<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet cerita by WIMA ARIYA MENGGALA</title>
      <link>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5</link>
      <description>Membuat Cerita Bergantian</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-09-19 04:02:13 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-11 02:11:25 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Manusia Berbayang Hitam</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3145065608</link>
         <description><![CDATA[<p>Di sebuah daerah yang jauh, hidup seorang pria bernama John. Setelah kejadian yang mengerikan terjadi saat dia muda, John memutuskan untuk tinggal bersama anjing German Shepherdnya yang bernama Max, di sebuah kabin di tengah hutan yang jauh dari perkotaan. </p><p><br/></p><p>Sejak tinggal di kabin itu, John merasa dirinya selalu bahagia. Hidup di tengah alam, burung berkicau, udara yang sejuk selalu menjernihkan pikirannya. Namun John tidak selalu sendiri. Selain hidup ditemani Max, John juga memiliki sahabat bernama Doe yang sudah berteman dengan John sejak kecil. Doe bilang dia akan datang ke kabin Max lusa. Mengetahui sahabatnya akan datang, keesokan harinya John pergi mencari kayu bakar karena persediaan kayu bakar mereka sudah habis.</p><p><br/></p><p>“Max! Ayo kita pergi mencari kayu bakar” ucap John. Anjing itu tidak merespon apapun.</p><p>Hanya duduk di tepi kasur dengan tubuh tegap seperti waspada akan sesuatu. “Max?” John mendekati Anjingnya. “Max kamu tidak apa?” tidak ada jawaban. Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba? Ada banyak pertanyaan muncul di benaknya. Namun akhirnya dia memutuskan untuk pergi mencari kayu bakar tanpa Max.</p><p><br/></p><p>Matahari turun melewati pepohonan rimbun, memunculkan bayangan dari pepohonan lainnya. Siang menjadi senja, senja menjadi malam. “Sial, padahal aku belum pernah tersesat sebelumnya” umpat John. Selama tinggal disini selama 7 tahun dia belum pernah tersesat sampai sejauh ini. Ditengah kebingungan mencari jalan keluar dia melihat sebuah bayangan manusia di balik pepohonan. “Siapa itu?” Sebelum John bisa memproses, bayangan itu menghilang di antara pepohonan. Awalnya John tidak begitu peduli, mungkin hanya seseorang yang kebetulan berkemah di sekitar sini, entahlah.</p><p><br/></p><p>John terus berjalan mencoba mencari jalan keluar dan pulang menuju kabinnya. Dia terus berjalan melewati semak belukar sampai akhirnya dia melihat cahaya kuning dari jauh yang langsung dia kenali sebagai cahaya dari lampu kabinnya. Untunglah dia bisa keluar dari hutan dan mulai beristirahat di kabinnya.</p><p><br/></p><p>“Max, aku pulang!” Tidak ada jawaban. Dimana Max? John mencari Max di penjuru kabin sampai akhirnya dia berdiri di depan kasurnya. Sebagai anjing penggembala, Max sangat suka tempat yang terang dan diterangi matahari. Jadi, tidak mungkin Max berada di bawah kasur kan?</p><p><br/></p><p>John menunduk untuk melihat apa yang ada di bawah kasur dan betapa terkejutnya dia menemukan Max dalam kondisi tanpa tubuh, hanya ada kepala yang berhadapan dengan wajah John. John berteriak sangat keras karena terkejut. “Tidak mungkin!” Teriak dia.</p><p><br/></p><p>John sangat sedih, dia tidak mengerti, bagaimana bisa Max mati. Max masih baik-baik saja tadi siang dan sekarang dia sudah tidak bernyawa, ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. John tidak mengerti, kenapa? Dimana tubuhnya? John berusaha mencari tubuh Max, tapi tidak ketemu di manapun.</p><p><br/></p><p>John ingin segera mengubur kepala Max sebagai penghormatan terakhir, namun hari sudah larut. Matahari sudah tertidur, meninggalkan dunia dengan kegelapan. Jadi dia akan menguburkan Max di esok hari. </p><p><br/></p><p>Malam sunyi pun datang. Hanya ada John dan kepala Max tidur berdampingan.