<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet kelompok westernisasi by </title>
      <link>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny</link>
      <description>Ketimpangan sosial</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-01-05 00:42:28 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-02-09 08:54:42 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>MEIDINIE MAULIDA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny/wish/1980539177</link>
         <description><![CDATA[<div>Jenis-jenis ketimpangan akibat perubahan sosial <br><br>1. Ketimpangan pendidikan&nbsp;<br>Masalah yang berkaitan dari pendidikan ini ternyata banyak sekali ragamnya. Salah satunya itu ialah perkembangan dunia pendidikan yang ada di Indonesia ini cenderung masih lambat/memang masih jalan di tempat. Memang pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia ini. Akan tetapi, berbagai kebijakan yang telah pemerintah keluarkan ini hanya di anggap angin lalu saja. Kita juga bisa melihat semuanya itu dari segi pemerataan pendidikannya. Kita juga masih kalah jauh sekali dari harapan, baik itu pemerataan pengajar/guru, maupun pemerataan sarana dan prasarananya. Misalnya itu seperti guru-guru yang memiliki kualitas yang baik lebih banyak terdapat di daerah perkotaan, bahkan terkadang terjadinya kelebihan guru. Sementara di daerah-daerah pedesaan atau daerah terpencil jumlah gurunya ini terbilang sangat terbatas sekali, bahkan cenderung masih sangat kekurangan. Begitupun untuk sarana dan prasarana nya. Hal itu semua disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :<br><br>- Sumber Daya Manusia (SDM) :&nbsp; ini sangat penting perannya untuk menentukan maju mundurnya suatu dunia pendidikan. Jika SDM nya baik sudah pasti dapat menghasilkan pendidikan yang baik dan berkualitas. Jika tidak maka hal tersebut sangat berdampak buruk bagi generasi muda<br><br>- Infrastruktur : ini merupakan suatu komponen yang juga penting dalam menunjang keberhasilan pendidikan kita. Karena dalam hal ini sudah termasuk kedalam kondisi tempat bangunan, sarana dan prasarana, berapa jumlah guru yang ada, serta fasilitas lainnya. Jika tempat atau kondisi gedung dan fasilitas yang baik, nyaman dan lengkap sangat besar harapan untuk memberikan efek yang baik untuk proses belajar mengajar.<br><br>- Proses pembelajaran yang konvensional : ini bersifat dinamis dan selalu mengalami perkembangan yang cukup pesat. Maka dari itu seiring perkembangannya zaman pasti banyak perubahan sistem pendidikan yang kita rasakan, mulai dari sudah adanya teknologi canggih dan hal lainnya. Yang dimana para tenaga kerja pendidikan juga harus mengembangkan potensi mereka untuk lebih meningkatkan cara mereka mengajar. Jika tidak kita akan tertinggal jauh oleng negara-negara berkembang di luar sana.<br><br>- Lemahnya sistem pendidikan nasional : ini dikarenakan adanya beberapa sekelompok masyarakat yang berpandangan bahwa setiap pergantian masa atau periode pemerintahan, maka akan berganti pula suatu kebijakan termasuk kedalam kebijakan pendidikan. Sebenarnya tujuan pemerintah untuk menerapkan suatu kebijakan-kebijakan tersebut dikarenakan agar kita dapat berorientasi pada kemajuan dunia pendidikan ini. Namun banyak sekali yang belum menerima hal tersebut oleh tingkat bawah.<br><br>2. Ketimpangan Ekonomi : Pastinya kita sudah tahu bahwasannya jika sudah menyangkut pautkan ekonomi pasti senantiasa berkaitan dengan uang. Di Indonesia ini masih banyak sekali masyarakat nya hidup di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini pastinya sangat memprihatinkan bagi masyarakat yang menjalankan kehidupan nya sehari-hari. Mereka akan kesulitan untuk mencukupi kebutuhannya. Pendapatan yang mereka peroleh juga pasti tidak sangat besar. Maka dari itu tidak aneh bahwasanya ketimpangan ekonomi ini sangat erat kaitannya dengan tindakan kriminalitas.