<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TEORI MANAJEMEN ORGANISASI PENDIDIKAN by Suzatmiko Wijaya</title>
      <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z</link>
      <description>Post your art!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-04-26 13:42:29 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-03-07 07:50:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f58c.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>siti harahap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616646634</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori manajemen organisasi pendidikan adalah cara untuk mengatur dan mengelola sekolah supaya berjalan teratur, efektif, dan sesuai tujuan. Taylor menekankan efisiensi kerja lewat manajemen ilmiah, Fayol membahas prinsip manajemen klasik seperti perencanaan dan pembagian tugas, Weber menekankan birokrasi dengan aturan dan hierarki yang jelas, Mayo melihat pentingnya hubungan manusiawi seperti motivasi dan kerja sama, sedangkan Barnard memandang organisasi sebagai sistem sosial yang membutuhkan kerja sama antar anggotanya. Intinya, teori-teori ini memberi panduan berbeda agar lembaga pendidikan bisa lebih terarah dan berhasil mencapai tujuannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 10:14:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616646634</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616688131</link>
         <description><![CDATA[<p>Manajemen pendidikan adalah ilmu yang mempelajari cara mengatur dan mengelola pendidikan supaya berjalan efektif dan efisien sesuai tujuan. Pada awalnya, teori klasik lebih menekankan pada efisiensi, pembagian kerja, dan struktur organisasi.</p><p><br/></p><p>Frederick W. Taylor dengan teori scientific management menekankan pentingnya analisis kerja secara ilmiah, pembagian tugas secara rinci, pengawasan ketat, dan pemberian upah sesuai hasil kerja. Henri Fayol melengkapi teori ini dengan menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengendalian.</p><p><br/></p><p>Dalam perkembangannya, lahir teori manajemen modern yang lebih fleksibel. Teori sistem melihat organisasi sebagai sistem terbuka, di mana perubahan satu bagian akan memengaruhi bagian lainnya. Teori organisasi klasik yang dikembangkan oleh tokoh seperti Taylor, Fayol, dan Weber juga masih terlihat dalam dunia pendidikan, misalnya dalam struktur sekolah, pembagian tugas guru, dan pengelolaan administrasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 10:56:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616688131</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sakila Khairiah Rangkuti </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616706107</link>
         <description><![CDATA[<p> Manajemen pendidikan adalah cara mengatur seluruh sumber daya sekolah agar tujuan pendidikan tercapai. Teori klasik Taylor, Fayol, dan Weber menekankan aturan, efisiensi, dan pembagian kerja yang jelas. Teori-teori ini masih bermanfaat, tetapi mereka cenderung kaku sehingga perlu dipadukan dengan teori modern yang lebih fleksibel. Akibatnya, manajemen pendidikan dapat menjadi lebih efisien, efektif, dan sesuai dengan zaman.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 11:14:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616706107</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616754785</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori klasik manajemen adalah pendekatan manajemen yang fokus pada efisiensi, struktur organisasi formal, dan pembagian kerja, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan efektivitas organisasi.</p><p>Teori klasik manajemen berfokus pada efisiensi, struktur organisasi, dan pembagian kerja melalui tiga pendekatan utama: Scientific Management (Frederick W. Taylor) yang menekankan standardisasi dan insentif, Administrative Theory (Henri Fayol) yang membahas prinsip manajemen efektif, dan Bureaucratic Theory (Max Weber) yang menyoroti struktur formal dan seleksi berbasis merit. Penelitian menunjukkan bahwa teori klasik ini masih relevan dalam konteks organisasi modern.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 11:59:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616754785</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Carisha Puti Salsabila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616760170</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada dasarnya, manajemen pendidikan adalah proses mengelola seluruh sumber daya pendidikan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien. Keberhasilannya dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepemimpinan, sumber daya manusia, sarana, dan budaya organisasi, serta faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, dan globalisasi.