</p><p><br/></p><p>●</p><p><br/></p><p>Keesokan harinya, John menguburkan kepala Max di taman belakang kabin. Setelah John menguburkan Max, Doe, teman John datang.</p><p>John menceritakan segala hal yang terjadi kepada Doe. Doe yang mendengar itu ikut sedih, dia berusaha untuk menghibur John, tidak hanya Doe yang berusaha menghibur John, namun kucing persia peliharaan Doe bernama, Mice, juga berusaha menghibur John.</p><p><br/></p><p>Untuk menenangkan diri, Doe mengajak John untuk berjalan-jalan di hutan. Mereka berjalan menyusuri jalan setapak di tengah hutan. Mereka mengobrol, bercanda, dan banyak hal lainnya.</p><p><br/></p><p>Di tengah obrolan mereka, John tiba-tiba berhenti di tengah jalan. “Hm, John. Ada apa?” John mengejutkan kening matanya fokus tertuju ke arah pepohonan, sebelum akhirnya menggelengkan kepala. “Tidak, tidak apa. Aku mungkin berimajinasi. Aku melihat bayangan Max.. di antara pepohonan” ucap John. Doe tidak menganggap serius John. “Ya, ya. Mungkin hanya imajinasimu saja. Kalau begitu ayo kita kembali”</p><p><br/></p><p>Setelah itu mereka kembali ke kabin. Mereka makan malam, bermain permainan papan, catur, dan lain-lain. Malam sudah larut dan mereka memutuskan untuk tidur. Malam itu John bermimpi, kejadian kemarin terulang lagi. Ketika dia meninggalkan Max sendiri untuk mencari kayu bakar. Sosok hitam itu, muncul lagi. Kali ini dia tidak diam saja, dia mengejar bayangan hitam itu. “Hei tunggu!” Ketika dia mengejar sosok hitam itu, dia tersandung lalu terbangun dari mimpi. Dia bangun dari kasurnya untuk bersiap. </p><p><br/></p><p>Dia dan Doe berencana untuk memancing di sungai yang sudah sering mereka datangi. Sungai itu jernih dan ada banyak ikan disana. Mereka sudah siap untuk memancing di sungai namun harus dibatalkan karena suatu hal. “Apa yang–” Ucapan Doe terputus ketika melihat kondisi Sungai itu. Banyak ikan mati yang mengambang di permukaan sungai. Ada yang tidak beres.</p><p><br/></p><p>“Sayang sekali, sepertinya kita tidak bisa memancing kali ini” ucap Doe. “Bagaimana bisa ikan-ikan ini mati?” Ucap John heran. “mungkin terkena limbah dari pabrik di sekitar sini, atau sesuatu yang lain. Tapi, tempat ini terlihat bersih. Tidak ada sampah atau apapun” kata Doe “Bagaimana kalau kita ke kota saja? Kita bisa bersenang-senang disana. Sudah lama juga kau tidak ke kota ya kan?” John ingin menolak tapi Doe terus membujuk John sampai dia kesal dan akhirnya setuju. </p><p><br/></p><p>Pada malam harinya setelah memberi makan Mice, mereka pergi berkendara menuju ke kota. Sepanjang perjalanan Doe bercerita banyak perubahan terjadi di kota. Restoran, bar, bowling, dan lain-lain.</p><p><br/></p><p>Mereka menghabiskan malam bersenang-senang di kota hingga lupa waktu. Jam menunjukkan pukul 11 malam. Karena sudah terlalu malam, mereka memutuskan untuk menginap selama satu malam di hotel.</p><p><br/></p><p>Pada pagi harinya, mereka pulang. Ya, mungkin setelah bersenang-senang tadi malam, John bisa sedikit terhibur.</p><p><br/></p><p>Mereka akhirnya sampai. John langsung melemparkan dirinya ke sofa dan menutup mata. “Hey, dimana Mice?” ucap Doe. “Tidak mungkin dia pergi keluar ke dalam hutan” Mereka pun mencari Mice di dalam kabin bahkan sampai ke hutan tapi tidak ketemu. Doe yang panik terus berusaha mencari Mice, tapi tidak kunjung ketemu, akhirnya mereka kembali dengan tangan kosong.</p><p><br/></p><p>Namun saat sampai di kabin, dia menemukan Mice sedang tertidur diatas kasur tertutupi dengan selimut. Doe hampir menangis mengira dia tidak akan bertemu dengan Mice lagi. Aneh, padahal tadi sudah dicari dimana pun.</p><p><br/></p><p>Selama beberapa hari kedepan tidak banyak yang mereka lakukan, dan selama beberapa hari itu Mice tidak seperti Mice. Mice termasuk dalam kucing yang suka membuat kekacauan dan manja. Karena itu Doe sedikit ragu ketika harus meninggalkan Mice sendiri, jadi dia membawa Mice berlibur bersama ke kabin John. Namun selama beberapa hari Mice hanya diam dan diam. Mereka mengira Mice sakit jadi mereka membawa Mice dokter, namun dokter bilang tidak ada yang salah dari Mice, hanya luka gores di salah satu telapak kakinya saja. Mungkin itu penyebabnya, atau bukan.