<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>[X-7] Objek, Aspek, dan Ruang Lingkup Geografi by Ginna Meriana</title>
      <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-08-03 07:20:59 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-12 07:38:14 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>[CONTOH] Gempa Pasifik</title>
         <author>ginnameriana82</author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3534356874</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Anggota :</strong></p><ol><li><p>Ahmad</p></li><li><p>Budi </p></li><li><p>dst</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Objek :</strong> Litosfer</p><p><br/></p><p><strong>Pendekatan : </strong>Kewilayahan</p><p><br/></p><p><strong>Aspek :</strong> Fisik - Topologi</p><p><br/></p><p><strong>Cabang ilmu Geografi :</strong> Geologi, Geofisika, Seismologi</p><p><br/></p><p><strong>5W+1H :</strong></p><p><strong>What</strong> : Peristiwa apa yang dibahas dalam berita tersebut?</p><p>Peristiwa yang dibahas dalam berita tersebut adalah tentang gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang wilayah lepas pantai Kamchatka, Rusia, pada Selasa pagi waktu setempat, 30 Juli 2025.</p><p><br/></p><p><strong>When</strong> : Kapan peristiwa tersebut terjadi?</p><p>dst.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://tunashijau.id/gempa-magnitudo-88-guncang-rusia-timur-picu-tsunami-hingga-pasifik/" />
         <pubDate>2025-08-03 07:27:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3534356874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BMKG: Anomali Musim Kemarau Picu Cuaca Ekstrem Berkepanjangan di Indonesia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535660904</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Anggota :</strong></p><ol><li><p>Alisha Caryn Wijaya</p></li><li><p>Bernadetta Elena Gavrilla Putri</p></li><li><p>Jesisca Ruth Areta Tamba</p><p><br/></p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Objek</strong> : Atmosfer</p><p><br/></p><p><strong>Pendekatan</strong> : Kewilayahan</p><p><br/></p><p><strong>Aspek</strong> : Fisik - Klimatologi dan Meteorologi</p><p><br/></p><p><strong>Cabang ilmu Geografi</strong> : Klimatologi, Meteorologi, Hidrologi </p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>5W+1H : </strong></p><p><strong>What : </strong></p><p>Peristiwa apa yang dibahas dalam berita tersebut?<br>Berita ini membahas tentang peristiwa anomali musim kemarau yang terjadi di Indonesia pada tahun 2025. Biasanya, pada bulan Juni hingga Agustus, sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Namun, berdasarkan data BMKG, pada tahun ini justru hanya sekitar 30% wilayah yang benar-benar mengalami musim kemarau. Sebaliknya, banyak daerah justru mengalami hujan deras, banjir, dan cuaca ekstrem meskipun seharusnya sedang berada di musim kering.</p><p><br/></p><p><strong>When : </strong></p><p>Kapan peristiwa tersebut terjadi?<br>Waktu kejadian dalam berita ini dimulai sejak akhir bulan Juni 2025 dan terus berlangsung hingga bulan Juli bahkan masih terasa dampaknya pada awal Agustus 2025. Dalam periode ini, banyak wilayah yang seharusnya kering justru mengalami cuaca ekstrem yang basah, seperti hujan lebat dan petir yang intens.</p><p><br/></p><p><strong>Where :</strong> </p><p>Di mana lokasi kejadian dalam berita tersebut?<br>Peristiwa anomali musim kemarau ini terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah antara lain Jabodetabek, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Di wilayah-wilayah tersebut, anomali ini menyebabkan berbagai bencana seperti banjir, longsor, dan terganggunya aktivitas pertanian serta transportasi.</p><p><br/></p><p><strong>Who : </strong></p><p>Siapa pihak yang terdampak dalam kejadian tersebut?