</p><p><br/></p><p>Teori manajemen klasik menjadi fondasi penting bagi perkembangan manajemen modern. Taylor memperkenalkan scientific management yang menekankan efisiensi kerja melalui pembagian tugas, pelatihan, dan insentif. Fayol menyusun fungsi utama manajemen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengendalian serta prinsip-prinsip seperti pembagian kerja dan kesatuan komando. Weber mengembangkan teori birokrasi dengan ciri pembagian kerja yang jelas, hierarki, aturan formal, dan kualifikasi teknis. Meski cenderung kaku, prinsip-prinsip ini masih relevan hingga kini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 12:04:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616760170</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616773128</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori manajemen ilmiah merupakan suatu pendekatan dalam pengelolaan yang mengandalkan metode ilmiah untuk mengkaji dan menetapkan cara paling efisien dan efektif dalam menyelesaikan pekerjaan. Dikembangkan oleh Frederick W. Taylor pada awal abad ke-20, pendekatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas melalui penerapan prinsip-prinsip seperti analisis waktu dan gerakan, seleksi pekerja berdasarkan kriteria ilmiah, pelatihan yang terstruktur, serta pembagian tanggung jawab yang jelas antara manajer dan tenaga kerja.</p><p>Dar (2022) menyatakan bahwa teori manajemen ilmiah tetap memiliki relevansi dalam penerapan manajemen masa kini, khususnya di bidang industri dan manufaktur. Konsep-konsep Taylor seperti analisis waktu dan gerakan, penetapan standar kerja, serta pemberian insentif berdasarkan hasil kerja, masih diterapkan untuk mendorong efisiensi dan meningkatkan produktivitas pada level operasional.</p><p><br/></p><p>Teori manajemen ilmiah bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja dengan cara mengatur tugas secara sistematis, memilih dan melatih pekerja secara tepat, serta menerapkan standar kerja dan sistem insentif yang adil.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 12:15:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616773128</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Manajemen Organisasi Pendidikan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616817159</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p>Konsep Dasar Manajemen Pendidikan<br></p><ul><li><p>Aktivitas utama: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi.</p></li><li><p>Mengelola: kurikulum, tenaga kerja, siswa, keuangan, sarana, dan proses belajar.</p></li><li><p>Faktor keberhasilan: kepemimpinan, sumber daya manusia, sarana-prasarana, keuangan, kebijakan pemerintah, teknologi, dan motivasi kerja.</p></li></ul><p><br/></p></li><li><p>Teori Klasik Manajemen<br></p><ul><li><p>Frederick W. Taylor → Scientific Management, menekankan efisiensi kerja, pembagian tugas, pelatihan, insentif.</p></li><li><p>Henri Fayol → fungsi manajemen (planning, organizing, leading, coordinating, controlling) dan 14 prinsip manajemen (misalnya unity of command, division of work).</p></li><li><p>Max Weber → teori birokrasi: aturan jelas, hierarki, ketidakberpihakan, kualifikasi teknis, dan struktur organisasi rasional.</p></li></ul><p><br/></p></li><li><p>Teori Manajemen Ilmiah<br></p><ul><li><p>Ditekankan oleh Taylor dengan studi waktu &amp; gerak (time and motion study).</p></li><li><p>Prinsip dasar: pekerjaan diuraikan rinci, kerjasama manajer-pekerja, pembagian kerja, supervisi jelas.</p></li><li><p>Dilanjutkan Gantt: seleksi ilmiah pekerja, sistem bonus, instruksi kerja detail.</p></li></ul><p><br/></p></li><li><p>Teori Manajemen Modern<br></p><ul><li><p>Teori Sistem → organisasi sebagai sistem terbuka; tiap bagian saling memengaruhi.</p></li><li><p>Teori Kontingensi → tidak ada satu cara terbaik, manajemen harus sesuai kondisi (ukuran organisasi, teknologi, lingkungan).</p></li><li><p>TQM (Total Quality Management) → perbaikan kualitas menyeluruh dengan melibatkan semua anggota organisasi.</p></li></ul><p><br/></p></li><li><p>Teori Organisasi Klasik<br></p><ul><li><p>Muncul sejak revolusi industri (1800-an).</p></li><li><p>Fokus pada pembagian kerja, spesialisasi, koordinasi, dan struktur organisasi.</p></li><li><p>Masih relevan dalam pendidikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan.</p><p><br/></p></li></ul></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 12:47:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616817159</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Carisha Puti Salsabila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616845239</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori manajemen ilmiah berfokus pada penerapan metode ilmiah dalam organisasi, khususnya melalui studi waktu dan gerak untuk meningkatkan produktivitas. Tokoh-tokoh seperti Gantt, Owen, Babbage, dan pasangan Gilbreth turut mengembangkan gagasan ini dengan menekankan kerja sama manajemen dan pekerja, sistem bonus, serta instruksi kerja yang jelas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:06:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616845239</guid>
