<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>My smart padlet by Achyar Ade</title>
      <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-01 21:56:57 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-03 01:20:58 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Refleksi Modul 2.3</title>
         <author>achyarade</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149924060</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Apa yang Anda pahami mengenai keterkaitan prinsip dan paradigma berfikir coaching dengan supervisi akademik?</p><p>2.Menurut Anda, Bagaimana kompetensi coaching dapat membantu proses pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik?</p><ol start="3"><li><p>Apa yang masih Anda butuhkan untuk menguatkan pemahaman terhadap modul coaching untuk supervisi akademik?</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:01:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149924060</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keterkaitan Prinsip dan Paradigma Berpikir Coaching dengan Supervisi Akademik</title>
         <author>iidsupriatna12</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149941304</link>
         <description><![CDATA[<p>Paradigma berpikir coaching dalam supervisi akademik bergeser dari pendekatan evaluatif tradisional menuju pendekatan yang lebih kolaboratif dan berfokus pada pengembangan. Prinsip-prinsip coaching seperti kemitraan, konstruktif, terencana, reflektif, objektif, dan berkesinambungan menjadi landasan dalam memandu proses supervisi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:14:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149941304</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Romy jaya saputra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149942002</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Coaching merupakan proses menuntun untuk seorang coachee mencapai tujuannya dengan proses yang dilakukan secara mandiri, keterhubungan dengan supervisi akademik yaitu proses coaching bisa dilakukan dalam proses supervisi akademik, agar tercipta solusi dari orang yang sedang di supervisi, terkadang supervisi akademik dilakukan oleh supervisor hanya melihat proses perkembangan saja tirak ada komunikasi peningkatan kemampuan atau proses penyelesaian masalah..</p></li><li><p>Bagaimana proses coaching ini dapat membantu jalannya supervisi akademik, disitu yang disupervisi menceritakan berbagai permasalahannya didalam metode pembelajaran yang digunakan, kemudian dengan supervisi yang dapat hadir secara penuh dan melakukan pertanyaan berbobot dan pertanyaan terbuka, yang disupervisi dapat menyelesaikan masalahnya..</p></li><li><p>Yang ingin saya kembangkan adalah bagaimana cara menggali permadalahan dari coachee sehingga mampu mengungkapkan permasalahan yang dialaminya, kemudian coache merasakan bahwa kegiatan coaching ini serasa berbicara dengan teman sejawat</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:14:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149942002</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aulia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149942194</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Yang saya pahami keterkaitan prinsip dan paradigma berfikir coaching dengan supervisi akademik yaitu &nbsp;paradigma berfikir coaching yang menjadi landasan untuk menjalankan proses supervisi akademik yang memberdayakan, yakni dengan mengembangkan kompetensi yang berkelanjutan dan optimalisasi potensi setiap individu.</p></li><li><p>Dengan menggunakan Tiga kompetensi inti coaching,&nbsp;presence,&nbsp;mendengarkan aktif, dan mengajukan pertanyaan berbobot dalam percakapan coaching. Dapat membantu guru menggali potensi yang ia miliki sehingga kompetensi yang ia miliki dapat tergali secara optimal</p></li><li><p>Mempraktekan teknik coachig, agar  kompetensi coaching dapat terealisasi dengan baik</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:14:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149942194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ajat Sudrajat</title>
         <author>ajatsudrajat241</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149942810</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keterkaitan Prinsip dan Paradigma Berpikir Coaching dengan Supervisi Akademik</strong></p><p>Paradigma berpikir coaching menawarkan pendekatan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam supervisi akademik. Dengan menerapkan prinsip-prinsip coaching, supervisor dapat membantu guru untuk tumbuh secara profesional dan mencapai tujuan pembelajaran yang lebih tinggi.</p><p><br/></p><p><strong>Kompetensi Coaching dalam Memberdayakan Guru dalam Supervisi Akademik</strong></p><p>Dengan menguasai kompetensi Coaching, Choaching dapat memberdayakan guru untuk menjadi pembelajar yang aktif, reflektif, dan inovatif, sehingga pada akhirnya meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:15:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149942810</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abdul latif Fuad, SMAN 13 Bandung</title>
         <author>abdulfuad84</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149942981</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Prinsip dan paradigma berfikir coaching dengan supervisi akademik menurut pemahaman saya adalah tujuannya sama yaitu untuk menilai dan mengembangkan proses belajar lebih baik lagi, namun ada perbedaan cara yaitu dengan coaching lebih ke arah mencari hal positif yang dapat terus dikembangkan, kalau supervisi lebih ke arah mencari hal yang perlu diperbaiki.</p><p>2. Menurut saya kompetensi coaching bisa membantu proses pemberdayaan guru karena dengan prinsip coaching kita dapat memaksimalkan kelebihan yang kita punya.</p><p>3. Yang saya butuhkan adalah kesempatan untuk terus berlatih coaching sehingga dapat membuat pertanyaan yang berbobot</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:15:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149942981</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Saeful Bahri</title>
         <author>saefulbahri85</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149943970</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Untuk supervisi akademik coaching dipandang sebagai strategi yang cocok untuk diterapkan di sekolah. Melalui percakapan coaching dalam keseluruhan rangkaian supervisi akademik akan tercapai tujuan supervisi akademik sesungguhnya. Sehingga, keterampilan coaching merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pembelajaran di sekolah sebelum melakukan supervisi akademik.</p></li><li><p><strong>Sebagai pemimpin pembelajaran, kita perlu mampu mengelola dan mengarahkan proses pembelajaran yang efektif dan membantu murid mencapai tujuan pembelajaran mereka</strong>.</p></li><li><p>Bagaimana pelaksanaan coaching dapat berjalan dengan lebih santai (tidak terkesan formal).</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:15:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149943970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ganjar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149944678</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>keterkaitan antara coaching dengan supervisi akademik sangat erat tidak dapat terpisahkan , walaupun banyak strategi dan metode untuk SUPAK tetap pendekatan coaching adalah yang sangat baik untuk pembelajaran karena menggunakan alur tirta dan rasa</p></li><li><p>sangat membantu karena ada alur TIRTA dimana didalam nya kita mempunyai kompetensi Presen, Mendegarkan Efektif dan pertanyaan berbobot selain itu juga menggunakanRASA</p></li><li><p>yaitu semua trik didalam mengsukseskan coaching dan juga perlu jam terbang banyak</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:16:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149944678</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Titik Handayani Bawadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149944749</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Paradigma berfikir Coaching sangat memilki keterkaitan dengan supervisi akademik, karena dengan kemampuan Coaching kegiatan supervisi dapat memberikan refleksi dan umpan balik yang baik kepada guru, oleh karena itu setiap guru harus dapat memahami pardigma berfikir coaching ini karena dapat membangung paradigma berfikir kritis dan reflektif.</p></li><li><p>Kompetensi Coaching dapat membantu proses pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik, akrena guru menjadi tau apa yang harus dievaluasi dan diperbaiki dari kegiatan mengajarnya dikelas.