<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Al-Quran Hadist Kelas 6 by Tita Rosita</title>
      <link>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4</link>
      <description>Setiap siswa harus memperhatikan dan mempelajari materi Al - Qur&#39;an Hadits serta menerapkannya dalam kehidupan sehari - hari</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-05-21 19:11:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-05-23 18:46:35 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f9d5.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Absensi</title>
         <author>tita34446</author>
         <link>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1548973829</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebelum memulai pembelajaran silahkan isi absen terlebih dahulu dengan link berikut:<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfkOCWNDF5zgw_IRxqPbXspQUv3arF7WbTKw5UqZ3k-pMIcZw/viewform?usp=sf_link" />
         <pubDate>2021-05-21 19:14:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1548973829</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PELAJARAN 1 : MARI BELAJAR SURAH AD-DUHA</title>
         <author>tita34446</author>
         <link>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1551392522</link>
         <description><![CDATA[<div>Surah ad-Duhâ terdiri dari 11 ayat. dan merupakan urutan surah ke-93 dalam al- Qur’an, Diturunkan sesudah surah Al-Fajar. Disebut surah Makkiyah karena turun di Makkah atau turun sebelum Nabi Muhammas saw hijrah ke Madinah , Ad-Duhâ artinya waktu Duhâ atau waktu ketika matahari naik sepenggalah, nama Ad-Duhâ diambil dari lafazh ad-duha yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Surah ad-Duhâ terletak setelah surah al-Lail dan sebelum surah al-Insyirah.<br>Terjemahan surah ad-Duhâ<br>Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang<br>1) Demi waktu Duhâ (ketika matahari naik sepenggalah),<br>2) Dan demi malam apabila telah sunyi,<br>3) Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu.<br>4) Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang per-mulaan.<br>5) Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu dan engkau menjadi puas.<br>6) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi (mu).<br>7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk<br>8) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia mem-berikan kecukupan<br>9) Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang<br>10) Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik (nya)<br>11) Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan(dengan bersyukur)<br><br>Kandungan Surat Ad-duha:<br>Surat Ad Dhuha memiliki arti waktu dhuha, yaitu waktu ketika matahari naik sepenggalah. Surat pendek ini mengingatkan<a href="https://kumparan.com/topic/manusia"> </a>manusia tentang larangan menghina anak yatim dan menghardik orang yang minta-minta. Surat ini juga memerintahkan manusia untuk bersyukur terhadap nikmat Allah SWT.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/8sz5Kyt-i9s" />
         <pubDate>2021-05-23 14:22:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1551392522</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PELAJARAN 2 : AKU SUKA MEMBERI</title>
         <author>tita34446</author>
         <link>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1551414511</link>
         <description><![CDATA[<div>“Dari Abdullah bin Umar r.a. berkata, bahwasannya Rasulullah s.a.w bersabda,<br>“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Tangan di atas adalah yang<br>menafkahkan (harta) dan tangan di bawah adalah yang meminta”. (HR. Bukhari<br>dan Muslim).<br><br>Isi kandungan hadits tentang keutamaan memberi<br>a. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, maksudnya orang yang<br>memberi lebih baik daripada orang yang meminta.<br>b. Tangan di atas maksudnya adalah orang yang suka memberi, dan tangan di<br>bawah maksudnya adalah orang yang meminta.<br>c. Dalam memberikan sesuatu hendaklah dengan ikhlas dan tidak menyebut- nyebutnya serta tidak menyakitkan hati orang yang menerima.<br>d. Sifat pemurah termasuk akhlak terpuji dan dianjurkan dalam Islam. Cara agar menjadi orang yang pemurah, diantaranya:<br>1) Membiasakan diri untuk memberi kepada orang lain, terutama yang sangat membutuhkan,<br>2) Menyadari bahwa harta adalah amanat Allah, yang didalamnya ada hak<br>orang lain yang harus kita serahkan kepada mereka yang berhak,<br>3) Meyakini bahwa memberi lebih utama daripada meminta-meminta dan akan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah swt.<br>e. Orang yang suka memberi (dermawan/pemurah) memiliki keberuntungan,diantaranya :<br>• Akan dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda.<br>• Akan menjadi tolak balak (bencana).<br>• Dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka</div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/beYkGjtNga4" />
         <pubDate>2021-05-23 14:44:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1551414511</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PELAJARAN 3: MARI BELAJAR HUKUM MAD</title>
         <author>tita34446</author>
         <link>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1551627155</link>
