<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>[BoD-2_Innovation Competition-B2] Group 1 : First Idea Statement by Tjitra</title>
      <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z</link>
      <description>Ladies and gentlemen, kindly to create ideas about Design Thinking on Empathy - understanding who are the customer of beyond the port for the new Pelindo. Write down your ideas in this padlet following the provided examples.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-02 11:13:54 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-09-04 22:30:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Resistensi ke Survival Company</title>
         <author>wwwwibowo</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716468577</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem : Resistensi Pelindo 1,3 dan 4 ke Survival Company<br>First Idea to solve :<br>Implementasi Internalisasi Budaya, peluruhan seluruh identitas Pelindo 1-4 menjadi identitas baru, membuat 1 struktur organisasi yang membidangi integrasi budaya<br><br>Expected Result :<br>Single Identity Pelabuhan Indonesia (Persero)&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:43:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716468577</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integrasi Sistem Payroll, Tanggal Penggajian dan Bank</title>
         <author>wwwwibowo</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716468946</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem :&nbsp;<br>Data Payroll, Tanggal Penggajian dan Bank berbeda beda<br><br>First idea to solve :<br>Inventarisir seluruh data pekerja, tanggal penggajian, komponen remunerasi dan Bank dari tiap Pelindo<br><br>Expected Result :<br>Single Payroll &nbsp;<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:44:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716468946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Permasalahan Integrasi Oracle ke SAP</title>
         <author>wwwwibowo</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716469454</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem :<br>Permasalahan database untuk dapat diintegrasikan dari&nbsp; Oracle ke SAP&nbsp;<br><br>First Idea to Solve :<br>Pembentukan CoA Merger, cleansing data bulk, mapping CoA ke CoA Merger<br><br>Expected Result:<br>Perubahan Sistem Oracle ke SAP&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:46:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716469454</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Donny Yuniarto                           integrasi Kontrak kerjasama usaha.  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716469514</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Problem<br>Saat ini banyak Mitra yang memiliki kontrak pendayagunaan aset di masing masing cabang dan juga bahkan antar pelindo sehingga para calon mitra perlu mendapatkan informasi ataupun melakukan kontrak tidak satu pintu sehingga tidak efisien dan juga lemahnya pengawasan management atas kewajiban2 mitra yg belum diselasaikan dalam hal punishment thd pelanggaran kewajibannya&nbsp;<br><br>First idea to solve<br>Perlu ada pengaturan berupa integrasi kontrak kerjasama dengan calon mitra yg memiliki usaha di berbagai cabang sehingga pada saat mitra memiliki permasalahan dengan cabang x apabila mitra tsb belum menyelesaikan kewajibannya tidak dapat melakukan kerjasama dengan cabang lainnya sampai kewajibannya terpenuhi<br><br>Expected result<br>Efisiensi dalam pengelolaan dan monitoring kerjasama usaha pendayagunaan aset<br>Rendahnya piutang usaha dari mitra pendayagunaan aset<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:46:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716469514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Struktur Organisasi, Remunerasi, Jumlah Cabang dan Anak Perusahaan</title>
         <author>wwwwibowo</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716470184</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem&nbsp;<br>Struktur Organisasi di Pelindo 1-4, Kantor Pusat, Cabang dan Anak Perusahaan berbeda beda. Komponen Remunerasi dan Jumlah Cabang dan Anak Perusahaan bervariasi antar Pelindo<br><br>First Idea to Solve :<br>Assesment Struktur Organisasi, Remunerasi,&nbsp; dan Jumlah Cabang dan Anak Perusahaan&nbsp;<br><br>Expected Result<br>Organisasi Pelabuhan Indonesia (Persero) lebih slim dan agile</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:47:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716470184</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengembangan Sistem Manajemen Umum Rumah Tangga Pelindo Terpadu</title>
         <author>safetyfirst1501</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716470505</link>
