255);">Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.&nbsp;</span></p><p><span style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.5919990539551px; white-space: normal; background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></span></p><p><span style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.5919990539551px; white-space: normal; background-color: rgb(255, 255, 255);">2.&nbsp;</span><span style="color: rgb(224, 102, 102); font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.5919990539551px; white-space: normal; background-color: rgb(102, 187, 51);">interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut:&nbsp;</span></p><p><span style="color: rgb(224, 102, 102); font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.5919990539551px; white-space: normal; background-color: rgb(102, 187, 51);">1. Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih</span></p><p><span style="color: rgb(224, 102, 102); font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.5919990539551px; white-space: normal; background-color: rgb(102, 187, 51);">&nbsp;2. Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :</span></p><p><span style="color: rgb(224, 102, 102); font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.5919990539551px; white-space: normal; background-color: rgb(102, 187, 51);">&nbsp;• Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk) • Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah • Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya</span></p><p><span style="color: rgb(224, 102, 102); font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.5919990539551px; white-space: normal; background-color: rgb(102, 187, 51);">&nbsp;3. Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :&nbsp;</span></p><p><span style="color: rgb(224, 102, 102); font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.5919990539551px; white-space: normal; background-color: rgb(102, 187, 51);">• kota menjadi sasaran urbanisasi&nbsp;</span></p><p><span style="color: rgb(224, 102, 102); font-family: Georgia, Utopia, 'Palatino Linotype', Palatino, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20.5919990539551px; white-space: normal; background-color: rgb(102, 187, 51);">• terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda Dampak Interaksi Desa - Kota Interaksi antara dua wilayah akan melahirkan gejala baru yang meliputi aspek ekonomi, sosial, maupun budaya.</span></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-16 02:13:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46354063</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rinaldi Zulkifli Ilham</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46354181</link>
         <description><![CDATA[<p>1.<span style="font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; color: rgb(249, 249, 249); font-size: 16px; line-height: 24px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgb(44, 44, 52);">&nbsp;</span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; line-height: 20.5919990539551px; font-size: 16px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; color: rgb(102, 102, 102); background-color: rgb(255, 255, 255);">Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.</span></p><p><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; line-height: 20.5919990539551px; font-size: 16px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; color: rgb(102, 102, 102); background-color: rgb(255, 255, 255);"><br></span></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-16 02:16:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46354181</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya Nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46354396</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-16 02:19:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46354396</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GABRELLA MORESSET L.L</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46354591</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-16 02:25:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46354591</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ananda muslimah1.&amp;nbsp;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46356651</link>
         <description><![CDATA[<p>1) Pengertian InteraksiInteraksi adalah kontak atau hubungan yang terjadi antara dua wilayah atau lebih (perkotaan dengan pedesaan) beserta hasil hubungannya.Interaksi antara desa dan kota terjadi karena berbagai faktor atau unsur yang ada dalam desa, kota dan diantara desa dan kota.</p><p>2. Prinsip-prinsip interaksi desa kotaHubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebihHubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :&nbsp;Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayahPergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya&nbsp;Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :&nbsp;kota menjadi sasaran urbanisasi&nbsp;terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda</p><p>3. Gelaja-gejala yang muncul dari adanya interaksi desa kotaa.Terjadi&nbsp;proses&nbsp;modernisasi&nbsp;pertanian&nbsp;di&nbsp;daerahpedesaan.b.Terjadi&nbsp;urbanisme&nbsp;/&nbsp;gaya&nbsp;hidup&nbsp;kekotaan&nbsp;dipedesaan.c.Terjadi&nbsp;urbanisasi.d.Pengangguran&nbsp;dikota&nbsp;meningkat.</p><p>4. Aspek aspek interaksi desa kota&nbsp;Aspek interaksi desa – kota adalah sebagai berikut:Aspek Ekonomi, meliputi :&nbsp;Melancarkan hubungan antara desa dengan kotaMeningkatkan volume perdagangan antara desa dengan kota&nbsp;Meningkatkan pendapatan pendudukMenimbulkan kawasan perdagangan&nbsp;Menimbulkan perubahan orientasi ekonomi penduduk desaAspek Sosial, meliputi :&nbsp;Terjadinya mobilitas penduduk desa dan kota&nbsp;Terjadinya saling ketergantungan antara desa dengan kota&nbsp;Meningkatnya wawasan warga desa akibat terjalinnya pengaruh hubungan antara warga desa dengan warga kota&nbsp;Aspek Budaya meliputi :&nbsp;meningkatnya pendidikan di desa yang ditandai dengan meningkatnya jumlah sekolah dan siswanya yang bersekolahTerjadinya perubahan tingkah laku masyarakat desa yang mendapatkan pengaruh dari masyarakat kotaPotensi sumber budaya yang terdapat di desa hingga melahirkan arus wisatawan masuk desa&nbsp;</p><p>5. Manfaat interaksimeningkatnya hubungan sosial ekonomi antara penduduk desa dan kotapengetahuan penduduk desa meningkatdapat menumbuhkan arti pentingnya pendidikan bagi penduduk desadapat menumbuhkan heterogenitas mata pencarian penduduk desaterjadinya peningkatan pendapatanterpenuhinya berbagai kebutuhan penduduk baik di perkotaan maupun pedesaan</p><p>6. Faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi desa kotaAdanya&nbsp;</p><p>   a. wilayah – wilayah yang saling melengkapi&nbsp;(regional   &nbsp;complementarity)&nbsp;artinya, terdapat kebutuhan timbal balik a tar wilayah sebagai akibat adanya perbedaan potensi yang dimiliki oleh tiap wilayah.</p><p>    b. Adanya kesempatan untuk berintervensi&nbsp;(intervening opportunity)&nbsp;artinya, kedua wilayah memiliki kesempatan melakukan hubungan timbal balik serta tidak ada pihak ketiga yang membatasi kesempatan itu.&nbsp;</p><p>     c. Adanya campur tangan /intervensi pihak ketiga (wilayah ketiga) dapat menjadi penghambat atau melemahkan interaksi antara dua wilayah.Adanya kemudahan transfer/ pemindahan dalam ruang (spacial transfer ability) artinya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang baik manusia, informasi ataupun barang sangat bergantung dengan faktor jarak, biaya angkasa (transportasi) dan kelancaran prasarana transportasi. Jadi semakin mudah&nbsp;transferbilitas, maka akan semakin besar arus komoditas</p><p>7. Hal-hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruangAdanya wilayah yang saling melengkapi (regional complementary)Hal ini dapat terjadi karena setiap wilayah memiliki sumberdaya alam dan kebutuhan yang berbeda-beda.Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)Kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang dipengaruhi oleh jarak mutlak dan jarak relatif antarwilayah, adanya biaya transportasi, dan kelancaran sarana transportasi antarwilayah.Adanya kesempatan berinvestasi (intervening opportunity)Hubungan antar wilayah dapat diperlemah oleh adanya alternatif penggati sumber daya yang dibutuhkan wilayah lain atau pihak ketiga.</p><p>8. Zona-zona interaksi desa kota&nbsp;zona suburban (faubourgh), &nbsp;yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).Zona urban fringe &nbsp;adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.Zona rural-urban fringe &nbsp;adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.Daerah Pusat Kegiatan (DPK) atau Central Business Districts (CBD) biasanya dikelilingi zonazona sebagai berikut.a. Lokasi Pertokoan dan PerdaganganDi daerah perkotaan, setiap toko, agen, dan kantor penjualan menempati sepanjang jalan-jalan utama untuk mendekati konsumen. Dengan alasan ini, maka berbagai kegiatan jasa akan memilih lokasi di dekat atau di dalam Daerah Pusat Kegiatan (Central Business District) atau selaput inti kota. Lokasi ini dapat berada di sepanjang jalan utama di sekitar terminal bus atau stasiun kereta api.Pertokoan dapat dibedakan menurut barang-barang yang dijual. Perbedaan jenis dan macam barang yang dijual berpengaruh terhadap lokasi dan luas bangunannya. Toko atau tempat belanja yang menjual barang-barang keperluan sehari-hari, seperti sabun, rokok, sampo, pasta gigi, dan obat-obatan cenderung memiliki lokasi agak di luar dari pusat daerah kegiatan serta mendekati permukiman. Toko yang menjual barang-barang mewah lebih suka memilih lokasi dekat inti kota karena faktor keamanan. Lokasi yang dipilih juga mempertimbangkan calon pembeli yang berasal dari golongan elite atau kaya. Jadi, pertokoan yang dibangun di kota dapat dibedakan menjadi Primary Shopping Centers dan Secondary Shopping Centers.Pada masa kini, muncul banyak toko-toko dengan tipe ”supermarket”. Toko jenis ini lebih suka memilih lokasi di zona selaput inti kota karena harga tanah yang lebih murah dibanding harga tanah di zona inti kota, dan juga alasan persaingan yang ketat di