<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Solusi masalah Plastik di Sekolah by Suliono Shin</title>
      <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks</link>
      <description>Made with a wink and a smile</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-05-13 00:14:47 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-24 23:05:42 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Afaafaan Ini</title>
         <author>apriskaimeldadahliati</author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196874788</link>
         <description><![CDATA[<div>Sejumput solusi dari Memel &amp; Sri, untuk permasalahan sampah plastik di SMA Santo Paulus Pontianak<br><br>1. Penggunaan gelas plastik sekali pakai sebagai wadah es teh/es lainnya ditiadakan. Solusi : penjualan es teh/es lainnya bisa menggunakan gelas plastik yang dapat berulangkali digunakan. Setelah siswa selesai minum, siswa dapat mengembalikan gelasnya ke kantin agar dapat dicuci oleh petugas kantin.<br>2. Pembatasan pembelian makanan berbungkus plastik. Solusi : Satu siswa hanya diijinkan membeli 2 produk makanan berbungkus plastik.<br>3. Dilarangnya penjualan air mineral dalam botol. Solusi : siswa diwajibkan untuk membawa air putih sendiri dan dikelas dapat disediakan air galon isi ulang. Air galon isi ulang disediakan/diisi oleh siswa yang piket pada hari tersebut.<br>4. Siswa dilarang membawa snack berbungkus plastik dari luar sekolah. Solusi : Siswa sebaiknya membawa bekal saja atau berbelanja dikantin dengan memperhatikan solusi kedua dari solusi yang ditulis ini.Sejumput solusi untuk permasalahan sampah plastik di SMA Santo Paulus Pontianak<br><br>1. Penggunaan gelas plastik sekali pakai sebagai wadah es teh/es lainnya ditiadakan. Solusi : penjualan es teh/es lainnya bisa menggunakan gelas plastik yang dapat berulangkali digunakan. Setelah siswa selesai minum, siswa dapat mengembalikan gelasnya ke kantin agar dapat dicuci oleh petugas kantin.<br>2. Pembatasan pembelian makanan berbungkus plastik. Solusi : Satu siswa hanya diijinkan membeli 2 produk makanan berbungkus plastik.<br>3. Dilarangnya penjualan air mineral dalam botol. Solusi : siswa diwajibkan untuk membawa air putih sendiri dan dikelas dapat disediakan air galon isi ulang. Air galon isi ulang disediakan/diisi oleh siswa yang piket pada hari tersebut.<br>4. Siswa dilarang membawa snack berbungkus plastik dari luar sekolah. Solusi : Siswa sebaiknya membawa bekal saja atau berbelanja dikantin dengan memperhatikan solusi kedua dari solusi yang ditulis ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1711983965/cbcfa5561a5d17ff32f68b43747eab05/16533605818928882339361963980464.jpg" />
         <pubDate>2022-05-24 02:46:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196874788</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenifer &amp; Vanessa</title>
         <author>anakrampan</author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196889642</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Anggota XI MIPA B :<br>Jenifer Dian Alexa P. L. / 17<br>Vanessa Gertrude B. DJ / 32<br><br>Sampah plastik di SMA Paulus banyak dan beragam. Paling banyak botol, sterofoam, dan gelas plastik. Kantin sekolah menjadi sumber asal penggunaan plastik dan kita dapat melakukan penanggulangan terhadap sampah plastik tersebut. Contohnya dengan menggunakan konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Pada konsep reduce atau kurangi pemakaian, kantin sekolah dapat mengurangi pemakaian pipet plastik dengan menggantinya menjadi pipet bersifat stainless. Pada konsep reuse atau pemakaian kembali, siswa diharapkan membawa bekal sendiri dan kantin tetap menyediakan makanan tapi siswa membawa tempat sendirinya. Pada konsep recycle atau daur ulang, gunakan langkah mendaur ulang kertas bekas menjadi sebuah kerajinan topeng dengan membuatnya menjadi bubur kertas terlebih dahulu atau menjual kertas-kertas bekas tersebut ke tukang barang bekas.&nbsp;(*)</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1711977933/a0b94e12079059055991eb88ec358876/IMG_20220524_095226.jpg" />
         <pubDate>2022-05-24 02:56:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196889642</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi Permasalahan Sampah Plastik</title>
