<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Jalur Penyebaran Islam di Nusantara XE-5 by Sri Untari</title>
      <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8</link>
      <description>Silahkan isi dengan foto bersama, nama anggota, pengertian, dan contoh</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-04-22 00:18:15 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-05 03:41:30 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>kelompok masjid jami assalafiyah</title>
         <author>alifiadiafaaisyah</author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963801904</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota </p><p>• Aisyah Alifia Diafa</p><p>• Aurelia Ramadhani Asnawi</p><p>• Desiva Nurhafnah</p><p>• Dian Nayla Sakina</p><p>• Danielo</p><p>• M. Eldyansyah</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2381065260/431229f37228877b65f5d5357114ef61/20240422_084529.jpg" />
         <pubDate>2024-04-22 01:47:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963801904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Foto dan anggota kelompok Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963801934</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama anggota :</strong></p><ol><li><p>Aura Nafila Hazara (5)</p></li><li><p>Dhirgham Muhammad Anshar Pane (14)</p></li><li><p>Febrian Rizki Muhamad (18)</p></li><li><p>Husni Zahra (20)</p></li><li><p>Rangga Dwi Santoso (31)</p></li><li><p>Subehi (32)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2095497523/5ee80a698706b67c531e100dc942a155/20240422_084242.jpg" />
         <pubDate>2024-04-22 01:47:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963801934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penyebaran Agama Islam di Nusantara Melalui Jalur Perdagangan</title>
         <author>alifiadiafaaisyah</author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963803667</link>
         <description><![CDATA[<p>Proses penyebaran Islam di Nusantara pertama kali melalui saluran perdagangan. Pada abad ke-7 hingga abad ke-16 M, kaum saudagar muslim dari berbagai belahan dunia seperti Arab, Persia (Iran), India, bahkan Cina, singgah di berbagai pelabuhan di Nusantara untuk melakukan transaksi perdagangan.</p><p><br/></p><p>Relasi niaga ini kemudian memunculkan interaksi antara para pedagang asing yang beragama Islam itu dengan orang-orang Nusantara di berbagai tempat yang disinggahi. Tidak sedikit para saudagar muslim itu yang menetap di daerah-daerah pesisir di Nusantara.</p><p><br/></p><p>Lambat-laun, tempat yang mereka tinggali berkembang menjadi perkampungan muslim. Interaksi yang sering muncul saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya. Pengaruh ini membuat pergeseran dalam sistem kehidupan bermasyarakat di Nusantara, termasuk dalam hal kepercayaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-22 01:48:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963803667</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Masjid Jami Al Atiq Kampung Melayu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963805617</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok </p><ol><li><p>Andi Alyssha Aurelia (3)</p></li><li><p>Challhissah Hanna Raidah (8)</p></li><li><p>Hasna Najla Khaliqa (19)</p></li><li><p>Jihan Tasha Luthfiyah (21)</p></li><li><p>Nino Ramadano Wibowo (27)</p></li><li><p>Syahar Banu Aprilia</p><p><br></p><p><br></p><p>Tahap perkawinan merupakan kelanjutan dari tahap perdagangan.</p><p>Para pedagang yang datang lama-kelamaan menetap dan terbentuklah perkampungan yang dikenal dengan nama pekojan.</p><p>Tahap selanjutnya, para pedagang yang menetap ada yang membentuk keluarga dengan penduduk setempat dengan cara menikah. Mengingat pernikahan Islam dengan agama lain tidak sah, maka penduduk lokal yang akan dinikahi harus memeluk Islam terlebih dahulu.