<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kerangka Menulis Cerpen - Faiq 9B by groß</title>
      <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-09-10 06:37:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-24 03:09:56 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4d1.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Seven People arrested in foiled assassination attempt against the Pope in Indonesia</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3111453082</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.romereports.com/en/2024/09/09/seven-people-arrested-in-foiled-assassination-attempt-against-the-pope-in-indonesia/#google_vignette" />
         <pubDate>2024-09-10 06:40:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3111453082</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5W 1H Artikel Pope</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3114388514</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Apa</strong>: Merencanakan upaya pembunuhan terhadap Paus Fransiskus.</p></li><li><p><strong>Di mana</strong>: Indonesia.</p></li><li><p><strong>Kapan</strong>: Pada tanggal 2 dan 3 September.</p></li><li><p><strong>Siapa</strong>: Tujuh orang </p></li><li><p><strong>Mengapa</strong>: 1. Karena pada saat kunjungan Paus ke Indonesia beberapa stasiun TV Indonesia diminta untuk tidak menyiarkan adzan selama kunjungan. 2. Ketegangan seputar representasi agama di Indonesia selama kunjungan.</p></li><li><p><strong>Bagaimana</strong>: 1. Rencana tersebut ditemukan oleh warga serta pemantauan dan pelaporan media sosial oleh polisi. 2. Rencana tersebut dihentikan dengan bantuan warga dan polisi anti teror. 3. Ditemukan senjata berupa panah, drone. 4. Ditemukan lembaran ISIS</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-11 13:47:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3114388514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bolivia declares national emergency due to forest fires
</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3114392185</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.reuters.com/world/americas/bolivia-declares-national-emergency-due-forest-fires-2024-09-07/" />
         <pubDate>2024-09-11 13:49:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3114392185</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5W 1H Artikel Bolivia</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3114452429</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Apa</strong>: Bolivia mengumumkan keadaan darurat nasional karena kebakaran hutan besar-besaran.</p></li><li><p><strong>Di mana</strong>: Di Bolivia, khususnya di daerah sekitar hutan Chiquitano di utara Concepcion dan di dekat perbatasan dengan Brasil dan Paraguay.</p></li><li><p><strong>Kapan</strong>: Pada <strong>7 September</strong>, di tengah musim kebakaran puncak yang berlangsung sejak Agustus dan September, setelah musim kebakaran dimulai lebih awal pada Juli karena kekeringan.</p></li><li><p><strong>Siapa</strong>: 1. Pemerintah Bolivia 2.Menteri Pertahanan Edmundo Novillo, yang mengumumkan keadaan darurat nasional.</p></li><li><p><strong>Mengapa</strong>: 1.Karena Bolivia mengalami jumlah kebakaran hutan terbesar sejak 2010 dengan lebih dari 3 juta hektar lahan terbakar. 2.Upaya pemadam kebakaran kewalahan menghadapi kebakaran.</p></li><li><p><strong>Bagaimana</strong>: 1. Dengan menyatakan keadaan darurat nasional diharapkan akan memudahkan koordinasi bantuan internasional. 2.Sukarelawan lokal berusaha melindungi lahan, namun beberapa terpaksa dievakuasi 3. Pemerintah meminta bantuan internasional karena tim pemadam kewalahan.</p><p><br/></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-11 14:17:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3114452429</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Memanggungkan Budaya Indonesia di Pusat London
</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3114476211</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.kompas.id/baca/hiburan/2023/10/07/memanggungkan-budaya-indonesia-di-pusat-london?open_from=Section_Artikel_Terkait" />
         <pubDate>2024-09-11 14:27:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3114476211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5W 1H Artikel Budaya Indonesia di London</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3114492666</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Apa</strong>: Pergelaran seni dan budaya "Indonesian Night 2023" di London.</p></li><li><p><strong>Di mana</strong>: Westminster Central Hall, London, Inggris.</p></li><li><p><strong>Kapan</strong>: Kamis, 5 Oktober 2023.</p></li><li><p><strong>Siapa</strong>: 1. Diaspora Indonesia 2. Tamu VIP 3. Penggiat seni budaya 4. Penyanyi Indonesia seperti Tulus dan Lea Simanjuntak.</p></li><li><p><strong>Mengapa</strong>: Untuk merayakan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Inggris dan memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Indonesia.</p></li><li><p><strong>Bagaimana</strong>: 1. Acara menampilkan berbagai pertunjukan seni, tari, musik, dan fashion show yang menampilkan wastra Indonesia, dengan kolaborasi antara penggiat seni lokal dan internasional 2. Acara dihadiri oleh banyak penonton yang antusias.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-11 14:35:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3114492666</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bromo</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3115556190</link>
         <description><![CDATA[<p>Dini hari itu, sekitar jam 1 aku bangun di tengah dingin nya  ruangan itu.  Ibu segera menyuruh ku untuk mandi dan bersiap, tanpa pikir panjang aku menyelesaikan mandi itu. Sehabis itu saya keluar dan menaiki mobil jeep berwarna kuning, mobil tua itu mulai berjalan meninggalkan hotel itu.</p><p><br/></p><p>Perjalanan dimulai dengan melewati jalanan kota, semakin lama jalan mulai semakin hancur. Perlahan jalan mulai semakin menanjak membuat rasa gelisah diantara hening nya dini hari. Jalan yang semakin curam ku kira telah berakhir dengan mobil memutari gunung, tapi ternyata tidak. Jalan kembali naik, tiba tiba mobil terdiam. Saya melihat keluar, melihat bangunan megah penuh lampu. Tak lama perjalanan dilanjutkan, masih dengan jalan curam. Tanpa sadar aku tertidur.</p><p><br/></p><p>Aku dibangunkan oleh Ibu, saat menoleh keluar saya melihat kerumunan orang, aku pun keluar. Ternyata inilah bromo "dingin yak" kata ku. Kami mulai naik keatas gunung dengan berjalan kaki, memang sangat melelahkan, jalan yang tidak teratur dengan penuh rumput dan bunga. Sampai akhir nya tiba diatas. Menunggu dengan waktu yang lama untuk menyaksikan sang mentari terbit dari atas gunung, tapi pada saat terbit semua itu terbalaskan. Indah nya mentari membuat ku tersenyum.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-12 02:24:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3115556190</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Merapi</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3115708958</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari itu kami sekeluarga besar pergi ke Jogja, dan terpikir untuk mengunjungi gunung merapi, gunung yang penuh akan sejarah. Kami terbagi menjadi beberapa kelompok jeep. Aku bersama semua saudara lelaki ku. </p><p><br/></p><p>Perjalanan dimulai dengan cukup menegangkan, seperti nama nya gunung, ya jalanan akan cukup curam. Menurutku karena kita semua lelaki, pengemudi jeep kami suka melakukan hal-hal yang cukup ekstrim, seperti melaju dengan kecepatan melebihi yang lain dan yang paling ku ingat yaitu memotong tebing. Memotong yang ku maksud ialah, rombongan yang lain lewat jalan biasa di bawah tebing, kami melewati jalur tengah tebing. </p><p><br/></p><p>Mulai memasuki hutan atau are gunung, atmosfer hutan mulai memasuki pikiran ku. Kami naik lalu turun, begitu saja berulang. Sampai tiba pada tempat atau rumah peninggalan peristiwa meletus nya merapi pada 2010. Saat itu matahari sudah mulai tenggelam, yang menambah rasa gelisah ku. Ketika kami masuk, dipandu dengan pemandu, saya melihat nya melihat kondisi rumah itu, dengan tulisan tulisan yang menggambarkan betapa mengerikan nya kejadian pada hari itu. Kami berada di peninggalan itu sampai dirasa sudah waktu nya turun. Kami turun keluar hutan seperti biasa, sampai akhirnya menuju semacam jalan perumahan seperti biasa. Jeep yang kami naiki tidak tertutup atap, jadi angin malam dan situasi kota malam itu terlihat jelas.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-12 03:33:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3115708958</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Realita Jalanan</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3118590122</link>
