<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>9H - Story Blog by Aisyah Rahmania Mujahidah</title>
      <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy</link>
      <description>Post your story sesuai kerangka cerita yang telah kamu buat sebelumnya! </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-27 13:31:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-12-11 11:45:10 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4bb.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Welcome to our Stories Adventure!</title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189068655</link>
         <description><![CDATA[<p>Greetings, students! Masih ingat pelajaran sebelumnya saat membuat kerangka cerita di kertas yang berisi banyak pertanyaan? Sekarang waktunya kalian menuangkan cerita tersebut di kanvas ini berdasarkan kerangka cerita yang telah kalian buat tersebut! </p><p><br></p><p>Peraturan kita:</p><ol><li><p>Tidak menggunakan bantuan AI apapun untuk menulis ceritanya.</p></li><li><p>Boleh menggunakan bahasa Indonesia.</p></li><li><p>Boleh mencari ide di pinterest dan semacamnya.</p></li><li><p>No nasyid yaa</p></li><li><p>Perhatikan huruf kapital dan tanda baca yaa</p></li><li><p>Setelah selesai, post dan coba cek dan komentari cerita yang telah teman kamu buat!</p></li><li><p>Tugas ini akan menjadi nilai pengganti Ulangan Harian, jadi pastikan kamu mengerjakan sampai selesai yaa!</p></li></ol><p><br></p><p>Untuk memulai, klik tanda 'tambah' +</p>]]></description>
         <pubDate>2024-10-27 13:35:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189068655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>READ THIS POST IF YOU NEED IDEAS!!</title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189103831</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bingung cara memulai ceritanya? Coba cek link ini: </p></li></ol><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.pinterest.com/search/pins/?rs=ac&amp;len=2&amp;q=strategies%20for%20writing%20a%20story%20beginning&amp;eq=strategies%20for%20writing&amp;etslf=10380">https://id.pinterest.com/search/pins/?rs=ac&amp;len=2&amp;q=strategies%20for%20writing%20a%20story%20beginning&amp;eq=strategies%20for%20writing&amp;etslf=10380</a></p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.pinterest.com/pin/54958057948469930/">https://id.pinterest.com/pin/54958057948469930/</a></p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Mau mencoba membuat peta dunia fantasimu? Cek link ini:</p></li></ol><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://inkarnate.com/">https://inkarnate.com</a></p><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Bingung menamai karakter? cek link ini!</p></li></ol><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.pinterest.com/search/pins/?q=Name%20generator&amp;rs=autocomplete_bubble&amp;b_id=BD2t96LziU99AAAAAAAAAACPHqfW6m4nEOZ1Ha8qR9F5w1epRfy88Q9JQGPCK20gGEK1yNvlEGOl6M5YqXqgDJhwtG13bdRcLMqiIuWVUogOZLmfY8gPZQw&amp;source_id=SQjo4XCX&amp;top_pin_id=844493674141367">https://id.pinterest.com/search/pins/?q=Name%20generator&amp;rs=autocomplete_bubble&amp;b_id=BD2t96LziU99AAAAAAAAAACPHqfW6m4nEOZ1Ha8qR9F5w1epRfy88Q9JQGPCK20gGEK1yNvlEGOl6M5YqXqgDJhwtG13bdRcLMqiIuWVUogOZLmfY8gPZQw&amp;source_id=SQjo4XCX&amp;top_pin_id=844493674141367</a></p><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Butuh tips menulis? cek link ini:</p></li></ol><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.pinterest.com/search/pins/?q=writing%20tips&amp;rs=typed">https://id.pinterest.com/search/pins/?q=writing%20tips&amp;rs=typed</a></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://id.pinterest.com/search/pins/?rs=ac&amp;len=2&amp;q=strategies%20for%20writing%20a%20story%20beginning&amp;eq=strategies%20for%20writing&amp;etslf=10380" />
         <pubDate>2024-10-27 14:25:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189103831</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rebellious Royal</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189708876</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada suatu hari lahirlah bayi perempuan di kerajaan,orang orang di kerajaan sangat senang,nama bayi perempuan itu adalah Astoria.Astoria tumbuh besar dan ia mempunyai paeras yang sangat cantiik.Tetapi Anna tidak suka menjadi bagian dari kerajaan,ia lebih suka hidup kota/pedesaan dengan bebas,karna selama ia berada di kerajaan ia merasa tertekan dan ia disuruh untuk memalsukan identitas aslinya ,jadi Ibunya memberi nama palsu dengan sebutan Anna.Pada suatu hari kerajaan akn mengadakan dansa yang akan dilakukan di "Opera hall for Demons"  bersama di kerajaan,Astoria saat itu sedang tidak enak badan jadi ia memutuskan untuk keluar dari kerajaan untuk mencari angin,sebelum keluar Ibunya sempat berpesan agar tidak memberitahu nama aslinya kepada orng lain,akhirnya ia memutuskan untuk keluar,pada saat keluar dari kerajaan ia bertemu dengan pria ia belum pernah meliat sebelumnya,ia pun memutuskan untuk menghampirinya "hey siapa kamu aku belum pernah melihatmu sebelumnya,siapa namamu?" "oh hi namaku Calix."</p><p>"oh Calix senang bertemu denganmu,oh iya namaku ."</p><p>"kenapa kau berada di luar Anna?,bukannya sebentar lagi pesta dansa akan dimuali." "yes aku hanya ingin mencari udara saja."Anna berbohong kepada Calix. "apa yang kamu lakukan disini Calix?" "aku hanya ingin mencari udara juga." Akhirnya merekapun berbincang sampai akhirnya jam makan malam tiba. "ayo kita masuk kyhhhedalam, bentar lagi waktu makan malam." kata Calix. "ayoo" balas Anna. Sesampainya didalam ibunya Astoria bertanya siapa dia,Astoria akhirnya pun menjelaskan kepada ibunya. "tetapi kamu harus berhati hati Astoria karena kamu baru mengenalinya,dan juga ingat identitasmu disini jangan sampai ketahuan.</p><p><br/></p><p><em>*flashback*</em></p><p>Jadi sebenarnya Astoria bukan lah dari keluarga para Demons melainkan dia hanya manusia biasa,sedangkan Calix dia adalah salah satu bagian dari keluarga Demons,jika Astoria ketahuan kalu ia manusia maka ia akan dieksekusi sampai mati.</p><p><br/></p><p>Astoria hanya mengangguk mendengar perkataan ibunya.</p><p>Mereka pun akhirnya makan bersama,setelah makan bersama mereka akan bersulang dan berbincang satu sama lain. Setelah melakukan perbincangan yang sangat lama merekapun memutuskan untuk menginap dikerajaan selama 3 hari.</p><p>* Kesokan hari*</p><p>Astoria bangun cepat di jam 05.40 karena ia ingin pergi kekamar mandi,setelah pergi kekamar mandi ia merasa tidak ngantuk lagi dan memutuskan untuk pergi ke dapur dan membuat teh hangat,setelah membuat teh ia memutuskan untuk pergi ke balkon sekalian melihat sunrise.Saat sampai di balkon ia melihat ada Calix yang sedang duduk di balkon juga."apa yang kau lakuakn disini Calix?" tanya Astoria."aku tiak bisa tidur makanya aku pergi ke sini."jawab Calix."apa yang kau lakukan disini Anna?" "aku tadi kebangun karena ingin kekamar mandi setelah itu aku tidak bisa tidur lagi jadi memutuskan untuk pergi kesini aja sekalian melihat sunrise."</p><p>"ooohhhhh", mereka pun berbincang bersama Calix dan mereka berbagi cerita sambil tertawa bareng.Sampai akhirnya waktu menunjukan puku 06.40, mereka dipanggil karena merekan akan melakukan sarapan bersama.Ibunya sempat bertanya kepada Astoria apa yang ia lakukan bersama Calix di pagi pagi buta berduaan, inilah sifat yang ia tidak suka dari ibunya,ibunya sangat protektif ke Astoria kara ia bukan demon,padahal ia bisa tinggal dipedasaan sebagai manusia biasa dari pada harus memalsukan identitasnya dikerajaan ,ia lebih memilih untuk tinggal di pedesaan dengan bebas dan bisa mencintai laki laki yang ia suka tanpa ada larangan dari ibunya.Ibunya hanya memperingati Astoria agar tidak suka dengan Calix kerena Calix bukan manusia melainkan demon yang artinya ia tidak bisa menikah dengan manusia.Ia punya rencana akan kabur dari kerajaan dan ia akan pergi kepedesaan untuk memulai hidupnya yang baru saja. Ia pun memutuskan akan pergi nanti malam</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637667587/9608b774ec8dac6353187fd9d2e01177/Untitled_design__1_.png" />
         <pubDate>2024-10-28 02:50:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189708876</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ADVENTURES WITH JOKO AND DARA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189709821</link>
         <description><![CDATA[<p>One day...</p><p>there lived an emperor tamarin monkey, but this monkey is different, it can talk and can understand what humans are saying. The monkey was friends with a 15 year old girl, she had black hair, not too long and not too short, the girl was very adventurous with her pet monkey. the girl's name was Dara and her monkey was named Joko.</p><p>One day...</p><p>“JOKO!!!!... JOKO!!!!... JOKO!!!!...”</p><p>“I just got a map, it says it has treasure!!!” said Dara.</p><p>“HAH?!?! really??!!, come here I want to see”. said Joko</p><p>then Dara gave the map to Joko.</p><p>“Hmm, this map is very interesting”. Joko said</p><p>“Yes, the map is interesting!!!”. Dara said</p><p>“Come on I want to go there!!!”. Dara said</p><p>“Are you sure, Dara? Who knows, like yesterday's adventure, we got lost, fortunately there were people who intended to help us yesterday”. Joko said</p><p>“Ihh Joko, getting lost is a natural thing”. Dara said</p><p>“Already instead of a lot of talk just prepare to go”. Dara said</p><p>“YEAYY WE'RE GOING ON ANOTHER ADVENTURE!!!”. Dara shouted. Joko just sighed and obeyed what Dara wanted.</p><p><br></p><p>3 hours later...</p><p>“JOKOOO are you ready?!?!?!”. Dara said</p><p>“Yes, I've been ready from earlier, you're the one who took too long, I don't need to prepare anything because I'm an animal”. Joko said</p><p>“Well, if you die, don't blame me ... HAHAHAHA”. Dara laughed</p><p>“No way, I'm not going to die”. Joko said</p><p>“Okeyyy”. Dara said</p><p>“Now what do we take to get there?”. Joko asked</p><p>“Well, we'll take a car to the airport and then just walk there”.  Dara said</p><p>“I think that place is not far from here, Dara”. Joko said</p><p>“Oh, is it?”. Dara said</p><p>“Let's see the map, our house is around here, we live in the middle of the forest, then the destination of the map or the term treasure is near...”. Joko stopped talking</p><p>“Huh near where, don't make people curious Joko!”. Dara said</p><p>“This is near your parents' house...”. Joko said</p><p>“No way!”. Dara said with an incredulous face </p><p>“Really Dara, this is near your parents' house!”. Joko said</p><p>“If you don't believe me, let's follow the map”. Joko said</p><p>Joko and Dara finally followed the map. And it was true what Joko said that this map showed the direction to Dara's parents' house.</p><p>“Right what I said is right, this map shows the direction of your parents' house!!!!”. Said joko</p><p>“Yes, it's true again ... that means the adventure to find the treasure failed”. Dara with a sad face</p><p>“Well, it ends here Dara”. Joko said</p><p>“It's okay - let's just stay in touch with your parents' house”. Joko said</p><p>“Alright...”. Dara said</p><p>END</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media1.giphy.com/media/wkU6IO6vu0I5C9aul2/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-10-28 02:50:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189709821</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A Sleepy Vampire</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189711119</link>
