<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KELOMPOK KLS X LINTAS MINAT GEO 2 by La Musa</title>
      <link>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0</link>
      <description>PENDEKATAN GEOGRAFI.&#39;</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2015-08-26 12:41:17 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-01 21:39:18 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.storage.googleapis.com/portrait/crane_yellow.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>cecan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67466470</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Dwivany Aisyah</p><p>2.Nurul Salha Salsabila</p><p>3.Aulia.r</p><p>4.Shereen Desri Tantan</p><p>5.Chezia Irvani</p><p>6.A.Devita</p><p>7chezia</p><p>1. Fenomena yang terjadi di kalimatan yaitu kerusakan hutan akibat ekspansi perkebunan sawit yang mengakibatkan hutan menjadi gundul dan rusak,yg dapat menyebabkan beberapa bencana alam dan merugikan masyarakat,fenomena tersebut yaitu PENDEKATAN KELINGKUNGAN</p><p>2. Melakukan reboisasi atau penanaman ulang pohon-pohon yang ada di hutan agar dapat memelihara hutan kembali karena ekspansi perkebunan sawit bukanlah solusi yang baik untuk lingkungan,malah sangat berdampak buruk bagi lingkungan,solusi yang sangat baik untuk fenomena ini adalah melakukan reboisasi terhadap hutan yang terjadi kerusakan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-08-28 00:16:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67466470</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BANANA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67466614</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Muhammad Iqbal Z</p><p>2. Muh. Aditya Fachrezy</p><p>3. Michael Parura</p><p>4. Nurhikmah Pratiwi</p><p>5. Sheren Maria</p><p>6. Araris Karlina</p><p>7. Hesty Herry</p><p>Jawaban :</p><p>1.</p><p>a) Faktor alam
Kondisi geologi : batuan lapuk, kemiringan lapisan, sisipan lapisan batu lempung, strukutur sesar dan kekar, gempa bumi, stragrafi dan gunung berapi.</p><p>Iklim : curah hujan yang tinggi di daerah tersebut.Keadaan topografi : lereng yang curam.</p><p>Keadaan air : kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air, erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika.Tutup lahan yang mengurangi tahan geser, misalnya tanah kritis.Getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi, ledakan, getaran mesin, atau getaran lalu lintas kendaraan di sekitarnya.
<br></p><p>b) Faktor manusia
Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal.</p><p>Penimbunan tanah urugan di daerah lereng.</p><p>Kegagalan struktur dinding penahan tanah.</p><p>Penggundulan hutan.</p><p>Budidaya kolam ikan diatas lereng.</p><p>Sistem pertanian yang kurang memperhatikan keamanan irigasi.</p><p>Pengembangan wilayah yang tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan sendiri.</p><p>Sistem drainase daerah lereng yang kurang baik.</p><p>Jadi kami simpulkan peristiwa ini termasuk dalam pendekatan Kelingkungan.</p><p>2. Upaya pencegahan :</p><p>- Reboisasi</p><p>- Tebang pilih</p><p>- Pembuatan terasering</p><p>- Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak.                   <span style="font-size: 13px;">- Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi.</span></p><p><span style="font-size: 13px;">-Jangan menebang pohon di lereng.</span></p><p><span style="font-size: 13px;">- Jangan membangun rumah di bawah tebing.</span></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/72893945/e0b0dad18396988e735ba1a45e98288b17031929/0892d3d37b3b43e5accc44aa75730681.jpg" />
         <pubDate>2015-08-28 00:18:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67466614</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mawar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67466878</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Mutmainna</p><p>2.Rosdiana</p><p>3.Andi Ramayanti Latief</p><p>4.Aulia Insani</p><p>5.Kezia Putri Bara</p><p>6.Jessica Nindya P</p><p>7.Siti Mawaddah H</p><p>a</p><p>Apa : Penggusuran di kampung pulo</p><p>Siapa : Pemrof Dki jakarta (gubernur Dki jakarta) Ahok</p><p>Dimana : Kampung pulo jakarta timur</p><p>Kapan : 20 agustus 2015</p><p>Mengapa : Menurut ahok gubernur Dki jakarta tindakan penggusuran ini akan berdampak dengan peningkatan perekonomian masyarakat ibu kota dikemudian hari</p><p>Bagaimana : Pemrof harus memikirkan nasib warga yg kehilangan tempat tinggalnya</p><p>1) Leristiwa penggusuran kampung pulo merupakan pendekatan geografi dilingkungan,alasannya karena peristiwa ini mengenai hubungan manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungannya.Kampung pulo merupakan wilayah tempat tinggal yg dihuni sebagai warga kurang mampu di Dki jakarta.Tapi menurut pemrof Dki jakarta tempat tinggal ini tdk layak dihuni sebagai tempat tinggal karena beberapa faktor.yaitu:</p><p>-Pemrof ingin memperluas dan memperbaiki sungai ciliung agar tdk terjadi banjir lagi.</p><p>-Ingin meningkatkan perekonomian masyarakat</p><p>2)Solusinya adalah Pemrov harus bicara baik dengan warga menjelaskan semua kepada masyarakat,agar masyarakat mengerti,dan pemrov juga harus memikirkan nasib warga yg kehilangan tempat tinggalnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/71529163/85b6ca20d1eadcfd00e1bac9e7fc02aa3d46f961/2d2d81aa9db687db9959428138b18ae5.jpeg" />