         <description><![CDATA[<div>Permasalahan:<br>1. Layanan yang tinggi terhadap pemenuhan permintaan layanan umum dan rumah tangga, misal layanan jamuan tak seimbang dengan percepatan proses administrasi terhadap tagihan biaya yang&nbsp; timbul, sehingga berpotensi menimbulkan tagihan outstanding (timbul hutang), ditengah-tengah keterbatasan SDM.<br>2. Adanya beberapa kategori kegiatan yang dilayani dengan vendor yang berbeda, perlu effort besar dalam mengidentifikasi dan verifikasi dokumen<br>3. Kurang termonitornya masa berlakunya kontrak vendor, sehingga bisa menjadi salah satu penghambat proses pembayaran tagihan ketika ternyata kontrak itu mati<br>4. Belum adanya bentuk evaluasi yang efektif dan objektif terhadap layanan vendor saat layanan dilakukan (contoh: Rating dan penilaian seperti yang dilakukan di gojek)<br>5. Lamanya proses penyampaian invoice dan kuitansi tagihan dari vendor terhadap layanan yang sudah dikerjakan, sehingga menimbulkan penumpukan tagihan&nbsp;<br><br>Idea:<br>Dibuatnya sebuah sistem URT Terpadu di seluruh Pelabuhan Indonesia (Persero) , yang dapat memonitor seluruh kegiatan (didalamnya tertuang tarif dari setiap layanan dan vendor yang melayani, misal jamuan) mulai dari hulu dimana layanan itu mulai dikerjakan sampai dengan ke hilir saat dilakukan pembayaran, sehingga pengelolaan dan monitoring anggaran dan layanan&nbsp; dapat berjalan baik dan mencegah juga terjadinya kemungkinan penyalahgunaan wewenang<br><br>Expected Result:<br>Layanan URT yang cepat, handal dan bersih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:48:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716470505</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Agustian</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716470693</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem<br>Kinerja dan Prosedur antar terminal tidak sama<br><br>Idea<br>Standarisasi kinerja dan Prosedur di setiap terminal yang di sesuaikan dengan karakteristik masing-masing terminal<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:48:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716470693</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pelindo Internasional Container Centricity (PICC)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716470726</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem :<br><br>Permasalahan umum yang dihadapi oleh Indonesia adalah tingginya biaya logistik, selain disebabkan oleh hinterland yang berupa negara kepulauan, ketidak hadiran pelabuhan yang bertindak sebagai HUB internasional bagi indonesia juga memberi sumbangsih terhadap tingginya biaya logistik.<br><br>Hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor :<br>1. kompetisi antar pelindo yang ingin menjadi market leader dalam sektor kepelabuhanan.<br>2. investasi yang cukup besar<br>3. pemahaman yang kurang merata terhadap peran konektifitas pelabuhan utamanya pola Hub and Spoke.<br><br>First Ide to Solve :<br><br>Pelindo Internasional Container Centricity<br><br>dengan melakukan sinergi memberikan dampak&nbsp; sebagai berikut :<br><br>1. Sumber daya yang semakin besar<br>2. Pengambilan keputusan yang lebih sentrik<br>3. Tujuan bersama yang dapat mendorong pada kolaborasi dalam memajukan pelabuhan<br><br>Hal ini dapat dilakukan dengan mempersatukan sumberdaya, fokus, serta tujuan untuk membangun dan mengembangkan Hub petikemas Internasional pertama di Indonesia<br><br>Expected Result :<br><br>Goals yang dapat dicapai Pelindo Bersatu dapat berupa :<br>1. peningkatan playing field yang dapat berdampak pada peningkatan nilai perusahaan&nbsp;<br>2. menjadi pemain berskala global<br>3. Ditambah dengan tujuan untuk berpartisipasi dalam membuat cost logistik menjadi lebih efisien.<br><br>Perlu dipahami bersama sama dan menjadi tujuan bersama untuk membuat satu ekosistim yang dapat mendukung perkembangan logistik global, dengan menetapkan dan/atau membangun salah satu lokasi yang menjadi wilayah kerja Pelindo Bersatu untuk menjadi HUB Petikemas Pertama di Indonesia yang dapat berdampak pada perubahan pola logistik di Indonesia khususnya dan dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan biaya logistik<br><br>Ardhi Amarullah &nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:48:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716470726</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pola Perjanjian Kerjasama dan Transaksi Afiliasi dengan Anak Perusahaan</title>
