<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>CIRI-CIRI DAN SIFAT SOSIOLOGI by Tiya Sari</title>
      <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk</link>
      <description>Jawablah pertanyaan berikut ini </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-08-30 13:11:06 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-09-12 01:56:30 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Jawab secara berkelompok jumlah 2 orang </title>
         <author>tiyasari100</author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679274341</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><strong><mark>Apa saja ciri-ciri sosiologi?</mark></strong></li><li><strong><mark>Bagaimana sifat-sifat sosiologi mempengaruhi pemahaman kalian tentang masyarakat?</mark></strong></li></ol><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://duniapendidikan.co.id/wp-content/uploads/2020/04/sosiologi.png" />
         <pubDate>2023-08-31 04:40:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679274341</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama dan kelas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679279220</link>
         <description><![CDATA[<div>Jawaban&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-31 04:44:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679279220</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679362719</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama: Awliya Azzahra dan Yusnuraida<br>Kelas: XJ<br><br>1.Apa saja ciri-ciri sosiologi?<br>= Empiris, Teoritis, Kumulatif, Non Etis<br><br>2.Bagaimana sifat-sifat sosiologi mempengaruhi pemahaman kalian tentang masyarakat?<br>= (1).Menurut kami Empiris adalah ilmu sosiologi yang diamati berdasarkan pada fakta dan bukti.<br>Contohnya:&nbsp; seseorang melakukan pengamatan dan menemukan bahwa penyebab seringnya terjadi banjir di Jakarta adalah karena disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang suka membuang sampah ke sungai<br>(2).Menurut kami Teoritis adalah pengembangan dari suatu teori yang bisa dipahami akan apa yang terjadi di masyarakat sekitar.<br>Contohnya: pelajar di sma 1 rajin belajar secara tekun karena adanya keinginan menjadi orang yang pandai serta berguna bagi keluarga dan masyarakat sekitar.<br>(3).Menurut kami Kumulatif adalah pengembangan mengenai masyarakat dari waktu ke waktu melalui pengamatan.<br>Contohnya: menurut teman kami sampai sekarang masih hidup hewan purba, padahal sudah dibuktikan oleh para peneliti, hewan purba sudah punah dari jutaan tahun yang lalu.<br>(4).Menurut kami Non Etis adalah ilmu yang tidak&nbsp; melihat suatu fakta baik atau buruknya, tetapi melihat secara objektif.<br>Contohnya: ada pertengkaran yang terjadi antara si A dan si B, namun si C ini tidak membela keduanya, lebih fokus mengenai penyebab konflik dari kedua orang tersebut.<br><br></strong><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122371202/61d6ebb9cc9ae963a7af28e9322add0a/IMG_4870.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-31 06:03:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679362719</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama Kelompok : Khairuul Abraar Dan Muhammad Ramadhan      X-J</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679363663</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Empiris,Teoritis,Kumulatif,dan Non Etis<br><br>2. Empirs : merupakan ilmu sosiolgi dari hasil observasi yang berdasarkan fakta dan bukti yang nyata adanya&nbsp;<br><br>Teoritis : Ilmu sosiologi yang disusun dengan melibatkan teori-teori yang sudah dikumpul untuk menjelaskan atau memahami fenomena sosial<br><br>Kumulatif : yaitu dimana temuan / pengetahuan&nbsp; lama yang lama diinovasikan atau dikembangkan menjadi suatu hal yang baru&nbsp;<br><br>Non Etis : tentang bagaimana kelompok di lingkungan tertentu membuat norma atau nilai-nilai yang khas dalam interaksi sosial mereka<br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122371598/d05076e594d75a9e5fac86bb6f9c71ff/20230818_085350.mp4" />