      </item>
      <item>
         <title>T.Arfa Atthari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616853298</link>
         <description><![CDATA[<p>Manajemen pendidikan pada dasarnya adalah bagaimana sebuah lembaga pendidikan bisa diatur supaya berjalan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kalau dilihat dari sejarahnya, teori klasik seperti milik Taylor, Fayol, dan Weber memang jadi dasar penting. Mereka menekankan efisiensi, aturan yang jelas, dan pembagian kerja. Misalnya, Taylor dengan scientific management mengajarkan bahwa pekerjaan harus dianalisis biar lebih hemat waktu dan tenaga. Fayol lebih fokus ke fungsi manajemen seperti perencanaan dan pengorganisasian, sedangkan Weber menekankan birokrasi dengan aturan dan hierarki yang jelas.</p><p>Tapi kelemahan teori klasik itu biasanya terlalu kaku dan kurang memperhatikan aspek manusiawi. Makanya muncul teori modern. Teori ini menekankan bahwa organisasi itu seperti sistem terbuka—kalau satu bagian berubah, maka semuanya terdampak. Ada juga teori kontingensi yang bilang kalau cara mengelola organisasi itu harus menyesuaikan dengan situasi. Selain itu, ada konsep Total Quality Management (TQM) yang menekankan kualitas dengan melibatkan semua pihak, bukan cuma pimpinan.</p><p>Kalau dikaitkan dengan pendidikan, teori klasik masih kepake, misalnya dalam struktur sekolah dan pembagian tugas guru. Tapi, kalau mau relevan dengan kondisi sekarang—apalagi di era globalisasi dan digitalisasi—ya harus dikombinasikan dengan teori modern. Jadi manajemen pendidikan bukan cuma soal efisiensi, tapi juga harus adaptif, humanis, dan berorientasi pada kualitas serta kepuasan siswa.</p><p>Intinya, teori manajemen pendidikan itu penting supaya sekolah atau lembaga pendidikan bisa berjalan teratur, punya arah, dan siap menghadapi perubahan zaman.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:12:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616853298</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Klasik Manajemen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616862581</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori klasik manajemen adalah pendekatan awal yang muncul pada awal 1900-an untuk meningkatkan efisiensi organisasi melalui pembagian kerja, struktur yang jelas, dan hierarki. Tokohnya antara lain Frederick W. Taylor dengan efisiensi kerja, Henri Fayol dengan fungsi dan prinsip manajemen, serta Max Weber dengan teori birokrasi. Teori ini menekankan rasionalitas dan keteraturan dalam organisasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:18:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616862581</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Manajemen Ilmiah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616863766</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori manajemen ilmiah diperkenalkan oleh Frederick W. Taylor, yang dikenal sebagai Bapak Manajemen Ilmiah. Teori ini menekankan penerapan metode ilmiah untuk meningkatkan produktivitas dengan cara membagi pekerjaan ke bagian-bagian kecil, melakukan seleksi dan pelatihan pekerja, serta memberikan insentif berdasarkan hasil kerja. Pendekatan ini berfokus pada efisiensi waktu, gerakan, dan pengawasan yang ketat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:19:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616863766</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Manajemen Modern</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616866659</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori manajemen modern berkembang untuk menjawab tantangan organisasi kompleks di era globalisasi. Pendekatan ini mencakup Teori Sistem, yang melihat organisasi sebagai sistem terbuka, Teori Kontingensi, yang menekankan bahwa manajemen harus sesuai situasi, serta Total Quality Management (TQM), yang berfokus pada peningkatan kualitas secara menyeluruh. Teori modern menekankan fleksibilitas, adaptasi, dan kepuasan pelanggan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:21:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616866659</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Organisasi Klasik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616867514</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori organisasi klasik atau tradisional berkembang sejak abad ke-19 sebagai respons terhadap revolusi industri. Teori ini memandang organisasi sebagai struktur hubungan formal dengan pembagian kerja, spesialisasi, hierarki, dan