</p></li><li><p>Yang masih saya butuhkan adalah kemampuan komunikasi untuk dapat memberikan pertanyaan berbobot ketika proses coaching. Oleh karena itu saya harus lebih banyak berlatih bagaimana menggali informasi dari coache dan sama-sama melakukan refleksi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:16:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149944749</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149944930</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Keterkaitan prinsip coaching dengan supervisi akademik tentunya ini menjadi prinsip yang harus diterapkan saat melaksanakan supervisi akademik. yang mana saat melaksanakan supervisi kita hendaknya fokus pada coachee dan hal-hal yang ingin dikembangkan coachee. kedua, bersikap terbuka dan ingin tahu hal ini saat proses supervisi kita hendaknya tidak menghakimi dan terbuka atas pemikiran-pemikiran dan coachee kita, selanjutnya memiliki kesadaran yang kuat , hal ini membantu kita menangkap adanya perubahan selama pembicaraan dengan coachee, terakhir, mampu melihat peluang baru di masa depan yakni fokus pada solusi masa depan.</p></li><li><p>Tentunya sangat membantu dalam proses pemberdayaan guru karena didalamnya memuat kehadiran penuh, mendengar aktif, mengajukan pertanyaan berbobot. saat semua komptenesi ini diterapkan dalam coaching maka akan mampu menggali potensi peserta didik.</p></li><li><p>Yang diperlukan tentunya latihan coaching lebih banyak agar terbiasa dan membudaya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:16:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149944930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hendi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149945133</link>
         <description><![CDATA[<p>paradigma coaching dan prinsip-prinsipnya menawarkan pendekatan yang lebih humanis dan efektif dalam supervisi pembelajaran. Dengan menerapkan pendekatan ini, supervisor dapat membantu guru mencapai potensi maksimalnya dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:16:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149945133</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rahmat KWU</title>
         <author>rahmat30</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149945198</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Supervisi akademik merupakan salah satu tugas pokok kepala sekolah dengan menggunakan metode coaching guru adalah mitra dan diperlakukan setara oleh kepala sekolah</p></li><li><p>Dengan adanya prinsip coaching kepala sekolah dapat menggali potensi guru kearah lebih baik.</p></li><li><p>untuk memahami coaching yang lebih baik maka harus banyak melakukan coaching dengan rekan sejawat atau siapapun</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:16:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149945198</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eka Yustiono</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149945265</link>
         <description><![CDATA[<p>Keterkaitan keterampilan Coaching dengan supervisi akademik adalah melakukan supervisi akademik kita bisa memanfaatkan berbagai strategi dan metode untuk diterapkan di sekolah. Melalui percakapan coaching dalam keseluruhan rangkaian supervisi akademik akan tercapai tujuan supervisi akademik sesungguhnya. Sehingga, keterampilan coaching merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pembelajaran dan sekolah sebelum melakukan supervisi akademik.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:16:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149945265</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yeni Nuraeni</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149945872</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keterkaitan antara prinsip dan paradigma berpikir coaching dengan supervisi akademik sangatlah erat.</strong> supervisi akademik umumnya diartikan sebagai proses pembimbingan dan pengembangan profesional guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Coaching, di sisi lain, adalah pendekatan pengembangan diri yang berfokus pada menggali potensi dan solusi dari dalam diri individu yang dibimbing (coachee). Sehingga teknik coaching ini diharapkan dapat mencapai tujuan dari supervisi akademik itu sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:17:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149945872</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>mochamadyusup12</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149946531</link>
         <description><![CDATA[<p>M yusup</p><ol><li><p>Prinsip dan paradigma berpikir pembinaan terkait erat dengan supervisi akademik karena keduanya berfokus pada peningkatan kualitas guru dan pembelajaran. Prinsip pembinaan menekankan pentingnya sikap kolaboratif, reflektif, dan partisipatif dalam proses pengembangan profesional. Selain itu, supervisi akademik bertujuan untuk memastikan mutu pendidikan melalui pendampingan guru dalam praktik mengajar. Dengan pembinaan supervisi akademik akan menjadi lebih efektif karena guru diajak untuk secara sadar mengembangkan kemampuan mereka melalui proses dialog dan refleksi mendalam </p></li><li><p>Kompetensi pembinaan seperti kemampuan mendengarkan secara aktif, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan mengajukan pertanyaan yang memicu refleksi sangat membantu dalam pemberdayaan guru</p></li><li><p>Saya masih memerlukan pemahaman lebih mendalam tentang teknik coaching yang efektif dalam konteks pendidikan terutama cara menerapkannya dalam situasi nyata di kelas </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:17:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149946531</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149946594</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Keterkaitan antara prinsip dan paradigma berpikir coaching dengan supervisi akademik sangat erat, terutama dalam konteks pengembangan profesional dan peningkatan kualitas pendidikan.: <strong>Tujuan yang Jelas</strong>: Dalam coaching, penetapan tujuan yang jelas menjadi bagian integral dari proses. Begitu juga dalam supervisi akademik, menetapkan tujuan pembelajaran dan pengajaran yang spesifik dapat membantu dalam merancang strategi yang efektif</p><p>2. Kompetensi coaching memiliki peran penting dalam pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik.: <strong>Meningkatkan Keterampilan Refleksi</strong>: Dengan menggunakan teknik coaching, guru dapat didorong untuk merenungkan praktik pengajaran mereka. Proses ini membantu guru menyadari kekuatan dan area yang perlu diperbaiki, sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk pengembangan diri</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:17:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149946594</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nanang Ganjar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149946608</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Prinsip dan paradigma berpikir coaching berkaitan erat dengan supervisi akademik karena keduanya berfokus pada pengembangan profesional melalui refleksi, kolaborasi, dan pemberdayaan. Coaching membantu individu menemukan solusi dari dalam diri </p></li><li><p>Kompetensi coaching dapat membantu pemberdayaan guru dalam supervisi akademik dengan membangun kemampuan refleksi diri, mendorong pengembangan potensi, serta memberikan dukungan dalam proses pengambilan keputusan secara mandiri.</p></li><li><p>Untuk menguatkan pemahaman saya terhadap modul coaching dalam supervisi akademik, saya membutuhkan lebih banyak contoh kalimat dalam menggali jawaban coachee.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:17:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149946608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Novika Sari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149946683</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Paradigma berpikir coaching dan prinsip-prinsip coaching menawarkan pendekatan yang lebih efektif dan berpusat pada manusia dalam supervisi akademik. Dengan menerapkan pendekatan ini, supervisor dapat membantu guru untuk tumbuh secara profesional dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi peningkatan kualitas pembelajaran.</p></li><li><p>Dengan menerapkan kompetensi coaching, supervisor dapat berperan sebagai mitra yang berharga bagi guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang efektif. Pendekatan coaching yang berpusat pada guru ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran tetapi juga meningkatkan kepuasan kerja dan motivasi guru.</p></li><li><p>Lebih sering berlatih menggunakan pertanyaan berbobot dan mendengarkan denga RASA</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:17:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149946683</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Palahudin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149946878</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Coaching merupakan suatu cara interaksi dalam memberikan stimulus kepada coachee agar mampu menuangkan Solusi alternatif dari permasalahan yang dialaminya. Coach memberikan pertanyaan berbobot agar coachee mampu mengelaurkan ide ide yang diangap coachee bisa melakukannya.