         <pubDate>2023-08-31 06:04:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679363663</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maharani zahra djiani &amp; Qharani Fitria Aufa Azalia {X-J}</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679365960</link>
         <description><![CDATA[<div>1. empiris, teoritis, kumulatif, dan non etis<br>2. a). empiris adalah ilmu yang berdasarkan fakta dan ilmu yang konkret, contohnya: Seorang peneliti melakukan pengamatan dan menemukan bahwa penyebab kemacetan di Jakarta disebabkan oleh salah satunya kebiasaan masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi. &nbsp;<br>b). teoritis adalah ilmu yang melibatkan pengembangan teori untuk memahami fenomena sosial, contohnya: Seorang profesor sosiologi membukukan hasil penelitiannya terhadap kehidupan masyarakat di sekitar laut dan hal ini menyumbang pengetahuan baru. &nbsp;<br>c). kumulatif adalah pemahaman tentang masyarakat yang terus berkembang dari waktu ke waktu, contohnya: Teori Revolusi Darwin dikaji ulang dan dijelaskan kebenarannya bahwa manusia tidak berasal dari kera. &nbsp;<br>d). non etis adalah menjelaskan gejala dan masalah sosial, contohnya: Seorang peneliti meneliti alasan konflik masyarakat di daerah A dan B tanpa memihak siapapun. &nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122371798/aba57103ef0793644ea0286463d05e78/trim_862B3731_BA4F_4E51_8EFE_66F8081D7060.mov" />
         <pubDate>2023-08-31 06:06:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679365960</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Dhesqa Triwinda Sari, Syarifah Khalila Saskia / X-J</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679375106</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Ciri-ciri Sosiologi <br>a) Empiris<br>b) Teoritis<br>c) Kumulatif<br>d) Non-Etis<br><br>2. Sifat-sifat Sosiologi<br>a) <strong>Empiris</strong>, berarti ilmu Sosiologi didasarkan pada kenyataan atau berdasarkan fakta dan bukti konkret yang ada. <em>Contoh : Manusia meyakini bahwa interaksi sosial bisa terjadi antarindividu, karena pernah mengalami dan melihatnya secara langsung.</em> <br><br>b) <strong>Teoritis</strong>, berarti ilmu Sosiologi mengembangkan teori atau kerangka konseptual untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat dan memahami fenomena sosial. <em>Contoh</em> : <em>Seorang pelajar atau mahasiswa rajin belajar secara tekun karena didorong keinginan menjadi orang yang pandai serta berguna bagi keluarga dan masyarakat. </em><br><br>c) <strong>Kumulatif</strong>, berarti ilmu Sosiologi merupakan pengetahuan atau pemahaman bahwa masyarakat terus berkembang dari waktu ke waktu melalui penelitian dan temuan baru. <em>Contoh : Darwin mengemukakan sebuah teori yang menyatakan bahwa manusia dibumi ini yang berasal dari kera atau monyet. Akan tetapi, pada kenyataannya teori yang dikemukakan oleh Darwin tersebut sudah tidak relevan lagi, dan mengalami suatu perubahan karena terus berkembanganya masyarakat</em>.<br><br>d) <strong>Non-etis</strong>, berarti ilmu Sosiologi merupakan ilmu yang menjelaskan dan mengungkapkan gejala dan masalah sosial. <em>Contoh : Penelitian tentang bagaimana kelompok remaja di lingkungan tertentu membentuk norma dan nilai-nilai yang khas dalam interaksi sosial mereka.&nbsp;<br><br><br><br></em><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122371498/e0bdc2ace19d026f13b1bc21e2c10d23/IMG_20230831_WA0010.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 06:13:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679375106</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasya Rabian Natarix dan M. Taufiq Anshari ( X-J) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679382040</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Ciri-ciri sosiologi meliputi:<br>Empiris, Teoritis, Kumulatif, Non Etis<br><br><br>2.Tentang bagaimana sifat-sifat sosiologi mempengaruhi pemahaman kita tentang masyarakat:<br><br>- Konsep empiris:Konsep empiris menurut kami adalah konsep Mengandalkan data yang dapat diamati.