<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Draft cerita Praktik baik dengan Metode STAR by Nura Uma Annisa</title>
      <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s</link>
      <description>Tugas membuat naskah cerita praktik baik dalam Pelatihan e-guru.id Maret 2024</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-03-14 06:39:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-23 15:51:05 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4cd.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Mahasiswa melek literasi Sains</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919052547</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-14 14:04:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919052547</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hidayah Fitra, S.Pd.I</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919053252</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Awalnya di sekolah kami SMPN 27 Muaro Jambi terjadi satu orang siswi kesurupan, besoknya bertambah jadi 2 dan 3 anak dan terus bertambah setiap hari hingga membuat kami para guru kewalahan.</p><p>T: Sebagai Guru Agama saya merasa bertanggung jawab dan berusaha mencari tau penyebab dan solusi dari masalah ini.</p><p>A: Saya mulai berdiskusi dengan para Guru dan Kepala Sekolah mengenai masalah ini, dan disepakati kami mengundang para tokoh masyarakat, adat, dan agama yang ada di Desa Adipura Kencana ke sekolah untuk bermusyawarah mencari penyebab dan solusinya. dan disepakati kami mengadakan acara istighosah selama 7 hari 7 malam di SMPN 27 Muaro Jambi.</p><p>R: Alhamdulillah setelah diadakan acara istighosah selama 7 hari 7 malam, membuahkan hasil yang menggembirakan, sekolah kami tidak terjadi lagi kesurupan masal hingga sekarang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2378170561/78e2138bc91de1fab9214a8b21ef71c2/IMG_20230120_080136.jpg" />
         <pubDate>2024-03-14 14:04:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919053252</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mahasiswa Melek Literasi Sains</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919063551</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-14 14:10:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919063551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : SWASTI DIYAN LESTARI, S.S Judul : PEMBELAJARAN IPS DENGAN CANVA</title>
         <author>swastilestari22</author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919120002</link>
         <description><![CDATA[<p>PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN CANVA</p><p>S: Saya mengajar di daerah 3 T, tiada listrik tiada akses darat, tiada sinyal. Keadaan ini membuat saya harus berfikir bagaimana cara memperkenalkan tekhnologi kepada murid murid. Dengan semboyan pembelajaran IPS mampu membuka cakrawala dunia, saya mencari spot apot di Desa Kiapak yang memungkinkan terdapat sinyal. Alhasil kami melakukan pembelajaran di atas jembatan. Sinyal di daerah kami terkadang ada, namun harus ditempat yang tinggi. Bahkan kami harus rela naik tangga di atap rumah untuk. mencata sinyal. Melek IT tetap harus saya ajarkan kepada siswa siswi agar tidak ketinggalan zaman. Selain iti fitur fitur yang ada di Canva sangat menarik.</p><p>T:Berbekal hp yang dimiliki oleh beberapa siswa bahkan saya secara sukarela meminjamkan, muris murid mulai mencari informasi untuk belajar canva dengan kondisi sinyal yang tidak bersahabat.</p><p>A. Gambar gambar  dan video video yang mereka ambil disekitar desa mampu menjadi bahan untuk membuat materi ajar yang menarik. Digabungkan dengan fitur fitur yang ada di canva pembelajaran dapat dilaksankan dengan aktif dan terampil. Jika sinyal kurang kuat saya mencetak hasil desain siswa kemudian mempresentasikan dengan menempel di papan tulis. Alhasil dua pint yang didapat yaitu memperkenalkan tekhnologi dan membuat siswa kreatif serta percaya diri.</p><p>R. Keadaan ditempat tugas yang tidak mendukung tidak membuat kita menyerah sebagai guru. Tak ada listrik dan susah sinyal tidak menyurutkan kita untuk menularkan melek tekhnologi kepada anak banhsa sebagai bekal di masa depan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2377501975/fe64f9f211caddce2a757d89905553c0/20240228_075215.jpg" />
         <pubDate>2024-03-14 14:46:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919120002</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dr. Dra. Hj. Rezky Nefianthi, M.Si. Mahasiswa Melek Literasi Kritis</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919178908</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Mahasiswa sekarang terkesan malas membaca, karena terbiasa berteman dengan Mbah Google, sehingga kalau diskusi untuk menjawab masalah yang muncul mereka langsung ambil HP dan panggil mbah Google, Padahal di awal perkuliahan saya selalu memaparkan RPS (Rencana Perkuliahan Semester) yang didalamnya sudah tercantum materi dan indikator yang harus dicapai sebagai hasil akhir perkuliahan.</p><p>T : Saya berusaha menumbuhkan minat baca mehasiswa tanpa mereka merasa dipaksa tetapi tumbuh dengan sendirinya dari proses pembelajaran</p><p>A : sebagai Dosen pengampu mata kuliah akhirnya saya melakukan perkuliahan dengan menggunakan Model pembelajaran Kolaboratif yang saya namakan Model KNoS-KGS dimana dalam prosesnya mahasiswa mencapai indikator dengan cara berkolaborasi dan bekerja secara ilmiah dengan bantuan LKBM (Lembar Kerja Bersama Mahasiswa). Mahasiswa dituntut untuk menemukan masalah, membuat hipotesis, menguji Hipotesis dengan cara mengumpulkan Data, serta membuat kesimpulan, yang jika mereka ingin menyelesaikan tugas maka mereka harus menbaca wacana yang disajikan diawal LKBM.</p><p>R : Hasilnya mereka mencapai indikator yang diharapkan, mereka belajar bekerja secara ilmiah dengan semangat yang tinggi yang tanpa mereka rasakan waktu berjalan begitu cepat dan mereka merasa perlu tambahan waktu kuliah karena proses belajar yang sangat mengasikkan dan yang lebih menyenangkan dalam belajar mereka tidak panggil mbah Google tetapi dapat mencapai indikator perkuliahan sebagai hasil belajar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-14 15:27:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919178908</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SUYANTI, S.Pd Judul : Pentingnya Peran Orang Tua Untuk Memberikan Perhatian Kepada Anaknya </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919187345</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Saya mengajar di kelas 3A dengan jumlah siswa 28 orang. Diantara 28 murid ada salah satu murid yang bernama Rona, dia merupakan murid saya yang paling aktif ( bandel,suka mengganggu teman-temanya ) dan kemampuan belajarnya juga kurang di dalam kelas.</p><p><br/></p><p>T : Saya sebagai wali kelas selalu memperhatikan sikap ( perilaku ) dari si rona ini, dan saya juga mencari tahu apa sebenarnya faktor penyebab sikap ( perilaku ) si rona berbeda dari teman-temannya.</p><p><br/></p><p>A : Langkah yang pertama saya lakukan yaitu saya bertanya kepada wali kelasnya yang lama yaitu wali kelas 2, dan beberapa temannya tentang sikap ( perilaku ) dari si rona ini apakah dari dulu seoerti sekarang ini atau baru-baru saja dia mengulah. Ternyata dia dulu adalah seorang murid yang pendiam dan sangat aktif ketika belajar.</p><p>Langkah yang kedua saya melakukan pendekatan dengan si rona yaitu mengajak dia mengobrol ketika pulang sekolah agar teman-temannya tidak mengetahui pembicaraan kami. Setelah saya mendapatkan informasi dari si rona bahwa dia kurang mendapat perhatian dari orang tuanya yang asik bekerja tanpa memperhatikan anaknya.</p><p>Langkah yang ketiga saya memanggil orang tua si rona ke sekolah dan saya ceritakan kepada orang tuanya sikap ( perilaku ) si rona di sekolah dan saya juga menasehati orang tuanya bahwa sesibuk apapun orang tua harus bisa meluangkan waktu untuk memperhatikan dan memberikan perhatian kepada anaknya sendiri. Karena seorang anak sanngat butuh di perhatiin oleh orang tuanya.</p><p><br/></p><p>R : Alhamdulilah berkat adanya keterbukaan yang dilakukan oleh si rona kepada wali kelasnya sehingga wali kelas bisa memberikan pemahaman kepada orang tua si rona. Akhirnya sekarang rona sudah mulai mendapatkan perhatian dan di perhatikan oleh orang tuanya di rumah, sikap ( perilaku ) dari rona juga sudah mulai menjadi lebih baik lagi. Jadi pada cerita ini point pentingnya bahwa perhatian yang diberikan oleh orang tua di rumah sangat mempengaruhi sikap ( perilaku ) anak di sekolah, karena biasanya anak yaang bandel di sekolah bisa saja kurang di perhatiin dan kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga dia sibuk mencari perhatian dari yang lain.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-14 15:33:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919187345</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menumbuhkan minat belajar kimia pada kelas X 2 :  Dra. Eni Jufti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919198342</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Awalnya di kelas X 2 SMA Negeri 3 Muaro Jambi minat belajar kurang sekali karena dipengaruhi oleh :</p><ol><li><p>Kimia merupakan mata pelajaran baru yang di pelajari</p></li><li><p>Siswa sudah terbiasa main hp sehingga pada jam belajar diam diam main Hp</p><p>sehingga saya seorang guru yang mengajar dikelas merasa tidak nyaman mengajar melihat tingkah laku dan minat belajar sangat kurang.</p></li></ol><p>T: Sebagai seorang guru kimia yang merupakan mata pelajaran baru di kelas x  berusaha mencari solusi atau penyebab dari masalah yang muncul dikelas</p><p>A: Saya mencoba berdiskusi dengan guru kimia yang mengajar di kelas XI dan XII serta guru senior dan guru BK  .Dan mencari  penyebab  dan solusi   beserta tindak lanjut yang dilakukan dikelas. Salah satunya dengan merubah metode pengajaran , membaca situasi anak dalam belajar. serta membuat / mendisain materi ajar yang menarik sehingga siswa juga aktif mencari pengembangan materi yang dipelajarinya, dan diminta untuk menulisnya di kertas dan nanti ditempel dipapan tulis</p><p>R: Alhamdulillah  perubahan metode pengajaran dan pendapat dari teman sejawat sangat membantu proses pembelajan berjalan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2378226326/68a2fa412f94363fbdc589ee7d6c427e/WhatsApp_Image_2024_02_01_at_08_13_29.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-14 15:41:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919198342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Niken Retno Wulan,S.Pd Judul: Pentingnya menjaga keseimbangan antara minat dan pendidikan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919211980</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Tepat di pinggiran kota Magetan yang sejuk dan rindang, terdapat Sekolah Menengah Kejuruan Swasta dengan naungan Yayasan Bhakti Putra Negara. Di Sekolah itu terdapat salah satu siswa yang yang berbeda dengan siswa lain pada umumnya. Dia tidak suka mengikuti pelajaran di kelas, namun sangat bersemangat mengikuti kegiatan mata pelajaran olah raga khususnya bola volly. Namun, seiring berjalannya waktu, prestasi akademik siswa tersebut mulai menurun. Dia mulai terlalu fokus pada latihan bola voli dan lupa akan tugas belajar disekolah. </p><p>T: Saya selaku guru mata pelajaran bahasa Inggris menyadari hal ini dan merasa perlu untuk membimbingnya dengan cara yang bijaksana.</p><p>A: Suatu hari, setelah jam pelajaran selesai, saya memanggilnya ke ruang guru. Dia masuk dengan senang dan gembira, seolah olah tidak terjadi permasalahan karena jarang mengikuti pelajaran di kelas. Dia memang anak spesial, dari keluarga yang kurang memperhatikan perkembangan anak di sekolah. Orang tuanya sibuk berjualan sayuran di pasar, sehingga tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan putranya yang baru tumbuh menjadi dewasa dan kurang terkontrol.</p><p>"Ibu tahu bahwa kamu sangat menyukai bola voli, Nabyil," ucap saya sambil menatap matanya. "Itu hal yang baik, tetapi kamu juga harus memperhatikan pelajaranmu di sekolah."</p><p>Dia menundukkan pandangannya, merasa malu karena telah lalai.</p><p>"Mungkin kamu bisa membuat jadwal yang seimbang antara latihan bola voli dan belajar, Nabyil," saran  Saya dengan lembut. "Dengan cara itu, kamu bisa tetap mengejar impianmu dalam olahraga sekaligus tidak melupakan tanggung jawabmu di sekolah." Dia mendengarkan ucapan saya, namun karena dia siswa yang spesial, tidak seperti kebanyakan teman-temannya, saya setiap hari selalu menasehatinya dengan penuh kesabaran, dan sesekali mengunjunginya ke rumah untuk memastikan bahwa orangtuanya juga ikut memotivasi dia untuk senantiasa belajar di sekolah dengan baik.</p><p>R: Alhamdulillah berkat kegigihan saya ingin merubah dia menjadi siswa yang lebih baik lagi, Dia mulai ada perubahan untuk mengikuti pelajaran saya. Saya berusaha menyapa dia dipagi hari, menanyakan kabar, bertanya apa kesukaannya dan sesekali membelikan Dia makanan nasi geprek kesukaan Dia. Dan secara perlahan dia mulai bijak dan disiplin untuk mengikuti pembelajaran di kelas dan menggunakan waktu luangnya untuk belajar bermain bola volly. Dari pengalaman itu, Dia tidak hanya fokus di bidang olahraga bola volly, namun pada bidang akademik dia juga sudah mulai berproses menuju kebaiakan. Harapan saya terhadap siswa saya ini yang bernama Nabyil dalam praktik baik saya, Dia dapat menjaga keseimbangan antara minatnya dan pendidikannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2377076380/909e5a9de15a91daf15d4b9478b39486/WhatsApp_Image_2024_03_14_at_08_42_16.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-14 15:50:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919211980</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Cerita Praktik Baik dengan Format STAR</title>
