<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Health Regulation And Policy by Sumarni, SKM., MARS</title>
      <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln</link>
      <description>Silahkan Masing-masing mahasiswa Membaca Materi Kemudian menyampaikan pendapatnya langsung dengan menuliskan di Beranda yang sudah ibu siapkan. nanti menuliskan nama dan materi yang akan dipaparkan.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-10-28 01:41:01 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-12 02:00:44 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1407129422/fd593d0a8dafe3f4e7e974591bfbff15/_62_898_2005_159_20210901_084035.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Analisis kasus yang kelompok anda pilih dengan pendekatan segitiga kebijakan: Konteks, Konten dan Proses.</title>
         <author>SumarniMARS</author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853387728</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu belum optimal<br>2. Sistem perencanaan dan penganggaran departemen kesehatan belum optimal<br>3. Standar dan pedoman pelaksanaan pembangunan kesehatan masih kurang memadai<br>4. Dukungan departemen kesehatan untuk melaksanakan pembangunan kesehatan masih terbatas</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 07:19:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853387728</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853409673</link>
         <description><![CDATA[<div>- al fareidza zakaria<br>- putri mustika<br>- sandra rahmadani<br>- angie Indriantoro<br><br>Kasus 1<br>Saat ini kebijakan kesehatan yang dibuat oleh pemerintah sudah cukup baik, akan tetapi dalam penerapannya belum terlaksana dengan merata. Menurut kami ini dikarenakan jumlah penduduk indonesia yang banyak sehingga tidak semua mendapat layanan kesehatan, dan masih ada daerah 3T dimana mereka kesusahan untuk mengakses layanan kesehatan<br><br>Kasus 2<br>Sistem perencanaan dan penganggaran departemen kesehatan belum optimal hal ini bisa dikarenakan alokasi anggaran yang telah disediakan belum sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan . Kemudian juga akses lokasi atau geografis disetiap daerah pasti berbeda-beda sehingga perencana yang telah disusun belum bisa dilaksanakan dengan optimal . Baik dari segi sumber daya maupun akses lokasi di setiap daerah pasti memiliki permasalahan masing-masing sehingga dalam proses pelaksanaan mengalami kendala.<br><br>Kasus 3<br>Standar dan pelaksanaan pembangunan kesehatan harus sesuai dengan Peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah. Standar dan pelaksanaan kesehatan di Indonesia harus melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.<br><br>Kasus 4&nbsp;<br>Penyebaran Sumber Daya Manusia Kesehatan&nbsp; belum terdistribusi&nbsp; merata sehingga dukungan kesehatan untuk pembangunan kesehatan menjadi masih terbatas dan mengakibatkan belum dapat memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan untuk pelayanan kesehatan di beberapa wilayah Indonesia, utamanya di Daerah Terpencil, Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 07:34:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853409673</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3 - Adelia, Faizah, Shindy, Farid</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853417215</link>
         <description><![CDATA[<div>Kasus 1<br>=&gt; Pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu belum optimal. dalam pelaksanaannya tentu pemerintah sudah ada memiliki kebijakan untuk pemberian pelayanan kesehatan. namun karena luasnya negara indonesia menjadi salah satu faktor mengapa pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masih belum optimal. selain itu, faktor geografis suatu daerah juga sangat berpengaruh terhadap keterjangkauannya pelayanan kesehatan contohnya untuk daerah yang belum mendapat fasilitas aspal, listrik, dll.&nbsp;<br><br>Permasalahan yang masih dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah belum optimalnya akses, keterjangkauan, dan mutu layanan kesehatan. Hal itu antara lain, disebabkan oleh sarana layanan kesehatan, seperti puskesmas dan jaringannya belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh masyarakat, terutama yang terkait dengan biaya dan jarak. Walaupun rumah sakit terdapat di hampir semua kabupaten/kota, sistem rujukan layanan kesehatan perseorangan juga belum dapat berjalan dengan optimal.