         <description><![CDATA[<p>Sunken city, kota yang dimana para vampir tinggal di dalamnya. Langit malam telah membuat semua jiwa yang berada di sana bekerja. Para vampir selalu beraktivitas ketika langit mulai gelap. Sang rembulan memancarkan cahayanya yang indah masuk ke dalam suatu kamar yang bernuansa merah dan hitam, yang dimana terdapat seorang gadis yang terlihat sangat sibuk bekerja di atas ranjang kesayangannya. Gadis tersebut adalah seorang vampir bernama Ravenna Viella. Dia adalah vampir yang cukup terkenal di lingkungan tempat tinggalnya, karena ia memiliki penampilan yang sangat menawan, matanya merah menyala layaknya rembulan pada malam itu.</p><p><br/></p><p>Pada malam itu semua vampir melakukan aktivitasnya masing-masing, termasuk Viella, ia sangat sibuk melakukan semua pekerjaannya, banyak yang mengandalkan dirinya sehingga ia selalu sibuk pada saat malam hari. Karena dirinya memiliki keterampilan yang memukau, timbulah rasa dengki yang tertanaman di dalam hati seorang vampir lainnya. Grayce, sang adik dari Viella sangat iri terhadap sang kakak. Ia juga ingin bisa terkenal layaknya sang kakak. Karena rasa kebencian itu, Grayce merencanakan suatu kejahatan untuk diberikan kepada Viella, entah apa bentuk kejahatannya.</p><p><br/></p><p>Suatu ketika, datanglah kabar bahwa akan datang kutukan dari seorang penyihir jahat yang haus akan kekuasaan. Dia ingin menguasai kota tersebut, dan menjadi raja untuk semua vampir yang ada di sana. Ketika mendengar itu Viella memikirkan cara untuk menyelamatkan semua vampir yang tinggal di kota tersebut. Rasa khawatir telah menyeliputi tubuh Viella, tapi ia tidak gentar ia tetap harus berani agar ia bisa menyelamatkan banyak jiwa.</p><p><br/></p><p>Tibalah, malam dimana sang penyihir menginjakkan kaki nya di kota ini. Viella memerintahkan kepada semua penduduk agar tetap berada di kediamannya masing-masing, sampai ada perintah untuk mereka bisa keluar. Waktu yang menegangkan, Viella telah berhadapan dengan sang penyihir, dan memulai sebuah percakapan. "Siapa semut kecil yang berdiri di hadapanku sekarang?." ejek sang penyihir. "kamu tidak perlu tau siapa aku, yang pasti kau akan musnah jika berhadapan dengan ku." Viella berusaha untuk tetap berani menghadapi sang penyihir. "Asal kau tau, aku datang kesini bukan karena kemauan ku." Viella mengerutkan alisnya, bingung. "lantas? mengapa kau datang ke sini?." Sang penyihir mengitari tubuh Viella perlahan. "Aku diutus untuk datang ke sini, karena salah satu dari kalian telah memanggilku." Viella membulatkan matanya, terkejut. "Siapa orang itu." Sang penyihir tertawa. "Dia......adik mu sendiri." Mendengar itu, tanpa ragu Viella langsung mencakar sang penyihir. Namun, sang penyihir langsung menghindari serangannya. "KAMU BERBOHONG." penyihir itu memutarkan bola matanya. "Apakah aku terlihat seperti sedang berbohong, hah?" Viella memperlihatkan gigi taringnya yang menandakan bahwa ia sudah sangat marah. Melihat kondisi Viella yang sudah diliputi oleh amarah, tanpa berpikir panjang, sang penyihir langsung menghadirkan sang adik. "Kalau kau tidak percaya, tanyakan saja pada adikmu." Viella menoleh, menyadari keberadaan sang adik. "Kau tidak melakukannya bukan?" Grayce menunduk terdiam. "Penyihir itu bohong, iya kan?" Grayce tidak merespon. "Kenapa kau melakukan ini?" Grayce mendongak, menatap sang kakak. "Aku benci sama kakak." Viella menatap bingung sang adik. "Aku ga suka kalau kakak sibuk, selalu diandelin sama orang-orang, dipuji- puji, diistimewakan, dihargai. Aku, kapan?" Viella mematung mendengar ucapan sang adik, ia merasa sangat kecawa atas apa yang adiknya lakukan. Tak tau harus bertindak apa, ia sudah terlalu kecewa. </p><p><br/></p><p>Sang penyihir yang bosan melihat drama itu pun bertindak. "DIAM KALIAN. Aku datang kesini bukan tanpa alasan, sekarang aku hanya ingin menyelesaikan tugasku lalu pulang" Viella dan Grayce, keduanya sontak menatap sang penyihir. Sang penyihir mengarahkan jari telunjuknya ke arah Viella. "Aku berikan kau sebuah pilihan. Kau selamat, tapi kota yang kau sayangi ini akan kuhancurkan bersama dengan para penduduknya." Viella menatap tajam sang penyihir. "KAU TIDAK BERHAK-." "Pilihan kedua, Kota ini tidak akan kuhancurkan, tapi kau harus menerima sebuah kutukan." Viella pun langsung terdiam, dia ingin menyelamatkan semua jiwa yang ada di sana, tapi ia harus mendapatkan sebuah kutukan. "Apakah aku boleh tahu kutukan apa yang kau maksud?" Sang penyihir menggelengkan kepalanya. Viella terdiam, berpikir sejenak. Di sisi lain Grayce terlihat bahwa ia telah menyesali perbuatannya, tapi ia tidak bisa apa-apa, yang bisa ia lakukan hanyalah diam. </p><p><br/></p><p>Angin berhembus semakin kencang, hawa dingin telah menyeliputi seluruh kota. Viella akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan seluruh penduduk, walaupun dia harus dikutuk, dia menerima apa pun kutukannya, asalkan para penduduk dan juga adiknya Grayce selamat. "Pilihan yang bagus." ucap sang penyihir. Grayce terkejut mendengar keputusan sang kakak, tak tahu harus bagaimana. "Selamat menikmati kutukan mu." Asap hitam datang entah dari mana, mengarah kepada Viella. Asap hitam itu seakan memeluk tubuh Viella. Viella langsung tidak berdaya, tubuhnya terjatuh menyentuh tanah. Grayce berteriak, berlari menuju tubuh sang kakak, memeluknya. Sang penyihir mendekatinya "Ini perlakuan mu, kenapa kau sedih? aneh." Grayce merasa sangat menyesal. "Tenang saja, kutukan itu tidak parah, kakak mu hanya akan tertidur selama 100 abad."</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-28 02:51:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189711119</guid>
      </item>
      <item>
         <title>......</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189711296</link>
         <description><![CDATA[<p>matahari telah terbenem, malam yang gelap  menyelimuti desa lunara. di waktu ini semua orang di desa itu bersiap untuk waktu tidurnya, namun itu tak berlaku untuk seorang remaja laki laki yang kini masih berada di atas meja belajarnya. bayu nugroho, bayu memang suka menghabiskan waktunya di atas meja belajarnya, bahkan itu adalah rutinitas setiap harinya, yang ia lakuakn bukan lah belajar, walau bayu bukan lah anak yang terlalu pintar jika di bandingkan dengan remaja seusianya, namun bayu dapat merangkai kata kata yang indah di setiap tulisan yang ia buat . jam dinding sudah menunjukan angka 12 tepat, bayu yang menyadari itu akhirnya beranjak dari kursi kayunya dan segera menempati nyaman kasur busanya, serta menarik tali yang tergantung di lampu tidurnya.</p><p><br/></p><p>malam pun berganti pagi, matahari yang sedari tadi menyembunyikan dirinya kini muncul kembali dengan cahaya yang senantiasa menyinari seluruh penjuru desa Lunara. bayu yang sedari tadi sudah berada di meja belajarnya kini tampak sedang membereskan lembar lembaran kertas yang telah ia buat sepenjang hari yang lalu, bahkan ia bangun sebelum matahari muncul di ujung desa lunara. tepat pukul 6 pagi, ia sudah siap untuk mengantarkan cerita ceritanya ke kantor pos untuk dikirimkan ke kerabat dekatnya yang jg seorang penulis , mereka sepakat untuk berkolaborasi demi menciptakan karya yang disukai banyak orang, tapi tentu perlu banyak langkah langkah yang harus dilewati sebelum cerita ini dapat di publikasikan, dan sekarang sifat nya masih menjadi rahasia antara dirinya dan elik _ kerabatnya </p><p>hari hari telah berlalu ia tak kunjung mendapatkan balasa dari elik, hingga ponselnya berdering, ia mendapati pesan dari elik , elik berpesan kalau ceita yang bayui kirimkan tak kunjung datang kepadanya, setelah membaca itu ia segera bergegas ke kantor pos yang ia kunjungi 3 hari yang lalu, namu pihak kantor mengakui bahwa cerita yg ia kirim seharusnya sudah di terima oleh sang penerima. karena mendapatkan jawaban yang sangat tidak diinginkannya bayu memutuskan untuk mencarinya sendiri tanpa bantuan orang lain, ia keluar dari rumahnya untuk mencari cerita tersebut, karena baginya naskah itu ,asih lah sangat penting, masih ada beberapa yang seharusnya belum boleh untuk di publikasikan ke masyarakat, seharian ia mencari tak kunjung mendapatkan hasil, ia mulai merasa putus asa dan kelelahan, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak namun langlkahnya terhenti ketika ada seorang wanita menabraknya begitu saja, wanita itu tengah dikejar oleh lelaki tua, sembari melemparinya wortel wortel yang telah busuk. bayu yang melihat itu langsung membantu wanita tersebut ia berlari dengan sisa tenaga yang ia punya, sampai akhirnya mereka bertiga terpojikan oleh jalan buntu di ujung gang sempit, laki laki yang ingin menghajar wanita itu seketika berhenti saat bayu memegang tanggannya yang hampir melayang ke wajah wanita tersebut, bayu tak segan segan menghajar, memukul, bahkan menendang perut lelaki tua itu, setelah kejadian itu mereka istirahat sejenak tanpa ada perbincangan apapun, sampai akhirnya bayu menanyakan nama wanita itu, namanya adalah "liani"  liani berkata bahwa ia sebenarnya adalah seorang detektif, ia sedang menyamar untuk melakukan misai yang harus ia pecahkan, kasus pembunuhan ayahnya yang sudah terjadi selama 3 bulan lalu, mendengar itu bayu ikut prihatin, ia juga tak lupa untuk menceritakan kejadian yang baru saja ia alami, liani berusaha mencerna kata kata bayu yang baru saja ia dengar saat itu, dan pada akhirnya liani mengerti atas kondisi yang bayu rasakan saat ini. mereka bersepakat untuk menyelesaikan masalah ini bersama sama, hari demi hari berlalu, minggu demi minggu telah terlewati dan menciptakan waktu 1 bulan. dalam waktu 1 bulan setelah pertemuan mereka, mereka belum dapat menemukan ujung dari kasus mereka masing masing. mereka selalu menghabiskan waktu mereka bersama., saling berbagi cerita satu sama lain, sampai ada hari dimana mereka tak lagi bersama, bayu sudah kembali kerumahnya karena merasa putus asa atas usahanya yang sia sia, ia duduk di meja teras rumahnya dengan secangkir kopi hitam yang asapnya masih bisa terlihat. sepeda pembawa koran lewat didepan rumahnya, melempar gulungan koran baru yang ia dapatkan setiap minggunya, bayu bergegas mengambil koran itu , membawanya duduk kembali, dan mulai membacanya, lembar demi lembar telah ia buka, saat lembaran selanjutnya matanya seketika membulat, kopi yang sedang ia pegang segera ia taruh kemembali, ia kembali membaca dengan sekasama tulisan tulisan yang ada di koran tersebut. "diberitakan, seoorang penulis tekenal BAYU NUGROHO kini telah mengeluarkan cerita barunya, yang sangat membuat gempar masyarakat, ia dituding telah mencemarkan nama baik sebua perusahaan yang di ketuai oleh bapak dwi bijaksono, sampai sekarang bayu nogroho masih belum angkat suara" </p><p>setelah membaca itu ia segera mempersiapkan dirinya dan bergegas ke rumah liani untuk memvberitahukan berita ini, sampai dirumah liani, ia mengetuk pintu rumah tua itu, pintu prlahanmembuka, dan menampakkan seorang gadis dengan rambut tergerai. liani tak mengatakan apapun, ia sudah tahu apa