<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Story about &quot; Legend of Sangi River&quot; in Central Kalimantan by Yulceria albi Putri</title>
      <link>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o</link>
      <description>Name: Yulceria albi putri
Nim: AAA 118 090
Subject: Translation</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-07-03 15:15:55 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-21 15:46:23 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Story about legend in central Kalimantan</title>
         <author>yulceriaalbi</author>
         <link>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635755905</link>
         <description><![CDATA[<div>history Of Kalimantan<br><em><mark>sejarah kalimantan<br></mark></em><br>Kalimantan has existed for hundreds and hundreds of years. In the 17th century, Dutch and Britain began to colonize this area. The Dutch divided and conquered the people. The tribes were scattered and wary of each other until the late 19th century when Tumbang Anoy peace pact in Hulu Kahayan, Central Kalimantan, was held. Finally Central Kalimantan was declared as a province on May 23, 1957.<br><br><em><mark>Kalimantan telah ada selama ratusan tahun. Pada abad ke-17, Belanda dan Inggris mulai menjajah daerah ini. Belanda membagi dan menaklukkan rakyat. Suku-suku tersebut terpencar dan saling waspada hingga akhir abad ke-19 ketika perjanjian damai Tumbang Anoy di Hulu Kahayan, Kalimantan Tengah, diadakan. Akhirnya Kalimantan Tengah dinyatakan sebagai provinsi pada tanggal 23 Mei 1957.<br></mark></em><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/photos/2014/06/14/4074/a2.jpg?w=1111" />
         <pubDate>2021-07-03 15:16:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635755905</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yulceriaalbi</author>
         <link>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635760013</link>
         <description><![CDATA[<div>The Legend of Sangi River</div><div>Once upon a time, in Central Kalimantan, there is a strong hunter named Sangi. He was very expert in many sumpit games. His sumpit always got on the target. Every time of hunting, he always succeeded bring a lot of meat to his home.<br><br><em><mark>Legenda sungai sangi</mark></em></div><div><em><mark>Pada zaman dahulu kala, di Kalimantan Tengah, hiduplah seorang pemburu tangguh bernama Sangi. Ia sangat ahli dalam menyumpit binatang buruan. Sumpitnya selalu mengenai sasaran. Setiap kali berburu, ia selalu berhasil membawa pulang banyak daging binatang buruan.</mark></em></div><div><br>(picture of sumpit Kalimantan traditional weapons)<br><em><mark>foto dari sumpit senjata tradisional suku kalimantan</mark></em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn2.boombastis.com/wp-content/uploads/2017/01/Sumpit-Dayak.jpg" />
         <pubDate>2021-07-03 15:24:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635760013</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yulceriaalbi</author>
         <link>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635763365</link>
         <description><![CDATA[<div>Sangi lived in Mahoroi River, a little kind of Kahayan River. He lived with his family and relatives. Their work from farming in the fields, and also from planting and hunting. Their fields were still floating. In addition, they also found food from plants, that they found in the forest inland.<br><br><em><mark>sangi tinggal di daerah aliran Sungai Mahoroi, anak Sungai Kahayan. Ia tinggal bersama keluarga dan kerabatnya. Mereka hidup dari bercocok tanam di ladang dan berburu. Ladang mereka masih sering berpindah-pindah. Selain itu, mereka juga mencari bahan pangan dari tumbuh-tumbuhan yang terdapat di hutan-hutan pedalaman.<br></mark></em><br>(down bellow is picture of sungai kahayan in central kalimantan)<br><em><mark>di bawah ini adalah foto dari sungai kahayan di kalimantan tengah</mark></em></div>]]></description>
         <enclosure url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/05/Kota_Palangkaraya_Sungai_Kahayan.jpg" />
         <pubDate>2021-07-03 15:31:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635763365</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yulceriaalbi</author>