&nbsp;<br>Berikut ini ada 2 hal yang sangat rawan terjadinya bentuk kemiskinan dalam ketimpangan ekonomi yaitu ;<br>- Kriminalitas,<br>- Permukiman kumuh.<br>Adapun faktor yang menyangkut ketimpangan ekonomi di Indonesia yaitu<br>• Konsentrasi kegiatan ekonomi : ini adalah suatu wilayah atau daerah tertentu yang dimana telah menyebabkan terjadinya ketimpangan pembangunan antardaerah. Yang dimana jika pembangunannya kurang memadai akan tertinggal dengan daerah yang lain dan semakin lama akan menimbulkan kemiskinan.<br>•Alokasi Investasi : ini yaitu adalak lokasi investasi yang dimana kita harus benar-benar cerdik untuk memilih tempat lokasi infrastruktur yang baik jika tidak ini dampat berdampak pada perkembangan ekonomi nya. Dan faktor-faktor lainnya yaitu seperti&nbsp;<br>• Rendahnya mobilitas faktor produksi antardaerah&nbsp;<br>• Perbedaan sumber daya alam antardaerah&nbsp;<br>• Perbedaan kondisi demografis antarwilayah&nbsp;<br>• Kurang lancarnya perdagangan antarprovinsi<br><br>3. Ketimpangan sosial budaya : ini adalah suatu keadaan yang ketidakseimbangan dalam sosial yang ada di masyarakat. Ketimpangan ini terjadi dikarenakan adanya perbedaan antara budaya luar dan budaya lokal. Misalnya saja pada era ini dimana semua dapat mengakses informasi secara mudah hanya dengan menggunakan teknologi canggih. Karena kecanggihan nya ini masih ada beberapa sekelompok orang yang masih belom dapat beradaptasi dan mengerti dalam cara memakai nya. Hal itu sudah menunjukkan bahwasanya terjadi kesenjangan dalam masyarakat atau biasa disebut cultural lag. Contohnya saja di daerah perkotaan dimana siswa/i nya sudah belajar menggunakan teknologi yang sangat canggih dan ada beberapa anak yang baru saja merantau ke kota yang kaget melihat sistem tersebut. Dan hal tersebut membuatnya bingung untuk menggunakan teknologi tersebut. Alhasil si anak jadi lamban dalam mempelajari nya dan tertinggal oleh teman-temannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-07 13:56:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny/wish/1980539177</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dampak dan upaya dalam menghadapi ketimpangan sosial,Dwi ananda</title>
         <author>dwi79121</author>
         <link>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny/wish/1980691059</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak terjadinya ketimpangan sosial diindonesia yaitu melemahnya wirausaha yang disebabkan oleh persaingan oleh pemilik modal besar yang menguasai pasaran sedangkan para wirausahawan merasa minder Karena modal mereka sering diremehkan oleh Karena itu terjadi kemiskinan akibat pengangguran .terjadinya kriminalitas ,pada ketimpangan sosial dapat memunculkan kecemburuan bagi orang orang yg berada pada stratifikasi bawah dan juga rasa ingin memenuhi kebutuhan&nbsp; dengan menghalalkan segala cara ,termasuk tindak kriminal yang semakin merajalela yang juga berdampak mengancam rasa keamanan pada masyarakat .Terjadinya monopoli, ketimpangan sosial menjadikan kelompok yang kaya semakin kaya karena mereka memiliki kekuatan diberbagai bidang, baik itu secara ekonomi,hukum,politik dll yang membuat usaha mereka semakin maju dan bisa melebarkan sayap untuk usaha lainnya dan menguasai pasar,sedangkan masyarakat bawah yang tidak memiliki kekuatan akan semakin lemah dan gulung tikar karena tidak dapat bersaing dengan mereka pemilik modal besar.akibatnya  kesejahteraan masyarakat menurun<br><br>Upaya untuk mengatasi ketimpangan sosial<br>1.mengutamakan pendidikan ,dengan meningkatkan pendidikan dalam masyarakat maka akan mengubah masyarakat menjadi lebih cerdas dalam bertindak Dan pola pikir masyarakat yang sempit menjadi luas dan membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada diera globalisasi&nbsp;<br>2.Menciptakan lapangan kerja dan meminimalisirkan kemiskinan,dengan tersedianya lapangan kerja yang terbuka akan banyak kesempatan masyarakat untuk bekerja dan mengubah angka pengangguran diindonesia Dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan kondisi masyarakat lama kelamaan akan semakin signifikan.