</p><p>Penyebaran agama Islam dengan saluran ini berjalan lancar mengingat akan adanya keluarga muslim yang menghasilkan keturunan-keturunan muslim dan mengundang ketertarikan penduduk lain untuk memeluk agama Islam. Pedagang muslim yang singgah kemudian banyak yang menetap di Indonesia. Sehingga dari mereka ada yang menikah dengan putri bangsawan dari kerajaan pribumi</p><p>Salah satu contohnya, perkawinan antara Maulana Ishaq dan putri Raja Blambangan yang kemudian melahirkan Sunan Giri.</p><p>Sunan Giri merupakan salah satu wali songo yang memiliki peranan penting dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa.</p><p>Faktor-faktor proses penyebaran islam melalui perkawinan : </p><p><br></p><p>1. Kalangan Ulama</p><p>Ulama sering kali memainkan peran penting dalam penyebaran agama Islam melalui perkawinan. Mereka mungkin menjadi penengah atau pendorong perkawinan antara penganut Islam dengan individu dari luar komunitas mereka untuk memperluas jangkauan agama.</p><p><br></p><p>2. Kalangan Pedagang</p><p>Pedagang Muslim yang melakukan perjalanan ke berbagai wilayah sering kali menjalin hubungan perkawinan dengan penduduk setempat.</p><p>Hal ini tidak hanya memperluas jejak perdagangan, tetapi juga membawa agama Islam ke tempat-tempat yang sebelumnya mungkin belum terkena pengaruh Islam.</p><p><br></p><p>3. Berasal dari Penduduk Asia Barat dan Selatan</p><p>Pengaruh Islam dari wilayah Asia Barat dan Selatan seperti Arab, India, dan Benggala memainkan peran penting dalam penyebaran agama melalui perkawinan.</p><p>Ketika individu dari komunitas-komunitas ini menikahi pribumi dari wilayah lain, mereka membawa bersama mereka ajaran Islam.</p><p><br></p><p>4. Menikahi Pribumi Terpandang</p><p>Pernikahan antara individu Muslim yang dianggap terpandang dalam komunitas dengan pribumi setempat juga dapat menjadi sarana penyebaran Islam. Hal ini bisa meningkatkan status sosial pribumi yang menikah dengan mereka serta membawa masuk ajaran agama Islam ke dalam keluarga mereka.</p><p><br></p><p>1. Pernikahan Pedagang Muslim dengan Putri Raja/Bangsawan</p><p><br></p><p>- Contoh: <em>Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, menikahi Putri Ong Tien Nio</em>, putri Raja Majapahit Brawijaya. Pernikahan ini mengantarkan Raden Patah naik tahta dan menjadikan Demak sebagai kesultanan Islam pertama di Jawa.</p><p><br></p><p>- Jalur Penyebaran:</p><p>Visi politik: Raja/bangsawan yang memeluk Islam dapat memperkuat kekuasaan dan menjalin hubungan dengan kerajaan Islam lain.</p><p>Ekonomi: Pernikahan membuka peluang perdagangan bagi para pedagang Muslim.</p><p>Budaya: Tradisi pernikahan Islam membawa pengaruh budaya baru, seperti busana dan tata cara pernikahan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2439720045/3fda8da7bcbb5a63688433502b538579/IMG_0053.jpeg" />
         <pubDate>2024-04-22 01:50:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963805617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Bentuk Penyebaran Agama Islam di Nusantara Melalui Jalur Perdagangan</title>
         <author>alifiadiafaaisyah</author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963805644</link>
         <description><![CDATA[<p>• Perdagangan di Jalur Sutra: Pedagang Arab dan Muslim yang melakukan perdagangan di jalur Sutra membawa ajaran Islam ke kepulauan Indonesia dan berinteraksi dengan penduduk setempat, memperkenalkan mereka kepada ajaran Islam.</p><p><br/></p><p>• Perdagangan di Pelabuhan-Pelabuhan: Pelabuhan seperti Aceh, Makassar, dan Maluku menjadi pusat perdagangan di wilayah tersebut. Melalui perdagangan di pelabuhan-pelabuhan ini, pedagang Muslim membawa ajaran Islam dan memperluas pengaruhnya ke wilayah-wilayah sekitarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-22 01:50:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963805644</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengertian dan Cara Penyebaran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963809091</link>
