<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tugas PF KD 4.4(KAKA) by Gavy</title>
      <link>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s</link>
      <description>Made with a creative frenzy</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-05-07 06:04:44 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-28 09:48:23 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f642.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Perang Saparua di Ambon</title>
         <author>G_uk</author>
         <link>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1501221705</link>
         <description><![CDATA[<div>Tahun terjadi= 16 Mei 1817<br>Penyebab= Rakyat Maluku, khususnya masyarakat Saparua sepakat untuk melakukan perlawanan di bawah komando Thomas Matulessy atau biasa disebut Kapitan Pattimura. Dalam buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (1981) karya M.C Ricklefs, disebutkan bahwa latar belakang perlawanan masyarakat Maluku terhadap Belanda pada 1817 adalah : Tindakan monopoli perdagangan rempah-rempah yang dilakukan Belanda melalui pelayaran Hongi di Maluku. Timbulnya kesengsaraan Maluku karena kebijakan penyerahan wajib berupa penyerahan ikan asin, kopi dan hasil laut lainnya kepada Belanda. Sikap Residen Saparua yang memberlakukan masyarakat Maluku dengan sewenang-wenang.<br>Tokoh=<br>Kapitan Pattimura/Thomas Matulessy.<br>Christina Martha Tiahahu.<br>Kapitan Paulus Tiahahu.</div><div>trivia= Pihak Belanda meminta bantuan dari Batavia untuk memadamkan perlawanan Pattimura. Dilansir dari buku Kapitan Pattimura (1985) karya I.O Nanulaitta, menyebutkan bahwa Pattimura dikhianati oleh raja Booi dari Saparua dengan membocorkan informasi tentang strategi perang Pattimura dan rakyat Maluku, sehingga Belanda mampu merebut kembali Saparua. Pada Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di Ambon bersama 3 orang lainnya serta menandai berakhirnya perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda.<br>Sumber: <a href="https://apple.co/3hXWJ0L">https://apple.co/3hXWJ0L</a><a href="https://www.kompas.com/skola/read/2020/10/21/145618969/perang-pattimura-melawan-belanda?page=all">https://www.kompas.com/skola/read/2020/10/21/145618969/perang-pattimura-melawan-belanda?page=all</a>.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-07 06:09:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1501221705</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perang Padri di Sumatera Barat</title>
         <author>G_uk</author>
         <link>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1501237988</link>
         <description><![CDATA[<div>Tahun terjadi= Perang Padri merupakan peperangan yang terjadi di Sumatera Barat tepatnya di wilayah Kerajaan Pagaruyung pada 1803-1838<br>Penyebab= Perang Padri terjadi karena ada pertentangan dari kaum Padri atau kelompok ulama terhadap kebiasaan-kebiasaan buruk yang terjadi di masyarakat. Kebiasaan tersebut seperti, judi, sabung ayam, minuman keras, tembakau maupun menggunaan hukum matriarkat untuk pembagian warisan.<br>Tokoh= Tank Koto Tuo(Tuanku Imam Bonjol.<br>trivia=Perang Padri berakhir pada 1838 di Daludalu dengan kemenangan Belanda. Semua perlawanan rakyat Minangkabau berhasil ditumpas Belanda. Padangse Bovenlanden di bawah kendali Hindia Belanda dan Kerajaan Pagaruyung akhirnya menjadi bagian Pax Netherlandica Selanjutnya Belanda mampu menguasai Minangkabau dan mengandalkan para kepada adat (penghulu). <br><br><a href="https://www.kompas.com/skola/read/2020/05/20/184500569/perang-padri-perang-saudara-yang-berubah-melawan-belanda?page=all">https://www.kompas.com/skola/read/2020/05/20/184500569/perang-padri-perang-saudara-yang-berubah-melawan-belanda?page=all</a></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-07 06:18:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1501237988</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perang diponegoro</title>
         <author>G_uk</author>
         <link>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1501256950</link>