         <pubDate>2015-08-28 00:21:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67466878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>History</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67468394</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Irham Anugrah</p><p>2. Muh. Fahmi Azhari</p><p>3. A. Muh. Khairy Kurniady</p><p>4. Aan Hamdani Huda</p><p>5. A. Zulfahmi E.S</p><p>6. A. Ichsan Jaylani</p><p>Gunung Sinabung Kembali Meletus</p><p>Gunung Sinabung adalah gunung berapi aktif yang berada di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera utara. Gunung Sinabung memiliki ketinggian 2.460 Mdpl dan terakhir kali gunung itu Meletus pada tanggal 1 Februari 2014 dan mengalami erupsi pada tahun 2015. Penyebab terjadinya kejadian tersebut ialah <span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: regular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 21px; white-space: normal;">1. Peningkatan kegempaan vulkanik</span><span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: regular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 21px; white-space: normal;">&nbsp;</span></p><span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: regular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 21px; white-space: normal;">2. Peningkatan suhu kawah&nbsp;</span><br style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: regular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 21px; white-space: normal;"><span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: regular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 21px; white-space: normal;">3. Peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung.&nbsp;</span><br style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: regular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 21px; white-space: normal;"><span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: regular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 21px; white-space: normal;">4.Lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magma di perut bumi pun mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu aktivitas geologis, vulkanik, dan tektonik.&nbsp;</span><br style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: regular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 21px; white-space: normal;"><p><span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: regular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 21px; white-space: normal;">5. Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak keluar (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava.</span><span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: regular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 21px; white-space: normal;">&nbsp;</span></p><p>1)pendekatan geografi</p><p><span style="font-size: 13px;">Pendekatan geografi yang terjadi pada peristiwa tersebut adalah "Pendekatan Keruangan" karena fenomena ini memengaruhi geosfer atau permukaan bumi. Mengapa demikian? Karena magma yang terkandung dalam gunung tersebut diluntahkan dan menjadi lahar sehingga lahar tersebut mencari tempat yang lebih rendah. Pada saat itulah lahar itu menyapu ratakan pemukiman warga beserta lahan lahan kerja warga seperti petani, tukang kebun, peternak, dan sebagainya. Namun ada kalanya lahar itu menjadi keberuntungan bagi pekerja pekerja yang bekerja di daerah Gunung tersebut. Apakah itu? Yakni lahar tersebut telah menjadi lahan yang cocok untuk ditanami oleh tanaman tanaman yang harusnya ditanam dalam cuaca yang sejuk. Seperti sayuran, buah buahan maupun itu tanaman yang lainnya.</span></p><p><span style="font-size: 13px;"><br></span></p><p><span style="font-size: 13px;">2) membuat lahan kerja, reboisasi maupun tempat tinggal yang baru karena lahan yang terkena hasil erupsi gunung Meletus mempunyai banyak manfaat dantaranya:</span></p><p><span style="font-style: normal; font-variant: normal; color: rgb(45, 54, 64); font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Arial, Tahoma, Sans; font-size: 15.1999998092651px; line-height: 19.2000007629395px; white-space: normal; background-color: rgb(240, 243, 245);">a. letusan gunung merapi dapat menyuburkan tanah pertanian karena banyak mengandung unsur hara tanaman.