maksud bayu datang ke rumahnya saat ini, saat hendak mempersilahkan bayu untuk memasuki ryumahnya,ia terlebih dahulu dihadang oleh laki laki baruh baya perberawakkan bak atlet angkat beban " siapa itu?" tanyanya dengan suara berat " ini bayu pak, temen liani"" bayu?" bayu hanya menganngguk pelan" oh, jadi kamu yang telah mencemarkan nama saya!" bayu pun tercengang " liani! kamu masuk bapak gak mengizinkan kamu untuk berhubungan dengan lelaki tak tahu diri ini!" " tapi pak.." "turuti perintah bapak!!" setelah liani pergi, lelaki itu perlahn mendekati bayu, mengangkat kerah baju bayu sampai kakinya tak lagi menginjak tanah " balikin namaperusahaan saya atau kamu gak akan bisa ketemu dengan anak saya untuk selama lamanya" ancamnya dengan wajah yang sangat tak bersahabat. sungguh, bayu tak akan menyangka kalo ayah liani adalah pemilik perusahaan itu. ia kembali ke rumahnya, merenungi apa yang telah ia alami. sungguh sial hidupku. pikir bayu . malam telah teiba, ia hendak pergi ke rumah elik untuk menceritakan hal yang ia alami sebelumnya . di tengah perjalanan ia bertemu dengan sosok perempuan, memakai pakaian simpel, perempuan itu perlahan mendekati bayu. "liani?" ujar bay "kenapa kamu disini?" "ssstt" " nanti ayah kamu-" "udah udah, aku mau ikut sama kamu bay" " kalo kamu punya masalah artinya itu juga masalah aku" kata liani sambil tersenyum simpul, bayu menjawab denagn anggukan, setelah cukup lama manyusuri jalan , mereka sampai  dirumah berwarna abu muda " ini rumah elik sahabat aku" liani hanya menjawab dengan anggukkan bahwa ia paham apa yanfg di maksud dengan bayu, ia mengetuk, tak ada yang menjawab, ia cuba membuka dan ternyata pintunya tak di kunci oleh sang pemilik rumah, bayu menelusuri seisi rumah guna mencari keberadaan elik, ketika bayu tak bersama liani karena sibuk mencari elik dirumahnya yang cukup luas, liani memasuki sebuah ruangan , ia menemuka laki laki yang sedang tertidur di atas meja kerjanya. mungkuin ini elik, pikirnya&lt; a menengok isi laptop elik yang masih membuka halaman kerjanya, betaba ia sangat terkejut, ia hendak keluar mencari keberadan bayu, namun ia tak sengaja menyenggol gelas kaca yang ada di sebelahnya, elik pun terbangun , ia tersadar bahwa ia teah diintipi, ia segera mengambil tangan liani dan menutup mulutnya, ia mengambil serpihan gelas dan segera ia tusukkan tepat di leher sang wanita, sebelum ada yang datang ia segera kabur, namun usahanya gagal ketika mendapati bayu berada di ambang pintu, bayu enmatap elik bingung, ia mendekati elik, elik pun mundur perlahan, betapa terkejutnya bayu mendapati liani yang telah terkapar, saat elik ingin melarikan diri, bayu dengan cepat mengambil serpihan kaca dan menggoreskannya ke kaki bayu yang membuatnya lumpuh sementara, ia meliaht laptop elik dan betapa ia tak menyangka jika elik adalah pelaku utamanya, ia segera menelpon polisi setempat agar elik di aman kan. kini semua kasus telah di pecahkan bahkan tentang pembunuhan ayah kandung liani pun telah terungkap. dwi bijaksono telah memaafkan bayu. sekarang hidup bayu telah kembali tenang , walau ia haru kehilangan sosok yang sangat berjasa baginy. - liani-</p><p>                      TAMAT</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/zzkSC5qHFwBpK/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-10-28 02:51:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189711296</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Petualangan Amelia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189712395</link>
         <description><![CDATA[<p>Suatu hari di stasiun luar angkasa yang ramai, ada seorang gadis 15 tahun yang hidup bersama orang tuanya, ia bernama Amelia Spark. Ia memiliki sahabat yang bernama Claire Florist, mereka telah bersahabat sejak kecil. Ia memiliki sebuah robot yang diberikan oleh orang tuanya, ia bernama ZETA.</p><p>Orang tua Amelia dan Claire adalah seorang peneliti luar angkasa yang sering mendapatkan misi dan mengharuskan mereka untuk bepergian jauh, tetapi mereka sering bertukar kabar dengan Amelia dan Claire.</p><p><br></p><p>Suatu hari ketika Amelia dan Claire sedang mencoba menanam bunga dirumah kaca, jam digital mereka berkedip "bip bip", tiba tiba muncul layar hologram dengan tulisan "terima, tolak" mereka menekan tulisan "terima" muncul orang tua mereka dilayar hologram itu, " halo..." sapa mereka berdua, " bagaimana kabar kalian?" tanya orang tua mereka "kami baik" "kami mendapatkan sesuatu disini" kata orang tua mereka sambil menujukan sebuah batu kristal mineral " wooow itu keren" "kami akan membawakannya untuk kalian nanti saat kami kembali" "waaah terimakasih" kami harus kembali bekerja, sampai jumpa lagi" "dadaaah" perbincangan itupun berakhir. "Amelia aku lapar"  ucap Claire "bagaimana kalau kita beli roti  kejutan" kata Claire "ayooo"</p><p>ketika telah tiba distand roti mereka memesan 2 buah roti dan memakannya, tiba tiba mereka melihat poster yang amat besar bertuliskan "kompetisi sains (berkelompok)" ternyata itu adalah poster kompetisi sains untuk kalangan muda. "hei Claire lihat itu, bagaimana kalau kita ikuti lomba itu, kita bisa jadi satu kelompok" itu ide yang bagus Amelia, ayo kita mendaftar sekarang" jawab Claire, merekapun beranjak pergi untuk mendaftarkan nama mereka. setelah mendaftar, mereka mulai memikirkan apa yang akan mereka buat untuk kompetisi " bagaimana kalau kita buat pesawat kendali jarak jauh yang dapat menyimpan barang kecil di dalamnya" ucap Claire "jangan, kita buat pensil yang tintanya bisa menyala dalam gelap saja, itu lebih bagus" kata Amelia "tapi aku mau nya membuat pesawat" "jangan, kita bikin pensil aja" "pesawat lebih baik" "tidak, pensil lebih bagus" "aku yang mengajak mendaftar, jadi aku yang pilih kita akan membuat apa" " tapi aku duluan yang memberi tahu mu soal poster itu, jadi aku yang putuskan kita akan membuat apa"  "teman teman jangan bertengkar" kata ZETA berusaha melerai "tidak! kalau kau bersikeras, aku tidak mau satu kelompok denganmu" ucap Claire dengan nada kesal "yasudah, aku juga bisa cari orang lain yang bisa diajak kerjasama" jawab Amelia ketus, setelah itu Claire pun beranjak meninggalkan Amelia, "Amelia, sepertinya kita harus membicarakan ini dengan baik baik" ucap ZETA "tidak ZETA, dia yang memilih untuk tidak satu kelompok, tak apa akan kucari orang lain dan akan ku kalahkan dia" kata Amelia. "huh, Amelia sangat menyebalkan lihat saja nanti akan ku kalahkan dia dalam lomba" ucap Claire pada dirinya sendiri.</p><p>"Gemma..." panggil Amelia "ada apa Claire?" jawab Gemma "apa kau mau satu tim denganku untuk kompetisi sains?" "ohh, maaf Claire tapi sudah ada orang yang mengajak ku duluan" "ohh baiklah, tak apa akan kucari orang lain" "hei Claire, bukankah biasanya kau bersama Amelia?" "tidak kali ini, Amelia sangat menyebalkan dia tidak ingin membuat pesawat bersamaku" "tidak bisakah kalian membuat sesuatu yang lain?" "tidak! aku hanya ingin membuat pesawat" "okee, sampai jumpa di kompetisi Claire" kata Gemma  "dahh Gemma", setelah Gemma sudah pergi Claire mulai mencari orang  lain yang bisa menjadi satu tim dengannya. </p><p>disisi lain Amelia juga sedang mencari seseorang yang bisa ia ajak satu tim. "SUNNY..!" panggil Amelia "ada apa Amelia?" tanya Sunny "Apakah kau mau jadi rekan satu tim ku, di kompetisi sains nanti?" tanya Amelia "uum, maaf Amelia aku sudah menjadi satu tim dengan Gemma" "ohh baiklah, tak apa akan ku cari orang lain nanti, sampai jumpa nanti" ucap Amelia "baiklah, daahhh" sahut Sunny.</p><p>Amelia dan Claire telah menanyakan kepada semua orang yang mereka kenal, tapi tak ada seorang pun yang bisa menjadi rekan satu tim mereka. sampai akhirnya mereka kelelahan dan beristirahat ditempat yang ternyata tanpa mereka sadari tempat itu sama. "huuhh, bagaimana ini ZETA" </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637667587/7ae8958940d306c2316d55a177229b47/download__2_.jpeg" />
         <pubDate>2024-10-28 02:52:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189712395</guid>
      </item>
      <item>
         <title>beverly kingdom</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189712851</link>
         <description><![CDATA[<p>The kingdom of baverly is exposed; with its progress and excellent royal family led by the king named henry and queen ..... , they have a child named harlyn baverly, he is a beautiful and kind child all the residents really like her.</p><p><br/></p><p>The wilder kingdom is famous for king wadley who is very angry and always forces his will. king wadley's arrival is to invite the beverly kingdom to cooperate to defeat the enemy kingdom, because the wadley kingdom is at war against another kingdom. king wadley is very hopeful of king Henry, because the defense of the beverly kingdom is very strong. therefore he really wants to cooperate with king henry. King Henry did not know the beginning of the war between king wadley's kingdom and the kingdom of adarlan. because of confusion and doubt, king henry asked king wadley to give him time. finally king wadley gave king henry time to think about it, and king wadley returned to his kingdom without bringing an answer.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Setelah 2hari akhirnya raja henry memutuskan untuk tidak membantu kerajaan madley dalam perang tersebut .rajan henry menjawab melalui surat yang ia kirimkan melalui prajuritnya.saat surat telah di baca oleh raja madley iya sangat marah karena mendapat penolakan,ia mengirim prajurit untuk pergi ke kerajaan baverly .sesampainya prajurit madley ,meraka langsung bertemu dengan raja henry,"wahai raja henry mengapa anda menolak untuk membantu kami menyelesaikan perang itu?" kata salah satu prajurit."saya hanya ingin membantu yang memang tidak bersalah" kata raja henry."kami tidak bersalah ,mereka duluan yang memancing kami"jawab prajurit."bohong,perang itu kalian yang mulai" kata harlyn yang sedang menuruni tangga."tau soal apa kamu?" kata prajurit."sebaiknya kamu pulang ke kerajaanmu dan sampaikan kepada rajamu bahwa kerajaan kami tidak mau membantu kerajaannya,dan kami akan membantu kerajaan lawanmu " kata harlyn,setelah itu ia memerintah para prajurit untuk mengusir mereka.</p><p><br/></p><p>Sesampainya para prajurit raja wadley ke istana mereka langsung menyampaikan apa yang dikatakan oleh ratu harlyn.mendengar hal tersebut raja wadley sangat marah terhadap kerajaan baverly, kemudian ia mengumpulkan semua prajuritnya dan menyusun rencana untuk melakukan penyerangan terhadap kerajaan baverly.</p><p><br/></p><p>disisi lain harlyn sebenarnya tau apa yang sedang mereka rencanakan ,karena iya menaruh alat pendengar di salah satu prajurit.kemudian ia langsung melapor kepada sang ayah akan rencana buruk yang di buat raja wadley,raja henry pun mengumpulkan para prajuritnya dan memberitahu kepada mereka untuk selalu waspada dan menjaga penduduk dan kerajaan dengan sangat ketat , dan raja henry menyuruh harlyn untuk pergi ke kerajaan adarlan untuk membuat rencana .kemudian harlyn pun pergi menuju kerajaan adarlan.</p><p><br/></p><p>Sesampainya harlyn ke kerajaan adarlan ia disambut oleh raja alan dan ratu ellen ,harlyn diajak kedalam dan mereka langsung membahas tentang rencana penyerangan kerajaan wilder.saat ditengah perbincangan tiba tib ada seorang laki laki yang sangat tampan menghampiri mereka ."ayah" kata laki laki itu ,raja alan menjawab "kenapa?" , "raja henry tadi nelfon ,nanyain anaknya udanh sampai atau belum?" kata arthur yang tidak menyadari keberadaan harlyn ,"kamu gak liat apa "kata ratu ellen sambil menunjuk harlyn ,kemudian diikuti dengan arthur yang melihat kearah yang ibunya tuju,mata mereka bertemu ,keduanya sama sama kagum dengan satu sama lain harlyn kagum arthur,arthur pun begitu. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637667587/3f59465419c93839bbc7f6101f016e1e/Not_my_pic__Edited_by____________dm_for_photo_creds.jpeg" />