         <description><![CDATA[<div>Tahun terjadi=Perang Jawa dengan Pangeran Diponegoro sebagai tokoh sentralnya merupakan pertempuran melelahkan melawan Belanda yang berlangsung selama 5 tahun (1825-1830).<br>Penyebab=Perang Diponegoro sendiri dapat dikatakan disebabkan oleh menguatnya pengaruh Belanda di dalam keraton. Banyak diantara punggawa keraton yang memihak Belanda karena mendapatkan keuntungan-keuntungan sendiri. Pangeran Diponegoro memutuskan hubungan dengan keraton pada Oktober 1824 dan pulang ke Tegalrejo. Ia membahas mengenai kemungkinan untuk melakukan pemberontakan pada Agustus tahun selanjutnya. Pangeran Diponegoro menghapus pajak bagi petani untuk memberikan ruang pembelian makanan dan senjata.<br>Tokoh=<br>-PANGERAN DIPONEGORO</div><div>-KYAI MOJO</div><div>-SENTOT ALIBASAH</div><div>-JENDERAL DE 🤬<br>-HENDRIK SMISSAERT<br>trivia=Ditahannya Pangeran Diponegoro otomatis membuat Perang Jawa yang melelahkan dan telah belangsung selama 5 tahun (1825-1830) berhenti. Secara keseluruhan dampak Perang Jawa telah merenggut 200.000 korban jiwa, di antaranya 7.000 orang dari pihak pribumi dan 8.000 orang dari pasukan Belanda. Perang Jawa sangat meletihkan bagi Belanda dan menguras banyak sumber daya, termasuk pasukan dan uang atau pendanaan yang menyebabkan pemerintah kolonial mengalami krisis keuangan.<br><br><a href="https://tirto.id/f9ZJ">https://tirto.id/f9ZJ</a></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-07 06:27:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1501256950</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perang Aceh</title>
         <author>G_uk</author>
         <link>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1501265607</link>
         <description><![CDATA[<div>Tahun terjadi:<br>-Perang Aceh I 26 Maret 1873, (1873-1874)<br>-Perang Aceh II (1874-1880)<br>-Perang Aceh III (1881-1896)<br>-Perang Aceh IV dan Akhir (1896-1910) <br>penyebab:Perang Aceh terjadi karena ambisi Belanda yang ingin menguasai seluruh wilayah Nusantara pada abad ke-19 Masehi. Butuh waktu lama bagi bangsa asing itu untuk bisa menundukkan wilayah Aceh. Boedi Harsono dalam Hukum Agraria di Indonesia: Sejarah Penyusunannya Isi dan Pelaksanaannya (1975), menyebutkan bahwa ambisi Belanda itu didasari dengan adanya perubahan dunia perekonomian setelah disahkannya Undang-Undang Agraria. Selain faktor ekonomi, ada pula politis. Mengutip tulisan A. Anwar bertajuk "Strategi Kolonial Belanda dalam Menaklukkan Kerajaan Aceh Darussalam"dalam jurnal Adabiya (Volume 19, 2017), Kerajaan Aceh dianggap penghambat utama perluasan kekuasaan Belanda di pesisir timur dan selatan Sumatera.<br><br>tokoh:Panglima Polim, Sultan Mahmud Syah, Tuanku Muhammad Dawood, Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, Pocut Baren<br>trivia:Ketiadaan Teuku Umar tidak membuat semangat rakyat Aceh padam menghadapi Belanda. Dipimpin Cut Nyak Dien, istri Teuku Umar, dengan dibantu oleh pejuang wanita bernama Pocut Baren, rakyat Aceh terus melakukan perlawanan. Hingga akhirnya, Teuku Umar yang kembali bergabung dengan pasukan Aceh. Sayangnya, pada 11 Februari 1899, Teuku Umar gugur di Meulaboh. Perjuangan pun kembali dilanjutkan oleh Cut Nyak Dien bersama Pocut Baren. Tahun 1905, Cut Nyak Dien berhasil ditangkap dan kemudian wafat pada 1910. Kematian Cut Nyak Dien pun menjadi penanda berakhirnya Perang Aceh.<br><br><a href="https://tirto.id/gaiC">https://tirto.id/gaiC</a><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-07 06:32:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1501265607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perang Banjar</title>
         <author>G_uk</author>
         <link>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1501286084</link>
