<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tantangan Pancasila era Global by Bibsya A Wildan</title>
      <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs</link>
      <description>a. Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada, serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global? 
b. Jika dipetakan, tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan Pancasila di kehidupan global, serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-04 15:52:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-09-18 06:46:54 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kita sedang berada pada abad ke-21. Abad ini ditandai dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Pertukaran informasi, penggunaan internet, pemanfaatan data besar (big data), dan teknologi otomatisasi adalah fenomena yang mewarnai kehidupan saat ini, terutama di perkotaan. Fenomena ini tentu menjadi tantangan yang perlu dipecahkan. Misalnya soal pekerjaan. Ada banyak pekerjaan yang pada abad ke-20 masih dibutuhkan tetapi pada abad ke-21 ini mulai ditinggalkan, tak lagi dibutuhkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pernah melaporkan bahwa sampai pada tahun 2030 akan ada 2 miliar pegawai di seluruh dunia yang kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh teknologi. Di sisi lain, ada banyak jenis pekerjaan baru yang tidak ada pada abad ke-20. Itu salah satu tantangan yang mesti kita hadapi. Pancasila adalah ideologi negara yang harus dipatuhi dan menjadi pemersatu bangsa. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ada kemungkinan bagi masuknya ideologi lain yang dapat memengaruhi masyarakat Indonesia. Beberapa ideologi yang mulai masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara adalah radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Semua ideologi tersebut tentu bertentangan dengan Pancasila. Pesatnya laju teknologi informasi juga mengakibatkan banjirnya informasi. Lalu, apa dampak yang ditimbulkan oleh banjirnya informasi? Pertama, ruang kehidupan kita sesak oleh warna-warni informasi. Kita disuguhi bermacam-macam informasi, baik yang penting ataupun yang tidak penting, baik yang valid kebenarannya ataupun yang tidak. Karena itulah, banyak kita jumpai beredarnya hoaks atau informasi palsu di media sosial kita</title>
         <author>bibsyaaw</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282057449</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-04 16:10:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282057449</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kedua, dampak lanjutan dari beredarnya hoaks tersebut, membawa kita pada suatukondisi yang disebut dengan post-truth (pasca-kebenaran). Post-truth adalah kondisi dimana fakta objektif tidak lagi memberikan pengaruh besar dalam membentuk opinipublik, tetapi ditentukan oleh sentimen dan kepercayaan.Ketiga, dampak yang lebih jauh adalah masyarakat mudah diprovokasi, diadudomba, dihasut, dan ditanamkan benih kebencian melalui informasi-informasi palsuyang terus-menerus disampaikan sehingga dianggap sebagai kebenaran.Selain sebagai warga negara Indonesia, kita juga menjadi warga negara dunia.Indonesia sebagai negara dan bangsa tidak dapat mengisolasi diri, atau tidak bergauldengan bangsa-bangsa lain dari negara lain. Bahkan, dengan bantuan teknologiinformasi, sekat-sekat batas negara itu menjadi tipis. Ketika kita dapat menggunakanbahasa internasional, seperti bahasa Inggris, kita dapat berinteraksi dengan bangsabangsa lain yang menggunakan bahasa yang sama.Tak hanya berkomunikasi, pada saat bersamaan, kita juga bersaing denganbangsa-bangsa lain. Persaingan terjadi dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalamhal pekerjaan. Akibatnya, kita harus memiliki kompetensi dan keterampilan yangsetara dengan bangsa-bangsa lain sehingga dapat bersaing pada abad ke-21 ini, sepertikecakapan: literasi, kompetensi, dan karakter.Tak hanya terkait dengan kompetensi dunia hari ini menghadapi sejumlah tantanganglobal yang tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Krisis lingkungan, pemanasan global,pandemi, kekerasan, dan perang global, adalah beberapa contoh tantangan global yangtidak bisa ditangani sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan kolaborasi lintasnegara dengan melibatkan semua pihak. </title>
         <author>bibsyaaw</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282060579</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-04 16:17:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282060579</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A: </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282625328</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-05 05:43:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282625328</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282651457</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Anggota : 1. Arlinda Johan 2. Bindhiya Azka 3. Muhammad Refly 4. Rahmanda Fajrin 5. Vickry Nugraha 6. Yoshua Saragih&nbsp;<br><br><br>1. Peluang Penerapan Pancasila<br><br>Apa yang dimaksud dengan peluang penerapan Pancasila?<br><br>Peluang penerapan Pancasila merupakan kesempatan dan usaha mencapai persatuan dan kesatuan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila.<br><br>Peluang penerapan Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Di era globalisasi dan digital seperti sekarang, peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi.Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat. Rekomendasi&nbsp;<br>selanjutnya adalah membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan/atau pembelajaran berkesinambungan yang berkelanjutan di semua lini dan wilayah. Oleh karena itu,perlu ada kurikulum di satuan pendidikan dan perguruan tinggi yaitu Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (P3KN). di<br><br>Dengan teknologi informasi kita bisa mengampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat. Sehingga, praktik kehidupan sehari-hari yang berpedoman pada Pancasila bisa menjadi insipirasi negara-negara lain di dunia.<br><br>Contohnya bahan kampanye Indonesia kepada negara-negara lain di dunia seperti kerukunan dalam keberagaman di Indonesia yang disebarluaskan melalui teknologi informasi.<br>Selain itu, Pancasila sebagai ideologi negara yang terbuka juga dapat menyerap nilai-nilai baru yang bermanfaat dan tidak menyimpang dengan nilai-nilai sebelumnya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Selain itu contoh lainnya adalah, Indonesia dikenal dengan bangsa yang sangat beragam. Ada banyak suku, ras, bahasa, dan agama/kepercayaan di Indonesia. Namun, di tengah keragaman tersebut, bangsa Indonesia tetap dapat hidup rukun dan damai. Tradisi-tradisi yang menunjukkan persaudaraan, kerukunan dan kedamaian yang dipegang teguh oleh bangsa Indonesia dapat menjadi bahan kampanye kepada dunia tentang kerukunan dalam kebinekaan yang dapat disebarluaskan melalui teknologi informasi melalui berbagai bentuk media sosial.<br><br>"Peluang penerapan Pancasila bisa dijadikan sebagai bahan kampanye dan menyerap nilai-nilai baru yang bermanfaat bagi Indonesia."<br><br>2.	Tantangan Penerapan Pancasila<br><br>Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari juga memunculkan tantangan tersendiri.<br>Berikut tantangan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.<br>- Munculnya paham atau pemikiran baru yang bertentangan dengan nilai-nilai dan ideologi Pancasila.<br>- Masuknya budaya asing yang mengikis budaya asli Indonesia&nbsp;<br>- Masuknya kebiasaan dan informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.<br>Selain itu terdapat tantangan lain yakni&nbsp;<br>Tantangan pertama adalah banyaknya ideologi alternatif melalui media informasi yang mudah dijangkau oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, ekstremisme, konsumerisme. Hal tersebut juga membuat masyarakat mengalami penurunan intensitas pembelajaran Pancasila dan juga kurangnya efektivitas serta daya tarik pembelajaran Pancasila.<br>Kemudian tantangan selanjutnya adalah eksklusivisme sosial yang terkait derasnya arus globalisasi yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas, gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA. Bonus demografi yang akan segera dinikmati Bangsa Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda di tengah arus globalisasi.&nbsp;<br>Solusi dari tantangan-tantangan diatas adalah sebagai berikut :&nbsp;<br>-	Dengan mencintai produk dalam negeri.<br>-	Menyaring budaya asing sesuai dengan panduan nilai,norma, dan tradisi lokal<br>-	Memahami nilai-nilai kebangsaan dan pancasila dengan baik<br>-	Upaya dalam mencegah radikalisasi secara mandiri dilakukan dengan menanamkan jiwa nasionalisme, berpikiran terbuka dan toleran, waspada terhadap provokasi dan hasutan, berjejaring dalam komunitas perdamaian.<br>-	Meningkatkan daya potensi nasional<br>-	Memasukkan kemajuan teknologi dalam pembangunan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-05 06:08:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282651457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282689122</link>
         <description><![CDATA[<div>a. Peluang dan cara meningkatkan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari :<br>1. Dalam pengembangan iptek , pancasila dijadikan sebagai tolok ukur, sebagai penyaring budaya asing yang masuk ke Indonesia, dan sebagai alat kontrol. Cara meningkatkan peluang tersebut&nbsp; adalah dengan inisiatif diri sendiri untuk membatasi dari pengaruh budaya asing tersebut.<br>2. Pancasila juga dijadikan sumber motivasi serta dijadikan dasar dalam pengembangan iptek. Cara meningkatkan peluang tersebut adalah menggunakan media sosial sebagai sumber informasi untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila secara meluas dengan mudah dan cepat.&nbsp;<br>3. Pancasila dijadikan pedoman pada generasi muda untuk tetap menjalankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Cara meningkatkan peluang tersebut adalah generasi muda pada zaman ini haruslah berperilaku sesuai dengan tatanan Pancasila.<br><br>b. Tantangan penerapan Pancasila dan cara mengatasinya dalam kehidupan sehari-hari :<br>1. Munculnya paham atau pemikiran baru yang bertentangan dengan nilai-nilai dan ideologi Pancasila. Cara mengatasinya dengan filterisasi terhadap ideologi-ideologi asing yang masuk.<br>2. Masuknya budaya asing yang mengikis budaya asli Indonesia. Cara mengatasinya dengan mengembangkan dan menginovadi budaya asli Indonesia agar generasi muda tidak merasa bosan dengan budaya sendiri.<br>3. Masuknya kebiasaan dan informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Cara mengatasinya dengan berhati-hati dan cermati alamat situs serta judul artikel provokatif, periksa fakta dan cek keaslian foto.<br><br><br>Anggota:<br>-Abygael C<br>-Azzar Amri M<br>-Layla Nurul S<br>-Naufal A<br>-Salma D<br>-Tenza A</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-05 06:42:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282689122</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 XI-4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282779646</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota:&nbsp;<br>- Atha Khairunissa<br>- Fadilah Amalia<br>- Karima Sandra<br>- Miftah Fauzi<br>- M. Abdul Ghani<br><br>1. Meningkatkan peluang penerapan Pancasila?<br>•Maraknya game online pada zaman sekarang jika di ulik lebih dalam bisa dilibatkan nilai-nilai Pancasila, contohnya: Pada game Mobile Legends dengan bentuk pemainnya berupa tim maka diperlukan kerja sama,gotong royong,musyawarah,komunikasi yang baik<br>•Mempersiapkan pekerjaan-pekerjaan yang akan dibutuhkan di masa mendatang dengan mulai merubah sikap dan mental sesuai dengan perkembangan teknologi, namun tetap berpaku pada nilai-nilai Pancasila<br><br>2. Tantangan Pancasila di kehidupan global dan bagaimana upaya menyikapinya?<br>A. Masuknya budaya asing yang mulai mengikis budaya asli Indonesia. Cara menyikapinya dengan cara kembali mengenalkan dan mengembangkan permainan Tradisional dalam beberapa bidang misalnya pendidikan,sosial, ataupun di inovasikan dengan hal hal yang sedang tren pada zaman ini<br>B. Kesalahpahaman dalam memahami nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Cara menyikapinya dengan bersosialisasi dengan orang-orang sekitar baik teman maupun keluarga lalu berbagi pendapat tentang maksud dari nilai-nilai pancasila agar menghasilkan satu paham yang sama. Sehingga tidak terjadi suatu perilaku yang buruk namun mengatasnamakan nilai-nilai Pancasila.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-05 07:55:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282779646</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3 XI-4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282780233</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota :&nbsp;<br>- andhika&nbsp;<br>- nadya&nbsp;<br>- priska<br>- reva&nbsp;<br>- rosa&nbsp;<br>- shabrina&nbsp;<br><br>1. Meningkatkan peluang penerapan pancasila?&nbsp;<br>Dengan adanya kurikulum merdeka yang menerapkan profil pelajar pancasila, yaitu mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, berkebinekaan global, beriman bertakwa kepada Tuhan YME, beraklak mulia. membuat siswa menjadi lebih mengenal pancasila.