         <author>yupitaintan22</author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196905273</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok :<br>- Andreana intan (04)<br>- Brigita olivia (10)<br>1. Mewajibkan siswa-siswi membawa tempat bekal baik diisi makanan dari rumah atau bisa beli dikantin, kantin mengganti tempat makanan yang habis pakai menggunakan piring/mangkok.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Jadi pada cara ini adalah siswa/i diwajibkan untuk membawa tempat bekalnya ke sekolah baik diisi makanan atau tidak (beli di kantin), kantin menyediakan makanan yang bisa di masukan ke tempat bekal yang kosong. Siswa juga tidak masalah jika memang tidak ingin makan di sekolah atau tidak membawa tempat bekal. Kantin benar-benar diharuskan bebas dari penggunaan sterofoam atau plastik sekali pakai lainya sebagai tempat makanan/ penjualan makanan, sebagai gantinya kantin berusaha untuk menyediakan piring/mangkuk sebagai pengganti plastik tadi.&nbsp;<br><br>2. Siswa/i dilarang membawa makanan dari luar jika menggunakan tempat sekali pakai.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Jadi siswa/i kadang bahkan sering membawa bekal yang di beli dari luar dan itu menggunakan tempat sekali pakai (plastik). Siswa/i yang melakukan ini dapat dilarang dan untuk memastikan ini berjalan dapat dilakukan dengan&nbsp; pengecekan melihat dari tempat sampah tiap kelas apakah tetap ada tempat makanan sekali pakai di tempat sampah, jika ada maka akan di pertanggungjawabkan Pada kelas tersebut (minta pengakuan).&nbsp;<br>3. Menyediakan Stasiun Isi Ulang Air Minum di setiap kelas&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Sekolah juga bisa menyediakan tempat isi ulang air minum seperti menyediakan dispenser disetiap kelas. Jadi, para siswa/i, guru, dan staff sekolah lainnya hanya perlu membawa botol minum sendiri. Hal ini akan mengurangi sampah plastik kemasan air minum yang bisa mencemari lingkungan.Membawa botol minum dari rumah, sehingga tidak perlu membeli minuman kemasan di sekolah.&nbsp;<br>Lalu,apabila siswa ingin membeli minuman di kantin siswa diharapkan membawa gelas sendiri dari rumah atau bisa juga kantin menyediakan gelas.Dengan cara itu bisa mengurangi kemasan plastik dan tidak mencemari lingkungan. Kita memang tidak bisa menghindari plastik di kehidupan sehari-hari, tapi setidaknya kita bisa mengurangi konsumsi plastik. Salah satu caranya adalah dengan cara membawa botol minum sendiri.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1711977098/9572105a05d9a24ec6dce326df3c29fb/E572B802_0E06_4DA6_8B5E_5349F7E3D8CD.jpeg" />
         <pubDate>2022-05-24 03:07:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196905273</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sampah Slayer</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196905833</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama anggota :</div><ul><li>Benedicta Claresta Sekunda (8)</li><li>Alya kristiani (3)</li></ul><div><br></div><div>Cara penanggulangan sampah plastik di SMA Santo Paulus :&nbsp;</div><div><br></div><ol><li>Membawa bekal masing-masing (seminggu 2 kali) : Aturan ini mengharuskan kita membawa bekal masing-masing 2 kali dalam seminggu yang artinya kantin juga ditutup saat aturan ini diberlakukan. Sehingga membawa bekal dalam 2 minggu sekali ini nantinya akan membuat kebiasaan tersendiri bagi para murid untuk terus membawa bekal.</li><li>Sampah plastik yang ada disekolah kita ada banyak sekali terutama saat setelah istirahat, banyak tong sampah yang sudah terisi penuh namun tidak ada satupun kesadaran dari para siswa untuk membuangnya sehingga sampah itu membuat polusi udara untuk lingkungan sekitarnya. Solusi yang bisa kami berikan agar meningkatkan kesadaran siswa/i adalah dengan membuat aturan tegas tentang ketertiban membuang sampah pada siswa siswi di SMA Santo Paulus yang jika dilanggar akan mendapat sanksi bagi kelas tersebut untuk piket membersihkan sampah di sekolah selama 3 hari berturut-turut selama jam istirahat.&nbsp;</li><li>Membawa botol air minum sendiri dari rumah masing-masing agar tidak menambah sampah botol plastik di sekolah. Saat dikelas pun kita bisa mengupayakan untuk menyediakan galon air minum untuk mengisi ulang botol air minum para siswa/i.</li><li>Bila upaya-upaya di atas ini masih sedikit sulit untuk diterapkan kita juga bisa mengupayakan agar Kantin mengganti kemasan makanan dan minuman dengan bahan yang bisa di daur ulang dan ramah lingkungan. Selain untuk mengurangi jumlah sampah plastik hal ini juga bisa memperbaiki kondis lingkungan sekolah agar tetap bersih, sehat dan tidak tercemar.</li></ol><div>SEKIAN SEMOGA BERMANFAAT 💖💞💓</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1711978014/c899cc8d60274ae5b722e203100562e0/200DF098_E051_4C7E_B337_50F430B97189.jpeg" />