         <description><![CDATA[<p>Penyebaran Islam bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya melalui <strong>bidang kesenian</strong>. Penyebaran Islam melalu bidang Kesenian adalah penyebaran yang dilakukan melalui akulturasi dengan kesenian Indonesia. Alasan bidang seni budaya menjadi salah satu media penyebaran Islam adalah karena ajaran yang disampaikan dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat. Cara penyebaran kebudayaan Islam di Indonesia melalui media kesenian pernah dilakukan oleh beberapa ulama, termasuk Sunan Kalijaga, Sunan Giri, Sunan Bonang, dan Sunan Muria.</p><p>Cara penyebaran :</p><ol><li><p>Wayang</p><p>Wayang adalah seni pertunjukan tradisional asli Indonesia yang berfungsi untuk menyampaikan informasi, pesan, dan pelajaran. Beberapa ulama di Indonesia menggunakan media wayang dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat. Wayang kulit digunakan oleh wali untuk menyebarkan Islam dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga kerap memasukkan cerita-cerita tentang ajaran Islam yang kemudian disampaikan dengan memanfaatkan media wayang. Sunan Kalijaga membuat wayang bersama para gurunya, yaitu Sunan Bonang dan Sunan Giri, yang juga merupakan tokoh Wali Songo. Cerita yang biasa disampaikan oleh Sunan Kalijaga yaitu Mahabharata, yang kemudian diselipkan ajaran-ajaran Islam di dalamnya. </p></li><li><p>Tembang atau lagu </p><p>Selain wayang, seni musik juga biasa dijadikan media oleh para ulama untuk menyebarkan ajaran Islam. Tokoh ulama yang menyebarkan dakwah Islam melalui tembang atau lagu adalah Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, dan Sunan Muria. Sunan Bonang menciptakan tembang Tombo Ati, yang sampai saat ini masih cukup populer di kalangan masyarakat Jawa. Lagu Tombo Ati menceritakan tentang hukum-hukum yang ada dalam Islam. Sedangkan Sunan Kalijaga menciptakan beberapa lagu bertajuk Lir Ilir dan Gundul Pacul. Cara ini sengaja dipakai oleh beberapa anggota Wali Songo untuk lebih mudah menarik dan mengambil simpati dari masyarakat sehingga bersedia menerima ajaran Islam.</p></li><li><p>Gamelan </p><p>Penyebaran Islam melalui kesenian juga dapat berupa Gamelan Jawa, yaitu ansambel musik yang menonjolkan gendang dan gong. Gamelan Jawa sebenarnya merupakan salah satu budaya Hindu, yang diubah dengan nuansa Islam. Sunan Bonang misalnya, memasukkan rabab dan bonang sebagai pelengkap Gamelan Jawa. Sunan Kalijaga juga menciptakan Gamelan Sekaten yang dibunyikan dengan gending-gending atau lagu yang ia ciptakan sendiri. Pada zaman dulu, gamelan memang kerap digunakan para sunan untuk menarik perhatian masyarakat. </p><p><br></p><p>Menurut beberapa sunan, dakwah melalui kesenian merupakan salah satu keputusan yang tepat, sehingga tidak jarang kesenian kerap digunakan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-22 01:52:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963809091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963810503</link>
         <description><![CDATA[<p>Contoh dari penyebaran agama Islam melalui kesenian adalah seni ukir yang terlihat dalam bangunan Masjid Agung Demak dan Masjid Sang Cipta Rasa di Cirebon. kesenian yakni wayang kulit.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2095497523/8d79c5747dd774ed47201aba2a2cb8ba/image.png" />