         <author>nura531</author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919848440</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>SITUASI AWAL] Pagi tadi saya berencana mengajak murid-murid berdiskusi mengenai Pancasila. Tujuannya adalah agar mereka memiliki pemahaman yang lebih dalam mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, tidak sekadar menghafal sila-silanya saja.​</p></li><li><p>[TANTANGAN] Namun, rencana itu ternyata tak berjalan seperti yang saya inginkan. Hingga akhir diskusi, mereka hanya bersikap pasif dan tak banyak mengeluarkan pendapat. Bahkan, ada beberapa murid yang diam saja selama diskusi berlangsung.​</p></li><li><p>[AKSI] Akhirnya, saya pun mencoba mengidentifikasi masalahnya. Saya mengajak bicara murid-murid satu per satu, mengapa mereka enggan berpendapat ketika sesi diskusi di ruang kelas. Akhirnya, saya pun menemukan faktornya: mereka tidak punya ide, tidak tahu bagaimana harus berpendapat mengenai topik yang didiskusikan. Sejak itu, sebelum berdiskusi, saya memberi kesempatan kepada murid-murid untuk membaca beberapa buku referensi sebelum diskusi agar mereka memiliki ide yang kaya.​</p></li><li><p>[RESULT&amp;REFLEKSI] Dengan membaca buku secara rutin, ternyata sesi diskusi saya bersama murid-murid menjadi lebih hidup. Sebagian besar dari mereka sangat aktif berpendapat dan belajar berargumentasi. Bahkan, saya banyak belajar dari mereka.​</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://lh5.googleusercontent.com/proxy/Drz66rH4owmSV_f_EwNrtrwK1MiNbg0COCAByivUs1QZPR3N8RhDu4_JeAbwH-NYbvpX5o2WGjE3Te8Yc9mR7Q3Mm9lb1mnCc3ma0EhdFxnlTHCxKjUM8U4J9w=s0-d" />
         <pubDate>2024-03-15 01:57:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2919848440</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitri, S.Pd  materi : Kolaborasi latihan kekuatan, kelenturan dan daya tahan dalam senam lantai </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2920341207</link>
         <description><![CDATA[<p>S</p><p>Olahraga penting diajarkan pada anak anak sejak ini karena ketika seseorang sudah terbiasa berolahraga sejak masih kecil di usia dewasa dia pun terbiasa melakukan hal serupa</p><p>T</p><p>Namun dalam pembelajaran PJOK ada sebagian anak kurang berminat untuk berolahraga dengan beberapa alasan: takut panas, kurang percaya diri, takut sakit dan lain-lain</p><p>A</p><p>Untuk mengatasi hal tersebut Saya pun mulai membuat berbagai macam metode baru dalam pembelajaran yang lebih menarik yang dapat menarik minat dan bakat siswa untuk mengikuti kegiatan olahraga dalam jam pelajaran PJOK</p><p>R</p><p>Alhamdulillah dengan metode pembelajaran yang menarik kini siswa yang tadinya mager sudah mulai senang dan aktif dalam melakukan dan mengikuti kegiatan olahraga dengan sangat bersemangat</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-15 09:56:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2920341207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Patimah,S.Pd ,Judul Praktik Baik :Pembelajaran Bermakna melalui Metode Demonstrasi /Praktek Langsung</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2920733252</link>
         <description><![CDATA[<p>S (Situasi Awal ) </p><p>Anak Usia Dini adalah unik sehingga dalam menyusun rencana pembelajaran harus memperhatikan tahap perkembangan anak dan berpusat pada anak ,pada saat saya akan mengajarkan topik tentang Bojonegoro dengan Sub Topik Budaya Bojonegoro dengan kegiatannya mengenal batik Bojonegoro,tujuannya agar anak memiliki kecintaan tentang batik asal daerah sendiri yaitu Bojonegoro sebagai kota kelahiran.</p><p>T (Tantangan )</p><p>Namun rencana itu ternyata tidak berjalan seperti yang saya inginkan ,hal ini terlihat pada saat saya mengenalkan batikBojonegoro sebagai media pembelajaran dan pemantik ide kegiatan mereka hanya bersikap biasa saja sambil memegang kain batik tersebut.</p><p>A (Aksi ) </p><p>Akhirnya sayapun mencoba mengidentifikasi permasalahannya,saya mengajak anak-anak untuk mencoba tertarik dengan kain batik yang saya bawa ,saya mencoba bertanya pada anak-anak, "Apakah anak-anak ingin membuat batik seperti ini ? serentak anak-anak menjawab iya bu...</p><p>Bagaimana kalau hari ini ibu ajak praktek bersama membuat batik jumput ? anak-anak menjawab mau bu..,setelah diskusi bersama ternyata anak-anak ingin sekali membuat batik jumput bersama . akhirnya saya pun melakukan langkah-langkah sebagai berikut :</p><p>1.Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat batik jumput yaitu : kain putih,pewarna/wenter,kelereng ,karet,panci,pengaduk,air dan lain-lain.</p><p>2.Membagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1 dan kelompok 2 /kelompok pa dan kelompok pi</p><p>3. Masing-masing kelompok melakukan kegiatan menjumput kain dengan cara menali kelereng dengan menggunakan ikat karet </p><p>4.Mewarnai kain dengan menggunakan  wanter dan air dengan cara memasukkan kain yang sudah ditali dengan karet dan kelereng dan diadauk hingga rata</p><p>5.Mengangkat dan mencuci kain yang sudah di warnai dengan pewarna kain /wenter</p><p>6.Mencuci kain dengan air bersih kemudian menjemur kain batik jumput.   </p><p><br/></p><p>R. Result / Perubahan</p><p>Dengan menggunakan metode Demonstrasi/Praktek Langsung membuat Batik Jumput ternyata anak-anak sangat antusias dan suasan kelas menjadi hidup dan anak-anak pun sangat senang sehingga pembelajaran lebih bermakna karena anak-anak tidak hanya melihat saja tetapi anak-anak terlibat langsung dalam proses  pembelajaran dan dapat memberikan tantangan kepada anak muntuk berpikir,mencoba belajar  lebih lanjutb,percaya diri,mandiri dalam mengembangkan potensi diri dan meningkatkan belajar anak yang berkualitas dan lebih baik.</p><p><br/></p><p>Refleksi :</p><p>Pembelajaran Bermakna melalui metode Demonstrasi yang menyenangkan akan memiliki keunggulan dalam memperoleh informasi secara utuh untuk mengaitkan pengetahuan dengan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat meningkatkan kemampuan belajar anak .</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2379957459/0ad577405b8c6896169d1c3076d5af45/foto_batik.jpg" />
         <pubDate>2024-03-15 15:50:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2920733252</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nyoman Mustini guru ekonomi di SMA Negeri 2 Belitang 2  Oku Timur sumatera selatan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2921335823</link>
         <description><![CDATA[<p>S:</p><p>Bandi adalah siswa kelas 11 7. Saya melihat dan mengamati Bandi selama proses pembelajaran dikelas kurang berminat dia selalu tidur di kelas kadang kalau tidak tidur dia mengganggu temannya sehingga dia duduk sendiri karena temannya merasa terganggu dengan sikap nya yang kurang baik. Dia juga sering tidak masuk kelas ketika ditanya dia mengatakan kalau sedang mencari uang </p><p>T:</p><p>Tantangan saya sebagai guru adalah saya mencari tahu dulu penyebabnya. ketika ditanya dia mengatakan bahwa dia bekerja untuk membantu ekonomi keluarganya karena dia berasal dari keluarga kurang mampu. Ketika orang tuanya dipanggil pun jawaban dari orang tua nya hampir sama </p><p>A:</p><p>Sebagai guru saya tetap ingin Bandi dapat belajar disekolah dengan baik. Maka saya mencoba mendekati orang tua nya dan menyarankan supaya Bandi bekerja saat pulang sekolah saja. Orang tua Bandi juga diberi pengertian bahwa pendidikan anak itu sangat penting jadi orang tua juga wajib ikut mendukung belajar Bandi bukan di fokuskan untuk bekerja </p><p>R:</p><p>Setelah diberi pengertian antara orang tua dan Bandi terdapat perubahan yang signifikan dari kehadiran dan kegiatan belajar Bandi dikelas. Diharapkan dengan pengawasan orang tua dan guru dapat merubah Bandi menjadi siswa yang berprestasi atau paling tidak bisa mengikuti pelajaran ekonomi dengan baik</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-16 14:01:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2921335823</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Rahayu, S.Pd, Judul: Pelayanan Prima</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2921788542</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Saya adalah salah satu wali kelas di kelas 8 , SMPN 24 Kota Tangerang. Saya sering mendapat laporan dari siswa di kelas dan beberapa guru bidang studi. Mereka mengatakan bahwa Aldiano sering tidak masuk sekolah sehingga tidak menpunyai nilai harian. Karena saat pengambilan nilai Aldianao tidak berada di kelas dan kemungkinan waktu tidak masuk sekolah dia tidak menghubungi temanya untuk menanyakan tugas.</p><p><br/></p><p>T: Sebagai wali kelas tentunya ,Aldiano adalah salah satu siswa yang menjadi perhatian khusus dari saya. Saya akan berkolaborasi dengan guru Bimbingan konseling untuk melakukan layanan konseling untuk mengetahui faktor penyebab Aldiano bersikap demikian.</p><p><br/></p><p>A: Layanan yang akan dikerikan kepada Aldiano adalah layanan konseling individu atas persetujuan Aldiano. Kegiatan yang mendukung saya nanti tentunya mengumpulkan data dari teman- teman di kelas maupun teman-teman di luar kelas serta orang tua Aldiano.</p><p>Saya dan guru BK akan memanggil beberapa teman yang sering bermain dengan Aldiano dan memanggil orang tuanya.</p><p><br/></p><p>R: Setelah mendapatkan konseling dan data yang dikumpulkan lewat teman-temannya dan orang tuanya. Aldiano sudah ada perubahan dan bisa mengikuti pelajaran meskipun orang tuanya terkadang masih ijin untuk tidak masuk sekolah. Ternyata Aldiano pernah tidak pulang ke rumah. Dan kadang Aldiano tinggal di rumah neneknya dan di rumah om nya yang berada di Jakarta. Disamping itu Aldiano sering sakit gigi. Berangkat ke sekolah dari omnya kemudian pulang ke rumah neneknya. Jadi untuk setiap harinya Aldiano tidak menetap di rumah ibunya. Dengan demikian saya sebagai wali kelas berharap agak Aldiano bisa terpantau oleh keluarganya dan lebih rajin berangkat sekolah dan bisa meningkatkan prestasi belajarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2381464142/582f98527b3af727adfff41d95551fd4/image.png" />
         <pubDate>2024-03-17 10:22:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2921788542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ria Nuri Asih,S.Pd             Meningkatkan kosakata bahasa inggris melalui permainan tebak kata</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2921860393</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>S (Situasi Awal)</strong></p><p>Saya adalah salah satu guru bahasa inggris yang mengabdi di daerah papua. Banyak faktor yang menjadi kendala saya dalam mengajarkan mapel saya ini. Namun hal yang paling signifikan adalah rendahnya kosakata (vocabulary) anak didik saya.</p><p><strong>T (Tantangan)</strong></p><p>Tantangan yang saya hadapi adalah kemampuan anak didik saya dalam mempelajari bahasa inggris. <strong>Minimnya kosakata</strong> dan <strong>rendahnya minat</strong> dalam belajar membuat pembelajaran selalu tidak berhasil.</p><p><strong>A (Aksi)</strong></p><p>Akhirnya saya mengidentifikasi permasalahan yang ada. Hal pertama yang saya lakukan adalah meningkatkan minat belajar terlebih dahulu. Hal yang saya lakukan adalah dengan memberikan permainan sehingga anak-anak segar dan semangat untuk belajar. Terkait permasalahan yang kedua, yakni kurangnya kosakata. Hal yang saya lakukan adalah dengan memberikan kuis tebak kata. Saya tunjuk salah satu siswa secara random untuk maju kedepan. Memberikan kata kunci terkait kata tertentu dan siswa yang lain mencoba untuk menebaknya. Tidak perlu banyak-banyak. Dalam satu kali pertemuan, cukup 10 kosakata dasar yang perlu mereka ingat. </p><p><strong>R (Reaksi)</strong></p><p>Setelah diberikan permainan anak-anak menjadi lebih bersemangat dalam belajar dan kosakata mereka bertambah setiap minggunya. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-17 12:54:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2921860393</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2922577407</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2380667849/acc9bb8afa55af82ad9ea057e38186bc/STAR_Eguru.docx" />
