<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?  
2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?
3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?  
4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?  
5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?   by NOLIA NOLIA</title>
      <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7</link>
      <description>Posting respons Anda ke topik diskusi dengan mengklik tombol plus di bawah ini.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-02 11:28:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-04 04:49:24 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566592036</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>biasanya dalam merencanakan pembelajaran saya membuat tujuan pembelajaran aktivitas pembelajaran dan penilaian yang dituangkan dalam RPP</p></li><li><p>berkesadaran,menggembirakan,bermakna, serta mengandung pengalaman belajar yang membuat siswa memahami,mengaplikasikan dan merefleksi</p></li><li><p>untuk strategi sudah mendorong siswa berpikir kritis kreatif dan mendalam</p></li><li><p>sebagai subjek belajar,sebagai mitra belajar, bisa juga sebagai pengambil keputusan,</p></li><li><p>tantangannya yaitu bagaimana menjadikan konten pembelajaran dikemas menjadi menarik,sehingga pembelajaran tersebut  mengandung prinsip berkesadaran, bermakna dan menggembirakan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305767428/cf945fb283143bd6950fbbb9253f8bcb/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_16_04.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:26:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566592036</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566599318</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan pembelajaran sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan strategi dan media yang tersedia </p></li><li><p>Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan.</p></li><li><p>Penggunaan strategi yang sudah saya gunakan selama ini belum sepenuhnya efektif untuk mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan mendalam.</p></li><li><p>Proses pembelajaran berpusat pada peserta didik.</p></li><li><p>Penguasaan Pembelajaran Mendalam yang belum maksimal, dan pada umumnya Pola Berpikir Tetap.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305784571/6d76989a9d0a585bc323af657dcac917/IMG_20240616_092625.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:32:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566599318</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>jumi03</author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566600646</link>
         <description><![CDATA[<p>Jumi</p><ol><li><p>Membuat modul ajar atau RPP</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan yaitu berkesadaran,bermakna, dan menggembirakan</p></li><li><p>Sudah jika menerapkan 3 prinsip pembelajaran mendalam</p></li><li><p>Sebagai pusat pembelajar</p></li><li><p>Keterbatasan alokasi waktu</p></li></ol><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1863420042/490fefa52ec2f7cde28123c3d005b0d7/IMG20250416120748.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:33:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566600646</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566601618</link>
         <description><![CDATA[<p>ISMI ERMI YANTI,S.Pd.SD</p><p>1.	Perencanaan pembelajaran di kelas biasanya dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang jelas, kemudian menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa. Setelah itu, guru akan menyusun materi, memilih metode dan media pembelajaran, serta merancang kegiatan yang menarik dan bervariasi untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah terakhir adalah menentukan cara penilaian dan menyiapkan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran</p><p>2.	dua prinsip utama dalam merancang pembelajaran adalah menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, serta memperhatikan karakteristik peserta didik. Prinsip pertama memastikan rancangan pembelajaran memiliki arah yang jelas dan dapat diukur, sedangkan prinsip kedua memastikan pembelajaran relevan, personal, dan efektif bagi setiap siswa dengan mempertimbangkan kebutuhan, gaya belajar, dan keunikan mereka. </p><p>3.	Untuk memastikan strategi mendorong berpikir kritis, kreatif, dan mendalam, Anda dapat menerapkan tiga hal: pertama, berikan pertanyaan terbuka dan studi kasus untuk mendorong analisis dan pemecahan masalah. Kedua, ciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi dan diskusi melalui proyek, debat, serta kebebasan berekspresi. Ketiga, dorong refleksi diri agar siswa dapat mengevaluasi proses berpikir dan pemahaman mereka secara lebih mendalam. </p><p>4.	Murid diposisikan sebagai pusat dari proses belajar atau subjek aktif, bukan hanya sebagai penerima informasi. Ini berarti guru bertindak sebagai fasilitator yang memandu dan mendukung, sedangkan murid secara aktif berpartisipasi, berpikir kritis, mengembangkan potensi diri, dan menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka. </p><p>5.	Lima tantangan utama dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan meliputi heterogenitas kebutuhan belajar siswa, keterbatasan sumber daya dan waktu, kurikulum yang kaku, kesulitan melakukan penilaian yang tepat, serta keterbatasan kompetensi dan pelatihan guru dalam menguasai pedagogi inovatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305849262/d850d5f199f7d51ce679b9cc215db173/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_29_35.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:34:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566601618</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>JesikaGustiana</author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566601815</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Perencanaan pembelajaran biasanya diawali dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran sesuai CP, menganalisis kebutuhan belajar murid, pengetahuan awal murid, dan asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran semuanya disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran/ Modul Ajar.</p></li><li><p>3 Prinsip dalam pembelajaran mendalam yaitu, berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.</p></li><li><p>Belum sepenuhnya efektif. </p></li><li><p>Murid dijadikan sebagai pusat pembelalajaran.</p></li><li><p>Tantangan yang mungkin akan dihadapi adalah minimnya kesadaran belajar (mindful learning) pada sebagian besar siswa, dan rasa malas saya sendiri sebagai guru untuk keluar zari zona nyaman. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1905616691/089eee692d944fc9679282da96ea154a/IMG_20250121_083603_645_1630891203.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:34:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566601815</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566602576</link>