         <description><![CDATA[<div>Tahun terjadi:Tanggal 4 Mei 1826<br>Penyebab terjadinya karena Dikutip dari buku Pangeran Antasari karya M. Idwar Saleh (1993:21), Residen E.F. Graaf von Bentheim Teklenburg atas nama Belanda secara sepihak menobatkan Pangeran Tamjidillah II sebagai Sultan Banjar di Martapura pada 3 November 1857. Setelah dinobatkan, Sultan Tamjidillah II melakukan penghapusan hak-hak istimewa kepada saudara-saudaranya, yakni Pangeran Hidayatullah II dan Pangeran Anom. Sultan Tamjidillah II menganggap tidak ada surat wasiat dari Sultan Adam yang dikantongi Pangeran Hidayatullah II. Bahkan, Pangeran Anom dibuang ke Bandung. Gerakan protes terhadap penobatan Sultan Tamjidillah II bermunculan. Dari pedalaman Kalimantan, gerakan kini dipelopori oleh Panembahan Muning atau Aling.<br>tokoh:<br>Pangeran Hidayatullah II<br>Pangeran Antasari <br>Panembahan Muning/Aling <br>Sunan Kuning <br>Tumenggung Surapati <br>Demang Lehman <br>Sultan Muhammad Seman <br>Gusti Acil <br>Gusti Muhammad Arsyad <br>Antung Durrahman<br>trivia:Pangeran Antasari melanjutkan perjuangan menghadapi Belanda yang mendatangkan pasukan bantuan dari Batavia. Di tengah perlawanan gerilya tersebut, Pangeran Antasari jatuh sakit. Ia terserang penyakit cacar dan paru-paru hingga akhirnya wafat pada 11 Oktober 1862. Perjuangan melawan Belanda diteruskan oleh putra Pangeran Antasari yang kemudian dinobatkan sebagai pemimpin Banjar dengan gelar Sultan Muhammad Seman, dibantu oleh beberapa tokoh pejuang lainnya seperti Gusti Acil, Gusti Muhammad Arsyad, dan Antung Durrahman. Kendati begitu, perlawanan ini tidak sebesar saat dipimpin oleh Pangeran Hidayatullah II dan Pangeran Antasari meskipun masih berlangsung hingga awal abad ke-20. Kathy MacKinnon dalam The Ecology of Kalimantan (1996) mencatat, Sultan Muhammad Seman gugur karena ditembak pasukan Belanda dalam pertempuran pada 24 Januari 1905. Perang Banjar berakhir setelah tokoh-tokoh pejuang yang tersisa berguguran, ditangkap, juga banyak yang diasingkan ke luar pulau. Selanjutnya, wilayah Kesultanan Banjar dikuasai pemerintah kolonial Hindia Belanda. <br><a href="https://tirto.id/gbNF">https://tirto.id/gbNF</a></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-07 06:43:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1501286084</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perang Jagaraga Di Bali</title>
         <author>G_uk</author>
         <link>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1505766284</link>
         <description><![CDATA[<div>tahun terjadi: pada 1844<br><br>penyebab:Belanda sudah lama ingin menduduki Bali. Namun, keinginan itu terhalang oleh hukum tawan karang yang berlaku di pulau tersebut. Setiap kapal asing yang terdampar di perairan Bali harus disita dan isinya dirampas beserta awak kapalnya. Akibat penerapan hukum tawan karang, Belanda beberapa kali merugi. Salah satunya adalah pada 1844, ketika kapal mereka terdampar di Pantai Sangsit yang termasuk wilayah Kerajaan Buleleng. Kapal itu disita. Isi dan muatannya dirampas, para awak kapalnya pun menjadi tawanan. Belanda tidak bisa menerima hal itu.<br><br>tokoh: I Gusti Ketut Jelantik<br>trivia:Wafatnya I Gusti Ketut Jelantik membuat Buleleng limbung sehingga jatuh sepenuhnya ke tangan Belanda, demikian pula Pulau Dewata. Tahun 1993, pemerintah RI menetapkan Mahapatih Kerajaan Buleleng ini sebagai pahlawan nasional. Sebenarnya, Belanda sudah memegang kuasa di wilayah ini sejak raja-raja Bali, termasuk Raja Buleleng, meneken perjanjian pada 9 Juli 1846. Namun, Patih Jelantik tetap mengobarkan perlawanan semampu-mampunya, yang dituntaskan lewat Puputan Jagaraga. Pantang bagi I Gusti Ketut Jelantik menyerah kepada bangsa penjajah, seperti sumpah yang pernah diucapkannya: “Selama aku hidup, aku tidak akan mengakui kekuasaan Belanda di negeri ini.”<br><a href="https://tirto.id/cSkG">https://tirto.id/cSkG</a></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-09 03:06:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1505766284</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nilai nilai yang terkandung dalam informasi</title>
         <author>G_uk</author>
         <link>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1505772041</link>
         <description><![CDATA[<div>Nilai-nilai yang terkandung sebagai berikut:<br>1. Nilai berkorban<br>2. Nasionalisme<br>3. Cinta tanah air<br>4. Persatuan dan kesatuan<br>5. Patriotisme<br>6. Kerja sama<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-09 03:15:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1505772041</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Organisasi Pergerakan Nasionalisme  Indonesia</title>