<br><br>- Konsep teoritis: Konsep teoritis menurut kami adalah Menciptakan teori untuk menjelaskan fenomena sosial.<br><br>- Kumulatif: konsep kumulatif adalah&nbsp; Pengetahuan yang sosiologi terus berkembang.<br><br>- Non-etis: konsep non etis menurut kami adalah konsep Tidak mencoba membuat penilaian moral terhadap masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122375135/8f09d48611b1a75439fd54f51f76edd2/16934620428683126178300789969399.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 06:20:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679382040</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alshaffa Felita Putri dan Mutiara Faridah Aini Kelas XJ- Sosiologi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679382547</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Apa saja ciri-ciri sosiologi?<br>- Sosiologi memiliki empat ciri, yaitu Empiris, Teoritis, Kumulatif, Non Etis.<br><br>2. Bagaimana sifat-sifat sosiologi mempengaruhi pemahaman kalian tentang masyarakat?<br>- Sifat-sifat sosiologi ada empat yaitu,<br>1. Empiris</div><div>Menurut kami empiris artinya ilmu yang diperoleh berdasarkan observasi, sesuai fakta, serta tidak menghasilkan sesuatu yang bersifat pemahaman sendiri. Contohnya, Kita percaya bahwa kura-kura jalannya lambat, karena punya pengalaman melihat cara berjalan reptil ini.</div><div>2. Teoritis</div><div>Menurut kami Teoritis artinya ilmu pengetahuan yang selalu berusaha menyusun kesimpulan (abstraksi) dari hasil observasi. kesimpulan ini digunakan untuk menjelaskan Hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori. Contohnya, sampai dengan akhir-akhir ini, lubang hitam dikategorikan sebagai teoritis karena diramalkan menurut teori relativitas umum tetapi belum pernah teramati di alam.<br>3.&nbsp;Kumulatif<br>Menurut kami kumulatif adalah sifat sosiologi yang disusun atau mengembangkan berdasarkan teori yang sudah ada&nbsp;<br>Contoh: teori Charles Darwin mengenai asal manusia dari monyet atau kera. Seiring berjalannya waktu, teori tersebut tidak lagi relevan dan menyebabkan perkembangan teori.<br>4. Non-etis<br>Menurut kami non-etis adalah sifat sosiologi yang tidak mempersalahkan baik dan benar sesuatu, melainkan berfokus mendalami apa penyebab suatu masalah tersebut (tidak berpihak atau objektif)<br>Contoh: pertikaian yang melibatkan kelompok A dan B, kita tidak bisa menyebut salah satu kelompok benar atau salah, tetapi kita meneliti apa penyebab pertikaian tersebut dan tidak memihak kepada siapapun.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-31 06:20:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679382547</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nafla Rania Putri Regar , Arzetha Syaifa Wahdinii (X J)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679383983</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Ciri-ciri sosiologi adalah&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;- Empiris&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;- Teoritis<br>&nbsp; &nbsp;- Komulatif<br>&nbsp; &nbsp;- Non Etis<br><br>2. Sifat sosiologi yang mempengaruhi pemahaman tentang masyarakat yaitu<br>&nbsp;a). Empiris adalah ilmu sosiologi yang fakta dan buktinya konkret.<br>Contoh : seorang ingin melakukan pengamatan tentang kemacetan di Jakarta, ia tidak bisa asal bicara tetapi harus didasari oleh fakta.<br>&nbsp;b). Teoritis adalah yang menjelaskan dan memahami fenomena sosial.<br>Contoh : teori konflik Karl Marx mengenai perubahan sosial yang dipicu oleh pertentangan antara kelas-kelas sosial yang berbeda.<br>&nbsp;c). Komulatif adalah pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang selalu berkembang.<br>Contoh : seorang pelajar yang rajin belajar, tekun, dan seksama.<br>&nbsp;d). Non Etis adalah menjelaskan dan mengungkapkan gejala dan masalah sosial&nbsp;<br>Contoh : penelitian tentang bagaimana kelompok remaja di lingkungan tertentu membentuk norma dan nilai yang khas dalam interaksi sosial.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1771559058/ece7083753454a73f4076da33a8ef289/trim_BDDD569D_C6EA_40A4_827D_CAB3DDC70C02.MOV" />