zona inti kota. Strategi supermarket dalam menyaring konsumen adalah dengan menyediakan segala kebutuhan penduduk di sekitarnya.Antara Daerah Pusat Kegiatan (DPK), Secondary Shopping Centers, dan supermarket tidak saling menjatuhkan. Bagaimana dapat terjadi? DPK dilengkapi berbagai fasilitas, seperti fasilitas rekreasi, permainan, dan gedung bioskop. Selain itu, toko-toko di pusat kegiatan memberikan pelayanan lebih dari satu macam, misalnya selain menjual barang juga membuka usaha rumah makan atau agen travel.Perkembangan dari DPK memunculkan kegiatan di bidang finansial, pertokoan, rekreasi, dan lain-lain di zona tepi inti kota yang disebut ”subclusters of services”. Selain itu muncul dan berkembang juga Secondary Business Centers di sepanjang jalurjalur utama. Munculnya pusat kegiatan tersebut dapat mengaburkan teori-teori zona yang sudah ada.Perdagangan sayur-sayuran dan buah-buahan tidak memerlukan lokasi di dalam inti kota. Para pedagang lebih suka memilih lokasi di tepi kota yang mempunyai daerah terbuka dan luas. Lokasi yang cocok biasanya berdekatan dengan terminal truk dan kereta api serta pelabuhan laut.b. Lokasi PabrikPenentuan lokasi pabrik di kota besar lebih mempertimbangkan faktor biaya daripada faktor konsumen. Lokasi pabrik banyak ditentukan oleh pengeluaran biaya yang minimal dari bahan mentah, bahan bakar, air, listrik, modal, dan pengangkutan, serta lahan. Lahan dibutuhkan untuk mendirikan bangunan pabrik, gudang, kantor, dan sisa hasil produksi (disposal of waste).Lokasi pabrik dapat dijumpai pada tiga zona sebagai berikut.1) Zona pinggiran kota (periphery).2) Zona di dekat daerah perdagangan (trade districts).3) Zona di sepanjang jalur lalu lintas angkutan berat (heavy freight traffic).Pembangunan industri besar sering memerlukan beberapa lokasi (multiple locations). Kantor untuk pegawai dan keperluan administrasi berlokasi di dalam kota. Gudang tempat penyimpanan produk berlokasi di pinggir kota atau tepi laut untuk mempermudah pengiriman produk ke luar daerah. Kadang-kadang industri besar memerlukan bangunan laboratorium yang ditempatkan pada lokasi tertentu. Jadi, suatu industri belum tentu hanya memiliki satu kompleks, tetapi beberapa kompleks. Kenyataan ini memperlemah kedudukan teori zona konsentris.c. Lokasi PermukimanLokasi permukiman tidak hanya mengelompok pada satu tempat, tetapi menyebar di beberapa tempat di daerah perkotaan. Penyebaran lokasi permukiman menurut Burgess (1929) dipengaruhi oleh faktor saingan (competition), hak milik pribadi (private ownership), perbedaan keinginan (differential desirability), topografi, transportasi, dan struktur asal (inertia of earlier structure).1) SainganAntara penduduk kota satu dengan lainnya saling bersaing untuk mendapat tempat tinggal yang sesuai dengan keinginannya. Keinginan ini dipengaruhi oleh tingkat ekonomi masing-masing. Faktor ekonomi perorangan menjadi penentu keteraturan kompleks perumahan.2) Hak Milik PribadiLahan yang sudah dimiliki perseorangan umumnya digunakan untuk membangun rumah. Lahan perseorangan tidak mudah diminta pihak lain. Terlebih apabila lahan itu letaknya strategis. Kepemilikan lahan perseorangan dapat mempersulit perencanaan zonasi kota.3) Perbedaan KeinginanPenilaian warga kota terhadap lokasi perumahan satu dengan yang lain tidak sama. Penilaian ini berkaitan dengan keinginan pribadi, prestise, masalah sosial, dan lainnya.4) TopografiTopografi berpengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap pembangunan perumahan. Misalnya, lahan dengan kemiringan yang tajam kurang diminati dibanding lahan yang datar; lahan yang berada di ketinggian tertentu dengan pemandangan alam yang indah menjadi daya tarik untuk dijadikan permukiman. Lahan bertopografi kasar dan tidak subur memiliki nilai jual yang rendah dan kurang diminati untuk perumahan.5) TransportasiTransportasi memengaruhi waktu dan biaya perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Lokasi dan perkembangan permukiman sangat berkaitan dengan prasarana dan sarana transportasi. Permukiman akan cepat berkembang di lokasi yang dilalui atau berdekatan dengan rute transportasi.6) Struktur AsalKota yang memiliki bangunan-bangunan historis bernilai budaya tinggi sering mempersulit dalam pengaturan permukiman masa kini. Biasanya, struktur asal ingin tetap dipertahankan sebagai monumen bersejarah.9. Pola tata ruang pedesaan dan perkotaan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-16 03:20:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46356651</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DIAN PERMATASARI DEN KA&#39;A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46414964</link>
         <description><![CDATA[<p>(1.) Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. Menurut bintaro, interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbale balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah perlilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung, melalui berita yang di dengar, atau melalui surat kabar. Menurut yoseph S. ROUCEK, interaksi merupakan suatu proses yang bersirfat timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap perilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan, baik secara langsung maupun tidak langsung.<br><br>(2.) Pada prinsipnya interaksi keruangan merupakan :</p><p>      a.&nbsp; Hubungan timbal balik antara dia wilayah atau lebih, misalnya antara kota dengan desa, antara kota dengan kota, antara daerah industry dan daerah pemasaran, antara daerah yang padat penduduknya dan daerah yang jarang penduduknya.</p><p>       b.&nbsp; Dalam hubungan timbale balik wilayah ini, terdapat proses pergerakan yaitu;&nbsp;</p><p>             1.&nbsp; Pergerakan manusia atau mobilitas&nbsp;</p><p>             2.&nbsp; Pergerakan atau perpindahan gagasan dan informasi atau dinamakan dengan komunikasi,       seperti informasi tentang teknologi, keindahan suatu wilayah, bencana alam, dan sebagainya.&nbsp;</p><p>             3.&nbsp; Pergerakan materi atau benda, yang dinamakan transportasi seperti perpindahan hasil            pertanian, produk industry, barang tambang dan lain-lain. c.&nbsp; Akibat hubungan antara dua wilayah tersebut, maka timbulah gejala kenampakan atau permasalahan baru. Gejala-gejala tersebut sifatnya dapat menguntungkan (+) atau merugikan (-)</p><p>(3)<br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-16 15:40:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46414964</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GABRELLA MORESSET L.LOBO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46469135</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-17 01:40:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46469135</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Svetlana Griaznova</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46573257</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.</p><p>2. Prinsip2 Interaksi Desa Kota:</p><ul><li>Hubungantimbal balik antara dia wilayah atau lebih, misalnya antara kota dengan desa, antara kota dengan kota, antara daerah industry dan daerah pemasaran, antara daerah yang padat penduduknya dan daerah yang jarang penduduknya.</li><li>Dalam hubungan timbale balik wilayah ini, terdapat proses pergerakan yaitu;                  1.Pergerakan manusia atau mobilitas                                                                                          2.Pergerakan atau perpindahan gagasan dan informasi atau dinamakan dengan komunikasi, seperti informasi tentang teknologi, keindahan suatu wilayah, bencana alam, dan sebagainya  3.Pergerakan materi atau benda, yang dinamakan transportasi seperti perpindahan hasil pertanian, produk industry, barang tambang dan lain-lain.</li><li>Akibat hubungan antara dua wilayah tersebut, maka timbulah gejala kenampakan atau permasalahan baru. Gejala-gejala tersebut sifatnya dapat menguntungkan (+) atau merugikan (-).</li></ul><br>3. Gejala2 yg ditimbulkan oleh interaksi desa kota:<ul><li>Terjadi proses modernisasi pertanian di daerah pedesaan</li><li>Terjadi urbanisme/gaya hidup kekotaan di daerah pedesaan </li><li>Terjadi urbanisasi</li><li>Pengangguran di kota menjadi meningkat</li></ul><br>4. Aspek2 interaksi:<ul><li>Aspek interaksi dibidang ekonomi antara lain;</li></ul><ol><li>Kota sebagai pusat pasar dan pembelanjaan</li><li>Pusat segala kegiatan industry</li><li>Sarana dan aktifitas perdagangan, transprtasi dan komunikasi dapat berkembang</li><li>Perbedaan harga-harga barang relative kecil</li></ol><ul><li>Aspek interaksi kota di bidang social antara lain;</li></ul><ol><li>Tata perumahan tempat tinggal yang cukup sehat</li><li>Tersedia fasilitas transportasi dan komunikasi</li><li>Tersedia fasilitas hiburan seperti gedung bioskop, karaoke, diskotik dan sebagainya</li><li>Banyak di bangun tempat-tempat pelayanan social seperti pasar, kantor pos dan lain-lain</li></ol><ul><li>Aspek interaksi kota di bidang budaya antara lain</li></ul><ol><li>Tingkat pendidikan makin maju</li><li>System komunikasi makin terbuka</li><li>Adanya integrasi pola budaya masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh antar anggota masyarakat</li><li>Kecendrungan masyarakat untuk menjadi keluarga kecil bahagaia dan sejahtera makin besar</li></ol><br>5. Manfaat interaksi:<div><span style="font-size: 13px;">     a.&nbsp;Desa bagi kota</span><p><span style="font-size: 13px;">         </span><span style="font-size: 13px; color: rgb(102, 102, 102);">1) </span><span style="font-size: 13px; color: rgb(102, 102, 102);">Sumber tenaga kerja</span></p><p>         2) Sumber bahan mentah</p><p>         3) Sumber&nbsp; bahan pangan</p><p>    b.&nbsp;Kota bagi desa</p><p>        1) Sumber tenaga kerja terlatih dan terdidik</p><p>        2) Pembelanjaan</p><p>        3) Permodalan</p><p>   c.&nbsp;Kota bagi kota</p><p>        1) Mengurangi perbedaan biaya hidup dan pendapatan</p><p>        2) Mencukupi dan melengkapi kebutuhan penduduk</p><p>        3) Agar tidak terjadi pemusatan kegiatan produksi</p><p>6. Faktor2 yang mempengaruhi interaksi desa kota:</p><p><ul><li>Wilayah yang saling melengkapi (regional complementary), yaitu wilayah yang memiliki potensi sumber daya yang berbeda –beda, baik secara kualitas maupun kuantitas.