&nbsp;<br><br>2. Tantangan pancasila di kehidupan global dan bagaimana upaya menyikapinya?<br>Pada saat ini di era globalisasi masyarakat menjadi individualisme, dimana mereka hanya memikirkan diri sendiri. Hal ini tidak sesuai dengan sila ke 3 yaitu persatuan indonesia. Dengan dilakukannya permainan tradisional yang membutuhkan kerja sama, membuat mereka lebih mengenal budaya indonesia dan dapat mengenal satu sama lain.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-05 07:56:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282780233</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282783296</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 4 - XI-4&nbsp;<br>&nbsp;Anggota :&nbsp;<br>&nbsp;1. Finandya Dwilinggamaya (09)<br>&nbsp;2. Khalda Deenanta (13)<br>&nbsp;3. Nisha Tria Amalia (19)<br>&nbsp;4. Nisrina Imanda (20)<br>&nbsp;5. Stefanus Rio (30)<br><br><br></div><div>1. Meningkatkan peluang penerapan Pancasila?<br>&nbsp;Karena sekarang era globalisasi sangat erat hubungannya dengan teknologi informasi maka peluang penerapan pancasila dapat diterapkan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Misalnya dengan menyuarakan nilai-nilai pancasila melalui media sosial, contohnya Indonesia dikenal dengan bangsa yang sangat beragam, kerukunan dalam keberagaman di Indonesia, melestarikan tradisi-tradisi di Indonesia contohnya permainan tradisional.</div><div>2. Tantangan Pancasila di Kehidupan Global dan bagaimana upaya menyikapinya?<br>&nbsp; &nbsp;1. Munculnya paham atau pemikiran baru yang bertentangan dengan nilai-nilai ideologi Pancasila, contohnya radikalisme, ekstremisme, terorisme, konsumerisme, dsb.<br>&nbsp; &nbsp;2. Masuknya budaya asing yang mengikis budaya asli Indonesia, contohnya lebih paham bahasa negara lain dibandingkan bahasa daerah.<br>&nbsp; &nbsp;3. Mudahnya orang terprovokasi atau terhasut dengan ucapan atau tindakan orang lain.</div><div>• Solusi :<br>&nbsp;1. Menanamkan jiwa nasionalisme&nbsp;<br>&nbsp;2. Menyaring budaya asing<br>&nbsp;3. Meningkatkan pengenalan budaya lokal<br>&nbsp;4. Mencermati setiap informasi yang ada, mencari terlebih dahulu kebenaran dari informasi yang di dapat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-05 07:59:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282783296</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6 (XI-A4)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282783386</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Meningkatkan peluang penerapan pancasila?<br>&gt; Peluang adalah kesempatan untuk mencapai kesatuan dan persatuan dengan menerapkan nilai nilai pancasila untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari contohnya adalah berperilaku sesuai dengan pancasila yaitu:<br>- Menghormati sesama umat beragama<br>- Tidak membeda-bedakan antar suku &amp; budaya<br>- Merubah cara penyampaian pancasila agar lebih mudah dipahami oleh generasi sekarang, karena sebagian besar orang2 masi terpaku pada bahasa yang baku maka kita bisa mengubahnya dengan cara penyampaian kita sendiri tanpa merubah arti pancasila tersebut<br><br>Selain itu, karena kita sebagai pelajar dan memakai kurikulum merdeka maka kita juga bisa menerapkan profil pelajar pancasila yang diterapkan oleh sekolah.<br><br>2. Tantangan pancasila di kehidupan global dan bagaimana upaya menyikapinya?<br>&gt; Tantangan diera global ini datang dari berbagai aspek,baik aspek kehidupan,teknologi dan sebagainya. tantangan ideologi dimana beberapa ideologi yang masuk ke dalam sendi sendi kehidupan bangsa dan bernegara adalah radikalisme,ekstremisme dan tetorisme. dimana masuknya paham paham selain paham pancasila.&nbsp;<br>hoaxs dan post truth.&nbsp;<br>dimana pada era ini kita sangat mudah mendapatkan informasi, saking banyak informasi yang bisa kita terima,terkadang kita bisa melupakan fakta yang sebenarnya dan hanya menerima dari satu sumber. cara agar kita terhindari dari hoax adalah membaca sumber sumber terpercaya,mencari fakta secara faktual.&nbsp;<br>tantangan global<br>di era global ini kita mendapat banyak sekali tantangan dimana banyaknya budaya dan bahasa asing yang masuk ke indonesia dan memudarkan ke tradisionalan bangsa indonesia,di zaman ini,banyak sekali masyarakat indonesia yang lebih senang menggunakan bahasa asing,padahal bahasa indonesia ini hanya ada satu,dan bahasa indonesia adalah ciri khas orang indonesia, banyak orang mulai merubah pola hidup mereka jadi mengikuti budaya luar,seperti makan makanan fast food dari luar negri dan melupakan makanan tradisional indonesia. sehingga semua kearifan lokal yang kita punya menghilang<br><br>1. Azkha Raisya<br>2. Reisah Candrawati<br>3. Salma Maisy Nisrina<br>4. Sylvi Amalia<br>5. Wisam Faris<br>6. Vitra Triviasta Citra</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-05 07:59:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282783386</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282784250</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Peluang Penerapan Pancasila&nbsp;<br><br>Peluang merupakan cara untuk mengutarakan pengetahuan atau keyakinan bahwa suatu peristiwa akan berlaku atau sudah terjadi.&nbsp;<br><br>Saat era digital seperti sekarang ini, peluang Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan pelajar, yaitu dengan bantuan teknologi informasi, kita dapat mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seantero dunia dengan mudah dan cepat. Tak hanya itu, praktik kehidupan kita yang berlandaskan Pancasila juga dapat menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa di dunia.<br><br>Contohnya, Indonesia dikenal dengan bangsa yang sangat beragam. Ada banyak suku, ras, bahasa, dan agama/kepercayaan di Indonesia. Namun, di tengah keragaman tersebut, bangsa Indonesia tetap dapat hidup rukun dan damai. Tradisi-tradisi yang menunjukkan persaudaraan, kerukunan dan kedamaian yang dipegang teguh oleh bangsa Indonesia dapat menjadi bahan kampanye kepada dunia tentang kerukunan dalam kebinekaan yang dapat disebarluaskan melalui teknologi informasi melalui berbagai bentuk media sosial.<br><br>Meningkatkan peluang penerapan Pancasila salah satu caranya ialah memulai pembiasaan nya melalui hal-hal kecil yang berhubungan langsung dengan Pancasila terlebih dahulu<br><br>Kedua tantangan Pancasila di kehidupan global dan bagaimana upaya menyikapi nya<br>seperti diketahui melalui video yang telah bapak putar, saat ini masyarakat Indonesia mengalami fase globalisasi, yang berarti ada sisi positif dan negatif nya, nah saat ini kita fokus ke sisi negatif nya, berbagai paham radikalisme, liberalisme terorisme dan paham paham ajaran buruk lainnya sangat mudah di akses oleh setiap individu yang memiliki gadget, nahh disini lah fungsi Pancasila sebagai ideologi atau penyaring paham ideologi yang negatif agar tidak masuk menjurus ke dalam pikiran setiap masyarakat<br><br>2. Tantangan Penerapan Pancasila<br><br>Berikut beberapa tantangan pancasila di kehidupan global :&nbsp;<br>1. Arus globalisasi<br>2. Kurangnya pengawasan dalam penggunaan teknologi.<br>3. Kurang memelajari dan memahami nilai-nilai Pancasila.<br>4. Adanya ideologi asing yang masuk ke Indonesia.<br>5. Banyaknya kabar tidak benar atau hoaks.<br>6. Banyak ujaran kebencian yang bisa memengaruhi opini pelajar.<br><br>Adapun tantangan lain dari penerapan pancasila yaitu para pelajar dapat terpengaruh hal-hal buruk dari luar yang tidak sesuai dengan Pancasila dan tradisi kita. Karena teknologi informasi pula, hoaks dan ujaran kebencian menyebar sangat masif di media sosial. Tak jarang, informasi yang kita terima bukan saja tidak benar tetapi juga seringkali merugikan.<br><br>Dengan teknologi informasi pula, ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dapat menyebar dengan cepat dan tentu berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa. Ide-ide yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme bertebaran di jagat maya dan dapat mempengaruhi kita. Dengan teknologi informasi, narkoba juga dapat menyebar dengan cepat hingga ke desa dan perkampungan.<br><br>Upaya menyikapinya :&nbsp;<br>Upaya menjaga dan menguatkan nilai-nilai Pancasila di masyarakat dapat dilakukan dengan tiga hal yaitu melalui pendekatan budaya, internalisasi di semua level pendidikan, dan penegakan hukum terhadap hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.<br><br>Kelompok 1&nbsp;<br>Anggota :&nbsp;<br>1. Afifah Nur Aini<br>2. Kaila Maharani<br>3. M. Dhafin<br>4. Putri Nuraini<br>5. Sarah Nabila<br>6. Syailendra</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-05 08:00:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282784250</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 XI-4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282784538</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota:&nbsp;<br>- Atha Khairunissa<br>- Fadilah Amalia<br>- Karima Sandra<br>- Miftah Fauzi<br>- M. Abdul Ghani<br><br>1. Meningkatkan peluang penerapan Pancasila?<br>•Maraknya game online pada zaman sekarang jika di ulik lebih dalam bisa dilibatkan nilai-nilai Pancasila, contohnya: Pada game Mobile Legends dengan bentuk pemainnya berupa tim maka diperlukan kerja sama,gotong royong,musyawarah,komunikasi yang baik<br>•Mempersiapkan pekerjaan-pekerjaan yang akan dibutuhkan di masa mendatang dengan mulai merubah sikap dan mental sesuai dengan perkembangan teknologi, namun tetap berpaku pada nilai-nilai Pancasila<br><br>2. Tantangan Pancasila di kehidupan global dan bagaimana upaya menyikapinya?<br>A. Masuknya budaya asing yang mulai mengikis budaya asli Indonesia. Cara menyikapinya dengan cara kembali mengenalkan dan mengembangkan permainan Tradisional dalam beberapa bidang misalnya pendidikan,sosial, ataupun di inovasikan dengan hal hal yang sedang tren pada zaman ini<br>B. Kesalahpahaman dalam memahami nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Cara menyikapinya dengan bersosialisasi dengan orang-orang sekitar baik teman maupun keluarga lalu berbagi pendapat tentang maksud dari nilai-nilai pancasila agar menghasilkan satu paham yang sama. Sehingga tidak terjadi suatu perilaku yang buruk namun mengatasnamakan nilai-nilai Pancasila.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-05 08:00:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282784538</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 </title>
         <author>rezasabrinaaulia</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282785464</link>
         <description><![CDATA[<div>- Alya M.K<br>- Fadhil A<br>- Maydina K.H<br>- Reza S.A<br>- Winda P<br>- Zakira M<br><br>A. Meningkatkan peluang penerapan pancasila.<br><br>1.selalu mengadakan lomba 17 agustusan karena di dalamnya mengandung nilai nilai pancasila<br><br>2. melestarikan permainan tradisional<br><br>B. Tantangan pancasila dihidupan global dan bagaimana cara menyikapinya<br><br>1. budaya asing mudah berkembang dan diterima oleh kalangan remaja Indonesia saat ini. cara menyikapinya dengan menyaring budaya asing dan meningkatkan rasa cinta tanah air contohnya, mendengarkan lagu dangdut, mengikuti trend berkain bersama, mencicipi berbagai makanan tradisional, dll.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-05 08:01:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2282785464</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283827121</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Ahmad Bukhori <br>2. Alysha Fauziyyah <br>3. Malfa Dewi Lutfyah<br>4. Meli Salsabila<br>5. Shyntia Jashmin Pertiwi <br><br><strong>&nbsp;A. Bentuk Peningkatan Pancasila<br></strong>1. Melestarikan permainan tradisonal guna mempertahankan nilai kebudayaan yang ada. Contoh praktik: mengadakan festival permainan tradisional dengan acuan atau ruang lingkup kecil seperti dilakukan di lingkungan sekolah 23. <br>2. Dalam bidang sosial, pancasila sebagai tolak ukur penyaring nilai sosial budaya masyarakat agar budaya masyarakat masih selaras dengan dasar negara dan ideologi negara. Seperti hal nya budaya luar yang memasuki Indonesia kita sebagai bangsa Indonesia yang bijak sudah seharusnya dapat memilah dengan baik, kita pun tidak boleh berlebih - lebihan terhadap budaya asing karena kita memiliki ciri khas budaya sendiri yang seharusnya kita lestarikan dan terapkan. Contoh praktik: Melestarikan budaya Sunda dengan cara membuat konten untuk di publikasikan kepada manca negara.<br>3. Dalam hal Gotong Royong, Gotong-royong merupakan salah satu nilai luhur yang dipegang teguh oleh bangsa Indonesia. Elemen kunci dalam gotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi sesama. Contoh praktik: Selalu berkolaborasi disaat penugasan projek, dengan kata lain kita harus menyatukan pemikiran kita agar menjadi tujuan yang sama. <br>4. Pancasila dalam penerapan IPTEK, penanaman nilai-nilai Pancasila harus berbasis digital sebagai alat yang efektif. Selain itu bisa pula dilakukan riset. Misalnya, mengambil beberapa sampel konten yang paling banyak disukai, mendapatkan like maupun viewer dengan engagement tinggi. Kecanggihan teknologi dapat membantu setiap aktivitas manusia, namun pesatnya perkembangan teknologi memerlukan filter untuk dapat menyaring hal-hal yang baik bermanfaat dan hal-hal yang sia-sia atau bahkan informasi yang memberi pengaruh buruk, ketidak hati-hatian dan kebebasan dalam menyikapi teknologi memungkinkan terjadi penyimpangan dan kerugian, kemerosotan nilai-nilai moral dan mengancam eksistensi nilai-nilai luhur bangsa. Contoh praktik: Sebagai siswa yang baik, kita harus bisa memilah dan memilih hal - hal baik yang tersebar luas di internet. <br>5. Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, Elemen kunci dari beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak Mulia meliputi akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, serta akhlak bernegara. Contoh praktik: Beribadah sesuai kewajibannya, menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangan Tuhan. <br><br><br><strong>B. Tantangan Yang di Hadapi Pancasila<br>1.</strong> Tantangan Penerapan Pancasila Pada generasi Milanial, karena hidup di era yang serba otomatis, generasi ini menyukai sesuatu yang serba instan dan sangat mudah dipengaruhi oleh trend dan budaya luar. Contoh: Orang Indonesia selalu ingin yang seraba instan terkadang bila tidak instan selalu menimbulkan sifat tidak sabar/ tidak menghargai. <br>2. Akibat dari tidak seimbangnya antara perilaku milenial dengan penerapan Pancasila adalah generasi milenial menjadi manusia yang individualis, serta kurangnya rasa Nasionalisme dan Patriotisme. Contoh: Kurangnya rasa tolong - menolong antar sesama. <br>3. Pengaruh teknologi khususnya kecanduan&nbsp; dengan gadget juga memberi pengaruh buruk terhadap sikap manusia. Contoh: Manusia tidak bisa terlepas dengan gadget.<br>4. Ketidak pedulian dengan lingkungan sekitarnya bahkan hal itu terjadi di dalam rumah tangga anak dan orang tua sibuk dengan gadgetnya sendiri. <br>5. Tantangan dalam penerapan Pancasila di era reformasi adalah menurunnya rasa persatuan dan kesatuan di antara sesama warga bangsa. Contoh:  Menurunnya rasa persatuan dan kesatuan ditandai dengan konflik antar daerah, dan tawuran antar pelajar.<br><br><br><strong>C. KESIMPULAN/SOLUSI<br></strong>Untuk membatasi diri dari pengkisusan jati diri bangsa akibat pesatnya perkembangan teknologi dan upaya-upaya memecah bangsa, maka bangsa ini harus kembali kepada Pancasila. Langkah antisipasi ini dapat dilakukan dengan cara : <br>1. Pendidikan Agama yang harus menjadi peranan penting untuk ketakwaan pada diri generasi muda Indonesia, <br>2. Pendidikan Pancasila yang harus ditanamkan sehingga menjadi pedoman dan landasan bagi generasi muda, <br>3. Menumbuhkan kesadaran dalam diri generasi muda Indonesia untuk membangun semangat Pancasila ,<br>4. Menanamkan&nbsp; dan melaksanakan ajaran agama dan keyakinan dengan sebaik-baiknya, menumbuhkan nasionalisme, contoh mencintai produk dalam negeri, dan yang terakhir adalah selektif terhadap pengaruh globalisasi di politik, ekonomi, maupun budaya bangsa.<strong><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1792740709/0314e874e78d87efe5130b7b5add1439/204A05BA_1D44_4518_B331_790F861A4C3D.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-06 02:52:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283827121</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283829292</link>
         <description><![CDATA[<div>- Ahmad N<br>- Reyhan<br>- Reno<br>- Delia<br>- Putri<br>- Cindy<br><br>a. Peluang apa saja yang ada serta bagaimana meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan pancasila dalam kehidupan global<br>- Peluang Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan bantuan teknologi informasi, kita dapat mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seantero dunia dengan mudah dan cepat. Tak hanya itu, praktik kehidupan kita yang berlandaskan Pancasila juga dapat menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa di dunia.<br>- Peluang pancasila juga dapat diterapkan sebagai penyaring masuknya ideologi asing&nbsp; ke indonesia, dan cara meningkatkannya dengan membatasi diri untuk tidak mengikuti semua ideologi asing, sehingga ideologi negara sendiri tidak akan tergantikan dengan ideologi ideologi asing.<br><br>b. Tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan pancasila di kehidupan global. Serta bagaimana mengahadapi tantangan tersebut?<br>- Adanya ideologi asing yang masuk ke Indonesia.&nbsp;<br>Cara menghadapi tantangan ini yaitu dengan menyaring segala sesuatu yang masuk dari negara asing ke Indonesia<br>- Budaya main hakim sendiri masih banyak dilakukan<br>Cara menghadapi tantangan ini yaitu dengan bermusyawarah terlebih dahulu<br>- Penggunaan gadget berlebihan sehingga orang indonesia mudah terpengaruh hal hal negatif dan kurang beradab<br>Cara menghadapi tantangan ini yaitu tidak menyebarkan berita hoax, menyaring berita yang ada dan jangan mengutarakan ujaran kebencian sembarangan<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 02:54:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283829292</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283833969</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota :<br>1. Chalisha Akasyah<br>2. Eka Febriani<br>3. M. Zaki Ali<br>4. Nazwa Intan D<br>5. Risma Leira<br><br><strong>Pancasila</strong> merupakan ideologi negara Indonesia yang menceminkan nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai dalam Pancasila dijadikan sebagai acuan dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.<br><strong>Tujuan</strong> menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta persatuan dan kesatuan di Indonesia.<br>Di era reformasi hingga saat ini, tantangan penerapan Pancasila bukan peperangan atau pemberontakan lagi. Melainkan, Indonesia saat ini dihadapi pada kondisi masyarakat yang serba bebas sehingga dalam bersikap dan bertindak tidak menggunakan otak.<br>Penerapan butir-butir Pancasila dapat menjaga negeri dari tantangan zaman <br>Pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan Indonesia. <br><br><strong>A. Peluang penerapan pancasila </strong>merupakan usaha atau celah untuk menggapai nilai nilai pancasila.<br>Contoh penerapan pancasila :<br>1. Mewujudan nilai Pancasila dalam aspek kehidupan beragama<br>2. Menjalankan perintah agama sesuai kepercayaan masing-masing <br>3. Berkata dan berbuat baik sesuai ajaran agama<br>4. Bersikap ramah, sopan, dan menghargai sesama manusia<br>5. Mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar <br>6. Bertingkah sebagai tidak warga negara yang baik dan tidak melawan hukum<br>7. Menjadikan pancasila sebagai ideologi hidup.<br><br><strong>B. Tantangan penerapan pancasila </strong>yaitu sesuatu yang bertentangan sehingga menjadi tantangan dalam mencapai persatuan dan kesatuan untuk menerapkan pancasila.<br>Contoh tantangan penerapan pancasila :<br><em>1</em>. <em>Efek globalisasi</em> yang memasukkan budaya asing pada bangsa Indonesia dan banyak ditiru, padahal budaya asing tersebut tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.<br><em>2. Kondisi geografis Indonesia yang berbeda, </em>menyebabkan pembangunan tidak merata.<br><em>3. Pembangunan sarana yang tidak merata</em> menyebabkan kesenjangan sosial antara pulau-pulau di Indonesia.<br><em>4. tidak seimbangnya antara perilaku milenial dengan penerapan Pancasila bangsa kita</em>, seperti gotong royong yang mulai memudar seiring berjalannya waktu. Hal ini menjadikan generasi milenial menjadi manusia yang individualis, serta kurangnya rasa Nasionalisme dan Patriotisme.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 02:57:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283833969</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author>karinkhazani04</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283839245</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 4 :<br>1. Annora Aurellia<br>2. Jerry Valentino<br>3. Karin Khazani<br>4. Meylanie Aulia P<br>5. Nabila Shabrina<br><br>a. peluang dan cara meningkatkan penerapan pancasil dalam kehidupan sehari hari :<br><br>1. mengadakan acara perlombaan saat hari kemerdekaan sebagai tanda menghormati para jasa pahlawan dan selalu memperingati hari besar pancasila,&nbsp;<br>2. mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat&nbsp;<br>3. sebagai seorang siswa harus mengutamakan pendidikan seperti belajar sungguh sungguh agar dapat mengukir prestasi<br><br>b. tantangan penerapan pancasila dan cara mengatasinya dalam kehidupan sehari hari<br><br>1. tawuran :&nbsp;<br>penyebab : pengaruh media dan kurangnya pengawasan orang tua<br>cara menyikapi :<br>- tidak ikut serta untuk melakukan tawuran dan membuat peraturan sekolah yang lebih tegas pada siswa dan siswi yang terlibat<br>2. konflik antarsuku&nbsp;<br>penyebab : tidak menghormati satu sama lain dan kurangnya pendidikan yang belum rata<br>cara menyikapi :&nbsp;<br>- harus saling menghargai perbedaan satu sama lain<br>- perbanyak wawasan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 03:00:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283839245</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283842529</link>
         <description><![CDATA[<div>KELOMPOK 2<br>Alfi Fauza&nbsp;<br>Alya Putri<br>Arnie Ameliasari<br>Muhammad Hilmi<br>Muhammad Taufan<br>Salsa Tri Cahyaningrum<br><br>A. Peluang apa saja yang ada, serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?<br>Untuk melalukan penerapan Pancasila banyak cara yang dapat diberikan untuk rekomendasi implementasi nilai-nilai Pancasila di era globalisasi. Pertama, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, penerapan Pancasila yang dapat dilakukan untuk generasi muda dan masyarakat&nbsp; yaitu melakukan kampanye atau membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan/atau pembelajaran berkesinambungan yang berkelanjutan di semua lini dan wilayah.<br>Adapun Peluang yang dapat meningkatkan penerapan Pancasila di kehidupan sehari hari yaitu, misalnya:<br>1. Saling menghormati dan menerapkan sikap toleransi pada teman yang berbeda agama, dan Membiasakan salat berjamaah bagi muslim<br>2. Membiasakan sikap toleransi antar umat beragama&nbsp;<br>3.Menolong teman yang mengalami kesulitan<br>4. Mengadakan musyawarah dalam merencanakan sesuatu<br><br>B.&nbsp; Tantangan dalam penerapan pancasila?<br>Pancasila sejatinya merupakan ideologi terbuka, yakni ideologi yang terbuka dalam menyerap nilai-nilai baru yang dapat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup bangsa. Namun, di sisi lain diharuskan adanya kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru. Apabila Indonesia tidak cermat, maka masyarakat akan cenderung ikut arus ideologi luar tersebut, sedangkan ideologi asli bangsa Indonesia sendiri yakni Pancasila malah terlupakan baik nilai-nilainya maupun implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.<br>Tantangan pertama adalah banyaknya ideologi alternatif melalui media informasi yang mudah dijangkau oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, ekstremisme, konsumerisme. Hal tersebut juga membuat masyarakat mengalami penurunan intensitas pembelajaran Pancasila dan juga kurangnya efektivitas serta daya tarik pembelajaran Pancasila.<br>Kemudian tantangan selanjutnya adalah eksklusivisme sosial yang terkait derasnya arus globalisasi yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas, gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA. Bonus demografi yang akan segera dinikmati Bangsa Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda di tengah arus globalisasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 03:02:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283842529</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283843390</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok : 3<br>Kelas : Xl-8<br>Anggota kelompok<br>1. Andhini Ayu<br>2. Arimbi Nabila<br>3. Fajrie Ariiq<br>4. Kiara Mutrina<br>5. M. Miftah<br>6. Sri Meilani<br><br>1. Peluang penerapan Pancasila<br><br>Apa yang dimaksud dengan peluang penerapan Pancasila?<br><br>Peluang penerapan Pancasila merupakan kesempatan dan usaha mencapai persatuan dan kesatuan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila.<br><br>1. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.<br>2. Identitas negara.<br>3. Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.<br>4. Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br><br>2. Tantangan penerapan pancasila<br><br>- Adanya ideologi asing yang masuk ke Indonesia&nbsp;<br>Cara mengatasi : memperkuat identitas Negara<br><br>- Intoleransi<br>Cara mengatasinya dengan menghargai keberadaan suatu agama yang dianut oleh masyarakat tertentu.<br><br>Kesimpulan:<br>Kita harus menyaring budaya asing dan toleransi. Kita harus menerapkan nilai nilai pancasila untuk mengatur dan menjadi pedoman dan prinsip bagi masyarakat Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 03:03:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2283843390</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2284233135</link>