         <description><![CDATA[<p>SUPRIYANTO :</p><p>1.	Perencanaan pembelajaran di kelas biasanya dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang jelas, kemudian menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa. Setelah itu, guru akan menyusun materi, memilih metode dan media pembelajaran, serta merancang kegiatan yang menarik dan bervariasi untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah terakhir adalah menentukan cara penilaian dan menyiapkan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran</p><p>2.	dua prinsip utama dalam merancang pembelajaran adalah menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, serta memperhatikan karakteristik peserta didik. Prinsip pertama memastikan rancangan pembelajaran memiliki arah yang jelas dan dapat diukur, sedangkan prinsip kedua memastikan pembelajaran relevan, personal, dan efektif bagi setiap siswa dengan mempertimbangkan kebutuhan, gaya belajar, dan keunikan mereka. </p><p>3.	Untuk memastikan strategi mendorong berpikir kritis, kreatif, dan mendalam, Anda dapat menerapkan tiga hal: pertama, berikan pertanyaan terbuka dan studi kasus untuk mendorong analisis dan pemecahan masalah. Kedua, ciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi dan diskusi melalui proyek, debat, serta kebebasan berekspresi. Ketiga, dorong refleksi diri agar siswa dapat mengevaluasi proses berpikir dan pemahaman mereka secara lebih mendalam. </p><p>4.	Murid diposisikan sebagai pusat dari proses belajar atau subjek aktif, bukan hanya sebagai penerima informasi. Ini berarti guru bertindak sebagai fasilitator yang memandu dan mendukung, sedangkan murid secara aktif berpartisipasi, berpikir kritis, mengembangkan potensi diri, dan menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka. </p><p>5.	Lima tantangan utama dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan meliputi heterogenitas kebutuhan belajar siswa, keterbatasan sumber daya dan waktu, kurikulum yang kaku, kesulitan melakukan penilaian yang tepat, serta keterbatasan kompetensi dan pelatihan guru dalam menguasai pedagogi inovatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305822890/e953055de3689eba8fb73b52ef9fcdad/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_30_32.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:35:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566602576</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566603113</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>&nbsp;</strong></p><p>NESA KA ALFIA</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perencanaan pembelajaran di kelas biasanya dimulai dengan&nbsp;mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang jelas, kemudian menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa.&nbsp;Setelah itu, guru akan menyusun materi, memilih metode dan media pembelajaran, serta merancang kegiatan yang menarik dan bervariasi untuk mencapai tujuan tersebut.&nbsp;Langkah terakhir adalah menentukan cara penilaian dan menyiapkan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; dua prinsip utama dalam merancang pembelajaran adalah&nbsp;menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, serta memperhatikan karakteristik peserta didik.&nbsp;Prinsip pertama memastikan rancangan pembelajaran memiliki arah yang jelas dan dapat diukur, sedangkan prinsip kedua memastikan pembelajaran relevan, personal, dan efektif bagi setiap siswa dengan mempertimbangkan kebutuhan, gaya belajar, dan keunikan mereka.&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Untuk memastikan strategi mendorong berpikir kritis, kreatif, dan mendalam, Anda dapat menerapkan tiga hal: pertama,&nbsp;berikan pertanyaan terbuka dan studi kasus untuk mendorong analisis dan pemecahan masalah.&nbsp;Kedua, ciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi dan diskusi melalui proyek, debat, serta kebebasan berekspresi.&nbsp;Ketiga, dorong refleksi diri agar siswa dapat mengevaluasi proses berpikir dan pemahaman mereka secara lebih mendalam.&nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Murid diposisikan&nbsp;sebagai pusat dari proses belajar atau subjek aktif, bukan hanya sebagai penerima informasi.&nbsp;Ini berarti guru bertindak sebagai fasilitator yang memandu dan mendukung, sedangkan murid secara aktif berpartisipasi, berpikir kritis, mengembangkan potensi diri, dan menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka.&nbsp;</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Lima tantangan utama dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan meliputi&nbsp;heterogenitas kebutuhan belajar siswa, keterbatasan sumber daya dan waktu, kurikulum yang kaku, kesulitan melakukan penilaian yang tepat, serta keterbatasan kompetensi dan pelatihan guru dalam menguasai pedagogi inovatif.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305852321/b754c1cb2c1d0844d75d558ec5910877/foto_bersama_siswa.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:35:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566603113</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566607093</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pertama-tama saya akan mencari CP yang terkait dengan materi pelajaran kemudian saya akan menentukan tujuan pembelajaran apa saja yang akan saya ampuh. selanjutnya saya akan merancang kegiatan-kegiatan pembelajaran apa saja yang akan saya lakukan sesuai dengan tujuan pembelajaran dengan menerapkan prinsip PM melalui tahapan pada PM dengan memperhatikan kerangka Pembelajaran Mendalam.</p></li><li><p>Pinsip PM yaitu  : berkesadaran, bermakna, dan Menggembirakan</p></li><li><p>Sudah, karena jika menerapkan prinsip dan tahapan pembelajaran mendalam.</p></li><li><p>Murid dijadikan pusat dari proses pembelajaran berlangsung sehingga pembelajaran itu menjadi pembelajaran yang bermakna bagi murid.</p></li><li><p>Keterbatasan waktu dan pengondisian lingkungan kelas yang kondusif.</p></li><li><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305769584/fb7905ec6d8bdb088ae5b45833199965/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_24_54.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:39:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566607093</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566609460</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>biasanya saya merencanakan pembelajaran di kelas dengan pertama mengetahui CP terkait dengan materi yang akan di pelajari, kemudian membuat tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, setelah itu membuat aktivitas pembelajaran serta asesmen pembelajaran.