<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Kesultanan Gowa by </title>
      <link>https://padlet.com/selviananawang/2o6l07mpwptr75px</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-12 05:10:45 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-02-02 06:47:00 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Jalannya Perlawanan Kesultanan Gowa</title>
         <author>selviananawang</author>
         <link>https://padlet.com/selviananawang/2o6l07mpwptr75px/wish/2291833302</link>
         <description><![CDATA[<div>Perang Makassar merupakan konflik terbuka yang dimulai sejak 1615, ketika terjadi insiden penipuan terhadap bangsawan Gowa di atas kapal VOC Enkhuysen, yang dikenal peristiwa Enkhuysen. Kapten Kapal, Abraham Sterck dan De Vires (Komisaris VOC di Makassar) mengundang pembesar Gowa untuk bersilaturahmi di atas kapal.<br>Bangsawan Makassar memenuhi undang tersebut tanpa rasa curiga akan diserang dan ditawan. Inilah awal kebencian Gowa terhadap VOC. Berselang setahun setelah peristiwa tersebut, kapal VOC kembali berlabuh bernama De Endracht. Para awaknya diamuk sehingga tewas semua, Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen mengumumkan perang terbuka kepada Gowa. Gowa menaggapinya dengan perluasan wilayah kekuasaan ke daerah pelayaran dan perdagangan, utamanya Maluku dalam upaya mengusir VOC, penaklukan Kutai dan Bima pada 1618. Upaya penaklukan Bima usaha menghadapi ancaman penetrasi VOC yang secara terbuka menyatakan perang dengan Gowa pasca peristiwa Enkhusyen dan De Endracht. Gowa pun berhasil mengislamkan Bima 1621 dengan raja yang bergelar Islam Abdul Kahir. Islamisasi terhadap Bima mendapat keuntungan bagi Gowa karena dalam perang Makassar, Bima menjadi sekutu bagi Makassar dalam melawan VOC dan sekutunya. Peristiwa Enkhuysen dan De Endracht dan rentetan peristiwa yang mengikutinya, klimaks di tahun 1660 dengan awal Meletusnya perang makassar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 07:05:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/selviananawang/2o6l07mpwptr75px/wish/2291833302</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kilas Pandang </title>
         <author>selviananawang</author>
         <link>https://padlet.com/selviananawang/2o6l07mpwptr75px/wish/2291846265</link>
         <description><![CDATA[<div><br><strong>Kesultanan Gowa</strong> atau kadang ditulis <strong>Goa</strong>, adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerahSulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal dari Suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi. Wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya. Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makassar (1666-1669) terhadap VOC yang dibantu oleh Kerajaan Bone yang dikuasai oleh satu wangsa Suku Bugis dengan rajanya Arung Palakka. Dari segi kebudayaan, maka masyarakat Makasar banyak menghasilkan benda-benda budaya yang berkaitan dengan dunia pelayaran. Mereka terkenal sebagai pembuat kapal. Jenis kapal yang dibuat oleh orang Makasar dikenal dengan nama Pinisi dan Lombo.Kapal Pinisi dan Lombo merupakan kebanggaan rakyat Makasar dan terkenal sampai mancanegara.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1274508813/85fe722b2d8bc58cbfc7ed2f0712684a/Perlawanan_Sultan_Hasanuddin_terhadap_VOC.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 07:18:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/selviananawang/2o6l07mpwptr75px/wish/2291846265</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang</title>
         <author>selviananawang</author>
         <link>https://padlet.com/selviananawang/2o6l07mpwptr75px/wish/2291848174</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan goa dengan pasukan kolonial Belanda terjadi saat Belanda mulai mengetahui pentingnya pelabuhan gowa sebagai transit bagi kapal-kapal yang berlayar. Selain itu letak pelabuhan gowa yang sangat strategis. Sehingga Belanda menjalin hubungan dengan raja gowa untuk berdagang. Namun pihak Belanda mulai meluncurkan taktik liciknya. Pihak Belanda juga memblokir beberpa tempat seperti sambaopu</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 07:19:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/selviananawang/2o6l07mpwptr75px/wish/2291848174</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir perlawanan</title>
         <author>selviananawang</author>
         <link>https://padlet.com/selviananawang/2o6l07mpwptr75px/wish/2291851544</link>
         <description><![CDATA[<div>Atas kekalahan ini Sultan Gowa menandatangani suatu perjanjian bongaya yang sangat merugikan karena harus melepas Buton, Manado, dan Kepulauan maluku. Dan portugis harus meninggalkan kerajaan gowa. Tetapi pada tanggal 19 juni 1667,belanda di bawah pimpinan Speelmen melakukan penyerangan ke benteng gowa di sombaopu. Dan tembakan dilepaskan dari sombaopu ke kapal Speelmen. Tembakan sengit terdengar sepanjang hari. Spellmen mengambil taktik yaitu berlayar ke selatan dan merampok kampung sepanjang pantai untuk menyibukkan kerajaan Gowa terus-menerus. Di bantu oleh Aru palaka yang membawa 6.000 prajurit, belanda ahirnya dapat mengalahkan pos-pos kerajaan gowa dan berhasil merebut kerajaan Gowa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 07:22:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/selviananawang/2o6l07mpwptr75px/wish/2291851544</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