         <pubDate>2024-10-28 02:52:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189712851</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MAGIC</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189714339</link>
         <description><![CDATA[<p>In a kingdom where people believed in magic more than science and technology, there was a girl who had a different opinion. To her, all things related to magic were not magic. Science could explain it. People just needed more time to understand this.</p><p>Emely Wood</p><p>A girl who has a broad view of the world. Someone who wants change, progress, justice for everyone. Someone who wanted to prove that she could, that she was worthy, that she deserved. No matter how much people mocked her, she wouldn't stop. So, let's see how the story will end. Will she get her happy ending, or end up crying in the corner of her room?</p><p>                                 ***</p>]]></description>
         <enclosure url="https://images-wixmp-ed30a86b8c4ca887773594c2.wixmp.com/f/2cc63c39-c53b-4b37-bf1f-a3a3810ad232/dg7lhjc-2510385e-16c9-418e-804a-5150f9188f2b.png?token=eyJ0eXAiOiJKV1QiLCJhbGciOiJIUzI1NiJ9.eyJzdWIiOiJ1cm46YXBwOjdlMGQxODg5ODIyNjQzNzNhNWYwZDQxNWVhMGQyNmUwIiwiaXNzIjoidXJuOmFwcDo3ZTBkMTg4OTgyMjY0MzczYTVmMGQ0MTVlYTBkMjZlMCIsIm9iaiI6W1t7InBhdGgiOiJcL2ZcLzJjYzYzYzM5LWM1M2ItNGIzNy1iZjFmLWEzYTM4MTBhZDIzMlwvZGc3bGhqYy0yNTEwMzg1ZS0xNmM5LTQxOGUtODA0YS01MTUwZjkxODhmMmIucG5nIn1dXSwiYXVkIjpbInVybjpzZXJ2aWNlOmZpbGUuZG93bmxvYWQiXX0.sHAlJGhHjJjqAQ-cY2jCL7Yf6Vw_w_xcGUGm-o5Pj_o" />
         <pubDate>2024-10-28 02:53:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189714339</guid>
      </item>
      <item>
         <title>_KHALEESI POSION_</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189714864</link>
         <description><![CDATA[<p>"ASHLYN!"</p><p><em>deg!</em></p><p>"Ashlyn ini sudah waktunya sekolah sayang, ini sudah pukul 6! ini hari pertamamu masuk sekolah"</p><p>gadis kecil bernama Ashlyn Khaleesi yang minggu kemarin baru saja menginjak umurnya yang ke 6 tahun terbangun dari tidurnya. Mamanya sejak tadi sepertinya sudah sibuk sendiri mengurus persiapan sekolah sang anak. " ayo sayang, mama sudah menyiapkan seragam mu" </p><p>"iya ma, Ashlyn sudah bangun" </p><p>Ashlyn mengambil handuknya dan segera memasuki kamar mandi. Tidak sampai setengah jam Ashlyn sudah siap, dengan rambut terikat -yang di ikat kan oleh mama- dan seragam sekolah. Ia menuruni tangga dengan perlahan ingin mengejutkan sang ayah yang sepertinya sedang membuatkan roti untuk dirinya . </p><p>"DOORR!"</p><p>"Ayah tidak kaget ashlyn. Ayah tahu kamu di sana" Ayah menaruh pisau di meja , menoleh ke arah anak nya yang sepertinya marajuk karena gagal mengangetkan sang Ayah. "Haha.. sudah ashlyn kenapa kau marah? Ayah sudah buatkan roti kacang kesukaan mu"</p><p>Ashlyn tidak mau melihat ke arah ayah nya ia hanya menjulurkan tangan untuk mengambil roti dari tangan sang ayah. "Ashlyn.. sayang.. kenapa marah, kan memang ayah tidak kaget karna ayah tahu kau ada di sana, ayah sudah berpengalaman.."</p><p>" Tapi kan ayah bisa pura-pura kaget! "</p><p>"Haha.. oke <em>next time</em> ya ayah pura-pura kaget"</p><p>Ashlyn hanya mengangguk seraya memakan roti. Ayahnya membuat suasana hatinya memburuk .</p><p>" sudah sudah ayo kita berangkat"</p><p>Mama segera memotong pembicaraan. Mereka pun berangkat menuju sekolah Ashlyn. Dan perjalanan ini merubah hidup ashlyn 360 derajat. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2952544372/dc598733b0f910fd7561bf312bbdf456/Desain_tanpa_judul.png" />
         <pubDate>2024-10-28 02:54:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189714864</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WORKING</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189714915</link>
         <description><![CDATA[<p>At night when it was raining heavily, there was the sound of a baby crying in a very holding and luxurious room.</p><p>because there was a very big scream, and made him wake up from his deep sleep, not long after the sound of shoes running fast towards the room where the baby was sleeping, and a woman who looked neat and beautiful came, and held the baby and hid in the back of the cupboard in the corner of the room.</p><p>                                      ***                               </p><p>When she grew up, she became a beautiful and kind woman, and she lived in the kingdom with the woman who rescued her from the monster that had killed the baby boy's parents when he was a baby.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2952583625/484cb8c10d270d60703a17bdd792607c/Hogwarts_Legacy.jpg" />
         <pubDate>2024-10-28 02:54:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189714915</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PT.1 Kapal </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189717630</link>
         <description><![CDATA[<p>Hanif tersuruk suruk meniti jalanan kota yang telah berubah menjadi kota penuh tangisan, duka, dan kehancuran. Ia merasa malu sebab dirinya sendirilah yang menyebabkan kesemuanya ini terjadi.</p><p>***</p><p>Hari itu, Hanif dan para prajuritnya baru meraih kesuksesan dalam sebuah pertempuran kolosal. ketika mereka tiba di kota, tepatnya di atas alun alun, Hanif baru sadar bahwa jubah miliknya telah disusupi bom nuklir yang meskipun ukurannya hanya sebesar permen, namun dapat meledakkan separuh kota. Hanif kabur secara diam diam menggunakan pintu teleportasi menuju kastil dan meninggalkan jubahnya, lalu... DHUAR! semuanya hancur, termasuk kastil yang ia tuju.</p><p>***</p><p>"Sialann..." serapah Hanif sembari membuang ludahnya yang terasa getir. Ia pun menepi, duduk beralaskan semua kehancuran.</p><p>Beberapa hari kemudian, kota itu perlahan tak berpenghuni. Orang orang pindah ke kota lain, berharap mendapat nasib yang lebih baik. Sebagian besar mereka menumpang ke saudara mereka, lainnya ada yang menggelandang.</p><p>Tiba tiba, bahu Hanif ditepuk oleh seseorang.</p><p>“Apakah bapak melihat bapak saya yang berbaju biru kotak kotak?” Siapalah perempuan ini, tiba tiba bertanya tanpa permisi. Apa dia tidak diajarkan sopan santun?</p><p>“Yang kutemui disini pasti sudah menjadi mayat tanpa terkecuali. Tapi, kalau mau mencari, coba cari di bawah reruntuhan yang itu,” Hanif menunjukkan sebuah reruntuhan di arah jam 12,”Soalnya, tadi kudengar ada &nbsp;yang berteriak minta tolong.”</p><p>Perempuan itu mengangguk. Ia berjalan menuju reruntuhan yang dimaksud. Ia pun mengangkat reruntuhan itu dengan kemampuan memanipulasi gravitasi. Tangannya diselimuti cahaya berwarna merah muda.</p><p>Hanif terkesima melihat hal itu, sebuah hal yang sudah lama tak ia lihat. Tiba tiba, ingatannya berdenting.</p><p><em>‘Alee? Apa benar itu dia? Aku tidak salah lihat, kan?’</em></p><p>Tak lama, kini giliran instingnya yang berdentang. Ada bayangan besar yang memayunginya. Hanif menoleh, dan benar saja, ada sebuah kapal, semacam <em>flying dutchman </em>yang mengangkasa diatasnya.</p><p>ZAP! Kapal itu menembakkan bola berwarna hijau ke arahnya. Untung tidak kena. Hanif pun memasang kaki kaki.</p><p>“HEH! PEMBUNUH!!!!” Suara itu menggelegar, membuat Hanif merasa sedikit gentar. Sedangkan Perempuan itu tetap fokus mengangkat reruntuhan demi menemukan sang ayah.</p><p>“KEMBALIKAN KAMI KEPADA JASAD KAMI!!! KAMI MASIH INGIN HIDUP!!!”</p><p>“SEMUA YANG TELAH MATI TAK BISA KEMBALI! APA KAU BODOH?!” Seru Hanif kesal.</p><p>“KALAU BEGITU, MAKA DIRIMU YANG HARUS MATI!!!”</p><p>Terjadilah baku hantam diantara mereka. Hanif seorang diri melawan arwah mantan prajuritnya yang cukup banyak. Hingga di titik Hanif tak berdaya, dan para arwah itu melemparkan bola kehijauan yang paling besar.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-28 02:55:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3189717630</guid>
      </item>
      <item>
         <title>part 2 </title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193540857</link>
         <description><![CDATA[<p>Saat Ashlyn dan Mama berangkat menuju sekolah Ashlyn berjalan sangat riang. Ia berjalan sambil meloncat loncat. Sampai Ashlyn tak sadar bahwa ada mobil yang dengan kecepatan yang tinggi melaju ke arahnya. Ashlyn tidak tahu. Tapi Mama tahu. Dengan cepat Mama menarik tubuh Ashlyn. Ashlyn tersontak</p><p><em>brug!</em></p><p>Ashlyn selamat ia masih terdiam kaget, terdiam di tempat mencerna apa yang terjadi. Warga-warga berdatangan </p><p><em>di mana mama?</em> </p><p>Ashlyn menoleh kearah belakang. Beberapa detik kemudian matanya berkaca-kaca, tubuhnya gemetar, </p><p><em>apa.. ini.. ma.. ma..</em></p><p>Ashlyn melihat tubuh sang ibu sudah di penuhi darah, kepalanya pecah terlindas mobil dengan kecepatan tinggi tadi. 1 menit kemudian dia mengerti 'Mama sudah tidak ada, ia mati, terlindas mobil' . Ashlyn menjerit, menangis kencang menghampiri tubuh sang ibu. Ayah datang, gemetar sama seperti Ashlyn masih tidak percaya apa yang di lihatnya. Istrinya meninggal.</p><p>Ayah memeluk kepala Ashlyn menangis mencium kening sang anak dan istrinya .</p><p>..</p><p>Rumah terasa hampa. Ayah mengelus rambut Ashlyn.</p><p>"Ashlyn mau makan?"</p><p>Ashlyn menggeleng. tidak.</p><p>Ayah mendengus. Ia tahu kini ia harus merawat gadis nya seorang diri. Ia berjanji kepada istrinya untuk merawat anak mereka sebaik mungkin. Menjadikan anak mereka se indah ibunya.</p><p>.. </p><p>10 tahun kemudian</p><p>kantin sekolah terlihat sangat ramai. Ashlyn mendengus</p><p>"kamu mau makan disini za?"</p><p>Ashlyn menanyakan kepada sahabatnya. Namanya Zaera Arsylyty. Rambutnya coklat matanya pun sama Zaera lebih suka rambutnya di gerai begitu saja. Dia sangat cantik dan pastinya Pintar , baik.. tapi.. agak sedikit sadis. </p><p>" Terserah kamu aja zi lyn. "</p><p>Ashlyn mengangguk. Jalan menuju kelas.</p><p>mereka makan bersama di kelas Ashlyn memakan roti kacang kesukannya sedangkan Zaera memakan daging panggang </p><p>"Lyn, katanya ada wabah penyakit baru.. gak tau sih."</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637667587/ab616338506d406cc91eb92b88728434/Sylvie_AI__1_.jpg" />
         <pubDate>2024-10-30 02:08:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193540857</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Spongebob</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193540924</link>
         <description><![CDATA[<pre><code>One day there was Spongebob who lived under water. Spongebob, who is 38 years old, is starting to become a grandfather. Because Spongebob is getting older and has lived underwater for a long time, he decides to make wings and go to land.