<br>3.menghilangkan korupsi,kolusi,Dan nepotisme,Karena dengan adanya kkn yang menguntungkan satu pihak  dapat menutup kesempatan masyarakat terhadap peluang peluang untuk mengembangkan diri masyarakat,terutama dalam hal pekerjaan.<br>4.meningkatkan sistem keadilan dan pengawasan yang ketat terhadap mafia hukum,dengan menegaskan atau menghilangkan Mafia hukum (pejabat negara yang memutarbalikkan fakta)yang ada didalam sistem keadilan,maka kesenjangan Dalam keadilan akan segera berakhir Dan hukum adil terhadap semua orang,bukan hanya sekelompok golongan yang berkuasa saja<br>5.membangun Etos kerja yang baik,dengan membangun&nbsp; prilaku motivasi yang menggerakkan ,prinsip prinsip dalam pekerjaan akan menciptakan etos/cara kerja yang baik</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-07 15:21:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny/wish/1980691059</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama :Bela Safitri</title>
         <author>bellasaiyafittri</author>
         <link>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny/wish/1981303153</link>
         <description><![CDATA[<div>Eksternal&nbsp;adalah Faktor faktor yang berasal dari luar kemampuan seseorang<br>Faktor nya :biokrasi dan kebijakan resmi&nbsp;<br><br>Internal adalah faktor yg berasal dari dalam diri sendiri<br><br>Faktor "dari internal adalah :<br>*Rendah nya kualitas sumber daya manusia karna tingkat Pendidikan yang rendah&nbsp;<br>*Tinggi kesehatan rendah dan adanya hambatan budaya kemiskinan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-08 00:24:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny/wish/1981303153</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Joharlen butar-butar XII-IS2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny/wish/1981313427</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengertian ketimpangan sosial diera Globalisasi<br>1. Pengertian umum = ketimpangan sosial adalah kondisi Yang tidak seimbang yang terjadi dimasyarakat dalam berbagai aspek dikehidupan ekonomi, sosial budaya, instansi, DLL.<br>2. Menurut Budi Wanamo = ketimpangan sosial diera Globalisasi adalah akibat dari kegagalan pembangunan dan Globalisasi untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis warga masyarakat<br>3. Roichatul Aswidah = ketimpangan sosial sering dipandang sebagai dampak residual dari proses pertumhuhan warga masyarakat.<br>4. Andrinof A. Chaniago = ketimpangan sosial adalah buah dari pembangunan yang hanya berfokus pada aspek ekonomi, dan melupakan aspek sosial.<br>5. Kesimpulan Defenisi ketimpangan sosial Menurut pendapat saya = jadi dapat disimpulkan ketimpangan sosial adalah dampak dimana kondisi sosial tidak seimbang yang berpengaruh pada aspek kehidupan, ekonomi, instansi, dan sosial, Yang mempengaruhi proses pertumhuhan lebih fokus pada aspek ekonomi daripada aspek sosial</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-08 00:44:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny/wish/1981313427</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dya Amanda (Aspek-aspek penyebab terjadinya ketimpangan sosial)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny/wish/1982122880</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Aspek ekonomi<br>Aspek ini sangat berkaitan dengan kemiskinan maka kemiskinan menjadi faktor utama dalam aspek ini. Dan kemiskinan pasti selalu menjadi masalah di Indonesia. Contohnya seperti fatalisme, perasaan ketidakmampuan, pilihan pekerja keras dll. Lalu faktor yang kedua ada kurangnya lapangan pekerjaan sehingga muncullah yang mana pengangguran. Pengangguran<br>Ini juga menjadi faktor di aspek ekonomi ini dengan contoh kurangnya SDM,kurangnya pendidikan untuk wirausaha dan kelebihan penduduk atau pencari kerja.