         <description><![CDATA[<div><br>-Budi gunawan<br>-Dimas Aidil Fauzan<br>-M.ghazy irham<br>-Mylo syafna latif<br>-Putri naqiya<br>-Shinta nur hepriyani<br><br>1.Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?<br>Peluang penerapan Pancasila adalah kesempatan dan usaha menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan Pancasila dalam kehidupan global memiliki peluang yang lumayan banyak dan masih bisa ditingkatkan karena pancasila sejatinya memiliki ideologi terbuka. Peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global dapat ditingkatkan melalui teknologi yang sudah mulai berkembang melalui perantara media sosial ataupun internet kita dapat dengan mudahnya menyebarkan ideologi Pancasila yang bersifat terbuka.<br><br>2.Tantangan pertama adalah banyaknya ideologi alternatif melalui media informasi yang mudah dijangkau oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, ekstremisme, konsumerisme. Hal tersebut juga membuat masyarakat mengalami penurunan intensitas pembelajaran Pancasila dan juga kurangnya efektivitas serta daya tarik pembelajaran Pancasila.&nbsp;<br>tantangan selanjutnya adalah eksklusivisme sosial yang terkait derasnya arus globalisasi yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas, gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA.&nbsp;<br><br>cara menghadapi segala tantangan yang terjadi dalam penerapan pancasila di era global yaitu dengan cara bekerja sama dalam menangani segala tantangan global/Memanfaatkan forum-forum kerja sama Internasional. Karena tantangan global ini tidak bisa dihadapi sendiri, melainkan butuh kerjasama dan kolaborasi lintas negara</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 07:50:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2284233135</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2284239970</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>kelompok 6<br></strong><br></div><div><strong>nama anggota:<br></strong><br></div><div>-aldy ilham&nbsp;</div><div>-anesza aw</div><div>-deny rizky</div><div>-fiqrie kurnia</div><div>-ghaisani aufa d</div><div>-m. zanuar</div><div>A.</div><div>•peluang pancasila:&nbsp;</div><div>Pancasila memiliki peluang untuk diterapkan di era digital yang berperan sebagai:</div><div>1. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.</div><div>2. Identitas negara.</div><div>3. Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.</div><div>4. Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.</div><ul><li>cara peningkatan pancasila: dengan menanamkan nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari seperti mengerjakan ibadah tepat waktu,berkerja kelompok,bermusyawarah dalam mengambil suara untuk ketua kelas, dan tidak membedakan bedakan teman&nbsp;</li></ul><div>B.</div><div>tantangan yang di hadapi yaitu menurunnya rasa persatuan dan kesatuan antar sesama warga bangsa yang ditandai dengan konflik antar daerah,dan tawuran antar pelajar</div><div>dan cara menghadapinya yaitu dengan memperbanyak kerja kelompok yang bisa menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan antar anggotanya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 07:55:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2284239970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kel. 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2284243516</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota: Agung, Galih, Nazwa, Rianto, Risti, Sriayu<br><br>A. 1. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia<br>2. Identitas negara.<br>3. Landasan penyaring atau penerimaan budaya asing.<br>4. Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br>Cara meningkatkan :<br>- membekali diri dengan berbagai keterampilan, seperti kolaborasi, komunikasi, literasi, teknologi, dan lain-lain<br>- dalam teknologi informasi, kita dapat mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seantero dunia dengan mudah dan cepat. Tak hanya itu, praktik kehidupan kita yang berlandaskan Pancasila juga dapat menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa di dunia.<br><br>B. para pelajar dapat terpengaruh hal-hal buruk dari luar yang tidak sesuai dengan Pancasila dan tradisi kita. Karena teknologi informasi pula, hoaks dan ujaran kebencian menyebar sangat masif di media sosial. Tak jarang, informasi yang kita terima bukan saja tidak benar tetapi juga seringkali merugikan.<br>Cara menghadapi tantangan tersebut:<br>- Kita harus memastikan kebenaran informasi tersebut<br>- harus bijak dalam menggunakan teknologi informasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 07:59:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2284243516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2284269279</link>
         <description><![CDATA[<div>Amelia putri agustina<br>Doni saputra<br>Fatta zaky<br>Rio raihansyah<br>Isabel adinda<br>Yehezkiel ersen<br><br><br>A. Penerapan Pancasila<br>&nbsp;1. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat.<br>2. membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan/atau pembelajaran berkesinambungan yang berkelanjutan di semua lini dan wilayah<br>B. Tantangan pancasila<br>-mudahnya masuk ideologi ke indonesia yang bersifat merusak<br>Cara menghadapinya:dengan menyaring berbagai/segala sesuatu yang berusaha masuk ke indonesia dari negara asing.<br>-budaya yang banyak main hakim sendiri<br>Cara menangani nya:sebelum ke jalur hukum lebih baik di selesaikan secara kekeluargaan/berdamai satu sama lain.<br>-munculnya sikap individualisme yang menurunkan sikap saling tolong menolong.&nbsp;<br>Cara menangani nya:ketika ada seseorang yang butuh pertolongan kita mesti menolong nyaa selagi kita bisa menolong orang tersebut</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 08:24:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2284269279</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2                                              - Dhika Rizkia (8)                                       - Dhimas Wildan (9)                                  - Femy Sofyani (13)                                   - Marsya Atsiila (20)                                  - Nayla Nazwa (24)                                    - Zacky Muhammad (36)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2284447325</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>a. Peluang Penerapan Pancasila</strong></div><div><br></div><div>Peluang penerapan pancasila yakni merupakan usaha untuk mencapai persatuan dan kesatuan dengan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Di era globalisasi seperti sekarang peluang penerapan pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi.</div><div>Peluang penerapan pancasila antara lain :</div><ul><li>Peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi. Dengan teknologi informasi kita bisa mengampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat.</li><li>Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.</li><li>Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.</li><li>Bisa menjadi inspirasi bangsa lain. Indonesia memiliki banyak keberagaman tetapi masih bisa hidup rukun.</li></ul><div><br></div><div><strong>b. Tantangan Penerapan Pancasila</strong></div><div><br></div><div>Tantangan penerapan pancasila di era digital atau dikehidupan global seperti sekarang ini yaitu :</div><ul><li>Dapat terpengaruh hal-hal buruk dari luar yang tidak sesuai dengan Pancasila dan tradisi kita. Tak jarang, informasi yang kita terima bukan saja tidak benar tetapi juga seringkali merugikan.&nbsp;</li></ul><div>Kita harus memilih informasi yang sesuai dan terpercaya, kita tidak boleh terpengaruh langsung okeh informasi yang belum tentu kebenarannya</div><ul><li>Kurang memelajari dan memahami nilai-nilai Pancasila.</li></ul><div>Kita harus mulai mempelajari dan memahami nilai-nilai pancasila dan menerapkan nilai tersebut di kehidupan sehari-hari.</div><ul><li>Munculnya sikap individualisme yang menurunkan sikap saling tolong menolong.</li><li>Munculnya pola pikir radikalisme yang memicu tindak terorisme.</li></ul><div>Solusi nya kita bisa menggunakan Pancasila sebagai pedoman ketika ada informasi atau budaya yang baru masuk.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 11:13:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2284447325</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2285793932</link>
         <description><![CDATA[<div>anggota:<br>- Raizha<br>- Vicka<br>- Nazhira&nbsp;<br>- Nabila&nbsp;<br>- Firna<br>- Rinjani&nbsp;<br><br>1. Penerapan pancasila dalam kehidupan global memiliki peluang yang cukup banyak serta masih bisa ditingkatkan karena pancasila memiliki ideologi terbuka. Pada kehidupan global dapat ditingkatkan dengan teknologi informasi yang sudah mulai berkembang dengan luas selayaknya dengan penyebaran ideologi Pancasila yang bersifat terbuka.<br><br>2. Tantangan pertama adalah banyaknya ideologi alternatif melalui media informasi yang mudah dijangkau oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, ekstremisme, konsumerisme.&nbsp;<br>Hal tersebut juga membuat masyarakat mengalami penurunan intensitas pembelajaran Pancasila dan juga kurangnya efektivitas serta daya tarik pembelajaran Pancasila.&nbsp;<br><br>cara menghadapi tantangan yang terjadi dalam penerapan Pancasila di era global yaitu dengan cara memanfaatkan kemajuan teknologi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 04:32:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2285793932</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2285796118</link>
         <description><![CDATA[<div>nama anggota :</div><div>- Alya Mukhbita Siagian</div><div>- Salwa Dwi Sawitri</div><div>- Siti Maryamah</div><div>- Sasha Hafsha Zahira</div><div>- Azzahra Meyta</div><div>- Nofi Yulianti<br><br>a. Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada, serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?</div><div>Jawab :&nbsp;<br>di era kehidupan global terdapat peluang penerapan pancasila yaitu&nbsp;<br>1. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.&nbsp;</div><div>2. Identitas negara.&nbsp;</div><div>3. Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.&nbsp;</div><div>4. Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br>contoh penerapannya adalah, Indonesia dikenal dengan bangsa yang sangat beragam. Ada banyak suku, ras, bahasa, dan agama/kepercayaan di Indonesia. Namun, di tengah keragaman tersebut, bangsa Indonesia tetap dapat hidup rukun dan damai. Tradisi-tradisi yang menunjukkan persaudaraan, kerukunan dan kedamaian yang dipegang teguh oleh bangsa Indonesia dapat menjadi bahan kampanye kepada dunia tentang kerukunan dalam kebinekaan yang dapat disebarluaskan melalui teknologi informasi melalui berbagai bentuk media sosial.<br><br>b. Jika dipetakan, tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan Pancasila di kehidupan global, serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?<br>jawab: tantangannya adalah banjirnya informasi yang tidak benar atau hoax yang membawa pengaruh buruk kepada orang orang yang tidak bisa menyaring informasi tersebut.<br>cara menghadapi tantangan tersebut adalah dengan tidak terpengaruh dalam opini publik karena hal yang disampaikan berulang2 belum tentu hal tersebut benar<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 04:34:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2285796118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2285818219</link>
         <description><![CDATA[<div>- Dimas Rizky<br>- Vandwuin<br>- Rifal<br>- Destiani<br>- Rika solihat&nbsp;<br>- Wulan Sari&nbsp;<br><br>A. peluang apa saja yang ada, serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan pancasila dalam kehidupan global?<br>(jawab)<br>Dengan adanya global tentunya memberikan peluang untuk kita yaitu seperti:<br>1. meningkatkan keterampilan diri.<br>2. mempermudah pertukaran budaya.<br>3. bangsa yang religius, ramah, dan ramai.<br>4. meningkatkan taraf hidup masyarakat.<br>peningkat pancasila:<br>memberikan pancasila sebagai ideologi negara selain pancasila.<br>memberikan contoh teladan seperti disiplin, sikap toleran dan religius.<br><br>B. tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan pancasila di kehidupan global:<br>(jawab)<br>efek globalisasi yang memasukkan budaya asing pada bangsa Indonesia dan banyak ditiru padahal budaya asing tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila<br>cara menghadapinya:<br>dengan tidak melakukan pola hidup budaya asing dan cintai negara sendiri.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 04:56:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2285818219</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2285824047</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota :<br>- Lidia Aulia<br>- Rifalsya NurAhmad Fauzi<br>- Salma Maulydina<br>- Yoga Surya<br>- Yunita Lita Sari<br>- Zalfa Khairunisa<br><br>A. Peluang yang ada serta cara meningkatkannya<br><br>Pengertian peluang penerapan Pancasila yaitu kesempatan serta usaha bangsa dan negara untuk mencapai persatuan dan kesatuan dengan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Peluang yang dapat dilakukan diantaranya :<br>1. Memberi edukasi mengenai pentingnya Pancasila di era globalisasi<br>2. Meningkatkan Literasi dasar mengenai nilai-nilai pancasila<br>3. Meningkatkan kompetensi dan karakter persatuan kesatuan yang berbangsa dan bernegara yang kuat&nbsp;<br>4. Menyaring ideologi asing<br>5. Memanfaatkan teknologi untuk penyebaran informasi secara bijak<br>6. Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari<br><br>B. Tantangan serta solusi untuk penerapan Pancasila di kehidupan global&nbsp;<br>&nbsp;1. Tantangan Ideologi<br>Seiring berjalan nya waktu, arus globalisasi semakin berkembang dengan cepat dan mempengaruhi ideologi-ideologi alternatif yang berdampak pada Pancasila serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Contoh ideologi yang mulai masuk kedalam kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu radikalisme, eksremisme, terorisme, dan konsumerisme. Cara menghadapi nya yaitu dengan menanamkan jiwa nasionalisme, berpikiran terbuka dan toleran, waspada terhadap provokasi dan hasutan<br><br>2. Hoaks&nbsp;<br>Teknologi informasi semakin berkembang mengakibatkan banyaknya informasi-informasi yang belum pasti dan tidak jelas sumbernya. Solusi nya yaitu selektif dalam menerima informasi dan tidak melihat dalam satu pandangan saja serta tidak terbawa oleh opini orang lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 04:59:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2285824047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2285827603</link>
