<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kedudukan Pancasila by Basori Alwi</title>
      <link>https://padlet.com/basoria563/49rs8ghnicafqjkl</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-08-26 11:41:09 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-07 12:27:07 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok PAI (Luna, Ririn, Rara, Lika, Caca, Merlyn, Vella)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/basoria563/49rs8ghnicafqjkl/wish/3089939111</link>
         <description><![CDATA[<p>1.</p><p>(A) </p><p>1. <strong>Filosofische Grondslag</strong> berarti landasan filosofis yang menjadi dasar pemikiran dan nilai-nilai utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.</p><p>  </p><p>2. <strong>Weltanschauung</strong> merujuk pada pandangan hidup atau kerangka berpikir yang menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan memahami dunia. </p><p>Keduanya menunjukkan bagaimana Pancasila berfungsi sebagai dasar dan panduan bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p><p>(B)</p><p>1. <strong>Ketuhanan Yang Maha Esa:</strong> Menekankan kepercayaan kepada Tuhan dan toleransi antaragama, menjaga harmoni dan mencegah konflik berbasis agama.</p><p>2. <strong>Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:</strong> Mengutamakan penghargaan terhadap hak asasi manusia dan keadilan, mendorong perlakuan adil dan menghindari diskriminasi untuk menjaga kerukunan sosial.</p><p>3. <strong>Persatuan Indonesia:</strong> Menekankan persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, memperkuat rasa kebangsaan dan mencegah separatisme serta konflik etnis.</p><p>4. <strong>Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:</strong> Mendorong pengambilan keputusan melalui musyawarah dan demokrasi, memastikan partisipasi rakyat dan mencegah kekerasan.</p><p>5. <strong>Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:</strong> Menekankan distribusi adil atas sumber daya dan kesempatan, mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta mencegah ketidakpuasan.</p><p>(C). Pancasila merupakan dasar negara Indonesia dan memiliki kedudukan tertinggi dalam sistem hukum. Sebagai sumber dari segala sumber hukum, Pancasila berada di atas UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Semua produk hukum dan kebijakan negara harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Pancasila menjadi pedoman utama dalam pembentukan peraturan perundang-undangan, memastikan bahwa setiap hukum yang dibuat selaras dengan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia.</p><p>2.</p><p>(A). Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia mengajarkan bangsa Indonesia untuk bersikap dan berperilaku mulia dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap hal yang dilakukan</p><p>(B)</p><p>1. <em>Ketuhanan Yang Maha Esa</em>: Menghormati dan menghargai perbedaan agama serta melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Misalnya, membantu teman yang sedang merayakan hari besar agamanya atau tidak mengganggu tempat ibadah.</p><p>2. <em>Kemanusiaan yang Adil dan Beradab</em>: Menolong sesama tanpa memandang latar belakang. Misalnya, memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, seperti memberi makan kepada tunawisma atau membantu korban bencana.</p><p>3. <em>Persatuan Indonesia</em>: Mengedepankan semangat kebersamaan dan menghindari perpecahan. Misalnya, berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang melibatkan berbagai kalangan, seperti gotong royong membersihkan lingkungan.</p><p>4. <em>Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan</em>: Menghargai pendapat orang lain dan ikut serta dalam musyawarah untuk mencapai kesepakatan. Misalnya, dalam rapat RT, mendengarkan pandangan warga lain dan mencari solusi bersama.</p><p>5. <em>Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia</em>: Memastikan hak dan kesejahteraan semua orang terpenuhi. Misalnya, membantu sesama dengan membagikan barang yang tidak terpakai atau berpartisipasi dalam program bantuan sosial.</p><p>(C). Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia membentuk perilaku dan kehidupan masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Nilai-nilai ini mendorong toleransi, gotong royong, nasionalisme, demokrasi, dan keadilan sosial, sehingga menciptakan masyarakat yang harmonis, adil, dan bersatu, serta memperkuat identitas nasional di tengah keberagaman.</p><p>3.</p><p>(A)</p><p>- Pancasila sebagai cita-cita bangsa Indonesia ditandai dengan termuatnya isi Pancasila di pembukaan UUD 1945. Dalam konteks ini, Pancasila menjadi tujuan bangsa, menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.</p><p>- Pancasila dijadikan sebagai dasar negara karena memang sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia. Di Era Globalisasi pancasila berusaha menerobos sebagai pedoman pemantapan mental kaum milinial serta dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbang dan bernegara.</p><p>- Kita punya cita-cita bersama ingin mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara yaitu melindungi segenap warga negara Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam perdamaian dunia</p><p>(B)  </p><p>1. <strong>Ketuhanan Yang Maha Esa</strong></p><p>   - Pendidikan agama di sekolah.</p><p>   - Dukungan pembangunan rumah ibadah.</p><p>2. <strong>Kemanusiaan yang Adil dan Beradab</strong></p><p>   - Undang-Undang Perlindungan Anak.</p><p>   - Program BPJS Kesehatan.</p><p>3. <strong>Persatuan Indonesia</strong></p><p>   - Kampanye Bhinneka Tunggal Ika.</p><p>   - Kebijakan otonomi daerah.</p><p>4. <strong>Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan</strong></p><p>   - Pemilihan umum demokratis.</p><p>   - Musyawarah dalam pembuatan kebijakan.</p><p>5. <strong>Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia</strong></p><p>   - Program bantuan sosial seperti PKH dan BPNT.</p><p>   - Dukungan untuk UMKM.</p><p>(C). Pancasila memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dengan:</p><p>1. <strong>Memberikan Landasan Bersama:</strong> Menciptakan identitas nasional dan visi bersama yang mengikat semua rakyat.</p><p>2. <strong>Mengajarkan Toleransi:</strong> Mendorong toleransi antaragama dan penghargaan terhadap keberagaman budaya dan suku.</p><p>3. <strong>Menjamin Persatuan:</strong> Mengedepankan persatuan dalam keberagaman melalui kebijakan seperti otonomi daerah.</p><p>4. <strong>Mendukung Demokrasi:</strong> Memfasilitasi musyawarah dan partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan.</p><p>5. <strong>Menegakkan Keadilan Sosial:</strong> Mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi untuk mencegah ketidakpuasan yang dapat merusak persatuan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-27 07:03:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/basoria563/49rs8ghnicafqjkl/wish/3089939111</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok RAMOY</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/basoria563/49rs8ghnicafqjkl/wish/3089978676</link>
         <description><![CDATA[<p>Yasmin Saniah Dewi</p><p>Khairun Nisa Pujadi</p><p>Arlieta Okta Adinata</p><p>Muhammad Rasya</p><p>Aurelina Bonita</p><p>Citra Aulia Maharani</p><p>Akhfandi Santoso</p><p><br></p><p>1. A.Dalam konteks Pancasila, *filosofische grondslag* mengacu pada dasar-dasar pemikiran atau prinsip-prinsip filosofis yang menjadi landasan bagi Pancasila. Ini mencakup pemikiran mendalam tentang hakikat manusia, kehidupan bermasyarakat, serta tujuan bernegara yang diidealkan dalam Pancasila.</p><p>Dalam konteks Pancasila, *weltanschauung* merujuk pada pandangan dunia atau cara pandang yang menyeluruh mengenai kehidupan dan alam semesta yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, yang tercermin dalam Pancasila.</p><p><br></p><p>*sumber <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://chatgpt.com">chatgpt.com</a>*</p><p>1.b</p><p>1. **Ketuhanan Yang Maha Esa**</p><p>   - **Penjelasan:** Sila pertama ini mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan mencerminkan kepercayaan bangsa Indonesia terhadap nilai-nilai agama. Sila ini juga menekankan pentingnya toleransi dan kebebasan beragama di antara warga negara.