<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TGS KLP KLS XII LIMIT GEO by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t</link>
      <description>PUSAT PERTUMBUHAN</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2017-09-04 03:13:58 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-18 08:08:44 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Planets.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok Zube</title>
         <author>aardiansyahachmad</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/184462422</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>1.Ardiansyah Achmad<br>2.Araris Karlina <br>3.Hesty Herry.B.P<br>4.Muhammad Aditya Fachrezy<br><br>"Batas Pertumbuhan,Teori Titik Henti dan Teori Grafik"<br><br><strong>Teori Titik Henti</strong> (The Breaking Theory) merupakan cara memikirkan lokasi garis batas yang memisahkan pusat-pusat perdagangan dari dua buah kota yang berbeda ukurannya&nbsp;<br>&nbsp;</div><h1><strong>Rumus Teori Titik Henti </strong>(Breaking Point)</h1><div>&nbsp;Teori titik henti merupakan modifikasi dari teori gravitasi <strong>W. J Reilly.</strong> Teori ini dapat digunakan untuk memberikan gambaran mengenai pola interaksi antara 2 wilayah dan dapat memprakirakan penempatan lokasi suatu industri atau pusat pelayanan. Teori ini dapat digunakan jika memenuhi beberapa syarat yaitu:<br>1. keadaan ekonomi penduduk relatif sama<br>2. topografi wilayah datar<br>3. sarana prasarana&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;transportasi memadai<br>4. daya beli masyarakat sama<br><br>Untuk mengetahui penempatan lokasi pelayanan tersebut, digunakan rumus dibawah ini<br> <br><a href="https://1.bp.blogspot.com/-JZfSs4898Jc/UaKoxVMhHxI/AAAAAAAACd8/sVJGWWQkZ7s/s1600/h9.jpg"><figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:129,&quot;url&quot;:&quot;https://1.bp.blogspot.com/-JZfSs4898Jc/UaKoxVMhHxI/AAAAAAAACd8/sVJGWWQkZ7s/s1600/h9.jpg&quot;,&quot;width&quot;:252}" data-trix-content-type="image"><img src="https://1.bp.blogspot.com/-JZfSs4898Jc/UaKoxVMhHxI/AAAAAAAACd8/sVJGWWQkZ7s/s1600/h9.jpg" width="252" height="129"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure></a><br> Keterangan:<br> DAB = jarak titik henti (dari &nbsp; wilayah penduduk terkecil)<br> dAB = jarak wilayah A dan B<br> PA = jumlah penduduk kota terbesar<br>PB =jumlah penduduk kota terkecil<br><br><strong>Teori Grafik</strong> Salah satu faktor yang mendukung kekuatan dan intensitas interaksi antarwilayah adalah kondisi prasarana transportasi yang menghubungkan suatu wilayah dengan wilayah lain di sekitarnya. Jumlah dan kualitas prasarana jalan, baik jalan raya, jalur udara, maupun laut, tentunya sangat memperlancar laju dan pergerakan distribusi manusia, <br>Sebagai contoh, dua wilayah yang dihubung kan dengan satu jalur jalan tentunya memiliki kemungkinan hubungan penduduknya jauh lebih kecil dibandingkan dengan dua wilayah yang memiliki jalur transportasi yang lebih banyak.<br> Menurut Kansky, kekuatan interaksi ditentukan dengan Indeks Konektivitas. Semakin tinggi nilai indeks, semakin banyak jaringan jalan yang menghubungkan kota-kota atau wilayah yang sedang dikaji. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap potensi pergerakan manusia, barang, dan jasa karena prasarana jalan sangat memperlancar tingkat mobilitas antarwilayah. Untuk menghitung indeks konektivitas ini digunakan rumus sebagai berikut. <br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><a href="https://2.bp.blogspot.com/-O2l8ubLZVsY/WHn-uv8QBtI/AAAAAAAABFE/l2l1ntXijncr7Mh-VsEdWPrerFX5A1EzQCLcB/s1600/Teori%2BKonektivitas.jpg"><figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:119,&quot;url&quot;:&quot;https://2.bp.blogspot.com/-O2l8ubLZVsY/WHn-uv8QBtI/AAAAAAAABFE/l2l1ntXijncr7Mh-VsEdWPrerFX5A1EzQCLcB/s200/Teori%2BKonektivitas.jpg&quot;,&quot;width&quot;:200}" data-trix-content-type="image"><img src="https://2.bp.blogspot.com/-O2l8ubLZVsY/WHn-uv8QBtI/AAAAAAAABFE/l2l1ntXijncr7Mh-VsEdWPrerFX5A1EzQCLcB/s200/Teori%2BKonektivitas.jpg" width="200" height="119"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure></a><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-09-04 03:23:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/184462422</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Teladan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/184462457</link>