         <pubDate>2024-03-18 04:05:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2922577407</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iis Kurniasih, S. Pd., M. Pd, Judul : Media Pembelajaran dengan Flipbook</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2922655282</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Saya seorang guru matematika. Ketika saya masuk kelas untuk mengajar, Peserta didik saya kurang semangat dalam belajar. Setelah saya berkomunikasi dengan mereka, Jawabannya hampir sama, yaitu matematika itu sulit. saya memilih flipbook sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa secara efektif dan dapat menyajikan informasi secara visual dan interaktif.</p><p><br/></p><p>T : sebagai guru saya merasa prihatin sekali, mendengar jawaban siswa seperti itu. Lalu saya mencari ide, untuk membuat materi pembelajaran yang menarik yaitu dengan menggunakan media pembelajaran.</p><p>Media pembelajaran yang saya sampaikan disini adalah dengan menggunakan flipbook. Materi Pelajaran saya kemas seperti buku elektronik.</p><p><br/></p><p>A : Sebagai guru, saya membuat animasi atau ilustrasi yang menarik untuk setiap halaman flipbook. Pastikan bahwa konten yang disajikan sesuai dengan kurikulum dan dapat dipahami oleh siswa dengan berbagai tingkat pemahaman. Lalu saya menggunakan perangkat lunak atau alat khusus untuk membuat flipbook sesuai dengan desain yang telah dibuat sebelumnya dan memastikan flipbook dapat diakses secara daring atau dicetak untuk digunakan oleh siswa.</p><p><br/></p><p>R : Flipbook yang berisikan materi pembelajaran saya sampaikan kepada siswa, dengan memberikan instruksi yang jelas tentang cara menggunakannya dan memfasilitasi diskusi atau aktivitas yang relevan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Lalu saya melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa setelah menggunakan flipbook.</p><p>Alhamdulillah, setelah saya bandingkan hasilnya dengan metode pembelajaran lainnya, media flipbook dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang Pelajaran yang saya ajarkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2378916259/59619514eceabecc0ae462283b453956/WhatsApp_Image_2024_03_18_at_10_41_08_AM.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-18 05:08:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2922655282</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Novi Vidiani. Judul : Penerapan Materi Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2923261051</link>
         <description><![CDATA[<p>S (Situasi Awal)</p><p>Saya adalah seorang guru mapel Sosiologi yang mengajar di kelas XII IPS . Pada semester genap ini, salah satu materi yang harus dikuasai siswa adalah Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal. Dari sekian banyak kearifan lokal yang terdapat di daerah Jawa Barat, ternyata banyak siswa yang sama sekali tidak mengenal kearifan lokal di daerah setempat walaupun pernah mendengar namanya, akan tetapi wujud asli dari kearifan lokal tersebut tidak pernah ditemui atau dirasakan langsung oleh sebagian besar siswa.</p><p><br></p><p>T (Tantangan)</p><p>Sebagai seorang guru saya merasa prihatin sekali karena kearifan lokal yang ada di daerah setempat tidak dikenal dengan baik, karena tergerus oleh modernisasi dan globalisasi yang datang melalui internet dalam genggaman para siswa.</p><p><br></p><p>A (Aksi)</p><p>Dengan seringnya siswa menggunakan smartphone, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan smartphone mereka agar bisa mengakses pembelajaran mengenai kearifan lokal. Salah satunya adalah dengan memberikan link video youtube mengenai berbagai kearifan lokal di Indonesia yaitu video Wonderland Indonesia by Alffy Rev. ft. Novia Bachmid. Disitu saya mengajak siswa untuk bisa mengidentifikasi apa saja kearifan lokal yang tergambar dalam video.</p><p><br></p><p>R (Reaksi)</p><p>Setelah menonton video tersebut, akhirnya siswa bisa menyebutkan berbagai kearifan lokal yang terdapat dalam video tersebut, yaitu Lagu-lagu Daerah, Bahasa-bahasa Daerah, Tari-tarian Daerah, Baju Adat, Rumah Adat, dan berbagai perangkat senjata yang beragam. Dan selanjutnya siswa dapat mengidentifikasi berbagai kearifan lokal di daerah setempat serta mencari informasi lebih dalam mengenai ciri dan karakteristik dari kearifan lokal di daerah setempat tersebut.</p><p>Contoh Kearifan Lokal daerah Kabupaten Ciamis adalah GALENDO.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2383561673/9683acdd40841469ea2234de1afaf45d/WhatsApp_Image_2024_03_18_at_20_28_59.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-18 13:20:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2923261051</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Judul : Pembelajaran Menyenangkan Dengan Platform code.org (Dian Sari Noviati, S.Kom)</title>
         <author>diannoviati55</author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2923344496</link>
         <description><![CDATA[<p>Dengan metode STAR, saya bisa mengadakan pembelajaran dengan menyenangkan. Dimulai pada saat situasi awal, peserta didik sama sekali belum mengenal tentang pengkodingan jadi, saya mencoba untuk mengenalkan peserta didik mulai dari awal tentang pengkodingan. Dengan memperkenalkan platform <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://code.org">code.org</a>, peserta didik jadi semangat untuk belajar. </p><p><br></p><p>Tantangan yang saya temui, Sebagai guru Informatika kelas 7 kita harus kreatif untuk membuat suatu pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk peserta didik. </p><p><br></p><p>Untuk mengatasi hal tersebut, maka saya menggunakan pembelajaran berupa presentasi, berkelompok, dengan tujuan menjelaskan materi terlebih dahulu sebelum praktik, pada saat praktek siswa dibagi secara berkelompok.</p><p><br></p><p>Setelah pembelajaran berlangsung saya mendapatkan hasil yang memuaskan, pembelajaran bisa dipahami dan siswa semangat dalam belajar.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2383642057/5e46f89d6dcfd73bc061d1c82878c5d8/IMG20231115080656.jpg" />
         <pubDate>2024-03-18 14:09:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2923344496</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Made Kariani,SS, Judul :Penggunaan Media Game Edukasi Quizizz untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Materi – Recount Text Kelas X Di SMK Negeri 2 Denpasar</title>
         <author>nikariani61</author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2923462950</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Situasi:</strong></p><p>Kondisi yang menjadi latar belakang masalah Melihat Kondisi peserta didik di SMK Negeri 2 Denpasar pada umumnya kurang bersemangat, kurang antusias atau kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, peserta didik cepat merasa bosan pada aktivitas rutin dalam pembelajaran sehingga hal tersebut mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Selain itu proses pembelajaran yang diterapkan guru masih bersifat konvensional, guru masih belum menggunakan media pembelajaran yang membuat siswa lebih temotivasi dalam mengikuti rangkaian pembelajaran.</p><p>&nbsp;</p><p>Upaya mengatasi permasalahan tersebut, kami mendapatkan inspirasi dan solusi yakni dengan menerapkan media pembelajaran Game Edukasi Quizizz yang dapat laksanakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Hal ini perlu dibagikan dan informasikan agar bisa menjadi referensi/rujukan bagi rekan guru sekaligus inspirasi bagi pembaca umumnya, dalam mengatasi permasalahan pembelajaran peserta didik.</p><p><br/></p><p><strong>Tantangan :</strong></p><p>Dalam praktik media pembelajaran game edukasi Quizizz pada kali ini dibuat seperti tournamen jadi terdapat beberapa tantangan diantaranya:</p><p>1. Koordinasi untuk persiapan dengan peserta didik agar persiapan jauh lebih matang</p><p>2. Koordinasi dalam pengambilan video untuk persiapan pembelajaran game</p><p>3. Pembuatan soal pada aplikasi Quizizz yang terdiri dari beberapa room/ tim</p><p>4. Setting meja ketika akan dimulainya tournament</p><p>5. Ada beberapa peserta didik yang kurang percaya diri dalam mengemukakan pendapat maupun menjawab soal</p><p>6. Ada beberapa peserta didik dengan gaya belajar kinestetik</p><p>7. Mempersiapkan Handphone dan quota internet yang memadai</p><p>8. Ketepatan waktu dalam melaksanakan pembelajaran</p><p><br/></p><p><strong>Aksi :</strong></p><p><strong>Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut</strong></p><p>1. Menyususn perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP, Instrumen Penilaian, LKPD, modul ajar serta media pembelajaran menggunakan Quizizz</p><p>2. Untuk mengatasi peserta didik yang kurang percaya diri dalam menjawab soal sebaiknya yang saya lakukan adalah memberikan dorong terhadap peserta didik agar mau berkontribusi dalam menjawab soal dalam tim nya agar menyumbangkan point.</p><p>3. Untuk mengatasi peserta didik yang mempunyai gaya belajar peserta didik sebaiknya yang saya lakukan adalah dengan mengarahkan siswa tersebut fokus belajar dengan menggunakan aplikasi Quizizz dan menjawab soal melalui Quizizz</p><p>4. Menyiapkan pertanyaan untuk 5 tim</p><p>5. Membuat peraturan dalam permaianan/game</p><p>6. Memberikan pujian dan penghargaan kepada tim yang memperoleh poin terbanyak atas kerja keras dan daya juang dalam tim/kelompoknya</p><p>7. Membuat bahan ajar dalam aplikasi Quizizz untuk menarik perhatian atau memotivasi peserta didik untuk lebih semangat dalm memahami materi serta membuat peserta didik lebih aktif dengan memainkan media pembelajaran.</p><p>8. Untuk mengatasi permasalahan dalam mengatur alokasi waktu pada saat proses pembelajaran, sebaiknya saya menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi :</strong></p><p><strong>Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut</strong></p><p>1. Menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP, Instrumen Penilaian, LKPD, modul ajar serta media pembelajaran menggunakan Quizizz</p><p>2. Untuk mengatasi peserta didik yang kurang percaya diri dalam menjawab soal sebaiknya yang saya lakukan adalah memberikan dorong terhadap peserta didik agar mau berkontribusi dalam menjawab soal dalam tim nya agar menyumbangkan point.</p><p>3. Untuk mengatasi peserta didik yang mempunyai gaya belajar peserta didik sebaiknya yang saya lakukan adalah dengan mengarahkan siswa tersebut fokus belajar dengan menggunakan aplikasi Quizizz dan menjawab soal melalui Quizizz</p><p>4. Menyiapkan pertanyaan untuk 5 tim</p><p>5. Membuat peraturan dalam permaianan/game</p><p>6. Memberikan pujian dan penghargaan kepada tim yang memperoleh poin terbanyak atas kerja keras dan daya juang dalam tim/kelompoknya</p><p>7. Membuat bahan ajar dalam aplikasi Quizizz untuk menarik perhatian atau memotivasi peserta didik untuk lebih semangat dalm memahami materi serta membuat peserta didik lebih aktif dengan memainkan media pembelajaran.</p><p>8. Untuk mengatasi permasalahan dalam mengatur alokasi waktu pada saat proses pembelajaran, sebaiknya saya menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1977640052/b0291307475e12adc18e1fb61d13bb96/foto_star.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-18 15:20:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2923462950</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andy Rusdianto. Judul: Lego magnetik untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar pola bilangan dengan pendekatan matematika realistik.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2923566191</link>
         <description><![CDATA[<p>Situasi Awal:</p><p>Pendidik saat mengajar hanya menggunakan metode pembelajaran langsung dan ceramah, dimana peserta didik hanya mendengarkan dan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh pendidik dan Pendidik saat mengajar belum maksimal menggunakan media pembelajaran yang tepat. sehingga pemahaman konsep siswa kurang maksimal.</p><p><br/></p><p>Tantangan:</p><p>Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik peserta didik, menggunakan pendekatan Matematika realistik, serta Pemilihan media pembelajaran yang tepat dan menarik bagi peserta didik, yaitu menggunakan lego magnetik.</p><p><br/></p><p> Aksi:</p><p>Untuk menghadapi tantangan tersebut, seorang pendidik yang baik&nbsp; perlu melakukan beberapa hal, diantaranya :</p><p>1.&nbsp; Pemilihan Model Pembelajaran, Pendidik memilih model pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> (<em>PBL</em>) dengan sintak sebagai berikut:</p><p>1)&nbsp;&nbsp;&nbsp; Orientasi peserta didik pada masalah tuliskan masalahnya;</p><p>2)&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengorganisasi peserta didik;</p><p>3)&nbsp;&nbsp;&nbsp; Membimbing penyelidikan individu dan kelompok;</p><p>4)&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengembangkan dan menyajikan hasil karya;</p><p>5)&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.</p><p><br/></p><p>Setelah menentukan Model pembelajaran, langkah selanjutnya yang dilakukan pendidik adalah :</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Merancang RPP yang berorientasi kepada peserta didik;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menyiapkan lego magnetik;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; mengimplementasikan Model <em>Problem Based Learning</em> (<em>PBL</em>) dengan pendekatan PMRI dan melalui diskusi kelompok, tanya jawab, dan presentasi.</p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>Adapun dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan adalah hasinya efektif meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik dapat dilihat dari:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemilihan model pembelajaran <em>PBL</em> peserta didik lebih termotivasi belajar karena desain kegiatan yang berpusat pada peserta didik dan meningkatkan keaktifan peserta didik sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penggunaan pendekatan matematika realistik efektif meningkatkan pemahaman konsep matematika terlihat saat peserta didik menyusun lego dan menghitung setiap polanya, peserta didik dapat merasakan langsung menyusun dan menghitung benda nyatanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2383909236/c0dce750df75e55200151530eed1c9d7/ft3.jpg" />
         <pubDate>2024-03-18 16:29:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2923566191</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penilaian Sumatif Asik Dengan Quizizz</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2924147238</link>
