<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Ayo kerjakan tugas berikut! by Rahmadani Purba</title>
      <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-27 11:05:40 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-23 07:33:25 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Fermentasi Asam Laktat (Ikan Mas)</title>
         <author>rahmadanipurba45</author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529468141</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Apa perubahan pertama yang kalian amati setelah ikan direndam dalam bumbu selama 2 jam, 4 jam, dan 6 jam?</p></li><li><p>Bagaimana perubahan tekstur dan aroma ikan dari awal hingga akhir proses fermentasi?</p></li><li><p>Apakah ada perbedaan warna pada permukaan ikan selama proses berlangsung? Apa yang mungkin menjadi penyebabnya?</p></li><li><p>Bagaimana rasa bahan setelah 6 jam fermentasi dibandingkan dengan sebelum difermentasi?</p></li><li><p>Menurut kalian, apakah proses ini dapat dikatakan sebagai fermentasi? Jelaskan pendapat kalian berdasarkan hasil pengamatan.</p></li><li><p>Apa saja faktor yang mungkin mempercepat atau memperlambat proses perubahan pada bahan ini dalam waktu singkat?</p></li><li><p>Jika proses ini dilakukan di tempat bersuhu lebih dingin atau lebih panas, menurut kalian apakah hasil akhirnya akan berbeda? Mengapa?</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-27 11:08:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529468141</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tabel Hasil Pengamatan Proses Fermentasi Asam Laktat</title>
         <author>rahmadanipurba45</author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529472992</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1472172543/4f8a15501dc570293e3cdd3526d0233a/Snap_2025_07_27_at_18_02_45.jpg" />
         <pubDate>2025-07-27 11:25:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529472992</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fermentasi Alkohol (Nira)</title>
         <author>rahmadanipurba45</author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529529582</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Berdasarkan data hasil pengamatan selama proses fermentasi, bagaimana perubahan pH dan aroma yang terjadi dari awal hingga akhir? Apa yang bisa kalian simpulkan mengenai jenis fermentasi yang terjadi?</p></li><li><p>Dari perubahan fisik dan kimia yang diamati (seperti gelembung gas, perubahan rasa, atau bau khas), jenis produk apa yang kemungkinan besar dihasilkan dalam proses ini? Jelaskan alasan ilmiah kalian.</p></li><li><p>Apakah ada hubungan antara lama waktu fermentasi dan jumlah gas yang dihasilkan selama proses berlangsung? Apa yang bisa kalian simpulkan tentang aktivitas mikroorganisme dalam proses ini?</p></li><li><p>Berdasarkan tabel data pengamatan, bagaimana proses fermentasi yang kalian amati? Apakah proses ini cenderung menghasilkan senyawa asam, alkohol, atau keduanya?</p></li><li><p>Jika kalian membandingkan proses ini dengan fermentasi lain (misalnya fermentasi pada tape ), apa perbedaan paling mencolok yang bisa kalian amati dari data yang ada?</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-27 14:48:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529529582</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Data Pengamatan Fermentasi Alkohol (Nira)</title>
         <author>rahmadanipurba45</author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529530088</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1472172543/7b811f4eeaf923bbc6eda0b8b05e2ae0/Snap_2025_07_27_at_21_42_10.jpg" />
         <pubDate>2025-07-27 14:50:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529530088</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fermentasi Alkohol (Adonan)</title>