He had tried many times to make wings but always failed. Because he almost gave up, he finally met a shaman in the village. Farhana, she is a shaman who is very pro at giving ideas, Spongebob asked the shaman Farhana "What do I do? I'm really tired of living under water, I really want to go to land but I want to fly, how do I do it?" Shaman Farhana answered "that's easy bro, you just have to buy Doraemon wings." Finally, Spongebob went home after getting an idea.



The next day Spongebob buys Doraemon's wings and goes to land. When he was flying, he felt that the outside world was very cool. Long story short, he arrived on land and immediately went to Bali to meet the Queen of Bali, namely Handek (Hana Depok) or what could be called BlueCat. The Queen of Bali was called Handek because of her ability to be the head of Depok and the Queen of Bali. After he spoke with Queen Bali Handek, Spongebob begged him to be taught to draw.



2 years later, after Spongebob could draw, he finally decided to go back to the ocean to retire. When he arrived at the ocean, Spongebob suddenly fell over, I don't know why Spongebob went down, but apparently he didn't get up, he died.</code></pre><p>THE END</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2963356670/82553fedc0171af5e3338538ed22c759/spongebob.jpg" />
         <pubDate>2024-10-30 02:08:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193540924</guid>
      </item>
      <item>
         <title>VAMPIRE FIGHT</title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193541370</link>
         <description><![CDATA[<p>In an old and shabby city, which is only occupied by buildings that are fragile and almost collapsed, there is a very large and magnificent kingdom, the work has seventeen floors, and is shaped like an animal that is a sleeping bat.</p><p>Inside the kingdom, there was a girl who was sitting in a very large chair made of silver. The girl was the leader of all the vampires in the city. The girl wore a golden crown adorned with sparkling black gems, and wore a gray dress with solid black silver gems attached around the dress.</p><p>The girl with long flowing hair had such strong power. Not a single vampire dared to fight her. Despite her frightening appearance, the girl had a gentle and sweet nature.</p><p>The girl's name is Rea. </p><p>One day Rea received a letter, she opened the letter and read it. ''hhh...'' Rea sighed.</p><p>The content of the letter was a challenge from her enemy who she had been fighting eighty-three years ago, named Jessy. </p><p>Jessy was a leader of the werewolves, she hated “vampires” with a passion.</p><p>Jessy invites Rea to fight in a field that is very, very wide and far from where they live, namely the field of death.The battle would be the resolution of their enemies, as whoever fought on this field of death, one of them would surely die.</p><p>Rea took some time to think about this offer, but since she was a brave girl, she accepted the fight.</p><p>Jessy received the letter from Rea, Jessy </p><p>The day of the battle arrived, Rea and Jessy were already in their respective positions.</p><p>Jessy unceremoniously attacked Rea first, but Rea easily dodged the attack.</p><p>Rea countered Jessy's attack earlier by releasing her power in the form of a smoke attack that could make it difficult for the opponent's eyes to see, but Jessy already knew Rea's strength, she had prepared a mask that she would use if Rea released the power.</p><p>Jessy counterattacked, she unleashed her power which is a kind of sharp object that is very much.</p><p>As the hours passed, the fight became more and more intense.</p><p>And this is where Rea solves everything.</p><p>She was able to defeat Jessy, by decapitating her.</p><p>And finally, the battle was won by Rea. </p><p>The victory made Rea relieved and happy, finally she had no more enemies in her life. </p><p>The news of Rea's victory made all the vampires proud of her.</p><p>                                      The End:&gt;</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 02:08:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193541370</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Helia wants to be rich</title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193541426</link>
         <description><![CDATA[<p>She kept walking on the deserted road, suddenly someone grabbed her shoulders from behind. " Helia, Don't turn around, just go to the museum at 12, near room number 4, you will find the code " Helia just reaped for the answer. She looks around and she can't find the person who just whispered, tringg... tringg... her phone start ringing, " Hello veli? " she picks the phone up " you are already knowing the place, aren't you?" "yes" helia answering "Then see you soon at 12"</p><p>at 12, in the back of museum</p><p>" Why didi you come?, and why are you carrying such a big bag Veli ?" "IT"S 00.03" Veli comes with sweat because of she brings a big bag "Alright, then how we get in??? are we gonna destroying the doors with the bomb???" Helia is asking while Veli is preparing somenthing, she is good at this kind of thing " You just to lame Helia, we're gonna use this portable catapult" "WOWW SO GILA" Helia was very excited<strong> </strong>"but are u sure u wanna do this??" Veli asked to make sure "I'm very, very sure" "but-" "I HAVE TO DO THIS VELI" she cut Veli's words "So can we just start??please???" </p><p>Helia is begging "Sure, but we never know what will happen inside, so please think about it ONE more time"</p><p><br></p><p><strong><em>5 Days ago...</em></strong></p><p><strong><em>"Heli can you clean Lalina's room please, I need to make a coffee for Mr. Miller" said one of senior maid to me, I was one of workers in Mr. Stanley Miller's house. "Emm... sure Emma" I'm walking into Lalina's room, she is the only child of Mr. Miller, she is pretty, smart, and she just graduate from her university, </em>So she has not been home since 2 years ago, but she will be home soon, maybe 1 week later. "Lalalala" I'm singing while I'm sweeping until my eyes looked at the pile of books "wow, </strong></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 02:08:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193541426</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Forgotten Kingdom and The Dreamers </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193541602</link>
         <description><![CDATA[<p>Malam yang tenang, dengan hembusan angin dan kicauan burung Gagak dilangit. Terangnya cahaya lampu dan Bulan Purnama yang hanya menerangi langit malam. </p><p><br/></p><p>Gagak itu menghampiriku dan hinggap dijendela. Gagak itu suadah seperti temanku. 3 cakaran dikakinya dan bercak cat biru disayapnya membuatku sangat mengenalinya. Aku hanya biasa memberinya sebuah roti Gandum sisa yang kupunya. </p><p><br/></p><p>Setelah kematian kakakku yang tragis membuatku cukup terpukul, dan menjadi alasanku untuk terus bertahan hidup dari incaran para pembunuh kerajaan. </p><p><br/></p><p>Hidupku memang sudah berubah sejak aku berumur 5 tahun. Aku sudah tau betapa sulitnya hidup keluargaku yang harus merahasiakan kelahiranku karena aku seorang penyihir. Sampai hari itu identitas pangeran ke-3 terungkap, bahwa ia merupakan seorang penyihir, yang tidak lain adalah diriku sendiri.</p><p><br/></p><p>Aku terpaksa kabur bersama kakakku yang merupakan anak kedua kekaisaran, Griffth. Kakak pertamaku terbunuh demi melindungiku, ibuku-pun ikut terbunuh karena dilempar kelautan api, dan ayahku ia tewas secara tragis,mendapatkan 10 tusukan bertubi-tubi dan dilempar kedalam lautan api bersama ibuku. </p><p><br/></p><p>Ya...Kami berhasil menjalani hidup sebagai manusia pada umumnya, kami cepat berbaur. Aku sendiri juga sudah menguasai salah satu mantra dari ibuku, kamuflase. Sampai saat seperti kataku, kakakku tewas dirumah karena ia ketahuan bahwa ia merupakan darah biru kerajaan. </p><p><br/></p><p>Aku berhasil kabur dari tempat itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2963151494/89a430eceb406991aa41224ca1ae8a8c/MAP.PNG" />
         <pubDate>2024-10-30 02:08:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193541602</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WORIKING</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193541769</link>
         <description><![CDATA[<p>                                       ***</p><p>“Hey Cathan, do you think I can fight someone who killed my parents?"- said the beautiful girl while looking at her friend.</p><p>“You can Ather, I have a suggestion if you want to know I will tell you” - said Cthan who was sitting on Ather's bed, Soon there was a woman entering the room,</p><p>“I brought your favorite cake” said the waitress who entered ‘Let me help you mom’ said Cathan while taking the plate that his mother held.</p><p>“Tell you what I suggest my cathen” - said Ather while walking towards the table ”I think what if you enter the school of magic, his name is Saebril”</p><p>Translated with <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://DeepL.com">DeepL.com</a> (free version)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2963367669/719d053977aad95608f734d8f579e6c6/ravenclaw.jfif" />
         <pubDate>2024-10-30 02:08:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193541769</guid>
      </item>
      <item>
         <title>the girls thy wanna hve fun</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193541938</link>
         <description><![CDATA[<p>Karrine is a kind child who always obeys her family's rules. When she entered her new class she only made a few friends, " Hi karrine you're a new student, right? bmf? " aurie said. the closer their relationship becomes.. thre ar many boys who likes karrine " hey preety princess, lets b my gf "said the guy. Karrine's expression when she heard that " i'm sorry i didnt order of your opinion" Aurie laughed really loudly when she heard Karrine's reply. From there the guy felt like he was being bullied by the girl and he made a plan to hurt her. When class ended, Karrine headed home using the Porsche she had, she didn't want to bother her own driver. " just the same, empty in this house " said karrine. her family had to leave for a month to work on a case that Karrine herself didn't know what they were doing, at home there were only 2 younger brothers and 6 servants. Karrine invited Aurie to her house for a small party in her backyard at night, there were already drinks, food, etc. next day, yesterday's man who failed to win Karrine's heart, he made evil plans with his squAdd. The first plan was for Karrine to be called the principal, secondly, it makes the parents even more angry and they can no longer be trusted, the third means her life is threatened. The plan had already been made, and he hoped that his plan would run smoothly with the help of his squad.. "Where's Aurie? Why didn't you come to school?" Karrine asked her classmates. "dont you know yet? there are family problems, i think you already know". " no,she never told me the story". when it was afternoon she intended to go to aurie's house, she promised to ride a bicycle this afternoon and have fun. when karrine arrived at aurie's house, there was no one there, karrine had tried to contact aurie but there was no answer. Finally, after 30 minutes had passed, she decided to go home. When she got home, Karrine's parents were very angry with what she had done at school. "What kind of violation did I get at school?" "Things that you shouldn't have done at school, even to the point of making Aurie not go to school because she was bullied by you, what problem with you? " said her mom. That night, Karrine had a really bad feeling, and there she also thought about who would dare to make a slander so that Karrine's parents would believe the slander. Aurie didn't have time to tell about her parents. She had to go away for a week because her parents had problems and had to leave that very day. Aurie knows what made this all happen, that guy, Valo Selibaw. and she will make a surprise for the guy.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637667587/8f8cd0439e75514f2d4b7e71632a5e4b/download__7_.jfif" />