<br>Pihak yang terdampak dalam kejadian ini adalah masyarakat umum yang tinggal di wilayah-wilayah yang seharusnya mengalami kemarau namun justru dilanda hujan ekstrem. Petani menjadi salah satu kelompok paling terdampak karena perubahan musim ini mengganggu jadwal tanam dan panen. Selain itu, masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir juga harus menghadapi risiko bencana. BMKG sebagai lembaga pemantau cuaca juga terlibat aktif dalam memberi peringatan dini.</p><p><br/></p><p><strong>Why : </strong></p><p>Mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi?<br>Peristiwa ini terjadi karena adanya gangguan di lapisan atmosfer bumi yang menyebabkan perubahan pola musim. BMKG menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti gelombang Rossby dan gelombang Kelvin yang aktif di wilayah Indonesia, ditambah monsun yang lemah dan meningkatnya kelembapan udara, membuat pembentukan awan hujan terus berlangsung. Kondisi inilah yang menyebabkan hujan masih terjadi di musim yang seharusnya kering.</p><p><br/></p><p><strong>How : </strong></p><p>Bagaimana proses terjadinya peristiwa tersebut dan dampaknya?<br>Proses terjadinya anomali ini dimulai dari gangguan sistem cuaca global yang memengaruhi pergerakan angin, suhu, dan kelembapan udara di wilayah Indonesia. Akibatnya, pembentukan awan hujan menjadi sangat aktif. Dampak dari peristiwa ini sangat luas, seperti banjir yang merendam permukiman, tanah longsor di daerah perbukitan, serta gangguan terhadap jadwal pertanian dan transportasi. Bahkan beberapa aktivitas penerbangan pun sempat terganggu akibat cuaca yang tidak menentu.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-anomali-musim-kemarau-picu-cuaca-ekstrem-berkepanjangan-di-indonesia" />
         <pubDate>2025-08-05 06:23:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535660904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Warga: Korban Tewas Kebakaran Lenteng Agung Coba Selamatkan Diri ke Kamar Mandi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535689329</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://news.detik.com/berita/d-8031734/warga-korban-tewas-kebakaran-lenteng-agung-coba-selamatkan-diri-ke-kamar-mandi/amp">https://news.detik.com/berita/d-8031734/warga-korban-tewas-kebakaran-lenteng-agung-coba-selamatkan-diri-ke-kamar-mandi/amp</a></p><p><br/></p><p><strong>Anggota</strong>:</p><ol><li><p>Aftya Dwi Sachnazia</p></li><li><p>Ayesha Noor Mawaddah</p></li><li><p>Fiona Putridifa Sabiqa</p></li><li><p>Naira Fazila Putri</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Objek</strong>: Lingkungan Fisik</p><p><br/></p><p><strong>Pendekatan</strong>: Kewilayahan</p><p><br/></p><p><strong>Aspek</strong>: Fisik – Topologi</p><p><br/></p><p><strong>Cabang Ilmu Geografi</strong>: Geografi Fisik, Geografi Keruangan, Manajemen Bencana</p><p><br/></p><p><strong>5W+1H</strong>:</p><p><br/></p><p><strong>What</strong>:</p><p>Kebakaran terjadi di sebuah lapak rongsokan dan rumah kontrakan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Api cepat menjalar dan menghanguskan bangunan serta properti pribadi.</p><p><br/></p><p><strong>When</strong>:</p><p>Terjadi pada Minggu, 27 Juli 2025, sekitar sore ataupun malam hari. Warga melaporkan panik saat melihat api besar bermula di satu lokasi lalu menyebar. </p><p><br/></p><p><strong>Where</strong>:</p><p>Lokasi berada di Gang Kancil I, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan—termasuk lapak rongsokan dan rumah kontrakan di sekitarnya. </p><p><br/></p><p><strong>Who</strong>:</p><p>Menewaskan satu orang perempuan (48 tahun) yang terjebak di dalam kontrakan. Warga sekitar turut panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang serta kendaraan mereka. </p><p><br/></p><p><strong>Why</strong>:</p><p>Diduga penyebabnya adalah korsleting listrik yang terjadi di dalam salah satu bangunan kontrakan atau lapak. Analisis teknis masih dilakukan. </p><p><br/></p><p><strong>How</strong>:</p><p>Sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan meskipun rumah sebagian roboh dan perlu evakuasi warga terdampak. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://news.detik.com/berita/d-8031734/warga-korban-tewas-kebakaran-lenteng-agung-coba-selamatkan-diri-ke-kamar-mandi/amp" />