         <author>wwwwibowo</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716471112</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem :<br>Struktur pola kerjasama akan berubah dari sebelumnya ke Anak Perusahaan Pelindo 2, menjadi 4 Anak Perusahaan Cluster.&nbsp;<br><br>First Idea to Solve :<br>Inventarisasi Pola Perjanjian Kerjasama dan Transaksi Afiliasi dengan Anak Perusahaan<br><br>Expected Result :<br>Sentralisasi Pola Kerjasama Anak Perusahaan dengan Cabang. ( Rental Fee/ Sharing Revenue)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:49:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716471112</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Donny Yuniarto                                     KPI index logistik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716471223</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem<br>Pada saat pelindo merger banyak challenge dari stakeholder untuk menurunkan biaya logistik<br><br><br>First idea to solve<br>Penambahan KPI Logistik Index untuk masing-masing regional / daerah untuk mengukur dampak Merger terhadap sistem logistik nasional paska merger dengan bekerja sama dengan konsultan untuk melakukan perhitungannya<br><br>Expected result<br>Didapat hasil yg terukur atas kinerja sektor kepelabuhanan untuk menurunkan cost logistik atas mergernya Pelindo<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:49:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716471223</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengelolaan Tenaga Kerja Bongkar Muat yang Terstandarisasi</title>
         <author>safetyfirst1501</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716471606</link>
         <description><![CDATA[<div>Permasalahan:<br>1.Tingginya angka kecelakaan kerja di kalangan Tenaga Kerja Bongkar Muat yang akhirnya berdampak pada terhentinya kegiatan operasional juga nama baik perusahaan dimata pelanggan, disebabkan karena kurangnya pengetahauan dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan standar safety dalam bekerja, kondisi APD yang minim dan juga usia TKBM yang telah melampaui jauh dari usia aman untuk bekerja, khususnya di area kerja risiko tinggi<br>2. Belum terdatanya secara sistematis TKBM yang bekerja di area operasional pelabuhan<br><br>Idea:<br>1. Membuat standarisasi terhadap TKBM yang dapat bekerja di area PT Pelabuhan Indonesia (Persero) meliputi: usia, kompetensi, kelengkapan APD yang digunakan, dan persyaratan lain yang dibutuhkan sesuai dengan risiko area kerja dimana TKBM itu bertugas.<br>2. Berkoordinasi dengan Kantor TKBM dan KSOP untuk melakukan pembinaaan dan membuat Kartu Register terhadap Anggota TKBM terutama saat akan memasuki area Lini 1.<br>3. Melakukan update data secara berkelanjutan, untuk memastikan bahwa TKBM yang berstugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku<br><br>Expected Result:<br>TKBM&nbsp; yang safety dan kompeten</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:50:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716471606</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Donny Yuniarto.                       Command Center</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716472094</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem<br>Semakin banyaknya jumlah terminal sehingga berdampak pada standar dan kinerja operasi terminal yg di handle makin kompleks juga permasalahan yg dihadapai di lapangan dimana masing-masing terminal tidak terkoneksi dengan terminal selanjutnya dalam menghandle kapal sehingga permasalahan didalam terminal yang satu dengan lain tidak ada monitor<br><br><br>First idea to Solve<br>Pelindo Command Center per cluster usaha yang berisi dashboard dan visual di masing-masing cabang/terminal sebagai pusat komando operasional<br><br>Expected result<br>Standar kinerja termonitor<br>Permasalahan di lapangan cepat terselesaikan<br>Management operasional memilikin real time data sebagai bahan analisa<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:51:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716472094</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Regional Port Connection (RPC)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716472991</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem :<br><br>Konektifitas antar Pelabuhan dimana pelabuhan yang dikelola oleh entitas yang berbeda memberikan dampak perlemahan dari aspek sinergi, hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal :<br>1.&nbsp; Ego sektoral menjadi permasalahan umum yang terjadi sehingga kolaborasi sulit untuk dilakukan sinergi<br>2. Perspektif kompetisi yang tidak tepat<br>3. Redudancy Unit Usaha yang memiliki kegiatan sejenis.<br><br>First Ide to Solve :&nbsp;<br><br>Regional Port Connection<br><br>dimana ide bermula dari permasalahan sebagaiamana disebut di atas, dengan adanya merger memberikan insight baru terhadap potensi yang dapat menjadi kekuatan dari pelindo bersatu, utamanya partisipasi dalam kegiatan supplay chain.