         <pubDate>2024-10-30 02:08:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193541938</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Her Elixir</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193543215</link>
         <description><![CDATA[<p>Music floated through the air of the ballroom, creating a soft backdrop to the gathering. A woman stood alone, her gaze drifting lazily over the crowd. Dressed in a purple and emerald gown, her shiny black hair cascaded to her shoulders. She wasn’t interested in dancing or the festivities. No, she was here for something else—some quiet, some respite from the noise.</p><p>&nbsp;</p><p>This gathering was for the most esteemed witches, but she wasn’t just anyone. She was Cassandra, the witch known for her unmatched success in potion and elixir trade.</p><p>&nbsp;</p><p>But how did she come to stand at the top?</p><p>&nbsp;</p><p>Her secret was a trick—a sly, calculated move. She’d use just two or three drops of her elixir on her pulse point. When someone smelled it, they’d fall unconscious for a time, giving her the perfect opportunity to learn their deepest secrets. Once she knew their weaknesses, she’d destroy them, ensuring her position at the summit remained unchallenged.</p><p>&nbsp;</p><p>A sudden clearing of a throat beside her broke her trance.</p><p>&nbsp;</p><p>“Still using those old tricks, aren’t you?”</p><p>&nbsp;</p><p>Cassandra turned sharply, her gaze landing on the man standing next to her. She raised an eyebrow. “And what’s it to you, minding other people’s business?”</p><p>&nbsp;</p><p>“A stranger?” he said with a smirk. “It seems like everyone here knows you, Madame... the Magnificent Witch Cassandra. Or should I say, ‘so-called magnificent’?” He chuckled mockingly.</p><p>&nbsp;</p><p>Her patience thinned. She narrowed her eyes, pulling her wand from its sheath and pointing it at his neck. “Just spit it out. What do you want?”</p><p>&nbsp;</p><p>“Whoa, calm down! … We’ll talk later, Sorella,” he grinned, his eyes glinting with mischief. Before she could react, he pulled something from his pocket and tossed it to the floor. In an instant, the air thickened with smoke, and the man vanished, leaving nothing but a faint trace of his unsettling presence behind.</p><p>&nbsp;</p><p>Cassandra stood in the mist, her wand still poised, but the man was gone. Her heart pounded in her chest, and her mind raced. "Sorella?" she murmured to herself, puzzled. What did he mean by that?</p><p>&nbsp;</p><p>Her fingers tightened around the wand. He knew her—or at least, he knew her reputation. But this encounter… this was something else. Something more dangerous.</p><p>&nbsp;</p><p>Still, she refused to be rattled. She surveyed the ballroom, her eyes darting over the crowd, searching for any sign of his return. The guests danced, oblivious to what had just occurred. Cassandra’s mind, however, was anything but calm. &nbsp;</p><p>***</p><p>The next day, Cassandra sat in her elixir shop, organizing her desk when she noticed something unusual: an old, magical book that wasn’t there before. It was strange and unfamiliar, and as she touched it, the book suddenly transformed into a tunnel, a torch lighting the path down a staircase.</p><p>&nbsp;</p><p>Curious but cautious, Cassandra followed the path. At the bottom, she found a hidden library—an unexpected, vast space filled with shelves of books and mysterious objects. It was beautiful, yet felt eerily secret.</p><p>&nbsp;</p><p>And there he was again—the man from the ballroom. He sat in one of the elegant chairs, reading, completely at ease.</p><p>&nbsp;</p><p>“You’re here sooner than I expected,” he said, not looking up.</p><p>&nbsp;</p><p>Cassandra frowned, confused. “You put the book on my desk, didn’t you?”</p><p>&nbsp;</p><p>He glanced up, smirking. “I suppose you’ve figured that out.”</p><p>&nbsp;</p><p>Suddenly, the door she had entered through slammed shut behind her, and Cassandra instinctively reached for her wand. “What do you want? Who are you?”</p><p>&nbsp;</p><p>He stood slowly, his calm demeanor never wavering. “Oh, don’t be scared, Sorella. I just want to explain a few things.”</p><p>&nbsp;</p><p>Without warning, he raised his wand, and the air around him darkened. He vanished into the shadows, his voice now echoing from all directions in the library.</p><p>&nbsp;</p><p>“Do you even realize what you’re doing? How wrong it is? Your trading—it’s not fair.” His voice seemed to come from everywhere at once, making it hard for Cassandra to tell where he was.</p><p>&nbsp;</p><p>Cassandra’s mind raced. She had no idea what his plan was, but she wasn’t about to back down. Her wand was steady in her hand, and she scanned the darkened corners of the library, waiting for his next move.</p><p>The echo of his voice sent a chill down her spine, but Cassandra kept her stance firm, masking her unease.</p><p>“Wrong?” she called out, her voice sharp. “I play the same game as everyone else here. They just aren’t as good at it.” She tilted her head, scanning the dim corners of the library for any hint of movement. "Who are you to lecture me?"</p><p>The voice chuckled, but it held a darker note now, a hint of something ancient. “You’re clever, Cassandra. But you’re blinded by ambition. There are rules, even among witches, and you've ignored them for far too long.”</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2963352508/409c5d1d46229a0ab9dcd6bb635f42e4/download__6_.jpeg" />
         <pubDate>2024-10-30 02:09:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193543215</guid>
      </item>
      <item>
         <title> ƬΉΣ GIЯᄂ ΛПD ƬΉΣ FӨЯΣƧƬ</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193544212</link>
         <description><![CDATA[<p>  </p><p><br/></p><pre><code>One night a girl named Artemis Sapphire was born, she was given the name Artemis because of her beautiful eyes. She grew up to be a beautiful and cheerful child and had skills in climbing trees and running like a cheetah. She lived in an uninhabited kingdom and there were only two people, herself and an old servant. The maid will only be a playmate and accompany the girl, because the castle they live in has magic that functions to take care of all their needs, and it is the only legacy of  Artemis parents. The maid who is always with her is the only person she knows and trusts, because her maid always tells the truth and is kind to Artemis. 

But her maid always forbade Artemis to leave the kingdom, and Artemis followed her maid's words. One day when she was reading a book in the library, she found a book containing information about the world outside the kingdom that she had never heard of before. She was curious and finally he read and observed the book carefully, she always wonder what life was like outside the kingdom.


</code></pre>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2963356378/62f7caca92c78a61e8f82ec871b01ceb/e1124115_902b_40e0_b91d_b2b04f0eea14.jpg" />
         <pubDate>2024-10-30 02:09:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193544212</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NOBITA</title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193547965</link>
         <description><![CDATA[<p>Nobita sedang merayakan keberhasilannya memasuki SMP favorit di luar kota bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-12, Nobita bersama Ibu dan Ayahnya pergi ke suatu restoran terkenal di tengah kota Kawasaki. Kedua Orang Tua Nobita masing-masing memberikan kado dan mendoakan Nobita yang akan segera sekolah berasrama di luar kota Kawasaki. Namun sayangnya, Nobita tidak menikmati acara kecil keluarganya itu, mukanya tertunduk masam dan cuek, ia tidak sekalipun menjawab harapan serta ucapan selamat kedua Orang Tuanya. </p><p><br></p><p>Tamako dan Nobisuke yang perasaannya berbahagia sangat kontras dengan perasaan murung Nobita yang melandanya sedari dua tahun lalu lamanya. Yaitu sejak kepergian kawannya Doraemon, robot berwarna biru yang sering mengaku dirinya adalah kucing, ia datang dari masa depan lalu ditugaskan untuk membantu Nobita yang sering mengeluh dan bernilai jelek. </p><p><br></p><p>Kedua orangtua Nobita tidak bisa membantu banyak dalam mengembalikan semangat Nobita yang padam, ketika Doraemon benar-benar kembali ke abad-22, Nobita mulai belajar dan mendapatkan nilai bagus, ia berharap Doraemon akan muncul dari laci meja belajarnya dan mengucapkan selamat atas kerja kerasnya dalam belajar, namun Doraemon masih belum kembali. Saat Nobita akan pindah sekolah, ia belajar sungguh-sungguh dan tidak bermain dengan teman-teman dekatnya, Nobita memilih sekolah favorit di ibu kota Jepang, yaitu di Tokyo. Tamako tidak setuju pada awalnya,ia menetang keinginan Nobita untuk bersekolah jauh, tetapi  Nobita ternyata betulan diterima disekolah tersebut lalu Nobita bersikeras agar bisa pergi sekolah di sana, pada akhirnya, dengan berat hati Tamako menyetujui keinginan Nobita. </p><p><br></p><p>Seraya mengemas barang-barang yang akan dibawanya, Nobita berulang kali melirik laci meja belajarnya yang tertutup, sedari dua tahun yang lalu ia berharap laci meja belajarnya itu akan berisi mesin waktu yang menjadi perantara Doraemon untuk pergi ke abad-21 dan perantara meraka dalam melakukan perjalanan seru ke banyak tempat. Tapi tidak ada gunanya Nobita berharap, karena Doraemon sudah melaksanakan tugasnya dan kembali ke abad-22.</p><p><br></p><p>Di sekolah baru Nobita, ia bertemu dengan banyak orang dengan jalan pikiran yang beragam, Nobita takjub dengan pemikiran mereka yang kritis dan rasional. Pemikiran  beserta nasihat teman-teman barunya mendorong Nobita untuk merasa bahwa dirinya harus merelakan Doraemon, Nobita pun  </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637667587/6a0d914a6d889352003ec912d2ecee26/DORAE_ON.jpg" />
         <pubDate>2024-10-30 02:11:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193547965</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pt. 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193550071</link>
         <description><![CDATA[<p>Suara jangkrik terdengar samar malam ini. Bulan pun, tampak malu-malu menunjukkan rupanya. Terlihat murung. Sama seperti seorang gadis yang sedang termenung di dalam kamar. Ia menangis dalam diam. Karena entah kenapa, ia tidak bisa menangis. Namun hatinya terasa sangat sakit. Kita memang sudah tidak punya banyak waktu. Nasib kerajaan memang sudah sangat diujung tanduk. Tapi, apakah salah jika dirinya ingin ikut membantu? Apakah salah jika kita berpikir kedepan dan bukan hanya ingin menghabisi musuh sampai akhir?? Kalau kita egois, nasib kerajaan juga akan hancur sama seperti musuh. Tidakkah ada orang yang sadar itu?? </p><p>Emely telah kalah. Ia telah menentukan akhir dari ceritanya. Diusir dari kerajaan, tak pernah terpikir oleh dirinya sebelum ini bukan?? Haha, tertawalah dunia. Karena sejatinya, kekalahan ini tak akan membuatnya berhenti. Hanya ada dua pilihan untuk mengakhiri cerita ini. Bahagia, atau menangis di pojokan kamar? Emely memang sudah menangis, tapi di titik terendah itu, ia belum memutuskan untuk mendapatkan akhir hidupnya. Jadi sebelum akhir bahagia itu ia dapatkan, ia tak akan berhenti. Ingat itu...</p><p>                                         ***</p><p>"Emely, ayo berangkat nak", panggil ibu dari dapur. Tak berselang lama, Emely turun dan mendapati ayah, ibu, dan kakaknya yang sudah berpakaian rapih. Mereka menggenggam tangan satu sama lain, tersenyum. </p><p>"Mari", ajak sang ayah. Dengan langkah yang penuh dengan keyakinan, mereka pergi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 02:12:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3193550071</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Forgotten Kingdom and The Dreamers </title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199594061</link>