         <pubDate>2025-08-05 06:56:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535689329</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia pada awal Agustus 2025.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535699647</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Anggota :</strong></p><ol><li><p>Jihan Naura Hafizhah Hartono</p></li><li><p>Ariadita Kaysa Rumi</p></li><li><p>Aqueeno Bimopandya Baskoro</p></li><li><p>Satrio Muhammad Putra Ramadhan</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Objek : </strong>Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia pada awal Agustus 2025.</p><p><br></p><p><strong>Pendekatan : </strong>Geografi Fisik</p><p><br></p><p><strong>Aspek :</strong> Fisik, Sosial, dan Ekonomi. </p><p><br></p><p><strong>Cabang ilmu Geografi : </strong>Fisik, Sosial, dan Ekonomi</p><p><br></p><p><strong>5W+1H : </strong></p><p><strong>What : </strong>Peristiwa apa yang dibahas dalam berita tersebut?</p><p>Peristiwa yang dibahas adalah letusan besar Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, NTT, pada tahun 2025. Letusan ini merupakan fenomena geografi berupa aktivitas vulkanik yang bersifat eksplosif dan berdampak signifikan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.</p><p>Letusan ini terjadi beberapa kali dalam kurun waktu 2025, namun salah satu letusan terbesar terjadi pada:</p><p>Tanggal 17 Juni 2025, pukul 17.35 WITA.</p><p>Gunung meletus secara eksplosif, memuntahkan abu vulkanik setinggi 10.000 meter (10 km) ke atmosfer.</p><p>Letusan disertai suara gemuruh, getaran tanah, dan hujan abu tebal yang menjangkau wilayah luas.</p><p>Letusan ini menyebabkan ratusan warga di sekitar gunung harus dievakuasi, aktivitas penerbangan terganggu, serta kerusakan pada lingkungan dan mata pencaharian masyarakat seperti pertanian.</p><p>Sebelumnya, pada 20 Maret 2025, gunung ini juga meletus dua kali dalam sehari:</p><p>Pagi hari terjadi letusan ringan,</p><p>Malam hari terjadi letusan lebih besar dengan kolom abu setinggi 2.500 meter dan hujan abu di beberapa desa.</p><p>Pihak berwenang, seperti PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), menaikkan status Gunung Lewotobi dari Siaga (Level III) ke Awas (Level IV) — yang merupakan level tertinggi dalam sistem peringatan dini letusan gunung api.</p><p><br></p><p><strong>When : </strong>Kapan peristiwa itu terjadi? </p><p>17 Juni 2025, pukul sekitar 17.35 WITA di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Provinsi NTT — letusan dahsyat dengan kolom abu mencapai sekitar 10 km dari puncak. </p><p>20 Maret 2025, terjadi dua kali letusan: pertama pada pukul 07.53 WITA, lalu letusan lebih besar pada pukul 20.26 WITA, kolom abu mencapai 300–2.500 meter. </p><p><br></p><p><strong>Where : </strong>Dimana lokasi kejadian dalam berita tersebut? </p><p>Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pulau Flores, Indonesia.</p><p>Gunung Lewotobi memiliki dua puncak utama, yaitu:</p><p>Lewotobi Laki-laki (yang meletus), dan</p><p>Lewotobi Perempuan.</p><p>Letaknya berada di bagian tengah-selatan Pulau Flores, sekitar 50 km dari kota Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur.</p><p><br></p><p><strong>Who : </strong>Siapa pihak yang terdampak dalam kejadian tersebut? </p><p>Warga lokal di desa sekitar seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelan, Klatanlo, Hokeng Jaya, dan Nawakote terkena hujan abu dan potensi lahar dingin. 389 warga dievakuasi pada 20 Maret. Dua orang mengalami luka bakar akibat abu panas. Sektor penerbangan dan pariwisata terdampak signifikan: pembatalan ratusan penerbangan domestik dan internasional menuju Pulau Flores oleh maskapai seperti Jetstar, Virgin Australia, AirAsia, Air India, dan lainnya. </p><p><br></p><p><strong>why : </strong>Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi karena aktivitas vulkanik alami yang disebabkan oleh proses geologi di bawah permukaan bumi. </p><p><br></p><p><strong>How : </strong>Mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi? </p><p>Intinya adalah akumulasi gas dan magma di kantong magma bawah permukaan yang tekanannya meningkat.