         <pubDate>2023-08-31 06:21:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679383983</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sara Anabell dan Sassy Dahayu </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679385498</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Apa saja ciri-ciri sosiologi?<br>Jawab: a). Empiris&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;b). Teoritis<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;c). Kumulatif<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;d). Non-Etis<br><br>2. Bagaimana sifat-sifat sosiologi mempengaruhi pemahaman kalian tentang masyarakat?<br>Jawab:&nbsp;<br>a). Empiris: adalah suatu ilmu sosiologi yang mengkaji suatu objek kajian seputar fenomena sosial yang bersifat serta berdasarkan pada fakta sosial atau yang benar-benar terjadi dan dapat diamati serta diukur. <br><br>b). Teoritis: adalah suatu ciri-ciri sosiologi dengan berusaha menyusun temuan atau teori objek kajian dengan menjelaskan serta memahami objek tersebut.<br><br>c). Kumulatif: adalah suatu ciri-ciri sosiologi dengan mengembangkan teori yang sudah ada dan sudah layak untuk terus dikembangkan melalui berbagai faktor dan cara. untuk faktor salah satunya adalah faktor waktu serta untuk cara adalah melalui penelitian baru yang terus mengembangkan suatu objek kajian.<br><br>d). Non-Etis: adalah suatu ciri-ciri sosiologi yang sangat melekat pada ilmu sosiologi dan merupakan khas pada sosiologi yaitu tidak menilai benar atau buruknya tetapi hanya berperan untuk mengobservasi atau meneliti gejala-gejala atau masalah-masalah suatu gejala sosial.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122371187/39af5e49f5fcadfb40e8bdbe98d658c5/trim_A5998D9B_A06F_44EF_B259_FD9A111832C8.MOV" />
         <pubDate>2023-08-31 06:23:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679385498</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karisma Zainabila dan Zahratunnida XJ</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679386702</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Apa saja ciri-ciri sosiologi?<br>: Sosiologi memiliki 4 ciri, yakni&nbsp;<br>a) empiris,&nbsp;<br>b) teoritis,&nbsp;<br>c) kumulatif,&nbsp;<br>d) non-etis.<br><br><br>2. Bagaimana sifat-sifat sosiologi mempengaruhi pemahaman kalian tentang masyarakat?&nbsp;<br>: Sifat sosiologi secara pasti mempengaruhi pemahaman kami dalam berbagai aspek kehidupan.&nbsp;<br><br>Masyarakat pada pandangan kami yang sebelumnya adalah sekelompok orang dalam suatu kawasan yang bergerak dalam pola abstrak dan hanya mengikuti alur waktu.<br><br>Dengan adanya sifat sosiologi, pemahaman kami mulai terbuka mengenai masyarakat yang di dalamnya terdapat bukti konkret yang dapat diamati, seperti terdapatnya norma-norma kehidupan dan perundangan yang mengatur, fenomena sosial yang berkembang menjadi pemahaman teori, pemahaman intelektual yang terus berkembang dari waktu ke waktu, dan cara menganalisis masalah sosial secara efektif dari yang ada di masyarakat itu sendiri.&nbsp;<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122371781/851a0aa115d30751171aaf68eb14bea7/IMG_20230831_132637.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 06:24:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679386702</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Awliya Zhafirah &amp; Meisya Nadiva X-J</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679389361</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Empitisi, Teoritis, Kumulatif dan Non etis<br>2. - Menurut kami tentang ciri sosiologi Empitis ini berdasarkan dengan fakta dan benar benar terjadi. bukti konkret nya dapat di buktikan dan di amati dalam kenyataan<br>&nbsp; &nbsp; - Pendapat kami tentang ciri sosiologi Teoritis ini yaitu pengembangannya melibatkan teori / kerangka yang penuh dengan konsep untuk menjelaskan dan memahami tentang fenomena yang ada di masyarakat<br>&nbsp; &nbsp; - Yang kami ketahui tentang ciri sosiologi yang ketiga yaitu kumulatif adalah tentang pemahaman masyarakat yang terus berkembang seiring berjalannya waktu<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;- pemahaman kami tentang ciri sosiologi yang terakhir yaitu Non etis adalah bukan mempermasalahkan mana yang benar dan mana yang salah. tetapi menjelaskan apa saja gejala dan masalah yang ada pada masyarakat</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122373659/5d9ab21ca85fdca08ece9e2cdd9499cb/IMG_20230831_WA0020.