<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Turbidity by Nopa Dwi Maulidiany</title>
      <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity</link>
      <description>Kimling 01</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-02-28 03:56:14 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-07 21:14:17 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497505159</link>
         <description><![CDATA[<div>Air&nbsp;sungai. Karena laju aliran lebih cepat sehingga sedimen didalamnya teraduk dan naik ke permukaan air, sungai lebih dekat dengan pemukiman sehingga lebih dekat dengan sumber polutan, sungai terdapat banyak ikan pemakan dasar seperti lele dan ikan mas, dan mengandung residu hasil konstruksi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 06:49:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497505159</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497505744</link>
         <description><![CDATA[<div>menurut kami, air sungai merupakan air yang paling keruh. hal ini disebabkan karena sungai menerima urban runoff lebih banyak, laju aliran yang paling cepat, dan jika terjadi hujan, dapat menyebabkan luapan (banjir). dapat juga terjadi erosi tanah di sekitar sungai karena terdapat slope di sungai. seringkali terdapat pemukiman di sekitar sungai, dan aktivitas manusia dapat menambah beban runoff ke sungai, sehingga air semakin keruh. sungai juga seringkali dekat dengan bangunan yang mengurangi kapilaritas tanah, dan saat air melewati jalanan/bangunan, air akan membawa polutan ke badan air, sehingga memperparah kekeruhan. tidak menutup kemungkinan terdapat banyak populasi bottom feeding fish (ex. lele). jika terdapat banyak sampah padat yang menyumbat dan endapan yang cukup tinggi, maka aliran akan melambat dan mendukung terjad alga bloom.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 06:50:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497505744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497505761</link>
         <description><![CDATA[<div>Air sungai, karena ketika aliran air yang meningkat dapat meresuspensi sedimen dasar sungai sehingga menaikkan konsentrasi TSS (Total suspended solid). partikel tersuspensi tetap mengapung ketika alirannya kencang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 06:50:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497505761</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497505773</link>
         <description><![CDATA[<div>Air sungai lebih keruh dibandingkan air danau dan laut karena sungai membawa partikel-partikel dan sedimentasi dari daerah di sekitarnya yang mengandung suspended solid seperti lumpur, tanah liat, dan pasir yang mengakibatkan air menjadi keruh. Sedangkan danau dan laut lebih cenderung mempunyai aliran air yang tenang yang membuat partikel serta sedimentasi tidak bergerak secepat jika di sungai. Selain itu, volume air laut juga jauh lebih besar sehingga air cenderung lebih jernih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 06:50:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497505773</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497505816</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut kelompok 5, badan air yang paling keruh adalah sungai. Hal ini disebabkan karena sungai pasti memiliki laju aliran yang paling tinggi sehingga bisa dikatakan turbiditas yang dimiliki pasti lebih tinggi. Sementara, pada air laut dan danau memiliki turbiditas yang lebih rendah karena memiliki laju aliran yang cenderung lebih lambat sehingga memberikan kesempatan untuk partikel mengendap ke dasar. Sungai juga paling mudah terpengaruh oleh aktivitas di permukaan seperti kegiatan manusia (agrikultur, air limbah, dll) atau kejadian alami (erosi, longsor, dll).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 06:50:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497505816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497506237</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut kelompok 8, air sungai memiliki turbiditas yang paling tinggi. Hal ini disebabkan oleh luas permukaan danau dan laut yang lebih besar sehingga pencemar memiliki kemungkinan untuk menyebar lebih tinggi. Selain itu sungai lebih rentan tercemar kegiatan antropogenik</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 06:51:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497506237</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497506259</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut kelompok kami, secara umum, sungai cenderung memiliki turbiditas yang lebih tinggi dibandingkan dengan danau dan laut karena mereka mengalir lebih cepat dan membawa lebih banyak material tersuspensi seperti tanah, pasir, dan lumpur ke dalam air. Selain itu, manusia juga dapat memengaruhi tingkat turbiditas sungai melalui aktivitas seperti pertanian, konstruksi, dan industri.