<br>&nbsp;<br>dengan dilakukannya merger menambah satu poin penting yang menjadi keunggulan dari pelindo yaitu konektifitas, dimana dengan membangun ekositem yang tepat dapat menjadi salah satu solusi yang baik untuk mendukung penurunan cost logistik,<br><br>Hal ini dapat dilakukan dengan :<br><br>1. Sinergi anak usaha logistik&nbsp;<br>2. Sinergi Optimalisasi Aset Pelindo Bersatu<br>3. Sinergi jaringan logistik domestik yang menggurita, dan jika di anggap perlu dapat melakukan sinergi dengan BUMN lain yang relate dengan ide perkuatan ini.<br><br>Expected Result :<br><br>dengan memberdayakan entitas yang telah ada dan ditambah dengan melakukan sinergi kepada bumn yang relate ke bisnis logistik berpotensi untuk memberikan solusi yang mumpuni terhadap permasalahan yang dialami utamanya dalam distiribusi logistik indonesia saat ini utamanya :<br><br>1. Mitigasi terhadap ketidak pastian pengiriman barang<br>2. Penurunan Biaya Logistik Domestik<br>3. Peluang untuk membangun aliansi dengan jaringan logistik global ketika unit usaha pelindo bersatu telah memiliki pondasi yang cukup kuat di tingkat domestik<br><br>Ardhi Amarullah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:52:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716472991</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Agustian</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716473099</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem<br>Tarif antar terminal berbeda (Stevedoring Petikemas)<br><br>Idea<br>Penerapan single tarif untuk semua terminal (Stevedoring Petikemas)<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:53:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716473099</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sistem Monitoring Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Perkantoran dan Inventarisir Perlengkapan Aset Non Komersial Terstandarisasi        </title>
         <author>safetyfirst1501</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716473443</link>
         <description><![CDATA[<div>Permasalahan:<br>Belum adanya standar pengawasan dan monitoring terhadap perawatan dan pemeliharaan gedung perkantoran, dan bagaimana metode perawatan gedung yang efektif, pola perawatan yang seperti apa, dan memastikan jumlah, penempatan dan kondisi Aset Non Komersial sesuai dan dalam kondisi baik<br><br>Idea:<br>Dibuat sistem secara terpadu untuk input hasil inspeksi dan monitoring baik perawatan, kerusakan yang mungkin ditemukan, sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut perbaikan dan meminimalisasi kerusakan yang lebih besar yang menimbulkan cost besar. Kedua terhadap asset non komersial, dapat dipastikan keberadaan dan kondisinya sehingga dapat optimalisasi dalam penggunaannya.&nbsp;<br><br>Expected Result:<br>Pengelolaan dan Pemeliharaan Gedung dan Asset Non Komersial yang terstandarisasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 08:53:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716473443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Donny Yuniarto                              Training dan Sertifikasi tenaga bongkar muat kendaraan. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716526761</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem : saat ini belum ada pelatihan khusus baik di kelas maupun lapangan untuk melakukan kegiatan bongkar muat kapal RoRo di terminal kendaraan / car terminal&nbsp; baik di Indonesia maupun di Dunia, padahal beberapa pelabuhan di lingkungan pelindo melakukan kegiatan BM kapal RoRo. Problem utama adalah SOP yg berbeda beda tiap pelabuhan dan belum teretifikasinya operator BM mengakibatkan meningkatkan peluang accident dan kepercayaan menurun dari pelanggan serta tingginya waktu operasi kapal di tambatan<br><br>First idea to solve<br>Membuat silabus car terminal handling untuk training yg memiliki standar pelayaran maupun pemilik barang sekaligus membuat menerbitkan sertifikasi training of trainers dan juga peserta<br><br>Expecred result<br>Mendapat kepercayaan dari perusahaab pelayaran dan pemilik barang<br>Terdapat SOP dan kinerja yg terstandar untuk seluruh car terminal di indonesia<br>Peluang mendapatkan expansi sebagai PBM diluar negeri<br>Terdapat peluang ToT mengajar di seluruh dunia<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 10:59:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716526761</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sentralisasi Procurement Tenaga Non Organik, Security, Cleaning Service, Sewa Kendaraan dan Tenaga Kerja Bongkar Muat</title>