         <pubDate>2024-04-22 01:54:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963810503</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Penyebaran Islam Melalui Perkawinan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963810566</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2439720045/76a5856024aca8d8efc12baa1b3521b9/PHOTO_2024_04_22_08_48_07.jpeg" />
         <pubDate>2024-04-22 01:54:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963810566</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengertian (2) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963812414</link>
         <description><![CDATA[<p>kesenian juga menjadi media dakwah Islam. Hal tersebut diiringi dengan pemahaman terhadap kebudayaan masyarakat lokal.</p><p><br></p><p>Sebab, ketika agama Islam masuk ke wilayah Indonesia, kebudayaan Hindu masih berakar sangat kuat, khususnya di Pulau Jawa. Para penyebar agama Islam tidak mengubah kebudayaan tersebut, namun menggunakan kebudayaan yang telah ada sebagai sarana untuk menyebarkan agama Islam.</p><p><br></p><p>Penyebaran Islam melalui seni ini juga tidak lepas dari Wali Songo. Sunan Giri misalnya, berdakwah dengan menciptakan permainan anak seperti Jelungan, Lir-ilir dan Cublak Suweng, serta beberapa gending seperti Asmaradana dan Pucung.</p><p><br></p><p>Sunan Bonang mengubah gamelan Jawa yang saat itu kental dengan estetika Hindu menjadi gamelan khas Jawa yang menggunakan instrumen bonang. Beliau pula yang merupakan sosok di balik tembang "Tombo Ati”. Selain itu, Sunan Bonang juga seorang dalang yang menggubah lakon dan memasukkan tafsir-tafsir khas Islam.</p><p><br></p><p>Sementara itu, Sunan Kalijaga menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai media dakwah. Beliau juga merupakan tokoh pencipta baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, layang kalimasada, dan lakon wayang Petruk Jadi Raja.</p><p><br></p><p>Seni tersebut membuat banyak orang tertarik, bahkan berhasil membuat sebagian besar adipati di Jawa untuk memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-22 01:55:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963812414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Masjid Al-Mubarok Kuningan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963819462</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Anggota :</p><p>1. Eki Rasya (16)</p><p>2. Elisa Septiyanah (17)</p><p>3. M.Hilmy Rianto Putra (24)</p><p>4. M.Royan Rommadon (25)</p><p>5. Rafifah Alya Putri (29)</p><p>6. Puti Andini (36)</p><p><br></p><p>=&gt;Pengertian </p><p>Pendidikan</p><p><br></p><p>Masuknya Islam di Nusantara juga disiarkan melalui strategi pendidikan. Artinya, para pendakwah membangun pondok pesantren dan masjid-masjid sebagai tempat berkumpul untuk mempelajari agama Islam. Para murid diajarkan berbagai ilmu hingga berujung menjadi ahli dalam bidang agama Islam.</p><p><br></p><p>Cara masuknya Islam melalui jalur pendidikan adalah dengan mendirikan sebuah pesantren. Pesantren pertama di Indonesia adalah Pesantren Sidogiri. Pesantren ini didirikan oleh Sayyid Sulaiman dengan dibantu oleh Kiai Aminullah pada 1718.</p><p><br></p><p>Proses penyebaran Islam di Indonesia salah satunya melalui pendidikan, seperti pendidikan Pondok Pesantren yaitu tempat pembelajaran Agama bagi para santri, yang dilaksanakan oleh para guru agama, para kyai, (Nurhayati Djamas) dan para ulama. Di pesantren, para santri mendapat pendidikan agama yang cukup memadai.</p><p><br></p><p>Jalur pendidikan atau pengajaran adalah strategi dakwah yang dilakukan oleh para ulama dan wali untuk mengajarkan ajaran Islam kepada masyarakat Indonesia dengan cara yang damai, menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat, dan memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan ekonomi.</p><p><br></p><p>=&gt;Contoh </p><p>Contoh</p><p>1.&nbsp;Sekolah Islam</p><p>2.&nbsp;Pesantren</p><p>3.&nbsp;Kajian dan Ceramah Agama</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2439723077/4f0aad29db0da1bf0b132894e94031d1/IMG_20240422_WA0007.jpg" />
