<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Forum Diskusi Padlet Peran Pelaku Ekonomi dan Kegiatan Ekonomi by Tina Pratama</title>
      <link>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb</link>
      <description>Studi kasus Ekonomi materi Peran Pelaku dan Kegiatan Ekonomi. Forum ini bertujuan agar peserta didik dapat berpikir kritis tentang studi kasus yang ditawarkan agar semakin memahami materi Peran Pelaku Ekonomi dan Kegiatan Ekonomi</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-05-22 02:30:22 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-22 03:22:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Studi kasus tentang Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Terapkan &quot;Sustainable Fashion&quot;</title>
         <author>tinapratama11</author>
         <link>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb/wish/3002660159</link>
         <description><![CDATA[<p>Haloo semuanyaa!!! Berjumpa kembali pada pembelajaran Ekonomi kelas X Semester 1. Apa kabar semuanya? Saya harap kalian dalam keadaan sehat dan bahagia. Pada peretemuan kali ini kita akan memulai pembelajaran dengan forum diskusi online. Melanjutkan materi kita sebelumnya yaitu tentang Peran Pelaku Ekonomi dan Kegiatan Ekonomi kelas X Semester 1, kita akan memulai forum ini dengan melakukan studi kasus mengenai Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Terapkan "Sustainable Fashion".</p><p>Silakan Anda mencermati berita di atas, kemudian berikan pendapat kalian mengenai:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apa pokok permasalahan yang dibahas pada berita tersebut?</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Buatlah kesimpulan berita di atas dengan kalimat Anda masing-masing!</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berikan analisis kalian mengenai berita di atas disertai kaitannya dengan relevansi-relevansi teori yang telah dipelajari!</p>]]></description>
         <enclosure url="https://lestari.kompas.com/read/2024/02/29/180000386/pelaku-ekonomi-kreatif-diminta-terapkan-sustainable-fashion-" />
         <pubDate>2024-05-22 02:50:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb/wish/3002660159</guid>
      </item>
      <item>
         <title>231324020_Anastasia Dinda</title>
         <author>dindataurina05</author>
         <link>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb/wish/3002680567</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Yang menjadi pokok permasalahan dalam berita tersebut adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Uno meminta pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, untuk menerapkan nilai-nilai fesyen berkelanjutan atau&nbsp;sustainable fashion.&nbsp; Penerapan tersebut merupakan salah satu upaya menjaga keberlangsungan lingkungan. Apalagi, fesyen telah ditetapkan sebagai subsektor unggulan ekonomi kreatif di Bone Bolango. Selain itu, kata Sandiaga, tren pariwisata ke depan adalah pariwisata berkelanjutan. Salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) juga mengarahkan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.<br><br>2. Sustainable fashion adalah praktik dan pendekatan dalam industri pakaian yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan dan sosial dari produksi, distribusi, dan konsumsi pakaian. Ini melibatkan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan, produksi yang efisien, dan desain produk yang dapat daur ulang atau digunakan kembali.</p><p><br/></p><p>Menerapkan sustainable fashion sangat penting karena dapat membantu mengurangi dampak negatif lingkungan dari industri pakaian. Ini termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti plastik mikro, dan peningkatan efisiensi sumber daya. Selain itu, menerapkan sustainable fashion juga dapat meningkatkan reputasi merek dan memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin peduli terhadap isu-isu lingkungan.</p><p><br/></p><p>Beberapa contoh praktik sustainable fashion termasuk menggunakan bahan-bahan alami seperti kapas organik, linen, atau wol; mengurangi limbah dengan desain produk yang fleksibel dan dapat daur ulang; menggunakan teknologi canggih untuk mengurangi emisi gas rumah kaca selama proses produksi; serta melibatkan konsumen dalam siklus hidup produk melalui program daur ulang atau sewa pakaian.</p><p><br/></p><p>Pelaku ekonomi kreatif dapat menerapkan sustainable fashion dengan melakukan penelitian tentang bahan-bahan alternatif yang ramah lingkungan; mengembangkan desain produk yang fleksibel dan dapat daur ulang; memperkenalkan program daur ulang atau sewa pakaian untuk memperpanjang umur pakai produk; serta mendidik staf mereka tentang pentingnya praktik-praktik ramah lingkungan dalam industri pakaian.