         <description><![CDATA[<p>Saat itu aku sedang menaiki motor bersama ayah ku. Jalanan pada saat itu seperti biasa, panas dan terjadi kemacetan. Sampai tiba pada suatu lampu merah yang tidak jelas, warna apa, yang jalan siapa.</p><p><br/></p><p>Pada saat yang sama aku melihat seorang pengamen, mungkin juga anak punk. Ia sedang memainkan lagu dari ukulele yang dipetik nya. Hingga ada satu pengendara di depan nya sedang merokok, lalu dimasukan rokok nya tersebut ke dalam gelas yang berisi uang hasil mengamen nya dengan tersenyum, lalu menerobos lampu merah. </p><p><br/></p><p>Aku kaget, merasa siapa orang itu, mengapa ia melakukan nya. Selagi perasaan kaget itu muncul aku melihat sang pengamen, ia hanya tersenyum dan melanjutkan lagu nya. Aku rasa kita sama sama manusia, mengapa bisa ia melakukan hal semacam itu. Dari pakaian nya kulihat rapih, tapi secara perlakuan nya, saya heran. Menurutku meskipun dia mengamen atau cara berpakaian yang tak rapih, ia masih manusia, sama sama mencari penghidupan, walau cara nya berbeda. Menurutku ini bukan soal pekerjaan atau status di masyarakat, ini soal memanusiakan manusia.  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-13 12:57:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3118590122</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A Silent Voice (Movie)</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3119503701</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ul><li><p><strong>Perundungan dan Dampaknya</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Shoya, saat di sekolah dasar, membully Shoko dengan kejam karena ketuliannya, seperti mencopot alat bantu dengarnya hingga membuat telinga Shoko berdarah. Perundungan ini juga diikuti oleh teman-teman sekelas Shoya, dan dampaknya sangat dalam, menyebabkan Shoko pindah sekolah. Shoya merasa bersalah sepanjang hidupnya, karena dia menyadari apa yang dia lakukan telah menghancurkan kehidupan Shoko.</p></li></ul></li><li><p><strong>Rasa Penolakan oleh Masyarakat</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Setelah diketahui sebagai pelaku bullying, Shoya mengalami penolakan sosial yang sangat keras. Teman-teman yang dulu bersamanya membully Shoko sekarang menolak Shoya, dan dia menjadi terasing dari masyarakat. Tanda "X" di wajah orang-orang yang Shoya lihat mencerminkan rasa penolakannya dari dunia di sekitarnya, membuatnya merasa terisolasi.</p></li></ul></li><li><p><strong>Depresi dan Masalah Mental</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Shoya jatuh ke dalam depresi berat setelah bertahun-tahun dihantui oleh perbuatannya. Dia mengisolasi diri dari teman-temannya dan bahkan mempertimbangkan bunuh diri. Adegan dimana Shoya berdiri di tepi jembatan, memikirkan untuk melompat, menggambarkan kondisi mentalnya yang rapuh dan rasa keputusasaan yang dia rasakan.</p></li></ul></li><li><p><strong>Rasa Bersalah yang Mendalam</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Sepanjang film, Shoya terus dihantui oleh rasa bersalah atas apa yang dia lakukan terhadap Shoko. Setiap kali dia bertemu Shoko, dia merasa tidak layak untuk meminta maaf, meskipun dia mencoba dengan belajar bahasa isyarat. Rasa bersalah ini menyebabkan Shoya menarik diri dari pergaulan, karena dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.</p></li></ul></li><li><p><strong>Berusaha Menjalin Pertemanan dengan Orang yang Dibully</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Shoya berusaha memperbaiki hubungannya dengan Shoko, yang menjadi korban bullying di masa kecil. Dia belajar bahasa isyarat untuk dapat berbicara dengannya, dan perlahan mereka mulai menjalin persahabatan. Namun, hubungan ini juga penuh dengan tantangan, terutama ketika Shoko berjuang dengan harga dirinya dan trauma masa lalu.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pertemuan dengan Teman Lama (Sesama Pembully di Masa Lalu)</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Shoya bertemu kembali dengan teman-teman lamanya, seperti Naoka Ueno, yang dulu juga terlibat dalam bullying Shoko. Namun, Ueno tetap menyimpan rasa benci terhadap Shoko, menyalahkannya atas perubahan yang terjadi dalam hidup Shoya. Pertemuan ini menunjukkan bagaimana masing-masing karakter masih terjebak dalam masa lalu mereka dan kesulitan untuk maju.</p></li></ul></li><li><p><strong>Perundungan dan Rasa Bersalah dari Teman-temannya</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Ketika Shoya dihadapkan dengan teman-teman lamanya, seperti Miki dan Naoka, jelas bahwa mereka juga merasa bersalah tetapi lebih memilih untuk menyangkal peran mereka dalam bullying. Mereka menyalahkan Shoya sebagai satu-satunya pelaku, meskipun mereka juga terlibat di masa lalu.</p></li></ul></li><li><p><strong>Upaya Memperbaiki Diri dan Penyembuhan</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Melalui hubungan yang dibangun kembali dengan Shoko, Shoya berusaha memperbaiki dirinya. Ketika dia mencegah Shoko dari upaya bunuh diri di apartemennya, Shoya menunjukkan bahwa dia benar-benar peduli padanya. Ini adalah titik balik di mana dia mulai menerima tanggung jawab dan mencari penebusan.</p></li></ul></li><li><p><strong>Menghadapi Trauma Masa Lalu</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Shoya menghadapi trauma dari perundungan dan rasa bersalahnya saat dia secara bertahap mencoba memperbaiki hubungan dengan Shoko dan teman-temannya. Adegan di mana dia bertemu Ueno, yang masih menaruh dendam terhadap Shoko, menunjukkan betapa sulitnya bagi semua orang yang terlibat untuk bergerak maju dari masa lalu mereka.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pengampunan Diri dan Orang Lain</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Shoko sangat cepat memaafkan Shoya, tetapi pengampunan dari dirinya sendiri jauh lebih sulit dicapai. Di akhir film, setelah serangkaian peristiwa, Shoya akhirnya bisa memaafkan dirinya sendiri ketika "X" jatuh dari wajah orang-orang di sekelilingnya, menandakan bahwa dia mulai menerima dirinya dan orang lain.</p></li></ul></li></ul><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/f99e61b79c7687d9809d1e1885a05b9b/34_facts_about_the_movie_a_silent_voice_1696537703.jpg" />
         <pubDate>2024-09-14 08:34:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3119503701</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bunker Kaliadem Merapi 2010</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3119618605</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada tahun 2010, erupsi dahsyat Gunung Merapi membawa banyak cerita heroik, salah satunya adalah tentang dua orang relawan yang gugur di dalam bunker di Kalideres. Kedua relawan ini adalah bagian dari tim penyelamat yang berusaha membantu masyarakat sekitar Merapi untuk mengungsi dan menyelamatkan diri dari awan panas (wedhus gembel) yang mematikan. Saat erupsi terjadi, mereka berlindung di dalam bunker yang diharapkan bisa melindungi mereka dari panasnya letusan. Namun, awan panas yang datang begitu kuat dan suhu ekstrem yang mencapai ratusan derajat Celcius membuat bunker tersebut tidak mampu menahan panas. Akhirnya, kedua relawan tersebut kehilangan nyawanya di dalam bunker.</p><p><br></p><p>Setelah erupsi mereda, tim penyelamat mencoba mencari kedua relawan tersebut yang diketahui berlindung di bunker Kalideres. Ketika bunker dibuka, pemandangan memilukan terlihat. Keduanya ditemukan sudah tidak bernyawa, dengan kondisi yang mengenaskan, 1 relawan ditemukan di tengah dekat batu dan relawan ke-2 meninggal di bak air mandi. Meskipun bunker dirancang untuk menahan material erupsi, suhu yang mencapai lebih dari 600 derajat Celsius membuat tempat perlindungan itu gagal melindungi mereka. Kedua relawan tersebut tampak berusaha keras untuk bertahan hidup, namun tak mampu melawan ganasnya alam. Penemuan mereka membawa duka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan rekan, tetapi juga bagi seluruh bangsa yang menghormati jasa mereka.