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Coaching dapat membantu menyelesaikan permasalahan pembelajaran. Sehingga meminimalisir permasalahan pembelajaran</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yang masih saya butuhkan ialah terus belajar agar senantiasa terbiasa membuka wawasan untuk pengimplementasian coaching</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:17:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149946878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>valentino</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149947709</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>keterkaitan prinsip dan paradigma coaching dg supervisi akademik adalah membantu menemukan permasalahan akademik (bisa non akademik) dengan menggali dari informasi dan menuntun agar menemukan solusi sendiri. </p></li><li><p>dengan prinsip2 coaching bisa membantuguru dalam menemukan solusi yang ada. </p></li><li><p>lebih banyak praktek</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:18:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149947709</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iid Supriatna</title>
         <author>iidsupriatna12</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948307</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>2. Kompetensi Coaching dalam Pemberdayaan Guru</strong></p><p>Kompetensi coaching yang dimiliki oleh supervisor dapat sangat membantu dalam memberdayakan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik.</p><p>Paradigma berpikir coaching menawarkan pendekatan yang lebih efektif dalam supervisi akademik. Dengan mengembangkan kompetensi coaching, supervisor dapat memberdayakan guru untuk mencapai potensi penuh mereka. Untuk terus meningkatkan pemahaman dan keterampilan coaching, perlu dilakukan upaya yang berkelanjutan melalui pembelajaran dan praktik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:18:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948307</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Panggih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948331</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Paradigma berpikir coaching memiliki keterkaitan dengan supervisi akademik yaitu untuk mengembangkan potensi individu dengan pemberdayaan diri.</p></li><li><p>Mengidentifikasi kekuatan dan memotivasi guru menjadi lebih berdaya  dalam pembelajarannya. Menemukan solusi dalam setiap persoalan di kelas maupun pengembangan program sekolah.</p></li><li><p>Menentukan skala prioritas coaching dalam berbagai kondisi persoalan yang dihadapi siswa maupun rekan guru lainnya. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:18:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948331</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gina Putri </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948363</link>
         <description><![CDATA[<p>Coaching merupakan kemitraan yang dibangun dengan tujuan untuk mengantarkan seorang guru dan pembelajaran yang dilakukan sebelum di coaching menuju pembaruan, setelah mengalami proses coaching dengan cara mendengarkan secara aktif, keterkaitan keterampilan coaching dengan supervisi erat kaitannya, dimana rangkaian supervisi akademik digunakan oleh kepala sekolah untuk mendorong ruang perbaikan dan pengembangan diri guru di sekolahnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:18:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948363</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Modul 2.3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948373</link>
         <description><![CDATA[<p>Lily Maharani</p><ol><li><p><strong><em>Coaching</em></strong> merupakan strategi yang sesuai untuk diterapkan dalam <strong><em>supervisi akademik</em></strong>, melalui <strong><em>coaching</em></strong> kita merubah <strong><em>paradigma</em></strong> supervisi yang tadinya mengevaluasi saja, melalui coaching menjadi pendekatan untuk mencari solusi dalam pengembangan akademik</p></li><li><p>Kompetensi coaching dapat membantu proses pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik yaitu dengan cara hadir secara utuh, mendengarkan aktif, dan mengajikan pertanyaan berbobot untuk menggali potensi coachee</p></li><li><p>Yang masih saya butuhkan untuk menguatkan pemahaman terhadap modul coaching untuk supervisi akademik adalah melalui latihan dan refleksi secara rutin dan melakukan perbaikan secara berkesinambungan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:18:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948373</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widasari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948477</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>1. Keterkaitan Prinsip dan Paradigma Berpikir Coaching dengan Supervisi Akademik</strong>:<br>Prinsip dan paradigma berpikir coaching berfokus pada pengembangan potensi individu melalui pendekatan kolaboratif dan reflektif. Dalam konteks supervisi akademik, prinsip ini mengutamakan pendampingan, dukungan, dan pemberdayaan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan menerapkan paradigma coaching, supervisor tidak hanya bertindak sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra yang membantu guru dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, serta merumuskan strategi perbaikan yang sesuai. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih terbuka dan konstruktif, di mana guru merasa didukung dalam proses pengembangan profesional mereka.</p><ol start="2"><li><p><strong>Kompetensi Coaching dalam Pemberdayaan Guru</strong>:<br>Kompetensi coaching, seperti keterampilan mendengarkan aktif, bertanya yang memotivasi, dan memberikan umpan balik yang konstruktif, dapat membantu proses pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik. Dengan kemampuan ini, coach (supervisor) dapat menggali potensi dan masalah yang dihadapi oleh guru, sehingga mereka dapat merumuskan solusi yang relevan. Selain itu, kompetensi ini juga mendorong guru untuk melakukan refleksi terhadap praktik mengajar mereka, sehingga mereka merasa lebih bertanggung jawab atas pengembangan diri dan kemajuan siswa. Dengan demikian, guru tidak hanya menerima instruksi, tetapi juga dilibatkan dalam proses peningkatan kualitas pengajaran mereka.</p></li></ol><ol start="3"><li><p><strong>Kebutuhan untuk Memperkuat Pemahaman Terhadap Modul Coaching</strong>:<br>Untuk menguatkan pemahaman terhadap modul coaching untuk supervisi akademik, saya harus terus berlatih hal-hal terkait pelaksanaan coaching sehingga bisa terlaksana dengan baik.</p></li></ol><p><br/></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:18:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948477</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mia SMPN 44 Bandung</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948967</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Coaching yang digunakan untuk supervisi akademik akan mampu membantu guru dan juga kepala sekolah untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran. Dengan berprinsip pada kemitraan, proses kreatif dan juga memaksimalkan potensi sehingga supervisi yang dilakukan dapat mencapai keselarasan dan sukses. </p></li><li><p> Sering kali ada ketakutan dalam kegiatan supervisi karena seolah olah guru dinilai oleh kepala sekolah, sedangkan dalam coaching guru dipandu untuk menemukan permasalahan serta solusinya sendiri secara mandiri tanpa intimidasi dari orang lain. </p></li><li><p>Dengan berlatih dan juga selalu menjadi pembelajaran abadi dengan selalu mau menggali cara dan berlatih.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:19:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149948967</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Modul 2.3_Leonsiana N</title>
         <author>leonsiananaro86</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949011</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Keterkaitan antara prinsip dan paradigma berpikir coaching dengan supervisi akademik sangat berkaitan erat satu dengan yang lainnya karena memiliki tujuan yang sama yakni mengantarkan coachee menemukan solusi serta mengembangkan potensi yang telah dimiliki oleh coachee</p></li><li><p>Kompetensi coaching sangat membantu dan diperlukan dalam jalannya supervisi akademik sehingga menjadikan supervisi tidak selalu menegangkan melainkan lebih terbuka menggunakan alur tirta dan prinsip rasa sehingga supervisi dapat mengembangkan potensi dari guru tersebut</p></li><li><p>Yang saya butuhkan adalah mengembangkan dan menggali potensi dari coachee dalam memberikan pertanyaan berbobot</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:19:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949011</guid>