         <author>rahmadanipurba45</author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529530729</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Berdasarkan data hasil pengamatan selama proses fermentasi, bagaimana perubahan pH dan aroma yang terjadi dari awal hingga akhir? Apa yang bisa kalian simpulkan mengenai jenis fermentasi yang terjadi dalam proses pembuatan makanan ini?</p></li><li><p>Dari perubahan fisik dan kimia yang diamati (seperti munculnya gelembung gas, peningkatan volume adonan, atau aroma manis khas), jenis produk apa yang kemungkinan besar dihasilkan dalam proses ini? Jelaskan alasan ilmiah kalian berdasarkan data pengamatan.</p></li><li><p>Apakah ada hubungan antara lama waktu fermentasi dan jumlah gas yang terbentuk dalam adonan? Apa yang bisa kalian simpulkan tentang aktivitas biologis yang terjadi selama proses tersebut?</p></li><li><p>Berdasarkan tabel data pengamatan, bagaimana proses fermentasi yang kalian amati? Apakah proses ini menunjukkan kecenderungan terbentuknya senyawa alkohol, asam, atau keduanya? Jelaskan dengan argumen ilmiah.</p></li><li><p>Jika kalian membandingkan proses ini dengan fermentasi lain seperti tape, apa perbedaan paling mencolok dalam hal tekstur, aroma, dan kandungan hasil fermentasinya berdasarkan pengamatan kalian?</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-27 14:53:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529530729</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fermentasi Alkohol (Adonan)</title>
         <author>rahmadanipurba45</author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529531288</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1472172543/5019360b57a1a3b77f7c81b258ec5483/Snap_2025_07_27_at_21_51_49.jpg" />
         <pubDate>2025-07-27 14:54:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3529531288</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PONGO </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598975535</link>
         <description><![CDATA[<p>Selama fermentasi, pH akan mengalami penurunan dan aroma berubah menjadi lebih asam atau beralkohol, tergantung pada jenis fermentasi yang terjadi. Penurunan pH disebabkan oleh produksi asam organik oleh mikroorganisme, sementara perubahan aroma tergantung pada metabolisme mikroba, menghasilkan bau khas seperti asam laktat, asam asetat, atau aroma alkohol yang kuat. Untuk menyimpulkan jenis fermentasi, Anda perlu mengamati jenis produk yang dihasilkan (asam atau alkohol) serta mikroorganisme yang terlibat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 05:38:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598975535</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PONGO </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598981580</link>
         <description><![CDATA[<p>Jenis produk yang kemungkinan besar dihasilkan adalah zat-zat baru dengan sifat kimia yang berbeda dari zat asalnya karena perubahan yang diamati seperti gelembung gas, perubahan rasa, atau bau khas adalah ciri-ciri dari perubahan kimia. Perubahan kimia melibatkan pemutusan dan pembentukan ikatan antar atom atau molekul, yang menghasilkan komposisi materi yang baru dan berbeda.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 05:42:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598981580</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Nasalis</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598986542</link>
         <description><![CDATA[<p>• Selama fermentasi alkohol pada adonan, pH kemungkinan akan sedikit menurun karena pembentukan asam dari aktivitas mikroorganisme, namun bukan peningkatan asam seperti pada fermentasi asam laktat. Aroma akan berubah dari tidak berbau atau sedikit manis menjadi lebih tajam, beralkohol, dan berkembang aroma khas roti dari produk sampingan seperti ester dan aldehid. Kesimpulan yang bisa ditarik adalah bahwa fermentasi yang terjadi adalah fermentasi alkohol oleh mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae (ragi), yang mengubah gula dalam adonan menjadi etanol dan karbon dioksida, sehingga membuat adonan mengembang dan menghasilkan aroma khas.