</p><p><br/></p><p>Setelah itu mereka kembali. Tidak ada yang aneh. Hari berjalan seperti biasa di kabin John.</p><p><br/></p><p>Malam hati tiba, semua orang tertidur, termasuk John. Namun sesi tidurnya harus terganggu ketika dia mendengar teriakan Doe dari luar. John langsung terbangun dari tidurnya. Dia segera berlari keluar.</p><p>Teriakan Doe terhenti. Saat dia membuka pintu kabin, dia melihat Mice menggigit kepala Doe sampai berdarah hingga Doe tidak lagi bergerak. John berteriak histeris dan mencoba kabur, namun gagal. Mice atau makhluk Apapun itu, menerkam John lalu mencakar, menggigit, dan memakan daging John satu-persatu.John tidak bisa melawan, hanya bisa pasrah menerima takdirnya.</p><p><br/></p><p>Setelah John dan Doe tidak bernyawa, Mice berubah menjadi bayangan hitam lalu berlari ke dalam hutan, siap untuk berburu mangsa selanjutnya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>— END —</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kelompok :</p><p><br/></p><p>– Rayhan Azka A.G</p><p>– Naura Qeila P.S</p><p>– Sabrina Naurah N.</p><p>– Nafiza Al Zara</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-30 01:13:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3145065608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anak penjual bunga</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3145073473</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Di pinggiran kota Yogyakarta, hidup seorang anak kecil bernama Cika. Cika hidup bersama ayahnya yang bekerja sebagai penjual bunga keliling dan ibunya yang seorang ibu rumah tangga. Cika selalu sedih karena ayahnya selalu pulang malam dan jarang memiliki waktu bersama. Suatu hari, ayahnya cika sakit sehingga tidak bisa menjual bunga. Cika ingin membantu, namun Cika sedang berada dirumah neneknya. Akhirnya Cika kembali kerumah dan syukurlah, ayah nya sudah kembali sehat. Setelah beristirahat, Cika memiliki ide untuk membantu ayahnya supaya tidak sakit sakitan. Akhirnya Cika menjalankan idenya yaitu menanam bunga di halaman rumah sehingga ayahnya tidak usah jauh jauh mencari bunga untuk dijual. Namun Cika memiliki satu masalah yaitu tetangganya. Tetangga Cika selalu merusak tanaman warga sekitar rumah Cika, termasuk tanaman yang ada dirumah Cika. Cika sempat putus asa, namun Cika teringat sesuatu, dibelakang rumah nya ada taman tersembunyi yang bisa dijadikan tempat menanam. Dan lebih beruntungnya lagi, ada bunga matahari yang baru saja mekar dengan indah. Cika punya ide untuk menjual bunga matahari itu, akhirnya dia meminta izin kepada orang tuanya. Untung saja, orang tuanya mengizinkan. Setelah dapat izin, Cika langsung bersiap siap dan berangkat untuk menjual bunga matahari itu. Cika berkeliling  untuk mencari pembeli. Namun saat bertemu orang, selalu saja ditolak. Saat sudah diambang keputus asaan, tiba-tiba ada mobil yang melaju cepat dari arah belakang Cika. Cika tidak menyadari mobil itu karena merasa putus asa, sehingga Cika tertabrak mobil dan tergeletak di jalan. Warga sekitar dan pengendara mobil itu langsung cepat membawa Cika kerumah sakit. Tidak lupa ada yang menelpon orang tuanya Cika. Orang tua Cika ikut serta mengantarkan Cika kerumah sakit, sambil menangis, ibunya berdoa supaya Cika masih bisa hidup. Namun takdir berkata lain, Dokter memberitahu bahwa pendarahan yang dialami Cika terlalu parah. Sehingga Cika wafat dirumah sakit dengan keadaan kehabisan darah. Semuanya berduka cita, kini hanya bunga matahari yang akan dijual cika yang tersisa. Ibunya Cika menyimpan bunga matahari itu sebagai kenangan terakhir