</p><p>Aktivitas gempa vulkanik intensif dan pelepasan gas mendorong magma naik.</p><p>Ketika tekanan tidak lagi tertahan, terjadi letusan eksplosif, memancarkan abu vulkanik dan material pyroklastik serta (pada kasus Ile Lewotolok) aliran lava. </p><p>Penerbangan terganggu atau dibatalkan: mencakup maskapai domestik dan internasional, layanan ke dan dari bandara di Flores dibatalkan atau ditunda. </p><p>Gangguan kesehatan dan lingkungan: hujan abu menyebabkan risiko iritasi saluran napas, perlunya penggunaan masker oleh masyarakat yang tahan terdampak abu vulkanik. </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://apnews.com/article/59657396e52ec5b024ec257c35a79c79?utm_source=chatgpt.com" />
         <pubDate>2025-08-05 07:11:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535699647</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535712440</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota:</p><ol><li><p>Ilham Alfarabi</p></li><li><p>Hafiz Dwi Ardianto</p></li><li><p>Muhammad Rifi Pratama</p></li><li><p>Muhammad Razka Raffansya</p><p><br/></p></li></ol><p>Objek: Peristiwa gempa bumi berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Myanmar dan terasa hingga Thailand, menyebabkan gedung bergoyang dan runtuh.</p><p><br/></p><p>Aspek:Geologi, Topologi, dan kemanusiaan</p><p><br/></p><p>Cabang ilmu: Geologi, Seismologi. </p><p><br/></p><p>5W+1H</p><p><br/></p><p>What: Gempa bumi dahsyat berkekuatan M 7,7 mengguncang Myanmar dan terasa hingga Thailand, menyebabkan gedung pencakar langit bergoyang dan runtuh.</p><p>Who	Warga Thailand (terutama di Bangkok), pekerja bangunan, korban luka/meninggal, serta tim penyelamat dan pemerintah setempat.</p><p><br/></p><p>When: Terjadi pada Jumat, 28 Maret 2025, sekitar pukul 12.50 WIB (sekitar pukul 13.50 waktu Thailand).</p><p><br/></p><p>Where: Pusat gempa di Myanmar bagian utara, namun dampaknya terasa hingga ke Bangkok, Thailand.</p><p><br/></p><p>Why: Karena adanya aktivitas tektonik di zona sesar aktif di Myanmar yang memicu gempa dangkal berskala besar.</p><p><br/></p><p>How: Gempa menyebabkan getaran hebat, gedung tinggi bergoyang, sebagian bangunan roboh, orang-orang panik dan dievakuasi ke luar ruangan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://video.kompas.com/watch/1836233/gempa-dahsyat-m-77-guncang-thailand-gedung-pencakar-langit-bergoyang" />
         <pubDate>2025-08-05 07:25:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535712440</guid>
      </item>
      <item>
         <title>https://share.google/nhN5FyIYzFzwC9QCa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535723207</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Anggota :</strong></p><ol><li><p>Ade Alifiya Denisa Putri (1)</p></li><li><p>Aysha Qirana Binti Armaen (7)</p></li><li><p>Qorita Quraini Ananto </p></li><li><p>Syasya Rizky Aqilah (35)</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Objek: </strong>Hidrosfer</p><p><br></p><p><strong>Pendekatan: </strong>Keruangan</p><p><br></p><p><strong>Aspek: </strong>Fisik — Abiotik</p><p><br></p><p><strong>Cabang ilmu Geografi: </strong>Geomorfologi dan geologi</p><p><br></p><p><strong>5W + 1H :</strong></p><p><strong>What: </strong>Peristiwa apa yang dibahas dalam peristiwa tersebut?</p><p>Terjadi gempa bumi besar berkekuatan 8,8 skala Richter di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, yang memicu gelombang tsunami hingga setinggi 5 meter di beberapa wilayah termasuk Hawaii.</p><p><br></p><p><strong>When: </strong>Kapan peristiwa tersebut terjadi?</p><p>Gempa bumi terjadi pada tanggal 30 Juli 2025 waktu setempat, dan gelombang tsunami mulai mencapai wilayah sekitar beberapa jam setelahnya. Peringatan tsunami berlangsung selama sekitar 1-2 hari sebelum akhirnya dicabut.</p><p><br></p><p><strong>Where:</strong> Di mana peristiwa tersebut terjadi?