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 06:51:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497506259</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497506663</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 2<br>1. Sungai karena merupakan badan air yang menampung air limpasan, baik dari limbah domestik maupun domestik sehingga menyebabkan adanya suspended solid di dasar sungai. Selain itu, sungai cenderung memiliki arus yang dapat membuat suspended solid tercampur ke seluruh air yang menyebabkan air keruh dan cenderung berwarna kecokelatan<br>2. Danau, danau adalah perairan yang asal airnya dari air hujan dan dapat dikategorikan sebagai freshwater. Selain itu danau cenderung lebih tenang sehingga suspended solid mengendap di dasar danau.<br>3. Air laut karena limpasan dari air sungai dan memiliki&nbsp; kedalaman dan arus yang tidak menyebabkan suspended solid naik ke atas</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 06:51:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497506663</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497506807</link>
         <description><![CDATA[<div>air yang paling keruh adalah air sungai, karena paling dekat dengan pemukiman yang membawa limbah domestik yang memiliki banyak zat organik, memiliki arus turbulen, dan dipengaruhi erosi badan sungai.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 06:51:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497506807</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kel 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497513518</link>
         <description><![CDATA[<div>karena banyaknya partikel dalam air, partikel akan menyerap cahaya dan menghambat proses fotosintesis, sehingga keberadaan O2 berkurang dan biota air mati. jika banyak biota yg mati, maka akan terjadi decaying dan menjadi dead zone, sehingga air tidak bisa dimanfaatkan utk sehari2 (ex : air minum, air bersih, etc). selain itu, bau yang kurang sedap akan muncul dan mengurangi estetika. partikel juga akan menjadi shield bagi mikroba sehingga air menjadi tidak sehat. manusia juga akan membutuhkan biaya yg lebih besar untuk mengolah air menjadi bersih kembali. karena tidak banyak biota air yg dapat berkembang, maka biodiversity bisa terganggu. sumber makanan dan pekerjaan bagi penduduk sekitar yg mengandalkan memancing juga terganggu, dan jika dikonsumsi akan menimbulkan penyakit baru. lalu, tanaman yang menyerap air sungai akan terganggu pertumbuhannya dan berpotensi untuk menjadi beracun krn menyerap air yg mengandun polutan (ex: air mengandun logam berat, dan tanaman menyerap air tersebut. ketika manusia mengonsumsi, maka manusia akan mengonsumsi logam berat pula). </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:00:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497513518</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497513978</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampaknya terhadap manusia adalah perlu usaha ekstra untuk mengolah air yang keruh karena virus dan bakteri banyak menempel di suspensi nya dan menyebabkan meningkatnya risiko penyakit. Di sisi lain, keruhnya air akan mengurangi estetika.&nbsp;<br><br>Dampak terhadap biota akuatik adalah semakin sedikit biota berkembang karena kadar organik nya tinggi sehingga oksigen nya rendah.&nbsp;Kekeruhan juga memengaruhi daya hidup biota air karena tidak semua biota air dapat hidup di suhu air yang lebih tinggi akibat suspensi yang memerangkap sinar matahari. <br><br>Dampak terhadap ekosistem adalah keseimbangan ekosistem terganggu, contohnya alga bloom.&nbsp;<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:01:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497513978</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497514366</link>
         <description><![CDATA[<div>- menurunkan kualitas air karena partikel yang berada di badan air menghambat penetrasi sinar matahari yang mampu mengurangi kadar oksigen<br>- menghambat pertumbuhan karena kurangnya supply oksigen untuk fotosintesis karena jika tanaman tidak tumbuh dengan baik, maka akan mengganggu rantai makanan ekosistem perairan<br>- menurunkan daya tarik wisata karena dapat mengganggu aktivitas pariwisata seperti berenang maupun olahraga air serta menurunkan nilai estetika daerah di sekitar perairan<br>- mengurangi produktivitas ekosistem di perairan seperti mengganggu pertumbuhan tanaman dan algae<br>- mengancam kelangsungan hidup ikan dan biota akuatik lainnya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:01:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497514366</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497514379</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak yang dirasakan oleh kita adalah badan air tidak bisa dimanfaatkan seperti semestinya. Seperti dimanfaatkan sebagai air minum dan air bersih karena mengandung patogen. Hal ini bisa menjadi sangat berbahaya bagi kita. Bagi biota akuatik dapat membuat kehidupan mereka menjadi stres akibat kurangnya cahaya dan tingkat oksigen di dalam air sehingga tingkat kematian menjadi tinggi. Karena hal tersebut, akan berpengaruh terhadap siklus nitrogen dan fosfat. Nitrogen dan fosfat yang berada di badan air menjadi terlalu tinggi dan membuat ekosistem tidak seimbang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:01:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497514379</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497514948</link>