</p><p><br></p><p><strong>Point Inti : </strong></p><ol><li><p><strong>Erupsi Merapi 2010</strong> membawa banyak cerita heroik, salah satunya adalah tentang dua relawan yang gugur di dalam bunker Kalideres.</p></li><li><p><strong>Kedua relawan</strong> tersebut merupakan bagian dari tim penyelamat yang membantu evakuasi masyarakat dari bahaya awan panas atau "wedhus gembel."</p></li><li><p>Mereka berlindung di <strong>bunker</strong> untuk menghindari awan panas saat letusan terjadi.</p></li><li><p><strong>Awan panas dan suhu ekstrem</strong> yang mencapai ratusan derajat Celsius melebihi kapasitas bunker untuk melindungi mereka.</p></li><li><p><strong>Kedua relawan tersebut akhirnya gugur</strong> di dalam bunker akibat suhu yang terlalu tinggi.</p></li><li><p>Setelah erupsi mereda, <strong>tim penyelamat mencari kedua relawan</strong> yang diketahui berlindung di bunker tersebut.</p></li><li><p><strong>Ketika bunker dibuka,</strong> keduanya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.</p></li><li><p><strong>Satu relawan ditemukan di tengah dekat batu</strong>, sementara relawan kedua ditemukan di bak air mandi di bunker.</p></li><li><p><strong>Suhu lebih dari 600 derajat Celsius</strong> membuat bunker gagal melindungi mereka, meskipun dirancang untuk menahan material erupsi.</p></li><li><p>Penemuan kedua relawan ini membawa <strong>duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan bangsa</strong>, serta mengenang jasa heroik mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan.</p></li></ol><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/6e566632addca4d7f88479881f6a9272/IMG_20240904_WA0199_2441892699.webp" />
         <pubDate>2024-09-14 12:15:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3119618605</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Parlindungan Lubis</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3120888867</link>
         <description><![CDATA[<p>Perlindoengan Loebis merupakan seorang dokter asal Indonesia yang lahir pada 30 Juni 1910 dan wafat pada 31 Desember 1994. Ia lahir Batang Toru, Tapanuli Selatan, ayah nya Karisoetan gelar Soetan Goeroe Sinomba yang berkerja di perkebunan karet (Sumatra Cultuur Plantage Maatschappij) milik Belanda, Belgia, dan Prancis. Kakek nya merupakan raja dari Pekantan Dolok, oleh para kelompok penginjil Jerman ia disebut sebagai raja yang paling disegani di Mandailing. </p><p><br></p><p>Saat umur 6 tahun ia sekolah di Eurospeesche Lagere School, sekolah Belanda. 1927 ia lulus dan menamatkan MULO dan meneruskan AMS di Betawi. AMS selesai ia melanjutkan ke Landbouw Hodeschool di Belanda, tetapi ditolak sang ayah. Geneeskundige Hogeschool di Betawi menjadi pilihan nya. Sesudah menjadi mahasiswa, kegiatan nya yidak sepenuh nya di Indonesia Muda, tetapi beralih ke PPPI atau Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia. Setelah lulus ujian Kandidat 1 pada 6 Agustus 1932 dengan kapal Jerman Trier ia pergi ke negeri Belanda. Tiba di Belanda pada sore 14 September 1932 ia segera mendaftarkan diri sebagai mahasiswa kedokteran di Universitas Leiden. Sesudah tahun 1932 ia tak lagi di fakultas kedokteran. Pada Desember 1932 ia masuk kedalam PI atau Perhimpunan Indonesia, pada 1936 ia ditunjuk sebagai sekretaris 2 PI, berselang 3 bulan ia ditunjuk menjadi ketua PI. Menjadi mahasiswa dari tahun 1932 - 1940. </p><p><br></p><p>Suatu hari di Amsterdam, 26 Juni 1941. Kediaman Parlindoengan Loebis didatangi oleh tentara pendukung Nazi, tanpa tuduhan ataupun proses, ia dimasukan kedalam kamp konsentrasi di Belanda (Schoorl dan Amersfoort) dan Jerman (Buchenwald dan Sachsenhausen) sampai Mei 1945. Pada Oktober 1946 ia mendapat kabar bahwa orang Indonesia yang berada di Belanda mendapat kesempatan pulang ke Indonesia. Ia ditunjuk sebagai dokter di atas kapal itu, kapal yang berlayar dari Rotterdam ke Tanjungpriok. Ia menyelinapkan Dr. Setia Budi (Douwes Dekker). Pada 7 Desember 1946 berangkat lah kapal Weltevreden itu dari Rotterdam dengan kurang lebih 600 orang.</p><p><br></p><p><strong>Point Inti : </strong></p><ul><li><p><strong>Parlindoengan Loebis</strong> lahir pada 30 Juni 1910 di Batang Toru, Tapanuli Selatan, dengan ayahnya Karisoetan gelar Soetan Goeroe Sinomba yang bekerja di perkebunan karet milik Belanda, Belgia, dan Prancis.</p></li><li><p><strong>Kakeknya</strong> adalah raja Pekantan Dolok, yang dihormati oleh penginjil Jerman dan dianggap sebagai raja yang disegani di Mandailing.</p></li><li><p><strong>Pada usia 6 tahun,</strong> Loebis bersekolah di Eurospeesche Lagere School, sekolah Belanda, dan lulus MULO pada tahun 1927 sebelum melanjutkan ke AMS di Betawi.</p></li><li><p>Setelah menyelesaikan AMS, ia ingin melanjutkan ke <strong>Landbouw Hodeschool di Belanda</strong>, tetapi ditolak oleh ayahnya, sehingga ia memilih <strong>Geneeskundige Hogeschool di Betawi</strong> untuk studi kedokteran.</p></li><li><p>Saat di Betawi, Loebis aktif dalam pergerakan pemuda dan bergabung dengan <strong>PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia)</strong> selain fokus pada pendidikannya.</p></li><li><p><strong>Pada 6 Agustus 1932,</strong> Loebis berangkat ke Belanda untuk melanjutkan studi kedokteran di Universitas Leiden, dan setibanya di sana, ia mendaftar sebagai mahasiswa.</p></li><li><p><strong>Pada Desember 1932</strong>, Loebis bergabung dengan Perhimpunan Indonesia (PI), dan pada tahun 1936 ia ditunjuk sebagai sekretaris 2 PI, kemudian menjadi ketua PI.</p></li><li><p><strong>Pada 26 Juni 1941</strong>, Loebis ditangkap oleh tentara pendukung Nazi dan dikirim ke kamp konsentrasi <strong>Schoorl dan Amersfoort di Belanda, serta Buchenwald dan Sachsenhausen di Jerman</strong>.</p></li><li><p><strong>Pada 11 Mei 1945</strong>, Loebis dibebaskan dari kamp konsentrasi setelah Perang Dunia II berakhir.</p></li><li><p><strong>Pada Oktober 1946,</strong> ia ditunjuk sebagai dokter di kapal yang membawa sekitar 600 orang Indonesia dari Belanda ke Tanjungpriok, termasuk menyelinapkan Dr. Setia Budi (Douwes Dekker).</p></li></ul><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/a6f936460c72267003af9571e8ce2aa3/Parlindoengan_Loebis_di_Kamp_Nazi_2.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-16 02:15:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3120888867</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pompeii </title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3120987879</link>
         <description><![CDATA[<p>Pompeii, sebelum hancur oleh letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M, sering kali dikenal sebagai kota yang memiliki reputasi sebagai tempat kemewahan, hedonisme, dan berbagai aktivitas yang dianggap tidak bermoral. Kota ini adalah salah satu pusat perdagangan dan pelabuhan penting di Kekaisaran Romawi, yang menyebabkan berkembangnya kehidupan sosial dan budaya yang sangat bebas. Dalam penggalian arkeologis, ditemukan banyak artefak yang menggambarkan sisi gelap kehidupan Pompeii, termasuk lukisan erotis di dinding rumah-rumah, artefak seksual, dan bahkan bordil yang tersebar di berbagai sudut kota. Bordil di Pompeii, yang dikenal sebagai "Lupanar," adalah salah satu contoh paling nyata dari praktik prostitusi yang dilegalkan dan dianggap biasa pada masa itu.</p><p><br></p><p>Selain itu, Pompeii juga dikenal dengan pesta-pesta yang mewah, perjamuan-perjamuan besar yang sering diiringi dengan mabuk-mabukan, serta teater yang kerap menampilkan pertunjukan kontroversial. Bagi sebagian orang Romawi, Pompeii dipandang sebagai kota "maksiat" di mana kesenangan duniawi dipuja tanpa batasan. Peninggalan-peninggalan seni yang ditemukan di Pompeii memperlihatkan betapa terbukanya masyarakat saat itu terhadap sensualitas, yang juga mencerminkan nilai-nilai hedonistik sebagian warga kota tersebut. Namun, meskipun reputasi Pompeii sering dikaitkan dengan kehidupan liar, kota ini juga menjadi saksi keagungan arsitektur Romawi dan kehidupan sosial kompleks yang kini menjadi bagian penting dari sejarah peradaban kuno.</p><p><br></p><p>Pada tahun 1971, band legendaris Pink Floyd membuat sejarah dengan menggelar konser tanpa penonton di amfiteater kuno Pompeii. Pertunjukan ini, yang kemudian dikenal sebagai <em>Pink Floyd: Live at Pompeii</em>, difilmkan dengan latar belakang reruntuhan kota yang telah lama ditinggalkan, memberikan suasana yang luar biasa dan atmosferik. Konser ini menampilkan beberapa lagu ikonik mereka, seperti "Echoes" dan "One of These Days," yang seolah menyatu dengan kesunyian dan kekosongan Pompeii. Penampilan tersebut dianggap sebagai karya seni visual dan musikal yang unik, mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam satu momen yang tak terlupakan.