</p><p>Pusat gempa berada di lepas pantai timur Semenanjung Kamchatka, Rusia dan gelombang tsunami menyebar ke Hawaii, sekitar 1,7-1,8 meter.</p><p><br></p><p><strong>Who: </strong>Siapa yang terdampak dalam bencana tersebut?</p><p>Warga dan wisatawan di Hawaii, menerima peringatan tsunami dan banyak yang dievakuasi. Penumpang kapal pesiar <em>Pride of America</em> di Hawaii juga terdampak karena kapal berangkat lebih awal akibat peringatan tsunami, meninggalkan puluhan penumpang.</p><p><br></p><p><strong>Why: </strong>Mengapa peristiwa tsunami tersebut bisa terjadi?</p><p>Tsunami terjadi karena gempa berasal dari zona megathrust, yaitu pertemuan dua lempeng tektonik besar (Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara) yang bergerak saling dorong. Pergerakan mendadak di dasar laut menyebabkan perpindahan besar volume air laut, yang memicu tsunami.</p><p><br></p><p><strong>How: </strong>Bagaimana respons terhadap bencana ini?</p><p>-Peringatan tsunami dikeluarkan secara cepat oleh badan seperti <em>Pacific Tsunami Warning Center.</em></p><p>-Pemerintah setempat melakukan evakuasi warga di daerah pesisir.</p><p>-Peringatan dan larangan aktivitas di laut diberlakukan.</p><p>-Peringatan tsunami secara bertahap dicabut setelah gelombang besar tidak terjadi di beberapa tempat seperti AS bagian barat.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://share.google/nhN5FyIYzFzwC9QCa" />
         <pubDate>2025-08-05 07:38:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535723207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hujan Es Melanda Kota Jogja Dan Sekitarnya Disertai Angin Kencang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535821047</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Anggota :</strong></p><ol><li><p>Muhammad Fakhri Saputra</p></li><li><p>Raihan Putra Priambodo</p></li><li><p>Dwi Rangga Priatno</p></li><li><p>Fajar Prasetyo</p><p><br/></p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Objek</strong> : Atmosfer</p><p><br/></p><p><strong>Pendekatan</strong> : Kewilayahan</p><p><br/></p><p><strong>Aspek</strong> : Fisik -  Meteorologi - Klimatologi</p><p><br/></p><p><strong>Cabang ilmu Geografi</strong> : Klimatologi, Meteorologi</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>5W+1H :</strong></p><p><strong>What :</strong></p><p>Peristiwa apa yang dibahas dalam berita tersebut?<br>Berita tersebut membahas peristiwa hujan es disertai angin kencang yang melanda Kota Jogja dan sekitarnya pada Selasa, 11 Maret 2025. Fenomena ini terjadi di pusat kota, khususnya di kawasan Tugu Pal Putih, dengan butiran es yang cukup besar jatuh bersamaan dengan hujan deras. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini tentang potensi cuaca ekstrem akibat belokan angin di wilayah Jawa, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menetapkan status siaga darurat hingga 8 April 2025.</p><p><br/></p><p><strong>When :</strong></p><p>Kapan peristiwa tersebut terjadi?<br>Peristiwa hujan es disertai angin kencang di Kota Jogja dan sekitarnya terjadi pada Selasa, 11 Maret 2025, sore hari.</p><p><br/></p><p><strong>Where :</strong></p><p>Di mana tepatnya hujan es terjadi di Kota Jogja? </p><p>Hujan es terjadi di pusat Kota Jogja, khususnya di kawasan Tugu Pal Putih dan sekitarnya. Selain itu, berdasarkan laporan warganet, fenomena serupa juga terjadi di Sleman. </p><p><br/></p><p><strong>Who :</strong></p><p>Siapa saja yang mengabadikan atau mengomentari fenomena hujan es di Jogja?</p><p>Fenomena ini diabadikan oleh warga, termasuk Sri Utami, seorang karyawan swasta di area perkantoran Tugu Pal Putih, serta warganet di media sosial X seperti @fangirlykidz_ dan @evtherealc.</p><p><br/></p><p><strong>Why :</strong></p><p>Mengapa fenomena hujan es dan cuaca ekstrem terjadi di wilayah Jogja?</p><p>Fenomena hujan es dan cuaca ekstrem terjadi karena adanya belokan angin di wilayah Jawa, sebagaimana diumumkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang memprediksi potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.