</p><p>• Produk yang paling mungkin dihasilkan adalah adonan roti yang mengembang, dengan struktur yang berpori dan rasa yang sedikit manis serta aroma khas alkoholik.Seperti Bika Ambon. </p><p>• Fermentasi adalah proses biologis di mana mikroorganisme mengonsumsi gula dan menghasilkan gas, dan durasi proses ini secara langsung memengaruhi volume gas yang terbentuk dan akhirnya ukuran adonan.</p><p>• Proses fermentasi yang diamati cenderung membentuk senyawa alkohol dan karbon dioksida (fermentasi alkohol) atau asam laktat (fermentasi asam laktat), tergantung pada organisme yang melakukan dan kondisi percobaan, yang merupakan hasil dari pemecahan gula tanpa oksigen oleh mikroorganisme atau sel tubuh. Argumen ilmiahnya adalah fermentasi merupakan jalur metabolisme anaerobik yang mengubah piruvat menjadi produk akhir seperti etanol dan CO2 atau asam laktat, menghasilkan sedikit ATP untuk kelangsungan hidup sel, seperti pada pembuatan tempe atau yogurt.</p><p>• Tape dan Bika Ambon berbeda banget dari segi tekstur:  </p><p>1. <em>Tape</em> (singkong fermentasi) punya tekstur lembek, empuk, kadang agak agak lengket atau kering tergantung jenisnya.  </p><p>2. <em>Bika Ambon</em> lebih kenyal, berpori dan berserat seperti sarang tawon dengan rongga-rongga dalamnya, teksturnya lentur dan membal, nggak lembek seperti tape.  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 05:46:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598986542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PONGO </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598988753</link>
         <description><![CDATA[<p>Ya, ada hubungan erat antara lama fermentasi dan jumlah gas yang dihasilkan, di mana semakin lama waktu fermentasi, jumlah gas yang dihasilkan cenderung meningkat hingga mencapai titik optimal, kemudian dapat menurun karena mikroorganisme mengalami fase kematian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 05:47:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598988753</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PONGO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598992748</link>
         <description><![CDATA[<p>Proses fermentasi yang diamati tergantung pada jenis mikroorganisme yang digunakan. Fermentasi dapat menghasilkan senyawa alkohol, seperti etanol, atau senyawa asam, seperti asam laktat, atau bahkan kombinasi keduanya, tergantung pada substrat dan jenis mikroba. Untuk mengetahui hasil spesifik dari pengamatan Anda, Anda perlu merujuk pada data dalam tabel tersebut untuk menentukan jenis senyawa yang diproduksi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 05:50:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598992748</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PONGO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598995836</link>
         <description><![CDATA[<p>Perbedaan paling mencolok antara fermentasi tape dengan fermentasi lain, seperti yang ditunjukkan oleh data, umumnya adalah jenis mikroorganisme yang digunakan, produk akhir fermentasi, dan karakteristik sensorik (rasa, aroma, tekstur). Tape singkong menggunakan ragi (seperti Saccharomyces cerevisiae) untuk mengubah pati menjadi gula dan alkohol, menghasilkan tekstur lunak, rasa manis-asam, dan aroma khas</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 05:53:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3598995836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Macaca</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599029615</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Setelah 2 jam</p><p>Tekstur ikan mulai sedikit lebih lunak dibanding kan saat mentah segar, warna daging ikan agak pucat dan buram karena asam mulai menguraikan protein.</p><p>Setelah 4 jam</p><p>Daging ikan semakin kenyal dan transparan mirip seperti matang karena denaturasi protein oleh asam, Rasa asam mulai dominan rempah mulai meresap, bau amis berkurang lebih tergantikan oleh bau asam.</p><p>Setelah 6 jam </p><p>Tekstur ikan mulai lunak bahkan akan mudah hancur bila ditekan, warna semakin pucat atau transparan, aroma amis hampir hilang digantikan aroma fermentasi yang agak tajam, dan kadang mulai ada sedikit lendir tipis dipermukaan (tanda aktivitas bakteri asam laktat yang makin meningkat).