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 06:26:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679389361</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Arif Nur Syafaat, Ubaid Fayad Dhiya&#39; Ulhaq (XJ) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679391197</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; a) Teoritas.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; b) Empiris.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; c) Kumulatif.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; d) Non etis.&nbsp;<br><br>2. a) Teoritas: Pendekatan Empiris dalam sosiologi melibatkan pengamatan dan pengumpulan data nyata tentang masyarakat. Hal ini membantu kami memahami masyarakat berdasarkan fakta dan bukti konkret. Contoh: Teori konflik Karl Marx mengenai perubahan sosial yang di picu oleh pertentangan antara kelas-kelas sosial yang berbeda.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;b) Empiris: Memungkinkan kita mengembangkan pandangan abstrak yang membantu menjelaskan dan meramalkan perilaku masyarakat, memberikan kerangka kerja untuk memahami kompleksitas interaksi sosial. Contoh: Seorang ilmuan ingin melakukan penelitian atau pengamatan tentang kemacetan di Jakarta. Ia tidak asal bicara, dan harus di dasari oleh fakta. <br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;c) Kumulatif: Pengetahuan dan pemahaman kita tentang masyarakat terus berkembang dari waktu ke waktu. Contoh: pengkajian yang dilakukan terhadap teori revolusi Darwin yang kemudian mampu memberi bukti atau keterangan bahwa asal manusia bukanlah dari kera. <br>     d) Non Etis: berusaha memahami masyarakat secara objektif dan netral, tanpa penilaian moral atau nilai-nilai pribadi yang mempengaruhi analisis. Contoh: penelitian tentang bagaimana kelompok remaja di lingkungan tertentu membentuk norma dan nilai nilai yang khas dalam interaksi sosial mereka. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-31 06:28:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679391197</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Nayla Ayudya Chalwa (XJ) dan Qeysha Mayca Putri (XJ)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679391376</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Apa saja ciri-ciri sosiologi?<br>&nbsp; Jawab:&nbsp; Empiris, Teoritis, Kumulatif, dan Non Etis.<br><br>2. Bagaimana sifat-sifat sosiologi mempengaruhi pemahaman kalian tentang masyarakat?<br>Jawab: 1) Empiris: sikap sosiologi yang mendasar pada observasi serta akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif. Terdapat fakta dan bukti konkrit. Contohnya yaitu studi tentang pola migrasi penduduk dalam suatu wilayah dan dampaknya terhadap pertumbuhan populasi.<br><br>2) Teoritis: ilmu yang selalu berusaha menyusun kesimpulan (abstraksi) dari hasil observasi. Contohnya yaitu teori konflik Karl Marx mengenai perubahan sosial yang dipicu oleh pertentangan antara kelas-kelas sosial yang berbeda.<br><br>3) Kumulatif: sosiologi yang disusun atas dasar teori yang telah ada, kemudian diperbaiki, dan diperluas untuk memperkuat teori terdahulu. Contohnya yaitu teori Charles Darwin mengenai asal manusia dari monyet atau kera, lalu muncul teori lainnya tentang asal manusia.<br><br>4) Non Etis: ilmu yang tidak memandang suatu fakta dari baik atau buruknya, tetapi memandangnya secara objektif. Contohnya yaitu ketika peneliti mengamati konflik yang terjadi antara dua kelompok, di mana peneliti tersebut tidak memihak kepada siapa pun dan hanya berfokus pada penyebab konflik.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122372352/d54f2c8161c6dc1d2e7cf4d32f6308fd/ttn_image_2023_08_31_132315920.png" />
