<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Ruang Kolaborasi Modul 1.4 Budaya Positif_Kelompok 2_CGPA11_Kab.Cirebon by Gani Prakasa</title>
      <link>https://padlet.com/ganiprakasa91/2fmlfsbtugbgf7ib</link>
      <description>Posting respons Anda ke topik diskusi dengan mengklik tombol plus di bawah ini.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-08-06 07:47:58 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-08-06 08:46:57 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>ganiprakasa91</author>
         <link>https://padlet.com/ganiprakasa91/2fmlfsbtugbgf7ib/wish/3068548916</link>
         <description><![CDATA[<p>Kasus 1 "Ibu Santi, fifi dan natali</p><p>point 1 : Langkah2 restitusi sudah dijalankan oleh ibu santi, yaitu dengan menggunakan segitaga restitusi. 1. menstabilkan identitas ; ibu santi menanyakan apakah mereka bersedia melakukan memperbaiki permasalahan yg ada? 2. memvalidasi tindakan yang salah; Ibu santi menanggapi bahwa tindakan itu boleh saja dilakukan bila mereka sungguh2 meminta maaf. 3. Menanyakan keyakinan; Ibu santi melanjutkan kembali apa yg mereka lakukan untuk memperbaiki masalah, apakah ada gagasan?</p><p><br/></p><p>Point 2 : Ya, restitusi yg diusulkan fifi dan natali sudah sesuai dg pelanggaran telah dibuat yaitu bersikap tidak menghormati Guru. </p><p>Restitusi yg mereka usulkan adalah diskusi kelompok dg teman sekelas tentang penerapan keyakinan kelas, terutama tentang sikap saling menghormati. diskusi kelompok ini dapat membantu fifi dan natali utk belajar tentang penting saling menghormati dan dapat membantu mereka utk menyadari kesalahan mereka dan memperbaiki prilaku mereka.</p><p>Selain itu, fifi dan natali juga mengusulkan untuk mengirim email kepada ibu eni tentang gagasan mereka tsb.</p><p>Hal ini menunjukan bahwa mereka telah menyadari kesalahan mereka dan ingin meminta maaf kepada ibu eni.</p><p><br/></p><p>point 3 : Berposisi sebagai Teman. Hal tersebut terlihat saat Ibu Eni mencoba menyapa Fifi dan Natali dengan ramah, sambil mengingatkan mereka untuk tetap focus pada pengerjaan tugas. Terdapat pada kalimat berikut, “Ayolah tugasnya dikerjakan, nanti Ibu ditegur Bapak Kepala Sekolah kalua kalian tidak kerjakan tugas. Tolong bantu Ibu ya?”</p><p><br/></p><p>Point 4 : Saya akan membenarkan dan mendukung Langkah bu Santi dalam menyelesaikan masalah dengan segitiga restitusi dan berperan sebagai manajer.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 08:04:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ganiprakasa91/2fmlfsbtugbgf7ib/wish/3068548916</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ganiprakasa91</author>
         <link>https://padlet.com/ganiprakasa91/2fmlfsbtugbgf7ib/wish/3068556480</link>
         <description><![CDATA[<p>Kasus 2</p><p>Point 1 : Sebagai penghukum terlihat tegas dalam kalimatnya : " Pak Lukman tetap bersikeras pada peraturan yang telah berlaku dan mengatakan , ya sudah, kamu sudah melanggar peraturan sekolah. Kamu salah, sudah terlambat. salah pula warna sepatunya . Segera buka sepatumu kalau tidak bisa mengenakan warna sepatu sesuai peraturan." tidak, kamu telah melanggar peraturan sekolah.kalau tidak sanggup ambil sepatumu dirumah atau diantarkan kesekolah. ya sudah kamu tidak bersepatu saja seharian disekolah.</p><p><br/></p><p>Point 2 : Bila Bapak Lukman mengambil posisi seorang Manajer, apa yang akan dikatakannya, pertanyaan-pertanyaan seperti apakah yang akan diajukan ke Sabrina? Jelaskan. JAwaban: “Apa yang kita Yakini?” “Apakah kamu meyakininya? “Jika kamu meyakininya, apakah kamu bersedia memperbaikinya? “Jika kamu memperbaiki ini, hal ini menunjukkan apa tentang dirimu? “Apa rencana kamu untuk memperbaiki hal ini”</p><p><br/></p><p>Point 3 : Dalam kasus tersebut, yang harus berwarna hitam adalah sepatu. Dengan menerapkan peraturan penggunaan warna sepatu hitam, maka dapat diperoleh penanaman nilai-nilai kebajikan kedisiplinan, kerapihan, konsitensi, penghargaan terhadap tradisi dan keamanan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 08:15:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ganiprakasa91/2fmlfsbtugbgf7ib/wish/3068556480</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ganiprakasa91</author>