</p></li><li><p>prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran adalah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.</p></li><li><p>sudah</p></li><li><p>murid dijadikan sebagai pusat dari proses belajar berlangsung sehingga pembelajaran itu menjadi pembelajaran yang bermakna bagi murid</p></li><li><p>keterbatasan waktu dan pengkondisian lingkungan kelas yang kondusif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305798613/d7a2c38e52c508bbe767b4af1a77af8d/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_24_29.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:41:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566609460</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>novia8132</author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566610687</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menyusun kegiatan pembelajaran yang ingin disampaikan menggunakan media yang mereka sukai sesuai dengan tujuan pembelajaran.</p></li><li><p>Prinsip yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.</p></li><li><p>Penggunaan strategi yang saya gunakan selama ini belum sepenuhnya efektif bagi sebagian siswa.</p></li><li><p>Saya selalu mempossisikan diri saya sebagai siswa. Saya memberikan kegiatan pembelajaran yang mereka sukai dan maknai.</p></li><li><p>Tantangan yang saya hadapi yaitu ketika menerapkan pembelajaran yang berkesadaran, menggembirakan dan bermakna selalu ada siswa yang kurang paham dengan materi yang disampaikan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2390927618/2f58af96d1427f231b39c1c46923674c/FOTO_ANAK_ANAK.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:42:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566610687</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566610698</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Biasanya, kita merencanakan pembelajaran dengan mengikuti CP yang terbaru No 46  menggunakan model diferensiasi atau pembelajaran berbasis proyek dengan pembelajaran berbasis mendalam</p><p><br/></p><p>2.    </p><p>Berorentasi pada murid mempertimbangkan kebutuhan, minat, dan gaya belajar murid</p><p><br/></p><p>Aktif dan persuasif mendorong keterlibatan aktif murid</p><p><br/></p><p>Kontektual dan beramkna mengaitkan materi dengan kehidupan nyata</p><p><br/></p><p>3.</p><p>Strategi seperti pertanyaan pemantik, diskusi kelompok dan proyek dan repleksi sangat membantu dalam mendorong pemikiran tingkat tinggi.</p><p><br/></p><p>4.</p><p>Murid mulai diposisikan sebagai subjek pembelajaran , bukan hanya penerima materi. Kita memberi ruang kepada mereka untuk menjelajah, mencoba, bertanya dan merefleksikan</p><p><br/></p><p>5.</p><p>waktu terbatas</p><p>kemampuan atau kesiapan awal siswa beda-beda</p><p>cara pikir atau cara pandang yang belum berubah baik guru maupun siswa </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305804086/d95c8e5bd75950bffd2fb84908a96116/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_24_56.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:42:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566610698</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566611589</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menyusun Rencana Pembelajaran terlebih dahulu lalu, menyediakan media dan asesmen</p></li><li><p>Prinsip berkesadran,bermakna, dan menggembirakan</p></li><li><p>sudah</p></li><li><p>Siswa diupayakan aktif dan berpikir kritis</p></li><li><p>Peserta didik dalam satu kelas mempu nyai minat, kemampuan, pengalaman belajar, dan kondidi emosional yang sangat beragam.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305821852/15fc78bf0f1efe4392525d88fa6499b4/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_28_45_7d66976a.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:42:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566611589</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566611590</link>
         <description><![CDATA[<p>1.	Perencanaan pembelajaran di kelas biasanya dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang jelas, kemudian menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa. Setelah itu, guru akan menyusun materi, memilih metode dan media pembelajaran, serta merancang kegiatan yang menarik dan bervariasi untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah terakhir adalah menentukan cara penilaian dan menyiapkan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran</p><p>2.	prinsip utama dalam merancang pembelajaran adalah menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, serta memperhatikan karakteristik peserta didik. Prinsip pertama memastikan rancangan pembelajaran memiliki arah yang jelas dan dapat diukur, sedangkan prinsip kedua memastikan pembelajaran relevan, personal, dan efektif bagi setiap siswa dengan mempertimbangkan kebutuhan, gaya belajar, dan keunikan mereka. </p><p>3.	Untuk memastikan strategi mendorong berpikir kritis, kreatif, dan mendalam, Anda dapat menerapkan tiga hal: pertama, berikan pertanyaan terbuka dan studi kasus untuk mendorong analisis dan pemecahan masalah. Kedua, ciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi dan diskusi melalui proyek, debat, serta kebebasan berekspresi. Ketiga, dorong refleksi diri agar siswa dapat mengevaluasi proses berpikir dan pemahaman mereka secara lebih mendalam. </p><p>4.	Murid diposisikan sebagai pusat dari proses belajar atau subjek aktif, bukan hanya sebagai penerima informasi. Ini berarti guru bertindak sebagai fasilitator yang memandu dan mendukung, sedangkan murid secara aktif berpartisipasi, berpikir kritis, mengembangkan potensi diri, dan menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka. </p><p>5.	Lima tantangan utama dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan meliputi heterogenitas kebutuhan belajar siswa, keterbatasan sumber daya dan waktu, kurikulum yang kaku, kesulitan melakukan penilaian yang tepat, serta keterbatasan kompetensi dan pelatihan guru dalam menguasai pedagogi inovatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305818687/1957121ae230b6576dc804d769ddd35e/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_37_04.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:42:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566611590</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566611956</link>