         <pubDate>2022-05-24 03:08:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196905833</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi Permasalahan Sampah Plastik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196908819</link>
         <description><![CDATA[<div>Hasil Diskusi :<br>&nbsp;Edisen Sanjaya (12)<br>&nbsp;Yoseph Delimda (35)<br>&nbsp;Solusi supaya sampah plastik tidak banyak di SMA SANTO PAULUS Adalah :<br>&nbsp;1. kantin menerapkan cara prasmanan untuk mengurangi penggunaan plastik dengan cara mengganti dengan piring yang sudah disediakan sehingga piring tersebut dapat digunakan berkali-kali dan mengurangi penggunaan plastik.<br>&nbsp;2. Solusi selanjutnya adalah setiap kelas disarankan menyediakan galon supaya bisa mengisi ulang air dan menggunakan botol minum sendiri.<br>&nbsp;3. Setiap siswa disarankan untuk membawa bekal sendiri yang tidak menggunakan plastik sekali pakai sehingga meminimalisir penggunaan plastik untuk makan</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1711977595/7f5f1eff3c0d7fbc1d8cc8c9e21974d2/IMG_20220524_100723.jpg" />
         <pubDate>2022-05-24 03:10:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196908819</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penanggulangan dan pencegahan sampah plastik di lingkungan sekolah SMA Santo Paulus</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196909114</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama anggota kelompok :&nbsp;<br>Krishanty (19)<br>Natalia Aurel Lahe (23)<br><br>Jenis sampah yang paling banyak ditemukan atau dihasilkan di lingkungan sekolah adalah jenis sampah yang berasal dari plastik. Selain berasal dari kantin sampah-sampah tersebut juga dapat berasal dari siswa-siswi yang membawa bungkus makanan, snack,&nbsp; minuman ke sekolah. Pencegahan dan penanggulangan sampah plastik di lingkungan SMA Santo Paulus dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berikut:<br>1. Tidak menggunakan sedotan plastik. Penggunaan sedotan plastik dapat diganti dengan sedotan yang terbuat dari stainless steel ataupun dapat meminum dari gelasnya langsung.<br>2. Membiasakan membawa makanan dan minuman dari rumah dengan menggunakan kotak bekal dan botol minuman sendiri. Selain lebih sehat juga lebih terjamin kebersihannya, membawa bekal sendiri juga dapat menghemat uang dan tentunya mengurangi penggunaan botol atau gelas plastik minuman dan kotak styrofoam sekali pakai.<br>3. Mengadakan lomba daur ulang sampah seperti sampah botol plastik dapat didaur ulang menjadi gantungan, pot tanaman dan tempat sampah. Selain memanfaatkan plastik-plastik yang sudah tidak terpakai juga membantu mengembangkan kreativitas siswa siswi di sekolah.<br>4. Kantin sekolah mengganti peralatan makan seperti styrofoam, gelas, botol plastik sekali pakai dengan peralatan makan yang dapat digunakan berulang kali seperti yang terbuat dari aluminium sehingga setelah digunakan dapat dicuci untuk digunakan kembali.&nbsp;<br>5. Sekolah menyediakan tempat pengisian isi ulang air minum atau siswa siswi menyediakan tempat isi ulang air minum sendiri di kelasnya masing-masing. Sehingga siswa-siswi tidak perlu membeli air minum dengan kemasan plastik.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1712008972/caf8f20481c4a796497bf478d03e5fd2/IMG20220524094739.jpg" />
         <pubDate>2022-05-24 03:10:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196909114</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Indra Wijaya &amp; Rio Fernando</title>
         <author>riofernandoo05</author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196913041</link>
         <description><![CDATA[<div>Solusi mengurangi masalah plastik di lingkungan sekolah SMA Santo Paulus Pontianak.&nbsp;<br><br>Masalah plastik di lingkungan sekolah sangat banyak terjadi saat jam istirahat yaitu pas pembelian makanan di kantin sekolah, yaitu solusinya kita bisa menguranginya yaitu dengan cara kita berusaha membawa makanan atau minuman dari rumah sendiri karena pasti menggunakan kotak bekal atau tupperware yang bisa dipakai dalam jangka waktu panjang hanya dicuci dan bisa menggunakan kembali dibanding membeli makanan atau minuman di kantin yang menggunaka sterofoam atau gelas plastik yang hanya digunakan sekali saja dan membuangnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1711977597/ff617e5a8fcde623468165fe08bb996d/Screenshot_20220524_101245_WhatsApp.png" />
