<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Sistem pertahanan tubuh by Muhammad dhafa Nur Rafly arassy</title>
      <link>https://padlet.com/muhdhafanr/4oztjp97s1xyrp11</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-04-18 10:47:28 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-04-18 11:45:15 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Pertahanan Tubuh</title>
         <author>muhdhafanr</author>
         <link>https://padlet.com/muhdhafanr/4oztjp97s1xyrp11/wish/2146858898</link>
         <description><![CDATA[<div>sistem Pertahanan Tubuh (Sistem Imunitas) adalah sistem pertahanan&nbsp;<br>yang berkenan dalam mengenal, menghancurkan serta menetralkan benda-benda&nbsp;<br>asing atau sel-sel abnormal yang berpotensi merugikan bagi tubuh. Sedangkan&nbsp;<br>Imunitas (kekebalan) adalah kemampuan tubuh untuk menahan atau&nbsp;<br>menghilangkan benda asing serta sel-sel abnormal.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://kedaikuka.co.id/wp-content/uploads/2020/12/Sistem-Pertahanan-Tubuh.jpg" />
         <pubDate>2022-04-18 11:18:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhdhafanr/4oztjp97s1xyrp11/wish/2146858898</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fungsi Sistem Pertahanan Tubuh</title>
         <author>muhdhafanr</author>
         <link>https://padlet.com/muhdhafanr/4oztjp97s1xyrp11/wish/2146860059</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Mempertahankan tubuh dari pathogen invasif (dapat masuk ke dalam sel inang),&nbsp;<br>misalnya virus dan bakteri.</li><li>Melindungi tubuh terhadap suatu agen dari lingkungan eksternal yang berasal&nbsp;<br>dari tumbuhan dan hewan (makanan tertentu, serbuk sari dan rambut&nbsp;<br>binatang), serta zat kimia (obat-obatan dan polutan).</li><li>Menyingkirkan sel-sel yang sudah rusak akibat suatu penyakit atau cidera,&nbsp;<br>sehingga memudahkan penyembuhan luka dan perbaikan jaringan.</li><li>Mengenali dan menghancurkan sel abnormal (mutan) seperti kanker.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-18 11:20:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhdhafanr/4oztjp97s1xyrp11/wish/2146860059</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MEKANISME PERTAHANAN TUBUH</title>
         <author>muhdhafanr</author>
         <link>https://padlet.com/muhdhafanr/4oztjp97s1xyrp11/wish/2146871615</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><ul><li><mark>Pertahanan Nonspesifik</mark><ol><li><strong>Pertahanan Fisik, Kimia, dan Mekanis terhadap Agen Infeksi Kulit sehat dan utuh</strong>, menjadi garis pertahanan pertama<br>terhadap antigen, membran mukosa yang melapisi permukaan bagian&nbsp;<br>dalam tubuh, menyekresikan mucus sehingga dapat merangkap antigen,&nbsp;<br>serta menutup jalan masuk ke sel epitel. Cairan tubuh yang&nbsp;<br>mengandung zat kimia antimikroba, Zat kimia ini membentuk&nbsp;<br>lingkungan buruk bagi beberapa mikroorganisme. Pembilasan oleh air&nbsp;<br>mata, saliva, dan urine, berperan juga dalam perlindungan terhadap&nbsp;<br>infeksi dan mengandung enzim Lisozim.Fagositosis</li><li><strong>Fagositosisgaris</strong> pertahanan ke-2 bagi tubuh melalui proses penelanan&nbsp;<br>dan pencernaan mikroorganisme dan toksin yang berhasil masuk ke&nbsp;<br>dalam tubuh.