<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kliping fakta pangan by Atmojo darma</title>
      <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-31 13:47:01 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-21 01:53:48 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Gandum</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1371865587</link>
         <description><![CDATA[<div><br>suatu negara mampu memenuhi kebutuhan seluruh pangannya mandiri, tanpa suplai dari negara lain. Globalisasi dan urbanisasi telah merubah kebiasaan pola konsumsi masyarakat di dunia. Rejim perdagangan bebas telah meruntuhkan hambatan perdagangan dan memudahkan konsumen untuk mengakses bahan pangan impor.&nbsp; Ketidakcukupan bahan pangan lokal yang dibutuhkan juga menjadi pertimbangan untuk melakukan impor.&nbsp; Negara berdalih bahwa impor pangan dibutuhkan untuk menjamin suplai nasional sekaligus menjaga <em>food security</em> (keamanan pangan).<br><br></div><div>Impor pangan menjadi sensitif terutama dikaitkan dengan <em>staple food</em> (bahan pokok)<em>)</em> seperti gandum, beras, jagung yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Gandum&nbsp; (<em>Triticum Aestivum</em>) bersama jagung, beras adalah komoditas pangan paling banyak diperdagangkan didunia dan mempunyai nilai&nbsp; strategis. Kerusuhan,&nbsp; dan ketidakstabilan acap kali terjadi di negara berkembang yang belum mampu memenuhi kebutuhan pangan, karena masyarakat tidak mampu mengakses kebutuhan pokok.<br>Indonesia sepenuhnya masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan gandum.&nbsp; Sejak 2018, Indonesia menjadi negara pengimpor gandum terbanyak didunia dengan jumlah 10.096.299 juta ton. Ini merupakan 6,1 % dari jumlah total impor dunia (BPS,2019). Posisi Indonesia sebagai pengimpor gandum nampaknya tidak akan berubah karena pesatnya konsumsi kebutuhan domestik terhadap gandum baik untuk orang dan ternak. Diperkirakan Indonesia akan membutuhkan sekitar 11,3 juta ton gandum dari pasar global pada periode 2019-2020 (USDA, 2019).<br>Australia merupakan partner tradisional yang mendominasi suplai gandum di Indonesia.&nbsp; Tahun 2012-2017, negara ini menguasai 50-60%&nbsp; impor gandum di Indonesia. Pada tahun 2018, mengutip Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) empat negara teratas pengimpor gandum di Indonesia adalah Ukraina (2.419.768) juta ton,&nbsp; Australia (2.419.709),&nbsp; Kanada 1973.706, dan AS 904.174. Meski Ukraina &nbsp; tahun ini sedikit melampau Australia sebagai negara pengimpor gandum terbanyak di Indonesia<br>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 14:04:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1371865587</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Upaya memenuhi kebutuhan gandum di INDONESIA</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1371879652</link>
         <description><![CDATA[<div>Beberapa Universitas di Indonesia sudah mulai menginisiasi singkong menjadi modified cassava flour (mocaf).riset tersebut tetap harus dilanjutkan menemukan teknologi sampai menghasilkan produk yang lebih efisien.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 14:07:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1371879652</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Olahan pangan dari gandum</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1371930827</link>
         <description><![CDATA[<div>Roti Gandum<br>Olahan gandum yang paling populer yaitu roti gandum, baik itu roti tawar ataupun roti dengan berbagai isian. Roti berbahan dasar gandum memiliki tekstur empuk dan cocok untuk menu sarapan dan diet.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1097337261/f30e7ef53689b8f0ab5b3c5b9cd77b16/padlet_image_picker_file_888d8cc6_2013_451c_9fa2_815ba81d1d96.jpg" />
         <pubDate>2021-03-31 14:20:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1371930827</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1371944966</link>
         <description><![CDATA[<div>Kita harus mulai mencari cara untuk mengembangkan tanam gandum di Indonesia supaya Indonesia tidak terlalu banyak mengimpor gandum dari luar negara</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 14:24:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1371944966</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebutuhan masyarakat terhadap sumber pangan Kedelai </title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372006236</link>
