<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>AKLN #3 by Dept HI Unhas</title>
      <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq</link>
      <description>Silahkan memberikan review terkait Video yang telah ditonton</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-03-06 06:35:14 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-06-11 12:16:58 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>hifisipunhas</author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2907582717</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=toJMmWJdDRM" />
         <pubDate>2024-03-06 06:38:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2907582717</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resume tentang Indonesia the largest archipelagic country in the world</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2907882411</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA:ANDIKA PUTRA SETYAWAN</p><p>NIM:E061231008</p><p>MATA KULIAH:ANALISIS KEBIJAKAN LUAR NEGERI KELAS C</p><p>"Indonesia the largest archipelagic country in the world"</p><p>Indonesia negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.508 islands dan 80.000 KM coastal line dan 2/3 wilayahnya terdiri dari perairan (laut) yang memiliki kekayaan laut yang melimpah dan sumber daya minyak serta keanekaragaman hayati laut yang sangat beragam.</p><p><br/></p><p>Karena kekayaan sumber daya laut dan letak geografis indonesia yang sangat strategis, Presiden Jokowi bermaksud ingin mengembalikan kejayaan maritim Indonesia melalui program strategis yang bernama NAWACITA guna menjadikan Indonesia sebagai global maritime fulcrum.</p><p>Dengan tradisi maritim yang kuat untuk menyatukan nusantara, membangun infrastruktur konektivitas marotim telah menjadi prioritas pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk membangun jalur angkutan barang bersubsidi yang kuat dan dikenal sebagaI SEA TOLL untuk mengurangi disparitas harga antara wilayah Indonesia barat dan Indonesia timur.</p><p>Untuk memperkuat dan mendukung konektivitas maritim, Indonesia terus mengembangkan infrastrukturnya dan Indonesia kini memiliki 2.132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287 port administrations, 5 coast guard bases, 141 ports open to international trade dan 14.181 registed vessels, 500.000 per years seafarers dan 250 shipyards untuk membangun semua jenis produk kapal di dalam negeri.</p><p><br/></p><p>Guna mendukung dan melengkapi pembangunan infrastruktur dan konektivitas, Indonesia juga telah meningkatkan standar layanan pelabuhannya dengan meluncurkan INAPORTNET yaitu sistem pelayanan berbasis web internet tunggal yang mengintegrasikan sistem informasi pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang dari seluruh instansi atau pemangku kepentingan terkait.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga menunjukkan kemandirian maritimnya dengan berhasil mendatangkan kapal kontainer besar sebanyak 8.500 hingga 10.000 ke banyak pelabuhan guna untuk meningkatkan efisiensi logistik. Oleh karena itu KEMENHUB RI mendukung pelabuhan Tanjung Priok menjadi salah satu pelabuhan transhippment utama di Asia.</p><p><br/></p><p>Sesuai dengan konvensi PBB tentanf hukum laut pada tahun 1982, Indonesia sebagai negara kepulauan menetapkan tiga jalur alur laut kepulauan Indonesua yang berfungsi sebagai jalur lalu lintas pelayaran asing. Oleh karena itu, peningkatan keselamatan maritim melalui peningkatan teknologi navigasi dan perbaikan perlu sangat diperlukan.</p><p>Indonesia saat ini memiliki 22 Vessel Traffic Service (VTS) stations yang tersebar di seluruh negeri.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga telah memberlakukan NCVS (the non convention vessel standard) untuk kapal berbendera Indonesia pada tahun 2012.</p><p><br/></p><p>Pada tahun 2017, Indonesia juga telah menyediakan pemanduan layanan di selat Malaka dan Singapuran, yang merupakan jalur perdagangan dan pelayaran penting. Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan keamanan dan keselamatan maritim yang di pandu oleh Compliance to the ISPS code.</p><p><br/></p><p>Indonesia telah berhasil membangun dan bergabung dengan jaringan internasional pelacakan indentifikasi kapal jarak jauh pada bulan Agustus  tahun 2013. Indonesia juga telah membangun National Data Center (NDC) guna memenuhi inisiatif berbagai informasi maritim dan telah meningkatkannya dengan mengubah penyedia layanan aplikasi yang diakui untuk memfasilitasi pertukaran informasi melalui pertukaran data internasional.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga memiliki penjaga laut untuk menjaga laut Indonesia dan menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga berpartisipasi aktif dalam inisiatif dan organisasi internasional terkait kelautan, seperti International Maritime Organization (IMO). Yang berkontribusi dan memiliki tugas utama pada program dan kegiatan untuk melindungi keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim terkhususnya pelaut. Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak tahun 1961 dan senantiasa memberikan kontribusi pada program dan kegiatan kerjasama internasional IMO di bidang keamanan,keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut.</p><p><br/></p><p> Indonesia juga kini sedang mengupayakan pemilihan kembali di Dewan IMO dan mencari dukungan dari negara-negara anggota dari IMO itu sendiri.</p><p><br/></p><p>Kesimpulannya, Indonesia bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya yang ia miliki terkhusus wilayah lautnya yang luas dan letak geografisnya yang sangat strategis untuk menjadi kekuatan maritim global. Indonesia berfokus pada pengembangan infrastruktur, konektivitas, dan keselamatan maritim mereka, dan turut berpartisipasi aktif dalam organisasi maritim internasional dan Indonesia juga berfokus untuk mengembalikan kejayaan maritim mereka melalui program yang bernama NAWACITA guna menjadikan Indonesia sebagai global mairitim fulcrum</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 10:17:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2907882411</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resume</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908054554</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Gisella Julianne Tolokende</p><p>Nim : E061231083</p><p>Matkul : Analisis Kebijakan Luar Negri</p><p><br/></p><p>Indonesia sebagai poros maritim dunia, merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai dengan panjang kurang lebih 80.000 km dan 2/3 wilayah Indonesia terdiri dari  air laut yang menyimpan banyak kekayaan didalamnya. Diantaranya yaitu sumber daya minyak dan gasn serta keanekaragaman hayati laut. </p><p><br/></p><p>Mengetahui letak strategis Indonesia yang memberikan keuntungan khususnya dalam bidang maritim, pemerintah berupaya untuk mengembalikan kejayaan negara maritim di Indonesia guna menjadikan Indonesia sebagai " Global maritime fulcrum ". </p><p><br/></p><p>Dengan tradisi maritim yang kuat untuk menyatukan Nusantara, membangun infrastruktur konektivitas maritim telah menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk membangun jalur angkutan barang bersubsidi yang kuat yang dikenal sebagai " Tol Laut ", untuk mengurangi disparitas harga antara Indonesia bagian barat dan timur. </p><p><br/></p><p>Saat ini Indonesia memiliki 2.132 pelabuhan dan terminal, 287 port administrations, 5 coast guard bases, 141  ports open to international trade, 14.181 registered vessels, 500.000/year seafarers, 250 shipyards. </p><p><br/></p><p>Guna mendukung dan melengkapi pembanguna infrastruktur dan konektivitas, Indonesia juga telah meningkatkan standar layanan pelabuhannya dengan meluncurkan kapal di port net, sistem pelayanan berbasis web internet tunggal yang mengintegrasikan sistem informasi pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang dari seluruh instansi atau pemangku kepentingan terkait di pelabuhan.</p><p><br/></p><p>aplikasi Inaportnet saat ini terintegrasi dengan sistem indonesia national single window/ INSW dan didukung oleh sistem pendukung yang handal dan terintegrasi.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga menunjukkan kemandirian maritimnya dengan keberhasilan Indonesia mendatangkan kapal konteiner besar sebanyak 8.500-10.000 ke pelabuhan, dengan jalur pelayaran langsung Jakarta hingga Los Angeles, Amerika. Mentri perhubungan Indonesia mendukung pelabuhan Tanjung priya menjadi salah satu pelabuhan transshipment utama di Asia.</p><p><br/></p><p>Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak tahun 1961 dan senantiasa memberikan kontribusi terhadap program dan kegiatan kerjasama internasional IMO di bidang keamanan keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut. Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat maritim internasional dan dalam mewujudkan maksud dan tujuan utama IMO yaitu pelayaran yang aman, efisien dan berwawasan lingkungan.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 12:46:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908054554</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Feiby Anna Maria Luntungan (E061231022)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908068728</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam video tersebut memberikan penjelasan mengenai Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dimana dengan kekayaan maritim Indonesia, Presiden Joko Widodo berkeinginan untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia melalui program strategis NAWACITA &nbsp;untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.</p><p><br/></p><p>Beberapa kebijakan dilakukan untuk mewujudkan program tersebut. Diantaranya yaitu pembangunan infrastruktur maritim yang menjadi prioritas utama yaitu pembangunan jalur tol laut, meningkatkan standar layanan Pelabuhan dengan meluncurkan INAPORTNET sebuah sistem web yang digunakan sebagai sistem informasi layanan standar Pelabuhan, mendatangkan kapal container besar yang memiliki rute Jakarta-Los angeles yang dapat membuktikan bahwa Pelabuhan tanjung priok mampu untuk melayani kapal berkapasitas besar yang dimana Pelabuhan tanjung priok didorong untuk menjadi Pelabuhan transhipment utama di Asia, meningkatkan keamanan maritim, menunjukkan komitmen perlindungan lingkungan laut dan memperkuat Kurikulum dan fasilitas pusat pelatihan maritim untuk kesejahteraan para pelaut Indonesia.</p><p><br/></p><p>Berbagai kebijakan-kebijakan dibuat lewat peningkatan fasilitas dan infrakstruktur maritime Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia dapat berkerjasama dan berkontribusi dengan dunia internasional dengan memanfaatkan kekayaan maritime yang dimilikinya untuk menjadi poros maritime dunia dan tetap berkomitmen untuk mewujudkan tujuan utama organisasi internasional maritim (IMO) yaitu pelayaran yang aman, terjamin dan efisien serta berwawasan lingkungan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 12:59:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908068728</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908083479</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA : NAHLDA ZAHRANI BALQISH</p><p>NIM: E061231021</p><p><br></p><p><strong>1</strong>. <strong>Pulau dan Garis Pantai Indonesia</strong>: Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan garis pantai yang luas, yang menyumbang dua pertiga dari wilayahnya, menawarkan sumber daya kelautan yang kaya termasuk minyak, gas, dan keanekaragaman hayati.</p><p><br></p><p><strong>2. Program Nawa Cita</strong>: Presiden Jokowi memperjuangkan revolusi maritim melalui program strategis Nawa Cita untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim global, dengan fokus pada kesatuan antarpulau dan peningkatan konektivitas.</p><p><br></p><p><strong>3. Infrastruktur Maritim</strong>: Pemerintah Indonesia mengutamakan pembangunan infrastruktur maritim termasuk sistem transportasi tol laut bersubsidi untuk mengurangi disparitas harga antara wilayah barat dan timur.</p><p><br></p><p><strong>4. Pengelolaan Pelabuhan dan Terminal</strong>: Indonesia memiliki banyak pelabuhan dan terminal yang dikelola dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan, dengan 141 pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional.</p><p><br></p><p><strong>5. Kapal dan Pelaut</strong>: Dengan jumlah kapal terdaftar sebanyak 14.181 dan 500.000 pelaut yang melayani perusahaan pelayaran internasional dan domestik, Indonesia aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritimnya.</p><p><br></p><p><strong>6. Sistem Layanan Inaportnet</strong>: Peluncuran Inaportnet, sebuah sistem layanan berbasis web, menegaskan komitmen Indonesia dalam memperbaiki layanan pelabuhan dengan mengintegrasikan berbagai instansi dan pemangku kepentingan.</p><p><br></p><p><strong>7. Keselamatan dan Keamanan Maritim</strong>: Indonesia menetapkan layanan lalu lintas kapal di seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir, serta menerapkan standar untuk kapal berbendera Indonesia, menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan dan keamanan maritim.</p><p><br></p><p><strong>8. Layanan Pemanduan</strong>: Indonesia menyediakan layanan pemanduan di Selat Malaka dan Singapura, yang merupakan jalur perdagangan dan pelayaran penting.</p><p><br></p><p><strong>9. Partisipasi dalam Organisasi Maritim Internasional</strong>: Indonesia aktif dalam inisiatif maritim internasional dan organisasi seperti IMO, berkontribusi pada program yang mempromosikan keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim.</p><p><br></p><p><strong>10. Ambisi Menjadi Kekuatan Maritim Global</strong>: Indonesia berupaya untuk terpilih kembali menjadi anggota Dewan IMO dan menggalang dukungan dari negara-negara anggota, menunjukkan ambisinya untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan lokasi geografisnya untuk menjadi kekuatan maritim global.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 13:11:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908083479</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Review</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908169466</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Naila Syifa Salsabila<br>Nim&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : E<a rel="noopener noreferrer nofollow">061231057</a><br>Mata Kuliah : Analisis Kebijakan Luar Negeri (AKLN/KELAS C) <br>Review :<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai lebih dari <a rel="noopener noreferrer nofollow">17.000</a> pulau dan garis pantai sepanjang kurang lebih <a rel="noopener noreferrer nofollow">80.000</a> kilometer dan dua pertiga wilayahnya terdiri dari air laut yang menyimpan kekayaan sumber daya alam berupa, minyak, gas bumi, serta keanekaragaman hayati.</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Oleh karena itu, Presiden Jokowi berniat mengembalikan kejayaan maritim Indonesia melalui program strategis membangun infrastruktur konektivitas maritim telah menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk membangun jalur angkutan bersubsidi yang kuat yang dikenal sebagai Sea Toll untuk mengurangi kesenjangan harga antara bagian barat dan timur Indonesia untuk mendukung konektivitas maritim.</p><p><strong>Pengembangan Infrastruktur</strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;     Indonesia selalu mengembangkan infrastruktur dan sumber daya maritimnya saat ini Indonesia memiliki 2.132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287 administrasi pelabuhan lima pangkalan Penjaga Pantai 141 pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan Internasional.