<br><br>Kasus 2<br>=&gt; Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan dan penganggaran. Namun hingga saat ini proses penyusunan perencanaan dan penganggaran belum sepenuhnya dapat terlaksana sesuai harapan. Permasalahan yang sering dihadapi oleh para&nbsp;<br>perencana setiap tahun diantaranya adalah sulitnya sinkronisasi dan koordinasi antar unit serta waktu perencanaan yang terkesan singkat atau tergesa-gesa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka para perencana diharapkan dapat memahami siklus dan jadwal serta kegiatan umum perencanaan dan penganggaran. Hal ini untuk memudahkan penyusunan Rencana Kerja di tingkat Pusat (Kementerian/Lembaga) dan Daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang bersumber Anggaran&nbsp;<br>Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik dari rupiah murni, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan atau Pinjaman/Hibah Luar Negeri (P/HLN).<br><br>Kasus 3<br>=&gt; Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Derajat kesehatan di Indonesia telah mengalami kemajuan yang cukup bermakna, tetapi beberapa indikator kesehatan masih perlu ditingkatkan. Indonesia juga mengalami beban ganda dalam pembangunan kesehatan.&nbsp; pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan masih menempatkan masyarakat sebagai objek, bukan sebagai subjek pembangunan kesehatan sehingga mengakibatkan berbagai lingkungan strategi baik internal maupun eksternal termasuk globalisasi, masih kurang mendukung pembangunan kesehatan.&nbsp;<br><br>Keberhasilan itu banyak dipengaruhi oleh pengembangan layanan kesehatan di sektor publik. Keberhasilan pembangunan kesehatan dipengaruhi oleh faktor yang mencakup akses dan kualitas layanan kesehatan yang terus membaik. Akses layanan kesehatan ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah, jaringan, dan kualitas fasilitas layanan kesehatan, seperti puskesmas, puskesmas perawatan, puskesmas pembantu, puskesmas keliling, dan pos kesehatan desa.<br><br>Kasus 4<br>=&gt; Setiap negara pasti sangat ingin tingkat kesehatan masyarakatnya tinggi. Melihat peraturan atau kebijakan yang ada, pemerintah sudah mendukung penuh untuk pembangunan kesehatan khususnya di masa pandemi seperti ini. namun yang menjadi masalah bagi pemerintah untuk pembangunan kesehatan adalah bukan karena kebijakan, tetapi akses yang sulit ke daerah - daerah tertentu yang termasuk ke golongan daerah terpencil. selain itu SDM manusia di indonesia juga belum 100% berkualitas, artinya walaupun ada pembangunan fasilitas kesehatan namun tidak ada SDM yang memadai untuk memberikan pelayanan, maka pembangunan kesehatan masyarakat juga tidak bisa berjalan dengan optimal.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 07:39:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853417215</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853417287</link>
         <description><![CDATA[<div>Tri Kanti<br>Rismaini Nur Aisyah<br>Anisya<br>Taufiq<br><br><br>Kasus1<br>1.Pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu belum optimal Permasalahan yang masih dihadapi dalam pembangunan<br>kesehatan saat ini adalah belum optimalnya akses, keterjangkauan,<br>dan mutu layanan kesehatan. Hal itu antara lain, disebabkan oleh<br>sarana layanan kesehatan, seperti puskesmas dan jaringannya belum<br>sepenuhnya dapat dijangkau oleh masyarakat, terutama yang terkait<br>dengan biaya dan jarak. Walaupun rumah sakit terdapat di hampir<br>semua kabupaten/kota, sistem rujukan layanan kesehatan<br>perseorangan juga belum dapat berjalan dengan optimal.<br><br>Kasus 2<br>2. Sistem perencanaan dan penganggaran departemen kesehatan belum optimal<br>Seperti yang kita ketahui bahwa Keberhasilan program salah satunya&nbsp;<br>ditentukan oleh perencanaan yang baik, namun masih ada permasalahan yang dihadapi dalam penyusunan perencanaan kesehatan ini. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor salah satunya kompetensi SDM dan sistem informasi yang belum memadai. Peningkatan kapasitas SDM dan ketersediaan data/informasi informas yang memadai merupakan faktor sumber daya yang paling penting untuk menghasilkan kualitas perencanaan yang lebih baik. Diperlukan komitmen Pemerintah Daerah untuk melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 yaitu mengalokasikan 10% APBD untuk anggaran kesehatan. Untuk mendapatkan dukungan&nbsp;<br>politik dalam penganggaran kesehatan, maka dinas kesehatan perlu melakukan advokasi kepada lembaga legislatif maupun eksekutif, agar lebih memahami konteks dan dinamika&nbsp;<br>sektor kesehatan.