         <author>G_uk</author>
         <link>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1505772906</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Budi Utomo<br>a)tahun berdiri <br>Organisasi Budi utomo berdiri pada tanggal 20 mei 1908<br>b)tokoh <br>&nbsp;Dr. Soetomo dan para mahasiswa STOVIA, dan Dr. Wahidin Sudirohusada<br>c)tujuan&nbsp;<br>Organisasi Budi Utomo memiliki tujuan yaitu&nbsp; bentuk perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat.<br><br></div><div>Tak lama, tujuan organisasi Budi Utomo berubah menjadi memperoleh kemajuan yang harmonis bagi nusa dan bangsa di Jawa dan Madura. Pada waktu itu ide persatuan seluruh Indonesia dalam tujuan organisasi Budi Utomo belum dikenal.<br><br></div><div>d)trivia <br>Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia, walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_Nasional_Indonesia">K</a>ebangkitan nasional<br><br><br></div><div>2.Sarekat Islam <br>a)tahun berdiri <br>didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 <br>b)tokoh<br>&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Haji_Samanhudi">Haji Samanhudi</a><br>c)tujuan&nbsp;<br>Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam dengan tujuan untuk menggalang kerja sama antara pedagang Islam demi memajukan kesejahteraan pedagang Islam pribumi.&nbsp; Selain itu, Samanhudi juga ingin meruntuhkan dominasi pedagang-pedagang etnis China di sektor perekonomian Indonesia.<br><br>Jika ditinjau dari anggaran dasarnya, dapat disimpulkan tujuan SI adalah sebagai berikut:<br><br></div><ol><li>Mengembangkan jiwa dagang.</li><li>Membantu anggota-anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha.</li><li>Memajukan pengajaran dan semua usaha yang mempercepat naiknya derajat rakyat.</li><li>Memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai agama Islam.</li><li>Hidup menurut perintah agama.</li></ol><div><br><br></div><div>d)trivia <br>Tujuan awal untuk menghimpun para pedagang pribumi Muslim (khususnya pedagang batik) agar dapat bersaing dengan pedagang-pedagang besar <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa">Tionghoa</a>. Pada saat itu, pedagang-pedagang keturunan Tionghoa tersebut telah lebih maju usahanya dan memiliki hak dan status yang lebih tinggi daripada penduduk Hindia Belanda lainnya. Kebijakan yang sengaja diciptakan oleh pemerintah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hindia">Hindia</a>-<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> tersebut kemudian menimbulkan perubahan sosial karena timbulnya kesadaran di antara kaum pribumi yang biasa disebut sebagai Inlanders.<br><br></div><div><br>3. Indische Partij<br>a)tahun berdiri <br>&nbsp;berdiri tanggal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember">25 Desember</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1912">1912</a><br>b)tokoh <br> Didirikan oleh tiga serangkai, yaitu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/E.F.E._Douwes_Dekker">E.F.E Douwes Dekker</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tjipto_Mangoenkoesoemo">Tjipto Mangoenkoesoemo</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suwardi_Suryaningrat">Suwardi Suryaningrat</a><br>c)tujuan&nbsp;<br>Tujuan Indische Partij adalah untuk membangunkan patriotisme semua indiers terhadap tanah air. IP menggunakan media majalah Het Tijdschrifc dan surat kabar De Expres pimpinan E.F.E Douwes Dekker sebagai sarana untuk membangkitkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air.</div><div>d)trivia <br>&nbsp;R.M. Suwardi Suryaningrat menulis artikel bernada sarkastis yang berjudul <em>Als ik een Nederlander was</em> (Andaikan aku seorang Belanda). Akibat dari tulisan itu R.M. Suwardi Suryaningrat ditangkap. Menyusul sarkasme dari Dr. Cipto Mangunkusumo yang dimuat dalam <em>De Expres</em> tanggal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/26_Juli">26 Juli</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1913">1913</a> yang diberi judul <em>Kracht of Vrees?