</p><p><br/></p><p>2. awal (0-1 jam) </p><p>Tekstur : Masi segar, kenyal, agak seperti ikan mentah biasa</p><p>Aroma : amis amis khas ikan Masi dominan, aroma bumbu (jeruk, andaliman, bawang)</p><p>Tahap menengah (2-4 jam)</p><p>Tekstur : mulai melunak, protein ikan terdenaturasi oleh asam jungga, daging terlihat lebih pucat atau transparan,agak kenyal tetapi tidak sekuat daging mentah.</p><p>Aroma : amis ikan berkurang, digantikan oleh aroma asam segar dan rempah.</p><p>Tahap lanjut (4-6 jam)</p><p>Tekstur : makin lunak, mudah hancur bila ditekan, awal fermentasi asam laktat membuat serat daging longgar.</p><p>Aroma : asam lebih tajam,bau rempah menyatu,muncul aroma fermentasi khas gurih.</p><p>Akhir fermentasi (8/12 jam)</p><p>Tekstur : sangat lembek,bisa sedikit berair atau berlendir,tipis akibat aktivitas bakteri asam laktat.</p><p>Aroma : amis hampir hilang total, digantikan oleh aroma asam khas, fermentasi bercampur rempah,kadang agak menyengat bila terlalu lama.</p><p><br/></p><p>3.  Awal : warna daging ikan Masi cerah atau merah muda</p><p>Pertengahan : warna mulai pucat</p><p>Akhirnya : warna semakin pucat atau putih keabu-abuan.</p><p>Penyebab perubahan warna : Denaturasi protein oleh asam</p><p>Fermentasi asam laktat</p><p>Aktivitas enzim dan mikroba.</p><p><br/></p><p>4.  Setelah 6 jam fermentasi, rasa ikan berubah cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.</p><p>Sebelum fermentasi awal : rasa masih hambar dan amis khas ikan mentah, bumbu baru terasa dipermukaan.</p><p>Setelah 6 jam fermentasi : rasa menjadi asam lebih kuat, gurih (akibat pemecahan protein jadi asam amino),serta rempah lebih meresap kedalam daging.</p><p><br/></p><p>5.  Ya,proses pembuatan naniura bisa dikatakan sebagai fermentasi, khususnya fermentasi asam laktat.</p><p>Alasan nya : </p><p>Bakteri asam laktat yang ada secara alami pada ikan,bumbu atau lingkungan akan memanfaatkan zat gizi dalam ikan (terutama gula sederhana dan hasil pemecahan protein)</p><p><br/></p><p>6.  Faktor yang memperlambat proses perubahan :</p><p>1. Suhu rendah</p><p>2. Kadar asam rendah</p><p>3.potongan ikan besar atau tebal</p><p>Faktor yang mempercepat proses perubahan :</p><p>1. Suhu lingkungan lebih hangat</p><p>2. Kadar asam tinggi</p><p>3.ukuran potongan ikan kecil</p><p><br/></p><p>7.  Ya hasil akhirnya akan berbeda,</p><p>Jika suhu lebih dingin:</p><p>1.fermentasi lebih lambat</p><p>2.ikan butuh waktu lebih lama untuk merubah tekstur </p><p>3.hasil akhirnya bisa jadi kurang asam atau kurang gurih dan masih ada bau amis</p><p>Dan jika suhu lebih panas : </p><p>1.fermentasi berlangsung lebih cepat</p><p>2.tekstur ikan lebih cepat lunak</p><p>3.rasa asam lebih cepat dominan tapi kalo terlalu panas ikan bisa mudah busuk</p><p>4.hasil akhirnya bisa jadi terlalu asam atau bahkan tidak enak dimakan.</p><p>Kesimpulan : suhu sangat memengaruhi fermentasi naniura </p><p>Suhu dingin : proses lambat,rasa kurang maksimal </p><p>Suhu panas : proses cepat,tapi beresiko ikan cepat rusak atau busuk</p><p>Suhu optimal : diperlukan supaya rasa, aroma dan tekstur seimbang.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 06:17:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599029615</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599128517</link>
         <description><![CDATA[<p> 1) Perubahan warna menjadi lebih cerah dan permukaan daging menjadi lebih kaku atau terkelupas karena bumbu meresap ke dalam daging.Semakin lama waktu perendaman, semakin dalam bumbu meresap dan semakin signifikan perubahan yang terjadi pada ikan.</p><p>2) Selama fermentasi ikan, tekstur akan berubah dari segar menjadi lunak, lembek, atau bahkan pasta, sementara aroma akan berkembang dari segar menjadi asam, amoniak, dan menyengat akibat pemecahan protein dan lemak oleh mikroorganisme. Perubahan spesifik bergantung pada jenis ikan, suhu, konsentrasi garam, dan lama fermentasi.