</span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; color: rgb(45, 54, 64); font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Arial, Tahoma, Sans; font-size: 15.1999998092651px; line-height: 19.2000007629395px; white-space: normal; background-color: rgb(240, 243, 245);">&nbsp;</span></p><span style="color: rgb(45, 54, 64); font-family: 'Open Sans', 'Helvetica Neue', Arial, Tahoma, Sans; font-size: 15.1999998092651px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 19.2000007629395px; white-space: normal; background-color: rgb(240, 243, 245);">b. Material yang dikeluarkan gunung api ketika meletus yang berupa pasir, kerikil, batu-batu besar, kesemuanya merupakan mineral industri yang dapat digunakan untuk bahan bangunan.</span>]]></description>
         <enclosure url="https://lh5.googleusercontent.com/proxy/TR36bdb03w9Fs03OiaFS7NF1XZwLfe77nxiYvV6y4tYPvaQVlgKOJ-f2SIX3Z-fA2XFMckCVhICwVC8zHZtGWJ21Zh0J1g64ar1AGsgEIMwO-HpbHt-pd9shOZi9T1r4x7xGXCbPavAkmi1bzhgDOy8O8vIu00dqxQkK-g=w543-h271-nc" />
         <pubDate>2015-08-28 00:35:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67468394</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Avatar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67470577</link>
         <description><![CDATA[<p><span style="font-size: 13px;">1. Elvina R. Johan</span><br></p><p>2. Inggrid Vallencia Sokoy</p><p>3. Sukmawati</p><p>4. St. Hamdana Khaerunnisa</p><p>5. Muh. Nurhaq I.S. Manessa</p><p>6. Abraham Johan Dumanauw</p><p>7. Francois Nesfaddy Astulanang S.</p><p>8. Muh. Farid</p><p>Longsor di Pesisir Selatan Bikin Macet.</p><p>1. Pendekatan geografi dari fenomena ini termasuk dalam pendekatan geografi kelingkungan/Ekologi, karena dalam gambar tersebut diperlihatkan bahwa adanya jalan yang rusak akibat longsor yang terjadi. Longsor tersebut terjadi karena kurangnya pohon pohon yang menjadi penyerap air di sekitar daerah tersebut.Akibatnya,teerjadi masalah/gejala mengenai  hubungan antara manusia dan lingkungan di sekitar tempat tersebut. </p><p>2. Solusi yang harus dilakukan untuk menanggulangi bencana tersebut adalah menanam pohon-pohon di pesisir tersebut agar pohon yang ditanam dapat meresap air sehingga bencana longsor tidak terjadi lagi.</p>]]></description>
         <enclosure url="http://1.bp.blogspot.com/_yt0IVhHh6rc/S7ntXbLYQyI/AAAAAAAAAEA/2ryaMGW3wz0/s1600/longsor5.jpg" />
         <pubDate>2015-08-28 00:59:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67470577</guid>
      </item>
      <item>
         <title>cacingan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67471682</link>
         <description><![CDATA[<p>1. MUH . AKMAL
2. AKHYAR DINUL 
3.ANNISA FITRI MANABA
4.SHERINA ROESTAM 
5.ANNISYA MARLITA 
6.RISKA AMELIA 
7.NINDA BERLIANI <br></p><p>1. termasuk pendekatan kelingkungan (ekologi)
karena ekologi ialah interaksi antara organisme hidup dan lingkungan, sebab akibatnya keterkaitan dengan lingkungan dan makhluk hidup. <br></p><p>sebabnya:
 1. penyumbatan aliran sungai ataupun selokan. makhluk hidup membuang sampah sembarangan ke selokan dan sungai itu lah mengakibatkan banjir <br></p><p>2. penggundulan hutan. manusia yang tidak berfikir sebelum bertindak.menyebabkan manusia bertindak secara sewenang wenang terhadap lingkungan dengan menebang pohon secara sembarangan. akibatnya pohon untuk menyerap air tidak ada. sehingga air mengalir tanpa terkendali kepemukiman <br></p><p>3. curah hujan tinggi. hujan yang relitif tinggi, menyebabkan sungai sungai tidak mampu menampung volume air yang melampaui kapasitas
4. sedikitnya daerah serap. meningkatnya daerah yang beraspal dan berbeton sehingga air tidak dapat meresap kedalam lapisan tanah
5. pendirian rumah disepanjang sungai. masyarakat yang mendirikan rumah di pinggir sungai, cenderung mengurangi lebar sungai. menyebabkan air tidak mengalir secara optimal</p><p>2. solusinya
1. pengoptimalan sungai ataupun selokan
2. larangan pembuatan rumah penduduk di sepanjang sungai
3. melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi
4. mempergunakan alat pendeteksi banjir sederhana</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/71527378/92786630a7b365251da6bc40e64424f02bd06bf7/8db6eb4c710d86104e73bdd1ca07d57f.jpg" />
         <pubDate>2015-08-28 01:10:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rh_m_musa/20h421gne8n0/wish/67471682</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