         <description><![CDATA[<p>Oleh : Srini</p><p>SMPN 4 Wonosari Kab. Boalemo</p><p><br></p><p>S : Penilaian Sumatif adalah sebuah penilaian yang bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau Capaian Pembelajaran (CP) murid. Kondisi nyata didapat bahwa hasil dari penilaian sumatif tidak sesuai harapan. </p><p>T:  Sebagian besar peserta didik enggan untuk belajar saat menggadapi penilaian, termasuk mata pelajaran Matematika. Bukan hal ini saja yang didapatkan tetapi Mareka juga tidak termotivasi untuk mengerjakan soal dnegan baik. sebagai guru mata pelajaran matematika berpikir keras untuk mencari ide agar penilaian yang dilakukan ini menarik dan memotivasi peserta didik untuk mengejarjakan dengan baik, serta diawali dengan belajar sebelum penilaian dimulai.</p><p>A : Guru mata pelajaran telah menetapkan suatu aplikasi yaitu Quizizz yang dianggap menjadi satu pilihan dalam menyelesaikan permasalahan untuk memotivasi peserta didik untuk tertarik dan semangat mengikuti penilaian sumatif dengan baik. Pelaksnaan penilaian menggunakan aplikasi quizizz ini dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2024 di Kelas VIIB SMP Negeri 4 Wonosari.</p><p>Persiapan</p><p>Guru meminta peserta didik untuk berdoa dan mempersiapakan alat yang dipesan untuk penilaian yaitu Hp. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengaktifkan internet</p><p>Pelaksanaan</p><p>Guru minta peserta didik membuka chrome dan mengetik Quizizz. Kemudian memasukkan kode yang diberikan, bergabung dan nuliskan nama. Guru memulai Pelaksanaan Penilaian dengan berbagai bentuk dan peserta didik dipersilahkan mengikuti Penilaian. Selama Penilaian berlangsung hasil jawaban peserta didik ditayangkan secara langsung di Layar, seperti hasil pemilihan umum. Setelah seluruh peserta didik selesai mengerjakan soal, soal diakhirinya dan peserta didik dapat melihat secara langsung hasilnya.</p><p>R : Dari kegiatan tersebut diperoleh :</p><ul><li><p>Peserta didik lebih bersemangat mengikuti penilaian karena hasil setiap nomor mereka kerjakan terlihat secara langsung</p></li><li><p>Peserta didik yang biasanya hasil penilaiannya biasa-biasanya saja menjadi peserta yang memilki nilai baik.</p></li><li><p>Peserta didik senang dan meminta setiap penilaian dilakukan dengan hasl yang sama .</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2380679804/54c71ffd9faed6e8d3b7d5fe4faa57a5/WhatsApp_Image_2024_03_19_at_09_14_21.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-19 01:15:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2924147238</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RENDANYA KEHADIRAN SISWA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2924148259</link>
         <description><![CDATA[<p><em>S: saya mengajar di kelas 3 SD Inpres Ekotaru sejak tahun 2020 sampai sekarang.sebelumnya saya mengajar di kelas VI namun karena bapak ibu guru yang di tugaskan di kelas 3 lebih cocok mengajar di kls tinggi maka kami bertukar posisi mengajar, karena guru yg mengajar di kls rendah harus guru yg sabar.dua tahun berjalan aman2 saja tidak ada kendala dimana siswa rajin masuk sekolah ,namun di tahun 2023 saya dihadapkan dengan siswa yg tingkat kehadirannya rendah dan berdampak pada semester 2 siswa tersebut tidak masuk sekolah selama satu semester berjalan.padahal siswa tersebut usianya jauh lebih kakak dari teman2 sekelasnya, yakni usia 10 tahun.namanya cinta.cinta tidak masuk sekolah karena ikut ibunya kekampung opanya yg sedang sakit.cinta juga ditinggal pergi ayahnya merantau ke papua sejak cinta duduk di  kls 1 SD.</em></p><p><em>T: pada tahun pelajaran 2023 / 2024 cinta kembali masuk sekolah dan berada di kls 3 .hal ini menjadi beban tersendiri bagi saya mengingat usia cinta pada tahun 2024 cinta sudah 11 tahun dan usia itu seharusnya cinta sudah berada di kls V.lalu saya mencoba konsultasi dgn kepala sekolah. Kepala sekolah menyerahkan keputusan kepada sya sebagi wali kls, mengingat usia cinta, apakah cinta bisa masuk ke kls IV , tentunya cinta harus masuk syarat kenaikan kls, dan dgn keputusan yg saya ambil nantinya juga tidak mempengaruhi siswa yg lain.</em></p><p><em>A: hal ini menjadi tantangan dan beban tersendiri bagi saya, lalu say mencoba bertukar pendapat dgn teman2 guru. berkat masukan dan saran dari tlbapak ibu guru, maka say mengeluarkan surat panggilan untuk orang tua cinta dan membuat surat pernyataan bahwa cinta TDK akan mengulangi perbuatannya dan kalau cinta melanggar maka cinta bersedia dikeluarkan atau di pindahkan dari sekolah. Namun cinta TDK langsung masuk di kls IV , cinta harus belajar selama satu bulan di kls 3 untuk mengetahui perkembangan calistungnya, karena prestasi cinta pada semester 1 cukup baik, dimana cinta masuk 10 besar dari 20 siswa.</em></p><p><em>R: setelah dibimbing selama sebulan , cinta dinyatakan lulus dan di bulan September cinta dapat belajar di kls IV. Akhirnya cara yg saya buat dapat berhasil , cinta tidak lagi tidak masuk sekolah dan cinta menjadi anak yg paling rajin di klsnya, karena kata ibu guru wali klsnya cinta selalu datang lebih awal dari teman2 lainnya.</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-19 01:15:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2924148259</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DASINI,S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2924337874</link>
         <description><![CDATA[<p>Judul : Pratek Debian</p><p>S: Saya adalah guru produktif TKJ, pada materi yang saya berikan merupakan materi yang berhubungan dengan pemrograman dan harus menggunakan logika yang agak butuh kerja keras untuk berfikir maka anak banyak anak yang kurang berminat dalam materi debian.</p><p>T: tantangan yang di hadapi adalah kemampuan anak dan motivasi untuk mengingat yang sangat sedikit karena terbiasa dengan google.</p><p>A: akhirnya saya melakukan identifikasi dan observasi dengan keadan tersebut dengan cara melakukan pendekatan satu persatu kepada siswa-siswa dan memberikan contoh-contoh penggunaan debian yang sedikit menarik dengan siswa acak memberikan tugas agar membuat aplikasi berjalan ini.</p><p>R: setelah di kasi penjelasan beserta contoh-contoh yang menarik anak-anak lebih tertarik untuk membuat progran baru di pertemuan pertemuan berikutnya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2384830918/35952970d12ac1d5a280d4b5799536e5/FOTO_PEMBELAJARAN_MENYENANGKAN.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:19:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2924337874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurachmad,S.Pd. Membuat Komik Bahan Ajar Dengan Canva  </title>
         <author>achmadnur937</author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2924349544</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Situasi (S) :</strong></p><p>Pada saat ini minat baca siswa terhadap materi pelajaran atau bahan ajar sangat rendah sekali karena sebagian besar bahan ajar yang ada  banyak berupa tulisan-tulisan sehingga siswa lebih tertarik untuk bermain HP atau menbuka HP daripada membaca .Berangkat dari kejadian diatas maka saya berusaha bagaimana membuat bahan ajar yang kira-kira diminati dan disukai siswa oleh karena itu saya mencoba membuat bahan ajar berupa komik dengan memanfaatkan program canva .</p><p><br/></p><p><strong>Tantangan (T):</strong> </p><p>Dalam membuat bahan ajar berupa komik , harus bisa memilih materi apa yang tepat untuk bisa dijadikan komik agar bisa menarik minat baca peserta didik ,selain itu gambar gambar  yang akan ditampilkan di komik diusahan semenarik mungkin</p><p><br/></p><p><strong>Aksi (A):</strong></p><p>Untuk menhadapi tantangan tersebut maka pendidik harus :</p><ol><li><p>Harus memilih materi yang tepat untuk dijadikan komik sehingga komik yang dihasilkan nanti jumlah halamannya tidak terlalu banyak </p></li><li><p>Membuat alur cerita yang sesuai dengan tujuan pembelajaran agar tujuan pembelajran yang kita inginkan bisa tecapai</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi  ( R):</strong></p><p>Dampak dari adanya pembuatan bahan ajar berupa komik</p><ol><li><p>Peserta didik lebih tertarik untuk membacanya ,karena sangat tertarik dengan gambar-gambar yang ada di komik dan lebih mudah untuk dipahami karena dialog yang terjadi tidak satu arah tetapi banyak tokoh yang terlibat </p></li><li><p>Dengan adanya bahan ajar berupa komik,peserta lebih senang karena bahan ajar ini bisa dibuka secara On line dengan menggunakan HP . </p></li></ol><p><br/></p><p>   </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://sarkepo.com/wp-content/uploads/2022/04/kerja-bangku.jpg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:27:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2924349544</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PEMBIASAAN BULAN RAMADHAN SEBELUM PEMBELAJARAN TADARUS ALQUR&#39;AN </title>
         <author>sayidhkosim</author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2925978603</link>
         <description><![CDATA[<p>Sayid Kosim. S.Pd</p><p>SDN 1 PAKURAN</p><p>S. Kegiatan tadarus Al-Qur'an disekolah tingkat dasar dilakukan sebagai langkah  untuk melancarkan membaca Alquran dengan tertib dan benar,karena pada usia anak sekolah ada yang sudah bisa membaca lancar dan belum bisa membaca lancar.</p><p>T. Memasuki bulan suci ramadhan setiap hari sebelum pelaksanaan pembelajaran disekolah SDN 1  PAKURAN diadakan pembiasaan setiap pagi.Langkah ini dilakukan dalam meningkatkan bagi anak dalam membaca Alqur'an yang belum lancar dan benar sesuai dengan ilmu Al-Qur'an.</p><p>Setiap pagi anak anak siswa kelas 4 sampai kelas 6 ada yang bertugas memimpin membaca secara bersama - sama.</p><p>A. Kegiatan ini dilakukan ada manfaat atau kelebihannya yaitu membantu siswa yang belum bisa membaca Alqur'an dengan Tartil dengan baik dan benar.kegiatan tadarus Al-Qur'an selama bulan suci ramadhan dilakukan selama 30 menit .</p><p>R.Dengan kegiatan tadarus Al-Qur'an setiap pagi selama bulan suci ramadhan berpengaruh terhadap cara membaca Alqur'an dengan baik dan benar.kegiatan ini harapan berimbas terhadap anak dilingkungan rumah,tempat ibadah membaca Alqur'an dengan baik dan benar.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2341778751/7b30fb86d4cc2e01a011691a9add3d5f/IMG_20240319_074200.jpg" />
         <pubDate>2024-03-20 01:14:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2925978603</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2926008661</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2380667849/845aa856d8024a162857b960f81e84f2/STAR_tugas.docx" />
         <pubDate>2024-03-20 01:31:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2926008661</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khomsiyah Kartika Dewi.  Penerapan Mindfulness dengan Teknik STOP untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Emosi Anak</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2926160538</link>
         <description><![CDATA[<p>Situasi Awal: </p><p>Saya adalah guru kelas kelompok B di sebuah taman kanak-kanak yang berada di Makassar. Kelas saya berisi 15 anak dengan 9 anak perempuan dan 6 anak laki-laki dengan rentang usia 5-6 tahun. Selama tiga bulan pertama mereka belajar, suasana kelas sering ribut dan heboh. Masih banyak anak yang suka menangis, berteriak atau menjerit jika merasa tidak nyaman, misalnya ketika berpisah dengan orang tuanya, diambil kursinya atau mainannya. Sedangkan anak laki-laki cenderung melampiaskan kekesalannya dengan memukul, atau berkata kasar kepada temannya. Bisa dikatakan dari semua aspek perkembangan anak, masalah yang paling dominan di kelas saya adalah di aspek sosial emosionalnya.</p><p><br/></p><p>Tantangan: </p><p>Mayoritas anak masih memperlihatkan perilaku kesulitan dalam memahami emosi dasar, seperti marah, sedih, senang, ataupun takut. Anak jarang mengungkapkan apa yang dirasakannya dan juga sulit mengendalikan amarahya. Selain itu anak juga menjadi kurang fokus dalam menerima pembelajaran di sekolah.Hal ini membuat saya sedih karena proses pembelajaran menjadi tidak berjalan dengan baik</p><p><br/></p><p>Aksi: </p><p>Agar anak bisa lebih fokus dan siap untuk belajar, maka anak-anak saya ajak untuk menerapkan praktik <em>mindfulness</em> dengan Teknik <em>STOP</em> (Bernafas dengan Kesadaran Penuh). Dengan praktik ini diharapkan kemampuan mengenal emosi pada anak-anak bisa menjadi lebih baik &nbsp;Melalui praktik <em>mindfulness</em> dengan Teknik <em>STOP</em>, anak-anak diajarkan untuk lebih sadar terhadap emosi mereka, mengenal emosi, merespon dengan bijak, dan mengelola stress secara efektif. Karena Teknik <em>STOP</em> membantu anak untuk menghentikan reaksi impulsive mereka ketika menghadapi emosi kuat atau situasi menantang. Dengan menghentikan reaksi impulsive, anak-anak dapat memiliki respons yang lebih bijak dan lebih sadar terhadap situasi. Berikut adalah langkah-langkah <em>mindfulness</em> dengan Teknik <em>STOP</em>:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; S (s<em>top</em>): Berhenti, mengajak anak untuk menghentikan aktivitas apa pun yang mereka lakukan</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; T (<em>take a breath</em>): membiarkan anak-anak mengambil nafas dalam-dalam. Mengajarkan Teknik pernapasan singkat seperti “Tarik nafas dalam, hitung sampai empat, tahan sebentar di perut, lalu hembuskan perlahan”</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; O (<em>observe</em>): meminta anak memper- hatikan apa yang dirasakan, ini bisa menjadi perasaan di dalam tubuh mereka atau emosi yang mereka alami.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; P (<em>proceed</em>): setelah merespon dengan sadar terhadap emosi mereka, mereka dapat melanjutkan aktivitasnya.