</p><p>   - **Peran dalam Menjaga Kebutuhan Negara:** Sila ini menjaga kerukunan umat beragama, mendorong moralitas tinggi dalam masyarakat, serta menguatkan fondasi spiritual bangsa. Ini penting untuk menciptakan kesatuan dan kedamaian di dalam negeri.</p><p><br></p><p>2. **Kemanusiaan yang Adil dan Beradab**</p><p>   - **Penjelasan:** Sila ini menekankan pentingnya kemanusiaan, keadilan, dan perlakuan beradab terhadap sesama manusia. Ini mencerminkan nilai-nilai penghormatan terhadap hak asasi manusia.</p><p>   - **Peran dalam Menjaga Kebutuhan Negara:** Dengan mempromosikan keadilan dan kemanusiaan, sila ini mendorong terciptanya keadilan sosial dan perlindungan hak asasi manusia, yang penting untuk menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan dalam masyarakat.</p><p><br></p><p>3. **Persatuan Indonesia**</p><p>   - **Penjelasan:** Sila ini menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terlepas dari perbedaan suku, agama, ras, dan golongan.</p><p>   - **Peran dalam Menjaga Kebutuhan Negara:** Sila ini menguatkan ikatan nasionalisme dan cinta tanah air, yang esensial untuk menjaga keutuhan wilayah dan integritas nasional. Persatuan ini penting untuk menghadapi tantangan baik dari dalam maupun luar negeri.</p><p><br></p><p>4. **Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan**</p><p>   - **Penjelasan:** Sila ini menekankan pentingnya demokrasi, musyawarah, dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh rakyat melalui perwakilan.</p><p>   - **Peran dalam Menjaga Kebutuhan Negara:** Sila ini mendorong partisipasi aktif warga negara dalam proses politik dan pengambilan keputusan. Ini menjaga keberlanjutan demokrasi dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil mencerminkan kehendak rakyat.</p><p><br></p><p>5. **Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia**</p><p>   - **Penjelasan:** Sila terakhir ini menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa diskriminasi.</p><p>   - **Peran dalam Menjaga Kebutuhan Negara:** Sila ini berperan dalam menciptakan keadilan sosial dan ekonomi, sehingga seluruh warga negara bisa merasakan manfaat dari pembangunan. Ini penting untuk mengurangi kesenjangan dan ketidakpuasan sosial yang dapat mengancam stabilitas negara.</p><p>1. c. Pancasila berfungsi sebagai dasar filosofi dan ideologi negara Indonesia. Kedudukannya berada di atas UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya karena Pancasila merupakan panduan utama dalam pembentukan dan pelaksanaan hukum. Dalam sistem hukum Indonesia, Pancasila dijadikan acuan dalam penyusunan undang-undang dan peraturan lainnya untuk memastikan bahwa seluruh peraturan yang berlaku tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.</p><p>sumber chatgpt</p><p><br></p><p>*2.A*</p><p><br></p><p>Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia berfungsi sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku. Setiap sila mengajarkan nilai-nilai luhur yang membentuk dasar perilaku mulia. </p><p><br></p><p>1. **Ketuhanan Yang Maha Esa**: Mengajarkan iman dan takwa kepada Tuhan, toleransi antarumat beragama, dan penghormatan terhadap semua ciptaan Tuhan.</p><p>2. **Kemanusiaan yang Adil dan Beradab**: Mendorong penghormatan terhadap hak asasi manusia, keadilan, dan empati.</p><p>3. **Persatuan Indonesia**: Menekankan pentingnya persatuan di tengah keragaman, cinta tanah air, dan solidaritas nasional.</p><p>4. **Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan**: Mengajarkan prinsip demokrasi melalui musyawarah dan mufakat.</p><p>5. **Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia**: Mewujudkan kesejahteraan sosial dengan sikap adil dan tidak diskriminatif.</p><p><br></p><p>Secara keseluruhan, Pancasila mengarahkan bangsa Indonesia untuk berperilaku baik, menjaga moralitas, dan memupuk kehidupan bermasyarakat yang harmonis.</p><p><br></p><p>2B. 1.Sila Ketuhanan Yang Maha Esa:</p><p>•Menumbuhkan perilaku saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.</p><p>•Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.</p><p><br></p><p>2.Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:</p><p>•Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan.</p><p>•Mengakui dan memperlakukan manusia sebagaimana harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa</p><p><br></p><p>3.Sila Persatuan Indonesia:</p><p>•Mengembangkan perilaku saling menghargai kebudayaan antardaerah.</p><p>•Memajukan pergaulan demi persatuan bangsa.</p><p><br></p><p>4.Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: </p><p>•Ikut dalam pemilihan umum, pilpres, atau pilkada.</p><p>•Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.</p><p><br></p><p>5.Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:</p><p>•Menghormati hak-hak orang lain.</p><p>•Gemar menolong orang lain.</p><p><br></p><p>2c. Pancasila sangat mempengaruhi perilaku dan kehidupan di masyarakat, seperti Menumbuhkan rasa dan sikap gotong royong dan bekerja sama. Menumbuhkan sikap tenggang rasa. Menumbuhkan rasa cinta kepada setiap manusia dan tidak membeda-bedakan. Menumbuhkan rasa cinta bermusyawarah untuk mufakat.</p><p><br></p><p>3. A. ChatG</p><p><br></p><p><br></p><p>pancasila sebagai ideologi negara berperan penting dalam membentuk cita-cita dan tujuan negara Indonesia. Berikut adalah penjelasan mengenai bagaimana Pancasila mempengaruhi cita-cita dan tujuan negara Indonesia:</p><p><br></p><p>*Cita-Cita Bangsa* Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mencerminkan aspirasi dan cita-cita bangsa yang luhur. Setiap sila dalam Pancasila menggambarkan nilai-nilai yang ingin diwujudkan oleh bangsa Indonesia, seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan persatuan. Cita-cita ini mencakup terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan kerjasama dan gotong royong.</p><p><br></p><p>*Tujuan Negara*  Tujuan negara Indonesia tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara ini didirikan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Pancasila menjadi pedoman untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut melalui prinsip-prinsip seperti demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan</p><p><br></p><p>3B. 1.Nilai Ketuhanan (Sila Pertama):</p><p><br></p><p>Kebijakan dalam bidang pendidikan agama yang mewajibkan pelajaran agama di sekolah-sekolah.</p><p>Perlindungan dan penghormatan terhadap kebebasan beragama dan beribadah sesuai dengan agama masing-masing.</p><p>2.Nilai Kemanusiaan (Sila Kedua):</p><p><br></p><p>Program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu.</p><p>Kebijakan anti-diskriminasi untuk melindungi hak asasi manusia dan melawan segala bentuk diskriminasi ras, agama, atau gender.</p><p>3.Nilai Persatuan (Sila Ketiga):</p><p><br></p><p>Program bela negara dan pendidikan kewarganegaraan yang menanamkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa.</p><p>Kebijakan memperkuat budaya nasional dan kearifan lokal untuk menjaga keberagaman dalam persatuan.</p><p>4.Nilai Kerakyatan (Sila Keempat):</p><p><br></p><p>Pemilu dan Pilkada sebagai wujud dari demokrasi dan partisipasi rakyat dalam memilih pemimpin.</p><p>Kebijakan musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan di berbagai lembaga pemerintahan.</p><p>5.Nilai Keadilan Sosial (Sila Kelima):</p><p><br></p><p>Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk memastikan akses kesehatan dan pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat.</p><p>Kebijakan reformasi agraria untuk membagi lahan kepada petani yang tidak memiliki tanah. (chatgpt).</p><p><br></p><p>3C. Pancasila berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa Indonesia yang beragam suku, agama, budaya, dan bahasa. Prinsip persatuan Indonesia mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan dan bersatu dalam kebhinekaan.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-27 07:33:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/basoria563/49rs8ghnicafqjkl/wish/3089978676</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK SIEGMA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/basoria563/49rs8ghnicafqjkl/wish/3089984268</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota : </p><p>-Aran </p><p>-Fajar</p><p>-Dimas</p><p>-Fatur</p><p>-Apip</p><p>-Rangga</p><p><br/></p><p>1. Pancasila sebagai Dasar Negara</p><p><br/></p><p>(a) Filosofische grondslag diambil dari bahasa  </p><p>Belanda yang artinya filsafat atau pikiran yang menjadi dasar dari sebuah </p><p>negara. Berdasarkan pidatonya pada 1 Juni 1945, Sukarno mengemukakan  </p><p>bahwa filosofische grondslag atau pemikiran yang akan menjadi dasar bagi  </p><p>negara Indonesia merdeka harus bersifat kuat dan mencerminkan nilai-nilai  </p><p>paling mendasar, hakiki, dan penting untuk mengatur kehidupan bernegara  </p><p>yang didirikan di atasnya.