         <pubDate>2023-08-31 06:28:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679391376</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Atha Shafira Nugroho &amp; Nasywa Rida Ramadhanti X-J</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679392498</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Empiris, teoritis, kumulatif, dan non etis<br>2. a. Empiris<br>Sosiologi bersifat empiris artinya sosioogi adalah ilmu berdasarkan observasi logis terhadap fakta sosial bukan hasil spekulasi semata. Contohnya terdapat studi tentang pola migrasi penduduk dalam suatu wilayah dan dampaknya terhadap pertumbuhan populasi.<br>&nbsp; &nbsp; b. Teoritis<br>Sosiologi bersifat teoritis artinya sosiologi berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi. Contohnya teori konflik Karl Marx mengenai perubahan sosial yang dipicu oleh pertentangan antara kelas-kelas sosial yang berbeda.<br>&nbsp; &nbsp; c. Kumuatif<br>Sosiologi bersifat kumulatif artinya sosiogi dibentuk dengan teori yang sudah ada. Akan tetapo teori tersebut akan melalui perbaikan dari waktu ke waktu. Contohnya teori Darwin yang mengatakan bahwa manusia sejatinya berawal dari kera. Namun teori ini telah terbantah karena struktur hidup dan pola pikir manusia berbeda jauh dengan kera.<br>&nbsp; &nbsp; d. Non-etis<br>Sosiologi bersifat non-etis artinya sosiologi tidak bertujuan menilai baik buruknya suatu fakta. Contohnya peneliti melakukan pengamatan konflik antar kelompok tanpa memihak salah satunya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-31 06:29:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679392498</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Farrell dan Devin (kelas xj) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679392596</link>
         <description><![CDATA[<div>1.a.empiris&nbsp;<br>&nbsp; b.teoritas&nbsp;<br>&nbsp; c.kumulatif&nbsp;<br>&nbsp; d. non etis&nbsp;<br>2. 1. Empiris&nbsp;<br>Sosiologi memiliki ciri Empiris, artinya ilmu yang diperoleh berdasarkan observasi, sesuai akal sehat, sesuai fakta, serta tidak menghasilkan sesuatu yang bersifat spekulatif.&nbsp;<br>2. Teoritis&nbsp;<br>Sosiologi memiliki ciri Teoritis, artinya Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang selalu berusaha menyusun kesimpulan (abstraksi) dari hasil observasi. Abstraksi atau kesimpulan ini digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.&nbsp;<br>3. Kumulatif&nbsp;<br>Sosiologi juga memiliki ciri Kumulatif, artinya disusun atas teori-teori yang sudah ada, atau memperbaiki, memperkuat, serta memperkuat teori-teori terdahulu.&nbsp;<br>4. Bukan Etis<br>Ciri Sosiologi yang terakhir, yaitu Non Etis, artinya tidak mempermasalahkan baik buruknya sesuatu, tetapi menganalisis sebab akibat dan menjelaskannya secara mendalam.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122371950/a3ffbe9b748c5b1dd52654144944385c/IMG_20230831_132804_300.webp" />
         <pubDate>2023-08-31 06:29:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679392596</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Meyscha Andrea Khairunisya dan Rana Zalfa Almasa Kelas : X-J</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679393296</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Beberapa ciri-ciri sosiologi yaitu :&nbsp;<br>a. Empiris<br>b. Teoritis<br>c. Kumulatif<br>d. Non-etis<br><br>2. Sifat-sifat sosiologi mempengaruhi pemahaman tentang masyarakat:<br>a. empiris&nbsp;<br>menurut kami, sifat empiris itu berdasarkan fakta dan dapat dibuktikan kebenarannya dalam suatu fenomena sosial. Misalnya, seseorang ingin meneliti mengenai banyaknya pelanggaran lalu lintas, maka orang tersebut harus turun langsung untuk melihat kenyataan yang sebenarnya.