&nbsp; Pengembangan infrastruktur dan konektivitas Indonesia juga telah meningkatkan standar pelayanan pelabuhan dengan meluncurkan port net sebuah sistem layanan tunggal berbasis web internet yang mengintegrasikan sistem informasi pelabuhan yang standar untuk melayani kapal dan barang dari seluruh instansi terkait atau pemangku kepentingan di pelabuhan. aplikasi inner port net saat ini terintegrasi dengan sistem Indonesia national single window atau INSW.</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Oleh karena itu Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mendukung pelabuhan Tanjong Priok&nbsp; menjadi salah satu pelabuhan transshipment utama di Asia sesuai dengan ketentuan UNCLOS tahun 1982.</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong>Peningkatan Keamanan Serta Pelayanan Maritim</strong><br>Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan keamanan dan keselamatan maritim yang dipandu oleh kode ISPS (The International Ship and Port Facility Security Code – ISPS Code)&nbsp;dan telah berhasil membangun dan bergabung dengan jaringan internasional pelacakan identifikasi jarak jauh kapal. Demi menjaga serta menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia memiliki Indonesian sea and coast guard dengan tugas dan tanggung jawab di bidang patroli dan keamanan penegakan hukum dan advokasi kode etik pelayaran penanganan bencana dan pekerjaan bawah air.</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Selain itu, Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak tahun 1961 dan secara terus menerus berkontribusi dalam program dan kegiatan kerja sama internasional IMO di bidang keselamatan maritim, keamanan, dan perlindungan lingkungan laut, serta berkomitmen untuk terus melanjutkan kontribusinya dalam melayani masyarakat maritim internasional dan dalam merealisasikan tujuan dan sasaran utama IMO dalam rangka mewujudkan pelayaran yang aman, selamat, efisien, dan berwawasan lingkungan.</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dengan demikian, Indonesia yang memiliki wilayah laut yang luas dapat memaksimalkan potensi maritim dengan program tol laut, peningkatan pelayanan pelabuhan, peningkatan keamanan maritim, dan ikut serta dalam organisasi internasional (IMO) <br><br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 14:10:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908169466</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ineke Dellas Chrois Loliwu (E061231068)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908206239</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia tentu memiliki kekayaan maritim yang melimpah. Dalam upaya memanfaatkan dan menjadikannya kekuatan untuk membawa kejayaan maritim, Presiden Joko Widodo membuat program bernama NAWACITA agar Indonesia menjadi poros maritim dunia.</p><p>Pemerintah melaksanakan program ini melalui pembentukan beberapa kebijakan untuk membangun infrastruktur konektivitas maritim dengan :</p><ol><li><p><strong>Memprioritaskan pembangunan infrastruktur maritim melalui jalur angkutan laut bersubsidi (SEA TOLL)</strong> → Dengan subsidi jalur angkutan laut akan mengurangi disparitas harga antara Indonesia bagian Barat dan Timur.</p></li><li><p><strong>Mengelola Pelabuhan dan Terminal</strong> → Infrastruktur untuk mendukung konektivitas ini terus dikembangkan sehingga Indonesia memiliki 2.132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287 port administrations,5 coast guard bases, 141 ports open to international trade dan 14.181 registed vessels, 500.000 per year seaferers dan 250 shipyards untuk membangun semua jenis produk kapal di dalam negeri.</p></li><li><p><strong>Meningkatkan standar pelayanan pelabuhan</strong> → Tidak hanya membangun infrastruktur, peningkatan standar pelayanan pelabuhan juga dilakukan dengan meluncurkan INAPORTNET yang merupakan sistem pelayanan berbasis web internet tunggal untuk melayani kapal dan barang dari instansi terkait.</p></li></ol><p>Indonesia berhasil menunjukkan kemandirian maritimnya ketika kapal konteiner besar sebanyak 8.500-10.000 dengan jalur pelayaran Jakarta hingga Los Angeles, Amerika didatangkan ke pelabuhan dan KEMENHUB RI pun turut mendukung Tanjung Priya untuk menjadi salah satu pelabuhan transhippment utama di Asia.</p><p>Indonesia berkomitmen dalam menjaga keamanan dan keselamatan maritim melalui :</p><ol><li><p>Pendirikan stasiun layanan lalu lintas diseluruh pelabuhan dan wilayah pesisir</p></li><li><p>Penerapan standar berkendara untuk kapal</p></li><li><p>Menyediakan layanan pemanduan pada jalur pelayaran dan perdagangan penting</p></li></ol><p>Selama bergabung dengan Internatonal Maritime Organization (IMO) sejak tahun 1961, Indonesia telah berkontribusi aktif dalam program dan kegiatan kerjasama internasional IMO di bidang keamanan, keselamatan maritim, dan perlindungan lingkungan laut. Indonesia sedang mengupayakan pemilihan kembali di dewan IMO dan mencari dukungan dari negara-negara anggota.</p><p>Semua upaya tersebut ditujukan untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan letak geografis yang strategis untuk menjadi kekuatan maritim global.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 14:34:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908206239</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUH ARYA SUTISNA (E061231036)</title>
         <author>muharyasutisna</author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908237689</link>
         <description><![CDATA[<p>Secara geografis indonesia merupakan negara yang strategis. Posisi geografis indonesia yang berada di garis khatulistiwa, menjadikan indonesia penghubung alur lalu lintas laut yang menghubungkan benua timur dan barat. Hal tersebut, menimbulkan keuntungan di sektor perdagangan. berdasarkan analisis beberapa pakar, sekitar 90% perdagangan global yang diangkut melalui laut, terdapat 40% diantaranya melewati perairan indonesia. oleh karena itu, posisi Indonesia akan selalu menjadi tempat strategis secara global dalam peta perdagangan, yang menimbulkan indonesia berupaya untuk menjadi poros maritim dunia.</p><p><br></p><p>Indonesia sebagai negara maritim sejak kepemimpinan Presiden Jokowi telah membawa banyak perubahan. Dimulai dari pembenahan infrastuktur yang memadai dalam pengiriman jalur laut hingga sistem teknologi yang dapat menyokong dalam pengelolaan data dan informasi. Hal ini, merupakan prioritas dari upaya pemerintahan agar indonesia dapat meningkatkan kredibilitasnya dalam pendistribusian barang jalur laut. Salah satu program yang dibuat untuk meningkatkan hal itu adalah Toll Laut <em>(Sea Toll)</em>. Program tersebut dibuat untuk memudahkan pendistribusian barang lebih mudah dan lebih merata kedaerah terpencil. Selain itu, Kementrian Perhubungan telah menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama dengan kemampuan menampung kapal bekapasitas besar. Dengan itu, efesiensi logistik indonesia mengalami peningkatan yang semakin baik. </p><p><br></p><p>Kemudian, indonesia telah menetapkan 3 jalur alur kepulauan indonesia yaitu <em>pertama </em>ALKI I yang melintasi Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda, Samudra Hindia. <em>Kedua, </em>ALKI II yang melintasi Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok. <em>Ketiga, </em>ALKI III yang melintasi Samudra Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai, Laut Sawu, Samudra Hindia. Jalur-jalur tersebut berfungsi sebagai jalur lalu lintas pelayaran asing yang dilakukan secara berkala dan cepat melalui perairannya. Hal tersebut, juga di realisasikan agar memudahkan pemerintah dalam mengawasi kapal-kapal asing yang lewat dalam wilayah perairan indonesia. Keberadaan ALKI menunjukkan Indonesia sebagai negara yang strategis, sehingga memiliki nilai tinggi dalam segi ekonomi karena berada di jalur perdagangan Internasional. Posisi strategis ini menjadi keunggulan bagi Indonesia karena akan disinggahi banyak kapal-kapal perdagangan.<br></p><p><br></p><p>Disisi lain, indonesia juga telah mengambil peran dibeberapa lembaga maritim internasional untuk memperoleh keamanan wilayah. Perlindungan ini juga dilakukan untuk melindungi kawasan kawasan pesisir yang bertujuan untuk dilestarikan seperti Nusa penida dan kepulauan gili yang termasuk kedalam kawasan laut yang sangat sensitif. Hal itu, menunjukkan komitmen &nbsp;indonesia dalam melindungi kelestarian biota laut yang ada dipulau-pulau tersebut yang diajukan dalam pada sidang ke-71 bulan Juli 2017 <em>International Maritime Organizations </em>(IMO) di London. Peran indonesia dalam <em>International Maritime Organizations </em>(IMO) sejak tahun 1961 telah banyak memberikan kontribusi dibidang keamanan dan kesalamatan maritim serta perlindungan lingkungan laut. Oleh karena itu, indonesia telah mengalami banyak peningkatan dari beberapa sektor mulai dari membenahi infrastuktur hingga terlibat secara aktif dalam lembaga internasional.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 14:54:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908237689</guid>
      </item>
      <item>
         <title>REVIEW VIDEO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908250638</link>
         <description><![CDATA[<p>Oleh : Dewi Sartika (E061231018)</p><p><br/></p><p>Video ini memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kepemimpinan maritim Indonesia di bawah Presiden Jokowi. Dimulai dengan mengakui posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan garis pantai sepanjang 80.000 km dan kekayaan sumber daya laut yang melimpah, lalu memaparkan visi Presiden Jokowi untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia. Salah satu program utama yang disorot adalah membangun infrastruktur konektivitas maritim seperti pelabuhan, pangkalan penjaga pantai, dan galangan kapal dengan tujuan membangun jalur angkutan barang bersubsidi atau "tol laut" untuk mengurangi disparitas harga antara wilayah barat dan timur Indonesia.</p><p><br/></p><p>Video ini juga menyoroti upaya nyata Indonesia dalam meningkatkan standar layanan pelabuhan melalui sistem informasi terintegrasi seperti Inaportnet dan Indonesia National Single Window. Keberhasilan Indonesia menerima kunjungan kapal kontainer besar di pelabuhan utama juga disorot sebagai pencapaian penting. Tidak hanya infrastruktur, aspek keselamatan dan keamanan maritim mendapat perhatian khusus seperti penetapan jalur alur laut kepulauan sesuai Konvensi Hukum Laut PBB, peningkatan teknologi navigasi, layanan lalu lintas kapal, dan pemanduan kapal di perairan penting.</p><p><br/></p><p>Lebih lanjut, video ini menekankan komitmen Indonesia dalam menjaga keamanan dan keselamatan maritim berdasarkan kode dan regulasi internasional, termasuk bergabung dengan jaringan pelacakan kapal jarak jauh dan berbagi informasi maritim. Upaya perlindungan lingkungan laut juga dibahas, khususnya pengajuan kawasan laut sangat sensitif di Nusa Penida kepada IMO untuk meminimalkan dampak negatif pelayaran internasional. Terakhir, video ini menyoroti komitmen Indonesia dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan pelaut dalam negeri melalui peningkatan kurikulum pelatihan maritim dan ratifikasi Konvensi Buruh Maritim 2006.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 15:02:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908250638</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Nadila Dinar Sadi (E061231060)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908266715</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam video tersebut di gambarkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah di mulai dari banyaknya pulau, daerah perairan yang luas serta sumber daya laut, keanekaragaman hayati, minyak dan gas. </p><p><br/></p><p>Dengan melihat sumberdaya laut dan letak geografis maka presiden Jokowi ingin mengembalikan kejayaan maritim Indonesia dengan menjadikannya sebagai “Global Maritime Fulcrum” melalui program yang diberi nama “Nawacita”. </p><p><br/></p><p>Fokus dari program ini yaitu:</p><p><br/></p><ol><li><p>Membangun infrastruktur yang menjadi fokus utama dengan membangun jalur tol laut untuk mengurangi harga antara Indonesia barat dan timur. </p><p><br/></p></li><li><p>Meluncurkan sistem berbasis web “Inaportnet” yang mengintegrasikan sistem informasi Pelabuhan untuk melayani kapal dan barang dari seluruh  instansi terkait. </p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Penyediaan layanan pertukaran informasi melalui data internasional dengan membangun National Data Center. Selain itu Indonesia juga berhasil membangun dan bergabung dengan jaringan internasional pelacakan identifikasi kapal jarak jauh.</p><p><br/></p></li><li><p>Meningkatkan pengelolaan pelabuhan dengan mendatangkan kapal kontainer besar melalui rute pelayaran Jakarta-Los Angles  untuk meningkatkan efisiensi logistik.</p><p><br/></p></li><li><p>Meningkat keamanan lalu lintas maritim melalui peningkatan teknologi navigasi dan perbaikan, hal ini dapat di liat dengan adanya VTS (Vessel Traffic Center) yang tersebar serta berlakunya NCVS (Non Convention Vessel Standars) bagi kapal dengan bendera Indonesia. </p><p><br/></p></li><li><p>Meningkatkan pelayanan pemandu di selat Malaka dan Singapura yang merupakan jalur perdagangan dan pelayaran penting. Selain itu Indonesia juga meningkatkan keamanan yang di pandu oleh Compliance to the ISPS code.</p><p><br/></p></li></ol><p>Indonesia telah menjadi anggota International Maritime Organization (IMO) sejak tahun 1961 dan senantiasa berpartisipasi serta berkontribusi pada program dan kegiatan kerjasama internasional untuk melindungi keselamatan, keamanan dan memberikan perlindungan pada maritim laut khususnya pelaut. </p><p><br/></p><p>Maka dilakukanlah fokus-fokus tersebut dengan ambisi untuk mencari dukungan dari negara-negara anggota IMO agar Indonesia dapat terpilih kembali sebagai anggota dewan IMO.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 15:13:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908266715</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cheryl Fiola Cristy Lameanda (E061231102)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908331475</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Indonesia as a global maritime fulcrum.</em></strong></p><p><br/></p><p>Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 80.000 kilometer. Dua pertiga wilayahnya terdiri dari air laut, menyimpan kekayaan laut yang melimpah, termasuk sumber daya minyak dan gas serta keanekaragaman hayati laut. Presiden Jokowi bertujuan mengembalikan kejayaan maritim Indonesia dengan program strategis, termasuk tol laut untuk mengurangi disparitas harga antara bagian barat dan timur.</p><p><br/></p><p>Pemerintah Indonesia memprioritaskan pembangunan infrastruktur konektivitas maritim, memiliki 2132 pelabuhan dan terminal, 141 pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional, dan 14000 kapal terdaftar. Program <strong>INAPORTNET</strong> diluncurkan untuk meningkatkan standar layanan pelabuhan, dengan integrasi ke sistem nasional dan dukungan terhadap kapal-kapal besar, meningkatkan efisiensi logistik.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga menetapkan tiga jalur alur laut kepulauan dan meningkatkan Keselamatan Maritim dengan teknologi navigasi. Standar non-konvensional diterapkan untuk kapal berbendera Indonesia, dan layanan pemanduan diberikan di Selat Malaka dan Singapura. Komitmen terhadap keselamatan, keamanan maritim, dan perlindungan lingkungan ditunjukkan dengan menjadi anggota aktif <strong>IMO</strong>, serta upaya menjadikan Nusa Penida sebagai wilayah laut sangat sensitif.</p><p><br/></p><p>Dalam melibatkan lebih dari setengah juta pelaut, Indonesia meningkatkan kapasitas melalui peningkatan kurikulum dan fasilitas pusat pelatihan maritim. Ratifikasi konvensi buruh maritim tahun 2006 dan partisipasi aktif di <strong>IMO</strong> menandakan komitmen Indonesia dalam mendukung keamanan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan laut di tingkat internasional.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 15:57:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908331475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resume video materi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908377087</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama   : M.Tri Adam Giovana Putra </p><p>NIM     : E061231113 </p><p>Matkul : Analisis Kebijakan Luar Negeri </p><p><br/></p><p>Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki 17.000 pulau dan 80.000 kilometer garis pantai. Setengah wilayahnya adalah perairan laut dengan sumber daya laut yang kaya seperti minyak, gas, dan keanekaragaman hayati. Presiden Jokowi bertujuan memulihkan pelayaran Indonesia, membangun infrastruktur konektivitas, dan mengurangi perbedaan harga antara Barat dan Timur. Infrastruktur maritim Indonesia terus berkembang, termasuk pelabuhan, pangkalan penjaga pantai, pelabuhan terbuka, dan platform. Tingkat pelayanan pelabuhan ditingkatkan melalui sistem pelayanan online dan nasional. Kemajuan yang signifikan dicapai dengan adanya kapal kontainer besar di pelabuhan Lompat Sintang. Indonesia sedang membangun jalur laut pulau baru, meningkatkan keselamatan maritim, dan memiliki layanan pemanduan di Selat Malaka dan Singapura. Komitmen Indonesia untuk menjaga dan meningkatkan keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut tercermin dalam pembentukan clearinghouse nasional bagi NDC dan ratifikasi Konvensi Buruh Maritim tahun 2006. Dukungan negara-negara anggota IMO sangat dihargai.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 16:29:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908377087</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asy Syuraya Arba Ilaina (E061231096)</title>