</p><p><br/></p><p>3 1. "Sustainable fashion" adalah praktik dan pendekatan dalam industri pakaian yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan dan sosial dari produksi, distribusi, dan konsumsi pakaian. Ini melibatkan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan, produksi yang efisien, dan desain produk yang dapat daur ulang atau digunakan kembali.</p><p>2. Pelaku ekonomi kreatif perlu menerapkan sustainable fashion karena dapat membantu mengurangi dampak negatif lingkungan dari industri pakaian, seperti pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti plastik mikro, dan peningkatan efisiensi sumber daya. Selain itu, menerapkan sustainable fashion juga dapat meningkatkan reputasi merek dan memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin peduli terap isu-isu lingkungan.</p><p>3. Beberapa contoh praktik sustainable fashion termasuk menggunakan bahan-bahan alami seperti kapas organik, linen, atau wol; mengurangi limbah dengan desain produk yang fleksibel dan dapat daur ulang; menggunakan teknologi canggih untuk mengurangi emisi gas rumah kaca selama proses produksi; serta melibatkan konsumen dalam siklus hidup produk melalui program daur ulang atau sewa pakaian.</p><p>4. Pelaku ekonomi kreatif dapat menerapkan sustainable fashion dalam bisnis mereka dengan melakukan penelitian tentang bahan-bahan alternatif yang ramah lingkungan; mengembangkan desain produk yang fleksibel dan dapat daur ulang; memperkenalkan program daur ulang atau sewa pakaian untuk memperpanjang umur pakai produk; serta mendidik staf mereka tentang pentingnya praktik-praktik ramah lingkungan dalam industri pakaian.</p><p>5. Banyak negara memiliki undang-undang atau regulasi terkait dengan sustainable fashion untuk mempromosikan penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan, mengurangi limbah, dan meningkatkan transparansi dalam rantai pasokan pakaian</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://lestari.kompas.com/read/2024/02/29/180000386/pelaku-ekonomi-kreatif-diminta-terapkan-sustainable-fashion-" />
         <pubDate>2024-05-22 03:03:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb/wish/3002680567</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabila (231324028)</title>
         <author>nabilafarakh26_</author>
         <link>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb/wish/3002684905</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pokok Permasalahan berita tersebut membahas dorongan bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menerapkan konsep fesyen berkelanjutan (sustainable fashion). Ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif industri fesyen terhadap lingkungan dan mempromosikan praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.</p><p><br/></p><p>2. Kesimpulannya para pelaku industri fesyen kreatif didorong untuk mengadopsi konsep fesyen berkelanjutan guna mengurangi dampak lingkungan negatif dari produksi pakaian, mendukung kelestarian lingkungan, dan menciptakan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.</p><p><br/></p><p>3. Implementasi fesyen berkelanjutan relevan dengan teori ekonomi hijau yang menekankan pada produksi dan konsumsi yang ramah lingkungan. Dengan menerapkan fesyen berkelanjutan, pelaku industri kreatif dapat mengurangi limbah dan penggunaan sumber daya alam, yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Ini juga sejalan dengan teori tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), di mana perusahaan diharapkan berkontribusi pada kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://lestari.kompas.com/read/2024/02/29/180000386/pelaku-ekonomi-kreatif-diminta-terapkan-sustainable-fashion-?debug=1&amp;lgn_method=google&amp;google_btn=onetap" />
         <pubDate>2024-05-22 03:05:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb/wish/3002684905</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Roderikus Daniel Pasaribu</title>
         <author>rdanielpasaribu</author>