         <description><![CDATA[<p>Rika Riswanti</p><ol><li><p>Dengan membuat Modul ajar dan perencanaan Pembelajaran</p></li><li><p>Berkesadaran,bermakna dan mengembirakan</p></li><li><p>Strategi yang saya gunakan masih belum sesuai prinsip dan pengalaman belajar yang sesuai dengan pembelajaran mendalam</p></li><li><p>Dengan menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid</p></li><li><p>Tantangannya adalah pada diri sendiri,untuk memposisikan diri untuk selalu memiliki Pola pikir bertumbuh serta keterbatasan waktu </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305835533/8a84c295bd2ebbde3ac723cd40d62e89/WhatsApp_Image_2025_08_01_at_08_19_48.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:43:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566611956</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566612302</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Dengan merancang pembelajaran berbasis kompetensi dan kebutuhan murid, berfokus pada big ideas serta pertanyaan pemantik agar murid bisa berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.</p><p><br/></p><p> 2. ■Berkesadaran: guru menyadari tujuan utama pembelajaran bukan sekadar menuntaskan materi, tetapi menumbuhkan pemahaman dan karakter murid.</p><p>■Bermakna: pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata agar mudah dipahami dan relevan.</p><p>■menggembirakan: menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, penuh keterlibatan aktif, dan apresiasi</p><p><br/></p><p>3. Strategi yang digunakan diarahkan pada inkuiri, diskusi reflektif, pembelajaran berbasis proyek, dan kolaborasi. Dengan begitu, murid tidak hanya menghafal, tetapi juga menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.</p><p><br/></p><p>4.  Murid diposisikan sebagai subjek utama (student-centered), bukan sekadar penerima informasi. Murid didorong aktif mencari, menemukan, mendiskusikan, serta merefleksi hasil belajarnya sendiri.</p><p><br/></p><p>5.ebiasaan lama yang masih berfokus pada tes hasil akhir (assessment of learning), bukan proses.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305881922/c3698dd8ab372305ae1aa6990ea10f79/IMG_20250903_WA0079.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:43:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566612302</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566614281</link>
         <description><![CDATA[<p>Bima Oktafyan PG</p><ol><li><p>Sebelum merencanakan pembelajaran dikelas saya melakukan observasi untuk mengetahui kebutuhan siswa ,kemudian di susun dalam modul ajar  yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku</p></li><li><p>prinsip yang digunakan dalam menyusun pembelajaran saya menggunakan  prinsip bermakna ,berkesadaran dan menggembirakan , agar siswa lebih tertarik melaksanakan pembelajaran saya lebih menekankan poin menggembirakan</p></li><li><p>strategi yang digunakan dalam pembelajaran biasnya saya menggunakan PJBL atau PBL disesuaikan dengan pendekatan belajar lainnya</p></li><li><p>kita bisa memposisikan murid dalam belajar dengan menggunakan trilogi pendidikan</p></li><li><p>tantangan dalam merancang pembelajaran sering kali agar pembelajaran lebih bermakna dan berkesadaran bagi peserta didik agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305760845/69d5b9061c4b0d94b140477eff7fd642/32d06d35_8995_43e7_9050_497d923599cb.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:45:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566614281</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yusiarti51</author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566614934</link>
         <description><![CDATA[<p>Yusiarti</p><ol><li><p>Perencanaan pembelajaran dikelas harus menentukan tujuan pembelajaran yang spesifik, kemudian menganalisi kebutuhan serta karekteristik siswa untuk memenuhi  materi dan metode pembelajaran yang sesuai.</p></li><li><p>Prinsip yang di gunakan pada saat pembelajaran prinsip yang berpusat pada peserta didik, kejelasan tujuan pembelajaran, penilaian dan refleksi, lingkungan belajar yang mendukung, pembelajaran yang bermakna dan relevan.</p></li><li><p>strategi untuk berpikir kritis</p></li><li><p>murid dijadikan sebagai pusat dari proses belajar berlangsung, sehingga pembelajaran itu bisa lebih bermakna.</p></li><li><p>waktu terbatas, da pengondisian kelas yang kondusif</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305831115/697685364ce21d8ff252f4e188d5865a/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_33_39_9b64d729.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:45:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566614934</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566615233</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan pembelajaran dikelas dengan melihat tujuan pembelajaran,karakteristik anak dan media pembelajaran yang tersedia.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan paling utama yaitu menggembirakan, supaya anak anak merasa tertarik dengan kegiatan pembelajaran yang diberikan.</p></li><li><p>Sudah, karena prinsip menggembirakan sudah termasuk dalam strategi pembelajaran mendalam.</p></li><li><p>Murid diposisikan sebagai pusat dari proses belajar atau subjek aktif, bukan hanya sebagai penerima informasi. Ini berarti guru bertindak sebagai fasilitator yang memandu dan mendukung, sedangkan murid secara aktif berpartisipasi, berpikir kritis, mengembangkan potensi diri, dan menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka. </p></li><li><p>Lima tantangan utama dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan meliputi heterogenitas kebutuhan belajar siswa, keterbatasan sumber daya dan waktu, kurikulum yang kaku, kesulitan melakukan penilaian yang tepat, serta keterbatasan kompetensi dan pelatihan guru dalam menguasai pedagogi inovatif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305881804/7444282659faa61544e17afb580806cd/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_40_03.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:45:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566615233</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566615530</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan pembelajaran dikelas dengan melihat tujuan pembelajaran,karakteristik anak dan media pembelajaran yang tersedia.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan paling utama yaitu menggembirakan, supaya anak anak merasa tertarik dengan kegiatan pembelajaran yang diberikan.</p></li><li><p>Sudah, karena prinsip menggembirakan sudah termasuk dalam strategi pembelajaran mendalam.</p></li><li><p>Murid diposisikan sebagai pusat dari proses belajar atau subjek aktif, bukan hanya sebagai penerima informasi. Ini berarti guru bertindak sebagai fasilitator yang memandu dan mendukung, sedangkan murid secara aktif berpartisipasi, berpikir kritis, mengembangkan potensi diri, dan menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka. </p></li><li><p>Lima tantangan utama dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan meliputi heterogenitas kebutuhan belajar siswa, keterbatasan sumber daya dan waktu, kurikulum yang kaku, kesulitan melakukan penilaian yang tepat, serta keterbatasan kompetensi dan pelatihan guru dalam menguasai pedagogi inovatif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305815901/873550b7ea51cfca73a61c7f6bd8333b/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_31_37.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:46:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566615530</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566616600</link>