         <author>wwwwibowo</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716530455</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem<br>Procurement TNO, Security, Cleaning Service, Sewa Kendaraan TKBM berbeda-beda antar Pelindo dan Anak Perusahaannya&nbsp;<br><br>First idea to solve&nbsp;<br>Membuat vendor list penyedia jasa yang dapat melayani secara Nasional<br><br>Expected Result<br>Beban Fix Cost menjadi lebih efisien dengan sistem procurement yang tersentralisasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 11:09:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716530455</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Implementasi sistem pembayaran auto collection di Jasa Kapal, Barang dan Terminal </title>
         <author>wwwwibowo</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716533309</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem&nbsp;<br>Proses pembayaran berbeda-beda, ada Uang Pertanggungan (UPER), Cash Management System (CMS) dan Auto collection<br><br>First Idea to Solve<br>Implementasi sistem pembayaran autocollection di Jasa Kapal, Barang dan Terminal<br><br>Expected Result<br>Penurunan nilai Piutang pengguna jasa dan sentralisasi pelayanan, sehingga bila 1 customer memiliki nilai piutang di Pelindo manapun akan terkoneksi untuk dipaksa melakukan pembayaran sebelum dilakukan pelayanan di Cabang manapun di Pelabuhan Indonesia (Persero)&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 11:15:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716533309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Implementasi Safety secara Holistik dan Penyiapan SDM Bidang Safety di seluruh Pelabuhan Indonesia (Persero)</title>
         <author>safetyfirst1501</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716545092</link>
         <description><![CDATA[<div>Permasalahan:<br>Masih cukup tingginya angka kecelakaan kerja dalam kegiatan operasional, ditemukan standar yang berbeda dalam implementasi safety di beberapa wilayah pelabuhan dan minimnya SDM yang terlatih dan paham akan safety, sehingga pengawasan terhadap implementasi safety dalam kegiatan operasional menjadi kurang optimal.<br><br>Idea:<br>Pelabuhan sebagai area kerja yang berisiko tinggi, menjadi area yang berpotensi tinggi untuk timbulnya kecelakaan kerja jika tak dikelola dengan baik. Dan mengingat ke depan seluruh Pelindo akan bergabung mengelola Pelabuhan Nasional, sudah sepatutnya disiapkan sebuah standar safety Pelabuhan yang terintegrasi.<br>1. Reviu dan pengembangan modul safety yang telah dibuat di Pelindo 2 untuk dapat diintegrasikan secara holistik dengan Pelindo lainnya sesuai dengan karakteristik kegiatan di lapangan dan memastikan terimplementasi dengan baik (membuat standarisasi safety di Pelindo Terintegrasi)<br>2. Menyiapkan SDM bidang safety yang kompeten, yang membantu pengawasan dan memastikan kegiatan operasional berjalan aman dan selamat<br>3. Melakukan refreshment safety kepada pekerja secara berkelanjutan, khususnya bagi pekerja di area kerja risiko tinggi dan memastikan dapat terdelivery dengan baik<br>4. Branchmark implementasi safety di area kerja luar Indonesia, mengadop dan implementasi sesuai dengan kegiatan yang ada di Indonesia<br><br>Expected result:<br><br>Pelabuhan Selamat, Sehat, Aman, dan Produktif</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 11:45:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716545092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Platform POSS (Pelabuhan Indonesia (Persero) One Stop Service)</title>
         <author>wwwwibowo</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716552444</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem<br>Saat ini antar Cabang, Anak Perusahaan, Perusahaan Shipping dan Cargo Owner memiliki cara pembayaran masing masing dari Pelabuhan Asal dan Pelabuhan Tujuan<br><br>First Idea To Solve<br>Dengan adanya Merger merubah pola competitive advantage menjadi collaborative advantage. Antar Pelabuhan dari sabang sampai merauke menjadi satu kesatuan sehingga bisa dibangun Platform POSS, yang dilengkapi dengan Dompet Digital. First step bisa dibangun untukPelayanan Kapal karena operatornya pasti hanya ada 1 di Cabang Cabang Pelabuhan, sehingga dari Pelabuhan Asal ke Pelabuhan Tujuan dapat terintegrasi cukup 1 kali pembayaran disupport melalui autocollection.<br><br>Expected Result<br>Platform POSS terbentuk, Piutang turun, Perusahaan Shipping tidak perlu pengembalian UPER, dan dimungkinkan ada program program cashback dalam bentuk uang digital untuk memperingati event2 tertentu (misalnya ulang tahun Pelindo, Hari Kemerdekaan, Hari Pelanggan Nasional, dll)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 12:03:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716552444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integrasi Database Pelanggan</title>