</p><p><br/></p><p>(b) Weltanschauung dapat mendorong kemerdekaan sebuah negara dalam waktu yang sangat singkat.</p><p><br/></p><p>(c) Menurut kami sumber dari segala sumber hukum yaitu Pancasila. </p><p><br/></p><p>2. Pancasila sebagai Pandangan Hidup</p><p><br/></p><p>(a) Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia mengajarkan bangsa Indonesia untuk bersikap dan berperilaku mulia dengan menjadi pedoman dalam setiap hal yang dilakukan. Sikap warga negara Indonesia harus mencerminkan nilai-nilai yang ada pada setiap butir Pancasila. </p><p><br/></p><p>(b)</p><p>Sila ke 1 : Menumbuhkan perilaku saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. </p><p>Sila ke 2 : Tidak berbuat semena-mena kepada orang lain. </p><p>Sila ke 3 : Mengembangkan perilaku saling menghargai kebudayaan antardaerah. </p><p>Sila ke 4 : Ikut dalam pemilu, pilpres, atau pilkada. </p><p>Sila ke 5 : Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. </p><p><br/></p><p>(c) Menurut Kelompok Siegma, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dapat mempengaruhi perilaku dan kehidupan masyarakat Indonesia dengan memotivasi sikap, perbuatan, dan perilaku masyarakat. Pancasila dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sikap warga negara Indonesia harus mencerminkan nilai-nilai yang ada pada setiap butir Pancasila.</p><p><br/></p><p>3. Pancasila sebagai Ideologi Negara</p><p><br/></p><p>(a) Menjadi alat pemersatu bangsa akan mewujudkan masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur</p><p><br/></p><p>(b) nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. </p><p><br/></p><p>(c) Menurut kelompok Siegma, Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa karena mampu mengatasi perbedaan yang ada diantara masyarakatnya. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-27 07:37:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/basoria563/49rs8ghnicafqjkl/wish/3089984268</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK Bugar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/basoria563/49rs8ghnicafqjkl/wish/3089997588</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>A = Philosophische grondslag berasal dari bahasa Belanda yang dapat diartikan sebagai dasar filosofis.</p><p> Weltanschauung dapat mendorong kemerdekaan sebuah negara dalam waktu yang sangat singkat.</p><p>"Pancasila Sebagai Weltanschauung – Character Building" </p></li></ol><p>       B. Apabila diulik secara bahasa, Pancasila menjadi rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila memiliki nilai-nilai yang merupakan dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.</p><p>Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bersifat universal, yakni berlaku di manapun atau universal sehingga dapat diterapkan negara lain kendati negara tersebut tidak menggunakan Pancasila sebagai dasar negara, </p><p>Berikut nilai-nilai Pancasila yang terkandung pada sila 1 sampai 5 dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>1. Nilai Ketuhanan</p><p>Pancasila sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa" mengandung nilai ketuhanan. Dikutip dari Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara oleh Aa Nurdiaman, perwujudan nilai sila pertama Pancasila ini antara lain:</p><p>a) Meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan sifat-sifatnya yang Maha sempurna.</p><p>b) Bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan cara menjalankan semua perintah-Nya, sekaligus menjauhi segala larangan-Nya.</p><p>c) Saling menghormati dan menoleransi antar pemeluk agama yang berbeda-beda.