</p><p><br></p><p><strong>Point Inti : </strong></p><ul><li><p><strong>Pompeii</strong> adalah kota yang hancur oleh letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M, namun sebelum itu, dikenal sebagai kota kemewahan, hedonisme, dan aktivitas yang dianggap tidak bermoral.</p></li><li><p>Pompeii merupakan <strong>pusat perdagangan dan pelabuhan penting</strong> di Kekaisaran Romawi, yang membuat kehidupan sosial dan budaya di kota ini berkembang sangat bebas.</p></li><li><p><strong>Penggalian arkeologis</strong> di Pompeii menemukan banyak artefak yang menggambarkan sisi gelap kota, seperti lukisan erotis, artefak seksual, dan bordil.</p></li><li><p><strong>Lupanar</strong>, sebuah bordil terkenal di Pompeii, adalah bukti nyata dari praktik prostitusi yang dilegalkan dan umum pada masa itu.</p></li><li><p>Kota ini juga dikenal dengan <strong>pesta-pesta mewah</strong> dan perjamuan besar yang sering diiringi mabuk-mabukan serta pertunjukan teater kontroversial.</p></li><li><p><strong>Bagi sebagian Romawi</strong>, Pompeii dipandang sebagai kota "maksiat" di mana kesenangan duniawi dirayakan tanpa batasan.</p></li><li><p>Peninggalan seni yang ditemukan di Pompeii memperlihatkan betapa terbukanya masyarakat terhadap <strong>sensualitas dan hedonisme</strong>.</p></li><li><p>Meskipun reputasinya sering dikaitkan dengan kehidupan liar, Pompeii juga merupakan saksi <strong>keagungan arsitektur Romawi</strong> dan kehidupan sosial yang kompleks.</p></li><li><p><strong>Pada tahun 1971</strong>, Pink Floyd membuat sejarah dengan menggelar konser tanpa penonton di amfiteater kuno Pompeii, yang dikenal sebagai <em>Pink Floyd: Live at Pompeii</em>.</p></li><li><p>Konser ini menampilkan lagu-lagu seperti <strong>"Echoes" dan "One of These Days"</strong> dengan latar belakang reruntuhan Pompeii, menciptakan suasana yang atmosferik dan dianggap sebagai karya seni visual serta musikal yang unik.</p></li></ul><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/7575d4a9802c695aa4e4cb4f58dc4ad4/Pompeii_postcard1.jpg" />
         <pubDate>2024-09-16 04:02:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3120987879</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Puisi Balada Terbunuhnya Atmo Karpo (Puisi)</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3122668211</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi<br>Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para<br>Mengepit kuat-kuat lutut menunggang perampok yang diburu<br>Surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang</p><p>Segenap warga desa mengepung hutan itu<br>Dalam satu pusaran pulang balik Atmo Karpo<br>Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang<br>Berpancaran bunga api, anak panah di bahu kiri</p><p>Satu demi satu yang maju terhadap darahnya<br>Penunggang baja dan kuda mengangkat kaki muka.</p><p>Nyawamu barang pasar, hai orang-orang bebal!<br>Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa.<br>Majulah Joko Pandan! Di mana ia?<br>Majulah ia kerna padanya seorang kukandung dosa.</p><p>Anak panah empat arah dan musuh tiga silang<br>Atmo Karpo tegak, luka tujuh liang.</p><p>Joko Pandan! Di mana ia!<br>Hanya padanya seorang kukandung dosa.</p><p>Bedah perutnya tapi masih setan ia<br>Menggertak kuda, di tiap ayun menungging kepala</p><p>Joko Pandan! Di manakah ia!<br>Hanya padanya seorang kukandung dosa.</p><p>Berberita ringkik kuda muncullah Joko Pandan<br>Segala menyibak bagi derapnya kuda hitam<br>Ridla dada bagi derunya dendam yang tiba.<br>Pada langkah pertama keduanya sama baja.<br>Pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo<br>Panas luka-luka, terbuka daging kelopak-kelopak angsoka.</p><p>Malam bagai kedok hutan bopeng oleh luka<br>Pesta bulan, sorak sorai, anggur darah</p><p>Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang<br>Ia telah membunuh bapanya.</p><p><br/></p><p><strong>Point Inti : </strong></p><ul><li><p><strong>Keinginan untuk Kebebasan</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Atmo Karpo, seorang tokoh yang berani dan tangguh, melambangkan jiwa pemberontak yang mendambakan kebebasan. Sebagai sosok yang melawan ketidakadilan, Atmo Karpo diinginkan oleh banyak pihak karena keberaniannya menantang tatanan yang menindas. Sepanjang balada, kebebasan dari penindasan menjadi motif kuat yang memandu tindakannya.</p></li></ul></li><li><p><strong>Rasa Penyesalan</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Setelah Atmo Karpo terbunuh, para penduduk desa dan mereka yang mengenalnya merasakan penyesalan mendalam. Mereka menyadari bahwa kematian Atmo Karpo bukan hanya kehilangan seorang pahlawan, tetapi juga kehilangan harapan bagi kebebasan yang ia perjuangkan. Rendra mengekspresikan penyesalan ini melalui lirik yang penuh duka dan kehilangan.</p></li></ul></li><li><p><strong>Rasa Percaya Diri</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Atmo Karpo digambarkan sebagai sosok yang percaya diri dan tidak takut menghadapi bahaya. Dalam balada, dia terus memperlihatkan keberanian dalam melawan musuh-musuhnya, dengan keyakinan yang teguh pada kebenaran yang dia perjuangkan. Percaya diri ini terlihat ketika dia berani menantang mereka yang berkuasa dan menindas rakyat.</p></li></ul></li><li><p><strong>Menumbuhkan Kembali Semangat yang Pupus</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Atmo Karpo adalah sosok yang mampu membangkitkan semangat orang-orang di sekitarnya. Melalui tindakannya yang heroik dan keberaniannya melawan penindasan, dia memberikan harapan baru bagi rakyat yang telah lama pasrah dalam penderitaan. Meski dia akhirnya terbunuh, semangat perjuangannya terus hidup dalam diri orang-orang yang mendukungnya.</p></li></ul></li><li><p><strong>Perjuangan Melawan Ketidakadilan</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Atmo Karpo berdiri sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang dilakukan oleh penguasa yang menindas rakyat kecil. Sepanjang puisi, perjuangannya untuk membebaskan dirinya dan rakyat dari penindasan digambarkan dengan jelas. Rendra menekankan bahwa dalam dunia yang penuh ketidakadilan, perjuangan dan pengorbanan adalah satu-satunya cara untuk mencapai kebebasan.</p></li></ul></li><li><p><strong>Tragedi Kematian Pahlawan</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Kematian Atmo Karpo menjadi klimaks dari balada ini, di mana tokoh yang kuat dan berani akhirnya harus menyerah pada kekuatan yang lebih besar. Kematian ini bukan hanya tragedi bagi Atmo Karpo, tetapi juga untuk rakyat yang menaruh harapan pada dirinya. Namun, meskipun dia mati, semangat perjuangannya tidak hilang begitu saja.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pengkhianatan dan Kejatuhan</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Salah satu elemen yang kuat dalam balada ini adalah tema pengkhianatan, yang pada akhirnya menyebabkan terbunuhnya Atmo Karpo. Sosok Atmo Karpo dikhianati oleh orang-orang yang seharusnya mendukungnya, dan pengkhianatan ini mempercepat kejatuhannya. Pengkhianatan ini menggambarkan realitas pahit bahwa perjuangan untuk keadilan seringkali menghadapi musuh dari dalam.</p></li></ul></li><li><p><strong>Kehormatan dalam Kematian</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Meskipun Atmo Karpo terbunuh, kematiannya tidak membuat namanya hilang dalam kenangan rakyat. Sebaliknya, dia dikenang sebagai pahlawan yang mati demi perjuangan yang lebih besar. Kematian ini digambarkan dengan penuh kehormatan, di mana pengorbanannya menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya untuk melanjutkan perjuangan.</p></li></ul></li><li><p><strong>Kesepian Pahlawan</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Atmo Karpo, meskipun dikelilingi oleh rakyat yang mendukungnya, sering kali merasakan kesepian dalam perjuangannya. Sebagai sosok yang terus berhadapan dengan bahaya dan musuh yang kuat, ada rasa isolasi yang menyertainya. Puisi ini menyiratkan bahwa seorang pahlawan, dalam keberanian dan perjuangannya, sering kali harus berjalan sendiri.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pengorbanan demi Generasi Berikutnya</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Meskipun Atmo Karpo harus mati, pengorbanannya menjadi fondasi bagi perjuangan generasi yang akan datang. Dalam balada ini, Rendra menekankan bahwa kematian seorang pahlawan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari kebangkitan baru. Semangat dan pengorbanan Atmo Karpo terus hidup dalam hati rakyat yang masih mendambakan kebebasan.</p></li></ul></li></ul><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/7a9549ea766f2d22adfffca704e8abca/maxresdefault.jpg" />