         <description><![CDATA[<p>Malam yang tenang, dengan hembusan angin dan kicauan burung Gagak dilangit. Terangnya cahaya lampu dan Bulan Purnama yang hanya menerangi langit malam. </p><p><br></p><p>Gagak itu menghampiriku dan hinggap dijendela. Gagak itu suadah seperti temanku. 3 cakaran dikakinya dan bercak cat biru disayapnya membuatku sangat mengenalinya. Aku hanya biasa memberinya sebuah roti Gandum sisa yang kupunya. </p><p><br></p><p>Setelah kematian kakakku yang tragis membuatku cukup terpukul, dan menjadi alasanku untuk terus bertahan hidup dari incaran para pembunuh kerajaan. </p><p><br></p><p>Hidupku memang sudah berubah sejak aku berumur 5 tahun. Aku sudah tau betapa sulitnya hidup keluargaku yang harus merahasiakan kelahiranku karena aku seorang penyihir. Sampai hari itu identitas pangeran ke-3 terungkap, bahwa ia merupakan seorang penyihir, yang tidak lain adalah diriku sendiri.</p><p><br></p><p>Aku terpaksa kabur bersama kakakku yang merupakan anak kedua kekaisaran, Griffth. Kakak pertamaku terbunuh demi melindungiku, ibuku-pun ikut terbunuh karena dilempar kelautan api, dan ayahku ia tewas secara tragis,mendapatkan 10 tusukan bertubi-tubi dan dilempar kedalam lautan api bersama ibuku. </p><p><br></p><p>Ya...Kami berhasil menjalani hidup sebagai manusia pada umumnya, kami cepat berbaur. Aku sendiri juga sudah menguasai salah satu mantra dari ibuku, kamuflase. Sampai saat seperti kataku, kakakku tewas dirumah karena ia ketahuan bahwa ia merupakan darah biru kerajaan. </p><p><br></p><p>Aku berhasil kabur dari tempat itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2963151494/89a430eceb406991aa41224ca1ae8a8c/MAP.PNG" />
         <pubDate>2024-11-04 02:14:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199594061</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ƬΉΣ GIЯᄂ ΛПD ƬΉΣ FӨЯΣƧƬ</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199656390</link>
         <description><![CDATA[<p>One day when Artemis was 14 years old, she decided to sneak out of the castle area at night. because she was a good climber, she could easily get over cliffs and fences over five meters high using only trees, ropes, and supports. When she set foot outside the castle, she saw a forest in front of her. the forest was very beautiful, many lanterns, shining flowers, fireflies shining and flying. she was interested and began to explore the forest and thought “is there someone living here?”.&nbsp; Artemis was a smart girl, she sprinkled candy all the way from the front of the castle so that she wouldn't get lost when she looked for her way home.</p><p>&nbsp;</p><p>she walked through the forest without thinking and didn't realize that the sun had started to rise. when she looked at the clock, she realized that it was already 5 o'clock. she panicked and immediately rushed back to her castle. when she walked along the candy, suddenly the candy disappeared in the middle of the road. she was scared and confused. she didn't know how to get home, she started crying and thinking about what the servant said. “I shouldn't have left the castle without permission” she said. she cried until she finally fell asleep. when she woke up, she looked around and realized that now her body had shrunk to a small size. she was confused and looked at her surroundings which had become bigger. “Am I the one shrinking or is it my surroundings that are getting bigger?” but she didn't care much about that and decided to continue looking for a way out of the forest.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2983095497/39df8c44b646263671afef1149fbef17/Imagenes_Para_Portadas___15.jpg" />
         <pubDate>2024-11-04 02:52:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199656390</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pt 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661060</link>
         <description><![CDATA[<p>"Semuanya, ayo masuk!! Upacara akan segera dimulai!!", teriak pemandu dari depan aula. Emely dan keluarganya berusaha sekuat mungkin untuk segera masuk, berhimpit-himpitan dengan jutaan manusia lainnya yang juga berkumpul disini. </p><p>"Semuanya, hari ini kita berkumpul disini untung mengenang suatu masa. Masa dimana kita kehilangan banyak nyawa-nyawa berharga", suara sang pemandu menggelegar di udara.</p><p>"Apa yang tersisa bagi kita sekarang, jikalau para terdahulu tidak menyuarakan kebenaran, tidak berjuang!!</p><p>Sudah cukup kebodohan orang dahulu yang meyakini bahwa menggosokkan kayu dengan batu untuk menghasilkan api itu adalah sihir, sudah cukup tumbal yang kita keluarkan hanya untuk kesembuhan orang yang kita sayang, SUDAH CUKUPP!! </p><p>HABISI GENERASI MORGANA LE FAY!!", teriaknya lagi. Emily meringis dalam hati. Menyadari dengan sepenuhnya bahwa ia masih memiliki garis keturunan Morgana Le Fay, membuatnya merasa hancur. Ia membenci kalangan itu. Namun ternyata, dirinya sendiri malah berasal dari kalangan yang sama.</p><p>              Hidup memang penuh akan hal membingungkan. Ia pernah diusir dari kerajaan, berjalan tanpa tahu arah, perbekalan yg sedikit. Hingga akhirnya saat ini ia kembali ke kerajaannya sebagai tamu kehormatan. Ksatria yang berani, karena telah mengambil resiko yang besar demi menyelamatkan kerajaan ini. Hidupnya selalu dipenuhi misteri, sama seperti rasa tidak rela ketika ia menghabisi pemimpin kubu sebelah dengan kedua tangannya sendiri. Dan jahatnya, dunia tetap memberitahunya fakta itu. Fakta bahwa orang yang dia bunuh adalah ayah kandungnya sendiri. Menyakitkan. Dan di titik itu pula, ia baru mengetahui identitas asli dirinya.</p><p>               Kau mungkin selalu merasa paling benar, dan orang lain salah. Tapi percayalah, dunia ini tidak akan suka melihatmu merasa seperti itu. Ia akan meniupkan angin badai yang sesungguhnya. Dan disaat itu, dunia akan melihat, akankah kau kalah?? atau berjuang mati-matian??</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-04 02:55:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661060</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The art of silence₊✩‧₊˚౨ৎ˚₊✩‧₊</title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661496</link>
         <description><![CDATA[<p>Kimi was in her own room, alone. And she enjoyed it. Then Kimi thought, "How about we listen to a song?" she said, fingering the cassette collection she had. "I found it! This is my favorite song."</p><p>while putting the tape down into the phonograph...</p><p><br></p><p>La Vie En Rose - Louis Armstrong 𓍯𓂃</p><p><br></p><p>She enjoyed her house so much that she almost never left the house. for her this is her comfort zone, and she calls it "the art of being alone". until one day, a bird perched on the skylight. "Hey Kimi! Why don't you ever leave your house?" said neo the robin. "uh uhm... why are you here neo? it's rare for you to come?" Kimi asked in surprise, "Oh, it's okay. I was wondering if you wanted to come with me to the fields. This afternoon the sky, air and view are very beautiful!" </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637667587/c6c04cd4cdd6cd701768639a2645741a/image.png" />
         <pubDate>2024-11-04 02:56:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661496</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WORKING</title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661593</link>
         <description><![CDATA[<p>“Saebril, is that a school? I've never heard of it,” she said wonderingly, ”it's a school in the middle of the forest, but it's very beautiful.”</p><p>“I went to school there, along with your mother and father” said a smiling maid ‘Why did you choose to work here’ she wondered.</p><p>“Ather that's in the past. I've lived here all these years with your family, no questions asked.”</p><p>“So I'm going in there, do you want to come with me, Ather? I hope you will come with me” said Cathan smiling.</p><p>“Okay, I'll come with you!”</p><p>“I'll wait for you in the main room of the palace with your luggage...” he said tersely ‘Don't bring too much stuff, it will be difficult for you’ said Cathan happily.</p><p>“Tomorrow will be the happiest of our hearts, Cathan.” Ather said as he jumped up.</p><p>                               ***                        </p><p>In the morning she went to the palace's main room on the lowest floor with her maid carrying her clothes. “Hey Key did you put all my simple clothes in, and my notebook, pen, nightgown, hairband, and my hamster catsy?”</p><p>“All of them, Princess Ather,” said her maid casually.</p><p>“Okay good, thank you so much for helping me get my stuff ready Key” ”It's okay princess.”</p><p>“Hi Cathan, are you ready?” said Ather excitedly.</p><p>“I should ask you, are you ready to go to Saebril?”</p><p>“I'm always ready!!!” ‘1,2,3,GO!!!’ ‘What's going to happen Cath?’ he asked confused, soon they got together and ‘AAAAAAAA, CATHAN!!!’ Ather shouted,</p><p>“It's okay..., FUN ATHER!!!”</p><p>                                 ***</p><p>They fell in front of the women's salon, but Cathan still stood upright, and felt familiar with the place “Welcome Ather Camiran, this is the city of Werth.”</p><p>“It's very crowded and...”</p><p>“Dirty I know, Ather” Catahn said, cutting Ather off.</p><p>“Don't act like a princess ather remember, this is not your territory.” Cathen continued.</p><p>                                ***</p><p>Soon they went to Saebril, and entered Anor's dormitory, they would stay there until they graduated together, and Ather wanted to become a professor, so did Cathan “How is Ather? Have you found out who killed your parents?”</p><p>“Yes, I found him, I think he lives in the back forest.”</p><p>“Oh yeah? Can I help you?”</p><p>“Sure Cathan, we've been together for 20 years.”</p><p>                             *** </p><p>At night on Sunday after three days of conversation, a goblin came to attack them, and Ather and Cathan hunted it down.</p><p>                            THE END</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637667587/f0b4a2690bd21febb76a7705fcc8479d/ravenclaw.jfif" />
         <pubDate>2024-11-04 02:56:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661593</guid>
      </item>
      <item>
         <title>acikiwir</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661672</link>