         <author>ahsin1</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716572697</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem :</div><div>Perlu adanya database pelanggan yang terintegrasi antara Pelindo 1, 2, 3, dan 4 pasca dilakukannya merger, yang berisi minimal lingkup dan lokasi usaha, Organ Perusahaan (BOD, BOC dan Pemegang Saham), riwayat transaksi, data piutang macet dan permasalahan lain. Hal ini akan sangat diperlukan untuk menanggulangi timbulnya permasalahan khususnya piutang pada transaksi-transaksi yang tidak menggunakan CMS pasca diberikannya layanan kepada Pengguna Jasa tersebut namun tidak dapat diselesaikan dengan baik.</div><div>&nbsp;</div><div>First Idea to Solve :</div><div>Membuat atau mengupgrade atau dengan menintegrasikan sistem yang telah ada yang hanya dapat diakses oleh pekerja level tertentu di Pelindo untuk menghindari kebocoran data pelanggan. Database ini juga dapat digabungkan dengan sistem lain yang related dengan pelanggan.</div><div>&nbsp;</div><div>Expected Result :</div><div>Perusahaan dapat memiliki database pengguna jasa yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan misal pemasaran, pengembangan dan penyelesaian permasalahan bisnis perusahaan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 12:41:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716572697</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sistem CSR dan PKBL Pelindo Terpadu</title>
         <author>ahsin1</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716579352</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem :</div><div>Pasca dilakukannya merger Pelindo, maka pengelolaan CSR dan PKBL berubah yang semula sesuai wilayah kerja masing-masing dan berubah menjadi satu wilayah Indonesia. Pelaksanaan penyaluran CSR dan PKBL ini dimungkinkan tidak dilakukan secara merata, misal dalam satu wilayah perkotaan bisa dilakukan oleh induk maupun cabang atau bahkan anak perusahaan, sementara diwilayah lain bahkan tidak tersentuh oleh Holding. Permasalahan lain yang timbul adalah tiap pihak yang akan mengajukan CSR atau PKBL terlebih dahulu mengajukan proposal kesatu atau beberapa tempat di Holding Pelindo yang dapat menyebabkan doble atau multiple pemberian ke satu pihak. Hal ini menyebabkan pembagian CSR atau PKBL yang tidak merata sesuai peruntukan dan harapannya.</div><div>&nbsp;</div><div>First Idea To Solve</div><div>Saat ini pengumpulan informasi mengenai CSR dan PKBL yang dilakukan hanya berdasarkan laporan tertulis atau secara Whatsapp Group, serta belum adanya sistem yang mewadahi integrasi data dan laporan pemberian CSR dan PKBL tersebut. Oleh karenanya maka perlu adanya sistem CSR dan PKBL Terpadu yang dapat menjadi wadah untuk guidance dan pelaporan serta control atas pemberian CSR dan PKBL di holding Pelindo kedepannya.</div><div>&nbsp;</div><div>Expected Result</div><div>Perencanaan, pelaksanaan dan control serta pelaporan yang lebih accountable, ter-record, mudah, praktis dan real time.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 12:51:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716579352</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Standarisasi Pelaksanaan Pekerjaan antar holding dan anggota Holding</title>
         <author>ahsin1</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716587511</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem :</div><div>PT Pelabuhan Indonesia (Persero) kedepan akan memiliki subholding dan banyak cucu perusahaan. Sebagian cucu perusahaan memegang peranan sebagai vendor yang menerima pekerjaan dari Holding. Dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut banyak terdapat kendala komunikasi antara pemberi pekerjaan (misal holding), pelaksana pekerjaan (misal anak perusahaan) serta pihak lain yang terkait (misal cabang atau anak perusahaan). Miss komunikasi ini kadang menyebabkan lamanya proses pembayaran pasca dilakukan serah terima real hasil pekerjaan yang pada akhirnya menyebabkan denda pajak yang juga merugikan Perusahaan secara konsolidasi.</div><div>&nbsp;</div><div>First Idea To Solve</div><div>Perlu adanya standart operasi dan prosedur (SOP) yang ketat mengenai penyelesaian dispute atau perbedaan pendapat dalam menghandle suatu permasalahan sehingga dapat selesai dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.</div><div>&nbsp;</div><div>Expected Result</div><div>Anak perusahaan yang bertindak selaku vendor dapat menerima haknya dengan cepat dan tidak terganggu cash flownya, pemilik pekerjaan dapat menerima hasil pekerjaan dengan lebih cepat dan waktu yang jelas serta pihak lain yang terlibat dapat menerima maanfaat yang cepat pula, dan yang paling penting adalah Perusahaan terhindar dari adanya denda pajak akibat berlarut-larutnya transaksi tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 13:03:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/236j48b3i5u70r7z/wish/1716587511</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