         <pubDate>2024-09-17 01:44:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3122668211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Josee, the Tiger and the Fish</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3123667961</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Menginginkan Kebebasan</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Josee, seorang gadis yang mengalami keterbatasan fisik, menghabiskan sebagian besar hidupnya terkurung di rumah bersama neneknya. Namun, jauh di dalam hatinya, dia menginginkan kebebasan untuk menjelajahi dunia luar. Adegan saat Tsuneo pertama kali membawanya keluar dari rumah dan mengajaknya berjalan-jalan di kota memperlihatkan keinginannya yang mendalam untuk bebas dari batasan fisik dan mental yang selama ini mengurungnya.</p></li></ul></li><li><p><strong>Rasa Penyesalan</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Tsuneo, pada awalnya, hanya bekerja membantu Josee untuk mendapatkan uang tambahan dan melihatnya sebagai tugas semata. Namun, seiring waktu, Tsuneo mulai menyesal karena awalnya tidak memahami perjuangan batin Josee. Rasa penyesalan ini terlihat ketika Tsuneo menyadari bahwa Josee bukan hanya seseorang yang harus dia bantu, tetapi seseorang yang mampu memberikan pengaruh besar dalam hidupnya.</p></li></ul></li><li><p><strong>Rasa Percaya Diri</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Awalnya, Josee tidak percaya diri karena keterbatasan fisiknya. Dia merasa dunia luar bukanlah tempat untuknya. Namun, saat dia mulai menjalin hubungan dengan Tsuneo, Josee perlahan mulai membangun kembali kepercayaan dirinya. Adegan saat dia belajar menggambar lagi dan bahkan berani menghadapi dunia luar setelah menghindarinya begitu lama menunjukkan bagaimana kepercayaan dirinya tumbuh berkat dorongan dari Tsuneo.</p></li></ul></li><li><p><strong>Menumbuhkan Kembali Semangat yang Pupus</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Setelah kematian neneknya, Josee merasa kehilangan arah hidup dan semangatnya. Tsuneo, yang telah menjadi bagian penting dalam hidup Josee, berperan dalam membangkitkan kembali semangatnya yang pupus. Adegan di mana Tsuneo membantu Josee bangkit dari keterpurukan dan mengajaknya untuk kembali mengejar mimpinya menggambarkan betapa pentingnya hubungan mereka dalam proses penyembuhan emosional Josee.</p></li></ul></li><li><p><strong>Keinginan untuk Mandiri</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Sepanjang film, Josee tidak hanya ingin bebas dari batasan fisik, tetapi juga ingin mandiri. Saat dia akhirnya mengambil langkah untuk mengejar mimpinya sendiri, adegan ini menegaskan bahwa kebebasan yang diinginkan Josee adalah kebebasan untuk menjalani hidup sesuai keinginannya, tanpa terikat oleh belas kasihan atau simpati orang lain.</p></li></ul></li><li><p><strong>Menemukan Tujuan Baru dalam Hidup</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Josee yang semula hanya merasa dirinya tidak berharga, mulai menemukan makna baru dalam hidup melalui hubungannya dengan Tsuneo. Adegan saat Josee kembali fokus pada impian lamanya untuk menjadi ilustrator menunjukkan bahwa dia mulai menemukan arah dan tujuan baru dalam hidup, dengan Tsuneo sebagai pendukung utamanya.</p></li></ul></li><li><p><strong>Rasa Syukur atas Pertemuan yang Mengubah Hidup</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Pada akhir film, Josee merenungkan semua yang telah dia lalui bersama Tsuneo. Rasa syukur dan kehangatan terlihat ketika dia menyadari bahwa pertemuan dengan Tsuneo bukan hanya memberikan kebahagiaan, tetapi juga mengubah hidupnya secara mendalam.</p></li><li><p><strong>Percintaan yang Tumbuh Perlahan</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Hubungan antara Josee dan Tsuneo dimulai dari rasa saling membutuhkan, tetapi seiring waktu berkembang menjadi cinta. Adegan saat Tsuneo dengan lembut membantu Josee keluar dari cangkangnya dan saat mereka berbagi momen intim, seperti ketika Tsuneo menggendong Josee di tepi pantai, memperlihatkan betapa dalam perasaan mereka mulai tumbuh satu sama lain. Cinta mereka tidak hanya romantis, tetapi juga saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan hidup. Selain itu teman dari Tsuneo, Mai juga memiliki perasaan yang sama, tetapi ia menyimpan nya diam diam, sampai pada akhirnya dia mengungkapkan nya ketika sedang berduaan dengan Tsuneo.</p></li></ul></li><li><p><strong>Menghadapi Rintangan Bersama</strong>:</p><ul><li><p>Adegan: Ketika Tsuneo mengalami kecelakaan yang mengancam impian masa depannya untuk menjadi penyelam, Josee merasa sangat bersalah dan cemas. Namun, adegan di mana Josee tetap berada di sisi Tsuneo, bahkan ketika dia berjuang dengan rasa frustrasi dan ketakutannya, menunjukkan betapa kuat hubungan mereka. Mereka saling mendukung, meskipun menghadapi rintangan besar dalam hidup mereka.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pembebasan dari Rasa Takut</strong>:</p></li></ul><ul><li><p>Adegan: Josee selama ini hidup dalam ketakutan terhadap dunia luar dan masa depannya. Namun, melalui hubungannya dengan Tsuneo, dia belajar untuk menghadapi ketakutan tersebut dan menemukan keberanian untuk hidup mandiri. Adegan saat Josee akhirnya pergi ke laut, tempat yang selama ini dia hindari, bersama Tsuneo, menunjukkan bagaimana dia berhasil membebaskan dirinya dari ketakutan masa lalu dan membuka diri untuk kemungkinan baru.</p></li></ul></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/7058383b5f8fda099ac5900975e2203a/0_zq0xSPXDU8U33HG0.jpg" />
         <pubDate>2024-09-17 14:08:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3123667961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fenomena Kumbang di Jepang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3143650022</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Praktik Tradisional:</strong> Di Jepang, mengumpulkan dan memelihara kumbang telah menjadi aktivitas populer bagi anak-anak selama beberapa generasi. Hal ini sering dikaitkan dengan hubungan budaya Jepang yang dalam terhadap alam dan musim.</p></li><li><p><strong>Konteks Sejarah:</strong> Kumbang telah menjadi bagian dari cerita rakyat dan seni Jepang selama berabad-abad. Mereka melambangkan kekuatan dan ketekunan, nilai-nilai yang sangat dihargai dalam budaya Jepang. Kumbang badak (<em>kabutomushi</em>) dinamai berdasarkan helm samurai (<em>kabuto</em>), yang semakin menekankan hubungan budaya ini.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Hobi yang Mudah Diakses:</strong> Anak-anak dan orang dewasa sama-sama mengoleksi kumbang, dan tidak jarang ditemukan kumbang yang dijual di toko hewan peliharaan, minimarket, bahkan mesin penjual otomatis. Popularitas kumbang melintasi berbagai kelas sosial dan sering dianggap sebagai hobi yang memperkuat hubungan dengan alam.</p></li><li><p><strong>Berburu Kumbang Musiman:</strong> Pada musim panas, anak-anak (dan kadang orang dewasa) berburu kumbang di hutan, sebuah tradisi yang telah menjadi bagian penting dari masa kanak-kanak di Jepang. Aktivitas ini sering diwariskan dari orang tua kepada anak-anak, menjaga popularitasnya dari waktu ke waktu.</p></li><li><p><strong>Anime dan Manga:</strong> Kumbang sering muncul dalam anime, manga, dan video game Jepang. Karakter seperti <em>Kabuto</em> dari seri <em>Pokémon</em> dan <em>Heracross</em>, Pokémon yang menyerupai kumbang, menunjukkan bagaimana ketertarikan terhadap kumbang tertanam dalam budaya pop modern.</p></li><li><p><strong>Hiburan dan Kompetisi:</strong> Beberapa acara TV dan acara di Jepang melibatkan perkelahian kumbang, di mana kekuatan dan ketahanan kumbang dipertunjukkan. Kompetisi ini tidak hanya untuk hiburan tetapi juga sebagai cara merayakan pentingnya kumbang dalam budaya.</p></li><li><p><strong>Merchandise dan Produk Kumbang:</strong> Ada banyak merchandise terkait kumbang, termasuk mainan, buku, dan bahkan video game di mana pemain dapat mengoleksi dan bertarung dengan kumbang. Pasar untuk produk-produk terkait kumbang cukup besar dan terus berkembang.</p></li><li><p><strong>Kumbang sebagai Hewan Peliharaan:</strong> Di Jepang, sangat umum bagi anak-anak untuk memelihara kumbang sebagai hewan peliharaan. Toko hewan peliharaan menjual makanan kumbang, wadah khusus, dan bahkan spesies langka bagi mereka yang tertarik dengan varietas yang lebih eksotis.</p></li><li><p><strong>Nilai Pendidikan:</strong> Aktivitas memelihara dan merawat kumbang dianggap sebagai alat pendidikan, mengajarkan anak-anak tentang tanggung jawab dan dunia alam. Sekolah-sekolah terkadang mendorong siswa untuk melakukan aktivitas pengumpulan kumbang untuk menumbuhkan apresiasi terhadap keanekaragaman hayati.</p></li><li><p><strong>Kesadaran Lingkungan:</strong> Ketertarikan terhadap kumbang juga selaras dengan fokus Jepang yang lebih luas terhadap konservasi lingkungan dan penghormatan terhadap alam. Praktik berburu dan memelihara kumbang sering kali mendorong pemahaman tentang ekosistem.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/f8a9dbb4f853c9df02f87325e4b202e4/insects_hobby11.jpg" />