anaknya. </p><p><br/></p><p>Tamat</p><p><br/></p><p>Kelompok</p><p>Muhamad sulfi nabil/17</p><p>Mutia Dinar Wijayanti/18</p><p>Shevanya Chelia Rafiza/30</p><p>Yasmin Rahma widayat </p><p>/33</p><p><br/></p><p>╔╦╦╦╦╦╦╦╦╦╦╗</p><p>╠╬╬╬╬╬╬╬╬╬╬╣</p><p>╠╬╬█╬╬╬╬█╬╬╣</p><p>╠╬╬╬╬╬╬╬╬╬╬╣</p><p>╠╬████████╬╣</p><p>╠╬█╬╬╬╬╬╬█╬╣</p><p>╚╩╩╩╩╩╩╩╩╩╩╝ </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-30 01:17:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3145073473</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cerita saat di sekolah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3145089646</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Pada suatu hari di sekolah, Elyna lagi belajar di kelas, ia mendengarkan gurunya yang lagi menerangkan pelajaran, yang pelajarannya saat itu adalah bahasa indonesia. Lalu Elyna tidak sengaja menjatuhkan minum teman sebangkunya. Teman elyna sangat marah dan mengomel kepada elyna “Elyna lain kali hati-hati dong! minumku ditumpahin… aku belum minum sama sekali loh Elyna.” ucap teman Elyna, Cherry sedih karena minumnnya habis dan galon dikelas juga sedang habis, Elyna merasa bersalah tetapi elyna hanya diam diaman saja,yang membuat Cherry tambah marah. Istirahat dimulai, para siswa pada makan bekal atau bermain, tetapi elyna sedikit sedih karena cherry mendiamkannya dan tidak mengajaknya ngobrol. Lalu Cherry menceritakan tentang kejadian tadi kepada teman-temannya sehingga di musuhi oleh teman-temannya sendiri.</p><p> Tetapi agar perdamain tetap terjaga, elyna meminta maaf kepada cherry dan mereka menjadi teman kembali. Elyna juga mentraktir Cherry untuk membeli minuman yang segar agar cherry tidak dehidrasi.  Selanjutnya Bel berbunyi untuk masuk ke kelasnya masing-masing. Pelajaran Elyna sekarang adalah ipa. Dia dan teman-temannya disuruh untuk membuat eksperimen berpengaruh dalam Ipa yang juga unik. Elyna akhirnya mempunyai ide untuk membuat Lava lamp, tetapi tengah-tengah saat dia membuat lava lamp tersebut, lava lampnya gagal,Elyna berusaha membuat ide lagi yang menurutnya unik. Elyna sangat bersemangat melakukannya. Akhirnya dia membuat lampu seri dan paralel,  dia berusaha membuat sebisanya dengan cara yang indah dan unik dan akhirnya dia berhasil “Hore! Akhirnya selesai juga, aku capek banget! <em>nguap</em>” Ucap elyna sangat senang tapi juga sama lelah. </p><p>Saat menaruh experimen di meja pengumpulan, temannya mengenggol eksperimennya, hingga eksperimennya rusak, tetapi temannya tidak bertanggung jawab dan coba membetulkannya tetapi mereka langsung kabur. Setelah itu elyna balik ke kelas, dia kaget melihat eksperimennya yang sudah hancur dan tertinggal hanya kepingannya saja. Tetapi elyna tidak marah dan mencoba memikirkan ide baru lagi, tetapi setelah beberapa saat elyna tidak bisa memikirkan ide lagi karena dia menggunakan bahan yang tersisa, ia berusaha mencari pelaku yang merusak eksperimennya, tetapi teman-temannya tidak ada yang mengaku sama sekali. Akhirnya Elyna tidak mengumpulkan tugas eksperimennya, yang menyebabkan Elyna mendapat nilai jelek. Tetapi sebenarnya yang merusak eksperimen elyna adalah Cherry, karena cherry membalas dendam kepada elyna soal botol minum yang jatuh. Akhirnya elyna pulang dengan keadaan sedih dan marah.</p><p><br/></p><p>Kelompok 4:</p><p>-Fyrlo Wahyu Fathia Ravdaifa / 10</p><p>-Freya Yuki Kalila / 9</p><p>- Firstiar Renata Recca / 8</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-30 01:26:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3145089646</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Seorang anak kecil</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3145112280</link>