         <link>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635770481</link>
         <description><![CDATA[<div>One day, he went to the jungle to hunt a wild boar or deer, he had to wait for a long time until the sunset to West. He decided to come back but on his way to go home, he sees the wild boar ran across him fast. He chased it and stopped his running. He saw a dragon was eating that wild boar in his mouth. He walked around slowly to avoid that eating dragon, suddenly he stepped dried branch so dragon knew him. He ran fast and hid in the bushes.<br><br><em><mark>Suatu hari, dia pergi ke hutan untuk berburu babi hutan atau rusa, dia harus menunggu lama sampai matahari terbenam ke barat. Dia memutuskan untuk kembali tetapi dalam perjalanan pulang, dia melihat babi hutan berlari melintasinya dengan cepat. Dia mengejarnya dan menghentikan larinya. Dia melihat seekor naga sedang memakan babi hutan itu di mulutnya. Dia berjalan perlahan untuk menghindari naga pemakan itu, tiba-tiba dia menginjak ranting kering sehingga naga besar itu mengenalnya. Dia berlari cepat dan bersembunyi di semak-semak.<br></mark></em><br>(<em>this picture just an illustration)<br></em><em><mark>gambar ini hanyalah ilustrasi</mark></em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1259509234/3c5df19086266e77bed646968e8fdd3a/SANGI_RIVER_01.png" />
         <pubDate>2021-07-03 15:47:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635770481</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yulceriaalbi</author>
         <link>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635784592</link>
         <description><![CDATA[<div>Suddenly, the handsome young man walks to Sangi and puts his hand. "Hey, young people! Swallow this wild boar! You should not see the dragon &nbsp; swallow the food!" rave the young man. ”I, I, I can not," said Sangi fear. "How may I be able to swallow as much as the wild boar?" He added. "Do my order! Do not doubt” said the young man that did not want to be debated.<br>Heard that growl, Sangi can not deny what the handsome young man was said. Sangi walked to the boar that lie close to the ground not far away. Wonderfully, Sangi easily swallowed the wild pig, as if he was a great dragon . Sangi was surprised with himself. "Why this can happen?<br>This really does not make sense," said Sangi in his mind. "Because you saw a dragon eating the food, you have become an imitation big snake. You can not deny what has happened, "said the handsome young man explains.</div><div>"What? I did not want to be a snake imitation. I want to be a normal human being!" exclamation Sangi not accepted. ”Lord, make me be an ordinary human!" exclaim him asked.</div><div><br><em><mark>Tiba-tiba, pemuda tampan itu berjalan ke arah Sangi dan meletakkan tangannya. "Hei, anak muda! Telan babi hutan ini! Jangan lihat naga menelan makanan!" merayu pemuda itu. “Aku, aku, aku tidak bisa,” kata Sangi ketakutan. “Bagaimana mungkin aku bisa menelan babi hutan sebanyak itu?” tambahnya. “Lakukan perintahku! Jangan ragu” kata pemuda yang tak mau diperdebatkan itu.<br>Mendengar geraman itu, Sangi tak bisa memungkiri apa yang dikatakan pemuda tampan itu. Sangi berjalan menuju babi hutan yang terletak dekat dengan tanah tidak jauh. Ajaibnya, Sangi dengan mudah menelan babi hutan itu, seolah-olah dia adalah naga yang sangat besar. Sangi terkejut dengan dirinya sendiri. "Kenapa ini bisa terjadi?<br>Ini benar-benar tidak masuk akal," kata Sangi dalam benaknya. "Karena kamu melihat seekor naga memakan makanan, kamu telah menjadi naga tiruan. Anda tidak bisa memungkiri apa yang telah terjadi,” kata pemuda tampan itu menjelaskan.<br>"Apa? Aku tidak ingin menjadi ular tiruan. Aku ingin menjadi manusia normal!" seru Sangi tidak diterima. “Tuhan, jadikan aku manusia biasa!” serunya bertanya.<br><br></mark></em>(<em>this picture just an illustration)<br></em><em><mark>gambar ini hanyalah ilustrasi</mark></em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1259509234/bbf9e94a159043a11144e3fef08c8f52/NAGA_1.jpeg" />
         <pubDate>2021-07-03 16:14:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635784592</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yulceriaalbi</author>