</p><p><br/></p><p><strong>How :</strong></p><p>Bagaimana tanggapan warga dan pihak berwenang terhadap fenomena hujan es dan angin kencang di Jogja?</p><p>Warga mengabadikan fenomena ini dan mengungkapkan kekaguman serta ketakutan mereka melalui media sosial. Pihak berwenang, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, telah memperpanjang status siaga darurat hingga 8 April 2025 untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, sebagaimana dijelaskan oleh Kepala BPBD DIY, Noviar Rahmat.<br></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://m.harianjogja.com/jogjapolitan/read/2025/03/11/510/1206795/hujan-es-melanda-kota-jogja-dan-sekitarnya-disertai-angin-kencang" />
         <pubDate>2025-08-05 11:02:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535821047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Krasheninnikov: Monster Gunung Berapi Bangkit Usai 600 Tahun  </title>
         <author>aissyahmail</author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535825702</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><strong>Anggota : </strong></p><ol><li><p>Siti Aisyah </p></li><li><p>Nova Ayudya Maharani </p></li><li><p>Syarafina Khairani Fasya </p></li><li><p>Navisha Anggia Altafunnisa</p><p><br/></p></li></ol><p><strong>Objek</strong> : Litosfer</p><p><br/></p><p><strong>Pendekatan</strong> : Kewilayahan </p><p><br/></p><p><strong>Aspek</strong> : Fisik, Vulkanologi, dan Topologi.</p><p><br/></p><p><strong>Cabang Ilmu Geografi </strong>: Geologi, Geomorfologi, Vulkanologi. </p><p><br/></p><p><strong>5W+1H</strong> : </p><p><strong>  What</strong> : Apa peristiwa Fenomena Geografi yang terjadi? </p><blockquote><p>Fenomena erupsi besar di Gunung Krasheninnikov yang sebelumnya tidak aktif selama sekitar 600 tahun, menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi ±6 kilometer yang menembus atmosfer.</p></blockquote><p><br/></p><p><strong> When : </strong>Kapan Peristiwa letusan gunung Krasheninnikov terjadi? </p><blockquote><p>Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, tanggal 3 Agustus 2025 sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat. </p></blockquote><p><br/></p><p> <strong>Where</strong> : Di manakah letak Gunung Krasheninnikov?</p><blockquote><p>Gunung Krasheninnikov terletak di Rusia Timur, tepatnya di Semenanjung Kamchatka, wilayah yang dikenal sebagai salah satu daerah paling aktif secara vulkanik di dunia dan termasuk zona tidak berpenghuni.</p></blockquote><p><br/></p><p>  <strong>Who</strong> :</p><p> 1. Siapa yang menyatakan bahwa letusan Gunung Krasheninnikov adalah yang pertama kali dalam 600 tahun terakhir?</p><blockquote><p>Olga Girina, Kepala Tim Reaksi Letusan Vulkanik Kamchatka (KVERT), menyatakan bahwa letusan Gunung Krasheninnikov pada 3 Agustus 2025 merupakan yang pertama kali dalam sekitar 600 tahun terakhir.</p></blockquote><ol start="2"><li><p>Siapa yang terdampak oleh letusan ini?</p></li></ol><blockquote><p>Tidak ada warga yang terdampak langsung karena gunung berada di wilayah terpencil dan tidak berpenghuni. Namun, staf cagar alam dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.</p></blockquote><p><br/></p><p><strong>Why</strong> : Mengapa Gunung Krasheninnikov mengalami letusan setelah ratusan tahun tidak aktif?</p><blockquote><p>Letusan diduga berawal dari gempa dahsyat bermagnitudo 8,8 yang mengguncang wilayah Timur Jauh Rusia pada 30 Juli 2025. Guncangan tersebut meningkatkan tekanan dalam dapur magma Gunung Krasheninnikov, melemahkan struktur vulkanik, dan mengakibatkan pelepasan energi besar secara eksplosif. Kolom abu pun menyembur hingga ±6 kilometer ke atmosfer.</p></blockquote><p><br/></p><p><strong> How</strong> : Bagaimana letusan Gunung Krasheninnikov terjadi? </p><blockquote><p>Gempa menyebabkan peningkatan tekanan di dapur magma sehingga menghasilkan letusan eksplosif yang mendorong abu vulkanik hingga ±6 kilometer ke atmosfer dan memicu peringatan penerbangan.</p></blockquote><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.cnbcindonesia.com/research/20250804125427-128-654838/krasheninnikov-monster-gunung-berapi-bangkit-usai-600-tahun-tidur" />