         <pubDate>2024-09-28 13:09:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3143650022</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lonely Castle in the Mirror (Novel/Movie)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3144339207</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://en.namu.wiki/w/%EA%B1%B0%EC%9A%B8%20%EC%86%8D%20%EC%99%B8%EB%94%B4%20%EC%84%B1#s-3.1" />
         <pubDate>2024-09-29 11:32:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3144339207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fenomena Bullying/Tekanan di negara  Asia Timur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3144378918</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><ul><li><p><strong>Tekanan Sosial yang Tinggi:</strong></p><p>Budaya di Jepang, Korea Selatan, dan China sangat menekankan pentingnya kesuksesan akademik dan sosial. Tekanan untuk "cocok" dengan kelompok sering kali menciptakan lingkungan yang memicu bullying terhadap mereka yang dianggap "berbeda."</p><p><br></p></li><li><p> <strong>Kouhai-Senpai System:</strong></p><p>Dalam sistem hierarki seperti di Jepang, hubungan senior (senpai) dan junior (kouhai) bisa mengarah pada bullying, di mana junior dipaksa mengikuti perintah senior, terkadang sampai pada batas yang tidak sehat.</p></li><li><p><strong>Ijime (Bullying Sistematis):</strong></p><p>Di Jepang, bullying dikenal sebagai <strong>ijime</strong>, yang sering kali bersifat kelompok. Ijime tidak hanya berupa kekerasan fisik tetapi juga intimidasi psikologis, pengucilan sosial, dan pelecehan verbal.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Pengucilan Sosial (Silent Treatment):</strong></p><p>Salah satu bentuk bullying yang umum adalah pengucilan sosial, di mana korban sepenuhnya diabaikan oleh teman-temannya, yang dapat menyebabkan dampak psikologis serius.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Bullying Berbasis Status Sosial:</strong></p><p>Bullying seringkali berbasis pada status sosial seperti ekonomi, penampilan fisik, atau akademik. Mereka yang kurang berada atau dianggap tidak menarik sering menjadi target.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Teknologi dan Cyberbullying:</strong></p><p>Dengan meningkatnya penggunaan media sosial, <strong>cyberbullying</strong> menjadi fenomena besar di Asia Timur. Pelaku bullying sering memanfaatkan anonimitas internet untuk menyebarkan rumor atau menyerang korban.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Kurangnya Tindakan dari Pihak Sekolah:</strong></p></li><li><p>Banyak kasus bullying yang tidak tertangani dengan baik oleh pihak sekolah. Seringkali, sekolah atau guru mengabaikan masalah tersebut karena dianggap sebagai "masalah pribadi" antar siswa.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Budaya Malu:</strong></p><p>Di Asia Timur, budaya malu dan menjaga harga diri sangat kuat. Korban bullying mungkin merasa malu atau takut untuk melaporkan kejadian tersebut, khawatir akan mempermalukan diri sendiri atau keluarga mereka.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Tingkat Bunuh Diri yang Tinggi:</strong></p><p>Di Jepang dan Korea Selatan, tingkat bunuh diri akibat bullying sangat tinggi, terutama di kalangan remaja. Tekanan yang dihadapi oleh korban sering kali dianggap tidak tertahankan, sehingga mereka memilih jalan tragis ini.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Kenyamanan dan "Berbeda" sebagai Penyebab Bullying:</strong></p><p>Mereka yang berbeda secara fisik, mental, atau memiliki minat yang tidak lazim sering menjadi target bullying, karena budaya Asia Timur cenderung mendorong konformitas dan keseragaman.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Dukungan Keluarga yang Terbatas:</strong></p><p>Orang tua sering kali tidak menyadari atau cenderung mengabaikan tanda-tanda bullying, baik karena mereka tidak mengetahui masalah tersebut atau karena menganggap bahwa anak mereka harus belajar untuk mengatasi masalah itu sendiri.</p><p><br></p></li><li><p> <strong>Rasisme dan Diskriminasi:</strong></p><p>Di beberapa negara, bullying juga bisa dipicu oleh rasisme atau diskriminasi etnis, terutama terhadap kelompok minoritas atau imigran.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Bullying dalam Bentuk Kekerasan Fisik:</strong></p><p>Selain pengucilan dan intimidasi psikologis, kekerasan fisik masih sering terjadi, meskipun mungkin tidak selalu dilaporkan. Pukulan, tendangan, dan bentuk kekerasan lain seringkali dianggap "candaan" di kalangan pelaku.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Peran Media:</strong></p><p>Media Jepang dan Korea Selatan sering menggambarkan bullying dalam drama dan film, meskipun ada upaya untuk meningkatkan kesadaran, hal ini juga dapat membuat normalisasi bullying di kalangan anak-anak dan remaja.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Upaya Pemerintah dan Kesadaran yang Terbatas:</strong></p><p>Meski ada beberapa inisiatif pemerintah untuk melawan bullying, tantangannya adalah mengubah budaya diam dan konformitas. Upaya pencegahan sering kali belum efektif sepenuhnya, dan kesadaran publik terhadap dampak bullying perlu lebih ditingkatkan.</p><p><br></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/9a4434d9c80143f4f1aa7fc5acb659db/images__3_.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-29 12:26:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3144378918</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pohon di Gunung</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3145356810</link>
         <description><![CDATA[<p>Di suatu hutan lebat di pegunungan, dekat dengan sumber mata air. Terdapat pohon yang menyendiri, tumbuhan itu hanya berdiri sendiri. Tanpa ada rerumputan atau pohon kecil disekitar nya. Masyarakat gunung itu percaya bahwa, ketika bunga pada pohon itu mekar, kayu terlihat cerah dan kuat, dan bau harum tercium dari jarak jauh. Dunia akan menjalani 7 tahun dengan keberuntungan. Tetapi jika bunga nya busuk berguguran, kayu mulai rapuh dan menghitam, dan bau busuk tercium amat menyiksa. Dunia akan mengalami kekacauan selama 7 tahun. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/01d90722674f5155086b1a9563bcbe9c/WhatsApp_Image_2024_10_03_at_10_28_06.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-30 04:15:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3145356810</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fenomena Perlakuan Tidak Pantas terhadap Kaum Minoritas</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3145388530</link>