koordinasi rasional. Tokohnya seperti Henri Fayol (administrative theory) dan Max Weber (birokrasi). Fokusnya adalah menciptakan organisasi yang efisien, teratur, dan mampu mencapai tujuan dengan efektif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:22:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616867514</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616870726</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori manajemen klasik adalah salah satu aliran pemikiran awal dalam ilmu manajemen yang berkembang pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Teori ini lahir sebagai respon terhadap revolusi industri, di mana organisasi dan pabrik membutuhkan sistem kerja yang lebih efisien dan terstruktur. Fokus utama teori ini adalah efisiensi, produktivitas, dan struktur organisasi.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>➤ Lahir abad 19–20 (era revolusi industri), fokus pada efisiensi &amp; struktur organisasi.</p><p>1. Frederick W. Taylor (Scientific Management)</p><p>Cari “cara terbaik” kerja.</p><p>Standar kerja, pelatihan, insentif.</p><p>2. Henri Fayol (Administrative Management)</p><p>Fokus ke manajemen organisasi.</p><p>14 prinsip manajemen.</p><p>Fungsi manajer: Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.</p><p>3. Max Weber (Bureaucratic Management)</p><p>Organisasi formal, hierarki jelas, aturan tertulis.</p><p>Impersonal, berbasis merit.</p><p>Ciri khas: formal, hierarkis, pembagian kerja tegas, efisiensi.</p><p>Kelebihan: dasar manajemen modern.</p><p>Kelemahan: terlalu kaku, abaikan aspek manusia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:24:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616870726</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616882153</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori manajemen modern menekankan pentingnya adaptabilitas, keterlibatan berbagai pihak, inovasi, serta pemanfaatan teknologi dalam mengelola organisasi, sebagai alternatif dari model manajemen klasik yang cenderung kaku dan birokratis. Dalam ranah pendidikan, pendekatan ini tercermin melalui penerapan seperti manajemen berbasis sekolah, kepemimpinan yang inspiratif, serta integrasi sistem informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Berbagai studi, termasuk dari Bush (2011), Owens &amp; Valesky (2015), serta Leithwood &amp; Jantzi (2000), menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang kolaboratif, responsif terhadap perubahan, dan berfokus pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:31:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616882153</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616887581</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori organisasi klasik merupakan pendekatan yang menitikberatkan pada struktur organisasi yang formal, pembagian tugas yang teratur, sistem hierarki yang jelas, serta efisiensi dalam proses kerja. Pendekatan ini meliputi tiga tokoh utama, yaitu Frederick Taylor dengan manajemen ilmiahnya, Henry Fayol dengan teori administrasinya, dan Max Weber dengan konsep birokrasinya. Dalam dunia pendidikan, teori ini dianggap bermanfaat untuk menciptakan tata kelola sekolah yang sistematis, disiplin, dan terukur, khususnya dalam hal pembagian wewenang, prosedur kerja, serta pengawasan. Meski demikian, teori ini dinilai kurang mampu mengakomodasi aspek-aspek sosial dan psikologis, seperti motivasi individu, kreativitas, serta dinamika hubungan antar manusia, yang sangat penting dalam lingkungan pendidikan. Oleh sebab itu, penerapan teori organisasi klasik dalam pendidikan perlu dipadukan dengan pendekatan yang lebih adaptif dan berorientasi pada aspek kemanusiaan agar lebih relevan dengan tuntutan pendidikan masa kini.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:35:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616887581</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616903149</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori klasik manajemen organisasi pendidikan bertujuan membuat lembaga pendidikan berjalan efisien, teratur, dan rasional. Taylor menekankan efisiensi kerja dengan cara ilmiah, Fayol menekankan fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, sementara Weber menekankan pentingnya aturan formal dan birokrasi. Jika digabung, teori klasik membantu lembaga pendidikan lebih terkelola dan terukur, meski kelemahannya adalah sifatnya kaku dan kurang memperhatikan aspek manusiawi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:44:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616903149</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Carisha Puti Salsabila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616922043</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori manajemen