         <description><![CDATA[<div>-Francois Nesfaddy<br>-A.Muh Rafly S</div><div>-Mutmainna<br>-Muh Fahrul Arham<br><br><br><br>&nbsp; &nbsp; Pusat pertumbuhan (Growth Poles) adalah suatu<br>wilayah atau kawasan yang pertumbuhan<br>pembangunannya sangat pesat jika dibandingkan<br>dengan wilayah lainnya sehingga dapat dijadikan<br>sebagai pusat pembangunan yang dapat<br>mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan<br>wilayah lain disekitarnya.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya<br>pusat pertumbuhan :<br>1. SDA (Sumber Daya Alam)<br>Daerah yang memiliki SDA melimpah &amp; cadangan yang banyak, biasanya menjadi pusat<br>pertumbuhan bagi wilayah-wilayah<br>disekitarnya.<br>2. SDM (Sumber Daya Manusia)<br>Manusia yang mempunyai pendidikan dan<br>keterampilan yang tinggi merupakan sumber<br>daya potensial dalam pembangunan suatu<br>wilayah.<br>3. Lokasi<br>Terbagi dua :<br>1. Site à berhubungan dengan kondisi internal suatu<br>daerah. Seperti : bentuk wilayah, kondisi iklim,<br>tata air dsb.<br>2. Situasi : Daya jangkau dari suatu wilayah untuk<br>memberikan pelayanan terhadap wilayah-wilayah lain disekitarnya.<br>Contoh : Jakarta memberikan daya jangkau untuk BODETABEK<br>&nbsp;<br>Setiap wilayah memiliki potensi yang berbeda-beda. Potensi suatu wilayah dapat dilihat dari berbagai<br>aspek, baik aspek fisik maupun sosial budaya yang<br>terdapat di wilayah tersebut.<br>Dalam mengidentifikasi potensi suatu wilayah agar menjadi pusat pertumbuhan dapat dilakukan<br>dengan cara menginventarisir potensi utama yang ada<br>di daerah tersebut. Misalnya, pulau Bali merupakan<br>suatu wilayah yang memiliki potensial utama wisata<br>alam dan sosial budaya. Pulau Bali dapat berkembang<br>menjadi pusat pertumbuhan dengan cara memacu<br>perkembangan sektor lainnya, terutama industri<br>cinderamata, perdagangan, transportasi, perhotelan,<br>dan usaha jasa lainnya. Pada akhirnya diharapkan<br>dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan<br>wilayah-wilayah di sekitarnya terutama pulau-pulau di NTB dan NTT yang pada awalnya relatif berkembang.<br><br>Dampak dari pusat&nbsp;pertumbuhan adalah terjadinya ketidak rataan pembangunan.hal ini dikarenakan pusat pembangunan memungkinkan suatu wilayah berkembang namun tidak secara spesifik, pertumbuhannya hanya terjadi pada bagian tertentu saja.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-09-04 03:24:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/184462457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok idaman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/184462459</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Dwivany<br>Annisa manaba<br>Chezia irvani<br>Kezia putri<br>Inggrid<br>St. Mawaddah<br><br>teori Gravitasi kali pertama diperkenalkan dalam disiplin ilmu Fisika oleh Sir Issac Newton (1687). Inti dari teori ini adalah bahwa dua buah benda yang memiliki massa tertentu akan memiliki gaya tarik menarik antara keduanya yang dikenal sebagai gaya gravitasi. Kekuatan gaya tarik menarik ini akan berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa benda tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda tersebut. Secara matematis, model gravitasi Newton ini dapat diformulasikan sebagai berikut.