         <author>asysyuraya06</author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908911842</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sepanjang kurang lebih 80.000 kilometer dan dua pertiga wilayahnya terdiri dari air laut yang menyimpan kekayaan laut yang melimpah. Terdapat sumber daya minyak dan gas serta keanekaragaman hayati laut dan letak geografis Indonesia yang strategis.</p><p> Presiden Jokowi ingin mengembalikan kejayaan maritim Indonesia dengan tradisi maritim yang kuat untuk menyatukan nusantara, membangun infrastruktur konektivitas maritim yang bertujuan untuk membangun jalur angkutan barang bersubsidi yang kuat (tol laut) untuk mengurangi disparitas harga. Saat ini Indonesia memiliki 2132 pelabuhan. 141 pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional. </p><p>Kehadiran kapal-kapal besar di Indonesia menandakan bahwa Ton Jun Priya Court kini telah mampu melayani kapal berkapasitas besar sehingga membuat efisiensi logistik Indonesia semakin baik, oleh karena itu Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mendukung pelabuhan Tanjong Priya menjadi salah satu pelabuhan transshipment utama di Asia sesuai dengan ketentuan Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982 Indonesia yaitu sebagai negara kepulauan menetapkan tiga jalur alur laut kepulauan indonesia yang berfungsi sebagai jalur lalu lintas pelayaran asing yang terus menerus dan cepat melalui perairannya oleh karena itu peningkatan Keselamatan Maritim melalui peningkatan teknologi navigasi. Indonesia saat ini memiliki 22 stasiun layanan lalu lintas kapal. </p><p>Indonesia juga telah resmi memulai untuk memberikan layanan pemanduan di perairan layanan percontohan sukarela di Selat Malaka dan Singapura yang memiliki peran penting dalam perdagangan dan pelayaran internasional untuk menjamin keselamatan dan keamanan kapal yang berlayar di wilayah tersebut. </p><p>Indonesia memiliki penjaga laut dan pantai Indonesia dengan tugas dan tanggung jawab di bidang patroli dan penegakan hukum keamanan dan advokasi kode etik pelayaran penanganan bencana dan pekerjaan bawah air serta sarana dan prasarana untuk menjamin keselamatan dan keamanan </p><p>Indonesia juga berperan aktif sebagai anggota tetap port state control di kawasan asia-pasifik yang diselenggarakan berdasarkan Nota Kesepahaman Tokyo. Indonesia telah menunjukkan komitmen terhadap perlindungan lingkungan laut dengan upayanya menetapkan pulau insang Nusa Penida sebagai wilayah laut sangat sensitif atau PSSA melalui pengajuan pada sidang mep laut IMO ke-71 pada bulan Juli 2017 di London.</p><p>Salah satu tugas utama IMO adalah bertanggungjawab untuk keamanan dan keselamatan pelayaran dan pencegahan polusi di laut oleh kapal. Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak tahun 1961 dan senantiasa memberikan kontribusi terhadap program dan kegiatan kerja sama internasional IMO. Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat maritim internasional dan dalam mewujudkan maksud dan tujuan utama IMO yaitu pelayaran yang aman.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-07 00:46:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908911842</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andi Nashwa Syhaila I (E061231046)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908945425</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia sebagai poros maritim dunia, memiliki 17.508 pulau dan memiliki garis pantai dengan panjang kurang lebih 80.000 KM dan 2/3 dari wilayah indonesia terdiri dari perairan (laut) yang memiliki banyak kekayaan laut yang melimpah. Salah satunya adalah sumber daya minyak dan gas serta keanekaragaman hayati laut.</p><p><br/></p><p>mengetahui kekayaan sumber daya laut dan letak geografis indonesia yang sangat strategis akan memberikan keuntungan khusus terkhusus dalam bidang maritim, presiden Jokowi pun berupaya untuk mengembalikan kejayaan maritim indonesia melalui program strategis yang bernama NAWACITA guna menjadikan indonesia sebagai " Global Maritime Fulcrum" </p><p><br/></p><p>Dengan tradisi maritim yang kuat untuk menyatukan Nusantara, membangun infrastruktur konektivitas maritim telah menjadi prioritas utama pemerintah indonesia yang bertujuan untuk membangun jalur angkutan barang bersubsidi yang kuat dan dikenal sebagai "SEA TOLL" atau tol laut untuk mrngurangi disparitas harga antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.</p><p><br/></p><p>Guna memperkuat dan mendukung konektivitas maritim, indonesia pun terus mengembangkan infrastrukturnya dan kini indonesia memiliki 2.132 pelabuhan dan terminal, 287 port administration atau , 5 coast guard bases atau, 141 ports open to international trade, 14.181 registered vessels, 500.000/years seafarers, 250 shipyards untuk membangun semua jenis produk kapal di dalam negeri.</p><p><br/></p><p>untuk mendukung dan melengkapi pembangunan infrastruktur dan konektivitas, indonesia juga telah meningkatkan standar layanan pelabuhannya dengan meluncurkan INAPORTNET yaitu sistem pelayanan berbasis web internet tunggal yang mengintegrasikan sistem informasi pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang dari seluruh instansi atau pemangku kepentingan terkait di pelabuhan.</p><p><br/></p><p>indonesia berhasil menunjukkan kemandirian maritimnya ketika kapal kontainer besar sebanyak 8.500-10.000 dengan jalur pelayaran jakarta hingga Los Angeles, Amerika didatangkan ke pelabuhan dan KEMENHUB RI pun turut mendukung Tanjung Priya untuk menjadi salah satu pelabuhan transhippment utama di Asia. </p><p>selama bergabung dengan International Maritime Organization (IMO) di bidang keamanan, keselamatan, maritim, dan perlindungan lingkungan laut. Indonesia sedang mengupayakan pemilihan kembali di dewan IMO dan mencari dukungan dari negara-negara anggota. Semua upaya tersebut ditujukan untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan letak geografis yang strategis untuk menjadi kekuatan maritim global</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-07 01:05:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2908945425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lutfiyah Al Humairah (E061231020)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909031349</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Lutfiyah Al Humairah</p><p>NIM: E061231020</p><p><br/></p><p>Dari video diatas dijelaskan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia dengan 2/3 wilayahnya terdiri dari air laut yang menyimpan kekayaan laut yg sangat melimpah juga</p><p>sumber daya minyak dan gas serta keberagaman sumberdaya hayati.</p><p>Presiden Jokowi yang menyadari kekayaan dan letak geografis indonesia yg strategis bermaksud menjayakan kembali maritim indonesia dengan mengadakan program nawacita poros maritim dunia.</p><p>Telah menjadi prioritas utama bagi pemerintah indonesia untuk menyatukan nusantara dengan berbagai tradisi maritim yg kuat dan membangun infrastuktur dengan tujuan membangun jalur angkutan barang bersubsidi yang dikenal dgn nama “tol laut”</p><p>Indonesia juga telah meingkatkan standar layanan pelabuhannya dengan meluncurkan situs web inaportnet</p><p>Pelabuhan tanjung priuk menjadi salah satu pelabuhan transhipment utama di Asia.</p><p>Sesuai dengan ketentuan konvensi PBB tentang hukum laut tahun 1982 Indonesia sebagai negara kepulauan menetapkan 3 jalur alur laut kepulauan yg berfungsi sebagai jalur lalu lintas pelayaran asing.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga telah memberlakukan standar non konvensional atau NCVS</p><p>Indonesia juga telah berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan keamanan dan keselamatan maritim yang dipandu oleh ISP sehingga Indonesia telah berhasil membangun dan bergabung dengan jaringan internasional.</p><p>Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak tahun 1961 dan senantiasa memberikan kontribusi terhadap program kegiatan kerjasama intenasional IMO di bidang keamanan keselamatan maritim dan perlindungan longkungan laut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-07 02:02:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909031349</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TUGAS REVIEW VIDEO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909258144</link>
         <description><![CDATA[<p>Andi Audiya Aprilia - E061231017</p><p><br/></p><p>Indonesia negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sepanjang kurang lebih 80.000 kilometer dan dua pertiga wilayahnya terdiri dari air laut yang menyimpan kekayaan laut yang melimpah.</p><p><br/></p><p>sumber daya minyak dan gas serta keanekaragaman hayati laut adalah pengakuan tersendiri dari kekayaan sumber daya laut dan letak geografis Indonesia yang strategis. Adapun Presiden Jokowi bermaksud mengembalikan kejayaan maritim Indonesia melalui program strategis yang disebut NAWACITA. guna menjadikan Indonesia sebagai global maritime fulcrum dengan tradisi maritim yang kuat untuk menyatukan nusantara. Membangun infrastruktur konektivitas maritim telah menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk membangun jalur angkutan barang bersubsidi yang kuat yang dikenal sebagai tol laut untuk mengurangi disparitas harga antara Indonesia bagian barat dan timur. Untuk mendukung konektivitas maritim Indonesia selalu mengembangkan infrastruktur dan sumber daya maritimnya.</p><p><br/></p><p>Saat ini Indonesia memiliki 2.132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287&nbsp; pangkalan Penjaga Pantai administrasi pelabuhan. Selain daripada itu terdapat 141 pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional dengan 14.181 kapal terdaftar&nbsp; 500.000 pelaut yang melayani perusahaan pelayaran internasional dan domestik.</p><p><br/></p><p>secara rutin dan 250 galangan kapal untuk membangun semua jenis produk kapal di dalam negeri guna mendukung dan melengkapi pembangunan infrastruktur dan konektivitas. Indonesia juga telah meningkatkan standar layanan pelabuhannya dengan meluncurkan kapal di Inaportnet atau pelayanan berbasis web internet tunggal yang mengintegrasikan sistem informasi pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang dari seluruh instansi atau pemangku kepentingan terkait di pelabuhan aplikasi Inaportnet saat ini terintegrasi dengan sistem Indonesia national single window atau INSW dan didukung oleh sistem pendukung yang handal dan terintegrasi.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga menunjukkan kemandirian maritimnya dengan keberhasilannya mendatangkan kapal container besar sebanyak 500 hingga 10.000 ke pelabuhan lompat sintang dengan jalur pelayaran langsung Jakarta hingga Los Angeles, Amerika. Kehadiran kapal-kapal besar tersebut menandakan bahwa Tanjung Priuk Court kini telah mampu melayani kapal berkapasitas besar sehingga membuat efisiensi logistik Indonesia semakin baik, oleh karena itu Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mendukung pelabuhan Tanjong Priuk menjadi salah satu pelabuhan transshipment utama di Asia.</p><p><br/></p><p>Sesuai dengan ketentuan Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982, Indonesia sebagai negara kepulauan menetapkan tiga jalur alur laut kepulauan Indonesia yang berfungsi sebagai jalur lalu lintas pelayaran asing yang terus menerus dan cepat melalui perairannya oleh karena itu peningkatan Keselamatan Maritim melalui peningkatan teknologi navigasi dan perbaikan diperlukan.</p><p><br/></p><p>Indonesia saat ini memiliki 22 stasiun layanan lalu lintas kapal atau VTS baik pelabuhan maupun pesisir yang tersebar di seluruh negeri Indonesia juga telah memberlakukan standar non-konvensional atau NCBS untuk kapal berbendera Indonesia di bawah 500 gross ton pada tahun 2012, kemudian pada tahun 2017 Indonesia juga telah resmi memulai untuk memberikan layanan pemanduan di perairan layanan percontohan sukarela di Selat Malaka dan Singapura yang memiliki peran penting dalam perdagangan dan pelayaran internasional untuk menjamin keselamatan dan keamanan kapal yang berlayar di wilayah tersebut. Indonesia juga telah mendukung dan menegakkan ketentuan tersebut diatur dalam keselamatan jiwa di laut atau hiburan tahun 1972 bab 6 pasal 2 tentang berat kotor peti kemas atau vgm yang diverifikasi dengan menerbitkan peraturan.</p><p><br/></p><p>direktur jenderal perhubungan laut sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan konektivitas Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan keamanan dan keselamatan maritim yang dipandu oleh kode ISP Indonesia telah berhasil membangun dan bergabung dengan jaringan internasional pelacakan identifikasi kapal jarak jauh pada bulan Agustus 2013 Indonesia juga telah mendirikan pusat data nasional untuk NDC guna memenuhi inisiatif berbagi informasi maritim dan telah meningkatkannya dengan mengubah penyedia layanan aplikasi ASP yang diakui untuk memfasilitasi pertukaran informasi melalui pertukaran data internasional atau IDE untuk menjaga wilayah laut dan pesisirnya.</p><p><br/></p><p>Indonesia memiliki penjaga laut dan pantai Indonesia dengan tugas dan tanggung jawab di bidang patroli dan penegakan hukum keamanan dan advokasi kode etik pelayaran penanganan bencana dan pekerjaan bawah air serta sarana dan prasarana untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia untuk melaksanakan pengawasan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim kapal asing yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia pada khususnya dan di kawasan asia-pasifik pada umumnya Indonesia juga berperan aktif sebagai anggota tetap port state control di kawasan asia-pasifik yang diselenggarakan berdasarkan Nota Kesepahaman Tokyo.</p><p><br/></p><p>Indonesia telah menunjukkan komitmen terhadap perlindungan lingkungan laut dengan upayanya menetapkan pulau insang Nusa Penida sebagai wilayah laut sangat sensitif atau PSSA melalui pengajuan pada sidang mep laut IMO ke-71 pada bulan Juli 2017 di London. </p><p><br/></p><p>Indonesia berharap usulan tersebut dapat disetujui oleh IMO untuk meminimalkan dampak buruk yang ditimbulkan. Dampak negatif pelayaran internasional dalam jangka panjang langsung ke Nusa Penida dan kepulauan gili serta melestarikan kawasan tersebut Indonesia juga memiliki komitmen yang kuat dalam memperkuat kapasitas lebih dari setengah juta pelaut dengan meningkatkan kurikulum dan fasilitas pusat pelatihan maritim di seluruh negeri guna memberikan perlindungan yang lebih baik, kesejahteraan bagi pelaut Indonesia di laut telah meratifikasi konvensi buruh maritim tahun 2006 melalui undang-undang nomor 16 tahun 2016 pada tanggal 6 Oktober 2016. Indonesia sangat yakin bahwa undang-undang baru tentang konvensi buruh maritim ini merupakan kontribusi besar Indonesia salah satu tugas utama IMO adalah melindungi pelaut di laut Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak tahun 1961 dan senantiasa memberikan kontribusi terhadap program dan kegiatan kerja sama internasional IMO di bidang keamanan keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut.</p><p><br/></p><p>Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat maritim internasional dan dalam mewujudkan maksud dan tujuan utama IMO yaitu pelayaran yang aman, efisien dan berwawasan lingkungan, kami sangat menghargai dukungan negara-negara anggota IMO terhadap pencalonan Indonesia untuk dipilih kembali sebagai anggota Dewan IMO kategori C.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-07 04:58:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909258144</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fihrani Azzahra Achyar (E061231051) </title>
