<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet yang legendaris saya by zahrona fitriyani</title>
      <link>https://padlet.com/zahronafitriyani/2rizhzw5bi4u6mw5</link>
      <description>Dibuat dengan kegigihan</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-03-03 11:25:54 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-03-03 11:41:57 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Pengembangan Kurikulum di Masa Peralihan </title>
         <author>zahronafitriyani</author>
         <link>https://padlet.com/zahronafitriyani/2rizhzw5bi4u6mw5/wish/2075624954</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran yang mendalam (diskusi, kerja kelompok, pembelajaran berbasis problem dan projek, dll) perlu waktu.<br><br>Materi yang terlalu padat akan mendorong guru untuk menggunakan caramah satu arah atau metode lain yang efesien dalam mengajar ketuntasan penyampaian materi.<br><br>Kurikulum prototipe berfokus pada materi esensial di tiap mata pelajaran, untuk memberi ruang atau waktu bagi pengembangan kompetensi terutama kompetensi mendasar seperti literasi dan numersial secara mendalam.<br><br>Prinsip pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan<br>1. Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.&nbsp;<br>Profil Pelajar Pancasila selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan kurikulum operasional sekolah&nbsp;<br>2. Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menun jukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB)&nbsp;<br>3. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami&nbsp;<br>4. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual&nbsp;<br>5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pergembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan.&nbsp;<br><br>Kurikulum prototipe melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya:<br>&nbsp;1. Orientasi holistik: kurikulum dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik, mencakup kecakapan akademis kognitif, sosial, emosional, dan spiritual. dan non-akademis, kompetensi<br>&nbsp;2. Berbasis kompetensi, bukan konten: kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu.&nbsp;<br>3. Kontekstualisasi dan personalisasi: kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan murid.<br><br>1. Pra pandemi (kurikulum 2013)<br>2. Pandemi 2020-2021 (kurikulum 2013 dan kurikulum darurat (kurikulum 2013 yang disederhanakan)<br>3. Pandemi 2021-2022 (kurikulum 2013, kurikulum darurat dan kurikulum prototipe di SMP dan SMK PK<br>4. Pemulihan pembelajaran 2022-2024 (kurikulum 2013, kurikulum darurat dan kurikulum prototipe sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan)<br>5. 2024 (penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran)<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-03 11:41:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zahronafitriyani/2rizhzw5bi4u6mw5/wish/2075624954</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