         <description><![CDATA[<div>anggota:&nbsp;-Nauval Hilmy Firjatullah<br>                -Kanaya Raysa Nabilah R<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; -Alexsa Ramadani<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; -Dinar Ambar Nursanti<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; -Nabil Tri Saputra<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; -Christanto Peris Sirait<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br><br><br>a. Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan pancasila dalam kehidupan global?&nbsp;<br>Peluang penerapan Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di era globalisasi dan digital seperti sekarang, peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi. Contohnya bahan kampanye Indonesia kepada negara-negara lain di dunia seperti kerukunan dalam keberagaman di Indonesia yang disebarluaskan melalui teknologi informasi.<br>Di era globalisasi dan digital seperti sekarang, peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan dengan:<br>-Dengan mengajari pemuda pemudi untuk belajar mengurangi dampak negatif dari globalisasi seperti hoax, filterisasi,dsb, dengan cara itu peluang penerapan pancasila dalam kehidupan global bisa lebih tinggi<br>-kita juga bisa melakukan pendidikan dalam diri pemuda pemudi indonesia agar tertanamnya jiwa pancasila dan memahami kegunaan pancasila dalam diri mereka<br>-dengan menjadikan pancasila sebagai dasar negara dan penerapannya yang baik, tentunya ini juga memperbesar peluang penerapan pancasila yang lebih tinggi dalam skala global<br><br>b. Jika dipetakan, tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan Pancasila di kehidupan global, serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?&nbsp;<br>Tantangan yang dihadapi adalah para pemuda yang sudah terjerumus dalam efek negatif globalisasi, para pemuda yang membawa efek negatif globalisasi bisa saja mencetuskan ideologi baru yang bertentangan dengan pancasila. Untuk menghadapi tantangan tersebut maka ada baiknya kita mengajarkan pendidikan yang lebih optimal sehingga pemuda pemudi kita bisa lebih memahami dampak-dampak dari globalisasi dan dapat menerapkan kehidupan berpancasila dalam diri mereka.<br>Juga ada tantangan lain yaitu berita palsu atau biasa disebut hoax. Di era sekarang ini, banjirnya informasi yang masuk membuat kita susah menyaring informasi yang masuk ke indonesia, hal inilah yang menjadi tantangan dalam mengimplementasikan pancasila, oleh karena itu kita perlu mendidik generasi muda indonesia agar mereka dapat memfilter segala berita yang masuk dalam diri mereka agar tidak timbul suatu konflik,fitnah dan perpecahan lainnya, sehingga penerapan pancasila bisa lebih diterapkan dalam kehidupan sehari hari</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 05:03:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2285827603</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2291124699</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota:<br>1. Akram<br>2. Dimas<br>3. Lingga<br>4. Nadhira<br>5. Ranjani<br>6. Roshan<br><br>a. Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada, serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?<br><strong>Peluang: </strong><br>1. Adanya bantuan teknologi informasi, sehingga dapat mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seantero dunia dengan mudah dan cepat<br>2. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.<br>3. Identitas negara.<br>4. Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.<br>5. Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br>6. Sumber motivasi serta dijadikan dasar dalam pengembangan IPTEK.<br>7. Sebagai saksi sejarah dan perkembangan bangsa Indonesia.<br>8. Landasan pembuatan aturan dunia siber atau dunia digital untuk keamanan.<br><br><strong>Cara meningkatkan peluang:&nbsp; </strong><br>1. Meningkatkan toleransi terhadap suku, agama, ras dan adat lain yang ada di Indonesia.<br>2. Untuk meningkatkan peluang menerapkan Pancasila dalam kehidupan global, kita perlu membekali diri dengan berbagai keterampilan penting yang dibutuhkan pada abad ini, seperti kolaborasi, komunikasi, literasi, dan lain sebagainya<br>3. Komunikasi juga memiliki peran yang sangat penting. Komunikasi di sini bukan hanya sekedar menguasai bahasa asing, tetapi juga mengerti tradisi tempat bahasa itu berkembang<br><br><br>b. Jika dipetakan, tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan Pancasila di kehidupan global, serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?<br><strong>Tantangan: </strong>Yang menjadi tantangan bagi para pelajar dalam menerapkan Pancasila pada era digital seperti saat ini, yaitu para pelajar dapat terpengaruh hal-hal buruk dari luar yang tidak sesuai dengan Pancasila dan tradisi kita. Karena teknologi informasi pula, hoaks dan ujaran kebencian menyebar sangat masif di media sosial. Tak jarang, informasi yang kita terima bukan saja tidak benar tetapi juga seringkali merugikan.<br><br><strong>Cara mempertahankan:</strong> Bangsa Indonesia harus melakukan terobosan baru dalam segala bidang, sebagai generasi muda bangsa Indonesia harus dapat mengisi era digital ini dengan maksimal sehingga generasi muda tidak pernah terprovokasi dengan mudah meski banyaknya arus dari luar yang mempengaruhi kehidupan bangsa ini, asalkan kita tetap perpegang pada dasar negara kita yaitu Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung dalamnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-11 13:01:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2291124699</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2291718484</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp;Fathur Raihan A.<br>2. Helsi Yulianti<br>3. Kartika Rahayu<br>4. Kayla Octavia R.<br>5. Restu Yassir A.<br>6. Salsa Despiani<br><br>A. Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?<br>= Peluang penerapan Pancasila merupakan kesempatan dan usaha mencapai persatuan dan kesatuan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Peluang penerapan Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.<br>Peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global dapat ditingkatkan melalui teknologi informasi seperti media sosial. Dengan teknologi informasi kita bisa mengampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat. Sehingga, praktik kehidupan sehari-hari yang berpedoman pada Pancasila bisa menjadi insipirasi negara-negara lain di dunia.&nbsp;<br><br>B. Jika dipetakan, tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan Pancasila dikehidupan global, serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?<br>= - Munculnya paham atau pemikiran baru yang bertentangan dengan nilai-nilai dan ideologi Pancasila.<br>- Masuknya budaya asing yang mengikis budaya asli Indonesia.<br>- Masuknya kebiasaan dan informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.<br><br>Cara menghadapi Munculnya paham atau pemikiran baru yang bertentangan dengan nilai-nilai dan ideologi Pancasila:<br>1.Mewariskan nilai-nilai ideal pancasila kepada generasi muda di bawahnya.<br>2.Membekali diri dengan pendidikan yang berlandaskan Pancasila<br>3.Memperkuat jati diri sebagai sebuah Bangsa.<br>4.Penguatan nilai etik dan nasionalisme generasi muda.<br>5.Pengambil peran dalam pengentasan dalam kemiskinan dan pendidikan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 04:51:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2291718484</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2291770749</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota:<br>-Nazira<br>-Salsya<br>-Sabila<br>-Vanya<br>-Zalfa<br><br>a. Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada, sert bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?<br><br>Jika Pancasila menjadi acuan, maka implementasi nilai-nilai Pancasila akan lebih mudah terlihat dalam praktik bernegara, misalnya saat pengambilan kebijakan-kebijakan politik.&nbsp; Pancasila bisa memberikan solusi di tengah adanya beragam ideologi seperti sosialis dan liberal serta di tengah usaha politik identitas oleh agama, etnik, dan kepentingan.<br><br>Peluang penerapan Pancasila merupakan kesempatan dan usaha mencapai persatuan dan kesatuan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila.<br><br>Peluang penerapan Pancasila yang dapat diterapkan di era globalisasi.<br><br>Di era globalisasi dan digital seperti saat ini, peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi.<br>Dengan teknologi informasi kita bisa mengampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat.<br><br>Sehingga, praktik kehidupan sehari-hari yang berpedoman pada Pancasila bisa menjadi insipirasi negara-negara lain di dunia di era globalisasi ini.<br><br>Contohnya bahan kampanye Indonesia kepada negara-negara lain di dunia seperti kerukunan dalam keberagaman di Indonesia yang disebarluaskan melalui teknologi informasi.<br><br>Pancasila sebagai ideologi negara yang terbuka juga dapat menyerap nilai-nilai baru yang bermanfaat dan tidak menyimpang dengan nilai-nilai sebelumnya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.<br><br>b. Jika dipetakan, tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan Pancasila di kehidupan global, serta begaimana menghadapi tantangan tersebut?<br><br>Tantangan penerapan Pancasila di era globalisasi.<br><br>- Munculnya paham atau pemikiran baru yang bertentangan dengan nilai-nilai dan ideologi Pancasila.<br>- Masuknya budaya asing yang mengikis budaya asli Indonesia.<br>- Masuknya kebiasaan dan informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.<br><br>Sebagai warga negara Indonesia berikut yang dapat kita lakukan dalam menghadapi tantangan dalam penerapan pancasila di era globalisasi, adalah budaya yang dimiliki sendiri<br>-Tidak mealkukan peninggalan terhadap sejarah yang ada<br>-Melakukan pembedaan dari hal apa yang dimana baik dan hal apa yang buruk<br>-Memiliki sebauh bentuk dari acuan yang dimana sangatlah kuat<br>-Peningkatan dari cara pandang terhadap dunia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 06:03:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2291770749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tantangan pancasila di era global</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2297291519</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelas XI-A2<br>Kelompok 2<br>Anggota:<br>1. Daffa R<br>2. Kharenina M<br>3. Layung N<br>4. M Athari<br>5. M Evan<br>6. Vidya H<br><br>a. Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada, serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?<br><br><em>Apa yang di maksud peluang penerapan pancasila?</em><br>Peluang penerapan Pancasila merupakan kesempatan dan usaha mencapai persatuan dan kesatuan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila.<br><br><em>Bagaimana cara meningkatkan peluang yang ada?</em><br>1. Menggunakan teknologi informasi sebagai media penyebaran nilai nilai pancasila <br>2. Menyaring ideologi asing yang ingin masuk ke Indonesia.<br>3. Identitas negara.<br>4. Adanya Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.<br><br> b. Jika dipetakan, tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan Pancasila di kehidupan global, serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?<br><br><em>Tantangan apa saja yang di hadapi?<br></em>1. paham atau pemikiran baru yang bertentangan dengan nilai-nilai dan ideologi Pancasila<br>2. Masuknya budaya asing yang mengikis budaya asli Indonesia.<br>3. Masuknya kebiasaan dan informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.<br>4. Diskriminasi suku bangsa<br>5. Sikap toleransi yang rendah<em><br></em>6. Maraknya sikap individulisme<br>7.Banyaknya penyalahgunaan media sosial<br>8. Konsumerisme<br>9. Banyaknya informasi yang tidak valid kebenarannya<br>10. Masyarakat mudah di adu domba atau di hasut<br><br><em>Bagaimana menghadapi tantangan tersebut?