<br><br>b. teoritis<br>menurut kami, sifat teoritis adalah sifat yang penulisannya berlandaskan teori dari suatu hasil pengamatan/observasi dan menjelaskan hubungan sebab-akibat dari suatu fenomena yang diteliti. contohnya adalah jika kita ingin menjadi lebih pintar maka kita harus rajin belajar secara tekun.<br><br>c. kumulatif<br>menurut kami, kumulatif adalah sifat sosiologi yang mengembangkan teori-teori lama sesuai dengan perkembangan zaman. contohnya adalah dulu teori Darwin menetapkan bahwa manusia berasal dari kera tetapi teori tersebut sudah tidak berlaku di zaman sekarang dikarenakan adanya perbaikan dari teori lama sehingga menjadi lebih logis.<br><br>d. non-etis<br>menurut kami, non-etis adalah sifat sosiologi yang hanya menjelaskan gejala atau fenomena sosial tanpa menuntut fenomena tersebut baik atau buruk. misalnya analisis mengenai terjadinya tawuran antar pelajar yang hanya menelaah penyebab perseteruan tanpa memihak salah satunya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122371675/e96ecb89e739767bf908a6a34f7d5ecd/IMG_20230831_WA0024.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 06:30:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679393296</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadif Dan Rhadya XJ</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679393350</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Ciri dan sifat sosiologi yaitu, Empiris, Teoritis, Kumulatif, Non etis<br><br>2. Empiris merupakan ilmu sosiologi yang berdasarkan fakta dan bukti, Contohnya yaitu Manusia makhluk sosial, karena manusia berinteraksi dengan manusia yang lain<br><br>Teoritis menjelaskan sesuatu yang diramalkan oleh suatu teori namun belum pernah terpengamatan, contohnya teori sosiologi mengenai konflik<br><br>Kumulatif merupakan teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki,memperluas,serta memperhalus teori-teori lama, contohnya adalah seorang pelajar yang rajin belajar,tekun dan saksama<br><br>Non etis merupakan pembahasan masalah dalam sosiologi, tidak memperdebatkan baik atau buruknya, contohnya analisis anak jalanan yang menjadi pengemis: menguraikan penyebab sang anak mengemis di jalan, mulai dari mengetahui latar belakang keluarganya hingga kondisi ekonominya<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122386970/dd1aaa2d55f22048da1ce6039ba7a509/44683ef4_5573_425d_8cf8_67c7fac79457.mp4" />
         <pubDate>2023-08-31 06:30:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679393350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ezar dan Zidan XJ</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679395589</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Apa saja ciri-ciri sosiologi?<br>Jawab : Empiris, teoritis, kumulatif, dan non etis<br><br>2. Bagaimana sifat sifat sosiologi mempengaruhi pemahaman kalian tentang masyarakat?<br>Jawab : Menurut kami, empiris merupakan ilmu sosiologi yang berdasarkan pada fakta yang dapat diukur berdasarkan kenyataan serta dilandasi dengan fakta yang masuk akal. Ilmu sosiologi merupakan ilmu nyata yang didasarkan fakta yang logis.<br><br>Teoritis, yaitu ilmu pengetahuan yang berasal dari abstraksi hasil pengamatan secara langsung terhadap masyarakat. Jadi, perlu mengamati suatu fenomena sosial dalam masyarakat terlebih dahulu untuk mengungkapkan, menjelaskan , dan memahami suatu fenomena sosial<br><br>Kumulatif, yaitu pemahaman terhadap masyarakat yang terus berkembang seiring berjalannya waktu yang disebabkan oleh penelitian baru dan temuan baru yang banyak ditemukan.<br><br>Non Etis, yaitu langkah dalam pembahasan masalah pada ilmu sosiologi yang tidak memperdebatkan, mempersalahkan, serta mempersoalkan baik atau buruknya dalam mengungkapkan permasalahan sosial.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1295163626/ce4e1e280414b6b78cdb10ef2bce7a76/16934635733305837945674278215862.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 06:32:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiyasari100/23a26cbeeixs72zk/wish/2679395589</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
