<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan rakyat maluku by Syiva Ardila Puryani Putri</title>
      <link>https://padlet.com/oa181027/45c7xu7wpvfqhlqe</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-06 13:41:15 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-07 02:41:20 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas pandang rakyat maluku</title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/45c7xu7wpvfqhlqe/wish/2285651143</link>
         <description><![CDATA[<div><a href="https://detik.com/tag/maluku">Perlawanan rakyat Maluku</a> pada penjajahan tercatat sebagai salah satu perlawanan terhebat di negeri ini. Kawasan ini selalu menjadi incaran negara asing karena kekayaan rempah-rempah. Dua negara pernah mencoba menguasai kawasan ini, Portugis lalu kemudian Belanda.</div><div><br>Selain Maluku, perlawanan juga terjadi di beberapa daerah, seperti Jawa, Sumatera Barat, dan Aceh. Bentuk perlawanan tersebut dilakukan untuk mengusir penjajah dari Nusantara.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:26:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/45c7xu7wpvfqhlqe/wish/2285651143</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar belakang perlawanan </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/45c7xu7wpvfqhlqe/wish/2285659388</link>
         <description><![CDATA[<div>Latar belakang perlawanan rakyat Maluku mengusir bangsa Belanda karena adanya praktik monopoli dan sistem pelayaran Hongi yang membuat rakyat sengsara. Belanda melaksanakan sistem penyerahan wajib sebagian hasil bumi terutama rempah- rempah kepada VOC.<br>Kompeni juga melangsungkan sistem pelayaran Hongi (hongitochten). Dengan cara itu, para birokrat Kompeni dapat menginspeksi satu per satu pulau-pulau di Maluku yang bertujuan menjaga keberlangsungan monopoli rempah-rempah. Kompeni juga punya hak ekstirpasi, yaitu hak memusnahkan pohon pala dan cengkeh jika harganya turun.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:32:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/45c7xu7wpvfqhlqe/wish/2285659388</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalannya perlawanan </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/45c7xu7wpvfqhlqe/wish/2285662742</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Maluku muncul pada tahun 1635 di bawah pimpinan Kakiali, Kapitan Hitu. Saat Kakiali tewas terbunuh, perjuangannya dilanjutkan Kapitan Tulukabessy. Perlawanan ini baru dapat dipadamkan pada tahun 1646. Sampai akhir abad ke-18 tak terdengar lagi perlawanan pada VOC.<br><br></div><div>Baru kemudian muncul nama Sultan Jamaluddin, dan Sultan Nuku dari Tidore. Namun VOC dengan cepat bisa memadamkan perlawanan itu. Lalu pada 1817 muncul tokoh dari di Pulau Saparua bernama Pattimura. Dalam aksi Pattimura itu, Benteng Duurstede berhasil dihancurkan oleh rakyat Maluku. Bahkan, Residen Belanda Van den Bergh terbunuh dalam peristiwa tersebut.<br><br></div><div>Tak sampai di situ, Belanda terus membawa pasukan dari Ambon hingga Jawa demi mengalahkan rakyat Maluku. Peristiwa ini menjalar ke kota lainnya di Maluku, seperti Ambon, Seram, dan pulau lainnya agar rakyat Maluku mundur.<br><br></div><div>Rakyat Maluku pun mundur karena kekurangan pasokan makanan. Demi menyelamatkan rakyat dari kelaparan, Thomas Mattulessia atau Patimurra menyerahkan diri dan dihukum mati.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:34:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/45c7xu7wpvfqhlqe/wish/2285662742</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir perlawanan </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/45c7xu7wpvfqhlqe/wish/2285671475</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda mulai terlihat pada Agustus 1817. Pihak Belanda meminta bantuan dari Batavia untuk memadamkan perlawanan Pattimura. Berdasarkan buku <em>Kapitan Pattimura</em> (1985) karya I.O Nanulaitta, menyebutkan bahwa Pattimura dikhianati oleh raja Booi dari Saparua dengan membocorkan informasi tentang strategi perang Pattimura dan rakyat Maluku, sehingga Belanda mampu merebut kembali Saparua. Pada Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di Ambon bersama Anthony Reebook, Philip Latumahina, dan Said Parintah. Peristiwa ini menandai berakhirnya perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:39:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/45c7xu7wpvfqhlqe/wish/2285671475</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