         <link>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635793885</link>
         <description><![CDATA[<div>Sangi hear the appeal, the handsome young man with laughter, "... HAA HAA HAA ... you need not fear young child. As long as you can hold this event, you can continue to be the man, "said the handsome young man. “ Isn’t true, sir? “ asked Sangi not believes it. <br>Because it's still been feeling, then Sangi asks again to the handsome young man, "What's to become a distinctive dragon imitation is?" With a smile, the handsome young man replied, "No, you are a very lucky man. <br>Thus, you will continue to be ageless. Many people want to ageless, but can not. Meanwhile, you easily get it. " Sangi very happy to hear that the answer is, "Wow, very exciting if so, I can live for hundreds of years." <br>Then, Sangi asked again, "But, what is forbidden?" The young man talked, "You can not tell this to anyone.<br>&nbsp;If you don’t do it, your body will change into a dragon forever. You understand?" asked the handsome young man. "Hmm ... the forbidden was easy Sir. I prepared to do that restriction," Sangi steady answered. At the same time, the young man disappeared somewhere. Sangi was rushing back to her house.<br><br><em><mark>”Apa? Aku tidak mau jadi seekor naga jadi-jadian. Aku mau jadi manusia biasa!” seru Sangi tidak terima. ”Tuan, jadikan aku menusia biasa saja!” serunya memohon. Mendengar permohonan Sangi, pemuda tampan itu tertawa terbahak-bahak, ”Haa...haa...haa..., kamu tak perlu cemas anak muda. Selama kamu dapat merahasiakan kejadian ini, kamu dapat terus menjadi manusia,” jelas si pemuda tampan. Bernakah itu tuan?” tanya Sangi tak percaya. Karena masih dihantui rasa penasaran, Sangi kemudian bertanya lagi kepada pemuda tampan itu, ”Apa keistimewaan menjadi seekor naga jadi-jadian itu?” sambil tersenyum, pemuda tampan itu menjawab, ”Sebenarnya kamu orang yang sangat beruntung. Dengan demikian, kamu akan terus awet muda. Banyak orang ingin awet muda, akan tetapi tidak bisa. Sedangkan kamu, dengan mudah mendapatkannya”. Sangi sangat senang mendengar jawaban itu, ”Wah, menyenangkan sekali kalau begitu, Saya bisa hidup selama beratus-ratus tahun.” Lalu, Sangi bertanya kembali, ”Apa larangannya?” Pemuda tampan itu menjawab, ”Kamu tidak boleh menceritakan hal ini kepada siapa pun. Jika kamu melanggarnya, wujudmu akan menjelma menjadi seekor naga. Kamu paham?” tanya pemuda tampan itu. ”Wah...mudah sekali larangannya tuan. Kalau begitu saya bersedia untuk mematuhi larangan itu,” jawab Sangi dengan mantap. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba pemuda tampan di hadapannya itu menghilang entah ke mana. Sangi pun bergegas pulang ke rumahnya.<br><br></mark></em>(<em>this picture just an illustration)<br></em><em><mark>gambar ini hanyalah ilustrasi</mark></em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1259509234/a83627ee02ff48ff9ad130989db105fe/RUMAH.jpeg" />
         <pubDate>2021-07-03 16:30:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635793885</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yulceriaalbi</author>
         <link>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635794958</link>
         <description><![CDATA[<div>Since then, Sangi continued to keep secrets order from other people, including his relatives and family. By doing so, he remains well-preserved until the age of 150 years. This made his relatives, children, and grandchildren want to know the secret to remain ageless. They also wanted Sangi. Long live, healthy, and ageless.<br><br><em><mark>Sejak itu, Sangi terus menjaga agar rahasianya agar tidak diketahui orang lain, termasuk kerabat dan keluarga terdekatnya. Dengan begitu, ia tetap awet muda sampai usia 150 tahun. Hal ini membuat para kerabat, anak cucu, dan cicitnya ingin mengetahui rahasianya hingga tetap awet muda. Mereka juga ingin seperti Sangi. Panjang umur, sehat, dan awet muda.</mark></em></div><div><br>(<em>this picture just an illustration)<br></em><em><mark>gambar ini hanyalah ilustrasi</mark></em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1259509234/e95f4930d4de79f765e9ccae8e6a8c11/PAMER.jpeg" />