</p><p>Praktik <em>mindfulness</em> dengan Teknik <em>STOP</em> saya terapkan secara rutin di kegiatan awal ataupun pada kondisi dimana &nbsp;anak membutuhkannya.</p><p><br/></p><p>Refleksi: </p><p>Setelah <em>mindfulness</em> dengan Teknik <em>STOP</em> ini dilakukan secara rutin selama 1 bulan, sudah mulai nampak perubahan yang terjadi di kelas saya. Jika sebelumnya anak-anak masih banyak yang menangis, menjerit, melampiaskan kekesalannya dengan hal yang negative lainnya, maka setelah praktik ini dilakukan secara rutin, hal-hal yang negatif tersebut berangsur-angsur berkurang. Kelas lebih terasa tenang, anak-anak terlihat lebih siap dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Jika sebelumnya masih ada anak yang menangis di tinggal pengantarnya, maka hal itu sudah tidak terlihat lagi. Jika anak sebelumnya masih suka menjerit atau berteriak hanya karena ditegur misalnya, maka sekarang anak tersebut hanya menangis sebentar setelah itu tenang kembali. Sedangkan pada anak laki-laki yang suka bertengkar atau baku memukul dengan temannya, sudah mulai berkurang juga intensitasnya, karena dia tahu bagaimana cara mengelola emosi dengan menggunakan praktik <em>mindfulness</em> dengan Teknik <em>STOP</em> ini. Selain itu, hal yang paling saya syukuri adalah anak-anak menjadi paham akan emosi yang dirasakannya. Karena setiap kali praktik <em>mindfulness</em> dengan Teknik <em>STOP</em> ini dilakukan, saya akan selalu bertanya “Bagaimana perasaan kalian setelah melakukan praktik ini”dan anak-anak akan menyebutkan apa yang mereka rasakan. “Enak Ustadzah”, “Tenang rasanya”, bahkan ada yang menjawab “Bahagia”. Bahkan ada anak laki-laki bernama Al Khaer yang sudah hafal  dengan apa yang harus dilakukan jika dia merasa marah sekali, anak ini biasanya melampiaskan amarahnya dengan memukul atau menyakiti fisik teman, saat dia marah, anak ini langsung menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya lalu menarik nafas kembali hingga beberapa kali.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2384627387/258a8646cfc6ba5c51489eed0c5ee2f6/praktik_mindfulness_dengan_Teknik_STOP.JPG" />
         <pubDate>2024-03-20 03:15:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2926160538</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ONI WIDYAWATI          MENINGKATKAN MOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM MENGIKUTI PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MEMBUAT KONSEP METODE CRAFT DAN MINT MAPPING</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2926642325</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1798016860/63f0b2049207fea541662d9a792249a1/IMG_20240226_WA0067.jpg" />
         <pubDate>2024-03-20 10:34:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2926642325</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Judul : operasi latihan kelenturan keseimbangan dan daya tahan dalam rangkaian gerakan senam lantai tanpa alat (ibu Fitri,S.Pd)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2926817050</link>
         <description><![CDATA[<p>S</p><p>Saya adalah guru PJOK di SD Inpres 4 Dobo yang terletak di salah satu pulau yang berada di Maluku, olahraga penting diajarkan pada anak sejak dini riset membuktikan ketiga seorang sudah terbiasa berolahraga sejak masih anak-anak maka di usia dewasa dia pun terbiasa melakukan hal serupa.</p><p>Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang bergerak secara aktif bermain memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan tulang yang optimal. Oleh karena itu saya sebagai guru PJOK berusaha menghimbau semua anak anak untuk selalu hadir dalam setiap jam pelajaran PJOK.</p><p>T</p><p>Pelajaran PJOK merupakan salah satu materi yang ada dalam kurikulum pendidikan dan setiap anak wajib mengikuti tapi masalahnya ada sebagai anak yang kurang berminat untuk melakukan gerakan olahraga dengan berbagai alasan seperti:" takut panas, takut jatuh, takut sakit, kurang percaya diri dan lain-lain" terutama dalam materi PJOK senam lantai yang mengandalkan kekuatan fisik seperti kelenturan keseimbangan dan daya tahan sehingga jika salah melakukan maka akan terjadi cedera pada otot</p><p>A</p><p>Karena kendala tersebut saya sebagai guru PJOK mulai melakukan perubahan dalam metode pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai bakat dan kemampuan masing-masing siswa</p><p>Langkah-langkah yang saya lakukan sebagai berikut:</p><ol><li><p>Membuat kelompok 1 dan 2, kelompok 1 terdiri dari siswa yang aktif dan percaya diri dalam melakukan gerakan olahraga sementara kelompok 2 terdiri dari siswa yang kurang berminat dan juga kurang percaya diri dalam berolahraga</p></li><li><p>Memberikan motivasi dan dorongan semangat sehingga siswa tertarik dan penasaran ingin mencoba dan melakukan gerakan-gerakan olahraga terutama dalam senam lantai tanpa alat</p></li><li><p>Berikan kesempatan kepada semua siswa melakukan gerakan dengan bantuan guru</p></li><li><p>Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk melakukan gerakan sesuai kemampuan mereka masing-masing secara berulang-ulang tanpa bantuan guru</p></li></ol><p>R</p><p>Alhamdulillah dengan usaha kecil saya lakukan kini siswa saya mulai tertarik dan aktif dalam melakukan aktivitas olahraga terutama dalam senam lantai tanpa alat</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2377108973/f87bb929a6152be0fc8fb6ab9d3e0785/IMG20240316082959.jpg" />
         <pubDate>2024-03-20 12:58:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2926817050</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Fadilah, S.Pd., M.Pd. | Judul: Meningkatkan Motivasi Belajar melalui Permainan Narasi Interaktif dengan Kahoot untuk topik memahami teks Narrative dalam Bahasa Inggris di SMA Negeri Jogoroto</title>
         <author>abdul21024</author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2927229901</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Situasi:</strong></p><p>Saya adalah guru Bahasa Inggris di SMA Negeri Jogoroto, Latar belakang masalah ini muncul dari hasil pengamatan bahwa siswa di kelas XI di SMA Negeri Jogoroto sering kali kurang memiliki antusiasme dan motivasi dalam belajar. Banyak siswa menunjukkan tanda-tanda ketidaktertarikan dan kebosanan selama kegiatan membaca dan memahami teks, yang berdampak pada kinerja mereka secara keseluruhan. Selain itu, metode pengajaran tradisional kurang efektif dalam melibatkan siswa secara efektif dalam proses memahami narasi.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Tantangan</strong></p><p>Memperkenalkan permainan naratif interaktif dengan Kahoot sebagai alat/platform pengajaran menghadirkan beberapa tantangan:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berkoordinasi dengan siswa untuk memastikan persiapan yang matang dan pemahaman tentang konsep naratif dan mekanisme permainan.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengatur alokasi waktu untuk memasukkan sesi permainan naratif ke dalam kurikulum.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengembangkan skenario permainan naratif yang menarik yang secara efektif menyampaikan elemen-elemen yang terkandung dalam teks cerita.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa dalam menavigasi lingkungan game naratif dan memahami cerita mereka.</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengatasi kurangnya kepercayaan diri siswa dalam mengekspresikan diri mereka secara kreatif dalam konteks game.</p><p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memastikan akses ke teknologi dan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan permainan naratif.</p><p>7.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengelola waktu secara efektif untuk menyeimbangkan sesi permainan dengan kegiatan pembelajaran lainnya.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Aksi:</strong></p><p>Langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi tantangan-tantangan ini meliputi:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Merancang rencana kegiatan pembelajaran yang komprehensif yang mengintegrasikan permainan naratif interaktif dan bahan ajar yang relevan.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memfasilitasi sesi orientasi siswa untuk membiasakan mereka dengan platform dan mekanisme permainan naratif.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Membuat skenario permainan yang imersif yang mendorong kreativitas dan pemikiran kritis.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberikan bimbingan dan umpan balik yang berkelanjutan kepada siswa saat mereka memahami cerita yang disajikan dalam lingkungan game.</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mendorong suasana yang mendukung dan kolaboratif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam kemampuan memahami cereita mereka.</p><p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memastikan akses ke laptop atau perangkat seluler yang dilengkapi dengan perangkat lunak browser dan internet yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kegiatan permainan naratif dengan kahoot.</p><p>7.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menerapkan strategi manajemen waktu untuk mengoptimalkan penggunaan sesi permainan untuk hasil pembelajaran yang maksimal.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Refleksi:</strong></p><p>Berikut adalah Refleksi atas tindakan yang diambil untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Integrasi permainan naratif interaktif memperkaya keterlibatan dan motivasi siswa dalam tugas memahami teks naratif.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sesi orientasi membantu siswa menavigasi platform game secara efektif, memaksimalkan partisipasi dan pengalaman mereka.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Skenario permainan naratif yang imersif memicu kreativitas dan mendorong siswa untuk mengeksplorasi pemahaman cerita dengan cara-cara baru.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bimbingan dan umpan balik yang berkelanjutan mendukung para siswa dalam mengembangkan keterampilan pemahaman mereka dalam konteks permainan naratif.</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Membina lingkungan yang mendukung memungkinkan siswa untuk mengatasi hambatan dan mengekspresikan diri mereka dengan lebih bebas.</p><p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menyediakan akses ke teknologi memastikan semua siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan permainan naratif.</p><p>7.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Manajemen waktu yang efektif untuk memastikan bahwa sesi permainan menjadi produktif dan selaras dengan tujuan pembelajaran secara keseluruhan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2059848586/3e3ab6b6afc3b554f602705e26511757/WhatsApp_Image_2024_03_18_at_07_46_33_46e5e97b.png" />
         <pubDate>2024-03-20 17:36:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2927229901</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ASIH SUPRIANINGSIH, S.Pd.I. BELAJAR DENGAN METODE QUIZIZZ UNTUK MENGHADAPI AKMI.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2927927225</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-21 03:48:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2927927225</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Made Sukariana, S.Pd. : Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Pemahaman Gambar Instalasi Motor Listrik Kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN 1 Kuta Selatan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928020235</link>
         <description><![CDATA[<p>Situasi (S) : </p><p>Saya adalah guru pengajar pada program keahlian Teknik Ketenagalistrikan SMKN 1 Kuta Selatan, Bali. Salah satu mata pelajaran utama yang harus dikuasai oleh peserta didik adalah Instalasi Motor Listrik. Pada mata pelajaran Instalasi Motor Listrik, materi gambar instalasi motor listrik adalah materi yang sangat mendasar terutama simbol komponen pengendali yang ada pada gambar rangkaian tersebut. Hal ini sangat beralasan karena pekerjaan pada bidang instalasi listrik, memahami gambar instalasi adalah suatu keharusan sebelum melaksanakan pekerjaan berikutnya. Jika peserta didik sudah memahami tentang simbol-simbol komponennya maka mereka akan dengan mudah memahami gambar instalasi motor listrik sehingga mampu memasang pengawatan instalasi motor listrik.</p><p>Pada kenyataannya, &nbsp;pemahaman peserta didik kelas XI TITL tentang simbol-simbol komponen pengendali masih kurang sehingga mereka sulit memahami gambar instalasi motor listrik secara utuh.  </p><p><br></p><p>Tantangan (T) : </p><p>Melihat kenyataan tersebut, untuk mengupayakan agar hasil belajar peserta didik lebih baik, peserta didik belajar lebih aktif, dan lebih berpartisipasi dalam proses belajar mengajar serta mampu berinteraksi satu sama lain diperlukan penentuan atau pemilihan model pembelajaran yang tepat oleh guru.  Berdasarkan hasil literasi maka ditetapkan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS)</p><p><br></p><p>Aksi (A) :</p><p>Untuk menghadapi tantangan tersebut, beberapa langkah yang dilakukan sebagai berikut :</p><ol><li><p>Guru mengajukan sebuah pertanyaan berupa simbol atau nama simbol dan  meminta peserta didik untuk menggunakan waktu beberapa menit untuk memikirkan sendiri tentang jawaban untuk isu tersebut.</p></li><li><p>Setelah itu guru meminta peserta didik untuk berpasang-pasangan dan mendiskusikan segala yang sudah mereka pikirkan. Interaksi selama periode ini dapat berupa saling berbagi jawaban bila pertanyaan yang diajukan atau berbagi ide bila sebuah isu tertentu diidentifikasi. </p></li><li><p>Dalam langkah terakhir ini, guru meminta pasangan-pasangan peserta didik untuk berbagi sesuatu yang sudah dibicarakan bersama pasangannya masing-masing dengan seluruh kelas. Lebih efektif bagi guru untuk berjalan mengelilingi ruangan, dari satu pasang ke pasangan lain sampai sekitar seperempat atau separuh pasangan berkesempatan melaporkan hasil diskusi mereka</p></li><li><p>Untuk mengetahui pemahaman peserta didik tentang materi pembelajaran pada akhir pembelajaran dilaksanakan tes.</p></li></ol><p><br></p><p>Result/Refleksi (R) :</p><p>Setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS), terlihat pada saat tahap berfikir, hampir semua peserta didik sudah memahami apa yang harus dikerjakan pada kartu yang mereka terima. Pada&nbsp; tahap diskusi berpasangan sebagian besar peserta didik terlihat sudah aktif bahkan ruangan terdengar berisik karena suara diskusi masing-masing kelompok. Mereka terlihat lebih semangat dalam mengikuti jalannya pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>think pair share</em> (TPS). Demikian juga setelah dilaksanakan tes, hasilnya sudah ada peningkatan yang signufikan dari sebelumnya.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2389261195/987fecba1fcfd704f297dc441fdb69c3/tps.png" />