         <author>azhrrnii</author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909323240</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sekitar 80.000 kilometer. Dua per tiga wilayahnya terdiri dari perairan laut yang kaya akan sumber daya laut. Pengakuan terhadap kekayaan sumber daya laut Indonesia, termasuk sumber daya minyak dan gas serta keanekaragaman hayati laut, adalah hasil dari letak geografisnya yang strategis. </p><p><br/></p><p>Presiden Jokowi berencana mengembalikan kebesaran maritim Indonesia melalui inisiatif strategis yang disebut NAWACITA, dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim global yang didukung oleh warisan maritim yang kuat, untuk menyatukan kepulauan. Pemerintah Indonesia telah menetapkan pembangunan infrastruktur konektivitas maritim sebagai prioritas utama, termasuk pengembangan jalur angkutan barang yang terintegrasi, dikenal sebagai tol laut, guna mengurangi ketimpangan harga antara wilayah barat dan timur Indonesia. Dalam mendukung konektivitas maritim, Indonesia secara terus-menerus meningkatkan infrastruktur dan sumber daya lautnya.</p><p><br/></p><p>Pada saat ini, Indonesia mengoperasikan 2.132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287 pangkalan Penjaga Pantai administrasi pelabuhan. Selain itu, ada 141 pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan internasional, dengan total 14.181 kapal terdaftar dan dilayani oleh 500.000 pelaut yang melayani perusahaan pelayaran internasional dan domestik. </p><p><br/></p><p>Indonesia juga menunjukkan kemandiriannya dalam sektor maritim dengan berhasilnya menarik kedatangan kapal kontainer besar, dengan jumlah berkisar antara 500 hingga 10.000, ke pelabuhan lompat sintang melalui jalur pelayaran langsung Jakarta-Los Angeles, Amerika. Kehadiran kapal-kapal besar ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Tanjung Priuk kini telah mampu menangani kapal dengan kapasitas besar, yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi logistik di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memberikan dukungan untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Priuk sebagai salah satu pelabuhan transshipment utama di Asia.</p><p><br/></p><p>Direktur Jenderal Perhubungan Laut, sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan konektivitas di Indonesia, berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan keamanan serta keselamatan maritim. Hal ini didukung oleh implementasi Kode ISP Indonesia dan bergabungnya dengan jaringan internasional untuk pelacakan dan identifikasi kapal jarak jauh pada bulan Agustus 2013. Selain itu, Indonesia telah mendirikan Pusat Data Nasional untuk NDC guna mendukung inisiatif berbagi informasi maritim, dan telah meningkatkan layanan aplikasi ASP yang diakui untuk memfasilitasi pertukaran informasi melalui pertukaran data internasional atau IDE, dengan tujuan menjaga wilayah laut dan pesisirnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-07 05:55:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909323240</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Wonderland Indonesia, as a country that have the largest archipelagic Country In world.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909502488</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA: EGHI ALGIPARI</p><p>NIM: E061231033</p><p>MATA KULIAH: Analisis Kebijakan Luar Negeri</p><p><br/></p><p>     Indonesia menjadi rumah untuk kekayaan alam yang sangat melimpah salah satunya adalah sektor kemaritiman, Dimana terdapat 17.000 pulau hingga garis Pantai kurang lebih sepanjang&nbsp; 80.000 kilometers, dan dua per tiga wilayahnya adalah laut yang menyimpan kekayaan laut yang sangat melimpah, sumber daya minyak dan gas hingga keanekaragaman hayati laut, hingga layak disebut sebagai Bumi Maritim Indonesia. Dengan kekayaan yang diakui dunia hingga geografis yang sangat strategis Dimana diapit oleh diapit oleh dua Samudra dan dua benua, tak lain dan tak bukan Samudra pacific dan Samudra hindia, dan benua asia dan Australia, yang dapat memberikan pengaruh yang senagat besar pada perdangangan dunia.</p><p>&nbsp;</p><p>     Pada 2014 sila tepatnya pada hari senin tanggal 20 oktober, Presiden Jokowi menekankan arah Pembangunan kabinetnya adalah menggagas kembalinya kejayaan bangsa Indonesia sebagai negara maritim, dan datang dengan program yang sangat brillian dan strategis dengan sebutan “NAWACITA”, yang mana ada untuk menjadikan indonesia sebagai “Global Maritime Fulctrum”. Dengan tradisi maritim yang kuat untuk menyatukan Nusantara serta membangun infrastruktur, konektivitas maritim telah menjadi prioritas pemerintah indonesia yang bertujuan untuk membangun jalur angkutan bersubsidi yang kuat atau dikenal dengan sebutan “SEA TOLL” untuk mengurangi disparitas harga&nbsp; antara Indonesia bagian barat dan timur. Untuk mendukuk konektivitas maritim Indonesia selalu mengembangkan infrastruktur dan sumberdaya maritimnya, kini Indonesia memiliki 2.132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287 port administrations, 5 coast guard bases, 141 ports open to international trade, 14.181 registered vessels, 500.000/ years seafarers, dan 250 shipyards. Guna mendukung dan melengkapi Pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim, Indonesia juga meningkatkan standar layanan Pelabuhan dengan meluncurkan INAPORTNET yaitu system pelayanan berbasis web interner Tunggal yang mengintegrasikan system informasi Pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang dari seluruh instansi atau pemangku kepentingan terkait. Aplikasi INAPORTNET kini terintegrasi dengan system Indonesia National Single Window/ INSW dan juga &nbsp;didukung oleg system pendukung yang handal dan terintegrasi. Indonesia juga menunjukkan kemandirian maritimnya dengan keberhasilan indonesia mendatangkan kapal konteiner yang besar sebanyak 8.500-10.000 ke berbagai Pelabuhan uktuk meningkatkan efesiensi pengankutan kogistik. Oleh karena itu, Kementerian perhubungan Indonesia mendukung Pelabuhan tanjung Priya menjadi salah satu Pelabuhan transhippment utama di asia.</p><p>Sesuai dengan kententuan konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982, Indonesia sebagai negata kepulauan menetapkan tiga jalur, alur laut kepulauan indonesia yang berfungsi sebagai jalur lalu lintas pelayaram asing yang terus menerus dan cepat melalui perairannya, oleh karena itu peningkatan keselamatan maritim melalui peningkatan teknologi navigasi dan perbaikan yang diperlukan.</p><p>&nbsp;</p><p>     Indonesia saat ini memiliki 22 Vesse Trafffic Service (VTS) Stations, baik Pelabuhan maupun peisir yang tersebar di seluruh Negeri. Indonesia juga telah memberlakukan The Non Convention Vessel Standard atau NCBS untuk kapal berbendera Indonesia di bawah 500 gross ton pada tahun 2012, dan pada tahun 2017 Indonesia juga menyediakan pemanduan layanan di selat Malaka dan Singapura yang merupakan jalur pedagangan dan pelayaran penting Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan keamanan dan keselamatan maritim yang dipandu oleh&nbsp; Compliance to the ISPS code. Indonesia juga telah berhasil membangun dan bergabung dengan jaringan internasional pelacakan identifikasi kapal jarak jauh pada bulan agustus tahun 2013. Indonesia juga telah membangunan Nasional Data Center atau NDC gunan memenuhi inisiatif berbagai informasi maritim dan telah meningkatkan dengan mengubah penyedia layanan aplikasi yang diakui untuk menmfasikitasi partukaran informasi melalui data internasional. Indonesia juga memiliki penjaga laut untuk menjaga laut Indonesia dan menjami keselamatan dan keamana pelayaran di perairan Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>     Indonesia juga berpartisipasi aktif dalam inisiatif dan organisasi internasional terkait kelautan seperti Internasional&nbsp; Maritim Organization (IMO). Yang berkontribusi dan memiliki tugas utama pada program dan kegiatan untuk melindungi keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim terkhususnya pelaut. Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak tahun 1961 dan senantiasa memberikan kontribusi pada program dan kegiatan kerjasama internasional IMO di bidang keamanan, keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut. Indonesia juga kini sedang mengupayakan pemilihan kembali di Dewan IMO dan mencari dukungan dari negara-negara anggota dari IMO&nbsp;itu&nbsp;sendiri.</p><p>&nbsp;</p><p>     Kesimpulannya, Indonesia, dengan kepulauan yang luas, memiliki posisi strategis di antara dua samudra dan dua benua, menjadikannya kekuatan maritim. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, negara ini memulai program ambisius "NAWACITA" untuk mendapatkan kembali kejayaan maritimnya, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim. Inisiatif seperti subsidi "SEA TOLL" bertujuan untuk mengurangi disparitas ekonomi antar daerah. Dengan lebih dari 2.000 pelabuhan, Indonesia memprioritaskan keselamatan maritim melalui peningkatan teknologi dan kemitraan internasional, mematuhi konvensi maritim global dan aktif berpartisipasi dalam organisasi seperti Organisasi Maritim Internasional (IMO). Upaya bersama ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk keunggulan maritim dan kepemimpinan global.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101107075/ba1106aa34523fcf39caae3d78d6bc07/15249131_s.webp" />
         <pubDate>2024-03-07 08:33:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909502488</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muh Ghiyas Gaspah E061231120</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909592815</link>
         <description><![CDATA[<p>Resume </p><p>Yang saya bisa dapat dari video di atas bahwa negara Indonesia sudah pastinya adalah negara kepulauan. Negara dengan ribuan pulau nah yang menjadi pr bagi kita masyarakat Indonesia adalah bagaimana kita bisa menjaga kekayaan alam kita terutama kekayaan laut banyak sekali potensi maritim yang masih bisa kita kembangkan. Bahkan menurut saya yang ada sekarang ini baru beberapa persen dari potensi maritim yang bisa dikembangkan. Jangan sampai potensi itu layu sebelum tumbuh. Nah itu tugas besar bagi pemerintah dan juga masyarakat Indonesia. Kita harus menguatkan maritim kita melalui pertahan keamanan. Kita harus tegas dengan klaim-klaim yang dibuat oleh negara lain tentang pulau kita. Saya yakin jika kita saling bersinergi untuk menjaga potensi maritim, InsyaAllah kita bisa menikmati hasil dari kekayaan alam kita sendiri. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-07 09:56:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909592815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ethania Ebenheizer Picaulima (E061231038)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909597159</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki potensi luar biasa dalam sumber daya lautnya. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, negara ini telah mengambil langkah besar untuk mengembangkan potensi maritimnya. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai yang panjang, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, dari keanekaragaman hayati laut hingga sumber daya minyak dan gas yang melimpah.</p><p><br/></p><p>Salah satu inisiatif utama Presiden Jokowi adalah program strategis untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia. Program ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim global yang penuh waktu, didukung oleh tradisi maritim yang kuat. Infrastruktur konektivitas maritim menjadi prioritas utama, dengan fokus pada pengembangan jalur angkutan barang bersubsidi yang kuat, dikenal sebagai “tol laut”, untuk mengurangi ketimpangan harga antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur.</p><p><br/></p><p>Dalam upaya mendukung konektivitas maritim, Indonesia telah aktif mengembangkan infrastruktur dan sumber daya maritimnya. Saat ini, negara ini memiliki ribuan pelabuhan, termasuk pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional. Dengan armada kapal besar dan galangan kapal yang memadai, Indonesia telah menunjukkan kemampuannya dalam industri maritim.</p><p><br/></p><p>Upaya untuk meningkatkan keselamatan maritim juga menjadi fokus utama. Indonesia telah meningkatkan teknologi navigasi dan infrastruktur untuk memastikan keselamatan pelayaran di perairannya. Standar layanan pelabuhan telah ditingkatkan, termasuk penggunaan teknologi seperti kapal di port net untuk meningkatkan efisiensi operasional.</p><p><br/></p><p>Tingkat kesadaran lingkungan juga tinggi, dengan Indonesia menetapkan kawasan laut sensitif dan berkomitmen untuk melindungi lingkungan lautnya. Melalui upaya di forum internasional seperti IMO, Indonesia berperan aktif dalam mempromosikan keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan laut.</p><p>Di samping itu, Indonesia juga fokus pada kesejahteraan pelautnya dengan meningkatkan kurikulum dan fasilitas pelatihan maritim di seluruh negeri. Melalui ratifikasi konvensi buruh maritim, Indonesia menunjukkan komitmen untuk melindungi hak-hak pelautnya.</p><p><br/></p><p>Secara keseluruhan, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi telah membuat kemajuan signifikan dalam memanfaatkan potensi maritimnya. Dengan upaya yang terus-menerus untuk mengembangkan infrastruktur, meningkatkan keselamatan, dan melindungi lingkungan laut, Indonesia terus menegaskan perannya sebagai kekuatan maritim yang penting di tingkat global.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-07 09:59:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2909597159</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2910034437</link>