         <description><![CDATA[<p>Nurul Jum'ati</p><ol><li><p>Perencanaan pembelajaran di kelas </p><p>biasanya di mulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang jelas, kemudian menganalisis kebutuhan dan karateristik siswa,setelah itu baru memilih materi dan metode pembelajaran,, selanjutnya saya akan merancang pembelajaranserta mengembangkan metode penilaian yang sesuai</p></li><li><p>Prinsip yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan </p></li><li><p>sudah</p></li><li><p>murid di posisikan sebagai subjek pembelajaran, bukan hanya penerima materi,, saya memberikan kegiatan yang menarik minat anak</p></li><li><p>kemampuan anak yang berbeda- beda</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305782111/4cb09beca6ca86930d9eaac390577c4a/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_33_01.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:47:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566616600</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>vinalistiani171</author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566617014</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dengan membuat modul ajar yang berpusat pada peserta didik  </p></li><li><p>prinsip yang digunakan adalah berpusat pada peserta didik</p></li><li><p>strategi yang digunakan kejelasan dengan tujuan pembelajaran </p></li><li><p>memposisikan murid untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran</p></li><li><p>kesiapan guru dan kesiapan murid</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305842234/26c943fe4b082fe89bf9f5628a818d6b/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_44_10.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:47:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566617014</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566617996</link>
         <description><![CDATA[<p>1.menentukan tujuan pembelajaran,menganalis kebutuhan serta karakteristik siswa untuk memilih materi dan metode yang digunakan.</p><p>2.prinsip pembelajaran mendalam berpusat pada anak</p><p>3.strategi yang digunakan berbasis inkuiri,proyek,masalah dan kolaboratif</p><p>4.berpusat pada anak </p><p>5.tantangan yang dihadapi ketidak konsistenan anak terhadap pemebelajaran yang diterapkan di sekolah dan pembelajaran yang diajarkan dirumah</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305799989/6a78fdc290b087f47b1f1c31da97d677/foto_kelas_1_melly.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:48:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566617996</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566618252</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dengan memilih materi pembelajaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa</p></li><li><p>Prinsip berkesadaran ,bermakna dan ,menggembirakan</p></li><li><p>Strategi dengan pertanyaan pemantik, diskusi kelompok dan produk</p></li><li><p>Murid sebagai pusat dari proses pembelajaran . Memberikan lesempatan kepada siswa untuk selalu berpikir kritis</p></li><li><p>Masih  terfokus pasa tes hasil akhir bukan pada proses pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305804850/c5d67dc48bebcfac50b876bba0f72e40/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_37_31.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:48:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566618252</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566619487</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Menentukan tujuan pembelajaran,menganalisis,menyusun materi,memilih media dan alat yang sesuai,dan evaluasi.</p><p>2.Kejelasan tujuan yang berpusat pada sisswa,integrasi teori pembelajaran dengan standar Nasional.</p><p>3.Sudah</p><p>4.Sebagai subjek utama yang aktif.</p><p>5.Sebagai subjek aktif yang perlu menghadapi kesulitan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305803669/bd118faae20019fc17194ebe078ee6fc/c20021e3_c092_4f17_89f3_4c6ea6b4aba6.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:49:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566619487</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566619632</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>sebelum merencanakan pembelajaran di kelas saya membuat modul ajar terlebih dahulu,menganalisis kebutuhan peserta didik</p></li><li><p>prinsip yang saya gunakan adalah bermakna ,berkesadaran dan menggembirakan</p></li><li><p>sudah , karena prinsip yang digunakan sudah mencakup seluruh prinsip pembelajaran</p></li><li><p>murid di posisikan sebagai  subjek pembelajaran.</p></li><li><p>kemampuan anak-anak yang berbeda</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305843639/733174dfb7b9d76ff7beee73c0eca6ca/WhatsApp_Image_2024_10_24_at_15_03_23.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:49:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566619632</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566620211</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; menetapkan dan menganalisis tujuan pembelajaran, menganalisis karakteristik peserta didik, menyusun materi dan sumber belajar, memilih metode dan strategi pembelajaran, menentukan media dan alat pembelajaran, merancang rencana pembelajaran (rpp), menyusun instrumen penilaian dan evaluasi, melakukan refleksi dan penyesuaian, kolaborasi melalui lesson study (opsional)</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; bermakna, berkesadaran dan menggembirakn</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; pemilihan dan penggunaan metode, teknik, dan model pembelajaran yang sesuai, yang bisa berpusat pada guru (ekspositori) atau siswa (inkuiri), serta mencakup pengelolaan materi, waktu, dan lingkungan belajar.&nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebagai pusat belajar</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Karakterisktik siswa, teknologi, waktu dan kadang biaya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305906050/427cd45d6d2a851203cd421e90544c62/foto_paket_C.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:49:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566620211</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566620658</link>