<br>Proses ini dilakukan oleh neutrofil dan makrofag, yang bergerak secara&nbsp;<br>kemotaksis (dipengaruhi oleh zat kimia). Makrofag dibedakan menjadi&nbsp;<br>makrofag jaringan ikat. Makrofag dan prekursornya (monosit) dan&nbsp;<br>Sistem makrofag mononukleus.</li><li><strong>Inflamasi (Peradangan)</strong><br>Inflamasi adalah&nbsp;<br>reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera, yang ditandai dengan&nbsp;<br>kemerahan, panas, pembengkakan, nyeri, dan kehilangan fungsi.<br>Tujuannya untuk membawa fagosit dan protein plasma ke jaringan yang&nbsp;<br>terinfeksi untuk mengisolasi, menghancurkan, menginaktifkan agen&nbsp;<br>penyerang, membersihkan debris, serta mempersiapkan penyembuhan dan&nbsp;<br>perbaikan jaringan.</li><li><strong>Zat Antimikroba Spesifik yang Diproduksi Tubuh</strong><br>Zat antimikroba terdiri dari Interferon, yaitu protein antivirus yang berfungsi&nbsp;<br>menghalangi multiplikasi virus dan Komplemen, yaitu protein plasma yang&nbsp;<br>tidak aktif dan dapat diaktifkan oleh berbagai bahan dari antigen.</li></ol></li><li><mark>Pertahanan Spesifik (Adaptif) </mark>&nbsp;sistem pertahanan tubuh spesifik merupakan sistem kompleks yang&nbsp;<br>memberikan respons imun terhadap antigen yang spesifik, misalnya bakteri, virus, dan toksin yang dianggap asing.<ol><li><strong>Komponen Respons Imunitas Spesifik </strong>Antigen, zat yang merangsang respons imunitas, terutama dalam menghasilkan antibodi.Terdiri atas bagian determinan antigen (epitop),&nbsp;<br>yaitu bagian antigen yang membangkitkan respons imun, dan hapten, yaitu&nbsp;<br>molekul kecil yang jika sendirian tidak dapat menginduksi produksi antibodi, melainkan harus bergabung dengan carrier yang bermolekul besar. Antibodi adalah protein larut yang dihasilkan oleh sistem imunitas sebagai&nbsp;<br>respons terhadap keberadaan antigen dan akan bereaksi dengan antigen&nbsp;<br>tersebut.</li><li><strong>Interaksi Antibodi dan Antigen</strong><br>a) Fiksasi komplemen, yaitu aktivasi sistem komplemen (± protein serum)&nbsp;<br>oleh antibodi. jika terjadi infeksi, protein pertama dalam rangkaian protein komplemen diaktifkan, memicu aktivasi protein-protein berikutnya.&nbsp;<br>Hasilnya adalah virus dan sel-sel patogen mengalami lisis.<br>b) Netralisasi, terjadi jika antibodi menutup sistem determinan antigen,&nbsp;<br>sehingga antigen menjadi tidak.<br>c) Aglutinasi (penggumpalan), terjadi jika antigen berupa materi partikel.<br>d) Presipitasi (pengendapan) yaitu pengikatan silang molekul-molekul&nbsp;<br>antigen yang terlarut dalam cairan tubuh.</li><li><strong>Jenis Imunitas </strong>(Kekebalan Tubuh)<br>a) Imunisasi aktif, diperoleh akibat kontak langsung dengan toksin/patogen<br>&nbsp;sehingga tubuh mampu memproduksi antibodi sendiri.<br>- Imunisasi aktif alami: jika seseorang terkena penyakit kemudian sistem&nbsp;<br>imunitas memproduksi antibodi/limfosit khusus.<br>- Imunisasi aktif buatan: merupakan hasil vaksinasi. Vaksin adalah&nbsp;<br>patogen yang dilemahkan atau toksin yang telah diubah, yang dapat&nbsp;<br>merangsang imunitas namun tidak menyebabkan penyakit b) Imunisasi pasif, jika antibodi satu individu dipindahkan ke individu lain.