         <description><![CDATA[<p>RESUME HEKAL</p><p>NAMA: Haikal Rama</p><p>NIM: E061231118</p><p><br/></p><p>Indonesia sebagai poros maritim dunia</p><p>adalah negara dengan archipelago terbesar di dunia dengan 17.508 pulau dan 80.000km garis pantai yang 2/3 wilayhnya terdiri atas air wilayah indonesia yang strategis membuat indonesia menjadi salah satu pusat perdagangan dunia. Presiden indonesia jokowi dodo berinisiatif membuat program nawacita yang bertujuan untuk menjadikan indonesia sebagai poros maritim. Membangun insfrakstruktur konektivitas maritim telah menjadi prioritas utama pemerintah indonesia yang bertujuan mengstabilkan subsidi pengiriman lautan atau yang dikenal sebagai SEA TOLL untuk mengurangi biaya untuk bagian timur dan barat indonesia indonesia selalu meningkatkan infrakstruktur kemaritimannya indonesia memiliki 2.132 Pelabuhan dan Terminal 287 port administration 5 KPLP dan 141 pelabuhan terbukan untuk perdagangan internasional</p><p>dll indonesia juga telah mengembangkan suatu web untuk kemajuan pelabuhan yang bernama INAPORTNET indonesia juga memiliki kapal besar pembawa container dengan tujuan langsung dari jakarta ke los angeles</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-07 15:44:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2910034437</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Review</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2911956795</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Kristiyadi August Manaph</p><p>NIM   : E061231095</p><p><br></p><p>Indonesia merupakan negera kepulauan terbesar yang ada di dunia dengan jumlah pulau kurang lebih 17.508 dan garis pantai sepanjang 80.000 kilometer serta 2/3 dari totsl luas wilayahnya berupa laut. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya seperti minyak, gas, dan keanekaragaman hayati laut.</p><p><br></p><p>Melihat potensi sumber daya dan letak strategis Indonesia, pemerintah berupaya untuk membangun kembali kejayaan Indonesia sebagai pusat negara maritim. Demi mewujudkan misi tersebut pemerintah membentuk program NAWACITA sebagaimana yang dicanangkan oleh presiden Jokowi.</p><p><br></p><p>Untuk mewujudkan misi tersebut, pemerintah memprioritaskan pembangunan dan pengembangan infrastruktur konektivitas antarpulau untuk memudahkan pergerakan jalur laut di Indonesia yang kita kenal dengan isitlah tol laut.  </p><p><br></p><p>Selain mengembangkan sistem infrastruktur, Indonesia juga mengembangkan sistem pelayanan dan pengolahan pelabuhannya guna menopang perkembangan infrastruktur lainnya. Sistem yang pelayanan yang dikembangkan adalah INAPORTNET. Sistem ini merupakan sistem pelayanan berbasis web tunggal yang akan melayani dan menangani sistem transport kapal dari berbagai instansi yang berkepentingan.</p><p><br></p><p>Untuk menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai negara poros maritim, kementerian perhubungan RI berupaya untuk menjadikan pelabuhan tanjung priok sebagai salah satu pelabuhan utama di Asia. Hal ini karenakan pelabuhan tanjung periok sekarang sudah dapat menampung kapal berkapasitas besar yang pastinya akan dapat meningkatkan efisiensi logistik di masa yang akan datang.</p><p><br></p><p>Letak strategis Indonesia menjadikannya sebagai jalur perdagangan internasional. Oleh karena itu, peningkatan dan pengembangan sistem keamanan jalur laut menjadi poin penting. Untuk memenuhi hal tersebut Indonesia memiliki VTS di berbagai daerah yang menjadi jalur perdagangan di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memilki satuan yang menjaga daerah perbatasan melalui patroli ,penanganan bencana, penanganan kapal asing, serta menjaga keseluruhan sistem infrastruktur guna menjamin jalur pelayaran Indonesia.</p><p><br></p><p>Indonesia juga tidak melupakan tentang dampak jalur perdagangan laut bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berupaya untuk menetapkan pulau Gili dan Nusa penida sebagai kawasan yang tidak dilewati sebagai jalur pelayaran melalui lembaga maritim internasional untuk memperoleh keamanan wilayah. Guna meminimalisir efek negatif dari kegiatan pelayaran.</p><p><br></p><p>Indonesia juga terus melakukan pengembangan bagi para calon pelaut di Indonesia dengan terus memperbaharui sistem pendidikan melalui kurikulum, rangkaian pelatian, dan fasilitas serta infrastruktur bagi para pelaut Indonesia. </p><p><br></p><p>Tidak hanya fokus pada pengembangan diri sendiri, Indonesia juga turut berperan aktif dalam organisasi maritim internasional dengan berpartisipasi dalam IMO sejak 1961. Indonesia telah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan tujuan IMO melalui program yang dibuat seperti pertahanan dan keamanan maritim dunia serta perlindungan lingkungan laut. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-09 03:35:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2911956795</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M. Rifky Syahmanda (E061231035) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2911993531</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia memiliki potensi besar di bidang maritim, dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai yang panjang. Presiden Jokowi telah meluncurkan program Nawacita untuk mengembangkan sektor maritim Indonesia. Salah satu fokus utamanya adalah membangun infrastruktur konektivitas maritim, seperti program Sea Toll untuk mengurangi kesenjangan harga antar wilayah.</p><p><br/></p><p>Selain itu, Indonesia telah meningkatkan infrastruktur pelabuhan dimana Saat ini, Indonesia memiliki 2.132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287 administrasi pelabuhan, lima pangkalan Penjaga Pantai, 141 pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional, serta 14.181 kapal terdaftar dengan total 20.825.038 ton kotor, dan 500.000 pelaut yang melayani perusahaan pelayaran internasional dan domestik secara teratur. Selain itu, ada 250 galangan kapal untuk membangun berbagai jenis produk kapal di dalam negeri. </p><p><br/></p><p>Inovasi seperti INAPORTNET juga diperkenalkan untuk meningkatkan layanan pelabuhan. Inaportnet adalah sistem layanan web berbasis internet tunggal yang mengintegrasikan sistem informasi pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang dari semua lembaga atau pemangku kepentingan terkait di pelabuhan. Aplikasi Inaportnet saat ini terintegrasi dengan Sistem Jendela Tunggal Nasional Indonesia atau INSWS dan didukung oleh sistem dukungan terpadu dan dapat diandalkan</p><p><br/></p><p>Keselamatan dan keamanan maritim juga menjadi prioritas penting, dengan pendirian stasiun layanan lalu lintas kapal dan penerapan peraturan keamanan. Saat ini, Indonesia memiliki 22 stasiun Vessel Traffic Service atau VTS baik di pelabuhan maupun di pesisir yang tersebar di seluruh negeri. Indonesia juga aktif dalam kerjasama internasional untuk memperkuat pengendalian pelabuhan di Asia-Pasifik.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga sangat </p><p>memperhatikan perlindungan lingkungan, dengan usaha-usaha untuk menetapkan daerah laut yang sensitif dan menyetujui perjanjian lingkungan. Indonesia juga bertekad untuk meningkatkan standar pelatihan bagi para pelautnya.</p><p><br/></p><p>Melalui kerjasama internasional, Indonesia berharap dapat berkontribusi lebih banyak dalam Pelayaran global yang aman dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Indonesia mengajukan diri untuk kembali menjadi anggota Dewan IMO dan meminta dukungan dari negara-negara anggota.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-09 05:40:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2911993531</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ega Ananda Saidah M (E061231079)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2912502424</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia merupakan negara dengan kepualauan yang sangat kaya, banyaknya pulau serta panjangnya pantai yang ada di negara kita merupakan sebuah sumber daya yang tidak bisa di abaikan begitu saja. Untuk mengembalikan kejayaan indonesia sebagai negara maritim, presiden Joko Widodo membuat sebuah program yang bernama NAWACITA guna mewujudkan negara maritim kita yang mendunia.</p><p><br/></p><p>Membuat konektivitas maritim menjadi sebuah prioritas dalam program ini, hal ini sejalan dengan langkah-langkah yang telah dikerjakan Indonesia guna mengembangkan infrastruktur dan sumber daya di bidang perairan. Perkembangan ini dapat dilihat melalui peningkatan standar pelayanan pelabuhan dengan meluncurkan INAPORTNET, lalu peningkatan efisiensi logistik indonesia melalui <em>Large Container Vessels</em> yang ber-rute antara Jakarta dan Los Angeles, tidak hanya dari aspek ini saja tetapi keamanan maritim menjadi hal lain yang juga esensial dalam pengembalian kejayaan maritim Indonesia.</p><p><br/></p><p>Hal ini juga sejalan dengan peningkatan keamanan teknologi navigasi, contohnya dengan pemberlakuan standar non konvensional atau <em>The Non Convention Vessel Standard</em> untuk kapal-kapal dengan bendera Indonesia, lalu pada tahun 2017 indonesia menawarkan layanan pemanduan dalam garis Malacca dan Singapore yang mana hal ini berperan penting dalam perdagangan internasional untuk memastikan keamanan dan keselamatan kapal-kapal selama berlayar dalam wilayah tersebut.</p><p><br/></p><p>Banyaknya langkah yang diambil dan dikembangkan Indonesia guna mengurangi kebergantungan sumber daya daratan dan mengembalikan kebudayaan laut atau maritim Indonesia menjadi sebuah gebrakan yang harus diapresiasi sebagai wujud lain dari komitmen negara dalam pengabdiannya untuk negara dan masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-10 06:13:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2912502424</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andi Alya Khairunnisa/E061231090</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2912676860</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Rangkuman review</strong></p><p><strong>&nbsp;&nbsp; Indonesia as a global maritime fulcrum</strong></p><p><br/></p><p>Nama: Andi Alya Khairunnisa</p><p>NIM: E061231090</p><p><br/></p><p>Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sepanjang kurang lebih 80.000kilometer dan dua pertiga wilayahnya terdiri dari air laut yang menyimpan kekayaan sumber daya laut, minyak dan gas, serta keanekaragaman hayati laut. Menyadari kekayaan sumber daya laut dan letak geografis Indonesia yang strategis, Presiden Jokowi menginginkan untuk mengembalikan maritim Indonesia melalui program strategis saat ini di Sita, guna menjadikan Indonesia maritim global yang penuh dengan tradisi maritim yang kuat untuk menyatukan bangunan nusantara.</p><p><br/></p><p>Infrastruktur konektivitas maritim telah menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia,&nbsp; bertujuan untuk membangun jalur angkutan barang bersubsidi yang kuat, dikenal sebagai tol laut. Tol laut membantu mengurangi disparitas harga antara Indonesia bagian barat dan timur,&nbsp; untuk mendukung konektivitas maritim Indonesia yang selalu mengembangkan infrastruktur dan sumber daya maritimnya.</p><p><br/></p><p>Saat ini Indonesia mempunyai 2.132 pelabuhan dan terminal, dikelola oleh 287 administrasi pelabuhan, lima penjaga pantai, 141 pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional, 14.181 kapal terdaftar, dengan jumlah total 20 juta, 500.000 pelaut yang melayani perusahaan pelayaran internasional dan domestik secara reguler, serta 250 galangan kapal untuk membangun segala jenis produk kapal di dalam negeri. Untuk mendukung dan melengkapi pembangunan infrastruktur dan konektivitas, Indonesia juga telah meningkatkan standar layanan pelabuhannya dengan meluncurkan sistem layanan berbasis web internet tunggal di jaringan pelabuhan yang mengintegrasikan sistem informasi standar, untuk melayani kapal dan barang dari semua instansi terkait atau pemangku kepentingan di pelabuhan. Aplikasi inner port net saat ini sudah terintegrasi dengan sistem indonesia national single window atau I NSW, serta didukung oleh sistem pendukung yang handal dan terintegrasi.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga menunjukkan kemandirian maritim dengan keberhasilan Indonesia mendatangkan kapal kontainer berukuran besar 8.500 hingga 10.000 ke pelabuhan lompat sintang dengan jalur pelayaran langsung Jakarta ke Los Angeles, Amerika. Kehadiran kapal-kapal besar tersebut menandakan bahwa ton Jun Priya Court kini telah mampu melayani kapal berkapasitas besar, sehingga membuat efisiensi logistik Indonesia semakin baik. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan RI mendukung pelabuhan Tanjung Priya menjadi salah satu pelabuhan transshipment besar di Asia. Sesuai dengan ketentuan Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982, Indonesia sebagai negara kepulauan menetapkan tiga jalur alkie, alur laut kepulauan Indonesia yang berfungsi sebagai jalur terus menerus bagi pelayaran asing melalui perairannya. Oleh karena itu, Keselamatan Maritim melalui peningkatan dan penyempurnaan teknologi navigasi telah diperlukan.</p><p><br/></p><p>Indonesia telah berhasil membangun dan bergabung dengan jaringan internasional pelacakan identifikasi kapal jarak jauh pada bulan Agustus 2013, Indonesia juga telah mendirikan pusat data nasional NDC untuk memenuhi inisiatif berbagi informasi maritim dan telah memperbaikinya dengan mengubah penyedia layanan aplikasi yang diakui ASP untuk memfasilitasi berbagi informasi melalui pertukaran data internasional atau IDE. Untuk menjaga wilayah laut dan pesisirnya, Indonesia memiliki penjaga laut dan pantai Indonesia yang tanggung jawabnya di bidang patroli dan keamanan, penegakan hukum dan advokasi kode etik pelayaran, penanganan bencana dan pekerjaan bawah air, serta sarana dan prasarana untuk menjamin keselamatan dan keamanan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-10 13:19:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2912676860</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INDONESIA AS A GLOBAL MARITIM FULCRUM</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2913325618</link>