</p><p>2. Nilai Kemanusiaan</p><p>Sila kedua Pancasila, "Kemanusiaan yang adil dan beradab" mengandung nilai kemanusiaan, yakni bangsa Indonesia diakui dan diperlakukan sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang sama derajat, hak, dan kewajibannya tanpa membeda-bedakan berdasarkan agama, suku, ras, atau keturunannya. (detik.com/tag/pancasila)</p><p>Contoh penerapan nilai kemanusiaan Pancasila yaitu:</p><p>a) Mengakui adanya harkat dan martabat manusia.</p><p>b) Mengakui keberadaan manusia sebagai makhluk yang paling mulia diciptakan Tuhan.</p><p>c) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan berlaku adil terhadap sesama manusia.</p><p><br></p><p>3. Nilai Persatuan</p><p>Makna sila ketiga Pancasila "Persatuan Indonesia" adalah kebulatan utuh dari berbagai aspek kehidupan, baik dari ideologi, politik, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan yang terwujud dalam satu wadah bernama Indonesia. Nilai kesatuan dalam sila ketiga Pancasila dapat diwujudkan sehari-hari lewat sikap dan perilaku:</p><p>a) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.</p><p>b) Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa.</p><p>c) Menumbuhkan rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.</p><p><br></p><p>4. Nilai Kerakyatan</p><p>Nilai Pancasila sila ke-4 adalah nilai kerakyatan, dengan manusia Indonesia memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban sama sebagai warga masyarakat dan warga negara. Berikut penerapan nilai kerakyatan dalam Pancasila:</p><p>a) Mengakui kedaulatan negara ada di tangan rakyat.</p><p>b) Mengakui manusia Indonesia sebagai warga masyarakat dan warga negara punya kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.</p><p>c) Bermusyawarah untuk mencapai mufakat untuk hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama dengan diliputi semangat kekeluargaan.</p><p>5. Nilai Keadilan</p><p>Keadilan merupakan salah satu tujuan NKRI sebagai negara hukum. Untuk mencapainya, nilai keadilan pada sila kelima Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya:</p><p>a) Berlaku adil pada semua orang sesuai hak dan kewajibannya.</p><p>b) Merawat keseimbangan hak dan kewajiban diri sendiri.</p><p>c) Menghormati hak-hak orang lain.</p><p>d) mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.</p><p>C. Kedudukan Pancasila lebih tinggi dari Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”) dalam tataran teori norma. Namun bukan merupakan dasar hukum tertinggi dalam hierarki peraturan perundang-undangan. Dapat dipahami bahwa Pancasila bukan dasar hukum, melainkan sumber dari segala sumber hukum.</p><p> 2a. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia adalah&nbsp;seperangkat nilai dan prinsip yang dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.&nbsp;Pancasila menjadi dasar bagi nilai-nilai kebenaran, kejujuran, persatuan, dan keadilan.&nbsp;Nilai-nilai tersebut mencakup ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.&nbsp; </p><p>       B. Contoh Nilai Praksis Pancasila </p><p>1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa:</p><p>-Menumbuhkan perilaku saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.</p><p>-Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.</p><p>-Tidak mengganggu proses ibadah agama lain.</p><p>-Membina kerukunan di antara sesama umat beragama.</p><p><br></p><p>2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:</p><p>-Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan.</p><p>-Mengakui dan memperlakukan manusia sebagaimana harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.</p><p>-Mengembangkan sikap saling menyayangi kepada sesama manusia.</p><p>3. Sila Persatuan Indonesia:</p><p>-Mengembangkan perilaku saling menghargai kebudayaan antardaerah.</p><p>-Memajukan pergaulan demi persatuan bangsa.</p><p><br></p><p>4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:</p><p>-Ikut dalam pemilihan umum, pilpres, atau pilkada.</p><p>-Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.</p><p>-Menghargai hasil musyawarah.</p><p>-Memberikan kepercayaan kepada wakil rakyat yang telah terpilih.</p><p>-Menghormati dan menghargai pendapat orang lain.</p><p>5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:</p><p>-Menghormati hak-hak orang lain.</p><p>-Gemar menolong orang lain.