<br></li><li>Adanya kesempatan untuk berintervensi (interventing opportunity) yang meliputi dua pengertian yaitu:</li></ul><div>          1) Adanya kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antara dua wilayah, dan dapat memuhi kebutuhan sumber daya wilayah lain</div><div>          2) Adanya sumber daya pengganti yang di butuhkan wilayah sehingga melemahkan interaksi dengan wilayah lain.</div><div><ul><li>Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability), kemudahan ini dapat berupa benda, manusia, gagasan atau informasi,adapun beberapa factor yang mempengaruhi yaitu:</li></ul></div></p></div><blockquote style="margin: 0 0 0 40px; border: none; padding: 0px;"><div><p><div><div>1) Jarak mutlak dan jarak relative antar wilayah</div></div><div>2) Biaya angkutan atau transportasi</div><div>3) Kemudahan atau kelancaran transportasi</div></p></div></blockquote><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i>7. Hal2 yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang: faktor jarak, biaya angkasa (transportasi) dan kelancaran prasarana transportasi. Jadi semakin mudah&nbsp;<em>transferbilitas</em>, maka akan semakin besar arus komoditas.</i></font><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i><br></i></font></div><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i>8. Zona2 interaksi desa kota:</i></font></div><blockquote style="margin: 0 0 0 40px; border: none; padding: 0px;"><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i>a. City, diartikan sebagai pusat kota.</i></font></div><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i>b. Suburban (subdaerah kota), yaitu suatu wilayah yang lokasinya berdekatan dengan pusat kota.         Wilayah ini meruakan tempat tinggal para penglaju. Penglajau adalah penduduk yang melakukan mobilitas harian (tanpa menginap di kota)</i></font></div><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i>c. Suburban fringe (jalur tepi subdaerah perkotaan) yaitu suatu wilayah yang dilingkari subdaerah perkotaan. Wilayah ini merupakan peralihan daerah kota.</i></font></div><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i>d.Urban fringe (jalur tepi daerah perkotaan paling luar), yaitu semua batas wilayah terluar suatu      kota. Wilayah ini di tandai dengan sifat-sifatnya yang mirip dengan wilayah kota, kecuali dengan wilayah pusat kota.</i></font></div><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i>e.Rural (daerah pedesaan)<br></i></font></div><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i><br></i></font></div></blockquote><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i>9.&nbsp;Perbedaan pola tata ruang di pedesaan dan di perkotaan:</i></font><blockquote style="margin: 0 0 0 40px; border: none; padding: 0px;"><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i><b><u>Pola tata ruang desa pada umumnya sangat sederhana, letak rumha dikelilingi pekarangan cukup luas, jarak antara rumah satu dengan yang lain cukup longgar, setiap rumah mempunyai pekarangan, sawah dan ladang di luar perkampungan.</u></b></i></font></div><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i><b><u>Sedangkan bentuk dan pola tata ruang kota, dalam penataannya tidak terlepas dari memperhatikan corak kehidupan penduduk, karena penduduk kota sudah memiliki corak ragam kehidupan yang heterogen sehingga pola-pola tata guna lahan untuk ruang di kota sudah dirancang dengan baik terutama memperhatikan pengadaan sarana perkotaan dengan baik dan terpadu.</u></b></i></font></div><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i><b><u><br></u></b></i></font></div></blockquote><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><b><i><u>10. Contoh wujud interaksi yang bersifat fisik &amp; sosial:</u></i></b></font><div><ul><li><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><b><i><u>Fisik:</u></i></b></font></li></ul></div><blockquote style="margin: 0 0 0 40px; border: none; padding: 0px;">1) Perubahan penggunaan lahan. Misalnya, daerah permukiman berubah menjadi daerah pusat pertokoan.<br></blockquote><blockquote style="margin: 0 0 0 40px; border: none; padding: 0px;">2) Pembangunan berbagai sarana dan prasarana. Misalnya, gedung perkantoran, jalan, pertokoan, sekolah dan perumahan.</blockquote><ul><li>Sosial:</li></ul><div><blockquote style="margin: 0 0 0 40px; border: none; padding: 0px;">1) Kontak social antar masyarakat, kontak social antar masyarakat menghasilkan berbgai bentuk aktifitas dalam suatu lingkungan. Misalnya adanya berbagai organisasi sosial.<br></blockquote><blockquote style="margin: 0 0 0 40px; border: none; padding: 0px;">2) Perubahan status social seseorang. Perubahan status social biasa bersifat positif (Meningkat) atau negative (Menurun).<br></blockquote></div><div><div><div><div><font color="#666666" face="Georgia, Times, serif"><i><br></i></font><div><div><blockquote style="margin: 0 0 0 40px; border: none; padding: 0px;"><div><p></p></div></blockquote></div></div></div></div></div></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-19 15:09:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46573257</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GABRELLA MORESSET</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46606346</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                
<br></p><p>4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok.&nbsp;</p><p>•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.</p><p>-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya.&nbsp;</p><p>-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:<span style="font-size: 13px;">1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama</span>
</p><p>2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:13:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46606346</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gita oktriafi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46606629</link>
         <description><![CDATA[<p>1.<span style="font-size: 16px; background-color: rgb(61, 133, 198); color: rgb(51, 51, 51); white-space: normal;">Interaksi adalah suatu hubungan timbal balik yang saling berpengaruh antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, kenampakan atau permasalahan baru.&nbsp;</span></p><p><span style="font-size: 16px; background-color: rgb(61, 133, 198); color: rgb(51, 51, 51); white-space: normal;">2. &nbsp;</span></p><p><span style="font-size: 29px; color: rgb(51, 51, 51); white-space: normal;">1.	Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih</span></p><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">2.	Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :</span><div><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">•	Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)</span><br style="margin: 0px; padding: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;"><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">•	Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah</span><br style="margin: 0px; padding: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;"><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">•	Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya</span><br style="margin: 0px; padding: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;"><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">3.	Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :</span><br style="margin: 0px; padding: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;"><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">•	kota menjadi sasaran urbanisasi</span><br style="margin: 0px; padding: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;"><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">•	terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda.</span></div><div><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">3. Gejala yabg timbul oleh interaksi desa kota:</span></div><div><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">1. Terjafi proses modernisasi pertanian daerah pedesaan.</span></div><div><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">2. Terjadi urbanisme/gaya hidup kekotaan daerah pedesaan.</span></div><div><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">3. terjadi pengangguran</span></div><div><span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 29px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 39.683502197265625px; white-space: normal;">4.&nbsp;</span></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:20:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46606629</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andi Fini Astari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46607611</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.
</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:38:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46607611</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608213</link>