modern muncul sebagai respons terhadap kompleksitas organisasi. Teori sistem melihat organisasi sebagai sistem terbuka yang tiap bagiannya saling memengaruhi. Teori kontingensi menekankan bahwa tidak ada satu cara terbaik, melainkan harus disesuaikan dengan situasi. Sementara itu, Total Quality Management (TQM) berfokus pada peningkatan kualitas menyeluruh dengan melibatkan seluruh anggota organisasi demi kepuasan pelanggan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 13:55:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616922043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>abdillah surya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616931790</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori Klasik Manajemen berhasil menciptakan dasar-dasar ilmiah dalam mengelola organisasi dan menekankan pentingnya struktur, prosedur, dan efisiensi. Warisannya, seperti Gantt Chart, spesialisasi kerja, dan fungsi manajemen, masih sangat relevan digunakan today.</p><p>Namun, kelemahan utamanya adalah mengabaikan unsur manusia. Keterbatasan inilah yang kemudian memicu kelahiran aliran manajemen berikutnya, seperti Aliran Hubungan Manusia (Human Relations), yang fokus pada motivasi, dinamika kelompok, dan kepuasan kerja.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 14:00:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616931790</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Carisha Puti Salsabila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616940851</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori klasik memberikan dasar efisiensi, struktur, dan birokrasi, sementara teori modern menambahkan fleksibilitas, pendekatan humanis, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kombinasi keduanya akan menghasilkan sistem pendidikan yang berkualitas, efisien, dan responsif terhadap tantangan global.</p><p>Menurut teori ini, organisasi dipandang sebagai struktur hubungan yang melibatkan kekuasaan, peran, tujuan, dan komunikasi. Dua perspektif utama dalam teori organisasi klasik adalah manajemen ilmiah (Taylor, Gantt, Gilbreth, Owen, Babbage) yang menekankan efisiensi kerja individu, dan manajemen administrasi (Fayol, Weber) yang menekankan fungsi manajemen serta birokrasi.</p><p>Dalam konteks pendidikan, teori organisasi klasik memberikan dasar penting bagi pengelolaan lembaga, khususnya dalam administrasi, pengaturan sumber daya manusia, dan kebijakan pendidikan yang terstruktur. Prinsip-prinsip klasik ini tetap relevan, meski perlu dilengkapi dengan teori modern yang lebih fleksibel dan humanis.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 14:06:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616940851</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Nur Zanah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616942201</link>
         <description><![CDATA[<p>Manajemen pendidikan adalah proses mengatur jalannya pendidikan agar efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi. Faktor internal seperti kepemimpinan, SDM, dan sarana, serta faktor eksternal seperti kebijakan, teknologi, dan globalisasi ikut menentukan keberhasilannya.</p><p>Dalam teori klasik, Frederick W. Taylor mengembangkan Manajemen Ilmiah yang menekankan efisiensi kerja dan insentif. Henry L. Gantt menambahkan prinsip kerja sama, seleksi ilmiah, serta bonus. Henri Fayol memperkenalkan Teori Administrasi Klasik dengan lima fungsi manajemen, sedangkan Max Weber membangun Teori Birokrasi yang menekankan aturan formal, hierarki, dan profesionalisme.</p><p>Teori modern kemudian melahirkan Teori Sistem (organisasi sebagai kesatuan terbuka), Teori Kontingensi (efektivitas tergantung situasi), serta Total Quality Management/TQM (peningkatan kualitas menyeluruh).</p><p>Jadi, manajemen pendidikan itu adalah perpaduan antara prinsip klasik yang menekankan struktur dan efisiensi dengan teori modern yang lebih fleksibel, adaptif, dan berorientasi pada kualitas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 14:07:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616942201</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Talitha Zafirah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616953296</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori Klasik Manajemen itu membahas bagaimana cara mengelola organisasi supaya bisa berjalan lebih efisien, teratur, dan punya struktur yang jelas. Teori ini muncul di awal abad ke-20, ketika banyak organisasi dan perusahaan butuh sistem kerja yang rapi karena industri lagi berkembang pesat. Fokus utamanya adalah efisiensi kerja, pembagian tugas, dan aturan yang bisa bikin organisasi stabil. Tokoh yang paling terkenal: Frederick W. Taylor dengan Scientific Management, yang menekankan analisis kerja secara ilmiah supaya produktivitas karyawan meningkat.