<br><br>Kasus 3<br>3. Standar dan pedoman pelaksanaan pembangunan kesehatan masih kurang memadai.The Thedonesianstitute" mencatat, hal besar yang masih menjadi persoalan dalam bidang kesehatan di Indonesia adalah masalah infrastruktur yang belum merata dan kurang memadai. Karena dari sekitar 9.599 puskesmas dan 2.184 rumah sakit yang ada di Indonesia, sebagian besarnya masih berpusat di kota-kota besar. Contoh nya : Masih banyak masyarakat di daerah yang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan karena tidak adanya fasilitas kesehatan yang disediakan. Alasan lainnya juga karena letak geografis yang sulit dijangkau," papar Direktur Riset dari "The Indonesian Institute" Lola Amelia<br><br>Kasus 4<br>4. Seperti yang kita ketahui bahwa pembangunan kesehatan merupakan upaya suatu negara seperti negara kita sendiri yaitu Indonesia yang mana meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya menjadi tujuan utama negara Indonesia. Nah, dalam hal ini departemen kesehatan yang memiliki keterbatasan dalam pembangunan kesehatan misalnya kebutuhan tenaga kesehatan didaerah terpencil, tertinggal maupun perbatasan menjadi salah satu indikator dalam pembangunan kesehatan. Sehingga,&nbsp; peningkatan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan di beberapa daerah terpencil menjadi terganggu. Selain itu, dengan pengalokasian sumber daya yng lebih membantu kelompok miskin dan daerah tertinggal juga harus lebih ditingkatkan untuk mempermudah pembangunan kesehatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 07:39:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853417287</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853419164</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Kelompok :<br>-Dharma<br>-Intan<br>-Pradnya<br>-Leoni<br><br>Kasus 1<br>Permasalahan yang masih dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah belum optimalnya akses keterjangkauan dan mutu layanan kesehatan. hal itu dikarenakan kebijakan kesehatan yang belum dilaksanakan dengan baik. pemerintah pada kenyataannya lebih memfokuskan pelayanan kesehatan di kota-kota besar. sedangkan untuk daerah terpencil pelayanan kesehatan yang belum terjangkau, hal ini dapat menjadi tinjauan kembali bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan dalam pelayanan kesehatan untuk meratakan pelayanan yang optimal dan bermutu di seluruh bagian wilayah indonesia baik di kota maupun di daerah terpencil.<br><br>Kasus 2</div><div>Sistem perencanaan dan penganggaran departemen kesehatan yang belum optimal sangat perpengaruh kepada beberapa sistem kerja dalam rumah sakit. Dikarenakan untuk sistem ini juga menggunakan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan. Contohnya dalam Bagian dari sistem administrasi, nah ini Menempatkan perencanaan yang disusun sebagai bagian dari sistem administrasi secara keseluruhan. Jadi, jika sistem perencanaan dan penganggaran departemen kesehatan yang belum optimal seharusnya diperbaiki agar kembali optimal dan stabil.<br><br><br>Kasus 3<br>Standar dan Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Kesehatan masih kurang memadai<br>Jika berkaca pada pernyataan tersebut, maka kita tidak bisa menutup mata bahwa masih sangat banyak RS atau Puskesmas yang masih kurang memadai terutama pada daerah terpencil, apabila terjadi kecelakan lalu lintas yang mengharuskan pasien/korban harus mendapatkan perawatan lebih lanjut, misal pasien membutuhkan perawatan bedah namun masih terdapat nya RS yang belum menyediakan Fasilitas Bedah sehingga mengakibatkan korban sulit dalam memilih atau mendapatkan perawatan Bedah hal ini tentunya sangat merugiakan bagi pasien karena hal tersebut sangat krusial. Padahal dalam Regulasi yang ada maka seharusnya pemerintah berhak dan berkewajiban dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai hal tersebut tertuang dalam UUD pasal 34(3) seperti case diatas yaitu standar pedoman pelaksanaan pembangunan kesehatan terutama pada standar perawatan bedah di daerah tertentu.<br><br><br>Kasus 4<br>Permasalahan yang masih dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah belum optimalnya akses, keterjangkauan, dan mutu layanan kesehatan. Hal itu antara lain, disebabkan oleh sarana layanan kesehatan, seperti puskesmas dan jaringannya belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh masyarakat, terutama yang terkait dengan biaya dan jarak. Walaupun rumah sakit terdapat di hampir semua kabupaten/kota, sistem rujukan layanan kesehatan perseorangan juga belum dapat berjalan dengan optimal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 07:40:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853419164</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853425712</link>