         <pubDate>2024-03-21 05:13:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928020235</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Judul : Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Projeck yang Menyenangkan Untuk Peningkatan Minat Belajar dan Prestasi Siswa.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928107575</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Situasi Awal</strong> : Saya selaku guru biologi kelas x melihat adanya kecendrungan siswa kurang mampunyai minat belajar karena gaya belajar mereka yang berbeda beda sehingga jika dilakukan pembelajaran yang sama akan membuat prestasi siswa mempunyai perbedaan yang mencolok.</p><p><strong>Tantangan</strong> : Sebagai guru, saya berharap agar semua materi yang saya ajarkan bisa dipahami dengan baik oleh siswa dengan gaya belajar mereka yang berbeda, yang tentukan kegiatan belajar ini mereka lakukan dengan antusias dan hati yang gembira.</p><p><strong>Aksi</strong> : Langkah awal yang saya lakukan adalah dengan dengan melakukan assesmen diagnostik untuk mengetahui gaya belajar siswa, saya mengkolaborasi gaya belajar mereka dalam satu kelompok yang sama, dengan demikian dalam satu kelompok ada yang senang dengan berdiiskusi, ada yang bereksperimen dan ada juga yang suka mengkomunikasikan ide dan hasil diskusi mereka.</p><p><strong>Refleksi </strong>: Setelah menerapkan pembelajaran berdiferensi dengan stategi pembelajaran berbasis projeck yang menyenangkan seperti itu, siswa menjadi sangat  antusias saling berbagi ilmu dalam satu kelompok (bekerja sama) sehingga mendapatkan nilai yang jauh meningkat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-21 06:30:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928107575</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>elyasuharjo</author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928202175</link>
         <description><![CDATA[<p>Keyakinan Kelas, Solusi Jitu Masalah Piket di Kelas</p><p><br/></p><p>Oleh: Elya Suharjo, S.Pd.</p><p>SMAN 13 Padang</p><p>&nbsp;</p><p>SITUASI</p><p>SMAN 13 Padang merupakan salah satu sekolah menengah atas negeri yang berada di kota Padang, provinsi Sumatera Barat. Saat ini SMAN 13 Padang merupakan salah satu sekolah besar dengan jumlah siswa sekitar 1200 orang yang terdiri dari 36 kelas. Kondisi lingkungan di SMAN 13 Padang sangat asri dan sejuk karena selain berada di lingkungan yang banyak sungainya, SMAN 13 Padang juga banyak tanamannya. Hal ini menyebabkan sampah yang dihasilkanpun banyak. Selain sampah dari kantin dan proses PBM, juga sampah dari tanaman yang banyak di sekolah. Untuk kebersihan sekolah, biasanya ada pegawai khusus yang mengerjakannya dan dibantu dengan piket pada setiap kelas.</p><p>&nbsp;</p><p>Saya adalah salah seorang guru di SMAN 13 Padang. yang kebetulan mendapatkan tugas tambahan sebagai wali kelas yaitu kelas X/Fase E-1. Kelas X/Fase E 1 mempunyai 36 siswa, 20 perempuan dan 16 orang laki-laki. Kelas kami juga mempunyai piket kelas yang masing-masing anggotanya terdiri dari 7 dan 8 orang, dicampur laki-laki dan perempuan. Sehingga kami mempunyai 5 kelompok piket, sesuai dengan hari belajar kami yaitu 5 hari. Adapun tugas utama piket kelas adalah untuk menjaga kebersihan kelas, sehingga kelas bersih dan siswanya nyaman untuk belajar.</p><p>&nbsp;</p><p>Di awal tahun ajaran, tugas piket kelas berjalan lancar. Masing-masing siswa mengerjakan tugas piketnya dengan baik. Namun akhir-akhir ini, mulai timbul masalah. Ada beberapa anggota kelompok piket yang mulai tidak mau mengerjakan tanggung jawabnya. Kalau ditanya, banyak sekali alasan yang dikemukakannya. Karena kelas harus tetap bersih, &nbsp;tugas piket hanya dikerjakan oleh siswa yang rajin saja. Dan akhirnya siswa yang rajinpun protes dan sampai bertengkar dengan yang lainnya. Hal ini menyebabkan terganggunya proses pembelajaran dan kenyamanan belajar siswa.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>TANTANGAN</p><p>Untuk merubah sikap siswa agar bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas piket kelasnya sehingga proses pembelajaran menjadi lancar dan suasana belajar menjadi nyaman kembali, saya selaku guru wali kelas mencoba mencari solusi untuk permasalahan ini dengan membuat keyakinan &nbsp;kelas yang didapatkan berdasarkan hasil musyawarah bersama antara siswa dan guru wali kelas.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>AKSI</p><p>Untuk mengatasi masalah tersebut, saya selaku wali kelas melakukan inovasi dengan menerapkan disiplin positif hasil keyakinan kelas di kelas X/Fase E-1. &nbsp;Sebelum membuat keyakinan kelas, saya memberikan pemahaman kepada siswa tentang apa itu keyakinan kelas, apa bedanya dengan peraturan, apa manfaat dan tujuan dibuatnya keyakinan kelas, dan bagaimana cara membentuk keyakinan kelas. Setelah memberikan pemahaman, barulah kami membuat keyakinan kelas dengan langkah-langkah sebagai berikut:</p><p>1. Setiap siswa diberikan kesempatan mengeluarkan pendapat mengenai suasana kelas yang diinginkan dan bagaimanakah cara untuk mewujudkan suasana kelas yang mereka inginkan</p><p>di dalam diskusi kelompok.</p><p>2. Setiap perwakilan kelompok mempresentasikan suasana kelas yang diinginkan dan menuliskan di papan tulis.</p><p>3. Guru merangkum seluruh keinginan siswa dan merumuskan bersama kesepakatan kelas yang telah dituliskan di papan tulis.</p><p>4. Guru meninjau ulang kesepakatan kelas kemudian bersama sama membuat pernyataan keyakinan kelas dan menuangkannya dalam desain yang menarik yang dibuat di canva</p><p>5. Desain keyakinan kelas diberikan foto seluruh siswa yang ada di kelas X fase E-1. Wali kelas memberikan tanda tangan persetujuan kesepakatan kelas yang telah dibuat.</p><p>6. Desain keyakinan kelas dicetak menggunakan kertas A4</p><p>7. Menempelkan hasil kesepakatan kelas di tempat yang mudah dilihat</p><p>&nbsp;</p><p>REFLEKSI</p><p>Setelah dibuatnya kesepakatan kelas setiap siswa kelas X/Fase E-1 menyatakan bahwa mereka lebih nyaman setelah adanya keyakinan kelas. Sekarang semua siswa mau mengerjakan tugas piketnya dengan baik. Sebagai bukti pengerjaan tugas piketnya, setiap selesai piket mereka &nbsp;mengirimkan foto kelas dan anggota piketnya ke wali kelas. Guru mapel yang masuk di kelas X/Fase E-1juga menceritakan terjadinya perubahan sikap ke arah yang positif suasana kelas sudah mulai kondusif tingkat konsentrasi lebih baik sehingga proses pembelajaran semakin baik dan lancar. Walaupun demikian perubahan ini harus tetap dipertahankan bila perlu ditingkatkan lagi dan diberlakukan di semua kelas sehingga menjadi pembiasaan yang positif yang menjadi karakter yang kuat yang melekat pada setiap siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-21 07:53:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928202175</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SITI SURYANI, S.Pd Judul : Meningkatkan keterampilan membaca untuk membuka jendela dunia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928226101</link>
         <description><![CDATA[<p>S: Saya mengajar kelas 6a dengan jumlah siswa 26 anak. Ada satu anak yang bernama Kenzo membacanya belum lancar . Hal ini mengakibatkan kesulitannya  di hampir semua mata pelajaran yang diikutinya. </p><p>T: Kenzo ternyata belum hafal abjad A sampai z. Kalau membaca terkesan mengarang certa seperti hanya dengan melihat gambar. Kata orang tuanya di rumah sudah dibantu belajar bahkan sudah dileskan.</p><p>A: Saya sebagai wali kelas berusaha memotivasi Kenzo, mengajari membaca dari awal dengan berbagai cara. Misalnya dengan lagu atau dengan buku-buku cerita. Kadang saat pulang sekolah kadang di saat teman -teman mengerjakan tugas dia saya ajari membaca. Saya juga berkonsultasi dengan orang tua Kenzo agar lebih memperhatikan dan mau mendampingi putranya dalam belajar demi masa depannya nanti. Tak jemu-jemu saya mengajarinya membaca di setiap ada kesempatan, saya bertekat agar lulus SD Kenzo dapat membaca.</p><p>R. Puji Tuhan setelah semester 2 ini kenzo sudah ada peningkatan dalam membaca. Sekarang dia sudah bisa membaca tanpa mengeja dan sudah bisa lancar. Tidak hanya bisa membaca sekarang wajahnya selalu ceria dan bahagia. Semua kegiatan sekolah diikutinya dengan penuh semangat dan antusias.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2389259968/a7ff0bbc6e7910486786bd2bf59c885a/WhatsApp_Image_2024_03_21_at_15_10_10.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-21 08:15:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928226101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yulianti Pulungtana, S.Pd                        Judul: Metode Anatomi dengan Media Gambar untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928393752</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Situasi Awal:</strong> Saya selaku  pembimbing kegiatan literasi sekolah pada UPTD SMP Negeri 5 Kupang Barat Satu Atap di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, mendapati bahwa para siswa sulit menulis puisi dengan baik dan benar. Selama ini, para siswa sebatas belajar mengenai karya sastra puisi dalam pelajaran Bahasa Indonesia, namun pada prakteknya siswa belum dapat menghasilkan karya puisi yang baik.</p><p><br></p><p><strong>Tantangan:  </strong>Siswa jarang membaca karya sastra puisi, sekolah belum menyediakan bacaan berupa karya sastra puisi, siswa tidak tahu cara membangun tulisan dalam karya puisi, dan tidak adanya media untuk membangun ide menulis puisi. Oleh karena itu, siswa harus dibimbing dengan menggunakan metode dan atau media yang tepat agar mampu menulis karya puisi dengan baik dan benar</p><p><br></p><p><strong>Aksi: </strong>Saya membimbing siswa untuk menulis puisi dengan menggunakan media berupa gambar-gambar, seperti; gambar alam, pemandangan, aktivitas manusia, dan lain sebagainya. </p><p><br></p><p>Selanjutnya siswa dibimbing untuk menulis puisi secara terarah dengan menggunakan metode anatomi. Dimana siswa mulai menulis puisi secara berurutan dari atas/kepala hingga ke bawah/kaki mengikuti anatomi tubuh manusia. Dengan demikian siswa dapat lebih terarah dalam membangun tubuh puisi dan menghasilkan karya puisi yang baik dan benar. Saya lengkapi dengan melatih siswa untuk menggunakan diksi yang tepat dan indah sehingga karyanya dapat dinikmati oleh orang lain/pembaca.</p><p><br></p><p><strong>Refleksi: </strong>Siswa dapat memahami dan mampu menulis puisi dengan baik. Penggunaan media gambar dipadukan dengan metode anatomi dirasa lebih menarik, menantang, dan menggugah keinginan siswa untuk terus mencoba dan mengeksplore kemampuan dirinya dalam menulis puisi. </p><p><br></p><p>Kelas literasi menulis puisi pun dirasa lebih menyenangkan, suasana kelas lebih hidup atau aktif dengan berbagai pertanyaan, ide kreatif, dan semangat berkarya siswa. </p><p><br></p><p>Selanjutnya, sebagai pembimbing kelas literasi menulis puisi, saya menyeleksi karya-karya terbaik siswa untuk dipublikasikan ke  media online di daerah dan dicetak/diterbitkan dalam bentuk buku antologi puisi. Buku antologi puisi karya siswa tersebut diluncurkan pada saat HUT Sekolah dan dilelang, sehingga sekolah dan siswa memperoleh dana untuk pembangunan sekolah dan pembimbingan literasi selanjutnya. </p><p><br></p><p>Hal lain yang saya rasakan adalah tingkat kepercayaan orang tua, masyarakat, dan pemerintah setempat bagi sekolah pun semakin meningkat. Dukungan dan keterlibatan mereka dalam berbagai program sekolah selain kelas literasi terus meningkat. Salah satunya dengan memprakarsai terselenggaranya perayaan HUT Sekolah.</p><p><br></p><p>Ada sukacita dan kebahagian yang saya rasakan melihat senyum keberhasilan para siswa yang telah mampu menulis puisi dan karya mereka diterbitkan. Lebih dari pada itu, keinginan siswa untuk terus mencoba, terus belajar menulis, dan berkarya semakin berkembang, merupakan hal yang sangat baik bagi sekolah dalam upaya meningkatkan kompetensi literasi siswa. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-21 10:50:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928393752</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dongkrak Prestasi Sekolah dengan Inovasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928609393</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p><strong>Agus Dwianto, S.Pd., M.Pd.</strong></p><p>Kepala SMPN 2 Girimarto</p><p><br></p><p><strong>S:</strong></p><p>SMP Negeri 2 Girimarto merupakan SMP terbesar di Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri. Sekolah ini belum cukup menonjol di Kabupaten Wonogiri. Sebagai kepala sekolah yang baru, saya ingin sekolah besar ini juga memiliki nama besar. Solusinya adalah membawa sekolah ini menjadi juara lomba inovasi di tingkat Kabupaten Wonogiri.</p><p><br></p><p><strong>T:</strong></p><p>Tahun pertama <em>Wonogiri Innovation Award</em> (WIA), sekolah ini hanya mengirimkan 1 inovasi. Tahun kedua, sebatas daftar tapi tidak mengirim inovasi. Tahun ketiga sekolah ini sama sekali tidak mendaftar. Warga sekolah tidak memiiki pemahaman yang menyeluruh mengenai WIA, padahal SDM yang ada cukup banyak yang potensial.</p><p><br></p><p><strong>A:</strong></p><p>Saya berbagi praktik baik mengenai WIA yang pernah saya ikuti 3 tahun terakhir. Saat itu saya masih menjadi guru di SMPN 1 Baturetno. Selama 3 tahun saya dipercaya sebagai Koordinator Tim Inovasi SMPN 1 Baturetno, hingga membawa sekolah ini juara 1 WIA 2022. Pengalaman berharga ini saya bagikan kepada teman-teman di SMPN 2 Girimarto. Saya memotivasi dan selalu membimbing langkah demi langkah dalam mengikuti WIA 2023. Saya pun turun tangan langsung, turut mengurusi perabotan yang dibutuhkan, tak sekadar menuntut ini dan itu. </p><p><br></p><p><strong>R:</strong></p><p>Teman-teman menjadi bersemangat di ajang WIA 2023. Sebanyak 20 inovasi kami ikutkan. Kami berhasil menjadi finalis WIA di urutan pertama dengan inovasi terbanyak. Setelah sesi presentasi, kami dinobatkan sebagai juara kedua WIA 2023, dan mendapatkan penghargaan dari Bupati Wonogiri dengan predikat SEKOLAH SANGAT INOVATIF.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2389961867/129eacbaef5bd79488cd419e605d2a12/IMG_20231123_WA0003_1536x1152.jpg" />