</p><p><br/></p><p>Jadi, secara singkat teori klasik ini menganggap organisasi itu seperti mesin: setiap bagian punya fungsi, semua harus berjalan sesuai aturan, supaya hasil akhirnya maksimal dan teratur.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 14:14:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616953296</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUTIA PUTRI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616970226</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori klasik manajemen pendidikan menekankan pentingnya pengelolaan organisasi secara sistematis dan efisien agar berjalan tertib dan terstruktur. Teori ini berfokus pada pembagian tugas yang jelas dan penerapan aturan yang membuat organisasi stabil dan produktif. Intinya, organisasi dianggap seperti mesin yang setiap bagiannya harus bekerja sesuai fungsi agar hasilnya optimal dan terorganisir.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 14:25:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3616970226</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widiya Mentari Hakim </title>
         <author>hakimwidiya40</author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617000145</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori manajemen organisasi pendidikan adalah konsep dan prinsip yang digunakan untuk mengatur lembaga pendidikan supaya berjalan terarah, teratur, dan mencapai tujuan pendidikan dengan baik. Teori ini membantu sekolah atau lembaga pendidikan dalam merencanakan kegiatan, membagi tugas, menggerakkan guru dan siswa, serta mengawasi jalannya proses belajar agar sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.</p><p><br/></p><p>Beberapa tokoh penting dalam teori manajemen adalah Frederick W. Taylor dengan teori manajemen ilmiah yang menekankan efisiensi kerja, Henri Fayol dengan 14 prinsip manajemennya, Max Weber dengan teori birokrasi yang menekankan aturan dan struktur, serta Elton Mayo dengan teori hubungan manusia yang menekankan pentingnya motivasi dan suasana kerja. Semua teori ini bisa menjadi pedoman agar sekolah dikelola lebih baik, efektif, dan nyaman bagi semua pihak.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 14:44:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617000145</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabilla Anggraini </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617012328</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori Klasik Manajemen Organisasi Pendidikan berfokus pada efisiensi, struktur, dan aturan yang jelas dalam mengelola organisasi pendidikan. </p><p><br/></p><p>Intinya:</p><p>1. Fayol → menekankan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian).</p><p>2. Taylor → menekankan efisiensi kerja melalui manajemen ilmiah (cara kerja yang terukur dan efektif).</p><p>3. Weber → menekankan birokrasi (aturan, hierarki, pembagian tugas yang jelas).</p><p><br/></p><p>Teori klasik ini melihat organisasi pendidikan seperti mesin: supaya berjalan baik, perlu aturan jelas, struktur rapi, pembagian kerja, dan cara&nbsp;kerja&nbsp;efisien.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 14:53:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617012328</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabilla Anggraini </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617018459</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori Manajemen Ilmiah adalah teori manajemen yang dikembangkan oleh Frederick W. Taylor pada awal abad ke-20.</p><p><br/></p><p> Intinya: pekerjaan tidak boleh dilakukan sembarangan, tapi harus diatur dengan cara ilmiah (terukur, ada aturan, ada metode terbaik) supaya hasilnya lebih efisien dan produktif.</p><p><br/></p><p>Tujuan: meningkatkan hasil kerja dengan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih hemat.</p><p>Kalau di pendidikan, misalnya: guru membuat metode mengajar yang paling efektif setelah mencoba beberapa cara, lalu melatih guru lain untuk menerapkannya, supaya hasil belajar siswa jadi&nbsp;lebih&nbsp;baik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 14:58:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617018459</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabilla Anggraini </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617024333</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori Manajemen Modern adalah teori manajemen yang muncul setelah teori klasik dan ilmiah, sekitar pertengahan  abad ke-20. Teori ini berkembang karena organisasi makin kompleks, sehingga tidak cukup hanya dengan aturan dan efisiensi saja.</p><p><br/></p><p>Pokok-pokok Teori Manajemen Modern:</p><p>1. Pendekatan Sistem → organisasi dipandang sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian (input, proses, output) yang saling berhubungan dan dipengaruhi lingkungan.