</div><div><br></div><div>Macam, Contoh dan Pengertian Teori Interaksi</div><div><br></div><div><br></div><div>Model gravitasi Newton ini kemudian diterapkan oleh W.J. Reilly (1929), seorang ahli geografi untuk mengukur kekuatan interaksi keruangan antara dua wilayah atau lebih. Berdasarkan hasil penelitiannya, Reilly berpendapat bahwa kekuatan interaksi antara dua wilayah yang berbeda dapat diukur dengan memerhatikan factor jumlah penduduk dan jarak antara kedua wilayah tersebut. Untuk mengukur kekuatan interaksi antarwilayah digunakan formulasi sebagai berikut.</div><div><br></div><div>Macam, Contoh dan Pengertian Teori Interaksi gravitasi</div><div><br></div><div><br></div><div>Contoh soal:</div><div>Misalnya ada 3 buah wilayah A, B, dan C, dengan data sebagai berikut.</div><div>(1) Jumlah penduduk wilayah A = 20.000 jiwa, B = 20.000 jiwa, dan C = 30.000 jiwa.</div><div>(2) Jarak antara A ke B = 50 km, dan B ke C = 100 km.</div><div><br></div><div>Teori Interaksi gravitasi</div><div><br></div><div>Perhitungan Teori Interaksi gravitasi</div><div><br></div><div><br></div><div>(3) Perbandingan kekuatan interaksi wilayah A dan B dengan wilayah B dan C adalah 160.000 : 60.000 atau 8 : 3. Berdasarkan perbandingan tersebut, potensi penduduk untuk mengadakan interaksi terjadi lebih kuat antara wilayah A dan B jika dibandingkan antara wilayah B dan C.</div><div><br></div><div>gambar Teori Interaksi gravitasi</div><div><br></div><div><br></div><div>Perbandingan potensi interaksi antarwilayah dengan me manfaatkan formula yang dikemukakan Reilly ini dapat diterapkan jika kondisi wilayah-wilayah yang dibandingkan memenuhi persyaratan tertentu.</div><div><br></div><div>Adapun persyaratan tersebut antara lain sebagai berikut.</div><div>a) Kondisi sosial-ekonomi, tingkat pendidikan, mata pencarian, mobilitas, dan kondisi sosial-budaya penduduk setiap wilayah yang dibandingkan relatif memiliki kesamaan.</div><div>b) Kondisi alam setiap wilayah relatif sama, terutama berkaitan dengan kondisi topografinya.</div><div>c) Keadaan sarana dan prasarana transportasi yang meng hubung kan wilayah-wilayah yang dibandingkan relatif sama.</div><div><br></div><div>Ketiga persyaratan tersebut berdasarkan kenyataan bahwa secara teoretis potensi wilayah A untuk berinteraksi dengan wilayah B cenderung jauh lebih besar dibandingkan antara wilayah B dan C. Namun, jika kondisi prasarana transportasi yang menghubung kan wilayah B dan C jauh lebih baik jika dibandingkan antara A dan B, tetap saja potensi interaksi antara B dan C akan jauh lebih besar. Demikian pula halnya dengan persyaratan lainnya, yaitu kondisi kependudukan dan topografi dari suatu wilayah.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/213024101/27cf3616a3017b648ad1559717fa447e/IMG_2972.jpg" />
         <pubDate>2017-09-04 03:24:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/184462459</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Themis fam</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/184463198</link>
         <description><![CDATA[<div>Aziizah Pratiwi<br>Muh Adam Syawal P<br>Muh Febri Ananda S.<br>Muh Sabir Saleng<br>Arif Alamsyah<br><br>"Teori sentral"<br><br><em>Central Place theory </em>dikemukakan oleh Walter Christaller pada 1933. Teori ini menyatakan bahwa suatu lokasi dapat melayani berbagai kebutuhan&nbsp; yang terletak pada suatu tempat yang disebutnya sebagai tempat sentral. Tempat sentral tersebut memiliki tingkatan-tingkatan tertentu sesuai kemampuannya melayani kebutuhan wilayah tersebut. Bentuk pelayanan tersebut digambarkan dalam segi enam/heksagonal. Teori ini dapat berlaku apabila memiliki karakteristik sebagai berikut<br><br></div><div>1. wilayahnya datar dan tidak berbukit<br><br></div><div>2. tingkat ekonomi dan daya beli penduduk relatif sama<br><br></div><div>3. penduduk memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak ke berbagai arah<br><br></div><div><a