         <description><![CDATA[<p><span style="font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain. 2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut : Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu : •Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk) •Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah •Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya 3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh : kota menjadi sasaran urbanisasi terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda 4. aspek-aspek sebagai berikut: Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. •Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. -Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. •Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. -Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004). 5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama 2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial 3. Menghindari Konflik Sosial 4. Menghindari Dominasi Sosial 5. Meningkatkan Integritas Nasional 6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah : Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi) Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi) Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang ) 7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang: 1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity) Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan. 2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity) Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah. 3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability) Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut: a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah; b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain; c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya&nbsp;</span></p><p><span style="font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">8. Zona interaksi °Inti kota (city) terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh : •zona suburban (faubourgh), yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters). •Zona urban fringe adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar. •Zona rural-urban fringe adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota. Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.</span></p><p><span style="font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut: _Perumahan dan permukiman _Perdagangan dan jasa -Industri -Pendidikan -Perkantoran dan jasa -Terminal -Wisata dan taman rekreasi -Pertanian dan perkebunan -Tempat pemakaman umum -Tempat pembuangan sampah Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.&nbsp;</span></p><p><span style="font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial: a. Kedudukan (Status) Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan. b. Peranan Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya. &nbsp;</span></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:48:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608213</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hikmah Elvara Dirna</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608249</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:48:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608249</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rika Andiyani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608283</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:49:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608283</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Habib Ismail Sidik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608317</link>
         <description><![CDATA[<p>    &nbsp;</p><p>1.&nbsp;Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p><p>2.&nbsp;interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :</p><ol><li>Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih</li><li>Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :<ul><li>Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)</li><li>Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah</li><li>Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya</li></ul></li><li>Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :</li><ul><li>kota menjadi sasaran urbanisasi</li><li>terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<span style="font-size: 13px;">4.&nbsp;aspek-aspek sebagai berikut:</span>
</li><li><ol><li>Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar.&nbsp;</li><li>Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok.&nbsp;</li><li>Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut.&nbsp;</li><li>Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).</li></ol>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 5. Manfaat interaksi:</li><li>1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial3. Menghindari Konflik Sosial<span>4. Menghindari Dominasi Sosial<span>5. Meningkatkan Integritas Nasional</span></span></li></ul></ol>6.&nbsp;<b>Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :</b><ol><li><b>Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)</b></li><li><b>Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)</b></li><li><b>Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )</b></li></ol><b>8. Zona interaksi</b><b>&nbsp; &nbsp; &nbsp;-Inti kota (city)</b>terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :<b>-zona suburban (faubourgh), &nbsp;</b>yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).<b>-Zona urban fringe &nbsp;</b>adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.<b>-Zona rural-urban fringe &nbsp;</b>adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.9.&nbsp;Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:<ol><li>Perumahan dan permukiman</li><li>Perdagangan dan jasa</li><li>Industri</li><li>Pendidikan</li><li>Perkantoran dan jasa</li><li>Terminal</li><li>Wisata dan taman rekreasi</li><li>Pertanian dan perkebunan</li><li>Tempat pemakaman umum</li><li>Tempat pembuangan sampah</li></ol>Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:<h3>a. Kedudukan (Status)</h3><p><strong>Status (kedudukan) adalah</strong>&nbsp;posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.</p><h3>b. Peranan</h3><p>Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status.&nbsp;<strong>Peranan adalah</strong>&nbsp;perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.</p><p>7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:</p><p>1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)</p>Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.2. Adanya kesempatan&nbsp;<a href="http://www.imammurtaqi.com/">untuk</a>&nbsp;saling berintervensi (interventing opportunity)Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.Pada contoh gambar di bawah ini, dijelaskan bahwa secara potensial antara wilayah A dan B sangat mungkin terjali hubungan timbal balik, sebab A kelebihan sumber daya X dan kekurangan sumber daya Y, sedangkan keadaan di B sebaliknya. Namun karena kebutuhan masing-masing wilayah itu secara langsung telah dipenuhi oleh wilayah C, maka interaksi antara wilayah A dan B menjadi lemah. Dalam hal ini wilayah C berperan sebagai alternatif pengganti suatu sumber daya bagi wilayah A atau wilayah B.<br><br>3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)<br>Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:<br><br>a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;<br>b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;<br>c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya<br>9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut: _Perumahan dan permukiman _Perdagangan dan jasa -Industri -Pendidikan -Perkantoran dan jasa -Terminal -Wisata dan taman rekreasi -Pertanian dan perkebunan -Tempat pemakaman umum -Tempat pembuangan sampah Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran. 10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial: a. Kedudukan (Status) Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan. b. Peranan Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan<br>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:50:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608317</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gita oktriafj</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608399</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:52:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608399</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608536</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:55:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608536</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gita oktriafi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608538</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi .</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:55:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608538</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608589</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:56:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608589</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608603</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:56:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608603</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608607</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di s, </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:56:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608618</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di s, </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:56:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608618</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608631</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:56:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608631</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608638</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:56:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608638</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608664</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi i  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:57:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608678</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti  i  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:57:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608678</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widya nursahri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608682</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:57:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608682</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Natalia Utami P Wardhani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608727</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:58:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608727</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hikmah ell varah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608758</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)


Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya..</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:58:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608758</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608872</link>
         <description><![CDATA[<p>Annisa Febriyani </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:00:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608872</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608874</link>
         <description><![CDATA[<p>Annisa Febriyani /</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:00:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608874</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608875</link>
         <description><![CDATA[<p>Annisa Febriyani / 212043 </p><p>XII IPS  2</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:00:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608875</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ayu tri lestari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608906</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:01:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608906</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rika andiyani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608933</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:
1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity).
Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.
2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.
3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:
a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.
<br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:01:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608933</guid>
      </item>
      <item>
         <title>St hardianty rahman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608949</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)
Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu u</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:02:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608949</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ayu Tri Lestari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608954</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:02:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46608954</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Natalia utami</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46609025</link>
         <description><![CDATA[<p><span style="color: rgb(249, 249, 249); font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 24px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgb(44, 44, 52);">Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain. 2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut : Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu : •Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk) •Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah •Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya 3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh : kota menjadi sasaran urbanisasi terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda 4. aspek-aspek sebagai berikut: Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. •Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. -Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. •Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. -Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004). 5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama 2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial 3. Menghindari Konflik Sosial 4. Menghindari Dominasi Sosial 5. Meningkatkan Inte&nbsp;</span></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:03:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46609025</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ayu Tri Lestari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46609089</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:05:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46609089</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas inividu&amp;nbsp;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46609105</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:05:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46609105</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Natalia utamu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46609118</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)
Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu u</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 02:06:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46609118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>rahmi meuthiasari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46962582</link>
         <description><![CDATA[<p><p>1.
 Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu 
dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok 
yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                         
                                             