         <pubDate>2024-04-22 02:00:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963819462</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penutup</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963819478</link>
         <description><![CDATA[<p>Salah satu media dakwah yang digunakan untuk mengajarkan agama Islam adalah <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://kumparan.com/topic/kesenian">kesenian</a>. Kala itu, kebudayaan Hindu mengakar sangat kuat. Para pendakwah tidak mengubah kebudayaan yang telah ada, namun memanfaatkannya untuk menyebarkan agama Islam.</p><p><br></p><p>Terima kasih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-22 02:00:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963819478</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963825901</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-22 02:04:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963825901</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Masjid Al Makmur, Tanah Abang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963861722</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Alfani Pascha</p></li><li><p>Chelsea Julia</p></li><li><p>Cipta Nur Alya</p></li><li><p>Dhiny Evelin Larisa</p></li><li><p>Nirwala Putri</p></li><li><p>Putri Alyssa Maharani</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Bagaimana penyebaran agama islam di Indonesia?</p></li></ol><p>Penyebaran agama islam dilakukan melalui 6 cara yaitu perdagangan, perkawinan, dakwah, pendidikan, kesenian, dan tasawuf. Namun, yang akan kita bahas lebih dalam di sini adalah penyebaran islam dengan media dakwah.</p><p><br/></p><p>Bagaimana penyebaran agama islam melakui dakwah dilakukan?</p><p><br/></p><p>Penyebaran Islam melalui dakwah ini <strong>berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya</strong>. Pola ini memakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Apa saja jenis jenis pendekatan sosial budaya yang dilakukan oleh penyebar agama islam di Indonesia?</p><p><br/></p><p>1. Dakwah Melalui Perdagangan</p><p>Para pedagang muslim yang datang ke Nusantara tidak hanya berniat untuk mencari keuntungan materiel, tetapi juga untuk menyebarkan agama Islam. Mereka menjalin hubungan baik dengan penduduk lokal, menunjukkan akhlak mulia dan perilaku jujur dalam berdagang, serta memberikan informasi tentang Islam kepada siapa saja yang tertarik.</p><p><br/></p><p>2. Dakwah Melalui Perkawinan</p><p>Banyak pedagang muslim yang menetap di Nusantara kemudian menikahi wanita-wanita lokal yang beragama Hindu atau Buddha. Perkawinan ini bukan hanya sebagai sarana untuk memperluas jaringan dagang dan sosial, tetapi juga sebagai sarana untuk menyebarkan agama Islam.</p><p><br/></p><p>3. Dakwah Melalui Pendidikan</p><p>Para ulama atau ahli agama Islam yang datang ke Nusantara tidak hanya mengajarkan ajaran Islam kepada umat muslim saja, tetapi juga membuka pintu bagi siapa saja yang ingin belajar tentang Islam.</p><p><br/></p><p>4. Dakwah Melalui Seni dan Budaya</p><p>Para penyebar Islam di Nusantara juga menggunakan seni dan budaya sebagai media dakwah yang efektif dan menarik.</p><p>Mereka mengadaptasi dan mengislamisasi beberapa unsur seni dan budaya lokal yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti wayang, gamelan, tembang, tari-tarian, kesenian rakyat, arsitektur, pakaian, makanan, dan lain-lain.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2356061086/e82d7c289e683ffa6501bf7920b5ee66/IMG_20240422_WA0009.jpg" />
         <pubDate>2024-04-22 02:27:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963861722</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh penyebaran islam melalui dakwah oleh wali songo di indonesia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963877462</link>