         <description><![CDATA[<p>1. <strong>Diskriminasi Sistemik:</strong></p><ul><li><p>Kaum minoritas sering mengalami diskriminasi yang terstruktur dalam institusi sosial seperti pendidikan, perumahan, dan pasar tenaga kerja, yang membatasi akses mereka terhadap sumber daya dan peluang.</p></li></ul><p>2. <strong>Stigma Sosial:</strong></p><ul><li><p>Minoritas sering dicap secara negatif oleh masyarakat mayoritas melalui stereotip yang merendahkan atau memojokkan, menciptakan perasaan tidak diinginkan dan mengurangi kesempatan sosial.</p></li></ul><p>3. <strong>Perundungan dan Pelecehan:</strong></p><ul><li><p>Kaum minoritas, terutama di lingkungan sekolah atau tempat kerja, kerap menjadi sasaran perundungan atau pelecehan karena identitas mereka yang berbeda.</p></li></ul><p>4. <strong>Kekerasan Berbasis Identitas:</strong></p><ul><li><p>Tindakan kekerasan, baik fisik maupun verbal, sering diarahkan kepada minoritas karena ras, etnis, agama, atau orientasi seksual mereka. Ini termasuk kejahatan kebencian yang dipicu oleh prasangka.</p></li></ul><p>5. <strong>Pengucilan Sosial:</strong></p><ul><li><p>Minoritas kerap mengalami pengucilan di komunitas mereka, baik secara langsung maupun melalui tindakan halus, yang membuat mereka merasa tidak diterima atau tidak diinginkan dalam masyarakat.</p></li></ul><p>6. <strong>Ketidakadilan Hukum:</strong></p><ul><li><p>Sistem peradilan sering memperlakukan kaum minoritas secara tidak adil, termasuk hukuman yang lebih berat atau bias dalam proses pengadilan, yang memperkuat ketidaksetaraan.</p></li></ul><p>7. <strong>Pembatasan Hak Beragama:</strong></p><ul><li><p>Minoritas agama sering menghadapi larangan atau pembatasan dalam menjalankan keyakinan mereka, seperti larangan mendirikan tempat ibadah atau mengenakan simbol-simbol keagamaan.</p></li></ul><p>8. <strong>Penindasan Politik:</strong></p><ul><li><p>Kaum minoritas sering kali dikecualikan dari proses politik atau tidak diwakili secara adil di lembaga-lembaga pemerintahan, membuat suara dan kepentingan mereka terabaikan.</p></li></ul><p>9. <strong>Diskriminasi di Tempat Kerja:</strong></p><ul><li><p>Banyak kaum minoritas menghadapi diskriminasi dalam rekrutmen, promosi, dan upah di tempat kerja, serta tidak mendapatkan peluang karier yang setara.</p></li></ul><p>10. <strong>Perampasan Budaya (Cultural Appropriation):</strong></p><ul><li><p>Aspek budaya minoritas seringkali diambil tanpa izin atau pemahaman oleh kelompok mayoritas, yang seringkali memicu rasa tidak hormat terhadap identitas dan sejarah minoritas tersebut.</p></li></ul><p>11. <strong>Marjinalisasi Ekonomi:</strong></p><ul><li><p>Minoritas sering kali dikecualikan dari akses ekonomi dan sumber daya, seperti layanan keuangan, pinjaman usaha, atau hak kepemilikan tanah, yang memperkuat siklus kemiskinan.</p></li></ul><p>12. <strong>Penggambaran Negatif di Media:</strong></p><ul><li><p>Media sering menggambarkan minoritas dengan cara yang stereotip atau merendahkan, yang memperkuat prasangka dan sikap diskriminatif terhadap mereka di masyarakat.</p></li></ul><p>13. <strong>Penolakan Akses Kesehatan:</strong></p><ul><li><p>Kaum minoritas kerap menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan yang layak, baik karena diskriminasi langsung maupun kendala ekonomi dan geografis.</p></li></ul><p>14. <strong>Penghilangan Bahasa dan Budaya:</strong></p><ul><li><p>Minoritas sering mengalami tekanan untuk berasimilasi dengan budaya mayoritas, yang menyebabkan hilangnya bahasa, tradisi, dan identitas budaya mereka.</p></li></ul><p>15. <strong>Kurangnya Perlindungan Hukum:</strong></p><ul><li><p>Banyak negara atau wilayah yang tidak memiliki hukum yang cukup untuk melindungi minoritas dari diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan, sehingga mereka lebih rentan terhadap perlakuan tidak pantas.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/5b24827f65a9b454b78e1adc0ecc9392/blog_tips_menghadapi_si_tukang_bully_201802_4153_1331_f.jpg" />
         <pubDate>2024-09-30 04:35:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3145388530</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kupu-Kupu sebagai Pemandu Spiritual Manusia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3146152006</link>
         <description><![CDATA[<p>Setiap manusia yang akan lahir ke dunia akan didampingi oleh seekor kupu kupu yang sifat dan kepribadian setiap insan. Dari sejak berada di dalam alam roh hingga akan dijemput malaikat maut. Kupu-kupu itu selalu menjaga, mendampingi, dan memberi suara hati kepada setiap manusia yang hidup. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/058427ee532924238e3dbd70abc3b88d/3b782d5a_d583_43b5_89b0_4ea8570e7f35.webp" />
         <pubDate>2024-09-30 12:53:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3146152006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Stigma Lelaki Tidak Boleh Menangis</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3146246130</link>
         <description><![CDATA[<p>1. <strong>Norma Gender Tradisional:</strong></p><ul><li><p>Budaya dan masyarakat sering kali menetapkan peran gender yang kaku, di mana lelaki diharapkan untuk kuat, tangguh, dan tidak menunjukkan kelemahan, termasuk menangis.</p></li></ul><p>2. <strong>Maskulinitas Toksik:</strong></p><ul><li><p>Istilah "maskulinitas toksik" menggambarkan pola pikir di mana emosi seperti kesedihan atau ketakutan dianggap tidak sesuai bagi lelaki, sehingga mereka ditekan untuk menyembunyikan perasaan mereka.</p></li></ul><p>3. <strong>Stigma Sosial:</strong></p><ul><li><p>Lelaki yang menangis atau menunjukkan emosi dianggap lemah, dan sering kali menghadapi cemoohan atau penghinaan dari orang lain, baik lelaki maupun perempuan, yang memperkuat stigma ini.</p></li></ul><p>4. <strong>Tekanan untuk Tangguh:</strong></p><ul><li><p>Dalam banyak masyarakat, lelaki didorong untuk selalu tangguh dan mandiri, tanpa meminta bantuan atau menunjukkan kerentanan, yang menyebabkan banyak lelaki menekan emosinya sendiri.</p></li></ul><p>5. <strong>Pengaruh Budaya Populer:</strong></p><ul><li><p>Media, film, dan acara televisi sering kali menggambarkan lelaki sebagai sosok yang kuat dan rasional, sementara ekspresi emosi dianggap sebagai tanda kelemahan, yang memperkuat stereotip ini.</p></li></ul><p>6. <strong>Ketidakmampuan Mengekspresikan Emosi:</strong></p><ul><li><p>Tekanan untuk menahan perasaan dapat membuat lelaki kesulitan dalam mengekspresikan emosi mereka secara sehat, yang pada akhirnya memengaruhi kesehatan mental mereka.</p></li></ul><p>7. <strong>Masalah Kesehatan Mental:</strong></p><ul><li><p>Banyak lelaki enggan mencari bantuan profesional untuk masalah kesehatan mental karena takut dianggap lemah atau tidak "maskulin," yang berkontribusi pada tingginya tingkat depresi dan bunuh diri di kalangan lelaki.</p></li></ul><p>8. <strong>Pengaruh Terhadap Hubungan:</strong></p><ul><li><p>Ketidakmampuan atau ketidaknyamanan dalam mengekspresikan emosi dapat mempengaruhi hubungan lelaki dengan pasangan, teman, atau keluarga, yang dapat menyebabkan masalah komunikasi dan ketegangan.</p></li></ul><p>9. <strong>Keseimbangan Gender dalam Pendidikan Emosional:</strong></p><ul><li><p>Lelaki sering kali tidak diajarkan cara yang sehat untuk mengekspresikan atau mengelola emosi mereka sejak kecil, berbeda dengan perempuan yang cenderung didorong untuk lebih terbuka secara emosional.</p></li></ul><p>10. <strong>Diskriminasi Sosial:</strong></p><ul><li><p>Lelaki yang mengekspresikan emosi sering kali dipandang rendah di lingkungan sosial atau profesional, yang memperkuat anggapan bahwa emosi adalah tanda kelemahan.</p></li></ul><p>11. <strong>Pengaruh Terhadap Agresi:</strong></p><ul><li><p>Ketidakmampuan untuk mengekspresikan emosi seperti kesedihan atau ketakutan sering kali dapat berubah menjadi frustrasi atau kemarahan, yang berkontribusi pada perilaku agresif atau kekerasan.</p></li></ul><p>12. <strong>Pengaruh Media Sosial:</strong></p><ul><li><p>Media sosial sering memperkuat stereotip gender, di mana lelaki yang menangis atau menunjukkan emosi mungkin menjadi bahan olok-olokan atau dianggap tidak memenuhi standar maskulinitas.</p></li></ul><p>13. <strong>Perubahan Tren Sosial:</strong></p><ul><li><p>Meskipun norma tradisional masih kuat, ada perubahan sosial di kalangan generasi muda, yang lebih terbuka terhadap konsep maskulinitas yang fleksibel, di mana lelaki lebih bebas mengekspresikan emosi mereka.</p></li></ul><p>14. <strong>Peran Gender yang Dinamis:</strong></p><ul><li><p>Semakin banyak penelitian dan kampanye yang mendorong perubahan dalam peran gender tradisional, yang menekankan pentingnya keseimbangan emosional dan menghilangkan stigma terhadap lelaki yang mengekspresikan perasaan mereka.</p></li></ul><p>15. <strong>Dampak Terhadap Kesehatan Fisik:</strong></p><ul><li><p>Penekanan emosi yang terus-menerus dapat mempengaruhi kesehatan fisik lelaki, seperti peningkatan tekanan darah, penyakit jantung, atau gangguan lainnya yang terkait dengan stres dan ketegangan emosional.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/9647adc6b5af6203e72beb6f3c4ee1cd/210706_Boys_dont_cry__1024x755.png" />