         <description><![CDATA[<div>1) Hukum Bacaan Mad<br>a. Pengertian Mad<br>Menurut bahasa, mad artinya panjang. Sedangkan menurut istilah ilmu tajwid, Mad adalah membaca panjang huruf hijaiyah di dalam Al Qur’an<br>karena bertemu salah satu huruf mad.<br>Huruf mad ada 3 (tiga) macam, yaitu :<br>1) Alif ( ا&nbsp; yang didahului oleh baris atas (fathah)<br>2) Wawu mati/sukun و yang didahului baris depan (dhammah)<br>3) Ya’ mati (sukun) ( ْي yang didahului baris bawah (kasrah)<br>b. Macam – macam Mad<br>Secara garis besar hukum bacaan mad dibagi menjadi 2 (dua) macam, yang<br>terdiri dari :<br>a) Mad Asli<br>Mad asli atau yang dikenal dengan mad tabi’i. Yang dinamakan Mad Tabi’i<br>ialah fathah diikuti alif, kasrah diikuti ya’ sukun dan dhammah<br>diikuti wawu sukun ). Cara membaca mad asli atau mad tabi’i adalah dua harakat atau satu alif.<br>&nbsp;b) <em>Mad far’i</em> ( bagian ) Mad far’i&nbsp; ada 13 macam , tetapi yang akan kita pelajari hanya mad <em>Wajib Muttasil dan Jaa’iz Munfasil <br></em>1)&nbsp; <em>Mad </em>&nbsp;<em>Wajib Mutta</em>s<em>il </em>adalah mad yang terjadi karena ada <em>mad tabi’i </em>yang diikuti huruf&nbsp; hamzah ( <strong>ء</strong>&nbsp; ) dan dalam satu kata / lafal . Panjang mad wajib Muttasil adalah lima harakat atau dua setengah <em>alif .</em> Contoh : يُرَاۤءُوْنَۙ<br>2) Mad ja’iz munfasil <strong><em>Mad ja’iz munfasil </em></strong>&nbsp;adalah apabila ada mad tabi’i yang diikuti dengan huruf&nbsp; ( ء&nbsp; )&nbsp; tetapi tidak dalam satu kata / lafal .Adapun ketentuan panjang bacaan dari&nbsp; <strong><em>Mad ja’iz munfa</em></strong>s<strong><em>il </em></strong>&nbsp;adalah boleh dua ,empat atau lima harakat. Contoh : وَمَآ اَدْرٰىكَ</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/BSl6HO7Yezg" />
         <pubDate>2021-05-23 18:06:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1551627155</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PELAJARAN 4: MARI BELAJAR MEMBACA SURAT AL-BAYYINAH</title>
         <author>tita34446</author>
         <link>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1551639921</link>
         <description><![CDATA[<div>Surat al-Bayyinah adalah surat yang ke 98 dari 114 surat dan terletak pada juz 30 atau dikenal dengan Juz ‘Amma. Surat al-Bayyinah terdiri dari 8 ayat dan termasuk surat Madaniyah artinya surah yang diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. Hijrah ke Madinah. Surat al-Bayyinah diturunkan sesudah surat Ath Thalaq. Al-Bayyinah<br>artinya bukti yang nyata, kata al-Bayyinah diambil dari perkataan Al Bayyinah yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini secara garis besar berisi tentang:<br>a. Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik tidak goyah kepercayaannya dan berselisih pendapat sesudah datangnya Nabi<br>Muhammad saw.<br>b. Mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas, mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat yang merupakan ajaran agama yang lurus.<br>c. Ancaman terhadap orang-orang kafir itu ialah akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam.<br>d. Orang beriman dan beramal shalih dikategorikan sebaik-baik makhluk yang akan mendapat balasan surga dan mendapat ridla Allah.<br>e. Mengerjakan shalat, puasa, dan zakat berhubungan dengan gerak lahir dan batin harus dilakukan dengan ikhlas dan takwa untuk mencapai balasan<br>yang disediakan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.<br>f. Ibadah tidak akan diterima, jika tidak didasari dengan keikhlasan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/qEhcH8RMmbU" />
         <pubDate>2021-05-23 18:18:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1551639921</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PELAJARAN 5: GEMAR BERAMAL SHALIH</title>
         <author>tita34446</author>
         <link>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1551645905</link>
         <description><![CDATA[<div>“Dari Abi Hurairah r.a,ia berkata,Rasulullah SAW.bersabda :Apabila anak Adam (manusia) telah meningal dunia terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara,<br>yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at, dan anak shalih yang mendo’akan kedua orang tuanya” ( HR.Muslim )<br><br>Isi kandungan hadits tentang amal shalih<br>a. Setiap manusia pasti akan meninggal dunia dan apabila ia telah meninggal dunia maka putuslah semua amalnya.<br>b. Ada 3 amal yang tidak akan putus pahalanya walaupun orangnya telah<br>meninggal dunia yaitu :<br>1) Sedekah jariyah<br>2) Ilmu yang bermanfa’at<br>3) Anak shalih yang selalu mendo’akan orang tuanya<br>c. Sedekah jariyah adalah memberikan harta/benda untuk kepentingan umum yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus dengan niat ikhlas semata- mata karena Allah swt. Contoh : mewakafkan tanah atau memberikan sumbangan untuk pembangunan masjid, mushalla, rumah sakit, jalan dan<br>lain sebagainya.<br>d. Yang dimaksud Ilmu bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan (dilaksanakan)<br>pemiliknya dan dijarkan kepada orang lain. Adapun ciri-ciri ilmu bermanfaat<br>diantaranya :<br>1) Ilmu tersebut diamalkan pemiliknya.<br>2) Ilmu tersebut diajarkan kepada orang lain<br>3) Ilmu tersebut mempunyai manfaat dalam kehidupan<br>4) Ilmu tersebut tidak bertentangan dengan agama<br>e. Orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkan ilmunya diibaratkan “pohon<br>tanpa buah” dan dia akan menjadi orang yang celaka.<br>f. Sedangkan yang dimaksud Anak shalih adalah anak yang taat beragama, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan suka berbuat baik terhadap sesama.<br>Contoh perilaku anak shalih :<br>1) Mendoakan orang tuanya<br>2) Taat beribadah<br>3) Suka membantu orang tua<br>4) Berprilaku baik dan sopan dll.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/DLVV9KidXG0" />
         <pubDate>2021-05-23 18:23:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tita34446/3l9hvx2j6nfzyoh4/wish/1551645905</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