         <pubDate>2024-03-21 13:34:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928609393</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembelajaran Aktif Learning Peer Teaching (Tutor Sebaya) membuat kelas lebih bermakna</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928646854</link>
         <description><![CDATA[<p>Ramlah Abubakar, S.Kom</p><p>Guru SMKN 2 Pinrang, SulSel</p><p>SITUASI :</p><p>Sebagai guru tentu saja saya sangat menginginkan agar siswa-siswi saya bisa belajar lebih bersemangat agar pembelajaran bisa lebih bermakna. Disamping pembelajaran yang lebih bermakna saya juga ingin siswa saya bisa mengerti dengan apa yang saya sampaikan, tidak hanya mereka datang, duduk, diam ataupun melakukan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran, seperti pada saat masuk Laboratorium siswa-siswi biasanya langsung menyalakan komputer dan buka aplikasi game ataupun aplikasi lain yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran yang saya ajarkan. Saya ingin agar siswa saya mampu berlogika apalagi sejak Pandemi kemarin peralihan dari kelas IX SMP ke kelas X SMK sungguh sangat berbeda, karena pada saat SMP mereka belajar secara online dan masing-masing sekolah pembelajarannya sangat beragam, masih mending jika sekolah mereka dulu berada di pusat kota pembelajarannya agak maju jika dibandingkan siswa yang sekolahnya di daerah pedalaman otomatis cara belajar siswa-siswa tersebut sangat berbeda. Saya sangat ingin siswa siswi yang saya ajar tersebut bisa setara dan sama pengetahuannya atau bisa hampir sama dengan teman-teman mereka sekelas. Tetapi kondisi yang saya hadapi sekarang ini sangat bertolak belakang dengan keinginan saya untuk menyamakan pengetahuan yang mereka miliki. Dalam kelas yang saya ajar ini cuma ada tiga orang siswa yang tinggal di kota kabupaten dan disekolah yang sama, tetapi tiga siswa tersebut mempunyai pemahaman yang berbeda-beda dan kemampuan yang berbeda pula, apalagi dengan siswa yang tinggal di pedalaman dan sekolahnya tidak dijangkau informasi yang baik pada saat proses belajar mengajar waktu pandemi kemarin. Kondisi ini sangat mempengaruhi proses belajar mengajar yang saya lakukan sekarang. Apalagi mata pelajaran yang saya ajarkan adalah Dasar Kejuruan dan kebetulan saya mengajar di SMK Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) untuk memahamkan kepada siswa sangat susah jika mereka belum ada dasar sama sekali tentang komputer, malahan pada saat asesmen diagnostik kemarin hampir semua siswa tidak pernah mengoperasikan komputer dalam satu kelas cuma ada beberapa siswa yang pernah mengoperasikan komputer.</p><p>TANTANGAN :</p><p>Setelah melakukan asesmen diagnostik ternyata ada beberapa siswa yang memilih jurusan Rekayasa Perangkat Lunak bukan karena keinginannya sendiri ada yang disarankan oleh orang tuanya, kakaknya ataupun keluarga mereka yang lain bahkan ada juga beberapa siswa yang hanya pilih jurusan saja tanpa mengetahui apa yang akan dipelajari dan apa yang akan ditemui di jurusan ini. Sehingga cara belajar dan cara memahami pelajaran sangat beragam. Ditambah lagi mereka yang masuk ke jurusan ini cuma tahunya akan belajar Microsoft Office saja seperti word, excel dan Power Point. Kondisi dari belajar online waktu SMP karena pandemi membuat mereka (ini menurut pengakuan mereka) tidak mengerti dengan materi yang disampaikan oleh gurunya alasannya karena online jadi mereka tidak bisa mengerti apa yang dijelaskan oleh gurunya, malahan pada saat saya bertanya tentang matriks karena mata pelajaran dasar kejuruan berhubungan juga dengan matematika, kata mereka waktu SMP mereka tidak pernah belajar matriks, makanya saya juga heran mendengar jawaban mereka, bahkan saya tampilkan contoh matrik katanya mereka tidak pernah mendapatkannya waktu SMP. Itu juga yang menjadi penghalang saya untuk melanjutkan ke materi-materi yang agak kompleks, takutnya mereka lebih tidak paham lagi dengan apa yang saya bicarakan. Belum lagi hanya ada beberapa siswa dalam satu kelas itu yang punya Laptop itupun bukan punya mereka pribadi melainkan punya orang tua, kakak ataupun keluarga mereka yang mereka pinjam untuk proses pembelajaran. Padahal di daerah yang lebih maju seyogyanya seorang siswa yang memilih Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) harus sudah mempunyai Laptop, tapi ini….? Miris memang di era sekarang ini siswa memang lebih memilih dibelikan motor dan HP yang mahal ketimbang Laptop dan orang tuanya juga tidak mengerti kalau anak mereka lebih butuh Laptop dibandingkan motor yang keren dan HP yang mahal. Fenomena yang seperti itulah yang mengakibatkan siswa malas belajar dan lebih mementingkan HPnya dan bercerita dengan teman-temannya daripada serius untuk belajar. Masih untung kalau yang mereka lihat di HP nya tentang informasi yang menyangkut pelajaran ataupun materi pembelajaran di youtube ataupun membaca materi pembelajaran di aplikasi lain, tapi yang mereka lakukan melihat tiktok, buat status di sosmed dan kebanyakan laki-lakinya lebih suka main game, dan pada saat masuk belajar juga membuka atau menyalakan komputer langsung buka aplikasi game di komputer bawaan dari windows, pendeknya saya mau mengajar tetapi siswa saya lebih suka memegang HPnya atau pun mengerjakan yang lain ketimbang belajar.</p><p>AKSI : </p><p>Dari kondisi siswa saya tersebut, saya mulai memikirkan cara apa yang akan saya gunakan agar pembelajaran lebih bermakna. Salah satunya dengan belajar menggunakan HP. Awalnya saya mengirimkan ke group belajar mereka materi Algoritma Pemrograman dalam bentuk pdf, audio dan video. Saya mengirimkan ke group mereka semua materi yang menyangkut Algoritma dan pemrograman tersebut, ada juga link audio, dan video dari Youtube yang mereka bisa tonton. Pertama-tama saya menyuruh mereka menyimak materi baik pdf, audio dan video kemudian mereka menanyakan kepada saya tentang materi tersebut yang tidak mereka mengerti, awalnya saya menjelaskan dengan lebih mendetail, tetapi saya lalu berpikir metode tersebut tidak bisa dilakukan terus menerus lama-lama siswa tersebut akan selalu berharap kepada saya sebagai guru. Sementara dikurikulum merdeka guru tidak lagi harus seperti itu, guru seharusnya menjadi fasilitator untuk siswa saja. Dalam pembelajaran ini saya menggunakan metode pembelajaran aktif learning Peer Teaching (Tutor sebaya). Tutor sebaya berarti siswa mengajar siswa lainnya atau yang berperan sebagai pengajar (tutor) adalah siswa. Metode pembelajaran tutor sebaya (peer teaching) adalah suatu strategi pembelajaran yang kooperatif di mana rasa saling menghargai dan mengerti dibina di antara peserta didik yang bekerja sama. Tutor sebaya (peer teaching) memudahkan belajar, siswa berpartisipasi aktif&nbsp; dan dapat memecahkan masalah bersama-sama, sehingga pemerataan pemahaman terhadap materi pembelajaran yang diberikan dapat tercapai. Karena materi saya sudah share ke group pembelajaran mereka, saya mulai membagi kelompok berdasarkan materi tersebut satu kelompok 4 orang dan kelompok tersebut bertugas untuk menjelaskan kepada kelompok lainnya. Akhirnya lambat laun siswa sudah mulai memperhatikan pelajaran, dan pada hari-hari berikutnya juga seperti itu. Sekarang saya sudah tidak membagi kelompok lagi karena saya lihat mereka sudah secara sadar membaca materi dan sudah bisa menjelaskan sendiri kepada teman-teman mereka tentang materi yang tidak mereka mengerti bahkan mereka bisa mempraktekkan materi yang saya berikan kepada mereka sehingga teman-temannya yang tidak mengerti dengan materi tersebut bisa mengerti dengan penjelasan praktek dari temannya. Contohnya pada materi algoritma bercabang ada siswa yang mempraktekan yang berperan sebagai mobil, yang akan menuju ke arah persimpangan tersebut, dipersimpangan tersebut terdapat perempatan mobil tersebut harus memilih ke jalur mana akan menjadi tujuannya. Dan bahkan sekarang pada saat saya beralih ke materi untuk menginstal program dengan aplikasi untuk materi dasar kejuruan saya hanya memperlihatkan langkah-langkahnya kepada beberapa siswa sehingga siswa yang mengerti tersebut memberikan pemahaman dan mempraktekkannya step by step dengan temannya, sehingga saya sebagai guru tidak perlu capek-capek lagi menginstal seluruh komputer dan Laptop mereka satu persatu. Itu sangat mempengaruhi proses belajar siswa, karena tidak semua siswa mampu dan mengerti apa yang dimaksud dari gurunya tersebut sehingga membutuhkan teman seusia mereka untuk mentranslate apa yang dijelaskan dan diinginkan oleh guru tersebut. Dengan metode pembelajaran berbasis aktif learning dengan peer teaching (tutor sebaya) membuat suasana belajar dalam kelas saya menjadi berarti dan bermakna sehingga siswa bisa mencapai kompetensi yang diinginkan oleh gurunya.</p><p>REFLEKSI :</p><p>Alhamdulillah saya sungguh tak menyangka ternyata dengan metode pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) dan memahami apa yang disukai oleh siswa, siswa dapat lebih memahami materi pembelajaran bahkan bisa mempraktekkan hasil dari pemikiran mereka, akhirnya akan terwujud pembelajaran yang lebih berarti dan bermakna. Ternyata dengan memberikan apa yang siswa inginkan bukan berarti siswa tidak bisa mengerti tentang mata pelajaran tersebut malahan sebaliknya siswa menjadi semangat dalam belajar, begitulah kurikulum merdeka belajar pembelajaran objeknya siswa buka ke gurunya lagi seperti dahulu. Siswa yang menjadi objek siswa juga yang melakukan serta siswa juga yang merasakan hasil dari kerja keras mereka. Yang paling membuat saya terkesan ketika siswa memposisikan dirinya sebagai mobil yang akan berjalan sesuai dengan algoritma bercabang sungguh sangat mengesankan karena saya sebagai guru tidak pernah menyarankan untuk melakukan hal tersebut saya cuma minta dia untuk menjelaskan tetapi hasilnya ternyata melebihi ekspektasi saya sebagai guru, sungguh saya sungguh bersemangat karena siswa saya juga lebih bersemangat lagi. Dalam metode pembelajaran yang saya lakukan ini tentu saja masih banyak yang perlu dikembangkan lagi untuk kedepannya disesuaikan dengan materi ajar berikutnya dan tentunya sesuai dengan guru dan siswa yang mengalaminya.</p><p><br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2329776960/883f5cbf7982b391ddd60775fc72c528/WhatsApp_Image_2022_09_09_at_10_29_02.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-21 13:57:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928646854</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ASESMEN SUMARIF MENGGUNAKAN CROMEBOOK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928681772</link>
         <description><![CDATA[<p>S : Saya mengajar Kelas 6 di SD Negeri Potoan Laok 1 Kec. Palengaan Kab. Pamekasan. Berawal dari setiap mulai tahun ajaran baru saya selalu memperhatikan hasil belajar siswa. Ternyata hampir semua mata pelajaran hasilnya kurang baik.</p><p>T : Kurangnya minat belajar siswa yang menjadi faktor utama dan siswa hanya cukup belajar di sekolah saja, sedangkan dirumah malas untuk belajar.</p><p>A : Memang awalnya disetiap ujian saya selalu menggunakan lembaran soal. Melihat dari kenyataan tersebut, saya berfikir bagaimana mencari solusi, maka saya merubah metode pengerjaan Asesmen, yaitu menggunakan media cromebook. Sepertinya anak-anak sudah mulai tertarik dan fokus mengerjakan setiap soal yang bermacam-macam bentuk dan gambar, kemudian nilai ujian bisa langsung dilihat.</p><p>R : Alhamdulillah nilai Asesmen Sumatif siswa sudah mulai membaik dan semakin tinggi. Jadi siswa lebih tertarik dan fokus mengerjakan soal ujan kalau menggunakan media cromebook.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2386653151/f8a21b74caa391c15c1c82e20bb43b9f/IMG_20240228_073130.jpg" />