         <description><![CDATA[<p>Apa saja contoh penyebaran islam melalui dakwah di Indonesia?</p><p><br></p><ol><li><p>Sunan Kalijaga</p><p>Strategi dakwah Sunan Kalijaga yang pertama adalah menggunakan wayang untuk menyebarkan agama Islam. Saat itu, kesenian wayang memang sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, Sunan Kalijaga merantau ke wilayah Majapahit dan Padjajaran untuk menjadi dalang. Ciri khas dari Sunan Kalijaga adalah menjadikan wayang untuk menjadi media dakwah islam di indonesia. </p><p>Apa tujuan Sunan Kalijaga berdakwah?</p><p>Tujuan Sunan Kalijaga adalah untuk mengenal dan mendekatkan diri dengan masyarakat Jawa. Dengan demikian, berkat kenalan dan kedekatannya dengan orang Jawa, Sunan Kalijaga membangkitkan simpati dan simpati orang Jawa, yang nantinya akan memudahkan proses Islamisasi orang Jawa. Sehingga  akhirnya mereka lebih mudah untuk menjadi umat islam. </p><p><br></p></li><li><p>Sunan Gresik</p><p>Sunan Gresik atau yang memiliki nama asli Maulana Malik Ibrahim merupakan salah satu Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Banyak orang yang mengatakan bahwa Sunan Gresik merupakan orang pertama yang menyebarkan Islam di pulau Jawa.</p><p>Sunan Gresik melakuakn dakwah dengan melakukan berbagai hal. Misalnya seperti berdakwah dengan melalui bidang perdagangan dan pendidikan. Pada mulanya, Sunan Gresik mulai berdagang di daerah pelabuhan. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya masyarakat tidak kaget terhadap ajaran Islam yang dibawanya.</p><p>Tak sekadar mengajarkan agama Islam, Sunan Gresik juga mengajarkan cara unutk bercocok tanam pada masyarakat.&nbsp;</p><p>Saat bertempat tinggal di Desa Sawo, Gresik, Sunan Gresik membangun sebuah surau. Surau ini memiliki fungsi sebagai tempat salat. Disamping itu, surau ini juga dijadikan sebagai tempat untuk pesantren sederhana. Dengan melalui pesantren sederhana inilah, beliau menyebarkan dan mengajarkan berbagai ajaran Islam.</p><p><br></p></li><li><p>Sunan Ampel</p><p>Dakwah Raden Rachmat atau Sunan Ampel dimulai saat sang ayah, Maulana Malik Ibrahim menugaskannya untuk menemui Raja Majapahit Prabu Brawijaya. Sekaligus mengunjungi bibinya, Ratu Dwarawati di Trowulan, ibukota Majapahit pada tahun 1440. Lalu, sebagai bentuk upaya penyebaran agama islam, Sunan Ampel membangun Pesantren Ampel Denta. Pesantren Ampel Denta tersebut menjadi pusat dakwah dan menjadi pintu gerbang Majapahit. Sehingga Sunan Ampel menjadikan pusat Majapahit sebagai sasaran dakwah utama. Lalu, melalui pendidikan di pesantrennya itu Sunan Ampel mengajari bebrapa hal kepada pelajar di pesantren. Salah satu ajaran Sunan Ampel yang paling dikenal masyarakat adalah Moh Limo. Isi dari Moh Limo adalah Moh Main : tidak berjudi, Moh Ngombe : tidak mabuk, Moh Maling : Tidak Mencur<strong>i, </strong>Moh Madat : tidak candu, Moh Madon : tidak berzina. </p><ol start="4"><li><p> Sunan Giri adalah salah satu anggota Wali Songo yang berasal dari Blambangan, Jawa Timur. Nama aslinya adalah Muhammad Ainul Yaqin, dan ia juga memiliki nama lain yaitu Joko Samudro, Raden Paku, atau Prabu Satmata. Dalam penyebaran Islam, metode dakwah Sunan Giri meliputi tiga bidang utama, yakni pendidikan, budaya, dan politik.</p></li></ol></li></ol><p>Sunan Giri berdakwah melalui pendidikan dengan mendirikan pesantren. Ia memulai dakwahnya di daerah Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia mendirikan pondok pesantren pertama di Gresik. Pada akhir abad ke-15, Pesantren Giri menjadi pusat penyebaran agama Islam yang terkenal di Jawa. Tidak hanya itu, pengaruhnya juga sangat kuat di Indonesia bagian timur.