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi 
suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, 
bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan
 baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda             
   

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena 
adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu 
dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan 
tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu 
individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena 
adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara 
person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti 
mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi 
kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal 
itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau 
menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial 
yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena
 individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, 
tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam 
kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu 
individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam 
kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki 
fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran
 keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala 
desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi 
masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan 
hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota 
masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan 
struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti:
 keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang 
mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional 
complementarity)
Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena 
adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. 
Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya 
kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang 
industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi 
yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing 
opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan 
perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau 
dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial 
transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah 
adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia,
 barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang 
sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan 
informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti
 kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana 
transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan 
daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, 
kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling
 luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan 
lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk 
jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. 
Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun
 unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, 
baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona 
suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe 
merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat 
disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, 
sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. 
Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai 
berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti 
adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh 
yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya 
mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, 
sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana 
seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain 
sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan 
harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah 
perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan 
kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan 
dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi 
kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan 
dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi 
kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara 
individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan 
kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                
                                                      2. interaksi antar
 wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi 
suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, 
bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan 
baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda             
   4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena 
adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu 
dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan 
tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu 
individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena 
adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara 
person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti 
mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang 
sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar 
barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk 
mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh 
ibu pembeli tersebut. 
Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial 
yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena
 individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, 
tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam 
kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu 
individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam 
kelompoknya. Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu 
Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu u</p>
<li>
<a href="http://padlet.com/media/share/facebook?url=http%3A%2F%2Fpadlet.com%2Fkasmangeo27%2F54icktf0nuvs%2Fwish%2F46609118&amp;title=Natalia+utamu&amp;description=%3Cp%3E1.+Interaksi+yaitu+hubungan+saling+mempengaruhi.+Hubungan+antara+individu+dengan+individu%2C+individu+dengan+kelompok%2C+dan+kelompok+dengan+kelompok+yang+dapat+menimbulkan+pengaruh+satu+sama+lain.++++&amp;media=">