&nbsp;<br>2. Aspek sosial<br>Dalam aspek ini kesenjangan sosial terjadi karena stratifikasi sosial yang mana perbedaan status dalam masyarakat yang terjadi secara disadari maupun tidak disadari. Dengan contoh buruh dengan majikan, juga masyarakat modern dengan masyarakat tradisional.<br>Menurut Kingsley Davis dan Wilbert Moore (2006:186) stratifikasi masyarakat tidak dapat dihindari karena:&nbsp;<br>*Masyarakat harus memastikan bahwa posisi posisinya terisi *Beberapa posisi lebih penting daripada yang lain<br>*Posisi yang lebih penting harus diisi oleh orang yang lebih berkualifikasi<br>*Untuk memotivasi orang yang lebih berkualifikasi agar mengisi posisi-posisi ini, masyarakat harus menawarkan kepada mereka imbalan lebih besar.<br>3. Aspek politik dan hukum<br>Dalam aspek ini tentu saja berkaitan dengan undang undang hukum yang berpandangan setiap warga negara berkedudukan sama. Dalam aspek ini setiap masyarakat yang melakukan pelanggaran maka tentu saja harus mendapatkan sanksi hukum yang telah berlaku sesuai yang telah ditetapkan di undang undang, dalam hal ini masih banyak di Indonesia sering kali terjadi ketidakadilan antara masyarakat yang mana dikatakan dengan kedudukan yang sama setiap warga negaranya. Yaitu dengan orang kecil yang melakukan pelanggaran hukum, maka hukum diterapkan sesuai dengan aturan hukum berbeda dengan orang berada yang melakukan pelanggaran hukum, dengan hal ini menjadi hukum tidak berjalan secara adil. Maka dengan hal itulah yang dapat menyebabkan kesenjangan atau ketimpangan sosial.1. Aspek ekonomi<br>Aspek ini sangat berkaitan dengan kemiskinan maka kemiskinan menjadi faktor utama dalam aspek ini. Dan kemiskinan pasti selalu menjadi masalah di Indonesia. Contohnya seperti fatalisme, perasaan ketidakmampuan, pilihan pekerja keras dll. Lalu faktor yang kedua ada kurangnya lapangan pekerjaan sehingga muncullah yang mana pengangguran. Pengangguran<br>Ini juga menjadi faktor di aspek ekonomi ini dengan contoh kurangnya SDM,kurangnya pendidikan untuk wirausaha dan kelebihan penduduk atau pencari kerja.&nbsp;<br>2. Aspek sosial<br>Dalam aspek ini kesenjangan sosial terjadi karena stratifikasi sosial yang mana perbedaan status dalam masyarakat yang terjadi secara disadari maupun tidak disadari. Dengan contoh buruh dengan majikan, juga masyarakat modern dengan masyarakat tradisional.<br>Menurut Kingsley Davis dan Wilbert Moore (2006:186) stratifikasi masyarakat tidak dapat dihindari karena:&nbsp;<br>*Masyarakat harus memastikan bahwa posisi posisinya terisi *Beberapa posisi lebih penting daripada yang lain<br>*Posisi yang lebih penting harus diisi oleh orang yang lebih berkualifikasi<br>*Untuk memotivasi orang yang lebih berkualifikasi agar mengisi posisi-posisi ini, masyarakat harus menawarkan kepada mereka imbalan lebih besar.<br>3. Aspek politik dan hukum<br>Dalam aspek ini tentu saja berkaitan dengan undang undang hukum yang berpandangan setiap warga negara berkedudukan sama. Dalam aspek ini setiap masyarakat yang melakukan pelanggaran maka tentu saja harus mendapatkan sanksi hukum yang telah berlaku sesuai yang telah ditetapkan di undang undang, dalam hal ini masih banyak di Indonesia sering kali terjadi ketidakadilan antara masyarakat yang mana dikatakan dengan kedudukan yang sama setiap warga negaranya. Yaitu dengan orang kecil yang melakukan pelanggaran hukum, maka hukum diterapkan sesuai dengan aturan hukum berbeda dengan orang berada yang melakukan pelanggaran hukum, dengan hal ini menjadi hukum tidak berjalan secara adil. Maka dengan hal itulah yang dapat menyebabkan kesenjangan atau ketimpangan sosial.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-09 07:48:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dwi79121/4ypkrmxq0nnzinny/wish/1982122880</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