</em><br>1. Memilih informasi yang sesuai dan terpercaya<br>2. Mempertahankan nilai nilai pancasila<br>3. Ingat bahwa pancasila sebagai ideologi negara<br>4. Memahami filosofi pancasila<br>5 Memiliki sikap toleransi yang tinggi dan saling menghargai sesama&nbsp;<br>6. Memperbanyak wawasan yang baik<br>7. Tidak melawan hukum<br>8. Meningkatkan kerja sama dengan melibatkan semua pihak<br>9. tidak menggunakan ekstremisme kekerasan&nbsp;<br>10. tidak mudah diprovokasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-15 00:56:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2297291519</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ratushafana8</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2297350719</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kelompok 1 (XI-2)&nbsp;<br></strong><br></div><div><strong>Nama Anggota :<br></strong><br></div><div>-Arrendra Mahardika&nbsp;</div><div>-Dwi Ayu Nur Rohmah</div><div>-Karisa Fadillah Dimyati&nbsp;</div><div>-Rafly Alfarizi&nbsp;</div><div>-Ratu Shafana Firdania&nbsp;</div><div>-Sitompul, Jeremiah Otniel&nbsp;</div><div><br></div><div>globalisasi adalah terbentuknya organisasi dan komunikasi antara masyarakat diseluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama dengan kata lain culture-culture yang berbeda antar bangsa seolah melebur menjadi satu.&nbsp;</div><div><br></div><div>A. Meningkatkan/memperbesar peluang penerapan pancasila dalam kehidupan global&nbsp;</div><ol><li>di bali, misalnya ada tradisi <em>Ngejot </em>memberikan makan kepada tetangga yang berlangsung dan mengharmoniskan pemeluk islam dan hindu.</li><li>di Maluku, ada tradisi <em>Pela gandong</em>, suatu perjanjian persaudaraan satu daerah dengan daerah lainnya. sehingga ketika terikat dengan perjanjian persaudaraan maka ia harus saling tolong menolong, saling membantu, sekalipun didalamnya berbeda agama.&nbsp;</li><li>di Papua, ada tradisi <em>bakar batu</em> yang dilakukan untuk mencari solusi saat terjadi konflik. berbagai tradisi dan kearifan lokal yang dimiliki oleh bangsa indonesia itu dapat diperluaskan melalui teknologi informasi.</li></ol><div>cara meningkatkannya: dengan teknologi informasi kita bisa mengampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat.</div><div>Sehingga, praktik kehidupan sehari-hari yang berpedoman pada Pancasila bisa menjadi insipirasi negara-negara lain di dunia.</div><div><br></div><div><br></div><div>B. Tantangan pancasila di kehidupan Global dan bagaimana upaya menyikapinya</div><ol><li>Tantangan pertama adalah banyaknya ideologi alternatif melalui media informasi pada era teknologi informasi yang mudah dijangkau oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, ekstremisme, konsumerisme, dan terorisme. Hal tersebut juga membuat masyarakat mengalami penurunan intensitas pembelajaran Pancasila dan juga kurangnya efektivitas serta daya tarik pembelajaran Pancasila yang merangsek dengan cepat ke sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.</li><li>Ekslusivisme sosial yang terkait derasnya arus globalisasi yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas, gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA.&nbsp;</li></ol><div>cara menyikapinya:&nbsp;</div><div>-memahami dan mengamalkan nilai nilai pancasila.</div><div>-mencintai produk dalam negeri.</div><div>-menyaring informasi dan budaya asing yang masuk.</div><div>-melestarikan kebudayaan.</div><div>-memupuk nilai nasionalisme dalam diri.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-15 01:35:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2297350719</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1 XI A.3</title>
         <author>shifafadilah70</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2297564853</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelas : XI IPA 3 <br>Nama Anggota : <br>– Arib Abdul Ghani<br>– Arief Muhammad<br>– Cikal Suci Ramadhani <br>– Cynthia Anjani Putri <br>– Shifa Fadilah<br>– Zharfa Hurin Ghaida <br><br><strong>A. Jika ditetapkan, peluang apa saja yang ada, serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?</strong> <br>1). Memanfaatkan kemajuan teknologi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat. <br>2). Memberikan nilai - nilai Pancasila melalui pendidikan dan pembelajaran berkesinambungan yang berkelanjutan di semua lini dan wilayah.<br>3.) Dalam bidang Sosial : <br>– Mengambil keputusan melalui musyawarah.<br>– Menghargai pendapat orang lain.<br>– Gotong Royong.<br>– Meyakini adanya Tuhan Yang Maha ESA.<br>– Toleransi antar umat beragama.<br>– Cinta tanah air.<br>– Tidak membedakan-bedakan orang lain.<br>4). Dalam bidang Ekonomi :<br>– Mendirikan usaha untuk mengurangi pengangguran.<br>– Tidak hidup berfoya-foya, agar ekonomi terus berjalan dengan baik.<br>– Membeli dan mencintai produk dalam negeri.<br>– Melakukan kegiatan jual beli dengan menggunakan sistem ekonomi Pancasila.<br>5). Dalam bidang Politik :<br>– Menjunjung hak asasi manusia.<br>– Menghormati pilihan orang lain dalam pemilu.<br>6) Peluang Pancasila di era digital : <br>– Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.<br>– Sebagai identitas negara.<br>– Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.<br>– Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br>– Sumber motivasi serta dijadikan dasar dalam pengembangan IPTEK.<br><br><strong>B. Jika dipetakan, tantangan apa saja yang di hadapi dalam penerapan Pancasila dikehidupan global, serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut.<br></strong>1). Menurunnya rasa persatuan dan kesatuan seperti konflik antar suku. Cara menyikapinya, tidak merasa bahwa suku budaya sendiri lebih baik dari pada suku yang lainnya.<br>2). Kurangnya rasa tolong menolong terhadap sesama. Cara menyikapinya meningkatkan rasa empati terhadap sesama.<br>3). Banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia dan banyak ditiru oleh masyarakat, padahal budaya asing tersebut tidak selalu sesuai dengan nilai Pancasila. Cara menyikapinya, mengenalkan dan mengembangkan budaya lokal dalam beberapa bidang. Misalnya, pendidikan dan sosial.<br><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-15 04:26:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2297564853</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2300042223</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>- Alya. F<br>- Wulan. P<br>- Hanna. A<br>- Denessya<br>- Indah<br>- Sistania</strong><br><br><br><strong>•&gt; Peluang dan cara meningkatkan peluang penerapan pancasila</strong><br><br>Peluang penerapan pancasila merupakan usaha untuk mencapai persatuan dan kesatuan dengan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.<br><br><strong>Peluang :</strong><br>1. Adanya bantuan teknologi informasi, sehingga dapat mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seantero dunia dengan mudah dan cepat<br>2. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.<br>3. Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br>4. Memanfaatkan platform media sosial maupun teknologi informasi.<br><br><strong>Cara meningkatkan peluang :</strong><br>Salah satu cara meningkatkan peluang menerapkan Pancasila dalam kehidupan global, kita perlu menguatkan nilai kearifan lokal. Nilai Pancasila dihasilkan dari akar budaya masyarakat Indonesia. Penguatan pancasila bisa diwujudkan melalui beberapa warisan budaya Indonesia, contohnya : tari tradisional, permainan tradisional. Adapun nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam kegiatan yang berkaitan dengan kearifan lokal antara lain sebagai berikut : 1) Kekompakan, 2)kerjasama, 3) Saling Menghargai, dan 4) Sikap legowo. Dan nilai-nilai itu menggambarkan lima sila dari pancasila.<br><br><br><strong>•&gt; Tantangan penerapan pancasila di kehidupan global dan bagaimana cara mengatasi nya</strong><br><br>Berikut tantangan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari :<br><br>1. Munculnya paham atau pemikiran baru yang bertentangan dengan nilai-nilai dan ideologi Pancasila.<br>CARA : Untuk mengatasi hal ini, kita sebagai masyarakat Indonesia dapat dengan tegas menolak pemikiran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Karena kita memiliki hak untuk menolak jika hal tersebut melanggar norma. Juga hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan lebih menanamkan nilai ideologi Pancasila dalam diri masyarakat. Agar kita dapat membedakan mana yang melanggar, yang harus dihilangkan dan mana yang harus di taati yang sesuai akan ideologi Pancasila.<br><br>2. Masuknya budaya asing yang mengikis budaya asli Indonesia.<br>CARA : Untuk menyaring budaya asing kita sebagai warga lokal harus bisa menanamkan nilai kebudayaan yang kita miliki dengan cara mengembangkan wawasan akan kebudayaan, ikut serta dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan budaya, dan mau mempelajari kebudayaan&nbsp; kita seperti mempelajari tarian daerahnya atau pun alat musiknya. Dan tak hanya itu kita juga seharusnya kembali mengenalkan budaya kita kepada warga asing agar dapat menunjukkan kebudayaan apa yang kita miliki.<br><br>3. Masuknya kebiasaan dan informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.<br>CARA : Kita harus bisa memilah dan memilih kebiasaan-kebiasaan mana saja yang baik untuk kita ikuti yang sesuai dan dapat kita lakukan dengan tidak meninggalkan nilai-nilai pancasila bangsa kita dan meninggalkan berbagai kebiasaan buruk budaya lainnya. Dalam menggali informasi dan wawasan yang luas, sebelum kita mengambil semua isi informasi di dalamnya lebih baik kita cari dulu kebenaran yang terkandung di dalamnya dengan mencari referensi yang lainnya agar jika kita menshare kembali informasi tersebut kita tidak ikut dalam menyebarkan berita kebohongan atau hoax yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-16 13:58:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2300042223</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 :</title>
         <author>wulanpitriyani519</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2300064310</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>- Wulan. P<br>- Alya. F<br>- Hanna. A<br>- Denessya<br>- Indah<br>- Sistania</strong><br><br><br><strong>•&gt; Peluang dan cara meningkatkan peluang penerapan pancasila</strong><br><br>Peluang penerapan pancasila merupakan usaha untuk mencapai persatuan dan kesatuan dengan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.<br><br><strong>Peluang :</strong><br>1. Adanya bantuan teknologi informasi, sehingga dapat mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seantero dunia dengan mudah dan cepat<br>2. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.<br>3. Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br>4. Memanfaatkan platform media sosial maupun teknologi informasi.<br><br><strong>Cara meningkatkan peluang :</strong><br>Salah satu cara meningkatkan peluang menerapkan Pancasila dalam kehidupan global, kita perlu menguatkan nilai kearifan lokal. Nilai Pancasila dihasilkan dari akar budaya masyarakat Indonesia. Penguatan pancasila bisa diwujudkan melalui beberapa warisan budaya Indonesia, contohnya : tari tradisional, permainan tradisional. Adapun nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam kegiatan yang berkaitan dengan kearifan lokal antara lain sebagai berikut : 1) Kekompakan, 2)kerjasama, 3) Saling Menghargai, dan 4) Sikap legowo. Dan nilai-nilai itu menggambarkan lima sila dari pancasila.<br><br><br><strong>•&gt; Tantangan penerapan pancasila di kehidupan global dan bagaimana cara mengatasi nya</strong><br><br>Berikut tantangan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari :<br><br>1. Munculnya paham atau pemikiran baru yang bertentangan dengan nilai-nilai dan ideologi Pancasila.<br>CARA : Untuk mengatasi hal ini, kita sebagai masyarakat Indonesia dapat dengan tegas menolak pemikiran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Karena kita memiliki hak untuk menolak jika hal tersebut melanggar norma. Juga hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan lebih menanamkan nilai ideologi Pancasila dalam diri masyarakat. Agar kita dapat membedakan mana yang melanggar, yang harus dihilangkan dan mana yang harus di taati yang sesuai akan ideologi Pancasila.<br><br>2. Masuknya budaya asing yang mengikis budaya asli Indonesia.<br>CARA : Untuk menyaring budaya asing kita sebagai warga lokal harus bisa menanamkan nilai kebudayaan yang kita miliki dengan cara mengembangkan wawasan akan kebudayaan, ikut serta dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan budaya, dan mau mempelajari kebudayaan&nbsp; kita seperti mempelajari tarian daerahnya atau pun alat musiknya. Dan tak hanya itu kita juga seharusnya kembali mengenalkan budaya kita kepada warga asing agar dapat menunjukkan kebudayaan apa yang kita miliki.<br><br>3. Masuknya kebiasaan dan informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.<br>CARA : Kita harus bisa memilah dan memilih kebiasaan-kebiasaan mana saja yang baik untuk kita ikuti yang sesuai dan dapat kita lakukan dengan tidak meninggalkan nilai-nilai pancasila bangsa kita dan meninggalkan berbagai kebiasaan buruk budaya lainnya. Dalam menggali informasi dan wawasan yang luas, sebelum kita mengambil semua isi informasi di dalamnya lebih baik kita cari dulu kebenaran yang terkandung di dalamnya dengan mencari referensi yang lainnya agar jika kita menshare kembali informasi tersebut kita tidak ikut dalam menyebarkan berita kebohongan atau hoax yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-16 14:11:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2300064310</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2302333037</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama anggota :<br>1. Angga Fajar N.<br>2. Aureliya Saniya<br>3. Gattan Ariadilaga<br>4. Khairunnisa Yasmin N.<br>5. Syafa Camila<br><br>Jawaban :<br>a. jika dipetakan , peluang apa saja yang ada serta bagaimana meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan pancasila dalan kehidupan global?