         <description><![CDATA[<p>The phone rings in the middle of the night</p><p>My father yells "What you gonna do with your life?" </p><p><br></p><p>"Winter! wanna go to my party tomorrow? just invite your friends" said Sohee, "oh yea, sure". All eyes are on them, that one perfect circle that is all beautiful, smart. “happy birthday Sohee!” but that day became a bad day for Sohee. everyone who was originally happy, happy. it wasn't long before the big glass screen in the center of the building showed a voice note saying that Sohee would deliberately invite Winter and her friends to come to Sohee's party to be kidnapped. Sohee has always been jealous, spiteful of Winter and her friends because they always get public attention, they can get everything Sohee wants, Sohee's family is not as happy as Winter. “So you invited me to this party on purpose?” ‘All your friends are so cool, you go out every night, in your daddy's nice car, you're living the life, got a pretty face, a pretty boyfriend too, I wanna be you so bad’ said Sohee ‘and you dont even know me’. Winter who is always forced by her parents to get grades above 98, everything on social media is not always true. it may seem that Winter's family is very bright but Winter sees what people don't see. she is treated badly,</p><p>blom selse aciwikir</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-04 02:56:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661672</guid>
      </item>
      <item>
         <title>forgotten</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661914</link>
         <description><![CDATA[<p>"No, i followed your orders father , I did what you told me to do , i fulfilled every single one , but this one i can not do" said The Prince , " Adrien , i didnt raise you to be a stubborn royal , its The princess Tasha , Princess of the century , the most beautiful women alive , and perhaps, you knew that thousands of royals have come to propose to her , and you  , the only one she accepted , denied it? "  said the king , or as we could say , his father ," you , proposed to her , not me , i deserve to search my life partner myself , and As i said , partner , not love , love is ridiculous " added the prince , the king was about to utter something , when the prince stood up from the chesterfield, walking towards the exit , and slammed the door shut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-04 02:56:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661914</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Forgotten Kingdom and The Dreamers</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661959</link>
         <description><![CDATA[<p>Malam yang tenang, dengan hembusan angin dan kicauan burung Gagak dilangit. Terangnya cahaya lampu dan Bulan Purnama yang hanya menerangi langit malam.</p><p><br/></p><p>Gagak itu menghampiriku dan hinggap dijendela. Gagak itu suadah seperti temanku. 3 cakaran dikakinya dan bercak cat biru disayapnya membuatku sangat mengenalinya. Aku hanya biasa memberinya sebuah roti Gandum sisa yang kupunya.</p><p><br/></p><p>Setelah kematian kakakku yang tragis membuatku cukup terpukul, dan menjadi alasanku untuk terus bertahan hidup dari incaran para pembunuh kerajaan.</p><p><br/></p><p>Hidupku memang sudah berubah sejak aku berumur 5 tahun. Aku sudah tau betapa sulitnya hidup keluargaku yang harus merahasiakan kelahiranku karena aku seorang penyihir. Sampai hari itu identitas pangeran ke-3 terungkap, bahwa ia merupakan seorang penyihir, yang tidak lain adalah diriku sendiri.</p><p><br/></p><p>Aku terpaksa kabur bersama kakakku yang merupakan anak kedua kekaisaran, Griffth. Kakak pertamaku terbunuh demi melindungiku, ibuku-pun ikut terbunuh karena dilempar kelautan api, dan ayahku ia tewas secara tragis,mendapatkan 10 tusukan bertubi-tubi dan dilempar kedalam lautan api bersama ibuku.</p><p><br/></p><p>Ya...Kami berhasil menjalani hidup sebagai penduduk pada umumnya, kami cepat berbaur. Aku sendiri juga sudah menguasai salah satu mantra yang diajarkan oleh ibuku, kamuflase. Sampai saat itu. Seperti kataku, kakakku tewas dikarnya pada malam hari. Ia diduga merupakan darah biru kerajaan.</p><p><br/></p><p>Aku berhasil kabur dari tempat itu. Penyamaran asliku tidak terungkap,tetapi aku benar-benar kehilangan semua hal yang kupunya. </p><p><br/></p><p>Diduga kabar bahwa kakakku seorang darah biru terakhir dan aku yang dikabarkuan jatuh dari tepi gunung setelah kejadian itu. </p><p><br/></p><p>Aku-pun berkelana. Tidak jarang ada orang yang masih berusaha mencari keturunan kerajaan terakhir. Tetapi ada juga seseorang yang selalu berusaha membunuhku. Ia benar-benar mencariku kemanpun jejakku yang tertinggal. </p><p><br/></p><p>Sampai dia benar-benar menemukanku. Dia tidak seperti manusia pada umumnya, ia justru memburuku bukan karena tawaran uang yang menggoda malainkan karena masalah pribadinya.</p><p><br/></p><p>Aku ingat awal mula kita bertemu, ia tidak ingin memberikan nama aslinya kepadaku. Tetapi yang ia ucapkan </p><p><br/></p><p>"Aku dari keluarga yang pernah kau injak-injak dulu. Keluarga yang sangat mendukung kekaisaran Valdarum, keluarga Riventhorn."</p><p><br/></p><p>Ya...Kami berkelahi dan saling meninggikan ujung pedang kami. Aku menggunakn mantar-mantraku kepadanya tidak diukiri ia juga menggunakan ayunannya untuk menghantamku. Tetapi kami terpojok satu sama lain, karena waktu malam akan tiba. tepat jam 9 penyamaranku akan terbongkar sepenuhnya. Walau dulu aku tak tau mengapa ia merasa terpojok, tetapi kami berujung menghentikan pertempuran kami. </p><p><br/></p><p>Tidak jarang kami bertemu dan berhantaman, walau berunjung mengakhirinya sesaat. Tetapi sejak saat perteman kami, sering kali aku bermimpi tentang masa indahku dan masa lalu seorang anak kecil, Nathan. Aku selalu memimpikan anak itu, dengan kehidupan yang menyedihkan. Kadang aku merasa setiap bangun dari tidur malam, merasa merindukannya.</p><p>&nbsp;</p><p>Sampai aku bertemu dengan orang itu. Yang selalu berkelahi denganku. Aku sudah bersiap untuk menghantamnya, tetapi….</p><p>&nbsp;</p><p><strong><em>‘BRUK’</em></strong></p><p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p><p>Ia justru menjatuhkan sebuah kantong berisi daging rusa. Tampak itu seperti baru saja dibunuh.</p><p>&nbsp;</p><p>“hanya ini yang kupunya. Ambillah.”</p><p>&nbsp;</p><p>Ucapannya membuatku terkejut. Apa yang sebenarnya dia inginkan apa ini bukti permintaan maaf? Tidak mungkin.</p><p>&nbsp;</p><p>“Aku bermaksud meminta kerjasama. Tolong bantu aku.”</p><p>&nbsp;</p><p>Ternyata beneran permintaan maaf.</p><p>&nbsp;</p><p>”Ayo berbicara ditempat lain “</p><p>&nbsp;</p><p>Aku pergi mengajaknya kerumah tua yang kutempati saat ini. Rumah kerabat keluarga &nbsp;Valdarum. Aku tak tau jika rumah itu milik keluarga Riventhorn.</p><p>&nbsp;</p><p>“Dasar bisa-bisanya kamu tinggal dirumahku!”</p><p>&nbsp;</p><p>“Maaf, apa?”</p><p>&nbsp;</p><p>“Ini rumahku, rumah keluarga Riventhorn! Aku tinggal disini”</p><p>&nbsp;</p><p>Aku dan dia terkejut bukan main. Yang berarti kita selama ini tinggal ditempat yang sama.</p><p>&nbsp;</p><p>Ya…Untuk menguirangi amarahnya aku bertanya apa yang dia butuhkan. Ia menjawabbahwa ia selama ini dikutuk oleh penyihir dan terpaksa tinggal didalam lukisan. Aku juga mempertanyakan tentang namanya, dan ternyata namanya adalah Nathan. Aku sangat terkejut. Orang yang mebuatku rindu dengan masa kecilku, yang membuatku teriang-iang dengannya, ternyata adalah musuhku sejak lama.</p><p>&nbsp;</p><p>Banyak yang terjadi diantara kami, dia yang mulai mengingat ingatannya dan aku yang mulai meliahat masalalunya. Kami berkerjasama dan mulai menjelajah mencari kebenaran semua ini. Sampai ia berhasil menjadi Magician.</p><p>Panggilan untuk manusia yang berhasil lepas dari kutukan sihir dengan sendirinya dan menjadi manusia dengan bakat sihir. Ya… Magician dan penyihir memiliki tanda berbeda. Magician memiliki goresan di lengan mereka, sedangkan penyihir mempunyai mata putih.</p><p>&nbsp;</p><p>Kami mencari, mencari, dan mencari. Dan pada akhirnya, pertemuanku dengan dalang dari semua ini, ibuku. Kukira di amenyayangi rakyatnya, tapi pertemuan itu membuatku berubah pikiran. Tangisanku yang begitu mendalam. Dengan sumapah masa kecil untuk setia membunuh dalang dari semua ini, aku dan Nathan harus membunuhnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2983091193/95f9c81bf9c41ab6a53152831a509330/MAP.PNG" />
         <pubDate>2024-11-04 02:56:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3199661959</guid>
      </item>
      <item>
         <title>strange thief SAVAGEEEEEEEEEE</title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3202312962</link>
         <description><![CDATA[<p>The school bell rang signaling all students to take a break, Camilla decided to go to Alesha, Giselle, and Karina's class because there were so many things she needed to ask.</p><p>When she arrived she met her three friends and she asked “Who took my wallet yesterday?” and Giselle said “I saw your wallet in Anesha's bag when I asked her it was hers” “When did she have it?” “She said it was a long time ago” ‘Do you remember her looking at Camilla's purse yesterday?’ and the four of them suspected Anesha.</p><p><br/></p><p>a few days later...</p><p>At the cafeteria, Camilla and her friends were eating when suddenly Anesha came with two of her friends and grabbed Camilla from behind with her hands and his three friends immediately pushed Anesha to the ground.Anesha immediately acted as if she was being hurt and then Anesha said “You don't get tired of hurting me?” “What the hell is not clear to you, what did I do to you anyway? yesterday you already stole my wallet and then I let you go why are you even like this? what do you really want from me?” Anesha immediately held back her shame and then left and everyone knew that she was a thief.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637667587/bd88def2ec0dd79a56f5b4da51fa24f0/______________.jfif" />
         <pubDate>2024-11-05 10:52:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3202312962</guid>
      </item>
      <item>
         <title>perdebatan </title>
         <author>aisyahrmujahidah</author>
         <link>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3216224353</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Disebuah tempat diperkotaan wilayah kaisar Xandros. Seorang anak laki-laki, Bernama Lazar hidup dibawak kepemimpinan kaisar Xandros. Ia merupakan anak laki-laki yang tampan, dengan matanya berwarna Cadet Blue. Ia tinggal Bersama kakak perempuannya, Lyserra. Mereka tinggal dirumah kayu, dipinggiran kota.</p><p>&nbsp;</p><p>Pada hari itu Lazar pergi kepasar untuk menjual beberapa dagangan kakaknya disana. Tanpa &nbsp;disadari ia menabrak seseorang.</p><p>&nbsp;</p><p><em>‘BRUK’</em></p><p><em>&nbsp;</em></p><p>“Aduh, Sakiiit……”</p><p>&nbsp;</p><p>“ADUH! BAGAIMANA SIH! JALAN KOK GAK PAKAI MATA!”</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;suara berasal dari depannya. Suaranya cukup seperti seorang anak permpuan yang sedikit cempreng.</p><p>&nbsp;</p><p>“ maaf, kamu gak papa? “ tanya Lazar kepada orang didepannya, itu.</p><p>&nbsp;</p><p>“ HAH! Gak usah. Aku bisa bangun sendiri.” Ucapnya cukup kasar, sambil menepas tangan pemberian Lazar.</p><p>&nbsp;</p><p>Itu adalah pertemuan pertama antara Lazar dan chion. Ya.. pertemuan mereka cukup menyebalkan, bahkan kesan pertama Lazar kepada Chion <em>“Perempuan gila dengan wujud putrinya”</em></p><p>&nbsp;</p><p>Entah kemana tujuan Chion, awalnya. Karena selama beberapa hari setelah pertemuan mereka itu, Chion selalu tampak sendiri, dan tidak memiliki rumah. Karena merasa iba, Lazar mengajaknya untuk tinggal dirumahnya. Dan disitulah Lazar pertamakali berkenalan dengannya. Disitu Lazar baru mengetahui bahwa Chion adalah seorang laki-laki.</p><p>&nbsp;</p><p>____________________________--------------______________________________</p><p>&nbsp;</p><p>Chion dan Lazar sudah lama bersama, mereka sering makan, main dan menyapu halaman rumah bersama. Kakak Lazar tidak keberatan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637667587/d4d446223248f03a89e7bcc0a6e8c893/edelwise_abadi_2.PNG" />
         <pubDate>2024-11-14 02:13:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aisyahrmujahidah/3jl2orq0xorycbmy/wish/3216224353</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