      </item>
      <item>
         <title>IIS SABIAH</title>
         <author>iissabiah45</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949326</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Coaching merupakan suatu proses memfasilitasi dan mengantarkan coachee untuk memaksimalkan potensi dirinya, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dari sekarang. Coaching lebih mengutamakan untuk menuntun coachee menemukan ide dan gagasan untuk mengatasi masalah dan situasinya sendiri, tidak langsung memberikan solusi ataupun pendapat. Dalam coaching harus memegang prinsip kemitraan, Sehingga seorang guru diharapkan memiliki keterampilan coaching yang bisa diimplementasikan kepada siswa dan rekan sejawat selama di sekolah..</strong></p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p><strong>Supervisi akademik merupakan serangkaian aktivitas bertujuan memberikan dampak secara langsung pada guru dan kegiatan pembelajaran di kelas. Seorang pemimpin pembelajaran dan sekolah perlu memiliki paradigma berpikir yang memberdayakan bagi setiap warga sekolah dan melihat kekuatan-kekuatan yang ada dalam komunitasnya. Melalui supervisi akademik potensi setiap guru dapat dioptimalisasi sesuai dengan kebutuhan yang nantinya dapat membantu para guru dalam proses peningkatan kompetensi dengan menerapkan kegiatan pembelajaran yang baru dan menarik</strong></p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p><strong>Keterkaitan keterampilan Coaching dengan supervisi akademik adalah sangat erat dan tidak terpisahkan. Dalam melakukan supervisi akademik kita bisa memanfaatkan berbagai strategi dan metode, namun untuk supervisi akademik coaching dipandang sebagai strategi yang cocok untuk diterapkan di sekolah. Melalui percakapan coaching dalam keseluruhan rangkaian supervisi akademik akan tercapai tujuan supervisi akademik sesungguhnya. Sehingga, keterampilan coaching merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pembelajaran dan sekolah sebelum melakukan supervisi akademik. Hal ini karena Ssupervisor dengan paradigma berpikir coaching senantiasa menjadi mitra pengembangan diri para guru dan rekan sejawatnya demi mencapai tujuan pembelajaran yang berpihak pada murid dan membawa murid mencapai keselamatan dan kebahagiaan.</strong></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:19:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949326</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yenny </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949457</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Prinsip dan paradigma berpikir coaching memiliki keterkaitan yang erat dengan supervisi akademik karena keduanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja seseorang (guru, siswa, atau staf akademik) melalui proses pembinaan dan pengembangan.</p></li><li><p>Kompetensi coaching dapat memainkan peran penting dalam membantu proses pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik. Melalui penerapan keterampilan coaching, supervisor tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberdayakan guru untuk mengembangkan potensi mereka secara mandiri dan lebih proaktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.</p></li><li><p>Yang masih saya butuhkan untuk menguatkan pemahanam modul coaching adalah selalu terus berlatih dalam membuat pertanyaan berbobot  dalam kegiatan coaching</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:19:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ASEP KHOERUDIN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949649</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip dan paradigma berpikir dalam coaching sangat erat kaitannya dengan supervisi akademik, terutama dalam hal pendekatan pembinaan yang berfokus pada pengembangan individu. Berikut adalah keterkaitan utama antara keduanya:</p><p>1. Pendekatan Kolaboratif dan Non-Direktif</p><p>Dalam coaching, fokusnya adalah mendorong individu untuk menemukan solusi sendiri melalui refleksi dan pertanyaan yang membimbing, bukan memberikan instruksi langsung. Supervisi akademik yang berbasis coaching juga menekankan kolaborasi, di mana supervisor berperan sebagai fasilitator yang membantu guru mengidentifikasi kekuatan dan area untuk perbaikan tanpa menghakimi.</p><p>2. Pengembangan Kompetensi</p><p>Coaching berfokus pada pengembangan kompetensi, baik soft skills maupun hard skills. Supervisi akademik bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran melalui pengembangan kompetensi guru, sehingga coaching mendukung tujuan supervisi ini dengan mendorong pengembangan keterampilan secara berkelanjutan.</p><p>3. Pemberdayaan dan Kepemimpinan Diri</p><p>Prinsip coaching menekankan pemberdayaan individu untuk menjadi pemimpin dalam pembelajaran mereka sendiri. Dalam supervisi akademik, hal ini diterapkan dengan mendorong guru untuk lebih bertanggung jawab atas perkembangan profesional mereka dan menemukan solusi inovatif untuk meningkatkan praktik mengajar.</p><p>4. Refleksi dan Pembelajaran Berkelanjutan</p><p>Coaching mendorong refleksi diri yang mendalam, di mana individu secara teratur mengevaluasi praktik mereka dan belajar dari pengalaman. Supervisi akademik yang efektif menggunakan refleksi sebagai alat utama untuk membantu guru memahami praktik mereka dan bagaimana cara meningkatkannya.</p><p>5. Tujuan Jangka Panjang dan Pertumbuhan Berkelanjutan</p><p>Coaching berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang dan berkelanjutan, selaras dengan supervisi akademik yang tidak hanya berfokus pada penilaian sesaat tetapi pada peningkatan terus-menerus dalam praktik pengajaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:19:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949649</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Entin Agus Suhartini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949726</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Paradigma berpikir coaching dan supervisi akademik memiliki hubungan yang sangat erat. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengembangkan potensi individu. Baik coaching maupun supervisi akademik sama-sama berfokus pada potensi yang dimiliki oleh guru. antara coaching dan supervisi akademik sama-sama melibatkan proses kolaborasi antara dua pihak  untuk mencapai tujuan bersama. kemudian Coaching dan supervisi akademik mendorong guru untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.</p></li><li><p>pada kegiatan supervisi akademik Supervisor dan guru bekerja sama sebagai mitra, saling menghormati dan menghargai ide satu sama lain. dengan menggunakan alur TIRTA  dan prribsip-prinsip coaching seperti kemitraan, dll</p></li><li><p>yang saya butuhkan yaitu lebih giat lagi belajar coaching menggunakan pertanyaan yang berbobot dan menggunakan alur TIRTA</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:19:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949726</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Riany Febrianita, SMAN 23 Bandung</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949780</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Apa yang Anda pahami mengenai keterkaitan prinsip dan paradigma berfikir coaching dengan supervisi akademik?</p><p>Keterkaitan antara prinsip dan paradigma berpikir coaching dengan supervisi akademik terletak pada fokus keduanya terhadap pengembangan individu dan peningkatan kinerja. Coaching berprinsip pada kolaborasi, pemberdayaan, refleksi, dan umpan balik yang konstruktif, yang juga relevan dalam supervisi akademik. Dalam supervisi akademik, paradigma coaching dapat menggeser pendekatan yang hierarkis menjadi lebih partisipatif, di mana guru dilibatkan dalam proses refleksi dan pengambilan keputusan untuk perbaikan pembelajaran. Dengan demikian, supervisi akademik yang mengadopsi prinsip coaching menjadi lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan profesional guru dan meningkatkan kualitas pendidikan.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Menurut Anda, Bagaimana kompetensi coaching dapat membantu proses pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik?Kompetensi coaching dapat membantu pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik dengan cara memfasilitasi proses refleksi diri, pengembangan solusi mandiri, dan peningkatan keterampilan pengajaran secara berkelanjutan. Melalui coaching, guru tidak hanya menerima umpan balik, tetapi juga didorong untuk aktif mengeksplorasi kekuatan dan area perbaikan mereka. Pendekatan coaching yang berfokus pada kolaborasi, empati, dan pertanyaan reflektif membantu guru merasa lebih dihargai dan terlibat dalam proses supervisi. Hal ini meningkatkan motivasi guru untuk berkembang, menguatkan kemandirian dalam mengatasi tantangan, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara holistik.