</a>
</li><li>
<a href="http://padlet.com/media/share/twitter?url=http%3A%2F%2Fpadlet.com%2Fkasmangeo27%2F54icktf0nuvs%2Fwish%2F46609118&amp;title=Natalia+utamu&amp;description=%3Cp%3E1.+Interaksi+yaitu+hubungan+saling+mempengaruhi.+Hubungan+antara+individu+dengan+individu%2C+individu+dengan+kelompok%2C+dan+kelompok+dengan+kelompok+yang+dapat+menimbulkan+pengaruh+satu+sama+lain.++++&amp;media=">

</a>
</li><li>
<a href="http://padlet.com/media/share/googleplus?url=http%3A%2F%2Fpadlet.com%2Fkasmangeo27%2F54icktf0nuvs%2Fwish%2F46609118&amp;title=Natalia+utamu&amp;description=%3Cp%3E1.+Interaksi+yaitu+hubungan+saling+mempengaruhi.+Hubungan+antara+individu+dengan+individu%2C+individu+dengan+kelompok%2C+dan+kelompok+dengan+kelompok+yang+dapat+menimbulkan+pengaruh+satu+sama+lain.++++&amp;media=">

</a>
</li><li>
<a href="http://padlet.com/media/share/pinterest?url=http%3A%2F%2Fpadlet.com%2Fkasmangeo27%2F54icktf0nuvs%2Fwish%2F46609118&amp;title=Natalia+utamu&amp;description=%3Cp%3E1.+Interaksi+yaitu+hubungan+saling+mempengaruhi.+Hubungan+antara+individu+dengan+individu%2C+individu+dengan+kelompok%2C+dan+kelompok+dengan+kelompok+yang+dapat+menimbulkan+pengaruh+satu+sama+lain.++++&amp;media=">

</a>
</li><li>
<a href="http://padlet.com/media/share/tumblr?url=http%3A%2F%2Fpadlet.com%2Fkasmangeo27%2F54icktf0nuvs%2Fwish%2F46609118&amp;title=Natalia+utamu&amp;description=%3Cp%3E1.+Interaksi+yaitu+hubungan+saling+mempengaruhi.+Hubungan+antara+individu+dengan+individu%2C+individu+dengan+kelompok%2C+dan+kelompok+dengan+kelompok+yang+dapat+menimbulkan+pengaruh+satu+sama+lain.++++&amp;media=">

</a>
</li><li>
<a href="http://padlet.com/media/share/linkedin?url=http%3A%2F%2Fpadlet.com%2Fkasmangeo27%2F54icktf0nuvs%2Fwish%2F46609118&amp;title=Natalia+utamu&amp;description=%3Cp%3E1.+Interaksi+yaitu+hubungan+saling+mempengaruhi.+Hubungan+antara+individu+dengan+individu%2C+individu+dengan+kelompok%2C+dan+kelompok+dengan+kelompok+yang+dapat+menimbulkan+pengaruh+satu+sama+lain.++++&amp;media=">

</a>
</li><li>
<a href="mailto:?subject=Hey%2C%20check%20out%20what%20I%20have%20created%20at%20Padlet&amp;body=Made%20with%20love%3A%20http%3A%2F%2Fpadlet.com%2Fkasmangeo27%2F54icktf0nuvs%2Fwish%2F46609118">