         <pubDate>2021-07-03 16:32:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635794958</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yulceriaalbi</author>
         <link>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635795278</link>
         <description><![CDATA[<div>Every day, they continue to ask about Sangi’s secret. Because urged ongoing, Sangi finally reveals the secret that has long been kept by him. Thus, Sangi has violated the prohibition. He taught it was easy. As a result, his body began to change form into a dragon. Both leg's skin slowly turns into thick shells, and finally turned into a dragon that large and long. Realized this, Sangi then blames all the descendants of the urgent to reveal the secret. This made Sangi very angry and indignant. "You are evil! You will all die! "Sangi with an indignant exclamation.<br><br><em><mark>Setiap hari, mereka terus bertanya kepada Sangi mengenai rahasianya. Karena didesak terus-menerus, akhirnya Sangi membeberkan rahasia yang telah lama ditutupinya. Dengan demikian, Sangi telah melanggar larangan yang dikiranya mudah itu. Akibatnya, tubuhnya mulai berganti rupa menjadi seekor naga. Kedua kulit kakinya pelan-pelan berganti menjadi sisik tebal, dan akhirnya berubah menjadi seekor naga yang besar dan panjang. Menyadari hal itu, Sangi kemudian menyalahkan seluruh keturunannya yang terus mendesaknya hingga ia membeberkan rahasianya. Hal inilah yang membuat Sangi sangat marah dan geram. ”Kalian memang jahat! Kalian semua akan mati!” seru Sangi dengan geram.<br><br></mark></em>(<em>this picture just an illustration)<br></em><em><mark>gambar ini hanyalah ilustrasi</mark></em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1259509234/cf8f833849d188317b71531e5ac0c9a3/JADI_NAGA.jpeg" />
         <pubDate>2021-07-03 16:32:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635795278</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yulceriaalbi</author>
         <link>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635795582</link>
         <description><![CDATA[<div>After that, Sangi runs around with anger. The entire body felts hot, and his body became a snake's body. Before he plunges into the river, he was taking a long legacy stored in a jar in China. The jar containing jewelry and pieces of gold. Sangi continuously ran to the river. Arriving at the River Kahayan, it soon spread and jewelry pieces while gold, then he said, "Who is find gold in the area of this river, he will die. Golds will be defenses of death! "</div><div>After that, Sangi reincarnated into a big snake, plunge into the river upstream. Since then, he became a guard of Kahayan River. Children Kahayan River was also referred to as the River of Sangi. Children are the descendants of Sangi secret that many died after that.<br><br><em><mark>Setelah itu, Sangi lari ke sana ke mari dengan marah. Seluruh badannya terasa panas Akhirnya, tubuhnya menjelma menjadi seekor naga. Sebelum menceburkan diri ke dalam sungai, ia sempat mengambil harta pusaka yang lama disimpannya dalam sebuah guci Cina. Guci itu berisi perhiasan dan kepingan-kepingan emas. Sangi terus berlari ke sungai. Setibanya di Sungai Kahayan, ia segera menyebarkan perhiasan dan kepingan-kepingan emas itu sambil berseru, ”Siapa saja yang berani mendulang emas di daerah aliran sungai ini, maka ia akan mati. Emas-emas itu akan menjadi tumbal kematiannya!”</mark></em></div><div><em><mark>Setelah itu, Sangi yang telah menjelma menjadi seekor naga, menceburkan diri ke dalam hulu sungai. Sejak itu, ia menjadi penjaga Sungai Kahayan. Anak Sungai Kahayan itu kemudian disebut pula sebagai Sungai Sangi. Anak keturunan Sangi yang mempertanyakan rahasianya banyak yang meninggal setelah itu.<br><br></mark></em>(<em>this picture just an illustration)<br></em><em><mark>gambar ini hanyalah ilustrasi</mark></em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1259509234/a4cb8d044c415397a8328024682cdc0a/LAST_PERAHU_NAGA.jpeg" />
         <pubDate>2021-07-03 16:33:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yulceriaalbi/20nyy9sdm1uf7z6o/wish/1635795582</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