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Apa yang masih Anda butuhkan untuk menguatkan pemahaman terhadap modul coaching untuk supervisi akademik?</p><p>Untuk menguatkan pemahaman terhadap modul coaching dalam supervisi akademik, saya masih membutuhkan lebih banyak latihan praktis dalam menerapkan teknik coaching, seperti membuat pertanyaan reflektif yang efektif dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Selain itu, saya juga memerlukan kesempatan untuk mengikuti diskusi atau lokakarya yang membahas kasus nyata supervisi akademik menggunakan pendekatan coaching, serta mendapatkan bimbingan langsung dari mentor yang berpengalaman dalam bidang ini.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:19:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cecep Suryana_SDN 079 Kopo Pajagalan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949856</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Apa yang anda pahami mengenai keterkaitan prinsip dan pradigma berfikir coaching dengan supervisi akademik?</strong></p><p>Paradigma berpikir coaching menawarkan pendekatan yang lebih humanis dan efektif dalam supervisi akademik. Dengan menerapkan prinsip-prinsip coaching, supervisor dapat membantu guru untuk tumbuh dan berkembang menjadi profesional yang lebih kompeten dan berdaya. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pembelajaran siswa dan keberhasilan sekolah secara keseluruhan.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2. Menurut anda, Bagaimana kompetensi coaching dapat membantu proses </strong>pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik?</p><p>Kompetensi coaching memiliki peran yang sangat krusial dalam memberdayakan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik. Melalui pendekatan coaching, supervisi tidak lagi sekadar evaluasi satu arah, melainkan menjadi proses kolaboratif yang mendorong pertumbuhan profesional guru. Paradigma berpikir coaching menawarkan pendekatan yang lebih humanis dan efektif dalam supervisi akademik. Dengan menerapkan prinsip-prinsip coaching, supervisor dapat membantu guru untuk tumbuh dan berkembang menjadi profesional yang lebih kompeten dan berdaya. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pembelajaran siswa dan keberhasilan sekolah secara keseluruhan.</p><p><strong>3. Apa yang masih anda butuhkan menguatkan pemahaman terhadap modul coaching untuk supervise akademik?</strong></p><p>Untuk memperkuat pemahaman saya terhadap modul coaching untuk supervisi akademik, saya membutuhkan lebih banyak contoh kasus nyata. Bagaimana penerapan coaching dalam berbagai konteks sekolah yang berbeda? Apa saja tantangan yang sering ditemui dan bagaimana cara mengatasinya? Studi kasus yang detail akan sangat membantu saya memahami aplikasi praktis dari konsep-konsep coaching dalam supervisi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:20:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149949856</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fushilattu Liannur Hadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149950607</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Supervisi akademik dengan paradigma berpikir coaching dilakukan melalui proses kolaboratif antara supervisor dan guru. Bertujuan untuk mengembangkan kompetensi individu. Dilakukan dengan perencanaan program yang matang dan refleksi. Dilakukan dengan mengambil data dan informasi berdasarkan sasaran yang sudah disepakati dan dilakukan secara berkelanjutan. Mencakup tujuan dari proses supervisi akademik. </p></li><li><p>Mampu menemukan potensi positif dalam diri maupun potensi lain disekeliling sebagai solusi atas masalah yang dihadapi.</p></li><li><p>Lebih banyak berlatih dan memahami lagi kompetensi ini Kehadiran penuh (presence), Mendengarkan aktif (menyimak), dan Mengajukan pertanyaan berbobot</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:20:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149950607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BOYKE ADAM</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149950719</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Keterkaitan Coaching dengan supervisi akademik yaitu sebagai evalusi, tetapi pada paradigma coaching supervisi akademik dilakukan dengan prinsip kolaboratif, sehingga tidak ada jugment dalam penilainnya, lebih kepada penyelesaian permasalahan dengan kesadaran diri yang di bantu pertanyaan berbobot dengan alur yang jelas.</p></li><li><p>Ketika Coaching diterapkan dalam supervisi akademik, kompetensi ini dapat menciptakan lingkungan yang mendukung, di mana guru merasa dihargai, didorong, dan memiliki kendali atas pembelajaran mereka sendiri.</p></li><li><p>Pemahaman lebih mendalam terkait teknik coaching, pendekatan coaching dan banyak berlatih</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:20:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149950719</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149950744</link>
         <description><![CDATA[<p>Dwi Retnasari. SDN 179 Sarijadi</p><ol><li><p>Coaching lebih mengutamakan untuk menuntun coachee menemukan ide dan gagasan untuk mengatasi masalah dan situasinya sendiri, tidak langsung memberikan solusi ataupun pendapat.</p></li><li><p>Dengan cara menerapkan alur TIRTA </p></li><li><p>Membuat pertanyaan berbobot agar proses coaching bisa mengalir dengan baik dan tetap fokus dengan tujuan yang diinginkan coachee</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:20:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149950744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Modul 2.3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149950936</link>
         <description><![CDATA[<p>Enung Nuraeniah</p><p>Dalam melakukan supervisi akademik kita bisa memanfaatkan berbagai strategi dan metode, namun untuk supervisi akademik coaching dipandang sebagai strategi yang cocok untuk diterapkan di sekolah. Melalui percakapan coaching dalam keseluruhan rangkaian supervisi akademik akan tercapai tujuan supervisi akademik sesungguhnya. Sehingga, keterampilan coaching merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pembelajaran dan sekolah sebelum melakukan supervisi akademik. Hal ini karena Supervisor dengan paradigma berpikir coaching senantiasa menjadi mitra pengembangan diri para guru dan rekan sejawatnya demi mencapai tujuan pembelajaran yang berpihak pada murid dan membawa murid mencapai keselamatan dan kebahagiaan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:20:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149950936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wawan Ruswandi, S.Pd.SD. CGP.11, SDN 152 CIGAGAK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149950946</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Keterkaitan keterampilan Coaching dengan supervisi akademik adalah sangat erat dan tidak terpisahkan. Dalam melakukan supervisi akademik kita bisa memanfaatkan berbagai strategi dan metode, namun untuk supervisi akademik coaching dipandang sebagai strategi yang cocok untuk diterapkan di sekolah. Melalui percakapan coaching dalam keseluruhan rangkaian supervisi akademik akan tercapai tujuan supervisi akademik sesungguhnya. Sehingga, keterampilan coaching merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pembelajaran dan sekolah sebelum melakukan supervisi akademik. Hal ini karena Ssupervisor dengan paradigma berpikir coaching senantiasa menjadi mitra pengembangan diri para guru dan rekan sejawatnya demi mencapai tujuan pembelajaran yang berpihak pada murid dan membawa murid mencapai keselamatan dan kebahagiaan.</p></li><li><p>Kompetensi coaching dapat membantu proses pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik dengan cara:&nbsp;</p><ul><li><p>Membantu guru menemukan potensi positif dalam diri dan di sekitarnya&nbsp;</p></li><li><p>Mendorong guru untuk berpikir mendalam dan memotivasi diri&nbsp;</p></li><li><p>Membantu guru untuk fokus pada solusi, bukan masalah&nbsp;</p></li><li><p>Membantu guru untuk melihat peluang baru dan masa depan&nbsp;</p></li><li><p>Membantu guru untuk mengembangkan kompetensi diri</p></li></ul></li><li><p>untuk menguatkan modul coaching untuk supervisi akademik, saya membutuhkan informasi lebih lanjut agar dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan relevan</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:20:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149950946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>fajarianti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149951287</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Yang saya pahami Keterkaitan prinsip dan paradigma berfikir coaching dengan supervisi sama-sama menerapkan strategi untuk mendapatkan suatu solusi</p></li><li><p>Sangat membantu dengan begitu coach akan mendapatkan bayangan dan solusi untuk memecahkan masalah dengan sendirinya sesuai dengan pemahaman coacheenya.