         <description><![CDATA[<p>Irgi Mukramin Paisal</p><p>E061231056</p><p><br></p><p>Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menyimpan banyak sumber daya laut minyak dan gas serta keaneragaman hayati laut. Dengan kekayaan sumber daya laut yang melimpah ditambah dengan lokasi geografis Indonesia yang strategis membuat Presiden Jokowi berniat membuat Indonesia menjadi poros maritim dunia melalui program strategis NAWACITA. <br><br>Untuk menyatukan konektivitas maritim antar kepulauan pemerintah Indonesia membangun jalur kargo subsidi yang kuat yang dikenal sebagai TOL LAUT untuk mengurangi perbedaan harga antara bagian barat dan timur Indonesia, dan untuk mendukung program tersebut saat ini Indonesia memiliki 2132 ports and terminals yang dikelola oleh 287 port administrations, 5 coast guard bases, 141 ports open to international trade, 14.181 kapal yang terdaftar dengan total 20.825.038 ton bruto, 500.000 pelaut yang melayani perusahaan internasional dan domestik, dan 250 shipyard untuk membangun semua jenis produk kapal di dalam negeri. <br><br>Untuk meningkatkan standar layanan pelabuhan Indonesia telah meluncurkan INAPORTNET yaitu sebuah sistem layanan berbasis internet tunggal yang mengintegrasikan sistem informasi pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang di pelabuhan, sistem ini juga sudah terintegrasi dengan Indonesia National Single Window atau INSW yang didukung oleh sistem dukungan yang dapat diandalkan dan terpadu. <br><br>Indonesia juga menunjukkan kemerdekaan maritimnya dengan keberhasilan Indonesia membawa kapal-kapal kontainer besar ke pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta dengan rute pengiriman langsung ke Los Angeles, Amerika. Kehadiran kapal-kapal besar ini menunjukkan bahwa pelabuhan Tanjung Priuk sekarang telah mampu melayani kapal dengan kapasitas besar&nbsp; sehingga membuat efisiensi logistik Indonesia bahkan lebih baik, oleh karena itu Kemenhub RI mendukung pelabuhan Tanjung Priuk untuk menjadi salah satu pelabuhan transshipment utama di Asia. <br><br>Sesuai dengan ketentuan konvensi PBB tentang hukum laut pada tahun 1982 Indonesia sebagai negara kepulauan telah menunjuk tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia atau ALKI yang digunakan sebagai jalur navigasi kapal asing, oleh karena itu peningkatan keamanan maritim melalui peningkatan teknologi navigasi dan perbaikan telah diperlukan. Indonesia saat ini memiliki 22 Vessel Traffic Service atau VTS station yang menyebar di seluruh negeri. <br><br>Indonesia telah memberlakukan the Non Convention Vessel Standard atau NCVS untuk kapal berbendera Indonesia dibawah 500 ton bruto pada tahun 2012, dan pada tahun 2017 Indonesia juga telah secara resmi mulai menyediakan layanan pilotasi di perairan Selat Melaka dan Singapura untuk memastikan keamanan kapal yang berlayar di wilayah tersebut. <br><br>Indonesia juga telah berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan keamanan maritim yang dipandu oleh ISPs code, Indonesia telah berhasil membangun dan bergabung dengan jaringan internasional pelacakan identifikasi jarak jauh kapal pada Agustus 2013, Indonesia juga telah mendirikan National Data Center atau NDC untuk memenuhi inisiatif berbagi informasi maritim dan telah memperbaikinya dengan mengubah penyedia layanan aplikasi yang diakui untuk ASP untuk memfasilitasi International Data Exchange atau IDE. <br><br>Untuk melindungi wilayah laut dan pesisirnya Indonesia memiliki Indonesia Sea and Coast Guard, Indonesia juga memainkan peran aktif sebagai anggota permanen kontrol negara pelabuhan di wilayah Asia-Pasifik yang di selenggarakan dibawah Tokyo Memorandum of Understanding. <br><br>Indonesia juga memiliki komitmen yang kuat dalam memperkuat kapasitas lebih dari setengah juta pelaut dengan meningkatkan kurikulum dan fasilitas pusat pelatihan maritim di seluruh negeri. <br><br>Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak 1961 dan secara konsisten berkontribusi pada program dan kegiatan kerjasama internasional IMO dalam keamanan maritim dan perlindungan lingkungan laut dan berkomitmen untuk melanjutkan kontribusinya dalam melayani komunitas maritim internasional dan dalam realisasi tujuan utama IMO untuk pengiriman yang aman, efisien dan ramah lingkungan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-11 04:35:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2913325618</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RESUME ASSIGNMENT.</title>
         <author>patriciaclarence02</author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2913350971</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Patricia Clarence </p><p>NIM : E061231042<br></p><p><strong>Video di atas memaparkan </strong>indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi di sektor maritim Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia dikenal sebagai negara khatulistiwa, yang juga merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di Dunia dengan dengan jumlah pulau lebih dari 17.000, garis kosta sepanjang 80.000 kilometer, wilayah teritorial Indonesia ⅔ nya adalah lautan yang diisi dengan jutaan kekayaan alam seperti terumbu karang, beraneka macam ikan, dan minyak alam. Posisi Indonesia yang saat ini sangatlah strategis dan kaya akan sumber daya alam dipergunakan oleh Presiden Jokowi dengan mencanangkan atau menciptakan program yang diberi nama NAWACITA yang secara general bertujuan mewujudkan kejayaan maritim Indonesia dalam skala global.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Bagaimana perwujudan dari program ini</strong> dapat berjalan dengan baik yaitu fokus dengan pemerataan pembangunan serta pengembangan infrastruktur antarpulau yang berguna untuk memudahkan segala aktivitas dan konektivitas, sebagaimana kita kenal dengan sebutan tol laut/ sea toll yang juga berfungsi untuk meminimalisir kesenjangan harga di tiap atau antar wilayah. Peningkatan infrastruktur perairan di indonesia juga dapat kita lihat secara nyata dengan adanya 2.132 pelabuhan serta terminal yang secara langsung dibawahi dan dikelola oleh lebih dari 200 administrasi pelabuhan, disertai dengan 5 coast guard bases, 141 pelabuhan terbuka untuk bisnis internasional indonesia, seta lebih dari 14.000 kapal terdaftar dan 500.000 pelaut yang bekerja di perusahaan pelayaran internasional dan domestik. terakhir terdapat 250 galangan kapal yang berfungsi untuk membuat produk kapal dengan berbagai jenis di Indonesia.Pak Jokowi juga tidak hanya memfokuskan diri pada program kerja ini tapi juga memprioritaskan pelayanan pelabuhan dengan meluncurkan program INAPORTNET dimana program ini sendiri merupakan program yang menggunakan website atau teknologi internet dalam melayani kapal atau barang dari perusahaan terkait.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Di sisi lain, Indonesia menetapkan 3 jalur kepulauan yaitu</strong></p><ul><li><p>ALKI I yang melintasi Samudra Hindia, Laut Cina Selatan, Laut Jawa,&nbsp; dan selat Sunda &amp; Karimata.</p></li><li><p>ALKI II melintasi laut Sulawesi, selat Makassar, Laut Flores, dan Selat Lombok</p></li><li><p>ALKI III melintasi Samudra Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai, Laut Sawu, dan Samudra Hindia.</p></li></ul><p>Seluruh jalur ini difungsikan sebagai lalu lintas di perairan indonesia bagi kapal asing yang berlayar dengan waktu berkala dan efisien. Melalui jalur jalur ini indonesia sudah pasti akan mendapatkan banyak sekali benefits.</p><p><br/></p><p><strong>Terakhir, indonesia mengambil peran penting</strong> dalam aspek keamanan wilayah perairan dan perlindungan lingkungan laut dengan bekerja sama di lembaga maritim internasional seperti International Maritime Organizations ( IMO ) sejak 1961. Lewat kerja sama ini indonesia mampu meningkatkan dan membenahi infrastruktur secara aktif di lembaga maritim internasional.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-11 05:00:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2913350971</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resume</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2913393034</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA:MUH.REYNALDI PUTRA</p><p>NIM:E061231117</p><p>MATA KULIAH:ANALISIS KEBIJAKAN LUAR NEGERI KELAS C</p><p><br/></p><p>Disini saya akan mempaparkan apa yang saya pahami dari video tersebut</p><p>Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau yaitu 17.000 dengan garis pantai sepanjang 80.000 km dan mempunyai kekayaan laut yang melimpah</p><p><br/></p><p>Dengan kekayaan sumber daya laut atau maritim yang melimpah serta letak geografis Indonesia yang terbilang strategis membuat Indonesia mendapat keuntungan khusus di bidang maritim,Presiden Jokowi membuat program yaitu NAWACITA yang berfokus di bidang maritim guna memakmurkan Indonesia</p><p><br/></p><p>Dalam bidang infrastruktur maritim,Pemerintah Indonesia melakukan pembangunan dengan banyak cara contohnya sistem transportasi tol laut untuk mengurangi disparitas harga antara wilayah barat dan timur.Serta pembangunan infrastruktur yang lain yaitu pembangunan pelabuhan sebanyak 2000 yang dimana beberapa pelabuhannya terbuka untuk perdagangan internasional dan terminal yang dikelola oleh 287 adminitrasi.Adajuga pembangunan infrastruktur maritim yang lain yaitu kapal dan pelaut dengan jumlah kapal sebanyak 14.181 serta jumlah pelaut sebanyak 500.000 yang melayani perusahaan pelayaran Internasional dan domestik,Karna Indonesia berfokus di pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritimnya dengan membuat sistem pelayanan berbasis web,guna mencerminkan Indonesia berkomitmen bahwa ingin memperbaiki layanan pelabuhan dan berbagai instansi.</p><p><br/></p><p>Berikutnya Indonesia juga menetapkan layanan lalu lintas kapal di seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir serta menyediakan layanan pemanduan di selat malaka dan singapura yang merupakan jalur perdagangan dan pelayaran.Indonesia juga aktif dalam dunia maritim internasional dan organisasi contohnya IMO yang berfokus pada bidang keselamatan,keamanan,dan perlindungan maritim agar dapat mencapai tujuan Indonesia yaitu menjadi anggota dewan IMO</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-11 05:37:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2913393034</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Achmad Dhani Ridwan (E061231114)</title>
         <author>achmaddhaniadr</author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2914180044</link>
         <description><![CDATA[<p>Video “Indonesia as a global maritime fulcrum (Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia)” memberikan gambaran tentang program maritim ambisius Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Ekspansi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, ditambah dengan garis pantai dan sumber daya laut yang luas, menjadi dasar dari aspirasi maritimnya.</p><p><br/></p><p>Program strategis Presiden Jokowi, NAWACITA, bertujuan untuk memanfaatkan potensi maritim Indonesia, menempatkan negara ini sebagai poros maritim global. Pusat dari visi ini adalah penekanan pada konektivitas maritim, yang diwujudkan melalui inisiatif seperti program Sea Toll, yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan harga antara wilayah barat dan timur Indonesia.</p><p><br/></p><p>Pengembangan infrastruktur muncul sebagai prioritas utama, ditandai dengan angka-angka yang mengesankan dari pelabuhan, kapal, dan pelaut. Pengenalan Inaportnet mencerminkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan layanan pelabuhan dan menyederhanakan operasi melalui integrasi digital.</p><p><br/></p><p>Penanganan sukses kapal-kapal kontainer besar di pelabuhan Tanjung Priok mencerminkan keahlian logistik Indonesia, sementara kepatuhan terhadap konvensi maritim internasional seperti United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) dan Safety of Life at Sea (SOLAS) menegaskan komitmen Indonesia terhadap keselamatan dan keamanan maritim. Layanan pilotase di jalur air penting seperti Selat Malaka dan Singapura juga meningkatkan peran Indonesia dalam fasilitasi perdagangan global.</p><p><br/></p><p>Keamanan maritim dan perlindungan lingkungan juga menonjol dalam program Indonesia, sebagaimana dibuktikan dengan inisiatif seperti Particularly Sensitive Sea Areas (PSSA) dan ratifikasi konvensi internasional seperti Konvensi Ketenagakerjaan Maritim pada tahun 2006.</p><p><br/></p><p>Keterlibatan aktif Indonesia dengan organisasi maritim internasional, terutama IMO, menegaskan komitmen Indonesia terhadap tata kelola dan kerja sama maritim global. Pencalonan diri untuk terpilih kembali sebagai anggota Dewan IMO mencerminkan keinginan Indonesia untuk terus berkontribusi pada kemajuan keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim di kancah internasional.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-11 15:58:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2914180044</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asty Faiqah (E061231037)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915119454</link>
         <description><![CDATA[<p>RESUME</p><p><br/></p><p>Indonesia sebagai poros maritim dunia</p><p>&nbsp;</p><p>Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sepanjang kurang lebih 80.000 kilometer dan dua pertiga wilayahnya terdiri dari air laut yang menyimpan kekayaan sumber daya laut, minyak, dan gas bumi serta keanekaragaman hayati laut yang. Sumber daya dan letak geografis Indonesia yang strategis.</p><p>&nbsp;</p><p>Presiden jokowi juga berniat mengembalikan kejayaan maritim Indonesia melalui program strategis yaitu NAWACITA guna menjadikan Indonesia yang dikenal sebagai maritim global. dengan tujuan mempersatukan nusantara, membangun infrastruktur untuk konektivitas maritim menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; membangun jalur angkutan barang bersubsidi yang dikenal sebagai tol laut untuk mengurangi perbedaan harga antara wilayah barat dan timur Indonesia. untuk mendukung konektivitas maritim,</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Indonesia selalu mengembangkan infrastruktur dan sumber daya maritimnya saat ini Indonesia memiliki 2.132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287 lima pangkalan, Penjaga Pantai administrasi pelabuhan 141 pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional 14.181 kapal terdaftar dengan jumlah total 20 juta 825.000, 500.000 pelaut yang melayani perusahaan pelayaran internasional dan domestik. &nbsp;untuk mendukung dan melengkapi pembangunan infrastruktur dan konektivitas</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Indonesia juga telah meningkatkan standar layanan pelabuhannya dengan meluncurkan sistem layanan berbasis web internet.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pelabuhan juga mengintegrasikan sistem informasi pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang dari seluruh instansi atau pemangku kepentingan terkait di pelabuhan, aplikasi jaring pelabuhan bagian dalam saat ini sudah terintegrasi dengan sistem Indonesia National Single Window atau INSW serta didukung oleh sistem pendukung yang handal dan terintegrasi.</p><p>&nbsp;</p><p>Indonesia juga menunjukkan kemandirian maritimnya dengan keberhasilan Indonesia mendatangkan kapal kontainer berukuran besar 8.500 hingga 10.000 dengan jalur pelayaran langsung Jakarta hingga Los Angeles Amerika. Kehadiran kapal-kapal besar tersebut menandakan bahwa Indonesia telah mampu menangani &nbsp;kapal berkapasitas besar sehingga membuat efisiensi logistik Indonesia. Sesuai dengan ketentuan Konvensi Hukum Laut PBB tahun 1982 Indonesia sebagai negara kepulauan menetapkan tiga jalur alur laut kepulauan indonesia yang berfungsi sebagai</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; jalur lalu lintas pelayaran asing yang terus menerus dan cepat melalui perairannya demi kemajuan Maritim</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keselamatan juga sangat diperhatikan melalui peningkatan teknologi navigasi sangat. Indonesia saat ini memiliki 22 stasiun layanan lalu lintas kapal atau VTS baik pelabuhan maupun pesisir yang tersebar di seluruh tanah air. Indonesia juga telah memberlakukan standar non-konvensional untuk kapal berbendera Indonesia pada tahun 2012. Pada tahun 2017 Indonesia juga secara resmi mulai memberikan pelayanan pemanduan di perairan. Peran dalam perdagangan dan pelayaran internasional untuk menjamin keselamatan dan keamanan kapal yang berlayar di wilayah tersebut. Indonesia juga telah mengesahkan dan menegakkan ketentuan yang diatur dalam safety of life at sea &nbsp;tahun 1972 pasal 6 pasal 2 tentang berat kotor peti kemas yang diverifikasi atau VGM dengan menerbitkan peraturan direktur jenderal perhubungan laut. sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan konektivitas Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan keamanan dan keselamatan maritim yang berpedoman pada kode ISP.