         <description><![CDATA[<div>Meningkatkan resiko terkena penyakit pencernaan dan kulit, biaya unit filtrasi air meningkat<br><br>Mengurangi jumlah cahaya yang masuk sehingga proses fotosintesis berkurang, mengurangi kemampuan insang ikan menyerap oksigen terlarut<br><br>Mendorong pertumbuhan patogen dan penyakit yang ditularkan melalui media air</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:02:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497514948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497515449</link>
         <description><![CDATA[<div>Bagi biota seperti ikan, turbiditas mengakibatkan kesulitan dalam melihat sehingga sulit mencari makan serta menyebabkan stress yang dapat berujung kepada kematian. Rusaknya ekosistem karena meningkatnya laju sedimentasi. Membahayakan apabila dikonsumsi oleh manusia karena dapat membawa patogen <em>water-borne diseases.&nbsp;</em>Selain itu juga dapat menimbulkan kerugian karena mengurangi nilai estetika kawasan rekreasi perairan. Turbiditas yang tinggi juga mengakibatkan penurunan DO yang menyebabkan organisme (biota laut dan tanaman akuatik) tidak mendapat suplai oksigen yang memadai. Terakhir, kurangnya laju fotosintesis&nbsp;akibat sulitnya sinar matahari menembus air.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:03:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497515449</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497515568</link>
         <description><![CDATA[<div>Air yang keruh akan mengganggu ekosistem. Kekeruhan yang tinggi akan mengurangi aktivitas fotosintesis pada kedalaman air yang tinggi sebab cahaya matahari terhalang dari partikel-partikel, sehingga kadar oksigen menurun dan mempengaruhi populasi biota dan bioma yang hidup di perairan tersebut. Selain itu, biaya pengolahan air akan meningkat dan menganggu estetika yang bisa mengganggu penduduk sekitar atau turis yang datang. Kekeruhan dapat memengaruhi kualitas kesehatan manusia karena partikel tersebut menjadi media menempel bagi bakteri/algae menempel sehingga dapat memengaruhi ke aktivitas manusia sehari-hari.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:03:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497515568</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497515737</link>
         <description><![CDATA[<div>Tubiditas yang tinggi dapat mengurangi jarak pandang dari ekosistem di perairan, yang akan menyebabkannya kesulitan dalam mencari makanan dan berkembang biak. Air yang keruh juga dapat menyumbat insang dari ikan dan mengurangi cahaya untuk melakukan fotosintesis. Kekurangan cahaya dalam air dapat menyebabkan penurunan dalam pertumbuhan tanaman air. Kelimpahan dari organisme seperti ikan lebih tinggi pada <em>turbidity</em> yang rendah, sedangkan untuk kepiting dan udang vice versa.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:03:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497515737</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497515929</link>
         <description><![CDATA[<div>Keruhnya air menyebabkan tingginya biaya operasional dan pengolahan air baku menjadi air minum, selain itu air keruh yang tidak diolah dengan baik dapat menyebabkan penyakit seperti muntaber. Selain berpengaruh terhadap manusia, air yang keruh menyebabkan terganggunya proses fotosintesis, pertumbuhan dan perkembangan ya terhambat sehingga menyebabkan berkurangnya oksigen yang dihasilkan. Ekosistem perairan pun terganggu karena DO yang tersedia akan semakin sedikit akibat minimnua cahaya yang masuk untuk fotosintesis sehingga menyebabkan banyak biota air yang mati karena tidak terpenuhinha BOD, apabila suatu kelompok organisme tidak imbang maka akan menyebabkan ketidakseimbangan rantai makanan dan kacaunya ekosistem. Turbidity semakin tinggi, kandungan logamnya juga semakin tinggi menyebabkan pencemaran lingkungan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:04:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497515929</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497561164</link>
         <description><![CDATA[<div>Warna air disebabkan oleh keberadaan partikel organik dan mineral di dalam air. Biasanya warna ini berasal dari hasil pembusukan bahan organik, ion-ion metalalam (besi dan mangan), plankton, humus, buangan industri, dan tanaman air. Adanya oksida besi menyebabkan air berwarna kemerahan, sedangkan oksida mangan menyebabkan air berwarna kecoklatan atau kehitaman. Pada beberapa kasus tertentu, bahan anorganik juga mampu memberikan warna-warna tertentu seperti kalsium karbonat memberikan warna kehijau-hijauan, belerang dapat memberikan warna hijau, dan besi oksida memberikan warna merah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:52:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497561164</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497561459</link>