</p></li><li><p>terus berlatih untuk belajar memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berbobot</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:20:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149951287</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hera Yulia - SMPN 23 Bandung</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149951338</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1. Supervisi menjadi bukan hanya sebagai penilaian kinerja, namun dengan disertai coaching dapat menuntun guru menjadi lebih reflektif dan menggali potensi yang dimiliki untuk memaksimalkan proses belajar mengajar menjadi lebih optimal</p><p>2. Proses reflektif tanpa adanya judgement pada coaching dapat membantu guru dalam mengevaluasi kekurangan dan merencanakan perbaikan yang berkelanjutan sesuai dengan potensi yang ada</p><p>3. Terus membiasakan alur TIRTA dan melatih dalam menggali potensi melalu pertanyaan berbobot</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:20:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149951338</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hendra Sopian</title>
         <author>henlayupian</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149951399</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Prinsip paradigma berpikir coaching apabila dikaitkan dengan supervisi akademik artinya ada suatu pilihan pendekatan baru dalam mengembangkan kompetensi orang lain melalui supervisi akademik dengan paradigma coaching. Hal ini sesuai dengan filosofi KHD bahwa guru itu sebagai among untuk menuntun seseorang menuju kesuksesannya.</p></li><li><p>Tentu saja sangat membantu karena coaching menggali ide coachee sehingga kompetensinya akan meningkat.</p></li><li><p>Hanya butuh terus berlatih agar lebih menguasai praktik coaching sehingga terus mengalami perkembangan dalam prosesnya. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:21:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149951399</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lusia Desti R (SDN 019 Pabaki)</title>
         <author>lusiariyanatalia22</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149951451</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dalam melakukan supervisi akademik melalui coaching berpedoman pada prinsip sebagai berikut: kemitraan, konstruktif, terencana, reflektif, objektif, berkesinambungan, komprehensif dengan alur TIRTA.</p></li><li><p>Kompetensi Coaching (presence, mendengarkan aktif, mengajukan pertanyaan berbobot) dapat membantu menggali dan mendapatkan informasi secara mendalam dan reflektif untuk membantu proses pemberdayaan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik. </p></li><li><p>Hal yang masih saya butuhkan untuk menguatkan pemahaman terhadap modul coaching untuk supervisi akademik yaitu pendampingan untuk saya dalam coaching dari guru senior dan latihan berulang dalam melaksanakan coaching dan supervisi akademik. </p></li></ol><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:21:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149951451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yeni Nuraeni</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149951801</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Kompetensi coach dalam pemberdayaan guru sangat penting untuk membantu guru menggali potensi atau kekuatan yang dimilikinya diantaranya dengan cara membangun hubungan yang kuat, mengajukan pertanyaan berbobot, mendengarkan aktif </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:21:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149951801</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149953136</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2829586045/9dc134b147bc935887e15d39c4f68c84/HERI_ISKANDAR.docx" />
         <pubDate>2024-10-02 09:22:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149953136</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Acep Setiyawan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149953938</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Keterkaitannya adalah supervisi akademik memerlukan langkah yang tepat sehingga paradigma berpikir coaching dan prinsip coaching menjadi metode yang tepat agar supervisi akademik dapat menemukan persoalan-persoalan yang harus ditemukan secara tepat dan mendapatkan hasil analisa yang objektif, sehingga solusinyaoun tepat sasaran dalam rangka meningkatkan kompetensi pendidik ataupun capaian pembelajaran pada siswa.</p></li><li><p>Menurut saya dengan teknik RASA dan Alur TIRTA mampu memandu guru menemukan potensi yang dimilikinya dalam rangka memecahkan persoalan yang ditemukan.</p></li><li><p>Ingit menguatkan efektifitas pertanyaan yang betul betul dapat memandu munculnya potensi dan solusi yang tepat sehingga proses coaching atau supervisi berjalan secara efisien.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:22:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149953938</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sanie Lazuwardiyati</title>
         <author>sanielazuwardiyati63</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149954057</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p>Paradigma berpikir coaching dalam supervisi akademik lebih menekankan pada potensi dan kekuatan guru untuk tumbuh dan berkembang. Tujuan utamanya adalah membantu guru mencapai tujuan pembelajaran mereka secara optimal. Prinsip-prinsip coaching sejalan dengan paradigma berpikir coaching yang berfokus pada pengembangan individu. Ketika supervisor menerapkan prinsip-prinsip ini, mereka menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi guru untuk belajar dan tumbuh.</p></li><li><p>Kompetensi coaching merupakan aset yang sangat berharga bagi seorang supervisor. Dengan menerapkan prinsip-prinsip coaching, supervisor dapat membantu guru mencapai potensi maksimalnya dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.</p></li><li><p>Kesempatan terus berlatih dan benar-benar menerapkan diri secara utuh hadir dalam kegiatan tersebut</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:22:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149954057</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dhias Budi Prabawati </title>
         <author>dhiasprabawati01</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149954110</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Coaching merupakan proses menuntuk seorang coachee untuk mencapai tujuannya secara mandiri. Coaching erat kaitannya dengan supervisi akademik karena coaching adalah mengarahkan coachee untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.</p></li><li><p>Adanya alur TIRTA dapat membantu proses pengembangan kompetensi guru khususnya dalam supervisi akademik. </p></li><li><p>Kesempatan untuk terus berlatih coaching sehingga lebih terampil lagi. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:22:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149954110</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lia Nurdianti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149954179</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Sayang saya pahami mengenai keterkaitan prinsip dan paradigma berpikir coaching dengan supervisi akademik diantaranya adalah tujuannya yang dimana untuk perbaikan, pengembangan, dan peningkatan kompetensi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih maksimal dan optimal dengan proses menuntun dan membimbing dengan menggunakan kompetensi inti coaching demi mendapatkan hasil yang positif dari proses kolaboratif, terencana, reflektif, dan berkesinambungan.</p></li><li><p>Kompetensi coaching dapat membantu proses pemberdayaan guru dalam pelaksanakan supervisi akademik  akan menjadi salah satu cara dalam mengembangkan guru dengan memperhatikan kompetensi coaching diantaranya Presence, mendengarkan aktif, mengajukkan pertanyaan berbobot, dan mendengarkan dengan RASA. </p></li><li><p>Adapun yang masih saya butuhkan untuk menguatkan pemamahan terhadap modul coaching untuk supervisi akademik yaitu dengan berlatih lebih rutin karena dalam proses coaching agar lebih bermakna saya perlu benar-benar menguasainya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:22:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149954179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nuryani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149954964</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Keterkaitan antar prinsip paradigma berfikir coaching dengan supervisi akademik sangat berkaitan erat yang satu dengan yang lainnya.