</p><p>&nbsp;</p><p>Disisi lain Indonesia telah berhasil membangun dan bergabung dengan jaringan internasional pelacakan identifikasi kapal jarak jauh pada bulan Agustus 2013 Indonesia juga telah mendirikan pusat data nasional untuk NDC untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Indonesia juga berperan aktif sebagai anggota tetap kontrol negara pelabuhan di kawasan Asia-Pasifik yang diselenggarakan berdasarkan Tokyo Memorandum of understanding.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-12 06:36:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915119454</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Disa Tammu Kombongan (E061231064)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915233438</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah menonton video tersebut, saya sangat takjub dengan berbagai keindahan alam Indonesia yang mungkin sebelumnya belum pernah saya dengar dan lihat baik itu dalam layar hp maupun langsung mengunjunginya. Indonesia kaya dengan sumber daya alamnya salah satunya yaitu kaya dengan sumber daya perairan yang mana berjuta juta ikan hidup diterumbu karang laut Indonesia.</p><p><br/></p><p>Karena Indonesia memiliki banyak sumber daya alam itulah mengapa dengan adanya pak Jokowi mengeluarkan sebuah program yakni “Nawacita” in order to make Indonesia a Global Maritime Fulcurm.</p><p><br/></p><p>Program yang dibuat oleh pemerintah bertujuan untuk membangun infrastruktur yang menjadi fokus utama dengan membangun jalur tol laut agar dapat mengurangi harga antara Indonesia barat dan timur, tidak hanya itu tujuan lain dari program ini ialah meningkatkan pengelolaan pelabuhan dengan cara mendatangkan kapal kapal kontainer yang bermuatan besar melalui rute pelayaran Jakarta-Los Angles agar meningkatkan efisiensi logistik.</p><p><br/></p><p>Indonesia has 2.132 ports and terminals, 287 port administrations, 5 coatsguard bases, 141 ports open to Internasional trade, 14.181 registered vessels, 500.000/years seafarers and 250 shipyards.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-12 08:04:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915233438</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti rahima zahra ( E061231039) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915412455</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau dan memiliki luas perairan mencapai 5,9 juta km2². Indonesia memiliki potensi untuk menjadi poros maritim dunia dengan mengembangkan ekonomi melalui wilayah maritim untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia. </p><p><br/></p><p>Konsep poros maritim Indonesia sudah di ungkit oleh presiden jokowi dalam KTT asia timur pada 13 November tahun 2014 silam.  Presiden jokowi mengatakan tentang pembangunan insfrastruktur tol laut , industri perkapalan, pariwisata maritim, hingga pelanggaran kedaulatan seperti penangkapan ikan ilegal. </p><p><br/></p><p>Tol laut dibuat untuk menciptakan konektivitas secara signifikan dimana ada nya kapal air yang berangkat secara terjadwal dari barat hingga ke timur wilayah Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah pada infrastruktur wilayah timur Indonesia dan efektivitas pembangunan infrastruktur pelabuhan mulai terlihat. Ada sekitar 80 pelabuhan yang tersebar di wilayah timur Indonesia dan ada sekitar 11 pelabuhan yang berada di wilayah barat Indonesia. </p><p><br/></p><p>Masa depan kemaritiman Indonesia berada pada pertahanan nasional sebagai pendukung diplomasi Indonesia dalam bidang kemaritiman. Kesinambungan antara ekonomi dan keamanan sangat penting dalam program poros maritim dunia saat ini sudah menampakkan hasil yang bagus walaupun masih ada masalah yang harus diperbaiki. Khususnya pada ancaman sengketa perbatasan. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-12 10:42:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915412455</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mutia hudo (E061231047)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915416940</link>
         <description><![CDATA[<p>INDONESIA THE LARGEST ARCHIPELAGIC COUNTRY IN THE WORLD</p><p>Indonesia memiliki 17.508 pulau dan memiliki garis pantai dengan panjang kurang lebih</p><p>80.000 KM dan 2/3 dari wilayah indonesia terdiri dari perairan (laut) yang memiliki banyak kekayaan laut yang melimpah dan</p><p>sumber daya minyak serta keanekaragaman</p><p>hayati laut</p><p><br/></p><p>Kekayaan sumber daya laut dan letak geografi indonesia yang sangat strategis Presiden Joko Widodo berupaya untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia melalui program strategis NAWACITA untuk menjadikan&nbsp; Indonesia sebagai poros maritim dunia.</p><p><br/></p><p>kebijakan yang dilakukan untuk mewujudkan program tersebut. Ialah membangun infrastruktur maritim yang&nbsp; telah menjadi prioritas pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk membangun jalur angkutan barang subsitusi yang dikenal sebagai tol laut untuk mengurangi disparitas harga antara wilayah Indonesia barat dan Indonesia timur. Untuk mendukung konektivitasmaritim, Indonesia telah meningkatkan infrastruktur pelabuhan, Indonesia saat ini telah memiliki 2.132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287 administrasi pelabuhan, lima pangkalan Penjaga Pantal, 141 pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional, serta 14.181 kapal terdaftar dengan total 20.825.038 ton kotor, dan 500.000 pelaut yang melayani perusahaan pelayaran internasional dan domestik secara teratur. serta 250 galangan kapal untuk membangun segala jenis produk kapal di dalam negeri. Indonesia juga telah meningkatkan standar layanan pelabuhannya dengan meluncurkan kapal di port net, sistem pelayanan berbasis web internet tunggal yang mengintegrasikan sistem informasi pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang dari seluruh instansi.</p><p><br/></p><p>Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak tahun 1961 dan senantiasa memberikan kontribusi pada program dan kegiatan kerjasama internasional IMO di bidang keamanan.keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut. Indonesia berupaya untuk terpilih kembali menjadi anggota Dewan IMO dan menggalang dukungan dari negara-negara anggota.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-12 10:46:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915416940</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andini Pratiwi (E061231052) Review Analisis Kebijakan Luar Negeri </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915598518</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sepanjang 80.000 km. Dua pertiga wilayahnya adalah air laut yang memiliki kekayaan sumber daya minyak, gas, dan keanekaragaman hayati laut. Karena hal inilah Presiden Jokowi berusaha mengembalikan kejayaan maritim melalui program strategis untuk membuat Indonesia maritim global, program itu di kenal dengan NAWACITA.</p><p><br/></p><p>Dalam hal ini pemerintah Indonesia fokus pada pembangunan infrastruktur konektivitas maritim, termasuk dengan membangun tol laut untuk mengurangi disparitas harga antara wilayah barat dan timur. Indonesia memiliki 2.132 pelabuhan, 287 pangkalan penjaga pantai, dan 141 pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional. upaya juga dilakukan untuk meningkatkan keselamatan maritim melalui teknologi navigasi dan perbaikan.</p><p><br/></p><p>Pembentukan stasiun layanan lalu lintas kapal, standar non-konvensional untuk kapal berbendera indonesia, dan peraturan terkait berat kotor peti kemas di lakukan untuk keamanan dan keselamatan maritin indonesia. Indonesia juga aktif sebagai salah satu anggota port state control di kawasan Asia-Pasifik dan menunjukkan komitmen terhadap perlindungan lingkungan laut dengan usulan PSSA untuk Nusa Penida.</p><p><br/></p><p>Indonesia juga berfokus pada peningkatan kapasitas pelaut, dangan meningkatkan kurikulum dan fasilitas pusat pelatihan maritim. Melalui partisipasi Indonesia di IMO sejak tahun 1961, Indonesia berkomitmen untuk mendukung program dan kegiatan kerja sama internasional di bidang keamanan, keselamatan maritim, dan perlindungan lingkungan laut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-12 13:07:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915598518</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jean Ecklezia (E061231023)</title>
         <author>jeanecklezia14</author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915664096</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia merupakan negara kepuluan terbesar di dunia. Indonesia memiliki 17.508 pulau dan garis pantai kurang lebih 80.000 kilometer dan 2/3 wilayahnya terdiri dari air laut. Indonesia juga memiliki sumber kekayaan alam yang sangat melimpah.<br>Karena Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah dan juga letaknya yang strategis, Presiden Jokowi ingin mengembalikan kejayaan maritim melalui program yang disebut NAWACITA untuk membuat Indonesia sebagai pusat maritim global.&nbsp;<br><br>Indonesia terus melalukan pembangunan dengan kualitas yang tidak main main. Kini Indonesia memiliki 2.132 pelabuhan dan 287 terminal, 5 pangkalan penjaga pantai, dan 141 pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan internasional.<br><br>Indonesia telah meningkatkan standar layanan pelabuhan dengan meluncurkan kapa INAPORTNET atau pelayanan berbasis web internet tunggal yang mengintegrasikan sistem informasi pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang dari seluruh instansi dan pemangku kepentingan terkait di pelabuhan aplikasi Inaportnet saat ini terintegrasi dengan sistem Indonesia national single window atau INSW dan didukung oleh sistem pendukung yang handal dan terintegrasi.<br><br>Indonesia berhasil mendatangkan kapal kontainer sebanyak 500 hingga 10.000 kapal ke pelabuhan lompat sintang dengan jalur pelayaran langsung Jakarta hingga Los Angeles, Amerika. Kedatangan kapal-kapal tersebut menandakan bahwa Tanjung Priuk Court mampu melayani kapal berkapasitas besar. Kementrian Perhubungan Republik Indonesia mendukung pelabuhan Tanjong Priuk menjadi salah satu pelabuhan transshipment utama di Asia.<br><br>Dalam video ini jg menjelaskan tentang keamanan dan keselamatan maritim berdasarkan kode dan regulasi internasional. Perlindungan ini diperlukan guna menjaga kawasan pesisir-pesisir pantai yang dilestarikan seperti di Nusa Penida. International Maritime Organizations (IMO) sejak tahun 1961 telah memberikam kontribusi dibidang keamanan dan keselamatan maritim serta perlindungan lingkungan laut. Oleh sebab itu, Indonesia telah mengalami banyak peningkatan dari beberapa faktor mulai dari memperbaiki infrastruktur hingga terlibat dalam lembaga internasional.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-12 13:47:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915664096</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915766931</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam video tersebut dipaparkan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, garis pantai mencapai 80.000 km serta 2/3 wilayahnya merupakan lautan. Dengan wilayah yang sangat strategis tersebut, Presiden Jokowi membuat program NAWACITA agar Indonesia bisa menjadi poros maritim dunia.</p><p><br/></p><p>Untuk memudahkan jalur perdagangan, saat ini Indonesia menjalankan program SEA TOLL (Tol Laut) yang bertujuan untuk memudahkan akses perdagangan dari wilayah barat dan timur Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 2.132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287 administrasi pelabuhan. Adapun 141 pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan internasional, 14.181 kapal terdaftar dan 500.000 pelaut yang melayani pelayaran internasional dan domestik, serta 250 markas kapal. </p><p><br/></p><p>Untuk meningkatkan infrastruktur dan akses pelayaran di Indonesia, pemerintah memiliki program INAPORTNET. </p><p><br/></p><p>Indonesia juga berhasil menunjukkan kemandiriannya dalam maritim dengan membawa beberapa kapal kontainer besar ke pelabuhan Tanjung Priok yang membuat Indonesia sekarang lebih efisien dalam hal logistik. Teknologi  juga ditingkatkan guna meningkatkan fungsi keselamatan dalam dunia pelayaran Indonesia. Indonesia memiliki 22 VTS yang berfungsi sebagai tempat pemantauan sama halnya seperti ATC dalam dunia penerbangan. Sebagai perlindungan dan keamanan di laut Indonesia, pemerintah memiliki tim patroli laut yang berjaga di area perbatasan Indonesia. Indonesia juga menjadi anggota permanen port state control serta menjadi anggota tetap IMO yang bertugas untuk menjalankan tata hukum perbatasan negara agar tak ada yang semena mena bisa mengambil hak  sebuah negara. </p><p><br/></p><p>Intinya adalah Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat strategis dengan wilayah dan kekayaan alam yang begitu menakjubkan sehingga pemerintah ingin membuat Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan kekayaan alam yang begitu banyak membuat Indonesia juga harus memperhatikan wilayahnya dengan meningkatkan keamanan dan pertahanan teritorial agar tidak sembarangan diambil haknya oleh beberapa pihak yang nakal. Oleh karena itu Indonesia menjadi anggota IMO guna meningkatkan kerja sama untuk mengamankan teritorial.</p><p><br/></p><p>Nama: Okky Maharsa Casmita</p><p>NIM: E061231092</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-12 14:50:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2915766931</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Ananda Putri Anisa (E061231103)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2916514165</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sepanjang kurang lebih 80.000 kilometer, dua pertiga wilayahnya terdiri dari air laut yang menyimpan kekayaan laut yang melimpah. Karena letak geografis Indonesia yang strategis, pak presiden Jokowi berniat mengembalikan kejayaan maritim Indonesia melalui program yang telah menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia dengan tujuan membangun jalur angkutan barang bersubsidi yang kuat yang dikenal sebagai tol laut untuk mengurangi disparitas harga antara Indonesia bagian barat dan timur. </p><p>Untuk mendukung konektivitas maritim ini Indonesia selalu mengembangkan infrastruktur dan sumber daya maritim nya saat ini, Indonesia memiliki 2132 pelabuhan dan terminal yang dikelola oleh 287 lima pangkalan penjaga pantai administrasi pelabuhan, 141 pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional, kapal yang terdaftar dengan jumlah total 20 juta 825,000 38 gross ton, 500.000 pelaut yang melayani perusahaan pelayaran internasional dan dosmetik secara rutin, dan 250 galangan kapal untuk membangun semua jenis produk kapal didalam negri yang bermaksud mendukung dan melengkapi pembangunan infrastruktur dan konektivitas.</p><p>Indonesia juga telah meningkatkan standar layanan pelabuhannya dengan meluncurkan kapal di port net sistem pelayanan berbasis web internet tunggal yang meng-integrasikan sistem informasi pelabuhan standar untuk melayani kapal dan barang dari seluru instansi atau pemangku kepentingan terkait di pelabuhan. Aplikasi inner port net saat ini terintegrasi dengan sistem Indonesia National Single Window atau INSW dan didukung oleh sistem pendukung yang handal dan terintegrasi. Indonesia juga menunjukkan kemandirian maritimnya dengan keberhasilan Indonesia yang mendatangkan kapal container besar sebanyak 8.500 hingga 10.000 ke pelabuhan lompat sintang dengan jalur pelayaran langsung Jakarta hingga LA Amerika.</p><p>Kehadiran kapal kapal ini menandakan bahwa Ton Jun Priya Court kini telah mampu melayani kapal berkapasitas besar sehingga membuat efisiensi logistik Indonesia semakin baik. Oleh karena itu, kementrian perhubungan Republik Indonesia mendukung pelabuhan Tanjong Priya menjadi salah satu bangunan pelabuhan transshipment untamabdi Asia sesuai dengan ketentuan konvensi PBB tentang hukum laut tahun 1982.