<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan rakyat Kalimantan by Siska Oktavia</title>
      <link>https://padlet.com/anny321cell/46rpwbqx0f849tk6</link>
      <description>Perlawanan rakyat Kalimantan
Ringkasan perjuangan: Perjuangan berlangsung tahun 1859 melawan Belanda dan dipimpin oleh Sultan Hidayatullah II dan Pangeran Antasari di Kesultanan Banjar yang mencakup Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-06 14:40:45 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-19 14:52:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas pandang perlawanan rakyat Kalimantan </title>
         <author>anny321cell</author>
         <link>https://padlet.com/anny321cell/46rpwbqx0f849tk6/wish/2285636779</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada 1942, Jepang berhasil merebut Kalimantan dari Belanda tanpa perlawanan berarti.</div><div>Masa penjajahan Jepang merupakan salah satu periode terkelam dalam sejarah Indonesia, sehingga memicu perlawanan dari rakyat.</div><div>Di Kalimantan, perlawanan terhadap Jepang dilakukan secara besar-besaran di Kalimantan Barat dan Selatan.</div><div>Gerakan perlawanan ini dipicu oleh berbagai sebab, tetapi umumnya karena tindakan Jepang yang sewenang-wenang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:17:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anny321cell/46rpwbqx0f849tk6/wish/2285636779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar belakang perlawanan rakyat Kalimantan </title>
         <author>anny321cell</author>
         <link>https://padlet.com/anny321cell/46rpwbqx0f849tk6/wish/2285638395</link>
         <description><![CDATA[<div>Penyebab perlawanan rakyat Kalimantan terhadap Jepang sangat kompleks. Pasukan Jepang pertama kali mendarat di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 19 Desember 1941.</div><div>Setelah berhasil mengusir Belanda tanpa mendapat perlawanan berarti, Jepang pun mudah menguasai kota-kota pedalaman seperti Putussibau dan Sanggau, hingga kota besar seperti Banjarmasin.</div><div>Kedatangan Jepang segera menyebabkan kondisi perekonomian menjadi macet hingga menimbulkan bencana kelaparan yang merajalela.</div><div>Selain itu, pada awal pendudukan Jepang di Kalimantan Barat, ada dua buah perusahaan yang masuk, yaitu Nomura (pertambangan) dan Sumitomo (perkayuan).</div><div>Untuk menjalankan kedua perusahaan itu, Jepang mempekerjakan sekitar 80.000 rakyat dengan sistem kerja paksa (romusha). Hal inilah yang kemudian memicu perlawanan.</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:18:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anny321cell/46rpwbqx0f849tk6/wish/2285638395</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalannya perlawanan rakyat Kalimantan terhadap Belanda </title>
         <author>anny321cell</author>
         <link>https://padlet.com/anny321cell/46rpwbqx0f849tk6/wish/2285643731</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan terhadap Belanda di Kalimantan Selatan terpusat di Banjarmasin, kerajaan kaya di pesisir selatan. Banjarmasin merupakan penghasil lada, rotan, damar, emas, dan intan sehingga menarik perhatian bangsa Eropa. Pada tahin 1734, dijalin hubungan dagang antara Belanda dan <strong>Sultan Tahlilillah. </strong>Belanda memulai pergerakan politiknya dengan membantu <strong>Pangeran Nata </strong>menyingkirkan <strong>Pangeran Amir</strong> untuk menjadi Sultan. Ketika naik tahta, Pangeran Nata harus menyerahkan seluruh wilayah Banjarmasin. Sebagian diambil penuh oleh Belanda, sebagian dipegang Sultan namun hanya sebagai pinjaman. Perjanjian ini terus diperbaharui setiap penguasa baru naik tahta, dan semakin mengecilkan pengaruh kerajaan.<br><br></div><div>Pada tahun 1857 terjadi kekacauan di keraton karena <strong>Sultan Adam</strong> hendak menjadikan <strong>Prabu Anom</strong> menjadi Sultan. Belanda menolak, dan kemudian mengangkat <strong>Pangeran Tamjidillah </strong>sebagai sultan. Usulan untuk menjadikan <strong>Prabu Anom </strong>sebagai mangkubumi pun ditolak, selain itu ditolak pula usul untuk menjadikan <strong>Pangeran Hidayat</strong> sebagai Raja Muda. Belanda dianggap telah melampaui batas, dan di sisi lain <strong>Pangeran Tamjidillah </strong>tidak disukai karena bukan putra bangsawan, mendukung Belanda, dan menghina Islam. Posisi Tamjidillah juga hanya dimanfaatkan Belanda. Ketika ia dianggap sebagai penyebab kericuhan di Banjarmasin, Belanda mencopotnya dan mengambil alih kekuasaan.<br><br></div><div>Kemarahan rakyat telah memuncak, Pangeran Hidayat pun kini mendekat kepada rakyat. Pangeran Hidayat, dibantu oleh <strong>Pangeran Antasari</strong> dan banyak bangsawan lainnya mulai melakukan penyerangan terhadap pos-pos bahkan benteng Belanda. Perlawanan meluas ke berbagai daerah ketika Belanda menghapus kerajaan dan memasukkannya ke dalam kekuasaan Pemerintah Kolonial. Kepala Daerah dan ulama banyak yang memilih berjuang bersama rakyat dan menanggalkan kesetiaan kepada Belanda. Perlawanan terjadi secara sporadic dan berpindah-pindah, sehingga menyulitkan Belanda. Pangeran Antasari memang memegang kuasa tinggi dalam perlawanan, namun usaha memberontak di banyak wilayah lain juga terjadi.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:22:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anny321cell/46rpwbqx0f849tk6/wish/2285643731</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir perlawanan rakyat Kalimantan </title>
         <author>anny321cell</author>
         <link>https://padlet.com/anny321cell/46rpwbqx0f849tk6/wish/2285644866</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pangeran_Hidayatullah">Pangeran Hidayatullah</a> tertangkap dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pangeran_Antasari">Pangeran Antasari</a> wafat, perjuangan tetap berlanjut yang di pimpin oleh <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sultan_Muhammad_Seman">Gusti Mat Seman</a>, Gusti Acil, Gusti Muhammad Arsyad, dan Antung Durrahman. Oleh pemimpin-pemimpin tersebut, rakyat masih bergerilya dengan se-sekali melakukan serangan kepada Belanda sampai awal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-20">abad ke-20</a>.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:23:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anny321cell/46rpwbqx0f849tk6/wish/2285644866</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