         <pubDate>2022-05-24 03:14:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196913041</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi Permasalahan Sampah Plastik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196919422</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Anggota Kelompok:<br>Sevensen Vincentsio (27)&nbsp;<br>Riki Rivaldo (25)<br><br>Solusi Menanggulangi Sampah plastik Dilingkungan Sekolah:<br>1. Menghilangkan cup plastik di kantin dengan cara menganti dengan gelas plastik yang bisa di cuci dan di pakai berulang kali.<br>2. Menghilangkan kemasan plastik dan styrofoam di sekolah dan menganti dengan kemasan yang berbahan kertas.<br>3. setiap kelas juga dapat menyediakan air galon supaya bisa mengisi ulang air dan menggunakan botol minum sendiri.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1711991088/9fef3daa1bc5d5f40a037b4c62b40e75/16533620549283157294987515834451.jpg" />
         <pubDate>2022-05-24 03:19:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196919422</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi permasalahan sampah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196923550</link>
         <description><![CDATA[<div>Hasil diskusi<br>1. Michael V(22)&nbsp;<br>2. Sylvinho N W(30)&nbsp;<br><br>Cara menanggulangi sampah di sekolah sma paulus. Pada saat jam istirahat biasanya banyak anak yang membuang sampah sembarangan. Jadi saran kami untuk mengurangi sampah yaitu dengan menegaskan hukum ssekola. Jika ketahuan membuang sampah sembarangan akan diberikan sanksi membersihkan sampah" atau ranting" Pohon yang berjatuhan dan terkena hukuman seperti piket sekolah membersihkan kelas setelah pulang sekolah, jika tidak ada yang ingin mengaku maka akan dapat&nbsp; hukuman yang lebih berat jika sudah ketahuan. Dan cara agar meminimalisir sampah di sekolah, sekolah harus membuat suatu program yaitu diusahakan membawa bekal setiap hari agar disekolah dapat meminimalisir&nbsp; sampah, dan jika tidak ada yang membawa bekal bisa membeli roti dikantin dan harus dimakan disitu juga agar bisa langsung membuang sampah ditempatnya</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1712037047/740393df6486ae4c178a4b76722470dd/IMG20220524102116.jpg" />
         <pubDate>2022-05-24 03:23:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196923550</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cara menanggulangi sampah plastik yang ada di SMA Santo Paulus</title>
         <author>sintasanjati</author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196925256</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama kelompok :<br>-Benedicta Vanessa (9)<br>- Imaculata Sinta Sanjati (15)<br><br>1. Menyediakan dispenser disetiap kelas, untuk mengisi ulang botol pribadi yang dibawa dari rumah. Dengan menyediakan dispenser di setiap kelas siswa-siswi tidak lagi perlu membeli air mineral kemasan plastik di kantin, yang berpotensi mencemari lingkungan.&nbsp;<br><br>2. Membawa tempat makan atau bekal dari rumah. Sehingga pihak Kantin tidak perlu lagi menyediakan semacam kemasan terutama plastik untuk digunakan siswa-siswi guna membawa jajanan yang hendak dibeli.<br><br>3. Membuang sampah sesuai dengan jenisnya yaitu organik dan anorganik.<br><br>4. Mengadakan lomba me-recycle sampah yang ada di sekolah, tertuma sampah plastik.<br>Mengurangi dampak sampah plastik bisa dilakukan melalui cara yang menyenangkan, salah satunya dengan membuat lomba memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan tangan. Lomba ini juga bisa mengasah kreativitas kita untuk membuat benda kerajinan yang unik dari kemasan plastik yang sudah tidak terpakai. Contohnya memanfaatkan ulang botol/wadah platik untuk pot tumbuhan atau bentuk pekerjaan tangan yang lain.<br><br>5. Menolak Sedotan dan Gelas Plastik dari Kantin<br>Kita bisa membawa botol sendiri atau gelas yang bisa digunakan berkali kali, yang dapat kita simpan/tinggalkan di kelas.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1711981895/aff21b616c7aa8698c8c73747eaf3f62/IMG_20220524_WA0004.jpg" />