</p><p> 3) Ya, perbedaan warna pada permukaan ikan mungkin terjadi baik pada ikan hidup maupun ikan yang sudah mati. Pada ikan hidup, perubahan warna bisa disebabkan oleh faktor genetik, pakan yang mengandung karotenoid, stres akibat kualitas air yang buruk, perubahan lingkungan seperti cahaya, serta adaptasi terhadap lingkungan sekitar</p><p> 4) Setelah 6 jam fermentasi, bahan makanan biasanya akan memiliki rasa yang lebih asam dan sedikit manis, dengan potensi aroma yang lebih kompleks, karena mikroorganisme mengubah karbohidrat menjadi asam laktat, alkohol, dan senyawa lain.</p><p>5) Ya, proses tersebut dapat dikatakan sebagai fermentasi jika terdapat aktivitas mikroorganisme (seperti bakteri, ragi, atau jamur) yang mengubah karbohidrat (gula, pati) menjadi produk lain seperti alkohol atau asam, yang disertai perubahan rasa, aroma, tekstur, atau pengawetan makanan</p><p> 6) Faktor yang mempercepat perubahan meliputi kenaikan suhu, peningkatan konsentrasi, penambahan katalis, peningkatan luas permukaan (untuk reaktan padat), serta paparan oksigen dan cahaya (untuk bahan pangan), sementara faktor yang memperlambat adalah penurunan suhu (pembekuan), pengurangan kontak dengan oksigen (pengemasan vakum), penyimpanan di tempat gelap, dan pengurangan kelembapan</p><p> 7) Ya, hasil akhir akan sangat mungkin berbeda jika suatu proses dilakukan pada suhu yang lebih panas atau lebih dingin, karena suhu memengaruhi laju reaksi dan kesetimbangan, serta dapat mengubah sifat fisik dan kimia suatu zat</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 07:13:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599128517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599138963</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan data hasil pengamatan selama proses fermentasi adonan, terjadi perubahan pH dan aroma, serta dapat disimpulkan jenis fermentasi yang terjadi adalah fermentasi alkohol.</p><p>Berdasarkan perubahan fisik dan kimia yang diamati (munculnya gelembung gas, peningkatan volume adonan, atau aroma manis khas), jenis produk yang kemungkinan besar dihasilkan dalam proses ini adalah roti atau produk fermentasi berbasis ragi lainnya.</p><p>Ya, ada hubungan yang erat antara lama waktu fermentasi dan jumlah gas yang terbentuk dalam adonan.</p><p>Semakin lama waktu fermentasi, semakin banyak gas karbon dioksida yang dihasilkan oleh aktivitas ragi (Saccharomyces cerevisiae) dalam adonan. Gas inilah yang menyebabkan adonan mengembang dan menjadi lebih ringan.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 07:20:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599138963</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599145938</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan hasil pengamatan selama proses fermentasi alkohol pada nira:</p><p>Perubahan pH: Terjadi penurunan pH seiring dengan berjalannya waktu fermentasi. Hal ini disebabkan oleh produksi asam-asam organik selain etanol dan CO2 oleh khamir alami yang ada dalam nira. </p><p>Perubahan Aroma: Aroma akan berubah seiring dengan terbentuknya etanol (alkohol) dan senyawa-senyawa volatil lainnya yang dihasilkan selama proses fermentasi. Aroma khas alkohol akan semakin tercium seiring meningkatnya kadar etanol.</p><p>Alasan ilmiah:</p><p>Gelembung gas: Terbentuknya gelembung gas seringkali menunjukkan adanya gas yang diproduksi sebagai hasil reaksi kimia, yang berarti terbentuknya zat baru dalam fase gas.</p><p>Perubahan rasa atau bau khas: Perubahan rasa atau bau yang khas juga merupakan indikator kuat terjadinya perubahan kimia. Ini menunjukkan bahwa komposisi kimia zat telah berubah dan menghasilkan zat baru dengan karakteristik organoleptik yang berbeda.</p><p>Ya, ada hubungan antara lama waktu fermentasi dan jumlah gas yang dihasilkan selama proses berlangsung.</p><p>Produksi Gas: Selama fermentasi, mikroorganisme seperti ragi atau bakteri memecah karbohidrat (gula) menjadi produk lain seperti alkohol atau asam, dan juga menghasilkan gas, umumnya karbon dioksida.</p><p>Perbedaan paling mencolok antara fermentasi yang menghasilkan alkohol (misalnya fermentasi alkohol murni) dengan fermentasi pada tape adalah pada produk akhir yang dihasilkan dan kompleksitas prosesnya.