</p><p>2. Pendekatan Kontingensi → tidak ada satu cara terbaik untuk semua organisasi; manajemen harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi.</p><p>3. Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach) → menekankan pentingnya faktor manusia, seperti motivasi, kepemimpinan, komunikasi, kerja tim.</p><p>4. Pendekatan Kuantitatif/Ilmu Manajemen → menggunakan teknologi,&nbsp;data.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 15:02:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617024333</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabilla Anggraini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617029195</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori Organisasi Klasik adalah teori manajemen yang berkembang pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Fokus utamanya adalah efisiensi, struktur, aturan, dan pembagian kerja yang jelas.</p><p><br/></p><p>Ciri-ciri utama teori klasik:</p><p>1. Ada pembagian kerja yang tegas→ setiap orang punya tugas khusus.</p><p>2. Struktur hierarki→ ada atasan dan bawahan, dengan garis komando jelas.</p><p>3. Aturan dan prosedur formal→ semua pekerjaan diatur dengan standar.</p><p>4. Efisiensi kerja → organisasi dijalankan seperti mesin supaya hasil maksimal.</p><p><br/></p><p>Tokoh-tokoh penting:</p><p>* Frederick W. Taylor → Scientific Management, menekankan cara kerja paling efisien.</p><p>* Henri Fayol → Administrative Theory, memperkenalkan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian).</p><p>* Max Weber → Bureaucratic Theory, menekankan birokrasi dengan aturan dan hierarki jelas.</p><p><br/></p><p>Teori organisasi klasik memandang organisasi sebagai struktur formal yang harus diatur rapi agar berjalan&nbsp;efektif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 15:06:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617029195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori klasik dalam manajemen menekankan aturan yang jelas, pembagian kerja, dan struktur organisasi yang teratur untuk efisiensi. Tokohnya Taylor (manajemen ilmiah), Fayol (prinsip administrasi), dan Weber (birokrasi). Dalam pendidikan terlihat pada struktur sekolah, pembagian tugas guru, serta aturan dan tata tertib, meski kelemahannya kaku dan kurang memperhatikan motivasi manusia.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617064660</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 15:31:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617064660</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nuri Handayani Siregar </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617098221</link>
         <description><![CDATA[<p>Manajemen pendidikan adalah proses terstruktur untuk mengelola organisasi pendidikan dengan tujuan mencapai target pendidikan yang telah ditetapkan dengan cara yang efektif dan efisien. Manajemen ini mencakup pengelolaan sumber daya pendidikan, kurikulum, tenaga kerja, siswa, keuangan, dan proses belajar mengajar.</p><p><br/></p><p>Teori manajemen klasik, yang dikembangkan oleh Frederick W. Taylor, Henri Fayol, dan Max Weber, merupakan fondasi penting dalam pengembangan ilmu manajemen modern. Teori ini menekankan pada peningkatan efisiensi dan hasil kerja melalui pengamatan ilmiah, pembagian kerja, dan struktur organisasi yang rasional.</p><p><br/></p><p>Ketiga tokoh tersebut memiliki kontribusi unik dalam membentuk cara pandang terhadap pengelolaan organisasi, yaitu:</p><p>1. Taylor: Manajemen ilmiah yang menekankan pada efisiensi kerja melalui pengamatan ilmiah dan eksperimen.</p><p>2. Fayol: Fungsi manajemen yang mencakup merencanakan, mengorganisasi, memimpin, mengkoordinasi, dan mengendalikan.</p><p>3. Weber: Teori birokrasi yang berfokus pada struktur organisasi yang rasional dan sistematis.</p><p>Prinsip-prinsip manajemen klasik masih relevan dalam manajemen organisasi modern, tetapi perlu diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan organisasi yang lebih kompleks dan beragam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 15:58:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617098221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori klasik dalam manajemen pendidikan adalah penerapan prinsip-prinsip teori manajemen klasik (Taylor, Fayol, Weber) ke dalam pengelolaan lembaga pendidikan (sekolah, madrasah, universitas). Fokus utamanya adalah efisiensi, keteraturan, dan struktur organisasi yang jelas agar kegiatan pendidikan berjalan tertib</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617160641</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-03 16:52:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/378hvnda3nnhz24z/wish/3617160641</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