         <pubDate>2025-08-05 11:12:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3535825702</guid>
      </item>
      <item>
         <title>https://www.bbc.com/indonesia/articles/cwyegywwj01o</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3540995437</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota :</p><p>1. Abram</p><p>2. Dhaifullah</p><p>3. M.Fathi</p><p>4. Nandito</p><p><br></p><p>Objek : Litosfer</p><p><br></p><p>Pendekatan : Kewilayahan</p><p><br></p><p>Aspek : Fisik - Topologi</p><p><br></p><p>Cabang ilmu Geografi : Seisnologi, Geologi, Geografi Fisik</p><p><br></p><p>5W+1H</p><p>What (Apa)</p><p>Apa yang terjadi di pantai Semenanjung Kamchatka?</p><p><br></p><p>Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 hingga 8,8 mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia. Kejadian ini memicu tsunami dan menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara sepanjang Samudra Pasifik</p><p><br></p><p>Who (Siapa)</p><p>Siapa yang terkena dampaknya?</p><p><br></p><p>- Korban langsung: Warga di wilayah pesisir Rusia terutama di sekitar Petropavlovsk‑Kamchatsky dan Severo‑Kurilsk, termasuk beberapa yang terluka ringan dan sebuah taman kanak-kanak yang rusak</p><p>- Negara terdampak: Jepang, Hawaii, Alaska, dan wilayah di sepanjang Pantai Pasifik di Amerika Serikat, Chili, Polinesia Prancis, Pulau Galápagos, dan negara kepulauan di Pasifik lainnya, karena menerima peringatan tsunami dan melaksanakan evakuasi massal</p><p>Where  </p><p>(Di mana kejadiannya?)</p><p>•Di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, wilayah timur Rusia.</p><p>•Lokasinya sekitar 30 km dari pusat gempa besar pada 1952.</p><p><br></p><p>How </p><p>(Bagaimana kejadiannya dan dampaknya?)</p><p>•Gempa terjadi akibat patahan besar di dasar laut.</p><p>•Memicu tsunami setinggi 4 meter, namun tidak separah tsunami Aceh 2004 atau Jepang 2011.</p><p>•Sistem peringatan dini membantu mengurangi korban, berbeda dengan kasus tsunami 2004 yang tidak memiliki sistem tersebut.</p><p><br></p><p>When:</p><p>Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang perairan Semenanjung Kamchatka di Rusia pada hari Rabu (30/7/2025) sekitar pukul 11.25 waktu setempat. Gempa ini memicu peringatan tsunami di beberapa negara, termasuk Indonesia.</p><p><br></p><p>*WHY*</p><p>= Mengapa, perlu adanya sistem peringatan dini?</p><p>Karena banyaknya kejadian gempa bumi di wilayah Pasifik, banyak negara memiliki pusat tsunami. Lembaga-lembaga tersebut mengirimkan peringatan agar penduduk mengungsi.</p><p>Tidak ada sistem seperti itu ketika tsunami 2004 terjadi sehingga banyak orang tidak punya waktu yag cukup untuk mengungsi.</p><p>Lebih dari 230.000 orang meninggal dunia di 14 negara di Samudra Hindia, termasuk di Aceh, Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-12 03:22:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3540995437</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fenomena Embun Beku saat Puncak Musim Kemarau</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3541173231</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota </p><p>1. Rosalina</p><p>2. ⁠Dinda</p><p>3. ⁠Mazaya</p><p>4. ⁠Rafillah</p><p><br/></p><p>Objek: Atmosfer</p><p>Pendekatan: Keruangan (spasial)</p><p>Aspek: Fisik</p><p>Cabang ilmu geografi: klimatologi</p><p>5W + 1H</p><p><br/></p><p>WHAT?</p><p>1. Apa yang terjadi di dieng </p><p>Terjadi fenomena embun beku atau disebut bun upas, padahal musimnya lagi puncak kemarau.</p><p><br/></p><p>WHERE?</p><p>2. ⁠Dimana fenomenanya terjadi </p><p>Dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah</p><p><br/></p><p>WHEN?</p><p>3. ⁠Kapan fenomena ini muncul?</p><p>Bulan Juli 2025, saat musim kemarau puncak.</p><p><br/></p><p>WHO?</p><p>4. ⁠Siapa saja yang terdampak?