</em>, berisi tentang kekhawatiran, kekuatan, dan ketakutan. Dr. Tjipto pun ditangkap, yang membuat rekan dalam Tiga Serangkai, Douwes Dekker mengkritik dalam tulisan di De Express tanggal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/5_Agustus">5 Agustus</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1913">1913</a> yang berjudul <em>Onze Helden: Tjipto Mangoenkoesoemo en Soewardi Soerjaningrat</em> (Pahlawan kita: Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat). Kecaman-kecaman yang menentang pemerintah Belanda menyebabkan ketiga tokoh dari Indische Partij ditangkap. Pada tahun 1913 mereka diasingkan ke Belanda. Douwes Dekker dibuang ke <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kupang">Kupang</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/NTT">NTT</a> sedangkan Dr. Cipto Mangunkusumo dibuang ke <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Banda">Pulau Banda</a>. Namun pada tahun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1914">1914</a> Cipto Mangunkusumo dikembalikan ke Indonesia karena sakit. Sedangkan Suwardi Suryaningrat dan E.F.E. Douwes Dekker baru kembali ke Indonesia pada tahun 1919. Suwardi Suryaningrat terjun dalam dunia pendidikan, dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara, mendirikan perguruan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Siswa">Taman Siswa</a>. E.F.E Douwes Dekker juga mengabdikan diri dalam dunia pendidikan dan mendirikan yayasan pendidikan Ksatrian Institute di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sukabumi">Sukabumi</a> pada tahun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1940">1940</a>. Dalam perkembangannya, E.F.E Douwes Dekker ditangkap lagi dan dibuang ke <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suriname">Suriname</a>, Amerika Selatan.<br><br></div><div><br>4.Perhimpunan Indonesia<br>a)tahun berdiri <br>&nbsp;berdiri pada tahun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1908">1908</a>.<br>b)tokoh <br> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tjipto_Mangoenkoesoemo">Cipto Mangoenkoesoemo</a> dan Soewardi Soerjaningrat, <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Achmad_Farhan_ar-rosyid&amp;action=edit&amp;redlink=1">Achmad Farhan ar-rosyid</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Soekiman_Wirjosandjojo">Soekiman Wirjosandjojo</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Arnold_Mononutu">Arnold Mononutu</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=%27%27%27Soedibjo_Wirjowerdojo%27%27%27&amp;action=edit&amp;redlink=1">'''Soedibjo Wirjowerdojo'''</a>, Prof Mr <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sunario_Sastrowardoyo">Sunario Sastrowardoyo</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sastromoeljono">Sastromoeljono</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Abdulmadjid_Djojoadiningrat">Abdulmadjid Djojoadiningrat</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sutan_Sjahrir">Sutan Sjahrir</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sutomo">Sutomo</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ali_Abdurabbih&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ali Abdurabbih</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wreksodiningrat">Wreksodiningrat</a>, dll.<br>c)tujuan&nbsp;<br><br>tujuan utamanya ialah mengadakan pesta dansa-dansa dan pidato-pidato.<br><br></div><div><br>Sejak <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tjipto_Mangoenkoesoemo">Cipto Mangoenkoesoemo</a> dan Soewardi Soerjaningrat (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hajar_Dewantara">Ki Hajar Dewantara</a>) masuk, pada <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1913">1913</a>, mulailah mereka memikirkan mengenai masa depan Indonesia. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya organisasi tersebut bagi bangsa Indonesia. Semenjak itulah <em>vereeninging</em> ini memasuki kancah politik. Waktu itu pula <em>vereeniging</em> menerbitkan sebuah buletin yang diberi nama <em>Hindia Poetera</em>, tetapi isinya sama sekali tidak memuat tulisan-tulisan bernada politik.