</p><p>Indonesia saat ini memiliki 22 stasiun layanan lalu lintas kapal atau VTS baik pelabuhan maupun pesisir yang tersebar di seluruh negeri, Indonesia juga telah memberlakukan standar non-konvensional atau NCBS untuk kapal berbendera Indonesia, Indonesia juga telah resmi memulai untuk memberikan layanan pemanduan di perairan layanan percontohan sukarela di Selat Malaka dan Singapura yang memiliki peran penting dalam perdagangan dan pelayaran internasional untuk menjamin keselamatan dan keamanan kapal yang berlayar di wilayah tersebut.</p><p>Indonesia telah berhasil membangun dan bergabung dengan jaringan internasional pelacakan identifikasi kapal jarak jauh pada bulan Agustus 2013, Indonesia juga telah mendirikan pusat data nasional untuk NDC guna memenuhi inisiatif berbagi informasi maritim dan telah meningkatkannya. Indonesia juga berperan aktif sebagai anggota tetap port state control di kawasan asia-pasifik yang diselenggarakan berdasarkan nota kesepahaman Tokyo.</p><p>Indonesia telah menunjukkan komiymen terhadap perlindungan lingkungan laut dengan upayanya menetapkan pulau insang Nusa Penida sebagai kawasan laut yang sensitif atau PSSA melalui pengajuan pada sidang mep laut IMO ke-71 pada bulan juki 2017 di london, Indonesia berharap usulan tersebut dapat disetujui oleh IMO untuk meminimalkan dampak buruk yang di timbulkan. Dampak negatif pelayaran internasional dalam jangka panjang langsung ke Nusa Penida dan kepulauan gili.</p><p>Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak tahun 1961 dan senantiasa memberikan konstribusi terhadap program dan kegiatan kerja sama Internasional IMO di bidang keamanan keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 02:01:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2916514165</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indhie Rina Tamandalan (E061231041)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2916673898</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi maritim yang sangat potensial bahkan indonesia dikenal dengan “the largest archipelagic country in the world.” Dengan pulau sebanyak 17.508 dan 2/3 wilayahnya adalah laut mendorong Indonesia sebagai surga sumber daya alam hayati yang sangat berlimbah.</p><p><br/></p><p>Melihat potensi geografis ini Presiden Joko Widodo mencetuskan sebuah program stategis yang dikenal sebagai NAWICITA yang berdedikasi untuk mendorong Indonesia sebagai global maritime fulcrum atau poros maritim dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan guna membangun insfrastruktur konektivitas maritim dengan mengusung:</p><ol><li><p>Memproritaskan pembangunan insfrastruktur maritim melalui jalur angkutan laut bersubsidi (SEA TOLL)</p><p>Hadirnya kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi disparitas harga antara Indonesia Timur dan Indonesia Barat.</p></li><li><p>Pengelolaan terminal dan pelabuhan</p><p>kebijakan ini diberlakukan untuk mengembangkan infrastruktur dalam mendukung konektivitas sehingga Indonesia mampu memiliki 2.132 pelabuhan dan teminal yang dikelolah oleh 278 port administrations, 5 coast guard bases, 141 ports open to international trade, 14.181 registed vessels, 500.000 per year seaferers dan 250 shipyards untuk membangun semua jenis produk kapal di dalam negeri.</p></li><li><p>Meningkatkan standar pelayanan pelabuhan.</p><p>Kebijakan ini pun dikeluarkan untuk sinkronisasi karena tidak hanya infrastruktur yang dikembangkan namun standar pelayanan pun harus berbanding lurus dengan infrastrukturnya. Peningkatan ini dilakukan dengan meluncurkan INAPORTNET yang merupakan sistem pelayanan berbasis web internet tunggal untuk melayani kapal dan barang dari instansi terkait.</p></li></ol><p><br/></p><p>Indonesia berhasil menunjukkan kemandirian maritmnya ketika kapal konteiner sebanyak 8.500-10.000 dengan jalur pelayaran Jakarta hingga Los Angeles Amerika didatangkan ke pelabuhan dan KEMENHUB RI turun mendukung Tanjung Priya untuk menjadi salah satu pelabuhan transshipment utaman di Asia.</p><p><br/></p><p>Disamping itu Indonesia telah berperan aktif dalam kontribusi kelembagaan maritim internasional untuk memperoleh keamanan wilayah. Hal ini menjadi salah satu perhatian utama agar melindungi kawasan-kawasan pesisir yang bertujuan untuk dilestarikan seperti Nusa Penida dan Kepulauan Gili yang termasuk dalam kawasan laut yang sensitif. Indonesia juga aktif berkontribusi dan bermintra dalam lembaga IMO sejak tahun 1961. Kontribusi nyatanya dituangkan dalam keamanan, keselamatan maritim, dan perlindungan lingkungan laut, bahkan Indonesia sedang mengupayakan pemilihan kembali di dewan IMO dan mencari dukungan dari negara-negara anggota.</p><p>Upaya-upaya tersebut diupayakan untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan letak geografis untuk menjadi kekuatan maritim global.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 04:02:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2916673898</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Naila Aulia Amin (E061231086)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2916685553</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia dikenal sebagi negara kepulauan terbesar di dunia. Memiliki 17.508 pulau, 80.000 km garis pantai, dan 2/3 teritorial air laut yang kaya kan sumber daya alam (SDA). Demi memanfaatkan peluang yang dimiliki Indonesia, presiden Jokowi membuat program pembangunan infrastruktur dengan tujuan mengembalikan kejayaan maritim Indonesia. Program yang dinamakan NAWACITA ini diharapkan mampu membuat Indonesia sebagai poros maritim dunia.</p><p><br/></p><p>Beberapa kebijakan yang muncul dalam intensi menyongsong program ini adalah:</p><ol><li><p>Pembangunan terminal &amp; pelabuhan (2.132 ports &amp; terminals) : mengurangi perbedaan harga wilayah barat dan timur untuk meningkatkan hubungan matitim.</p></li><li><p>Peningkatan layanan pelabuhan (INAPORTNET) : internet web-based yang mengintegrasi standar sistem informasi pelabuhan.</p></li><li><p>Pembuatan kontainer besar di kapal dan jalur maritim (22 VTS) : meningkatkan efisiensi logistik Indonesia dengan jalur langsung Jakarta-LA</p></li><li><p>Kepatuhan pada kode ISPS (1.453 flagged vessels) : kepatuhan ini membuat indonesia tergolong dalam jaringan internasional pelacakan identifikasi kapal jarak jauh.</p></li><li><p>Meningkatkan keamanan maritim</p></li><li><p>Indonesia menjadi bagian dari IMO (International Maritime Organization) sejak 1961 dan secara konstan berkontribusi aktif dalam program kerjasama di dalamnya.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 04:15:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2916685553</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syadza Nuril Kaunain (E061231019)</title>
         <author>syadzanrl</author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2916692623</link>
         <description><![CDATA[<p>Video tersebut memberikan gambaran tentang upaya Indonesia dalam memperkuat sektor maritimnya. Mulai dari potensi sumber daya laut yang melimpah, strategi pemerintah untuk memajukan sektor maritim melalui program Nawacita, pembangunan infrastruktur konektivitas maritim, pengembangan layanan pelabuhan, hingga langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia. Video juga menyoroti peran Indonesia dalam forum internasional, seperti IMO, dan komitmennya untuk berkontribusi dalam upaya global dalam keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim. Selain itu, narasi juga menekankan pentingnya dukungan dari negara-negara anggota IMO untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota dewan IMO. video ini menggambarkan lanskap yang komprehensif tentang upaya yang dilakukan oleh Indonesia dalam memperkuat sektor maritimnya. Dari potret awal tentang potensi sumber daya laut yang melimpah hingga strategi pemerintah dalam mewujudkan visi maritimnya melalui program Nawacita, narasi memberikan pemahaman yang mendalam tentang betapa pentingnya sektor ini bagi negara kepulauan terbesar di dunia ini.</p><p><br/></p><p>Pembangunan infrastruktur konektivitas maritim, seperti yang disorot dalam program Sea Toll, menjadi salah satu fokus utama dalam upaya mengurangi disparitas harga antara wilayah barat dan timur Indonesia. Ini tidak hanya menjadi langkah strategis untuk memperluas aksesibilitas ekonomi, tetapi juga mendemonstrasikan komitmen pemerintah untuk memperkuat integrasi nasional dan pembangunan inklusif.Selain itu, langkah-langkah konkret yang telah diambil untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pelayaran, termasuk peningkatan teknologi navigasi dan pendirian lembaga seperti Penjaga Pantai dan Laut Indonesia. Ini mencerminkan kesadaran Indonesia akan pentingnya melindungi sumber daya lautnya dan memastikan keberlanjutan ekosistem maritim di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Tidak hanya berfokus pada aspek infrastruktur dan keamanan, narasi video ini juga menyoroti peran Indonesia dalam forum internasional, seperti IMO, serta komitmennya untuk berkontribusi dalam upaya global dalam keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim. Melalui pencalonan Indonesia sebagai anggota dewan IMO, video ini menyampaikan pesan penting tentang peran Indonesia dalam membentuk arah kebijakan maritim global.</p><p><br/></p><p>Tidak hanya memberikan gambaran yang komprehensif tentang visi dan upaya nyata Indonesia dalam memperkuat sektor maritimnya, tetapi juga menegaskan pentingnya sektor ini dalam membangun masa depan yang berkelanjutan dan inklusif bagi negara ini. juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah, terutama dalam mengurangi kesenjangan harga antara bagian barat dan timur Indonesia melalui program Sea Toll. Upaya untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pelayaran juga menjadi fokus utama, baik melalui peningkatan teknologi navigasi maupun pembentukan lembaga seperti Penjaga Pantai dan Laut Indonesia. Salah satu poin penting adalah penekanan pada pembangunan infrastruktur konektivitas maritim, yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan harga antara wilayah barat dan timur Indonesia melalui program Sea Toll. Ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas ekonomi, tetapi juga berperan dalam memperkuat integrasi nasional dan pembangunan inklusif.</p><p><br/></p><p>Melalui investasi dalam teknologi navigasi dan pendirian lembaga seperti Penjaga Pantai dan Laut Indonesia, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam melindungi sumber daya lautnya dan memastikan keberlanjutan ekosistem maritim. Menyoroti peran Indonesia dalam forum internasional, seperti IMO, serta komitmennya untuk berkontribusi dalam upaya global dalam keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim. Pencalonan Indonesia sebagai anggota dewan IMO adalah contoh konkret dari komitmen ini. bukan hanya sekadar presentasi tentang pencapaian Indonesia dalam sektor maritim, tetapi juga merupakan panggilan untuk memberikan dukungan lebih lanjut dari masyarakat internasional terhadap upaya Indonesia dalam membangun masa depan yang berkelanjutan di lautan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 04:23:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2916692623</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Review AKLN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2916775330</link>
         <description><![CDATA[<p>Nelly Buttu Karaeng (E061231054)</p><p><br/></p><p>Indonesia memiliki potensi maritim yang luar biasa, dengan dua pertiga wilayahnya berupa lautan, lebih dari 17.000 pulau, dan garis pantai 80.000 kilometer. Kekayaan sumber daya lautnya melimpah, termasuk minyak dan gas, serta keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Ditambah lagi, lokasi geografis Indonesia yang strategis menjadikannya jalur perdagangan maritim yang penting. Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam keselamatan dan keamanan maritim. Upaya ini meliputi peningkatan teknologi navigasi, penguatan keamanan maritim, dan perlindungan lingkungan laut. Indonesia juga aktif dalam organisasi maritim internasional seperti IMO. Penerapan berbagai peraturan dan teknologi juga dilakukan untuk keselamatan dan keamanan maritim. Meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait, memperkuat penegakan hukum maritim, meningkatkan kualitas SDM maritim, mengembangkan teknologi maritim yang lebih canggih juga turut dilakukan untuk meningkatkan kekuatan maritim. Peningkatan standar pelayanan pelabuhan, kemandirian maritim, dan fokus pada keselamatan maritim menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat. Berikut beberapa poin penting dari upaya peningkatan kualitas maritim dari informasi diatas: </p><p><br/></p><p>Visi Poros Maritim: Presiden Jokowi meluncurkan program "Poros Maritim" untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia. Visi ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim global penuh waktu dengan tradisi maritim yang kuat untuk menyatukan nusantara.</p><p><br/></p><p>Prioritas Pembangunan: Membangun infrastruktur konektivitas maritim menjadi prioritas utama. Jalur tol laut bersubsidi dibangun untuk mengurangi disparitas harga dan meningkatkan konektivitas antar wilayah.</p><p><br/></p><p>Pengembangan Infrastruktur dan SDM: Indonesia terus mengembangkan infrastruktur maritimnya, termasuk 2.132 pelabuhan, 5 pangkalan Penjaga Laut, dan 141 pelabuhan internasional. Selain itu, Indonesia memiliki 14.000 kapal terdaftar, 500.000 pelaut, dan 250 galangan kapal.  Indonesia memiliki potensi maritim yang besar dan bercita-cita menjadi negara maritim global. Program Poros Maritim dan pembangunan infrastruktur maritim menunjukkan komitmen pemerintah dalam mencapai tujuan ini.</p><p><br/></p><p>Peningkatan Standar Pelayanan Pelabuhan:</p><p>Indonesia meluncurkan INAPORTNET, sistem layanan web terintegrasi untuk melayani kapal dan barang di pelabuhan. INAPORTNET terintegrasi dengan INSW dan didukung oleh sistem yang handal. </p><p><br/></p><p>Kemandirian Maritim: Pelabuhan Tanjung Priok mampu melayani kapal kontainer besar 8.500-10.000 TEU di mana rute pelayaran langsung Jakarta-Los Angeles meningkatkan efisiensi logistik. Oleh karena itu, Tanjung Priok banyak mendapat dukungan sebagai pelabuhan transhipment utama di Asia.</p><p><br/></p><p>Peningkatan Keselamatan Navigasi: Indonesia menerapkan ketentuan UNCLOS 1982 dan menetapkan 3 ALKI.</p><p>22 stasiun VTS juga tersebar di seluruh pelabuhan dan pantai serta NCBS diberlakukan untuk kapal berbendera Indonesia di bawah 500 GT. Layanan VPS di Selat Malaka dan Singapura dan penerapan VGM dan kode ISPS juga menjadi salah satu program yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan maritim. Indonseia juga turut bergabung dengan jaringan LRIT dan memiliki NDC.</p><p><br/></p><p>Penguatan Keamanan Maritim: Penerapan berbagai peraturan dan teknologi untuk keselamatan dan keamanan maritim. Pembentukan Bakamla untuk memperkuat keamanan maritim. Pembentukan Bakamla dengan tugas dan tanggung jawab di bidang patroli, penegakan hukum, dan perlindungan lingkungan. Pemantauan, inspeksi, dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran.  Indonesia juga turut menjadi anggota tetap PSC di kawasan Asia-Pasifik. </p><p><br/></p><p>Perlindungan Lingkungan Laut:</p><p>Upaya penetapan Pulau Gili Nusa Penida sebagai PSSA. Komitmen kuat untuk memperkuat kapasitas pelaut Indonesia. Ratifikasi Konvensi Perburuhan Maritim 2006. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 05:48:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hifisipunhas/2b3tj3kkxau028cq/wish/2916775330</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