         <description><![CDATA[<div>•Adel&nbsp;<br>•Faizah<br>•Farid<br>•Shindy&nbsp;<br><br>Kasus 1<br>Permasalahan yang masih dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah belum optimalnya akses, keterjangkauan, dan mutu layanan kesehatan. Hal itu antara lain, disebabkan oleh sarana layanan kesehatan, seperti puskesmas dan jaringannya belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh masyarakat, terutama yang terkait dengan biaya dan jarak. Walaupun rumah sakit terdapat di hampir semua kabupaten/kota, sistem rujukan layanan kesehatan perseorangan juga belum dapat berjalan dengan optimal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 07:45:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853425712</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853425912</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama Kelompok 7 :</strong><br>1. Deisy Indrawati Djaman<br>2. Emi Andriani<br>3. Endang Setiowati Septriani<br>4. Novia Lestari<br><br><strong>Kasus 1</strong><br><br>Di Indonesia sendiri pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu belum optimal, Meneurut kami hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor penghalang seperti masyarakat yang susah untuk mengakses atau mendapatkan pelayanan kesehatan dikarenakan daerah tempat mereka tinggal berada di pedalamanm, ini lah yang membuat pelayanan kesehatan tidak dapat mereka dapatkan atau mereka jangkau.<br>Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya pembangunan nasional yang diselenggarakan pada semua bidang kehidupan. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dengan demikian, pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang pada gilirannya mendukung percepatan pencapaian sasaran pembangunan nasional.<br><br><strong>Kasus 2</strong><br><br>Perencanaan penganggaran yang ideal yaitu semua tahap perencanaan dilaksanakan dan ada keterkaitan antara tahap-tahap perencanaan penganggaran. Perencanaan penganggaran relatif ideal yaitu tahap perencanaan dilaksanakan tapi belum ada keterkaitan antara tahap-tahap tersebut. Perencanaan penganggaran sekedar rutinitas yaitu melakukan perencanaan sekedar untuk melakukan kewajiban, tidak memperhatikan tahapan dan bahkan mengcopy yang sudah ada atau asal jalan.<br><br><strong>Kasus 3</strong><br><br>Pembangunan kesehatan sangat berpengaruh dan dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. Berkaitan dengan hal tersebut, besarnya alokasi dana merupakan salah satu unsur strategis dalam pembangunan kesehatan. Tersedianya alokasi dana yang memadai dan pemanfaatan yang efisien serta pemerataan akan mendukung suksesnya pembangunan <br>kesehatan.<br>Menurut Menkes, pembangunan kesehatan masih menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang cukup besar dan klasik seperti kemiskinan, status pendidikan masyarakat yang rendah, keadaan dan kemampuan antar daerah yang sangat berbeda. Hal ini masih diperberat dengan luasnya wilayah Indonesia, beban ganda penyakit menular dan penyakit tidak menular yang belum dapat diatasi hingga tuntas, tetapi sudah muncul permasalahan dan tantangan baru.<br><br><br><strong>Kasus 4</strong><br><br>Dukungan departemen kesehatan&nbsp; sangat penting untuk membantu pembangunan kesehatan baik di tingkat pusat dan daerah.&nbsp; Melakukan berbagai upaya untuk pengembangan SDM kesehatan dan meminta bantuan atau dukungan dari berbagai pemangku kepentingan termasuk swasta dan masyarakat.<br>Hal yang dapat dilakuan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu Membahas situasi SDM Kesehatan di Indonesia dan mengidentifikasi upaya strategis dalam menanggulangi permasalahan SDM Kesehatan,<br>Berbagi pengetahuan dan pengalaman (best practice) dalam pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan serta Menyepakati penguatan SDM Kesehatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 07:45:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853425912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853429488</link>
