<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kehidupan Politik dan Ekonomi Indonesia pada Masa Awal Kemerdekaan, Masa Demokrasi Liberal by Yefta Hernanda</title>
      <link>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x</link>
      <description>36. Yefta Hernanda XII-IPS-1</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-31 03:57:43 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-29 03:46:14 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f1ee-1f1e9.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Sistem Pemerintahan Pada Masa Demokrasi Liberal Indonesia sampai dengan tahun 1950 telah menjalankan dua sistem</title>
         <author>yeftahernanda29</author>
         <link>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x/wish/1706367878</link>
         <description><![CDATA[<div>pemerintahan yang berbeda, yaitu sistem presidensial dan sistem<br>parlementer. Tidak sampai satu tahun setelah kemerdekaan, sistem<br>pemerintahan presidensial digantikan dengan sistem pemerintahan<br>parlementer. Hal ini ditandai dengan pembentukan kabinet parlementer<br>pertama pada November 1945 dengan Syahrir sebagai perdana menteri.<br>Sejak saat itulah jatuh bangun kabinet pemerintahan di Indonesia terjadi.<br>Namun pelaksanaan sistem parlementer ini tidak diikuti dengan perubahan<br>UUD. Baru pada masa Republik Indonesia Serikat pelaksanaan sistem<br>parlementer dilandasi oleh Konstitusi, yaitu Konstitusi RIS. Begitu juga pada<br>masa Demokrasi Liberal, pelaksanaan sistem parlementer dilandasi oleh<br>UUD Sementara 1950 atau dikenal dengan Konstitusi Liberal.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1318075978/c735fa5b16b999fafef19f2499cc6d69/Sejarah_Demokrasi_Liberal_di_Indonesia.jpg" />
         <pubDate>2021-08-31 05:38:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x/wish/1706367878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Pelaksanaan Pemerintahan Masa Demokrasi LiberalTahun 1950-1959 merupakan masa memanasnya partai-partai politik</title>
         <author>yeftahernanda29</author>
         <link>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x/wish/1706371329</link>
         <description><![CDATA[<div>pada pemerintahan Indonesia. Pada masa ini terjadi pergantian kabinet,<br>partai-partai politik terkuat mengambil alih kekuasaan. PNI dan Masyumi<br>merupakan partai yang terkuat dalam DPR (Parlemen). Dalam waktu lima<br>tahun (1950 -1955) PNI dan Masyumi secara bergantian memegang<br>hegemoni poltik dalam empat kabinet yang pernah berlaku. Adapun<br>susunan kabinetnya sebagai berikut :<br><br></div><ul><li>Kabinet Natsir (September 1950 - Maret 1951).</li><li>Kabinet Sukiman (April 1951 - Februari 1952).</li><li>Kabinet Wilopo (April 1952 - Juni 1953).</li><li>Kabinet Ali Sastroamijoyo I (Juli 1953 – Agustus 1955).</li><li>Kabinet Burhanuddin Harahap (Agustus 1955 - Maret 1956)</li><li>Kabinet Ali Sastroamijoyo II (Maret 1956 - Maret 1957).</li><li>Kabinet Juanda (Maret 1957 - Juli 1959).</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-31 05:40:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x/wish/1706371329</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Perkembangan Kehidupan Ekonomi Bangsa Indonesia pada Awal Kemerdekaan</title>
         <author>yeftahernanda29</author>
         <link>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x/wish/1706373321</link>
         <description><![CDATA[<div>Pemikiran Ekonomi Nasional<br>Pemikiran ekonomi pada 1950an pada umumnya merupakan upaya<br><br>mengembangkan struktur perekonomian kolonial menjadi perekonomian<br>nasional. Hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan hal tersebut adalah<br>sudah berakarnya sistem perekonomian kolonial yang cukup lama. Warisan<br>ekonomi kolonial membawa dampak perekonomian Indonesia banyak<br>didominasi oleh perusahaan asing dan ditopang oleh kelompok etnis Cina<br>sebagai penggerak perekonomian Indonesia. Kondisi inilah yang ingin<br>diubah oleh para pemikir ekonomi nasional di setiap kabinet di era<br>demokrasi parlementer. Upaya membangkitkan perekonomian sudah<br>dimulai sejak kabinet pertama di era demokrasi parlementer, Kabinet Natsir.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-31 05:41:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x/wish/1706373321</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. perkembangan dan pembangunan ekonomi dicurahkan oleh Soemitro Djojohadikusumo</title>
         <author>yeftahernanda29</author>
         <link>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x/wish/1706377613</link>
         <description><![CDATA[<div>pembangunan ekonomi Indonesia pada hakekatnya adalah pembangunan<br>ekonomi baru. Soemitro mencoba mempraktikkan pemikirannya tersebut<br>pada sektor perdagangan. Ia berpendapat bahwa pembangunan ekonomi<br>nasional membutuhkan dukungan dari kelas ekonomi menengah pribumi<br>yang kuat. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus sesegera mungkin<br>menumbuhkan kelas pengusaha pribumi, karena pengusaha pribumi pada<br>umumnya bermodal lemah. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya<br>membantu dan membimbing para pengusaha </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-31 05:43:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x/wish/1706377613</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5. Upaya pembangunan ekonomi nasional juga diwujudkan melalui program pembangunan rencana lima tahun, 1956-1960</title>
         <author>yeftahernanda29</author>
         <link>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x/wish/1706388342</link>
         <description><![CDATA[<div>yang disiapkan<br>oleh Biro Perancang Nasional (BPN). Program ini pertama kali dijalankan<br>pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II. Program Pembangunan Rencana<br>Lima Tahun berbeda dengan RUP yang lebih umum sifatnya. Program<br>Rencana Lima Tahun lebih bersifat teknis dan terinci serta mencakup<br>prioritas-prioritas proyek yang paling rendah. Tujuan dari Rencana Lima<br>Tahun adalah mendorong munculnya industri besar, munculnya<br>perusahaan-perusahaan yang melayani kepentingan umum dan jasa pada<br>sektor publik yang hasilnya diharapkan mampu mendorong penanaman<br>modal dalam sektor swasta.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-31 05:48:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yeftahernanda29/3iagzkm6zdovnu1x/wish/1706388342</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