         <description><![CDATA[<div>penyebab warna pada badan air adalah:&nbsp;<br>1. Alga<br>2. Organisme yang mengandung zat klorofil (plankton)<br>3. Adanya partikel hasil pembusukan bahan organik&nbsp;<br>4. Air buangan limbah (ex: warna dari limbah tekstil)<br>5. Lumpur&nbsp;<br>6. Cahaya matahari&nbsp;memengaruhi warna pada kedalaman&nbsp;laut. Semakin dalam laut, cahaya tidak bisa masuk dan berakibat warna air terlihat semakin gelap. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:53:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497561459</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kel 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497561621</link>
         <description><![CDATA[<div>kekeruhan, zat yang terdapat pada air yang tersuspensi spt. lumpur, mikroba (alga), pembusukan bahan organik, ion metal (besi dan mangan), plankton, hummus, limbah industri, warna dari polutan (ex. minyak), koloid, kedalaman air.<br><br>humus - coklat/kuninn<br>alga - merah/kuning tua (dinoflagelata)<br>fitoplankton - hijau<br>limpasan tanah - kuning/merah/coklat/abu</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:53:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497561621</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497561627</link>
         <description><![CDATA[<div>Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi warna air, yaitu partikel hasil pembusukan bahan organik, ion-ion metalalam, plankton, humus, buangan industri, dan tanaman air. Berbagai zat juga menyebabkan air berwarna, seperti oksida besi menyebabkan air berwarna kemerahan, oksida mangan kecoklatan/kehitaman, material organik dapat memberi warna kuning atau cokelat. beberapa algae atau dinoflagellata memproduksi warna kemerahan atau kuning gelap. jenis algae lain dan fitoplankton dapat memberikan warna hijau. selain warna akibat kandungan pada badan air, paparan sinar matahari juga menjadi penyebab dari timbulnya warna pada badan air seperti timbulnya warna hijau dan biru. hal ini dikarenakan kehadiran algae dan organisme pada air yang dapat menyerap warna tersebut. Terakhir, limpasan tanah menghasilkan berbagai warna kuning, merah, coklat dan abu-abu</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:53:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497561627</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497561630</link>
         <description><![CDATA[<div>- endapan mineral seperti besi, mangan, tembaga. kadar mineral yang tinggi menyebabkan warna air menjadi kuning coklat atau merah kecoklatan<br>- zat organik contohnya daun, ranting, tanaman yang membusuk menyebabkan warna kecoklatan atau hijau kecoklatan<br>- pertumbuhan alga dalam air menyebabkan warna air menjadi hijau&nbsp;<br>- polusi yang disebabkan dari limbah industri atau pertanian menimbulkan warna kecoklatan atau kekuningan pada air<br>- perubahan cuaca seperti hujan atau sinar matahari yang kuat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:53:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497561630</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497562116</link>
         <description><![CDATA[<div>Adanya kandungan mineral yang tinggi, seperti kandung besi menyebabkan air berwarna coklat kemerahan, warna hijau akibat alga hijau dan plankton, kuning akibat pelarutan materi organik, warna coklat atau hitam akibat degradasi tanaman.&nbsp; Selanjutnya, warna juga bisa disebabkan oleh unit pengolahan air.<br>Selain itu, ada pula warna alami air, seperti biru pada laut akibat sinar matahari yang bergelombang pendek.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:53:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497562116</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497562362</link>
         <description><![CDATA[<div>Warna pada badan air disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jumlah partikel tersuspensi, jumlah elemen yang tidak larut, kehadiran dari algae dan organisme lainnya, atau karena mineral lainnya. Partikel tersuspensi dapat menyebabkan air terlihat keruh, sedangkan elemen terlarut dapat menyebabkan air berwarna kuning, oranye, merah, atau coklat. Di sisi lain, algae dan organisme lainnya dapat menyebabkan air terlihat hijau, biru, atau coklat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:54:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497562362</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497562435</link>