         <description><![CDATA[<p>Astuti</p><ol><li><p>Dengan membuat modul Ajar dan RPP dengan cara mengidentifikasi tujuan pembelajaran, kemudian menganalisis kebutuhan siswa, lalu guru akan menyusun materi, memilih metode dan dan media pembelajaran serta merancang kegiatan yang menarik untuk mencapai tujuan tersebut.</p></li><li><p>prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran adalah BBM (berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)</p></li><li><p>strategi seperti pertanyaan pematik, diskusi kelompok dan proyek dan refleksi untuk mendorong siswa berfikir kritis</p></li><li><p>murid di posisikan sebagai pusat dari proses belajar atau subjek aktif, bukan hanya penerima materi, saya berusaha memberkan materi yang menarik minak anak</p></li><li><p>tantangan yang di hadapi ketidak konsistenan anak terhadap pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305841064/7655ebcf46b17c6fb8cb9525ebb0114d/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_15_34_16_74fa4afa.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:50:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566620658</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566622356</link>
         <description><![CDATA[<p>NENI LESTARI :</p><ol><li><p> Mengidentifikasi kompetensi yang ingin dicapai oleh murid setelah proses pembelajaran</p></li><li><p>Prinsip pembelajaran yang aktif, berpusat pada murid yaitu bermakna, berkesadaran, menggembirakan</p></li><li><p> strategi pembelajaran mendalam sudah digunakan namun terkadang belum efektif</p></li><li><p> Guru memposisikan murid sebagai pelaku aktif dan pusat pembelajaran</p></li><li><p>Tantangannya adalah keberagaman karakter dan kemampuan siswa yang berbeda</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305862108/011fe4df4a0ca55a66e0de2fe349f03b/FOTO_KAN_ANAK.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 08:51:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566622356</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566650283</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Perencanaan pembelajaran seringkali dimulai dengan identifikasi <strong>tujuan pembelajaran</strong> yang jelas, yang ingin dicapai siswa. Setelah itu, guru menentukan <strong>konten</strong> atau materi yang akan disampaikan dan memilih <strong>metode dan strategi</strong> pengajaran yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini juga mencakup pemilihan <strong>sumber daya</strong> dan <strong>media</strong> yang relevan, serta merancang <strong>asesmen</strong> untuk mengukur pemahaman siswa. Semua elemen ini disusun dalam sebuah <strong>rencana pembelajaran</strong> (seperti RPP atau Lesson Plan) yang berfungsi sebagai panduan bagi guru selama proses pembelajaran.</p></li><li><p>Dalam merancang pembelajaran, kita biasanya berpegang pada beberapa prinsip utama, seperti:</p><ul><li><p><strong>Pembelajaran Berpusat pada Murid:</strong> Menempatkan siswa sebagai subjek aktif, bukan objek pasif. Ini berarti pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan tingkat perkembangan mereka.</p></li><li><p><strong>Keterkaitan Kontekstual:</strong> Menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa. Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa bisa melihat relevansi materi dengan dunia di sekitar mereka.</p></li><li><p><strong>Kolaborasi dan Interaksi:</strong> Mendorong siswa untuk bekerja sama dan berinteraksi satu sama lain. Melalui diskusi dan proyek kelompok, siswa dapat belajar dari teman sebaya dan mengembangkan keterampilan sosial.</p></li><li><p><strong>Umpan Balik yang Konstruktif:</strong> Memberikan umpan balik yang membantu siswa memahami kekuatan dan kelemahan mereka. Umpan balik bukan hanya soal nilai, tetapi juga panduan untuk perbaikan.</p></li></ul></li><li><p>Strategi yang sudah saya gunakan untuk Mendorong Murid Berpikir Kritis, Kreatif, dan Mendalam</p><p><br></p><p>Untuk mendorong <strong>berpikir kritis</strong>, guru perlu merancang aktivitas yang menantang asumsi siswa. Contohnya, melalui <strong>diskusi Sokratik</strong> atau <strong>studi kasus</strong> yang mengharuskan mereka menganalisis masalah dari berbagai sudut pandang.</p><p>Agar <strong>berpikir kreatif</strong>, pembelajaran harus menyediakan ruang untuk eksplorasi ide. Strategi seperti <strong>proyek berbasis masalah (Project-Based Learning)</strong>, <strong>brainstorming</strong>, atau <strong>pembelajaran berbasis desain</strong> (design-based learning) memberikan kebebasan bagi siswa untuk menemukan solusi unik.</p><p>Sementara itu, untuk <strong>berpikir mendalam</strong>, guru bisa menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka (open-ended questions) yang mendorong siswa untuk melakukan riset, menghubungkan konsep-konsep yang berbeda, dan membangun pemahaman yang utuh.</p></li><li><p>Memposisikan Murid dalam Proses Belajar</p><p><br></p><p>Dalam proses ini, siswa diposisikan sebagai <strong>agen aktif</strong> atau <strong>pemilik pembelajaran</strong> mereka sendiri (agent of their own learning). Mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga <strong>mencari tahu</strong>, <strong>menghubungkan</strong>, dan <strong>menciptakan</strong>. Guru berperan sebagai <strong>fasilitator</strong> atau <strong>pemandu</strong> (guide on the side) yang mendukung proses ini, bukan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan (sage on the stage). Posisi ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemandirian, rasa ingin tahu, dan kemampuan untuk belajar seumur hidup.</p></li><li><p>Tantangan utama dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan meliputi:</p><ul><li><p><strong>Keterbatasan waktu dan sumber daya:</strong> Guru seringkali memiliki jadwal yang padat dan akses yang terbatas terhadap sumber daya yang inovatif.</p></li><li><p><strong>Asesmen yang terstandar:</strong> Sistem penilaian yang berfokus pada tes formatif seringkali membatasi ruang untuk eksplorasi dan kreativitas.</p></li><li><p><strong>Menyesuaikan dengan beragam kebutuhan siswa:</strong> Setiap siswa memiliki gaya belajar, minat, dan kecepatan yang berbeda. Merancang satu pembelajaran yang sesuai untuk semua adalah tantangan besar.