<br>peluangnya yaitu:<br>1. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.<br>2. Identitas negara.<br>3. Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.<br>4. Menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br>5. Sumber motivasi serta dijadikan dasar dalam pengembangan IPTEK.<br>6. Sebagai saksi sejarah dan perkembangan bangsa Indonesia.<br>7. Landasan pembuatan aturan dunia siber atau dunia digital untuk keamanan.<br>cara meningkatkannya yaitu di era globalisasi dan digital seperti sekarang, peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi.<br>Dengan teknologi informasi kita bisa mengampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat. Sehingga, praktik kehidupan sehari-hari yang berpedoman pada Pancasila bisa menjadi insipirasi negara-negara lain di dunia.<br><br>b. jika dipetakan , tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan pancasila di kehidupan global , serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?<br>tantangannya yaitu:<br>1. Perkembangan teknologi<br>2. Masuknya ideologi lain yang memengaruhi masyarakat Indonesia.<br>3. Beredarnya informasi palsu(hoaks)<br>4. Krisis lingkungan<br>cara menghadapi tantangannya yaitu , dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat. Menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan. Juga bisa dengan mencintai produk dalam negri.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-19 04:42:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2302333037</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2303001074</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota :<br>- Ahmad Daffa Aficiena<br>- Nida Nur Aini Alifah<br>- Rian Mulyana<br>- Rizka Azmiy Mahiroh&nbsp;<br>- Zahra Gita Aprillia&nbsp;<br>- Zulfa Alya Amirah&nbsp;<br><br>A. Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?<br><br>Peluang penerapan Pancasila dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi. Cara meningkatkannya dengan menyampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat sehingga praktik kehidupan sehari-hari yang berpedoman pada Pancasila bisa menjadi inspirasi negara-negara lain di dunia.<br><br>Pancasila memiliki peluang untuk diterapkan di era digital yang berperan sebagai:<br>1. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.<br>2. Identitas negara.<br>3. Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.<br>4. Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br>5. Sumber motivasi serta dijadikan dasar dalam pengembangan IPTEK.<br>6. Sebagai saksi sejarah dan perkembangan bangsa Indonesia.<br>7. Landasan pembuatan aturan dunia siber atau dunia digital untuk keamanan.<br><br>Cara meningkatkan :<br>1. Meningkatkan toleransi.<br>2. Membekali diri dengan berbagai keterampilan penting yang dibutuhkan pada abad ini, seperti kolaborasi, komunikasi, literasi, dsb.<br>3. Komunikasi yang bukan hanya sekedar menguasai bahasa asing, tetapi juga mengerti tradisi tempat bahasa itu berkembang.<br><br>B. Jika dipetakan, apa saja yang dihadapi dalam penerapan Pancasila di kehidupan global, serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?<br><br>Tantangan :<br>• Masuknya paham ideologi lain seperti radikalisme dan terorisme ke bangsa indonesia.<br>• Banyak bermunculan berita hoaks yang tidak dapat dipertanggung jawabkan sehingga terjadi perpecahan.<br>• Menyebarnya pola pikir negatif masyarakat global mengenai pemahaman perbedaan antar sesama yang dapat menimbulkan permusuhan dan perpecahan.<br><br>Cara Menghadapi :<br>• Menolak paham ideologi baru yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.&nbsp;<br>• Menggunakan Pancasila sebagai penyaring informasi.<br>• Tetap perpegang teguh pada nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila untuk menghadapi segala permasalan yang terjadi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-19 13:37:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2303001074</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2</title>
         <author>9bkinayaamira</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2308883246</link>
         <description><![CDATA[<div>KELOMPOK 2<br>1. Amalia Nurlaila Qolbiyah (02)<br>2. Areta Nararya Putri Setiadi (04)</div><div>3. Kinaya Amira (16)</div><div>4. Naira Revaluna (24)<br>5. Sahranti Alya (32)<br>6. Teni Dwi Alyanti (33)<br><br>A. Meningkatkan peluang penerapan pancasila<br><br>1. Peluang dalam globalisasi ini yaitu dapat&nbsp; pertukaran informasi tentang beragam budaya di Indonesia, selain itu juga dapat di adakan perlombaan secara online atau edukasi secara online agar waga Indonesia bisa saling mengenal di berbagai daerah dan bisa menceritakan tentang suku bahasa/budayanya masing-masing.<br><br>2. Bisa juga mengadakan volunteer secara online agar masyarakat Indonesia bisa saling mengenal dan tolong menolong&nbsp; tanpa memandang ruang dan waktu. Misalnya memberikan donasi online.<br><br>3. Dibuatnya acara 17 agustusan untuk meningkatkan rasa nasionalisme kita dengan perlombaan-perlombaan yang memiliki berbagai macam pancasila.<br><br>B. Tantangan pancasila di kehidupan global dan bagaimana cara menyikapinya.<br><br>1). Masuknya budaya asing ke Indonesia, seperti banyaknya generasi muda yang menggemari korea/western, baik musik, budaya, cara berpakaian maupun gaya hidup. Cara menyikapinya dengan menyadarkan generasi muda untuk&nbsp; meningkatkan rasa nasionalisme agar tidak terbawa budaya korea/western, dan tetap menjalankan tradisi kita sebagai orang Indonesia di kehidupan sehari-hari. Atau kita boleh mengakulturasi budaya indonesia dengan budaya luar negeri dan menciptakan budaya baru tanpa meninggalkan indentitas kita sebagai bangsa Indonesia.<br><br>2). Maraknya perundungan di sosial media yang membuat kehidupan seseorang menjadi berubah karena menjadi kurang percaya diri atau bahkan bisa melukai diri. Solusinya yaitu mengadakan edukasi yg unik/menarik untuk mereka yg suka merundung agar tahu bahayanya perundungan dan macam-macam perundungan baik di sosmed maupun lingkungan sekitar.<br><br>3). Adanya kasus pornografi, pelecehan terhadap sebuah foto seseorang. Solusinya yaitu menutup situs web yang mengandung unsur pornografi serta adanya sosialisasi pada generasi muda tentang dampak buruk dari pornografi.<br><br>4. Masih adanya diskriminasi antar bangsa, karena merasa bahwa bangsa mereka adalah bangsa yg terbaik.&nbsp; Solusinya yaitu mengadakan akulturasi budaya atau pertukaran budaya secara virtual agar semua warga Indonesia bisa melihat beragam budaya yang ada di Indonesia serta dapat mengubah mindset mereka bahwa suku bangsa di Indonesia itu sgt beragam dan memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi.<br><br>5. Masyarakat yang berubah menjadi masyarakat yang berindividualisme tinggi, menyebabkan tidak adanya interaksi antar masyarakat yang kemudian mulai menghilangkan rasa nasionalisme, persatuan, dan kesatuan. Upayanya dengan mengadakan acara-acara dilingkungan masyarakat misalnya kerja bakti, ronda, arisan, atau makan bersama.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-22 14:27:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2308883246</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1 </title>
         <author>Kelompok1_XIA1</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2309884134</link>
         <description><![CDATA[<div>KELOMPOK 1 :<br>1. Annisa Abiyaputri Away<br>2. Binar Ayu Putri Jari<br>3. Galang Tidar Ramadhan<br>4. M. Taufiq Rahmat<br>5. Nayla Ardellia Ivana<br>6. Risma Dwi Putri&nbsp;<br><br>A. Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada, serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?<br><br>• Peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global.<br>Peluang penerapan Pancasila yaitu suatu usaha atau kesempatan untuk mencapai kesatuan dan persatuan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.<br>Contohnya: Indonesia memiliki banyak suku, ras, bahasa, dan agama. Tetapi, di tengah keragaman tersebut, bangsa Indonesia tetap dapat hidup rukun dan damai. Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia menerapkan nilai-nilai Pancasila yaitu dengan tidak membeda-bedakan antar golongan. Salah satunya dengan tidak bersikap etnosentrisme.<br><br>• Cara meningkatkan/memperbesar peluang penerapan Pancasila&nbsp;<br>Yaitu dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dimulai dengan diri sendiri. Dalam peran bermasyarakat, kita dapat melakukan kampanye untuk menunjukkan persaudaraan, kerukunan dan kedamaian lewat tradisi-tradisi. Kampanye tersebut menginformasikan mengenai kerukunan dalam kebinekaan yang dapat kita sebarluaskan melalui media sosial.<br><br><br>B. Jika dipetakan, tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan Pancasila di kehidupan global, serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?<br><br>Dengan pesatnya perkembangan teknologi, akses untuk mendapatkan informasi juga semakin mudah. Baik informasi penting ataupun tidak penting. Baik informasi yang valid maupun tidak valid. Karena disuguhi banyak informasi, sering sekali kita mudah dijumpai dengan informasi yang hoaks. Masyarakat Indonesia banyak yang mudah termakan hoaks karena malas membaca. Untuk itu, cara menghadapi tantangan tersebut yaitu dengan tidak malas membaca. Karena dengan banyak membaca, kita dilatih untuk berpikir kritis dan dapat memilah informasi yang valid.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-23 03:58:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2309884134</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author>dwidzaudan</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2309892224</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota kelompok:<br>Dwi Jalu<br>Fabian fatih<br>Nalyla alliyah<br>Nazwa amalia<br>Ghiftania sabtina<br>Putri lifa<br>&nbsp;&nbsp;<br>A. jika dipetakan peluang apa sajakah yg ada serta bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan pancasila dalam kehidupan global<br><br>&nbsp;- Di era globalisasi dan digital seperti sekarang, peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi.Dengan teknologi informasi kita bisa mengampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat.Sehingga, praktik kehidupan sehari-hari yang berpedoman pada Pancasila bisa menjadi insipirasi negara-negara lain di dunia.Contohnya bahan kampanye Indonesia kepada negara-negara lain di dunia seperti kerukunan dalam keberagaman di Indonesia yang disebarluaskan melalui teknologi indformasi.<br><br>- Pancasila sebagai ideologi negara yang terbuka juga dapat menyerap nilai-nilai baru yang bermanfaat dan tidak menyimpang dengan nilai-nilai sebelumnya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.<br><br>B. jika dipetakan tentang apa saja yg dihadapi dalam penerapan pancasila dikehidupan global serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut<br><br>Tantangan pertama adalah banyaknya ideologi alternatif melalui media informasi yang mudah dijangkau oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, ekstremisme, konsumerisme. Hal tersebut juga membuat masyarakat mengalami penurunan intensitas pembelajaran Pancasila dan juga kurangnya efektivitas serta daya tarik pembelajaran Pancasila.<br><br>Kemudian tantangan selanjutnya adalah eksklusivisme sosial yang terkait derasnya arus globalisasi yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas, gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA.&nbsp;<br><br>cara menghadapi tantangan tersebut dengan cara<br>Pertama, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat.<br><br>Rekomendasi selanjutnya adalah membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan/atau pembelajaran berkesinambungan yang berkelanjutan di semua lini dan wilayah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-23 04:08:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2309892224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2317423208</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota :<br>1. Micha zainal<br>2. Talitha Saffa<br>3. Putri Aira <br>4. Keira Callerista<br>5. M. Daffa<br>6. M. Dary Dzakir<br><br>a. jika dipetakan , peluang apa saja yang ada serta bagaimana meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan pancasila dalan kehidupan global?<br><br><mark>JAWABAN</mark><br>Pancasila memiliki peluang untuk diterapkan di era digital yang berperan sebagai:<br>1. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.<br>2. Identitas negara.<br>3. Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.<br>4. Menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br>5. Sumber motivasi serta dijadikan dasar dalam pengembangan IPTEK.<br><br>cara meningkatnya adalah :<br>kita perlu terus menampilkan nilai nilai luhur pancasila dalam konteks global sehingga pancasila dapat hadir memberikan solusi atas masalah yang di hadapi dalam kehidupan global. Lalu peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi.<br>Dengan teknologi informasi kita bisa mengampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat. <br><br>b. jika dipetakan , tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan pancasila di kehidupan global , serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?<br><br><mark>JAWABAN</mark><br>1. Masuknya ideologi lain yang memengaruhi masyarakat Indonesia.<br>2. Beredarnya informasi palsu(hoaks)<br>3. Krisis lingkungan<br><br>cara mengatasinya adalah:<br>dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat dengan cara memberikan informasi tentang ideologi yang tidak seharusnya masuk ke dalam kehidupan bangsa juga pentingnya untuk tidak gampang percaya dengan berita berita hoax.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-28 12:50:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2317423208</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2</title>