         <description><![CDATA[<div>Polutan, zat pewarna, partikel hasil pembusukan bahan organik, plankton, humus, tanaman air (alga: dino flagellata), buangan industri (limbah), partikel koloid, partikel tersuspensi, perubahan tinggi matahari menyebabkan perubahan bagian cahaya yang dipantulkan pada air, zal klorofil </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:54:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497562435</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497562986</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Alga<br>2. Sedimen<br>3. Mikroorganisme<br>4. Buangan industri<br>5. Limbah domestik<br>6. Ion besi, mangan, platinum, kobalt,cuprum (Fe, Mn, Pt, Co,Cu)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 07:54:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497562986</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kel 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497592711</link>
         <description><![CDATA[<div>reverse osmosis filtration: memakai seminpermeable membran dengan pori2 yg mikroskopik yg bisa membuat molekul air melewati pori2 tsb sehingga kontaminan dapat tersaring, activated carbon filtration: karbonnya bekerja sebagai spons shg bisa absorp karat dan kontaminan yg berbahaya dan juga warna, oxidising filtration : menghilangkan hidroge sulfida, boiling : mendidihkan air.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 08:22:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497592711</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497593100</link>
         <description><![CDATA[<div>Dengan cara:<br>1. reverse osmosis filtration<br>2. activated carbon<br>3. sprinkle baking soda into water<br>4. koagulasi atau floakulasi<br>5. absobsi<br>6. membran filtrasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 08:23:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497593100</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497594245</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Filtrasi<br>2. Penambahan senyawa kimia<br>3. Flokulasi<br>4. Koagulasi<br>5. Distilasi<br>6. adsorbsi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 08:24:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497594245</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 8 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497594889</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode paling umum untuk menyisihkan warna dari air adalah dengan menggunakan karbon teraktivasi. Karbon teraktivasi dapat menyerap partikel dan kontaminal organik pada air yang dapat menyebabkan timbulnya warna. Karbon teraktivasi lebih berguna untuk filtrasi daripada purifikasi karena tidak dapat menghilangkan bakteri. Koagulasi/flokagulasi, adsorpsi, dan filtrasi membran merupakan treatment fisik yang dapat digunakan. Sedangkan Ozone, H<sub>2</sub>O<sub>2,&nbsp;</sub>dan basa reaktif seperti klor merupakan treatment secara kimiawi. Metode lain adalah sistem nanofiltrasi yang dapat menghilangkan Total Dissolved Solids atau TDS dan materi organik sehingga dapat menghilangkan warna pada air juga</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 08:24:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497594889</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497595149</link>
         <description><![CDATA[<div>Untuk menghilangkan warna dari air dapat digunakan beberapa metode, di antaranya:</div><ol><li>Filtrasi: menggunakan filter kertas atau filter karbon aktif untuk menghilangkan zat pewarna dari air. Filter karbon aktif bekerja dengan menyerap zat pewarna dari air ke dalam pori-porinya.</li><li>Penjernihan: Metode ini melibatkan pengendapan partikel-partikel ke dalam air yang membuat warna terlihat. Dapat menggunakan bahan kimia tertentu, seperti aluminium sulfat atau ferri klorida, untuk membantu partikel-partikel tersebut mengendap dan menurunkan tingkat warna pada air.</li><li>Pengolahan dengan ozon: Oksigen yang terionisasi atau ozon, dapat di gunakan untuk membantu menghilangkan zat pewarna dari air. Ozon bekerja dengan cara mengubah struktur kimia zat pewarna sehingga tidak dapat menyebabkan warna pada air.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 08:24:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497595149</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497595213</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Absorbsi: untuk menghilangkan kontaminan air organik/anorganik/biologis yang larut dan tidak larut&nbsp;<br>2. Menggunakan nano materials yang bersifat adsorptif<br>3. Kromatografi: pemisahan yang didasarkan pada perbedaan daya serap dari zat penyerap terhadap zat yang akan dipisahkan<br>4. Koagulasi: proses destabilisasi muatan koloid padatan tersuspensi dengan suatu koagulan sehingga akan terbentuk flok halus yang dapat diendapkan<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 08:24:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497595213</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497596235</link>