</p></li><li><p><strong>Kurangnya dukungan dan pelatihan:</strong> Tidak semua guru memiliki akses ke pelatihan dan bimbingan yang memadai untuk menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif.</p></li></ul><p>Meskipun tantangan ini nyata, terus berinovasi dan berkolaborasi dengan sesama pendidik dapat membantu kita menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan menginspirasi bagi siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4306016036/34583fc68304ba2b9871e40ca4425fed/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_16_18_47.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 09:15:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566650283</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566829735</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p><br/></p><p>Kita biasanya merencanakan pembelajaran dengan berfokus pada <strong>materi</strong> dan <strong>tujuan pembelajaran</strong> yang ada di kurikulum. Penekanan utama adalah apa yang akan diajarkan dan bagaimana materi tersebut disampaikan (misalnya, dengan ceramah atau penugasan).</p><p><br/></p><p>2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p><br/></p><p>Kita menggunakan prinsip <strong>kesesuaian dengan kurikulum</strong>, <strong>berorientasi pada konten</strong>, dan memastikan <strong>tujuan yang jelas</strong> tercapai.</p><p><br/></p><p>3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</p><p><br/></p><p>Belum sepenuhnya. Strategi tradisional seringkali efektif untuk menyampaikan informasi, tetapi kurang mendorong siswa untuk <strong>menganalisis</strong>, <strong>menciptakan</strong>, atau <strong>menghubungkan</strong> materi dengan kehidupan nyata.</p><p><br/></p><p>4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</p><p><br/></p><p>Secara tradisional, <strong>guru adalah pusat</strong> pengetahuan dan <strong>murid adalah penerima pasif</strong>. Dalam Pembelajaran Mendalam, peran ini bergeser menjadi <strong>guru sebagai fasilitator</strong> dan <strong>murid sebagai pembelajar aktif</strong>.</p><p><br/></p><p>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</p><p><br/></p><p>Tantangannya meliputi <strong>waktu yang terbatas</strong>, <strong>kurikulum yang padat</strong>, <strong>keterbatasan sumber daya</strong>, dan kebiasaan dengan <strong>metode lama</strong>.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4306701811/3b26f1c2ee5f509487fe9bd949540f99/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_18_59_32.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 12:08:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566829735</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566830109</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong><br>Biasanya perencanaan dimulai dari analisis kebutuhan dan karakteristik murid, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan capaian kurikulum. Selanjutnya, guru menyiapkan alur pembelajaran, metode, media, serta asesmen yang akan digunakan. Perencanaan juga mempertimbangkan diferensiasi, agar setiap murid mendapat kesempatan belajar sesuai kemampuan dan minatnya.</p><p><strong>2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong><br>Prinsip yang digunakan antara lain:</p><ul><li><p><strong>Berpusat pada murid</strong>: memperhatikan kebutuhan, minat, dan gaya belajar.</p></li><li><p><strong>Kontekstual</strong>: mengaitkan materi dengan kehidupan nyata murid.</p></li><li><p><strong>Aktif dan kolaboratif</strong>: memberi ruang murid untuk berinteraksi, berdiskusi, dan memecahkan masalah.</p></li><li><p><strong>Reflektif</strong>: mendorong murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahamannya sendiri.</p></li><li><p><strong>Inklusif</strong>: memastikan semua murid, tanpa terkecuali, bisa ikut terlibat dan berkembang.</p></li></ul><p><strong>3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong><br>Strategi pembelajaran seperti <em>project-based learning</em>, <em>problem-based learning</em>, diskusi kelompok, debat, eksperimen, maupun studi kasus dapat mendorong murid berpikir kritis, kreatif, dan mendalam. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan: waktu terbatas, variasi kemampuan murid, serta kebiasaan murid yang masih terbiasa menerima informasi secara pasif.</p><p><strong>4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong><br>Murid diposisikan sebagai <strong>subjek utama</strong> yang aktif membangun pengetahuan. Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping yang memberi arahan, sumber daya, serta ruang untuk bereksperimen. Murid diberi kesempatan untuk bertanya, mencoba, gagal, dan belajar dari kesalahannya.</p><p><strong>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong><br>Beberapa tantangan yang sering muncul:</p><ul><li><p><strong>Keterbatasan waktu</strong>: sulit mengembangkan pembelajaran mendalam jika jam pelajaran singkat.</p></li><li><p><strong>Kurikulum padat</strong>: tuntutan materi membuat guru kadang terjebak pada mengejar target, bukan pemahaman mendalam.</p></li><li><p><strong>Perbedaan kemampuan murid</strong>: ada murid yang cepat memahami, ada yang lambat sehingga perlu strategi diferensiasi.</p></li><li><p><strong>Keterbatasan sarana/prasarana</strong>: media belajar belum selalu mendukung aktivitas kreatif.</p></li><li><p><strong>Kebiasaan lama</strong>: murid (dan kadang guru) terbiasa dengan pembelajaran satu arah.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4306737763/8de7c432730ed429542104d2a1821b49/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_19_06_13.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 12:08:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566830109</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566846522</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. kita memilih strategi dan metode yang sesuai, menyiapkan materi ajar, menyusun instrumen penilaian untuk mengukur pemahaman siswa. semua tahapan ini dirangkum dalam RPP atau modul ajar.</p></li><li><p>prinsip yang berpusat pada siswa, relevan materi yang diajarkan berkaitan dengan kehidupan nyata,ada manfaatnya untuk siswa dan selalu menggembirakan.</p></li><li><p>Belum sepenuhnya</p></li><li><p>memposisikan murid sebagai subjek aktif bukan hanya objek yang menerima. siswa didorong untuk berpikir kritis melalui pertanyaan pemantik,dalam hal ini juga guru berperan sebagai fasilitator untuk mendukung pebelajaran bukan hanya pemberi  informasi satu arah.</p></li><li><p>keterbatasan waktu untuk merancang dan melaksanakan kegiatan yang kreatif. perbedaan latar belakang dan motivasi siswa, yang membuat sulit untuk menemukan satu pendekatan yang cocok.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4306614585/bd79fa66ae0eae0d895b9fe6a8a5db46/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_18_37_33.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 12:20:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566846522</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566879287</link>