         <description><![CDATA[<p>Anak yang hidupnya berputar terus</p><p><br></p><p><br></p><p>Anak yang hidupnya berputar terus</p><p><br></p><p><br></p><p>Anaknya bangun tidur seperti biasa. Lalu saar ia terbangun ia merasa aneh pada sekelilingnya karna saat dia bangun tempat tersebut seperti yang ada di mimpinya tadi. Saat ia memeriksa sekelilingnya ia lebih terkejut karna, ternyata dia ke dunia lain, di sudut ruang ia pun sedih karena dia tidak tahu cara kembali. Dan ia pun berlari katena ia pikir berlari lurus akan mengeluarkannya.tetapi ia pun terjebak di dalam mimpinya,ia pun duduk dan berpikir sejenak dan dia, tapi ide dia itu gagal karena walaupun berpikir sesusah apapun tetap tidak bisa keluar dia sedih sekali sungguh sedih dan akhirnya dia terjebak di situ selamanya</p><p><br></p><p>Kelompok : mesya, azka, ello, bella</p><p><br></p><p>   </p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-30 01:37:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3145112280</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cerita saat di sekolah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3145150008</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Pada suatu hari di sekolah, Elyna lagi belajar di kelas, ia mendengarkan gurunya yang lagi menerangkan pelajaran, yang pelajarannya saat itu adalah bahasa indonesia. Lalu Elyna tidak sengaja menjatuhkan minum teman sebangkunya. Teman elyna sangat marah dan mengomel kepada elyna “Elyna lain kali hati-hati dong! minumku ditumpahin… aku belum minum sama sekali loh Elyna.” ucap teman Elyna, Cherry sedih karena minumnnya habis dan galon dikelas juga sedang habis, Elyna merasa bersalah tetapi elyna hanya diam diaman saja,yang membuat Cherry tambah marah. Istirahat dimulai, para siswa pada makan bekal atau bermain, tetapi elyna sedikit sedih karena cherry mendiamkannya dan tidak mengajaknya ngobrol. Lalu Cherry menceritakan tentang kejadian tadi kepada teman-temannya sehingga di musuhi oleh teman-temannya sendiri.</p><p> Tetapi agar perdamain tetap terjaga, elyna meminta maaf kepada cherry dan mereka menjadi teman kembali. Elyna juga mentraktir Cherry untuk membeli minuman yang segar agar cherry tidak dehidrasi.  Selanjutnya Bel berbunyi untuk masuk ke kelasnya masing-masing. Pelajaran Elyna sekarang adalah ipa. Dia dan teman-temannya disuruh untuk membuat eksperimen berpengaruh dalam Ipa yang juga unik. Elyna akhirnya mempunyai ide untuk membuat Lava lamp, tetapi tengah-tengah saat dia membuat lava lamp tersebut, lava lampnya gagal,Elyna berusaha membuat ide lagi yang menurutnya unik. Elyna sangat bersemangat melakukannya. Akhirnya dia membuat lampu seri dan paralel,  dia berusaha membuat sebisanya dengan cara yang indah dan unik dan akhirnya dia berhasil “Hore! Akhirnya selesai juga, aku capek banget! <em>nguap</em>” Ucap elyna sangat senang tapi juga sama lelah. </p><p>Saat menaruh experimen di meja pengumpulan, temannya mengenggol eksperimennya, hingga eksperimennya rusak, tetapi temannya tidak bertanggung jawab dan coba membetulkannya tetapi mereka langsung kabur. Setelah itu elyna balik ke kelas, dia kaget melihat eksperimennya yang sudah hancur dan tertinggal hanya kepingannya saja. Tetapi elyna tidak marah dan mencoba memikirkan ide baru lagi, tetapi setelah beberapa saat elyna tidak bisa memikirkan ide lagi karena dia menggunakan bahan yang tersisa, ia berusaha mencari pelaku yang merusak eksperimennya, tetapi teman-temannya tidak ada yang mengaku sama sekali. Akhirnya Elyna tidak mengumpulkan tugas eksperimennya, yang menyebabkan Elyna mendapat nilai jelek. Tetapi sebenarnya yang merusak eksperimen elyna adalah Cherry, karena cherry membalas dendam kepada elyna soal botol minum yang jatuh. Akhirnya elyna pulang dengan keadaan sedih dan marah.