         <pubDate>2024-03-21 14:19:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928681772</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembelajaran Kreatif dan Inovatif</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928827091</link>
         <description><![CDATA[<p>S:Pembelajaran SBDP Khususnya pada karya Projec.Masalah sampah Plastik dalam kelestarian lingkungan sekitar</p><p>T:Menganalisis masalah sampah plastik dengan daur ulang</p><p>A: Bahan dari sampah Plastik dapat di buat menjadi seni Kriya</p><p>R :Sampah Plastik dapat dimanfaatkan sgb seni Kerajinan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2390080762/ad45e3d0ce2fa7a44960dabaecc6dc12/WhatsApp_Image_2024_03_21_at_22_44_18.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-21 15:57:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928827091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>STRATEGI PENGULANGAN PEMBELAJARAN HAFALAN SURAH PENDEK DI AWAL KEGIATAN PEMBELAJARAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928969305</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Siuasi awal </strong>; Madrasah Ibtidaiyah adalah sekolah dasar yang berbasis keislaman, sebagai sekolah islam menuntut peserta didiknya untuk bisa membaca dan menulis alqur ’an dan bahkan bisa menghafal surah-surah pendek dalam alqur ’an terutama juz 30 yang dikenal dengan Hafalan Surah Pendek (HSP)</p><p>Sebagai program unggulan MIN Kota Jambi, HSP ( Hafalan Surah Pendek) juz 30 merupakan program yang harus dilaksanakan pada semua peserta didiknya dan dijadikan Mata pelajaran Mulok, Dengan demikian Ketuntasan pembelajaran ini harus benar-benar diperhatikan agar peserta didik dapat menyelesaikan hafalannya sesuai yang diharapkan.</p><p>Terkadang muncul permasalahan, dimana sering ditemukan peserta didik yang malas dan enggan menghafal dirumah apalagi mengulang hafalannya di madrasah, kendala ini menyebabkan banyak ditemui setoran hafalan surah pendeknya tidak mencapai ketuntasan atau sesuai target dari pencapaian hafalan di jenjang kelasnya masing-masing, Kondisi ini menuntut seorang guru untuk dapat memotivasi dan bahkan meningkatkan hafalan surah pendek para peserta didiknya tsb.</p><p><strong>Tantangan :</strong> Keadaan Hafalan surah pendek dari peserta didik&nbsp; yang tidak sesuai target setoran dan ketuntasan, membuat minimnya dan tidak tuntasnya hafalan mereka ketika waktu penyetoran hafalan surah pendek tsb, terkadang hanya 20% siswa yang tuntas setoran HSP nya. Hal ini membuat saya berpikir bagaimana agar Hafalan tsb dapat cepat melekat dan lancar dihafal ketika diminta setoran hafalannya</p><p><strong>Aksi ; </strong>Akhirnya saya mencoba untuk menerapkan strategi membaca surah pendek Juz 30 setiap pagi setelah kegiatan persiapan masuk dan sebelum memulai pembelajaran dengan membagi bacaan surah pendek tersebut dengan lima hari sekolah, Pada awal kegiatan, peserta didik terlihat agak malas-malasan membaca surah pendek (juz 30) tsb, dan juga waktu utk membaca tersebut terasa agak lama dan setelah satu bulan, terlihat peserta didik sudah mulai lancar membaca dan bahkan tanpa melihat buku Juz’ammnya, mereka bisa lancar, dan setelah&nbsp; beberapa bulan saya merasakan sudah banyak yang ingin menyetor hafalannya dan bahkan ada yang sudah mencapai target hafalan surah pendeknya</p><p><strong>Refleksi :</strong>Pembelajaran yang sering dilakukan berulang-ulang dan rutin akan dapat meningkatkan daya hafal dan ingat peserta didik dan juga dapat menciptakan kebiasaan-kebiasaan baru yang positif&nbsp; peserta didik dan dapat mendorong minat dan semangatnya dalam mencapai keberhasilan dalam&nbsp; belajarnya&nbsp;</p><p><br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2390253033/e7132a3f97666bc1544b0e755f94c1bb/gambar_kls_6_hsp.jpg" />
         <pubDate>2024-03-21 17:50:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2928969305</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RENDAHNYA KEHADIRAN SISWA , LETITIA BA IE,S.Pd.SD</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2929380721</link>
         <description><![CDATA[<p>S : saya mengajar di kelas 3 SD Inpres Ekotaru, sejak tahun 2020. Sebelumnya saya guru kelas VI, namun karena ibu yang mengajar di kelas 3 merasa kesulitan maka kami bertukar tempat karena guru yang mengajar di kelas rendah sebaiknya guru senior. Pada awalnya berjalan aman dan tidak ada kendala dimana siswa rajin masuk sekolah. Namun di tahun pelajaran 2022 / 2023 tepatnya pada semester 2 saya di hadapkan dengan siswa yang tidak masuk sekolah selama satu semester, padahal usia siswa tersebut sudah 11 tahun. Namanya cinta. cinta ditinggal ayahnya merantau ke papua sejak cinta masih kelas 1 SD. Cinta tidak masuk sekolah selama satu semester karena ikut ibunya kekampung kakeknya untuk merawat kakek yang sedang sakit.</p><p>T: pada tahun pelajaran 2023 / 2024 cinta masuk sekolah kembali. Hal ini menjadi beban bagi saya karena di antara teman sekelasnya cinta jauh lebih kakak. kemudian saya berkonsultasi dengan kepala sekolah tentang cinta yang kembali masuk sekolah. Dan hasilnya kepala sekolah menyerahkan keputusan kepada saya sebagai wali kelas. Tentunya cinta harus masuk kriteria kenaikan kelas yang di tetapkan sekolah.</p><p>A : Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya dalam memberikan keputusan takutnya nanti cinta mengulangi hal yang sama. Lalu saya mencoba bertukar pikiran dengan teman - teman guru mengenai cinta. Berkat masukan dan saran dari teman - teman guru, lalu saya membuat surat panggilan untuk ibunya serta membuat surat pernyataan untuk ditandatangani oleh ibunya, bahwabcinta benar - benar tidak akan mengulangi hal yang sama pada kelas berikutnya dan kalau cinta mengunjungi lagi maka cinta bersedia dikeluarkan atau dipindahkan ke sekolah lain. Namun, cinta tidak serta-merta masuk kelas IV, tetapi cinta harus belajar selama sebulan di kelas 3 untuk mengetahui perkembangan calistungnya, karena prestasi belajar cinta pada semester satu cukup baik, dimana cinta masuk 10 besar dari 20 siswa.</p><p>R: setelah dibimbing selama satu bulan siswa dinyatakan lulus dan diterima di kelas IV, maka pada bulan September cinta dapat belajar di kelas IV. Akhirnya cara yang saya buat dapat berhasil, cinta tidak lagi masuk sekolah tanpa alasan yang jelas, dan cinta menjadi anak yang paling rajin di kelasnya, karena kata ibu wali kelasnya bahwa cinta selalu datang lebih awal dari teman - temannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2376027650/345f746c973a71ff7c878e98be8a55e1/IMG_20240322_WA0015.jpg" />
         <pubDate>2024-03-22 01:13:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2929380721</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rismiwati,S.Pd.Judul Praktik Baik : Membangun Kebersamaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2930795110</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>(Situasi Awal)</p><p>Program Sekolah kami setiap hari Sabtu adalah di Sabtu minggu pertama Budaya dan minggu kedua sampai minggu keempat Senam bersama.Minggu pertama di bulan Maret sekolah kami mengadakan Program Sabtu Budaya dengan Tema : Bazar Makanan Tradisional dimana pada acara Bazar itu anak-anak diharapkan menjual berbagai jenis masakan tradisional (Suku Sasak)karena kami tinggal di Lombok.</p><p>Tujuannya agar mereka mengetahui  melestarikan makanan tradisional yang dewasa ini semakin berkurang bahkan kurang digemari oleh anak-anak.Ketika saya umumkan rencana acara itu murid-murid saya antusias sekali dan sangat senang.</p></li><li><p>(Tantangan)</p><p>Rencana awalnya tidak berjalan lancar dikarenakan beberapa siswa bingung hendak memasak apa dan memasak dan mengolahnya di rumah siapa karena saya mempercayakan semuanya pada mereka,mereka yang mengatur semuanya dikoordinir oleh ketua kelas.Sesuai rencana yang disusun pada rapat dewan guru,masing-masing siswa mengumpulkan uang sebanyak rp.20.000,dengan rincian rp.10.000 mereka gunakan sebagai modal dan rp.10.000 untuk mereka pakai belanja di acara bazar nanti.</p><p>Beberapa hari mereka belum juga menemukan kesepakatan</p></li><li><p>(Aksi)</p><p>Akhirnya saya memberi usul memasaknya dilakukan di dua tempat saja dan bagi-bagi tugas.Mereka lantas setuju dan menentukan masakan apa saja yang harus dimasak untuk dijual serta setiap anak dan beberapa anak memiliki tugas masing-masing.</p></li><li><p>(Result dan Refleksi)</p><p>Alhamdulillah mereka sepakat dan antusias merencanakan mencari bahan-bahan masakan.Waktu itu anak-anak berencana membuat sate siput.sehari sebelum acara mereka mencari siput di sawah,mereka mendokumentasikan keseruan mereka mencari siput.Ada yang tergelincir di pematang sawah,ada yang terjatuh sampai basah kuyup,ada yang terperosok di sawah dan lain-lain cerita mereka.</p><p>Acara yang ditungu-tunggu telah tiba.Pagi-pagi sekali mereka sudah siap sedia dengan Spanduk yang ditempel di meja stan jualan(dagangan) mereka.Stan Kelas 6 A.</p><p><br/></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-23 08:04:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2930795110</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sapto SMPN 2 Balai jaya</title>
         <author>saptomargo1229</author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2930896194</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak sosial informatika&nbsp;<br>Guru = informasi dan teknologi berkembang dengan cepat dan pesat. Kita harus memperhatikan kepada anak didik kita jagangan sampai terjerumus ke dalam hal hal yg TDK baik.<br>Tantangan&nbsp;<br>Banyak anak atau sebagian siswa yg malas belajar tetapi menggunakan hp untuk bermain game berjam-jam.. bagaimana cara membimbing anak tersebut?<br>Adel : Diki kalau hari Senin ngantuk aja pak, informasinya malam sering main hp ?<br>Guru : baik nak..kemudian mencari informasi kebenarannya ternyata benar..knp kamu Diki malas belajar?<br>Diki : asyik main game pak<br>Guru : baik mulai hari ni kmi bimbing tidak main game, tapi membuat game atau desain desain yg lain, akhirnya dengan pelan2 si Diki mulai rajin dan TDK kecanduan game lagi<br>Terima kasih&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2381447403/54ef61fe826d80d358d62304f35df1f3/IMG_20240318_091945_840.jpg" />
         <pubDate>2024-03-23 12:43:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2930896194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Haryanti, S.Pd. Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Kelas XII  Melalui Program Pembiasaan
</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2931267655</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Situasi</strong> : Saya adalah guru SMA Negeri 15 Semarang yang mendapatkan tugas tambahan dari Kepala Sekolah sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.</p><p>Sejak tahun 2023 Ujian masuk perguruan Tinggi yang melalui tes dikenal dengan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), tidak lagi berbasis mata pelajaran.<br>Ada 4 materi uji yaitu potensi kognitif, penalaran Matematika (numerik), literasi Bahasa Indonesia, dan literasi Bahasa Inggris. Tes UTBK hanya fokus pada kemampuan literasi dan numerasi.</p><p>Hasil UTBK pada Tahun 2022, SMA Negeri 15 Semarang menduduki peringkat 76 tingkat Provinsi dan 392 tingkat Nasional.</p><p><strong>Tantangan </strong>: Indeks Sekolah di Perguruan Tinggi dapat dilihat dari peringkat UTBK sekolah tersebut. Sebagai Waka Kurikulum saya berpikir bagaimana cara meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sehingga bisa meningkatkan indeks Sekolah dan dapat masuk top 1000. Diperlukan upaya dari sekolah untuk bisa mencapai hal tersebut.</p><p><strong>Aksi </strong>: Pada Bulan September 2023 Kepala Sekolah dan Tim Kurikulum mengadakan rapat untuk membahas terkait program sekolah tersebut. Dari hasil rapat diputuskan bahwa sekolah mengadakan program literasi setiap hari selasa dari jam 07.00 - 08.00 untuk pembiasaan ke siswa, terutama Kelas XII. Program pembiasaan dimulai Bulan Oktober 2023. Kegiatan pembiasaan berlangsung selama 60 menit, dengan 30 menit pertama siswa mengerjakan soal melalui google form dan 30 menit berikutnya siswa menerima pembahasan yang disampaikan oleh guru/mahasiswa PPL yang bertugas. Antara literasi dan numerasi diberikan secara bergantian setiap minggunya, misal minggu pertama literasi minggu berikutnya numerasi demikian seterusnya.</p><p>Hasil pekerjaan siswa setiap minggu kita buat spreedsheetnya, baik itu literasi maupun numerasi secara terpisah. Dari hasil tersebut akan diketahui perkembangan kemampuan literasi dan numerasi siswa Kelas XII.</p><p><strong>Refleksi</strong> : Dengan pengawalan literasi dan numerasi yang kita mulai sejak awal melalui program pembiasaan ini, kemampuan literasi dan numerasi siswa meningkat dan dapat diamati perkembangannya. Program ini masih banyak kekurangannya dan perlu perbaikan di sana sini. Semoga melalui Program pembiasaan Literasi dan Numerasi ini dapat membawa SMA Negeri 15 Semarang masuk dalam top 1000 dan indeks sekolah meningkat.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://drive.google.com/file/d/1TjO7k9uGE7MPK4zZHBwypmxymsV04JpB/view?usp=sharing" />
         <pubDate>2024-03-24 08:33:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2931267655</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2939177457</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2376056700/1384ef3d23dcf88cdab2fb2d6e10b75e/IMG_20240304_WA0088.jpg" />
         <pubDate>2024-04-01 14:07:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nura531/4ypl8qzcc5orav6s/wish/2939177457</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