         <description><![CDATA[<p>Perencanaan pembelajaran di kelas biasanya dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang jelas, kemudian menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa. Setelah itu, guru akan menyusun materi, memilih metode dan media pembelajaran, serta merancang kegiatan yang menarik dan bervariasi untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah terakhir adalah menentukan cara penilaian dan menyiapkan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran</p><p>2.	dua prinsip utama dalam merancang pembelajaran adalah menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, serta memperhatikan karakteristik peserta didik. Prinsip pertama memastikan rancangan pembelajaran memiliki arah yang jelas dan dapat diukur, sedangkan prinsip kedua memastikan pembelajaran relevan, personal, dan efektif bagi setiap siswa dengan mempertimbangkan kebutuhan, gaya belajar, dan keunikan mereka. </p><p>3.	Untuk memastikan strategi mendorong berpikir kritis, kreatif, dan mendalam, Anda dapat menerapkan tiga hal: pertama, berikan pertanyaan terbuka dan studi kasus untuk mendorong analisis dan pemecahan masalah. Kedua, ciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi dan diskusi melalui proyek, debat, serta kebebasan berekspresi. Ketiga, dorong refleksi diri agar siswa dapat mengevaluasi proses berpikir dan pemahaman mereka secara lebih mendalam. </p><p>4.	Murid diposisikan sebagai pusat dari proses belajar atau subjek aktif, bukan hanya sebagai penerima informasi. Ini berarti guru bertindak sebagai fasilitator yang memandu dan mendukung, sedangkan murid secara aktif berpartisipasi, berpikir kritis, mengembangkan potensi diri, dan menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka. </p><p>5.	Lima tantangan utama dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan meliputi heterogenitas kebutuhan belajar siswa, keterbatasan sumber daya dan waktu, kurikulum yang kaku, kesulitan melakukan penilaian yang tepat, serta keterbatasan kompetensi dan pelatihan guru dalam menguasai pedagogi inovatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305871760/4d972d70a39bf0b800f3578ca40e7edf/FOTO_EKO_AGIK_NGAJAR_JUAK.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 12:41:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566879287</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566916988</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Rencana pembelajaran di kelas biasanya dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran, memilih strategi dan metode pembelajaran, dan menyiapkan bahan ajar.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran yaitu prinsip yang berpusat pada murid dan materi yang diajarkan berkaitan dengan kehidupan nyata, dan bisa membuat murid selalu gembira.</p></li><li><p>Strategi yang digunakan untuk mendorong murid berfikir kritis, kreatif, dan mendalam belum sepenuhnya terpenuhi.</p></li><li><p>Kita memposisikan murid dalam proses belajar yaitu dalam proses belajar, murid adalah subjek yang aktif, bukan hanya menerima informasi pelajaran, sedangkan guru sebagai fasilitator yang mendukung siswa supaya berfikir kritis, kreatif, dan mendalam.</p></li><li><p>Tantangan yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan adalah terbatasnya sumber daya dan waktu, bermacam macam kebutuhan belajar siswa, kurikulum yang selalu berubah.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4306918653/eed7d70ad69f6661bc9ce09c176cd915/WhatsApp_Image_2025_09_03_at_19_12_36.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-03 13:01:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566916988</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>anidwi174</author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566923078</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>merancang pembelajaran dengan mengacu pada capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dimulai dari menentukan tujuan pembelajaran,memilih materi yang relevan, merancang metode atau strategi pembelajaran, menyiapkan media, serta merancang asesmen yang sesuai untuk mengukur ketercapaian tujuan.</p></li><li><p>prinsip yang digunakan :</p><ul><li><p>berpusat pada murid (student centered learning)  </p></li><li><p>aktif,kreatif dan menyenangkan </p></li><li><p>kontekstual dan bermakna, materi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari</p></li><li><p>kolaboratif, mendorong kerja sama antar murid</p></li></ul></li><li><p>sudah mengarah pada pengembangan berpikir kritis dan kreatif, misalnya melalui diskusi kelompok studi kasus,problem soving atau proyek sederhana </p></li><li><p>murid diposisikan sebagai subjek utama, guru berperan sebagai pembimbing,fasilitator dan motivator. murid didorong untuk bertanya, berpendapat, berkolaborasi dan menemukan makna belajarnya sendiri.</p></li><li><p>tantangan :</p><ul><li><p>keterbatasan media atau sumber belajar</p></li><li><p>tekanan administrasiyang membuat guru kurang fokus pada kreativitas pembelajaran</p></li><li><p>perbedaan kemampuan dan minat murid yang cukup beragam</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4305796562/f41ea27574a5e3974c75d2ad3332dc7b/Gambar_WhatsApp_2025_09_03_pukul_15_35_51_6c87adcd.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 13:04:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3566923078</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3567337624</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Identifikasi tujuan pembelajaran, identifikasi karakteristik, kebutuhan peserta didik, materi dan strategi yang sesuai dengan peserta didik. </p></li><li><p>Holistik, berpusat pada peserta didik, mengedepankan proses daripada hasil, berkesadaran, bermakna dan mengembirakan</p></li><li><p>Tentu saja sudah, adapun strategi yang biasa diterapkan adalah Problem dan project bsed learning, Socratic questioning, dicrovery dan Inquiry learning. </p></li><li><p>Peserta didik menjadi objek pusat dalam pembelajaran. </p></li><li><p>Waktu, perbedaan kompetensi peserta didik, budaya sekolah dan ekspekstasi serta kondiai kelas yang heterogen. </p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4308336979/aa1ec5d6a10432b4043d6d5ada0f35fb/1727702028389.jpg" />
         <pubDate>2025-09-03 17:08:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nolia321/2fv3jkcdi6ldyvb7/wish/3567337624</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