</p><p>-Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.</p><p>-Mengembangkan perbuatan luhur yang menggambarkan perilaku dan suasana kekeluargaan serta gotong royong.</p><p>-Tidak boros dan suka bekerja keras.</p><p><br></p><p>     C = 2c.Pancasila mempengaruhi perilaku kehidupan masyarakat Indonesia:</p><p>Toleransi: Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghormati perbedaan agama, suku, dan budaya. Hal ini mendorong terciptanya sikap toleransi dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.</p><p>Gotong royong: Nilai persatuan Indonesia mendorong masyarakat untuk saling membantu dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah bersama. Gotong royong menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang memperkuat rasa kebersamaan.</p><p>Keadilan: Pancasila menjunjung tinggi nilai keadilan. Masyarakat diharapkan untuk berlaku adil dalam segala hal, baik dalam hubungan antarpribadi maupun dalam kehidupan bernegara.</p><p>Demokrasi: Nilai kerakyatan mengajarkan kita untuk menghargai pendapat orang lain dan bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Hal ini menjadi dasar bagi tumbuhnya demokrasi di Indonesia.</p><p>Kemanusiaan: Pancasila menekankan pentingnya nilai kemanusiaan. Masyarakat diharapkan untuk saling menolong dan peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan. </p><p><br></p><p>A Kemerdekaan Indonesia bukanlah tujuan akhir melainkan jalan awal bagi tujuan dan cita-cita bangsa dalam mewujudkannya diperlukan sebuah pegangan yang menggambarkan bagaimana cita-cita itu diwujudkan. Oleh sebab itu, Pancasila dan UUD 1945 harus dijadikan pegangan dalam melakukan pembangunan nasional. Adapun cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia dapat diwujudkan dengan adanya kepastian hukum bagi setiap warga negara, pemerintahan yang tidak korupsi dan transparan, pembangunan yang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.</p><p>       B = Berikut adalah beberapa contoh kebijakan pemerintah Indonesia yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila:</p><p>1. <strong>Kebijakan Penanganan COVID-19</strong>: Pemerintah mengambil langkah-langkah untuk menangani pandemi COVID-19 dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat (Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) serta menjaga persatuan bangsa (Sila Ketiga: Persatuan Indonesia).</p><p>2. Program Keluarga Harapan (PKH)</p><p> Program ini memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu, yang mencerminkan upaya pemerintah untuk menciptakan keadilan sosial (Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia).</p><p>3. Kebijakan Otonomi Daerah Memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur urusan rumah tangga sendiri mencerminkan semangat desentralisasi dan pengakuan terhadap keragaman dalam bingkai persatuan (Sila Ketiga: Persatuan Indonesia).</p><p>4. Pendidikan Karakter Implementasi pendidikan karakter di sekolah-sekolah yang mengajarkan nilai-nilai moral dan etika berdasarkan Pancasila (Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan).</p><p>5. Kebijakan Pembinaan Toleransi dan Kerukunan Beragama Pemerintah terus mendorong terciptanya kerukunan antarumat beragama, sesuai dengan prinsip keberagaman dan toleransi (Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa, dan Sila Ketiga: Persatuan Indonesia).</p><p>Kebijakan-kebijakan ini mencerminkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.</p><p><br></p><p>  3c. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.&nbsp;Pancasila memiliki nilai-nilai yang bersifat universal dan menyeluruh, yang diciptakan bukan hanya untuk suku atau agama tertentu, tetapi untuk semua unsur bangsa Indonesia.&nbsp;Pancasila juga mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan dan bersatu dalam kebhinekaan.</p><p><br></p><p>ANGGOTA KELOMPOK:</p><p>1.ARSYAD</p><p>2.ANDI</p><p>3.FARREL</p><p>4.HANAN</p><p>5.SALMAN</p><p>6.VITO</p><p>ZIAD</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-27 07:49:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/basoria563/49rs8ghnicafqjkl/wish/3089997588</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