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kelompok 4:</p><p>-Fyrlo Wahyu Fathia Ravadaifa / 10</p><p><br/></p><p>-Freya Yuki Kalila / 9</p><p><br/></p><p>-Firstiar Renata Recca / 8</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-30 02:00:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3145150008</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HUTAN MISTERI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3146064217</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Di suatu hari, ada seorang anak bernama Nora. Dia anak yang sangat ceria, dan hidup sederhana di desa dengan ibu nya. Pada sore hari ia tak kunjung pulang saat ia pergi bermain pada siang hari, ibu nya khawatir dan panik mencari Nora, “Nora, dimana kamu nak?” ucap ibu seraya menangis tersedu-sedu. Sementara itu, Nora ternyata sedang tersesat di hutan yang sangat penuh dengan misteri. Ia memberhentikan langkahnya dan menyadari bahwa Nora telah memasuki hutan Lakshmivana atau hutan keberuntungan. Hutan tersebut suci dipercaya membawa keberuntungan bagi siapa saja yang bisa menemukan jalan keluar dari labirinnya yang rumit. Nora merasa takut dan ragu, suara burung hantu mulai terdengar. Nora sangat sedih, karena Nora tidak bisa menemukan jalan keluar dan suara burung hantu yang membuat nya semakin ketakutan. Semakin ia berjalan lebih jauh, semakin terdengar juga suara burung hantu itu, ia penasaran dengan labirin itu. Nora pun memasuki labirin tersebut. Labirin tersebut bernama Labirin Upeksha yang berarti labirin ketenangan. Ia berpikir jika ia memasuki labirin tersebut, Nora pasti akan dapat kembali ker rumah, tetapi ia telah mengelilingi labirin tersebut tapi tidak dapat menemukan jalan keluar. Kesabarannya mulai menghilang dan dia berfikir bahwa ide yang dia buat dan rencana kan telah gagal. Nora menunduk sejenak dan merenung, Namun ada sesuatu yang terlintas di otak nya. Nora baru saja menyadari apa arti daru labirin upeksha yabg berarti ketenangan. Nora menyadari bahwa selama ia melintasi labirin tersebut Nora selalu panik dan dipenuhi amarah, dan dengan Nora tenang ia pasti bisa melewati labirin tersebut. Nora merasa sangat senang. Ia kembali menyusuri hutan dan ia bertemu dengan hewan, hewan tersebut ganas dan siap menerkam Nora dari jauh. Hewan tersebut adalah Sarpa, ular hijau menyala yang tidak berbisa tapi menerkam manusia dari dalam tubuh melalui mata. Nora mengetahui bahwa ular itu tidak boleh ditatap oelh mata. Nora menutup matanya menggunakan syal yang ia gunakan. ia iya perlahan berjalan dengan matanya yang tertutup oleh syal agar ia dapat menghindar dari Ular sarpa tersebut. akhirnya, Nora membuka syal yang ada di mata nya. Ia terdiam sejenak melihat apa yang dilihat oleh matanya. Nora tidak melihat rumah yang ia tinggali dan ibu nya. Nora hanya melihat lautan cahaya yang tak berujung di bawah disaat dia menunduk, seolah-olah melayang di udara dan juga dihubung oleh jembatan kaca yang memancar cahaya berkilauan. Kota Luminara, itulah nama kota nya. Kota itu sangat terpencil dan indah, dipenuhi oleh penyihir tua legendaris. Ia terduduk, mata nya berkaca-kaca. Nora tak mampu menangis lagi karena ia telah kecewa dengan apa yang ia alami. Nora telah berada sangat jauh dari rumahnya dan ia terjebak di Kota Luminara dengan penyihir-penyihir nya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>——————THE END——————</p><p><br/></p><p>Anggota :</p><p>-Grace Euodia </p><p>-Bisma Ahmad Indrawijaya</p><p>-Kayana Dewi Azalia</p><p>-Caroline Khaliqa Dzahin</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-30 12:07:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3146064217</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>wimamenggala87</author>
         <link>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3147530753</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2023154199/ffe12b4c8ab407c5bec8493faf3d0e12/IMG_4699.jpeg" />
         <pubDate>2024-10-01 04:12:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wimamenggala87/3i7jnrhrq57h3xc5/wish/3147530753</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