         <link>https://padlet.com/ganiprakasa91/2fmlfsbtugbgf7ib/wish/3068564713</link>
         <description><![CDATA[<p>Kasus 3</p><p>Point 1 : Pembuat orang merasa bersalah terlihat dari kata- kata ibu Dani " Ayo fajar Makanya jangan tidur - tiduran. lain kali perhatikan " Gimana kamu fajar. kamu tidak kasihan sama ibu ya. Ibu sudah capek - capek mengajarkan kamu. tidak kasihan sama ibu ?"</p><p><br/></p><p>Point 2 : Membaca sikap Fajar, kira-kira kebutuhan apa yang diperlukan oleh Fajar? Jawaban </p><p>1. Kesenangan pada mata Pelajaran. Ia harus mampu menumbuhkan kesenangan pada mata Pelajaran tersebut agar dapat focus dalam belajar. </p><p>2. Kebebasan murid dlaam pembelajaran. Setelah memiliki kesenangan, ia harus diberi kebebasan yang terarah dalam proses pembelajaran. </p><p>3. Kasih sayang. Kebutuhan yang dibutuhkan agar ia merasa dimiliki oleh lingkungan belajar.</p><p><br/></p><p>Point 3 : Pembahasan 3 Jika ibu Dani sebagai pemantau maka ibu Dani akan mengingatkan Fajar akan peraturan atau keyakinan yang telah disepakati, termasuk konsekuensi yang timbul akibat pelanggaran yang terjadi. ibu Dani dapat menanyakan : </p><p>- Fajar kamu inget dengan kesepakatan kelas ? </p><p>- Apa yang telah kamu lakkan tadi ? </p><p>- Apa konsekuensinya atas tindakan kamu ?</p><p><br/></p><p>Point 4 : Sebagai kepala sekolah di sekolah Fajar, tindak lanjut yang akan saya lakukan adalah berbicara dengan Ibu Dani untuk memahami lebih dalam tentang situasi ini. Saya akan memberikan dukungan kepada Ibu Dani dan guru lainnya dalam menangani situasi seperti ini. Selain itu, saya akan memastikan bahwa guru-guru di sekolah memiliki pelatihan yang cukup untuk menghadapi siswa yang mungkin menghadapi kesulitan dalam pembelajaran. Juga, saya akan mempertimbangkan untuk mengadakan pertemuan dengan orang tua Fajar untuk berkolaborasi dalam membantu Fajar untuk keberhasilan di Sekolah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 08:26:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ganiprakasa91/2fmlfsbtugbgf7ib/wish/3068564713</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ganiprakasa91</author>
         <link>https://padlet.com/ganiprakasa91/2fmlfsbtugbgf7ib/wish/3068581620</link>
         <description><![CDATA[<p>Kasus 4</p><p>Point 1 : Posisi Manager. Kontrol Guru ada 5 posisi ;</p><ol><li><p>Penghukum</p></li><li><p>Pembuat Orang Rasa Bersalah</p></li><li><p>Teman</p></li><li><p>Pemantau</p></li><li><p>Manager</p></li></ol><p>dengan melakukan menstabilkan identitas, memvalidasi tindakan, menanyakan keyakinan.</p><p><br/></p><p>Point 2 : Dari cerita tsb Dino membutuhkan kesenangan, Dino disini sedang mengalami kondisi yang tidak menyenangkan. sebagai kepala sekolah Ibu Suti berupaya menenangkan keduanya, terutama Dino. Membuat kesalahan adalah hal yg manusiawi namun tidak perlu menyakiti orang lain atau merugikan orang lain.</p><p>Dino meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto, serta berjanji akan memperbaiki kancing baju Anto yang telah dirusak.</p><p><br/></p><p>Point 3 : Nilai Kebajikan yang dituju: </p><p>1. Tanggung jawab. Setiap masalah yang dibuat oleh murid harus diselesaikan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Seperti pepatah “Berani berbuat, berani bertanggungjawab”. </p><p>2. Kontrol diri. Setiap permasalahan harus dihadapi dengan control terhadap emosi diri, harus tenang agar tidak menimbulkan tindakan yang merugikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-06 08:46:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ganiprakasa91/2fmlfsbtugbgf7ib/wish/3068581620</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