         <description><![CDATA[<div>UU No.7 Tahun 1996, tanaman pangan merupakan salah satu komoditas&nbsp;<br>terpenting, karena pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang&nbsp;<br>pemenuhannya menjadi hak masyarakat Indonesia, dan salah satu komoditas tanaman pangan&nbsp;<br>yang paling penting dikonsumsi adalah kedelai.&nbsp;<br>&nbsp;Kedelai merupakan komoditas strategis yang unik di dalam sistem usaha tani&nbsp;<br>Indonesia. Kedelai termasuk dalam tiga besar komoditas pangan utama di Indonesia selain&nbsp;<br>padi dan jagung. Peran kedelai sangat penting terhadap perkembangan penduduk Indonesia.<br>Masyarakat di Indonesia mengolah kedelai menjadi&nbsp;<br>berbagai macam hasil produk pangan seperti tahu, tempe, kecap, susu dan lain-lain. Juga&nbsp;<br>permintaan kedelai terus meningkat setiap tahunnya sejalan dengan bertambahnya penduduk.&nbsp;<br>Kandungan gizi yang terdapat dalam kedelai tinggi, terutama kadar proteinnya yang&nbsp;<br>mencapai 34%. Selain itu harga kedelai relatif lebih murah, hal ini mengakibatkan kedelai&nbsp;<br>diminati sebagai salah satu sumber protein nabati bagi masyarakat Indonesia<br>tahu, tempe, dan kecap sangatmendominasi kedelai untuk bahan pangan di Indonesia, sedangkan sisanya digunakan untuk&nbsp;<br>pengolahan susu kedelai, tauco, tepung, dan olahan bahan baku lainnya. Hal ini menjadikan&nbsp;<br>kedelai sebagai salah satu komoditas penting dan merupakan peluang pasar yang sangat besar&nbsp;<br>bagi pengembangan kedelai di Indonesia&nbsp;<br>kebutuhan kedelai tahun 2012 sebesar 2,2 juta ton dibandingkan&nbsp;<br>dengan tahun 2011 yang hanya sebesar 2,16 juta ton. Dari hasil kebutuhan tersebut rata-rata&nbsp;<br>yang mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri sekitar 25-30%, dimana sisanya diperoleh&nbsp;<br>negara melalui impor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2011 produksi&nbsp;<br>kedelai lokal hanya 851.286 ton atau 29% dari total kebutuhan , sehingga Indonesia harus&nbsp;<br>melakukan impor kedelai sebanyak 2.087.986 ton untuk memenuhi 71% kebutuhan kedelai&nbsp;<br>dalam negeri</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 14:39:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372006236</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Upaya memenuhi kebutuhan kedelai di Indonesia</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372019962</link>
         <description><![CDATA[<div>kedelai dalam negeri baru mampu memenuhi kebutuhan sekitar 40−45%, dan kekurangannya sebesar 55−60% harus diimpor. Upaya pencapaian produksi kedelai meningkat dengan cara melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Terpadu, Pembinaan Swadaya Petani, dan peningkatan Intensitas Tanam (IP) dilakukan di lahan produktif (lahan sawah), sedang perluasan areal yang dibidik adalah lahan kering/kering masam, pasang surut, serta lahan perkebunan dan hutan yang belum produktif.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 14:42:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372019962</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Olahan pangan kedelai </title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372036384</link>
         <description><![CDATA[<div>Tempe&nbsp;<br>Tempe adalah butiran kacang kedelai rebus yang diberi jamur, lalu difermentasi. Tempe bisa digoreng atau diolah lagi menjadi berbagai hidangan lainnya. Saat ini, tempe bukan hanya digemari oleh orang Indonesia. Tapi, orang asing pun semakin banyak yang suka makan tempe. Itu sebabnya, di beberapa negara sudah mulai banyak kios makanan cepat saji yang menjual olahan tempe.<br>Tempe adalah butiran kacang kedelai rebus yang diberi jamur, lalu difermentasi. Tempe bisa digoreng atau diolah lagi menjadi berbagai hidangan lainnya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1097337261/de77f037bac1499316c1c7283059f84b/padlet_image_picker_file_59159037_3fab_4f4b_86c8_38d899f5ac77.jpg" />
         <pubDate>2021-03-31 14:46:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372036384</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan dari kedelai</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372044545</link>