</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Kompetensi coaching dapat membantu proses pemberdayaan guru karena tanpa disadari kita dapat memaksimalkan kelebihan yang dimiliki.</p></li><li><p>Saya harus selalu berlatih dan terus melakukan coaching.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:23:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149954964</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggi Rizkiyani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149956019</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Prinsip dan paradigma berfikir coaching memiliki keterkaitan yang erat dengan supervisi akademik dalam hal pendekatan pengembangan individu dan kelompok. Coaching berfokus pada pemberdayaan dan pengembangan potensi melalui dialog yang reflektif, sementara supervisi akademik bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran. Keduanya mendorong kolaborasi, umpan balik konstruktif, dan penciptaan lingkungan yang mendukung, sehingga menciptakan sinergi dalam meningkatkan kompetensi akademik dan profesional. Dengan mengadopsi prinsip coaching, supervisi akademik dapat menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengajar dan pembelajar.</p></li><li><p>Kompetensi coaching dapat membantu pemberdayaan guru dalam supervisi akademik dengan meningkatkan kemampuan komunikasi, mendengarkan aktif, dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Dengan pendekatan coaching, supervisor dapat menciptakan suasana yang mendukung, di mana guru merasa dihargai dan termotivasi untuk mengembangkan diri. Melalui teknik pertanyaan yang reflektif, guru diajak untuk mengeksplorasi praktik mereka sendiri dan menemukan solusi, yang pada gilirannya meningkatkan rasa percaya diri dan otonomi mereka. Hal ini menciptakan budaya pembelajaran berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan profesional dan peningkatan kualitas pendidikan.</p></li><li><p>Untuk menguatkan pemahaman terhadap modul coaching untuk supervisi akademik, saya masih membutuhkan contoh praktik nyata yang menggambarkan penerapan prinsip coaching dalam konteks supervisi, serta studi kasus yang menunjukkan dampaknya terhadap pengembangan guru.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:24:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149956019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dian Pramesti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149956383</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Paradigma berpikir coaching dapat dikaitkan dengan supervisi akademik karena dapat membantu guru untuk berpikir lebih dalam menggali potensi dan memotivasi diri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.</p></li><li><p>Dengan kompetensi coaching dapat menggali potensi guru sehingga kualitas pembelajaran meningkat.</p></li><li><p>Kesempatan terus berlatih dan mempraktikkan coaching </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:24:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149956383</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ramdan Ibadurohman</title>
         <author>ramdanibadurohman53</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149956492</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Keterkaitan Prinsip dan Paradigma Berpikir Coaching dengan Supervisi Akademik. Prinsip-prinsip coaching seperti kemitraan, refleksi, dan pertumbuhan sejalan dengan tujuan supervisi akademik yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan profesional guru.</p></li><li><p>Coaching Dapat Membantu Proses Pemberdayaan Guru dalam Pelaksanaan Supervisi Akademik <strong>Membangun Hubungan Positif:</strong> Seorang coach yang kompeten mampu membangun hubungan yang positif dan saling percaya dengan coachee (dalam hal ini guru). Hal ini menciptakan suasana yang aman bagi guru untuk berbagi, bereksperimen, dan belajar.</p><p><strong>Menyediakan Pertanyaan yang Memicu Pemikiran:</strong> Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh coach dapat memicu guru untuk berpikir lebih dalam tentang praktik pembelajarannya, menemukan solusi atas masalah yang dihadapi, dan menetapkan tujuan yang lebih tinggi.</p><p><strong>Mendengarkan Secara Aktif:</strong> Dengan mendengarkan secara aktif, supervisor dapat memahami perspektif guru secara lebih baik dan memberikan dukungan yang sesuai.</p><p><strong>Memberikan Umpan Balik yang Konstruktif:</strong> Umpan balik yang diberikan oleh coach bersifat spesifik, relevan, dan berfokus pada pengembangan. Umpan balik ini membantu guru untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan.</p><p><strong>Memfasilitasi Proses Pembelajaran:</strong> Coach berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran guru. Mereka membantu guru untuk menemukan sumber daya yang dibutuhkan, menghubungkan mereka dengan rekan sejawat, dan memberikan dukungan sepanjang proses.</p></li><li><p>Masih Dibutuhkan Terhadap Coaching untuk Supervisi Akademik <strong>adalah mengembangkan pertanyaan berbobot, lebih melatih fokus dengan rasa, dan meningkatkan alur TIRTA</strong></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:24:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149956492</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitri Adawiyah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149957461</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Coaching sering kali mengidentifikasi dan memanfaatkan kekuatan individu. Dalam konteks supervisi, pendekatan ini dapat membantu pendidik untuk lebih fokus pada potensi dan kelebihan mereka, serta cara mengembangkan aspek-aspek yang perlu ditingkatkan.</p></li><li><p>Dengan menerapkan kompetensi coaching dalam supervisi akademik, proses pemberdayaan guru dapat berlangsung lebih efektif, yang pada gilirannya berdampak positif pada kualitas pengajaran dan pembelajaran di kelas.</p></li><li><p>yang saya butuhkan adalah menguatkan pemahaman modul coaching terutama dalam membuat peranyaan yang berbobot</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:25:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149957461</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rensy Oktaviana Nasution</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149958204</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dalam melakukan supervisi akademik kita bisa memanfaatkan strategi dan metode, namun untuk supervisi akademik coaching dipandang sebagai strategi yang cocok untuk diterapkan di sekolah.</p></li><li><p>Untuk dapat melakukan proses coaching dengan baik seorang guru harus memiliki 3 kompetensi inti coaching yaitu kehadiran penuh, mendengarkan aktif dan mengajukan pertanyaan berbobot.</p></li><li><p>Saya ingin mengembangkan bagaimana cara menggali pemahaman sebagai coach dan choachee serta mempraktekkannya agar kompetensi coaching dapat terealisasi dengan baik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:26:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149958204</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Hafitria</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149958879</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Prinsip dan paradigma berpikir coaching sangat diperlukan oleh seorang supervisor (coach) dalam menjalankan supervisi akademik karena akan membantu supervisor (coach) untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki guru. </p></li><li><p>Kompetensi coaching seperti kehadiran penuh, mendengarkan aktif, dan mengajukan pertanyaan berbobot dapat membantu guru memaksimalkan potensinya untuk menemukan solusi dari permasalahannya.</p></li><li><p>Untuk menguatkan pemahaman tentang coaching dalam supervisi akademik yang diperlukan diantaranya melatih diri melakukan coaching misalnya dengan alur TIRTA</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:26:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149958879</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kinanti Krismono</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149959044</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Paradigma berpikir coaching menawarkan pendekatan yang lebih efektif dalam supervisi akademik. Dengan menerapkan prinsip-prinsip coaching, supervisor dapat membantu guru untuk mencapai potensi maksimalnya dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.</p></li><li><p>Kompetensi coaching merupakan alat yang sangat berharga bagi supervisor untuk memberdayakan guru. Dengan menerapkan kompetensi coaching, supervisor dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi guru untuk tumbuh dan berkembang, sehingga pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pembelajaran siswa.</p></li><li><p>Saya ingin belajar lebih banyak tentang teknik memberikan umpan balik yang spesifik, relevan, dan membangun, sehingga dapat membantu guru untuk tumbuh dan berkembang.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:26:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149959044</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Evi Nurhidayatussholihah</title>