</p><p>• Petani → Gagal panen, tanaman rusak, kerugian ekonomi</p><p>• Wisatawan dan sektor → pariwisata	Daya tarik eksotis, lonjakan kunjungan wisatawan</p><p>• Masyarakat lokal &amp; pengunjung → Risiko kesehatan jika tidak bersiap</p><p><br/></p><p>WHY?</p><p>5. ⁠Mengapa bisa membeku?</p><p>- Embun beku terbentuk melalui kondensasi langsung uap air menjadi es pada suhu di bawah titik beku dan terjadi ketika udara mencapai titik bekunya melalui pendinginan.</p><p><br/></p><p>HOW?</p><ol start="6"><li><p>⁠Bagaimana dampaknya?</p></li></ol><p>•atau yang dikenal juga sebagai embun upas di Dieng, memiliki dampak buruk terutama pada sektor pertanian. Lapisan es yang terbentuk dapat merusak jaringan tanaman, menyebabkan tanaman layu, mati, dan gagal panen. Selain itu, embun beku juga dapat berdampak pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://news.detik.com/berita/d-8015746/mengenal-fenomena-embun-beku-saat-puncak-musim-kemarau" />
         <pubDate>2025-08-12 07:02:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3541173231</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mengapa gempa besar di Rusia tidak menimbulkan tsunami yang dahsyat?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3541184921</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cwyegywwj01o">https://www.bbc.com/indonesia/articles/cwyegywwj01o</a></p><p><br/></p><p>Anggota :</p><p>1. Abram</p><p>2. Dhaifullah</p><p>3. M.Fathi</p><p>4. Nandito</p><p><br/></p><p>Objek : Litosfer</p><p><br/></p><p>Pendekatan : Kewilayahan</p><p><br/></p><p>Aspek : Fisik - Topologi</p><p><br/></p><p>Cabang ilmu Geografi : Seisnologi, Geologi, Geografi Fisik</p><p><br/></p><p>5W+1H</p><p>What (Apa)</p><p>Apa yang terjadi di pantai Semenanjung Kamchatka?</p><p><br/></p><p>Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 hingga 8,8 mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia. Kejadian ini memicu tsunami dan menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara sepanjang Samudra Pasifik</p><p><br/></p><p>Who (Siapa)</p><p>Siapa yang terkena dampaknya?</p><p><br/></p><p>- Korban langsung: Warga di wilayah pesisir Rusia terutama di sekitar Petropavlovsk‑Kamchatsky dan Severo‑Kurilsk, termasuk beberapa yang terluka ringan dan sebuah taman kanak-kanak yang rusak</p><p>- Negara terdampak: Jepang, Hawaii, Alaska, dan wilayah di sepanjang Pantai Pasifik di Amerika Serikat, Chili, Polinesia Prancis, Pulau Galápagos, dan negara kepulauan di Pasifik lainnya, karena menerima peringatan tsunami dan melaksanakan evakuasi massal</p><p>Where  </p><p>(Di mana kejadiannya?)</p><p>•Di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, wilayah timur Rusia.</p><p>•Lokasinya sekitar 30 km dari pusat gempa besar pada 1952.</p><p><br/></p><p>How </p><p>(Bagaimana kejadiannya dan dampaknya?)</p><p>•Gempa terjadi akibat patahan besar di dasar laut.</p><p>•Memicu tsunami setinggi 4 meter, namun tidak separah tsunami Aceh 2004 atau Jepang 2011.</p><p>•Sistem peringatan dini membantu mengurangi korban, berbeda dengan kasus tsunami 2004 yang tidak memiliki sistem tersebut.</p><p><br/></p><p>When:</p><p>Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang perairan Semenanjung Kamchatka di Rusia pada hari Rabu (30/7/2025) sekitar pukul 11.25 waktu setempat. Gempa ini memicu peringatan tsunami di beberapa negara, termasuk Indonesia.</p><p><br/></p><p>*WHY*</p><p>= Mengapa, perlu adanya sistem peringatan dini?</p><p>Karena banyaknya kejadian gempa bumi di wilayah Pasifik, banyak negara memiliki pusat tsunami. Lembaga-lembaga tersebut mengirimkan peringatan agar penduduk mengungsi.</p><p>Tidak ada sistem seperti itu ketika tsunami 2004 terjadi sehingga banyak orang tidak punya waktu yag cukup untuk mengungsi.</p><p>Lebih dari 230.000 orang meninggal dunia di 14 negara di Samudra Hindia, termasuk di Aceh, Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-12 07:14:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ginnameriana82/4zjqskaqdfpccnok/wish/3541184921</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