</a>
</li></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-22 13:07:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/46962582</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANNISA FEBRIYANI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/52494795</link>
         <description><![CDATA[<p>
1.&nbsp;Interaksi, yaitu hubungan
saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan
kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu
sama lain.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;
&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br></p><p>2.&nbsp;interaksi antar wilayah
memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

<ol><li>Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau
     lebih</li><li>Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan
     yaitu :</li><ul><li>Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)</li><li>Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya :
      informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah</li><li>Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan
      pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya</li></ul><li>Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan
     dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :</li><ul><li>kota menjadi sasaran urbanisasi</li><li>terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang
      berbeda &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;4.&nbsp;aspek-aspek sebagai berikut:</li><ol><li>Adanya hubungan, Setiap
       interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara
       individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta
       hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu
       dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan,
       dan bertengakar.&nbsp;</li><li>Ada individu, Setiap
       interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan
       hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari
       individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok.&nbsp;</li><li>Ada tujuan, Setiap interaksi
       sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
       Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi
       kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal
       itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau
       menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut.&nbsp;</li><li>Adanya hubungan dengan
       struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan
       struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya
       tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu
       memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak
       terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan
       sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. Misalkan,
       seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi
       dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran
       keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala
       desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi
       masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan
       hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota
       masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan
       struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).</li></ol></ul></ol>

<p>&nbsp;
&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 5. Manfaat interaksi:</p>

<ol><ul><li>1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti:
      keragaman ras, suku dan agama2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi
      Sosial3. Menghindari Konflik Sosial4. Menghindari Dominasi Sosial5.
      Meningkatkan Integritas Nasional</li></ul></ol>

<p>6.&nbsp;<b>Edward Ulman (1987)
memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota
adalah :</b></p>

<ol><li><b>Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling
     melengkapi)</b></li><li><b>Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk
     berintervensi)</b></li><li><b>Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan
     dalam ruang )</b></li></ol>

<p><b>8. Zona interaksi&nbsp; &nbsp;
&nbsp;-Inti kota (city)</b>terletak
di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :<b>-zona suburban
(faubourgh), &nbsp;</b>yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti
kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).<b>-Zona
urban fringe &nbsp;</b>adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat
mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan
paling luar.<b>-Zona rural-urban fringe &nbsp;</b>adalah zona antara daerah
kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan
jalur batas desa-kota.Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang
membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang
ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun
unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik
dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban
fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki
suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.9.&nbsp;Tata
ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih
diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan
dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:</p>

<ol><li>Perumahan dan permukiman</li><li>Perdagangan dan jasa</li><li>Industri</li><li>Pendidikan</li><li>Perkantoran dan jasa</li><li>Terminal</li><li>Wisata dan taman rekreasi</li><li>Pertanian dan perkebunan</li><li>Tempat pemakaman umum</li><li>Tempat pembuangan sampah</li></ol>

<p>Dampak dari rencana tata ruang di
wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan
berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem
transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada
kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.10. Contoh wujud
interaksi yang bersifat sosial:</p>

<p><b>a.
Kedudukan (Status)</b></p>

<p><b>Status (kedudukan) adalah</b>&nbsp;posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang
menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan
tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.</p>

<p><b>b.
Peranan</b></p>

<p>Peranan merupakan aspek dinamis
kedudukan atau status.&nbsp;<b>Peranan adalah</b>&nbsp;perilaku yang diharapkan
oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang
dimilikinya.</p>

<p>7. Hal yang mempengaruhi adanya
kemudahan pemindahan dalam ruang:</p>

<p>1. Adanya wilayah-wilayah yang
saling melengkapi (regional complementarity)</p>

<p>Adanya hubungan wilayah yang saling
melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan
kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada
wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian,
barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi
yang didasarkan saling membutuhkan.2. Adanya kesempatan&nbsp;<a href="http://www.imammurtaqi.com/"><span>untuk</span></a>&nbsp;saling
berintervensi (interventing opportunity)Kesempatan berintervensi dapat
diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya
interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan
antarwilayah.Pada contoh gambar di bawah ini, dijelaskan bahwa secara potensial
antara wilayah A dan B sangat mungkin terjali hubungan timbal balik, sebab A
kelebihan sumber daya X dan kekurangan sumber daya Y, sedangkan keadaan di B
sebaliknya. Namun karena kebutuhan masing-masing wilayah itu secara langsung
telah dipenuhi oleh wilayah C, maka interaksi antara wilayah A dan B menjadi
lemah. Dalam hal ini wilayah C berperan sebagai alternatif pengganti suatu
sumber daya bagi wilayah A atau wilayah B.<br>
<br>
3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer
ability)<br>
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya
kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang,
maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung
pada hal-hal berikut:<br>
<br>
a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;<br>
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi
dari satu tempat ke tempat lain;<br>
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti
kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi,
dan sebagainya<br>
9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga
perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah
perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut: _Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa -Industri -Pendidikan -Perkantoran dan jasa -Terminal
-Wisata dan taman rekreasi -Pertanian dan perkebunan -Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan
yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya
kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi,
sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan,
sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran. 10. Contoh wujud interaksi
yang bersifat sosial: a. Kedudukan (Status) Status (kedudukan) adalah posisi
sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban
dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk
menanamkan harapan-harapan. b. Peranan Peranan merupakan aspek dinamis
kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain
dalam melaksanakan</p>
</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-08 07:05:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/54icktf0nuvs/wish/52494795</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