         <author>evinurhidayatussholihah54</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149965251</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Yang saya pahami mengenai keterkaitan prinsip dan paradigma berpikir <em>coaching</em> dengan supervisi akademik yaitu: <strong>prinsip <em>coach</em></strong>: kemitraan (setara), proses kreatif (inquiry), dan memaksimalkan potensi</p><p><strong>kompetensi inti <em>coach</em></strong>: <em>presence</em>, mendengarkan aktif, dan mengajukan pertanyaan berbobot dengan teknik RASA. Pada <strong>supervisi akademik</strong>, hal-hal tersebut perlu dilaksanakan oleh supervisor akademik agar rekan sejawat dapat melaksanakan kegiatan mendidik untuk pengembangan siswa.</p></li><li><p><strong>Kompetensi inti <em>coach</em></strong>: (<em>presence</em>, mendengarkan aktif, dan mengajukan pertanyaan berbobot dengan teknik RASA) dapat membantu proses pemberdayaan rekan sejawat agar dapat menjadi pendidik yang mandiri, kreatif, berpusat pada murid, kolaboratif.</p></li><li><p>Hal yang saya butuhkan yaitu bagaimana pelaksanaan praktik sueprvisi akademik yang sesuai dengan praktik di lapangannya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:31:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149965251</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fanya Yuniawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149967365</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Keterkaitannya yaitu supervisi akademik dirasa lebih efektif karena coachi mampu menemukan solusinya sendiri</p></li><li><p>Lebih efektif karena membantu mengembangkan kompetensi yang ada pada diri.</p></li><li><p>Menggali masalah dan membuat pertanyaan yang berbobot</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:33:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149967365</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149981667</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterkaitan keterampilan Coaching dengan supervisi akademik adalah sangat erat dan tidak terpisahkan. Dalam melakukan supervisi akademik kita bisa memanfaatkan berbagai strategi dan metode, namun untuk supervisi akademik coaching dipandang sebagai strategi yang cocok untuk diterapkan di sekolah. Melalui percakapan coaching dalam keseluruhan rangkaian supervisi akademik akan tercapai tujuan supervisi akademik sesungguhnya</p><p>Supervisi akademik dengan paradigma berfikir coaching dilakukan melalui proses kolaboratif antara supervisor dan coach bertujuan untuk mengembangkan kompetensi individu</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Adanya alur TIRTA dan RASA agar mampu memandu guru menemukan potensi yang dimilikinya dalam rangka memecahkan persoalan yang ditemukan</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kesempatan untuk terus berlatih coaching sehingga lebih terampil</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:44:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149981667</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149982413</link>
         <description><![CDATA[<p>HERI ISKANDAR </p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterkaitan keterampilan Coaching dengan supervisi akademik adalah sangat erat dan tidak terpisahkan. Dalam melakukan supervisi akademik kita bisa memanfaatkan berbagai strategi dan metode, namun untuk supervisi akademik coaching dipandang sebagai strategi yang cocok untuk diterapkan di sekolah. Melalui percakapan coaching dalam keseluruhan rangkaian supervisi akademik akan tercapai tujuan supervisi akademik sesungguhnya</p><p>Supervisi akademik dengan paradigma berfikir coaching dilakukan melalui proses kolaboratif antara supervisor dan coach bertujuan untuk mengembangkan kompetensi individu</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Adanya alur TIRTA dan RASA agar mampu memandu guru menemukan potensi yang dimilikinya dalam rangka memecahkan persoalan yang ditemukan</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kesempatan untuk terus berlatih coaching sehingga lebih terampil</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:45:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149982413</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149995955</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Melalui coaching kita merubah paradigma supervisi yg tadinya mengevaluasi saja melalui coaching menjadi pendekatan untuk mencari solusi</p></li><li><p>Dengan cara hadir secara utuh pendengar yang aktif menyajikan pertanyaan yang berbobot</p></li><li><p>Berlatih agar ketika coaching menyajikan pertanyaan yang berbobot</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 09:56:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3149995955</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rimalia Sri Wardhani</title>
         <author>rimalia043</author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3150012958</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Keterkaitan keterampilan Coaching dengan supervisi akademik adalah sangat erat dan tidak terpisahkan. Dalam melakukan supervisi akademik kita bisa memanfaatkan berbagai strategi dan metode, namun untuk supervisi akademik coaching dipandang sebagai strategi yang cocok untuk diterapkan di sekolah.</p></li><li><p>Membantu guru menemukan potensi. Melalui Coaching dapat membantu guru menemukan potensi positif dalam diri dan lingkungannya.</p></li><li><p>Masih membutuhkan latihan dalam pelaksanaan coaching.</p></li></ol><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 10:10:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3150012958</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Faizal</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3150028622</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Paradigma berpikir coaching terkait dengan supervisi akademik yaitu keduanya memiliki manfaat untuk mengembangkan potensi individu melalui pemberdayaan diri.</p></li><li><p>Mengidentifikasi kekuatan dan motivasi guru untuk menjadi lebih berdaya dalam penyelesaian masalah. Menemukan solusi dalam setiap permasalahan di kelas maupun di sekolah.</p></li><li><p>Kesempatan untuk terus berlatih sehingga lebih terampil dalam pelaksanaan coaching.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 10:21:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3150028622</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shinta Meilani,S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3150034106</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dalam melakukan supervisi akademik kita bisa memanfaatkan berbagai strategi dan metode, namun untuk supervisi akademik coaching dipandang sebagai strategi yang cocok untuk diterapkan di sekolah. Melalui percakapan coaching dalam keseluruhan rangkaian supervisi akademik akan tercapai tujuan supervisi akademik sesungguhnya. Sehingga, keterampilan coaching merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pembelajaran dan sekolah sebelum melakukan supervisi akademik. Hal ini karena Ssupervisor dengan paradigma berpikir coaching senantiasa menjadi mitra pengembangan diri para guru dan rekan sejawatnya demi mencapai tujuan pembelajaran yang berpihak pada murid.</p></li><li><p>Kompetensi inti coaching</p><p>a. Kehadiran Penuh/<em>Presence</em></p><p>b. Mendengarkan Aktif Mendengarkan dengan RASA, <em>Receive, Ask, Summerize, Appreciate.</em></p><p>c.mengajukan pertanyaan berbobot</p></li><li><p>Dalam memberikan pertanyaan berbobot dan dalam kehadiran penuh atau presence karena dalam melaksanakan coaching haruslah fokus.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 10:25:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3150034106</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AMINUDIN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3151180342</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Coaching membantu individu atau kelompok untuk memahami kekuatan dan area pengembangan mereka, serta mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan.</p></li><li><p>Coaching membantu individu mengenali dan mengembangkan potensi mereka. Dengan bantuan seorang coach, seseorang bisa lebih jelas tentang kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, sehingga dapat mencapai potensi maksimal mereka di bidang yang diinginkan</p></li><li><p>Ingin mengembangkan dalam membuat pertanyaan berbobot</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-03 01:20:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/achyarade/4auth5c3arf8dwua/wish/3151180342</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