         <pubDate>2022-05-24 03:24:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196925256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WACANA (Wanita Cantik Mempesona) *punya ayang</title>
         <author>samudraponsel378</author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196930667</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Anggota :<br>- Meilly Victoria Aquino (21)<br>- Stella Mariescha Shintya (29)<br><br>Kasus :&nbsp;<br>Banyaknya sampah botol plastik<br><br>Solusi dan penjelasan :&nbsp;<br>Dalam upaya mengurangi banyaknya sampah botol plastik ini dapat di berlakukannya peraturan wajib membawa botol air minum dari rumah.<br><br>Dengan adanya peraturan ini, dapat mengarahkan para warga sekolah untuk mengurangi penggunaan botol plastik dan menggantinya dengan menggunakan botol isi ulang yang di bawa dari rumah masing - masing agar dapat terhindar dari pencemaran&nbsp; lingkungan sekitar.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1711996166/b3fc1dd55d91e70723f785f6193f3b39/IMG_20220524_WA0032.jpg" />
         <pubDate>2022-05-24 03:29:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196930667</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi Mengurangi Sampah Plastik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196934570</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Kelompok :<br>- Francesco Bagiang Utta Asacanno (8)&nbsp;<br>- Abel (1)&nbsp;<br>Hasil diskusi :<br>Menurut kami untuk menanggulangi kasus ini, kami berpikir untuk melakukan :<br>1. Pada saat siswa/i sebelum masuk ke gerbang sekolah, kita bisa melakukan pengecekan kepada siswa apakah mereka ada membawa benda yang berbahan plastik jika ada, para siswa/I tersebut akan dikenakan denda.&nbsp;<br>2. Membuat peraturan kepada siswa/i bahwa mereka diwajibkan membawa bekal dan minuman sendiri dari rumah, agar tidak perlu makanan dan minuman berkemasan dari sekolah.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1712042091/30560bd4f93136b5622743d9992aceeb/16533630396324335907623142444251.jpg" />
         <pubDate>2022-05-24 03:32:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196934570</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kimia Industri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196939093</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Kelompok : (XI MIPA B)<br>Luiz Garxia Fererra<br>Fie Shiang<br>Davis Ariel&nbsp;<br><br>1. Pewajiban Botol Isi Ulang per Siswa&nbsp;<br>Hal ini dapat menjadi sebuah solusi atas permasalahan sampah plastik yang menyebar luas kemana mana . Lapangan SMA Santo Paulus banyak sekali sampah plastik (baik itu berasal dari botol plastik, plastik sisa bungkus teh es) . Oleh karena itu kami menyarankan agar seluruh siswa diwajibkan membawa botol minuman sendiri agar dapat mengurangi sampah botol plastik yang ada di lingkungan sekolah SMA Santo Paulus . Setiap siswa diwajibkan agar dapat membawa sendiri dari rumah botol yang dapat diisi ulang .&nbsp;<br>2. Pengurangan Penggunaan Sedotan Plastik&nbsp;<br>Perlu diketahui ,bahwa sedotan plastik sangat berbahaya bagi lingkungan dikarenakan :<br>1) Sedotan plastik apabila dibuang ke laut/sungai dapat sangat sulit terurai . Menurut data dari penelitian ,sedotan plastik bisa terurai sekitar 20 tahun.<br>2) Pembuangan sedotan plastik secara besar besaran dapat berpengaruh bagi laut dikarenakan dapat menutupi aliran air sehingga biota laut tidak dapat mendapatkan lagi cahaya matahari .&nbsp;<br>Alternatif nya yaitu dapat menggunakan sedotan kertas (setelah digunakan dapat dibuang) ,sedotan stainless (bisa digunakan kembali) .&nbsp;<br><br>3. Pemberlakuan Kantin "Anti Plastik"<br>Menurut kami ,pemberlakuan Kantin "Anti Plastik" ini dapat dilaksanakan dengan cara :<br>a) Menggunakan piring stainless sebagai alternatif dari plastik /Styrofoam<br>B) Apabila dimungkinkan ,seluruh siswa diwajibkan membawa kotak bekal sendiri dari rumah , karena kotak bekal dapat mengurangi dengan drastis penggunaan plastik yang ada digunakan di kantin sekolah.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1712025584/e9af3256bc69b761bb5ea3c380c5697e/IMG_20220524_WA0004.jpg" />
         <pubDate>2022-05-24 03:35:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulionoshin7/Bookmarks/wish/2196939093</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