href="https://agnazgeograph.files.wordpress.com/2013/01/centralplace.gif"><figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:227,&quot;url&quot;:&quot;https://agnazgeograph.files.wordpress.com/2013/01/centralplace.gif?w=326&quot;,&quot;width&quot;:326}" data-trix-content-type="image"><img src="https://agnazgeograph.files.wordpress.com/2013/01/centralplace.gif?w=326" width="326" height="227"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure></a></div><div>Secara hierarki Central Place Theory dibagi menjadi 3 tingkatan pelayanan<br><br></div><div>1. Herarkri K 3<br><br></div><div>Merupakan pusat pelayanan pasar optimum dimana tempat sentral tersebut selalu menyediakan kebutuhan barang-barang pasar untuk daerah disekitarnya.<br><br></div><div>2. Hierarki K 4<br><br></div><div>Merupakan pusat lalu lintas/transportasi maksimum dimana tempat sentral tersebut menyediakan sarana dan prasarana lalu-lintas yang optimal.<br><br></div><div>3. Hierarki K 7<br><br></div><div>Merupakan pusat pemerintahan optimum dimana tempat sentral tersebut merupakan sebuah pusat pemerintahan<br><br></div><div><a href="https://agnazgeograph.files.wordpress.com/2013/01/1-s2-0-s016604629800026x-gr3.gif"><figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:135,&quot;url&quot;:&quot;https://agnazgeograph.files.wordpress.com/2013/01/1-s2-0-s016604629800026x-gr3.gif?w=326&quot;,&quot;width&quot;:326}" data-trix-content-type="image"><img src="https://agnazgeograph.files.wordpress.com/2013/01/1-s2-0-s016604629800026x-gr3.gif?w=326" width="326" height="135"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure></a></div><div>Teori pada prinsipnya bersifat statis dan tidak memikirkan pola&nbsp; pembangunan di masa yang akan datang akan tetapi dasar tentang hierarki suatu pusat pelayanan sangat membantu dalam hal perencanaan pembangunan sebuah wilayah/kota.<br><br></div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-09-04 03:36:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/184463198</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lanjutan kelompok idaman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/184463442</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/213024101/8aed5042cb1b7749f3622a1a580ba5a9/IMG_2971.jpg" />
         <pubDate>2017-09-04 03:39:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/184463442</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ME</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/185364293</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Me.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Aulia insani.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rosdiana.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Sukma watty.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Zaki.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>teori kutub Tumbuhan.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><br>Teori tempat Sentral dikemukakan oleh Walter Christaller seorang ahli geografi Jerman. Dia mengungkapkan teorinya dalam jangkauan (range) dan ambang (threshold). Range adalah&nbsp; suatu jarak yang perlu ditempuh orang untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan yang diperlukan saja.Threshold adalah jumlah minimal dari penduduk yang menunjang keseimbangan dan kelancaran suplai barang kebutuhannya.Teori kutub pertumbuhan(Growth Poles Theory) atau teori pusat pertumbuhan (Growth CentresTheory) dikemukakan oleh Perroux berkebangsaan perancis pada tahun 1995. Dia berpendapat pada kenyataannya, perkembangan dimanapun adanya bukanlah merupakan suatu prose yang terjadi secara sentral, tetapi muncul ditempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-09-07 02:31:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/4w68psjkd56t/wish/185364293</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