         <link>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb/wish/3002698414</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Yang menjadi pokok permasalahan dalam berita tersebut adalah Menter Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kecaparekraf) Sandiaga Uno meminta pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, untuk menerapkan nilai-nilai fesyen berkelanjutan atau sustainable fashion. Penerapan tersebut merupakan salah satu upaya menjaga keberlangsungan lingkungan. Apalagi, fesyen telah ditetapkan sebagai subsektor unggulan ekonomi kreatif di Bone Bolango. Selain itu, kata Sandiaga, tren pariwisata ke depan adalah pariwisata berkelanjutan. Salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) juga mengarahkan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.</p></li><li><p>Pelaku ekonomi kreatif sepat menerapkan sustainable fashion dergen melakukan penelitian tentang bahan-bahan carnatif yang ramah lingkungan; mengembangkan desain produk yang fleksibel dan dape: daur ulang; memperkenalkan program daur ulang atau sewa pakalan untuk memperpanjang umur pakai produk; serta mendidik staf mereka tentang pentingnya praktik-praktik ramah lingkungan dalam industri pakaian.</p></li><li><p>Sustainable fashion" adalah praktik dan dekatan dalam Industri pakalan yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan dan sosial dari produksi, distribusi, dan konsumsi pakalan. Ini melibatkan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan, produksi yang efisien, dan desain produk yang dapat daur ulang atau digunakan kembali.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://lestari.kompas.com/read/2024/02/29/180000386/pelaku-ekonomi-kreatif-diminta-terapkan-sustainable-fashion-" />
         <pubDate>2024-05-22 03:14:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb/wish/3002698414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ifa (025)</title>
         <author>latifahnurhidayah544</author>
         <link>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb/wish/3002708608</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pokok permasalahan dalam artikel tersebut adalah perlunya pelaku ekonomi kreatif untuk menerapkan konsep sustainable fashion. Hal ini menyoroti tantangan terkait dampak negatif industri fashion terhadap lingkungan dan masyarakat, seperti polusi air, limbah tekstil, dan kondisi kerja yang tidak manusiawi di pabrik garmen. Dengan mendorong penggunaan bahan ramah lingkungan, praktik produksi yang bertanggung jawab, dan promosi kesadaran konsumen tentang keberlanjutan, diharapkan industri fashion bisa menjadi lebih berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.</p></li><li><p>Kesimpulan dari artikel tersebut adalah bahwa pelaku ekonomi kreatif diminta untuk menerapkan konsep sustainable fashion. Ini menunjukkan bahwa terdapat kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam industri fashion untuk mengatasi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Dengan menerapkan praktik-produksi yang bertanggung jawab dan mempromosikan kesadaran konsumen tentang keberlanjutan, diharapkan industri fashion dapat menjadi lebih berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat.</p></li><li><p>Berita tersebut menggarisbawahi pentingnya penerapan konsep sustainable fashion oleh pelaku ekonomi kreatif. Ini mengindikasikan adanya pergeseran paradigma dalam industri fashion menuju praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Terdapat beberapa relevansi dengan teori dan konsep yang dapat diidentifikasi:</p><p>Teori Pembangunan Berkelanjutan: Sustainable fashion mencerminkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan memperhitungkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari seluruh siklus hidup produk fashion. Hal ini sejalan dengan tujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan generasi saat ini terpenuhi tanpa mengorbankan kemampuan generasi masa depan memenuhi kebutuhan mereka.</p><p>Teori Tindakan Kolektif: Penerapan sustainable fashion membutuhkan tindakan kolektif dari seluruh pelaku industri, termasuk perancang, produsen, distributor, dan konsumen. Ini mencerminkan teori bahwa perubahan signifikan memerlukan keterlibatan semua pihak yang terlibat dalam suatu masalah.</p><p>Teori Siklus Hidup Produk: Konsep sustainable fashion menekankan pentingnya memahami siklus hidup produk dari produksi hingga pembuangan akhir. Dengan memperhitungkan aspek-aspek seperti bahan baku, proses produksi, distribusi, penggunaan, dan pembuangan, perancang fashion dapat mengurangi dampak lingkungan dari produk mereka.</p><p>Teori Konsumen Berkelanjutan: Kesadaran konsumen tentang keberlanjutan semakin meningkat, dan mereka semakin memilih untuk mendukung merek-merek yang menerapkan praktik-produksi yang bertanggung jawab. Ini mencerminkan teori bahwa perilaku konsumen dapat berperan dalam mendorong perubahan dalam industri, karena permintaan pasar yang lebih besar terhadap produk yang berkelanjutan dapat mendorong perusahaan untuk mengadopsi praktik-produksi yang lebih ramah lingkungan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-22 03:21:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tinapratama11/4krqe9rl1fxp0wqb/wish/3002708608</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