         <description><![CDATA[<div>Dengan activated carbon, penambahan bahan kimia lain, seperti kaporit yang biasa digunakan untuk menjernihkan air dan NaHCO3, serta elektrokoagulasi dimana terjadi pelepasan koagulan aktif pada anoda berupa ion logam Aluminium ke dalam larutan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 08:25:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497596235</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497596496</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Flokulasi: Menggumpalkan partikel menjadi partikel yang lebih besar lalu diendapkan<br>2. Koagulasi: Penggunaan bahan kimia<br>3. Elektrokoagulasi dengan tujuan untuk menggunakan elektrolit pendukung dalam menyisihkan partikel-partikel yang menyebabkan warna<br> </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 08:26:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497596496</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497597292</link>
         <description><![CDATA[<div>- penjernihan air dengan mengendapkan partikel-partikel yang mengandung warna beberapa waktu agar partikel-partikel tersebut turun ke dasar wadah <br>- air yang mengandung warna disaring melalui bahan penyaring sehingga partikel yang mengandung warna tertahan dan air yang sudah jernih dapat ditampung pada wadah yang berbeda.<br>- pengolahan kimia dengan menggunakan bahan kimia tertentu yang dapat membantu memisahkan warna dari air, seperti karbon aktif, alumunium sulfat, atau bubuk besi.<br>- Distilasi dengan cara menguapkan air pada suhu tertentu sehingga partikel-partikel yang mengandung warna tertinggal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-28 08:27:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2497597292</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2499142104</link>
         <description><![CDATA[<div>Air sungai lebih keruh daripada air danau dan air laut. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal. Sungai lebih terjangkau oleh masyarakat. Seluruh limbah rumah tangga dialirkan oleh pipa dari setiap rumah dan berakhir di sungai. Masih tinggi pula tingkat praktik BABs yang menambah zat pencemar di sungai. Limbah pertanian pun seringkali langsung dialirkan ke sungai terdekat. Selain itu, limbah industri pun tidak jarang dialirkan langsung ke sungai, baik yang sudah diolah maupun yang belum diolah. Limbah jenis ini umumnya mengandung berbagai zat kimia berbahaya. Ditambah lagi adanya limpasan air hujan dan runoff yang masuk ke sungai terlebih dahulu sebelum dialirkan ke laut.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-03-01 07:58:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2499142104</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2499164081</link>
         <description><![CDATA[<div>Tingginya tingkat kekeruhan badan air dapat mengurangi jumlah cahaya yang mencapai kedalaman, sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman air. Padahal, banyak biota laut yang hidupnya bergantung padanya, seperti ikan dan kerang. Selain itu, kadar oksigen juga menurun akibat berkurangnya jumlah cahaya, sehingga perkembangan biota air terhambat. Air yang keruh tentunya juga mengandung polutan yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia. Umumnya, penyakit yang akan timbul adalah diare yang diakibatkan oleh bakteri dan parasit.&nbsp;Polusi air dapat mengubah sifat asli yang dimiliki oleh air bersih. Salah satu sifatnya adalah tingkat keasaman (pH). Air normal yang bersih memiliki tingkat keasaman 5-7, sedangkan air yang terkena polusi biasanya tingkat keasamannya di bawah pH normal sehingga menjadi lebih asam. Perairan yang keruh berbanding lurus dengan pencemaran, sehingga semakin tercemar badan air maka semakin keruh airnya dan semakin menyengat bau yang tidak sedap. Secara keseluruhan, hal ini dapat berpengaruh pada keseimbangan ekosistem. Kurangnya cahaya dan oksigen mempengaruhi biota air yang kemudian berpengaruh pada aktivitas manusia. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-03-01 08:18:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2499164081</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2499171034</link>
         <description><![CDATA[<div>Warna pada badan air dapat disebabkan oleh beberapa hal, contohnya karena adanya partikel hasil pembusukan bahan organik, ion-ion metalalam (besi dan mangan), plankton, humus, buangan industri, dan tanaman air.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-03-01 08:25:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2499171034</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2499177742</link>
         <description><![CDATA[<div>- sublimasi (pemisahan campuran titik didih yang berbeda dengan cara menyublim, digunakan untuk pemurnian suatu zat dari materi pengotornya)<br>- filtrasi (penggunaan bahan berpori untuk memisahkan padatan dan cairan dalam suatu campuran)<br>- sentrifugasi (pemisahan materi sesuai ukuran dan kerapatannya dengan pemanfaat gaya sentripetal)<br>- distilasi (pemisahan antarcairan dengan memanfaatkan titik didih yang berbeda)&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-03-01 08:31:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nopadwim/Turbidity/wish/2499177742</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