</p><p>Fermentasi Alkohol Murni: Proses ini umumnya berfokus pada produksi alkohol sebagai produk utama, misalnya dalam pembuatan etanol atau minuman beralkohol. Reaksi kimianya cenderung lebih spesifik untuk menghasilkan alkohol dari glukosa. </p><p>Fermentasi Tape: Meskipun menghasilkan alkohol, fermentasi tape juga melibatkan produksi senyawa lain seperti asam asetat yang memberikan rasa masam pada tape, serta perubahan tekstur menjadi lebih lunak dan berair. Jadi, fermentasi tape menghasilkan kombinasi produk akhir yang lebih kompleks dibandingkan fermentasi alkohol murni.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 07:24:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599145938</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Babyrusa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599151451</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Perubahan pertama kali yang kami </p><p>amati di beberapa jam ikan direndam </p><p>pada bumbu adalah perubahan pada </p><p>tekstur, aroma, dan warna ikan yang </p><p>berubah disetiap waktu nya karna proses </p><p>fermentasi. </p><p>2.Perubahan tekstur dan aroma ikan dari awal sampai </p><p>akhir proses fermentasi adalah di awal proses ikan </p><p>bertekstur cenderung lembut dan kenyal serta licin </p><p>hingga di akhir fermentasi ikan berubah tekstur </p><p>menjadi lebih empuk dan lunak. Untuk aroma ikan </p><p>diawal fermentasi ikan sedikit amis dan segar dan </p><p>diakhir proses ikan memiliki aroma yang lebih kuat dan khas</p><p> 3. Ya, warna permukaan ikan dapat berubah selama proses </p><p>fermentasi karena reaksi kimia dan aktivitas mikroba, yang dapat </p><p>menunjukkan keberhasilan atau kegagalan proses fermentasi. </p><p>Perubahan ini disebabkan oleh penguraian senyawa kompleks </p><p>dalam ikan menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh enzim </p><p>dan mikroorganisme, serta terbentuknya asam dan senyawa </p><p>lainnya yang mengubah pigmen alami ikan. </p><p>4. Setelah 6 jam fermentasi, rasa ikan akan berubah dari segar </p><p>menjadi lebih asam, sedikit pedas, dan memiliki aroma yang </p><p>lebih kuat, khas fermentasi, dibandingkan sebelum proses </p><p>dimulai, yang rasanya netral dan dagingnya masih segar. </p><p>Perubahan rasa ini disebabkan oleh produksi asam laktat dan </p><p>alkohol oleh bakteri selama fermentasi, yang juga mengubah tekstur ikan menjadi lebih lunak dan pucat.</p><p>5. Menurut kami proses ini dapat dikatakan sebagai fermentasi </p><p>yaitu fermentasi asam laktat dengan menggunakan asam dan </p><p>dengan respirasi anaerob. Hal ini dapat dilihat dari perubahan </p><p>perubahan yang terjadi setelah ikan dibaluri dengan asam </p><p>dan garam yang kemudian bereaksi sehingga menjadikan ikan </p><p>matang tanpa dimasak. </p><p>6. Faktor yang mempercepat fermentasi ikan dalam waktu </p><p>singkat adalah suhu tinggi dan penambahan garam serta </p><p>kultur starter spesifik. Sebaliknya, faktor yang </p><p>memperlambat adalah suhu dingin (di bawah suhu </p><p>optimum) yang menghambat pertumbuhan mikroba, serta </p><p>penekanan pada penurunan kadar garam atau penggunaan </p><p>teknologi seperti elektrodialisis untuk meminimalkan garam.</p><p>7. Menurut kami, Hasil fermentasi ikan akan berbeda jika </p><p>dilakukan pada suhu yang lebih dingin atau lebih panas karena </p><p>suhu memengaruhi kecepatan aktivitas mikroorganisme dan pembentukan produk fermentasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 07:27:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599151451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK GORILLA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599151772</link>
