<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>BAHASA INDONESIA by ENDAH MARWATI</title>
      <link>https://padlet.com/endahmarwati31/2ebbt18hnt2d0pjy</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-01 00:45:29 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-01 03:17:45 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>endahmarwati31</author>
         <link>https://padlet.com/endahmarwati31/2ebbt18hnt2d0pjy/wish/3562353184</link>
         <description><![CDATA[<p>Ican dan Harimau</p><p><br></p><p>Pada pagi hari yang indah, di sebuah hutan hiduplah seekor harimau yag terkenal ganas, ia akan memangsa apapun yang menghampirinya. Ia hidup bagaikan penguasa di hutan rimba itu, siapapun yang datang ke hutan pasti akan merasa ketakutan ketika terdengar suara nya walaupun dengan jarak yang jauh. Sedangkan di sebuah perkampungan kecil dekat hutan, hiduplah seorang anak kecil bersama ibu nya, mereka hidup berdua tanpa sosok ayah karena ayah nya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.</p><p>Ican adalah anak yang baik dan berbakti kepada orang tua nya, setiap hari ia membantu ibunya untuk mencari bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka sehari-hari. Mereka hidup bahagia walaupun kehidupannya sederhana.</p><p>Hari-hari yang indah mereka telah lalui bersama, hingga tibalah pada hari yang paling meyedihkan bagi seorang anak laki laki kecil itu. Satu satunya keluarga yang ia miliki mengalami sakit, ya ibunya ican sakit. Walaupun ican anak yang kuat dan berani, tetap saja ican hanyalah seorang anak kecil yang merasa sedih ketika ibunya sakit. Ican sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu ibunya segera pulih. Namun takdir berkata lain, ibunya ican sudah tidak mampu menahan rasa sakit yang di deritanya. Hari itu merupakan hari tersedih bagi ican, karena dia kehilangan satu satunya sosok keluarga yang ia miliki.</p><p>Hari demi hari ican lalui sendiri tanpa kehadiran sosok ibu yang ia amat sayangi.</p><p>Hari hari telah berlalu, ican tidak bisa terus menerus larut dalam kesedihan, karena yang telah tiada tidak akan kembali lagi.</p><p>Suatu pagi yang cerah, ican memutuskan untuk pergi ke hutan, karena dia bosan di rumah sendiri dan hal itu malah membuat ia mengingat kembali sosok ibunya.</p><p>Di hutan, ia mendengar suara gemericik air sungai yang sangat menenangkan. Selain suara air yang menenangkan, ternyata ia mendengar suara sesuatu yang mengaum. Ia mulai merinding dan merasakan takut. Namun sosok ibunya telah berhasil membuat anak laki-lakinya ini menjadi anak yang kuat dan pemberani.</p><p>Beberapa waktu berlalu, suara gauman itu pun makin terdengar mendekat. Setelah mendengar suara itu, ican lari sekuat tenaga untuk menghindari sumber suara itu, namun ketika ican berlari, kakinya kesandung akar pohon. Bruk tubuhnya pun jatuh ke tanah. Sedangkan sumber bunyi itu makin mendekat, dan keluarlah sosok yang mengerikan itu.</p><p>Harimau dengan badan setinggi pohon rambutan yang mendekat ke arah ican. Huaaaaaaa (teriak ican).</p><p>Harimau itu seakan akan hendak memakan anak laki-laki yang terjatuh itu.</p><p>Namun setelah beberapa waktu berlalu sosok anak kecil itu tidak juga dimakan oleh harimau, ternyata ketika ican membuka mata, harimau tersebut malah menjauh dari ican dan terlihat menangis.</p><p>Ican menghampiri harimau itu lalu bertanya, "hai harimau kenapa kamu menangis?" ucap ican.</p><p>"Aku tidak tahu kenapa aku bersedih ketika melihat kamu anak kecil" (ucap harimau sambil sesegukan menangis).</p><p>Ican malah nyaman dengan sosok harimau itu, dia merasakan kehangatan seperti hangatnya sosok ibu yang telah lama ia rindukan. </p><p>Akhirnya harimau itu membantu ican buat keluar dari hutan, dan ican menaiki punggung harimau itu dengan nyaman, sambil bercerita sesekali. </p><p>Akhirnya ican keluar dari hutan, dan ia berpamitan dengan sosok harimau itu. "Selamat tinggal harimau, aku pergi dulu ke kota ya, semoga kamu baik baik di hutan ya" ucap ican, dan harimau pun mengangguk dan melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan. </p><p><br/></p><p>Tamat </p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:46:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/endahmarwati31/2ebbt18hnt2d0pjy/wish/3562353184</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dino </title>
         <author>endahmarwati31</author>
         <link>https://padlet.com/endahmarwati31/2ebbt18hnt2d0pjy/wish/3562382544</link>
         <description><![CDATA[<p>Cerita karangan kalian </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 01:07:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/endahmarwati31/2ebbt18hnt2d0pjy/wish/3562382544</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