<br>- Imunisasi pasif alami: terjadi melalui pemberian ASI dan saat IgG ibu&nbsp;<br>masuk ke plasenta.<br>- Imunisasi pasif buatan: terjadi melalui injeksi antibodi dalam serum&nbsp;<br>yang dihasilkan oleh orang atau hewan yang kebal karena pernah&nbsp;<br>terpapar antigen tertentu.</li><li>Sel-Sel yang terlibat dalam Respons Imunitas<br>&nbsp;a) Sel B (limfosit B)<br>Berfungsi membentuk antibodi untuk melawan antigen. Sel B berdiferensiasi&nbsp;<br>menjadi sel plasma (produksi antibodi) dan sel memori (berfungsi dalam&nbsp;<br>respon imunitas sekunder).<br>&nbsp;b) Sel T (limfosit T)<br>Yaitu sel darah putih yang mempu mengenali dan membedakan jenis&nbsp;<br>antigen/petogen spesifik. Saat pengenalan antigen, sel T berdiferensiasi&nbsp;<br>menjadi sel T memori dan sel T efektor (sel T sitotoksik, sel T penolong, dan&nbsp;<br>sel T supresor)<br>&nbsp;c) Makrofag<br>Adalah sel fagosit besar dalam jaringan, berasal dari perkembangan sel darah&nbsp;<br>putih, berfungsi menelan antigen/bakteri untuk dihancurkan secara&nbsp;<br>enzimatik.<br>&nbsp;d) Sel pembunuh alami (NK=Natural Killer)<br>Adalah sekumpulan limfosit non-T dan non-B yang bersifat sitotoksik.&nbsp;</li><li>Respons Imunitas Humoral (Diperantarai Antibodi)<br>a) Antigen masuk ke tubuh akan dibawa ke limfosit B.<br>b) Aktivasi limfosit B menyebabkan proliferasi menghasilkan tiruan sel B.<br>c) Tiruan sel B berdiferensiasi menyebabkan sel plasma mensekresi antibodi&nbsp;<br>selanjutnya dibawa ke lokasi infeksi.<br>d) Kompleks antigen-antibodi menginaktifkan antigen.<br>e) Tiruan sel B yang tidak berdiferensiasi menetap di jaringan limfoid dan&nbsp;<br>menjadi sel B memori, yang berfungsi dalam respos imunitas sekunder jika&nbsp;<br>terjadi pajanan antigen yang sama secara berulang.</li><li>Mekanisme Respons Imunitas Seluler (Diperantarai Sel)<br>a) Ekstraseluler&nbsp;<br>- Antigen (misalnya bakteri) ditelan makrofag yang mengandung&nbsp;<br>fragmen protein peptida dari anti gen tersebut<br>- Makrofag membentuk molekul MCH Kelas II<br>- MCH kelas II menangkap peptide antigen dan membawanya ke&nbsp;<br>permukaan, serta memperlihatkannya ke sel T penolong<br>- Sel T penoling akan mengaktivasi makrofag untuk menghancurkan&nbsp;<br>mikroorganisme yang ditelan<br>b) Intraseluler<br>- Antigen (misalnya virus) menginfelsi sel tubuh.&nbsp;<br>- Sel tubuh membentuk MCH kelas 1<br>- MCH kelas 1 menangkap peptide virus dan membawa kepermukaan&nbsp;<br>sel dan memperlihatkannya ke sel T sitotoksik (CTL)<br>- CTL akan teraktivasi oleh kompleks : MCH kelas 1, peptide virus dan sel&nbsp;<br>T penolong. CTL kemudian berdiferensiasi menjadi sel pembunuh aktif&nbsp;<br>yang akan membunuh sel yang terinfeksi<br>- CTL tidak akan berdiferensiasi menjadi sel memori yang berfunsi dalam&nbsp;<br>respons imunitas sekunder.</li></ol></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://3.bp.blogspot.com/-SJLRo2drUQI/Uw1lv4tZm8I/AAAAAAAAATA/1SDWwZteAR0/s1600/untitled.jpg" />
         <pubDate>2022-04-18 11:38:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhdhafanr/4oztjp97s1xyrp11/wish/2146871615</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