         <description><![CDATA[<p>   1).Ragi memfermentasi gula sederhana (glukosa, fruktosa, sukrosa) dalam nira menjadi etanol dan CO₂ → gas ini yang menimbulkan gelembung.</p><p><br/></p><p>Rasa berubah karena gula berkurang, digantikan rasa sedikit asam/beralkohol.</p><p><br/></p><p>Bau khas muncul akibat terbentuknya etanol dan senyawa volatil lain dari metabolisme ragi.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>produk utamanya adalah minuman beralkohol tradisional (tuak) dengan kandungan etanol.</p><p>   </p><p>   2).Fermentasi yang terjadi adalah fermentasi alkohol (oleh khamir/yeast), ditandai dengan terbentuknya etanol dan CO₂, penurunan pH, serta perubahan aroma menjadi khas alkohol.</p><p><br/></p><p>Penurunan pH menunjukkan aktivitas mikroba yang menghasilkan produk samping berupa asam, meskipun produk utama tetap alkohol.</p><p><br/></p><p>   3).Mikroorganisme dalam Fermentasi Alkohol Nira:</p><p>Ragi sangat aktif pada awal fermentasi karena nira kaya akan gula alami (glukosa, sukrosa, fruktosa).</p><p>Aktivitas mikroorganisme dapat dilihat dari:</p><p>Jumlah gas (CO₂) yang dihasilkan.</p><p>Kekeruhan atau busa pada permukaan larutan fermentasi.</p><p>Perubahan bau menjadi lebih menyengat atau beraroma alkohol.</p><p>Setelah mencapai puncak aktivitas (fase log), mikroorganisme akan masuk ke fase stasioner atau penurunan, di mana:</p><p>Jumlah gas yang dihasilkan menurun.</p><p>Pertumbuhan ragi melambat atau berhenti.</p><p>Proses fermentasi mulai melambat dan akhirnya berhenti jika tidak ada intervensi (misalnya penambahan gula atau pemindahan ke media baru).</p><p><br/></p><p>     4).Awal (0–1 hari): pH masih agak netral (sekitar 6–7), rasa manis karena gula masih banyak, aroma segar. Ragi mulai aktif → mulai terbentuk alkohol.</p><p><br/></p><p>Pertengahan (2–3 hari): pH turun (5–4), gula berkurang, alkohol semakin banyak, muncul aroma harum khas tuak.</p><p><br/></p><p>Akhir (≥4 hari): pH makin rendah (3–4), sebagian alkohol bisa berubah jadi asam (oleh bakteri asam asetat/laktat). Rasa jadi lebih asam, aroma tajam.</p><p><br/></p><p>     5). Fermentasi nira → dominan alkohol (minuman beralkohol tradisional).</p><p><br/></p><p>Fermentasi tape → dominan gula sederhana + sedikit alkohol/asam (makanan fermentasi).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 07:27:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599151772</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Babyrusa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599153887</link>
         <description><![CDATA[<p>Tekstur ikan </p><p>~sebelum fermentasi : cenderung lembut dan kenyal </p><p>~sesudah fermentasi : lebih lunak, pucat, dan kulitnya mulai mengkerut </p><p>Warna ikan </p><p>~sebelum fermentasi : merah muda, hitam, atau putih tergantung jenis ikan </p><p>~sesudah fermentasi : pucat dan menguning </p><p>Aroma ikan </p><p>~sebelum fermentasi : segar dan amis </p><p>~sesudah fermentasi : memiliki aroma yang khas dan kuat, segar dan asam </p><p>Perubahan kadar air </p><p>~sebelum fermentasi : kadar air ikan tinggi sekitar 70-80% dari total berat ikan </p><p>~sesudah fermentasi : penurunan kadar air karena penyerapan air oleh mikroorganisme.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 07:29:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599153887</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Babyrusa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599160661</link>
         <description><![CDATA[<p>Tekstur ikan </p><p>~sebelum fermentasi : cenderung lembut dan kenyal </p><p>~sesudah fermentasi : lebih lunak, pucat, dan kulitnya mulai mengkerut </p><p>Warna ikan </p><p>~sebelum fermentasi : merah muda, hitam, atau putih tergantung jenis ikan </p><p>~sesudah fermentasi : pucat dan menguning </p><p>Aroma ikan </p><p>~sebelum fermentasi : segar dan amis </p><p>~sesudah fermentasi : memiliki aroma yang khas dan kuat, segar dan asam </p><p>Perubahan kadar air </p><p>~sebelum fermentasi : kadar air ikan tinggi sekitar 70-80% dari total berat ikan </p><p>~sesudah fermentasi : penurunan kadar air karena penyerapan air oleh mikroorganisme </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 07:33:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmadanipurba45/4v3np2pb7crmoodf/wish/3599160661</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