</p><p><br></p><p>Sunan Giri juga berdakwah melalui budaya dengan memanfaatkan seni pertunjukan, yang di dalamnya diselipkan pedoman hidup yang digali dari ajaran Islam. Salah satu contohnya adalah ia mereformasi seni pertunjukan wayang dengan mengubah isi cerita, lakon, dan suluknya menjadi bernafaskan Islam. Selain itu, Sunan Giri juga menciptakan beberapa gubahan sebagai media dakwah yang berjudul Asmarandana dan Pucung.</p><p><br></p><p>Sunan Giri tidak hanya dikenal sebagai anggota Wali Songo tetapi ia juga dikenal sebagai seorang ahli politik dan tata negara. Sunan Giri adalah raja dari Giri Kedaton sehingga ia sudah terbiasa dengan kehidupan politik dan dapat memimpin rakyat. Karena itulah, ia menjadi leluasa untuk menyebarkan Islam kepada rakyatnya di wilayah Gresik dan sekitarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-22 02:38:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963877462</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Masjid Al Arif, Pasar Senen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963994412</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Anggota :</p><ol><li><p>Anis Aulia</p></li><li><p>Az Zahra Nabiilah Ulfa (tidak hadir, seleksi paskib)</p></li><li><p>Dareen Abu Ayesha</p></li><li><p>Najwa Nur Aulia Ahmad</p></li><li><p>Nauval Ardiansyah </p></li><li><p>Wahyu Prasetyo </p></li></ol><p><br/></p><p>Pengertian:</p><p>Dari segi Linguistik dapat dipahami bahwa tasawuf merupakan sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu&nbsp;bersikap&nbsp;bijaksana.</p><p>Tasawuf juga bisa diartikan sebagai jalan atau cara mendekatkan diri kepada Allah untuk mencapai ridha Allah. Tasawuf mulai masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya Islam ke Indonesia dan tasawuf mengalami banyak perkembangan itu ditandai dengan banyaknya berkembang ajaran tasawuf dan tarikat yang muncul dikalangan masyarakat saat ini yang dibawah oleh para ulama Indonesia yang menuntut ilmu di Mekkah dan Madina kemudian berkembang. Perlu kita ketahui bahwa sebelum Islam datang, dianut, berkembang dan saat ini mendominasi (mayoritas) bahwa telah berkembang berbagai faham tentang konsep Tuhan seperti Animisme, Dinamisme, Budhaisme, Hinduisme. Para mubalig menyebarkan Islam dengan pendekatan tasawuf. M. Sholihin menerangkan bahwa hampir semua daerah yang pertama memeluk Islam&nbsp;bersedia&nbsp;menukar&nbsp;kepercayaannya<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ll" href="https://firdausgaffar.wordpress.com/2013/01/23/masuknya-islam-di-indonesia-dari-tinjauan-tasawuf/#_ftn3"> k</a>arena tertarik pada ajaran tasawuf yang di ajarkan paramubalig pada saat itu.  </p><p><br/></p><p>Contoh:</p><ol><li><p>Sunan Bonang</p></li><li><p>Nuriddin Al-Raniri </p></li><li><p>Hamzah Fansuri</p></li><li><p>Syekh Siti Jenar</p></li><li><p>Sunan Panggung </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2439732028/b8b43505c48c420d0296a8b083a4c3ea/20240422_085102.jpg" />
         <pubDate>2024-04-22 04:10:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2963994412</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2972910470</link>
         <description><![CDATA[<p>• Adapun Sunan Gresik yang datang ke Jawa sebagai pedagang dan kemudian berperan penting dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut melalui aktivitas perdagangannya serta melalui kegiatan dakwah dan pendidikan agama Islam. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://bobo.grid.id/tag/sunan-gresik">Sunan Gresik </a>menjual banyak barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau, sehingga banyak pelanggan yang datang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-29 01:30:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sriuntari45/1xxl7eo1pdg795b8/wish/2972910470</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