<br><br></div><div>d)trivia&nbsp;</div><div>Hatta menjadi <em>Voorzitter</em> (Ketua) PI terlama yaitu sejak awal tahun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1926">1926</a> hingga <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1930">1930</a>, sebelumnya setiap ketua hanya menjabat selama setahun. Perhimpunan Indonesia kemudian menggalakkan secara terencana propaganda tentang Perhimpunan Indonesia ke luar negeri Belanda.<br><br><br>5.Partai Nasional Indonesia<br>a)tahun berdiri <br> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/4_Juli">4 Juli</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1927">1927</a><br>b)tokoh <br>Dr. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tjipto_Mangunkusumo">Tjipto Mangunkusumo</a>, Mr. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sartono">Sartono</a>, Mr. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Iskak_Tjokroadisurjo">Iskak Tjokroadisurjo</a>, dan Mr. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sunaryo">Sunaryo</a><br>c)tujuan <br>kemerdekaan Indonesia dan <strong>tujuan</strong> itu akan dicapai dengan asas “percaya pada diri sendiri”. Artinya: memperbaiki keadaan politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang sudah dirusak oleh penjajahan, dengan kekuatan sendiri</div><div>d)trivia&nbsp;<br>PNI menjadi peserta pemilu 1999.</div><div><br>6.Volksraad<br>a)tahun berdiri <br><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/16_Desember">16 Desember</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1916">1916</a><br>b)tokoh <br> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur-Jendral">Gubernur-Jendral</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/J.P._van_Limburg_Stirum">J.P. van Limburg Stirum</a> bersama dengan Menteri Urusan Koloni Belanda; <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Bastiaan_Pleyte">Thomas Bastiaan Pleyte</a>.<br>c)tujuan &nbsp;<br>Dewan Rakyat pada masa pemerintahan Hindia Belanda yang didirikan di Batavia pada tahun 1918. Dewan ini berperan sebagai badan penasihat yang hanya berhak memberikan usul-usul kepada pemerintah Hindia Belanda.</div><div>d)trivia <br>Pada awal berdirinya, Dewan ini memiliki 38 anggota, 15 di antaranya adalah orang <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pribumi">pribumi</a>. Anggota lainnya adalah orang <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Eropa-Indonesia">Belanda</a> (Eropa) dan orang timur asing: <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa-Indonesia">Tionghoa</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Arab-Indonesia">Arab</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/India-Indonesia">India</a>. Pada akhir tahun 1920-an mayoritas anggotanya adalah kaum pribumi.<br><br><br><br><br>Sumber=<br><a href="https://id.berita.yahoo.com/tujuan-organisasi-budi-utomo-pahami-021514711.html#:~:text=Tujuan%20Organisasi%20Budi%20Utomo%20adalah%20Kemajuan%20Jawa%20dan%20Madura&amp;text=Tujuan%20organisasi%20Budi%20Utomo%20awalnya%20hanya%20mendirikan%20suatu%20dana%20pelajar.&amp;text=Istilah%20ini%20pun%20bisa%20menggambarkan,budi%2C%20kebaikan%20perangai%20atau%20tabiat">https://id.berita.yahoo.com/tujuan-organisasi-budi-utomo-pahami-021514711.html#:~:text=Tujuan Organisasi Budi Utomo adalah Kemajuan Jawa dan Madura&amp;text=Tujuan organisasi Budi Utomo awalnya hanya mendirikan suatu dana pelajar.&amp;text=Istilah ini pun bisa menggambarkan,budi, kebaikan perangai atau tabiat</a>.<br><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Budi_Utomo">https://id.wikipedia.org/wiki/Budi_Utomo</a><br><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sarekat_Islam">https://id.wikipedia.org/wiki/Sarekat_Islam</a><br><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indishe_Vereeniging">https://id.wikipedia.org/wiki/Indishe_Vereeniging</a><br><br><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Nasional_Indonesia">https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Nasional_Indonesia</a><br><br><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Volksraad">https://id.wikipedia.org/wiki/Volksraad</a></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-09 03:16:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/G_uk/3zrrm1wynxgtv99s/wish/1505772906</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