         <description><![CDATA[<div>2. Sistem perencanaan dan penganggaran departemen kesehatan belum optimal<br><br>Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kualitas&nbsp;<br>perencanaan dan penganggaran. Namun hingga saat ini proses&nbsp;<br>penyusunan perencanaan dan penganggaran belum sepenuhnya dapat&nbsp;<br>terlaksana sesuai harapan. Permasalahan yang sering dihadapi oleh para&nbsp;<br>perencana setiap tahun diantaranya adalah sulitnya sinkronisasi dan&nbsp;<br>koordinasi antar unit serta waktu perencanaan yang terkesan singkat&nbsp;<br>atau tergesa-gesa.&nbsp;<br>Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka para perencana&nbsp;<br>diharapkan dapat memahami siklus dan jadwal serta kegiatan umum&nbsp;<br>perencanaan dan penganggaran. Hal ini untuk memudahkan penyusunan&nbsp;<br>Rencana Kerja di tingkat Pusat (Kementerian/Lembaga) dan&nbsp;<br>Daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang bersumber Anggaran&nbsp;<br>Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik dari rupiah murni,&nbsp;<br>Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan atau Pinjaman/Hibah Luar&nbsp;<br>Negeri (P/HLN).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 07:47:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853429488</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853429686</link>
         <description><![CDATA[<div>Amelia<br>Rosyida<br>Risfina<br>Mifta Hana<br><br>Untuk kasus nomor 1</div><div>Walaupun pemerintah terus melakukan peningkatan fasilitas layanan kesehatan terutama pada fasilitas puskesmas, puskesmas perawatan, puskesmas pembantu. puskesmas keliling dan pos kesehatan desa. saat ini dirasakan masih kekurangan baik jumlah, kualitas, pemerataan maupun keterjangkauannya, terutama pada daerah tertinggal, terpencil, dan kepulauan.<br>Permasalahan yang masih dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah belum optimalnya akses, keterjangkauan, dan mutu layanan kesehatan. Hal itu antara lain, disebabkan oleh sarana layanan kesehatan, seperti puskesmas dan jaringannya belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh masyarakat, terutama yang terkait dengan biaya dan jarak. Walaupun rumah sakit terdapat di hampir semua kabupaten/kota, sistem rujukan layanan kesehatan perseorangan juga belum dapat berjalan dengan optimal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 07:47:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853429686</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author>200600098</author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853461549</link>
         <description><![CDATA[<div>Alika<br>Nara<br>Lizara<br>Salma<br>Kasus 1<br>&nbsp;Pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu blum optimal. Masalah yang dihadapi dalam prmbangunan kesehatan ini adalah belum optimal akses jangkauan dan mutu pelayanan&nbsp; kesehatan. Dikarenakan kebijakan kesehatan yang belum terlaksana dengan baik,untuk daerah terpencil pelayanan kesehatan sangatv susah dijangkau ,hal ini menjadi bahan petimbangan untuk pemerintah dslam mengambil kebijakan pelayanan ksesehatan untuk meratakan pelayanan yg optimal dan bermutu<br>Kasus 2<br>Sistem perencanaan dan penganggaran departemen kesehatan belum pedoman optimal kareana Dinas Kesehatan belum mengikuti alurataupun langkah-langkah perencanaan terpadu. dan melakukan konsultasi terkait penyusunan perencanaan perlu dimonitoring oleh pimpinan mulai proses penyusunan sampai pelaksanaan suatu<br>kegiatan.<br>kasus 3<br>Standar dan pelaksanaan pembangunan kesehatan masih kurang memadai . Hal itu antara lain, disebabkan oleh<br>sarana layanan kesehatan, seperti puskesmas dan jaringannya belumsepenuhnya dapat dijangkau oleh masyarakat, terutama yang terkait<br>dengan biaya dan jarak.&nbsp;<br><br>Kasus 4<br>Dukungan departemen kesehatan untuk melaksanakan. pembangunan kesehatan masih terbatas.Dalam Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.Pembangunan kesehatan ini harus didukung oleh masyarakat maka kesadaran masyarakat itu penting pembangunan kesehatan optimal dikarenakan<br>perubahan epidemiologis dan demografi, tampak derajat kesehatan masyarakat<br>pada umumnya masih rendah ,Mutu, pemerataan dan keterjangkauan upaya<br>kesehatan belum optimal.&nbsp; dan ekonomi dan kesadaran&nbsp; masyarakat yang tidak baik atau memburuk misalnya Perhatian pada masyarakat miskin, rentan, dan<br>beresiko tinggi masih kurang memadai,</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 08:12:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/2ij7dd1o6yy1tvln/wish/1853461549</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