         <pubDate>2024-09-30 13:31:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3146246130</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kastil di tengah Danau</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3147258308</link>
         <description><![CDATA[<p>Kastil itu terlihat megah, sayang tidak semua bisa melihat nya. Kastil tersebut bukan sekedar kastil, kastil yang megah. Kastil yanh hanya menunjukan diri nya pada insan insan terpilih. Insan yang suci, namun buntu.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/547fe973f75d004615dd6bef22acb924/DALL_E_2024_10_14_19_36_21___A_view_from_above_showing_a_castle_in_the_middle_of_a_lake__resembling_a_crater_lake__The_scene_is_from_a_high_point__looking_down_at_the_circular_lak.webp" />
         <pubDate>2024-09-30 23:50:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3147258308</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembunuh Tengil</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3147646680</link>
         <description><![CDATA[<p>Di suatu kota di Eropa, terdapat kasus pembunuhan yang terjadi dalam waktu kurang dari 1 minggu. Kepolisian bingung karena semua korban nya merupakan terduga pelaku kejahatan yang lebih besar. Ia selalu meninggalkan korban nya secara terbuka dengan kondisi yang mengerikan dihadapan umum.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-01 06:13:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3147646680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anak yang Pupus Harapan nya akan Dunia</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3147652476</link>
         <description><![CDATA[<p>Ia seorang anak yang ceria, berprestasi, dan mempunyai mimpi besar. Tibalah hari itu, hari dimana tak ada yang menyangka. Dia tertabrak mobil hingga badan nya remuk, kaki nya hancur, mata nya buta, dan kesulitan berbicara. Tetapi ia masih hidup. Hari demi hari ia semakin terpuruk karena kondisi nya. Ia khawatir akan masa depan nya. Ia menghabiskan waktunya dengan melukis, menulis, dan berdoa. Malam itu ia sudah tak kuat. Ia termakan pikiran nya sendiri dan ingin melepas semua beban nya selama ini. Ia mempercepat kematian nya sendiri diiringi suara misscall dari teman yang sebelum nya ia telfon.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/e1fda75ac439b6ccd7b0f3b5568193b8/Screenshot_2024_10_05_162115.png" />
         <pubDate>2024-10-01 06:18:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3147652476</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penyiksaan Keji</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3147672004</link>
         <description><![CDATA[<p>X, seorang yang merupakan pasien dari RSJ. Suatu hari ketika ia bebas ia mendapatkan suruhan untuk mencari seorang pembunuh dan penjahat perang. Awal nya ia tak mau, pada akhirnya ia mengiyakan. Ia bertemu dan pada akhir nya menyekap nya. Ia mengintrogasi nya dan bertanya "apa saja yang sudah ia(pembunuh) lakukan"? Mendengar hal keji seperti itu, ia tak tahan. Ia mulai menutup mata nya, mencabuti gigi dan kuku nya satu persatu, hingga semua anggota tubuh yang bisa dipisahkan telah terpisah. Lalu sisa tubuh pembunuh itu ia bakar, "Belum mati dia seperti nya" ucap X sambil berjalan keluar gedung.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-01 06:33:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3147672004</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kanker</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3151086979</link>
         <description><![CDATA[<p>Nenma, anak remaja yang mempunyai banyak mimpi. Ia memiliki nilai baik, fisik bagus, dan otak cerdas. Akan tetapi ia menyembunyikan suatu rahasia, ia sudah sejak lama berjuang melawan kanker stadium 4. Hari itu ia mendapatkan kekecewaan di sekolah. Ia rasa hal itu membuat frustasi, tapi ia tahu ajal nya semakin dekat. Sebelum kematian nya ia menuliskan surat yang kemudian ia kirimkan ke orang terkasih nyal.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/b1cedb3f87e7a11ab9079294f5cb8b7b/images__4_.jpeg" />
         <pubDate>2024-10-02 23:43:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3151086979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kecelakaan Kerja</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3154478461</link>
         <description><![CDATA[<p>Saxo, seorang pria tua yang memiliki hidup seperti banyak orang, hidup nya disibukan oleh pekerjaan. Seperti banyak orang, pekerjaan kantoran dan pabrik ia jalani setiap hari. Hari minggu merupakan satu satu nya hari libur nya. Sabtu malam sebelum hari minggu, ia bekerja agak lembur, memang biasa. Karena ia sedang sedikit mengantuk, kecelakan pun terjadi. Jari tengah nya terpotong oleh alat berkarat yang sedang digunakan. "Mungkin hanya luka kecil" pikirnya. Sepulangnya dari tempat kerja itu, ia mulai merasa pusing, dan tak enak badan. Hari minggu ia jalani dengan keadan tubuh yang sangat tidak stabil. Senin tiba, ia kembali bekerja. Tiba tiba pada saat bekerja dengan mesin itu lagi, ia terjatuh, dan tidak pernah terbangun lagi. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/ffaab19a72b2326771e938f662fa76b1/F0203525.jpg" />
         <pubDate>2024-10-05 09:16:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3154478461</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pemuja Pohon</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3155402538</link>
         <description><![CDATA[<p>Oleh para orang itu, pohon di tengah gunung itu dirahasiakan keberadaan nya. Kata mereka jika ada yang mengusik pohon itu, akan terjadi bencana yang besar kepada desa. Para anak anak itu tak percaya akan cerita itu, sampai akhirnya mereka melihat kelompok itu menari-nari di sekeliling pohon pada tanggal 7 di setiap bulan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-06 13:57:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3155402538</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menjanjikan &quot;Surga&quot;?</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3155817841</link>
         <description><![CDATA[<p>Dini hari aku terbangun, seakan ada suara yang menyuruhku untuk keluar. Entah kemana, aku mengikuti suara itu. Aku tiba di ujung pemukiman penduduk, depan hutan lebat. Aku melihat nya, sosok gadis rambut panjang yang terlihat lesu. Ia mulai berbicara yang membuat ku sedikiy bergetar. "Kau, ikut lah dengan ku". "Kemana dan untuk apa?" Ujar ku. "Kau menginginkan "surga" bukan?". Aku kaget, apa surga yang dimaksudkan. Dengan penuh keraguan akupun mengikuti nya ketengah hutan sampai air terjun.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1756581256/287b583cd270dd70f0c9e8be04ce9145/DALL_E_2024_10_15_13_37_31___Point_of_view_from_a_young_boy_looking_at_a_girl_who_is_reaching_out_her_hand_toward_him__The_girl_is_surrounded_by_a_bright__mystical_blue_light__whi.webp" />
         <pubDate>2024-10-06 23:52:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3155817841</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tokoh</title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3167507134</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Aqua : Seorang remaja perempuan yang 7 tahun lalu mengalami kecelakaan yang membuat ia tak bisa berjalan lagi. Itu membuat nya frustasi untuk mencapai mimpinya. Tujuan : Mewujudkan impiannya. Rintangan : Ketidakpercayaan diri karena fisiknya.</p><p><br/></p></li><li><p>Wirtz : Teman yang Aqua tidak sadari selalu bersama nya dari kecil. Tujuan : Ingin sukses dan melanjutkan jejak kakeknya. Tantangan : Rasa kepedulian nya akan kondisi Aqua.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Tokoh pendukung : </p><p>Pustakawan, ibu, ayah, warga</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 04:46:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3167507134</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>faiqathoillah12</author>
         <link>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3167516255</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1Q_otg8xiDupYGfgscKYcKB5ePgdJzVbHSDVWZzBbUhM/edit?usp=sharing">https://docs.google.com/document/d/1Q_otg8xiDupYGfgscKYcKB5ePgdJzVbHSDVWZzBbUhM/edit?usp=sharing</a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1Q_otg8xiDupYGfgscKYcKB5ePgdJzVbHSDVWZzBbUhM/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2024-10-14 04:51:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/faiqathoillah12/2hc4s4dq0vdpcipy/wish/3167516255</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