         <author>michazainal318</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2317426824</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota :<br>1. Micha zainal<br>2. Talitha Saffa<br>3. Putri Aira <br>4. Keira Callerista<br>5. M. Daffa<br>6. M. Dary Dzakir<br><br>a. jika dipetakan , peluang apa saja yang ada serta bagaimana meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan pancasila dalan kehidupan global?<br><br><mark>JAWABAN</mark><br>Pancasila memiliki peluang untuk diterapkan di era digital yang berperan sebagai:<br>1. Filter atau penyaring ideologi asing yang masuk ke Indonesia.<br>2. Identitas negara.<br>3. Landasan penolakan atau penerimaan budaya asing.<br>4. Menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila.<br>5. Sumber motivasi serta dijadikan dasar dalam pengembangan IPTEK.<br><br>cara meningkatnya adalah :<br>kita perlu terus menampilkan nilai nilai luhur pancasila dalam konteks global sehingga pancasila dapat hadir memberikan solusi atas masalah yang di hadapi dalam kehidupan global. Lalu peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi.<br>Dengan teknologi informasi kita bisa mengampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat. <br><br>b. jika dipetakan , tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan pancasila di kehidupan global , serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut?<br><br><mark>JAWABAN</mark><br>1. Masuknya ideologi lain yang memengaruhi masyarakat Indonesia.<br>2. Beredarnya informasi palsu(hoaks)<br>3. Krisis lingkungan<br><br>cara mengatasinya adalah:<br>dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat dengan cara memberikan informasi tentang ideologi yang tidak seharusnya masuk ke dalam kehidupan bangsa juga pentingnya untuk tidak gampang percaya dengan berita berita hoax.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-28 12:52:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2317426824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2318595748</link>
         <description><![CDATA[<div>-Luthfandi Eka Radityo<br>-M.Farhan&nbsp;<br>-M.Fauzan<br>-Naila Salsabila<br>-Nur Cahya Sulistiani<br>-Rifany Nayla Putri<br><br><br>A.Tantangan Pancasila era Global&nbsp;<br>Jika dipetakan, peluang apa saja yang ada,<br><br>*Peluang Penerapan Pancasila*<br>Peluang penerapan Pancasila merupakan kesempatan dan usaha mencapai persatuan dan kesatuan dengan menerapkan nilai nilai Pancasila.&nbsp;<br>Di era globalisasi saat ini, muncul peluang dan tantangan tersendiri dalam penerapan pancasila. Di zaman sekarang, peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi. Dengan menggunakan teknologi informasi, kita bisa mengkampanyekan nilai nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat. Dengan teknologi ini kita juga dapat menyerap nilai nilai baru yang bermanfaat dan tidak menyimpang dengan nilai nilai sebelumnya bagi masyarakat Indonesia.<br><br>B. bagaimana cara meningkatkan atau memperbesar peluang penerapan Pancasila dalam kehidupan global?<br>&nbsp;<br>Di era globalisasi dan digital seperti sekarang, peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi.<br>Dengan teknologi informasi kita bisa mengampanyekan nilai-nilai Pancasila ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat.<br>Sehingga, praktik kehidupan sehari-hari yang berpedoman pada Pancasila bisa menjadi insipirasi negara-negara lain di dunia.<br>Contohnya bahan kampanye Indonesia kepada negara-negara lain di dunia seperti kerukunan dalam keberagaman di Indonesia yang disebarluaskan melalui teknologi indformasi.<br><br>&nbsp;C. Jika dipetakan, tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan Pancasila di kehidupan global:<br><br>Dengan demikian, Tantangan terbesar dalam penerapan pancasila pasca reformasi antara lain adalah tindakan KKN, munculnya ideologi baru yang asing, pengaruh globalisasi yang berlebihan, serta menurunnya rasa persatuan dan kesatuan Efek globalisasi yang memasukkan budaya asing pada bangsa Indonesia dan banyak ditiru, padahal budaya asing tersebut tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.<br>&nbsp;<br>D.serta bagaimana menghadapi tantangan tersebut .<br>*Cara menghadapi tantangan tersebut* adalah kita harus membekali diri agar memiliki sejumlah kecakapan yaitu literasi, kompetensi dan karakter. Kita tidak cukup hanya pintar, menghafal teori-teori, rumus-rumus dan definisi-definisi, tetapi juga perlu untuk memiliki kompetensi dalam memecahkan sebuah masalah, melakukan kolaborasi dan kerja sama yang baik. Kita juga perlu memiliki karakter agar dapat terus belajar dan gigih sehingga dapat beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi dalam menghadapi tantangan tersebut. Kita juga perlu membutuhkan kolaborasi lintas negara dengan melibatkan semua pihak agar kita semua mampu menghadapi tantangan tersebut.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 02:45:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2318595748</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2318791470</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama :&nbsp;<br>Davina nur habibah<br>Keisya shafa<br>Leoni gabemora<br>Fadeal firdaus<br>Reni nurjanah<br>Yerikho adrian<br><br>A. Menjadikan pancasila sebagai pedoman tingkah laku tidak memandang era atau zaman. Di era globalisasi dan digital saat ini muncul peluang dan digital seperti sekarang, peluang penerapan Pancasila bisa dilakukan menggunakan teknologi informasi.<br>Contohnya :&nbsp;<br>1. Bahan kampanye Indonesia kepada negara-negara lain di dunia di dunia seperti kerukunan dalam keberagaman di Indonesia disebarluaskan melalui teknologi informasi.<br>2. Membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan pembelajaran berkesinambungan yang berkelanjutan semua ini dan wilayah.<br>3. Menjadikan Pancasila sebagai kerangka acuan nilai bernegara dan berbangsa yang menjadi identitas bangsa Indonesia.<br><br>B. Apa saja tantangan yang dihadapi dalam penerapan Pancasila dalam kehidupan global?<br><br>• eksklusivisme sosial yang terkait derasnya arus globalisasi yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA.<br>• Banyaknya radikalisme ekstremisme konsumerisme yang membuat masyarakat mengalami penurunan intensitas pembelajaran Pancasila dan juga kurangnya efektivitas serta daya tarik pembelajaran<br>• jika tidak dapat menyaring ideologi luar maka Indonesia akan mengikis ideologi asli bangsa Indonesia sendiri yakni Pancasila bahkan Terlupakan baik nilai-nilainya maupun implementasinya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 05:56:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2318791470</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 6</title>
         <author>putridestyanavalerina</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2320182603</link>
         <description><![CDATA[<div>- Destyana valerina p (08)&nbsp;<br>- Maya Januari (17)&nbsp;<br>- Wanda Nashira (35)&nbsp;<br>- Zarlinda Amartha (36)&nbsp;<br>- Mikail Arriesky (19)&nbsp;<br>- Briano (7)&nbsp;<br><br>A. Peluang Penerapan pancasila&nbsp;<br><br>1. Mengumpulkan dana melalui website penggalang dana yang terpercaya untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.&nbsp;<br><br>2. Menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai pancasila serta menampilkan nilai luhur pancasila dalam konteks global sehingga pancasila hadir memberikan solusi atas masalah yang dihadapi dalam kehidupan global.&nbsp;<br><br>B. Tantangan penerapan pancasila<br>1. Munculnya paham atau pemikiran baru yang bertentangan dengan nilai-nilai dan ideologi Pancasila.&nbsp;<br>2. Efek globalisasi yang memasukkan budaya asing pancasila pada bangsa Indonesia dan banyak ditiru, padahal budaya asing tersebut tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai Pancasila&nbsp;<br>3. Hidup di era yang serba otomatis, generasi ini menyukai sesuatu yang serba instan dan sangat mudah dipengaruhi oleh trend dan budaya luar.&nbsp;<br><br>Cara menangani nya:<br>1. Memfilter atau menyaring budaya asing yang masuk ke indonesia<br>2. munculnya sikap individualisme yang menurunkan sikap saling tolong menolong.&nbsp;<br>3. menumbuhkan kesadaran dalam diri generasi muda Indonesia untuk membangun semangat Pancasila.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 23:32:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2320182603</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 4 </title>
         <author>ikhsanmaulana2107</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2320441781</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Ali Muhammad Shiddiq<br>2. Aulia Ibrahim Maulana<br>3. Ikhsan Maulana<br>4. Muhammad Ilham Denuarta<br>5. Reyzy Muhammad<br>6. Viea DeePutri Prihayanto<br><br><br>A. Meningkatkan dan memperbesar peluang penerapan Pancasila :<br><br>1. Melakukan penerapan Pancasila sejak dini melalui pembelajaran PPKN<br>2. Membuat media yang digunakan untuk membantu menumbuhkan kesadaran akan hidup berdampingan dengan Pancasila&nbsp;<br>3. Mengadakan kerja bakti sosial bagi seluruh masyarakat<br><br>B. Tantangan Pancasila di kehidupan global dan bagaimana cara menyikapinya :<br><br>1. Dikarenakan banyaknya pengaruh asing maka kita harus mendasarkan pancasila dalam memilih budaya yang pantas untuk diterapkan atau tidak<br>2. Bertumbuhnya sikap individualis, maka kita harus menumbuhkan kesadaran atas kebersamaan kita sebagai bangsa Indonesia<br>3. Berkurangnya etika saat berinteraksi di dunia maya ataupun dunia nyata, maka kita harus diajarkan untuk menjunjung tinggi etika yang baik sejak dini<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-30 03:35:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2320441781</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3</title>
         <author>nsluthfia</author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2320445554</link>
         <description><![CDATA[<div>KELOMPOK 3:<br>1. Dini Nur<br>2. Hauna Karin<br>3. Luthfia Najla<br>4. M.Adlan&nbsp;<br>5. M.Faiq<br>6. Naurah Sharfina<br><br>CARA MEMPERBESAR PELUANG PENERAPAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN GLOBAL?<br><br>Kehidupan global berarti&nbsp;menyangkut hal-hal yang sifatnya seluruh dunia tanpa batas.&nbsp;Dengan menggunakan media teknologi informasi, dapat menyampaikan nilai dari Pancasila dengan mudah.&nbsp;<br><br>Sehingga, praktik kehidupan sehari-hari yang berpedoman pada Pancasila bisa menjadi insipirasi banyak orang di dunia.&nbsp;<br><br>Contohnya adalah bahan kampanye Indonesia kepada negara lain di dunia seperti kerukunan dalam keberagaman di Indonesia yang disebarluaskan melalui teknologi informasi.<br><br><br><br>TANTANGAN DAN SOLUSI YANG DIHADAPI DALAM PENERAPAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN GLOBAL?<br><br>Dalam menghadapi era globalisasi bangsa Indonesia harus melakukan terobosan baru dalam segala bidang, sebagai generasi muda bangsa Indonesia harus dapat mengisi era digital ini dengan maksimal sehingga generasi muda tidak pernah terprovokasi dengan mudah meski banyaknya arus dari luar yang mempengaruhi kehidupan bangsa ini, dan tetap perpegang pada&nbsp;<br><br>Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung dalamnya.&nbsp;<br>Tantangan lain ialah nilai-nilai kebangsaan yang mulai luntur.&nbsp;<br><br>Hal ini disebabkan karena meningginya budaya asing yang masuk. Sementara itu, dalam pelaksanaanya, tidak terdapat filtrasi yang bisa memisahkan antara budaya mana yang baik dan kurang baik untuk diterapkan.&nbsp;<br><br>Sehingga, dalam&nbsp;<br>penerapannya, diharapkan Pancasila bertindak sebagai penyaring dan mampu menjauhkan anak bangsa dari hal-hal buruk yang bersumber dari globalisasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-30 03:40:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2320445554</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2334591559</link>
         <description><![CDATA[<div>-<strong> Anindya R<br>- Chantika<br>- Ranaa A<br>- Yuliantika</strong><br><br>Jawaban<br><br>A. Peluang penerapan Pancasila<br>Dengan adanya teknologi yang semakin canggih kita bisa memanfaatkan hal sebagai media yang lebih mudah dijangkau untuk penerapan Pancasila melalui teknologi informasi yang tersedia<br><br>B. Tantangan penerapan Pancasila&nbsp;<br>Keberadaan teknologi yang semakin canggih juga tidak menghilangkan dampak negatif diantara banyaknya manfaat yang diberikan, karena banyak informasi yang diterima/diberikan dari internet orang-orang yang malas untuk memeriksa kembali informasi yang mereka terima bisa saja menimbulkan miskomunikasi dan memunculkan hoaks<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-11 04:16:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bibsyaaw/23u4afiulrioe7rs/wish/2334591559</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