         <description><![CDATA[<div>Kita harus semakin banyak mengembangkan kedelai supaya mengurangi jumlah impor</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 14:49:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372044545</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Upaya memenuhi kebutuhan jagung</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372064026</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia sudah bisa ekspor (jagung) ke ASEAN, seperti pernah ke Filipina dan Malaysia. Produksi jagung juga dipacu agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Ketua Umum Dewan Jagung Nasional (DJN) Fadel Muhammad.<br>Fadel mengungkapkan, terkait produktivitas jagung, Indonesia sebenarnya tidak perlu merasa khawatir. Pasalnya, ada sekitar 22 daerah yang digolongkan sentra jagung tersebar di Tanah Air.<br>Fadel mengungkapkan, terkait produktivitas jagung, Indonesia sebenarnya tidak perlu merasa khawatir. Pasalnya, ada sekitar 22 daerah yang digolongkan sentra jagung tersebar di Tanah Air.<br>Seperti di antaranya ada wilayah provinsi di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Lampung, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat</div><div>Menurut Fadel, produksi jagung yang cukup di Indonesia juga menyangkut dengan kehidupan dan kepentingan ketahanan pangan nasional. Termasuk mendukung kemajuan subsektor peternakan.<br>Fadel mencontohkan, dapat saja menjadi awal pengembangan subsektor industri unggas di wilayah sentra jagung sehingga tidak lagi mengandalkan jagung impor sebagai pakan ternak.<br>Lainnya, dengan mendorong produktivitas jagung nasional akan menyentuh kesejahteraan taraf hidup petani. Mengandalkan jagung impor untuk domestik bakal membuat ekonomi dan pendapatan petani lokal menurun.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 14:53:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372064026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebutuhan masyarakat terhadap sumber pangan jagung</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372087586</link>
         <description><![CDATA[<div>alternatif pangan pokok adalah jagung. Tanaman jagung (Zea mays L.,) adalah salah satu jenis tanaman biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan (Graminaceae) yang sudah populer di seluruh dunia. Di Indonesia,&nbsp; daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Daerah Istimewa Yogyakarta,&nbsp; Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Maluku.&nbsp; Khusus di daerah Jawa Timur dan Madura, tanaman jagung dibudidayakan cukup intensif karena, selain tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman jagung.<br>Jagung banyak ditanam dan dikonsumsi terutama di daerah marjinal. Komoditas pangan ini mempunyai kadar dan mutu protein yang relatif rendah, sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan protein masyarakat kurang mampu, apalagi bagi mereka yang kekurangan gizi. Prevalensi kekurangan kalori protein (KKP) di pedesaan Afrika dan Amerika Latin menggambarkan ketidakcukupan asupan gizi dari diet berbasis jagung (Brown&nbsp; et&nbsp; al., 1988)<br>Jagung sangat berpotensi sebagai bahan pangan pokok karena ditunjang dengan komposisi kimia sebagai berikut, yaitu : 71 , 3% pati, 3,7% protein, 1,0% lemak, 86,7% serat kasar,&nbsp; 0,8% dan 0,34 % gula (persentase berdasar bobot kering; Inglett, 1987).<br>Komponen utama jagung adalah pati, yaitu sekitar 70% dari bobot biji. Komponen karbohidrat lain adalah gula sederhana, yaitu glukosa, sukrosa dan fruktosa, 1-3% dari bobot biji.<br>Mutu gizi jagung sebagai bahan pangan ditentukan oleh asam amino penyusun protein.&nbsp; Jagung biasa mengandung lisin dan triptofan lebih rendah dibanding jagung QPM (Quality Protein Maize). Jagung biasa mengandung leusin yang tinggi,sebaliknya pada jagung QPM rendah.<br>Keunggulan jagung QPM terutama kandungan lisin dan triptofannya lebih tinggi dibanding jagung biasa. Meskipun QPM mengandung protein relatif sama dengan jagung biasa, namun pemanfaatan protein tersebut di dalam tubuh 2-3 kali lipat dibanding jagung biasa karena mutu dan nilai biologi proteinnya jauh lebih tinggi&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 14:59:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372087586</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Olahan pangan dari jagung</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372097662</link>
         <description><![CDATA[<div>Nasi jagung adalah suatu makanan khas Indonesia yang terbuat dari jagung sebagai bahan dasarnya. Jagung yang digunakan dalam membuat nasi jagung adalah jagung yang sudah tua atau dikenal dengan istilah jagung pipil.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1097337261/e13b4276d340b36c63093488990808d7/padlet_image_picker_file_41f1ca9d_4287_4957_862d_a81c5ae593df.jpg" />
         <pubDate>2021-03-31 15:01:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372097662</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan Jagung</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372104551</link>
         <description><![CDATA[<div>Hasil Tani jagung di Indonesia sebenarnya sudah banyak tapi belum semua masyarakat Indonesia mengerti mengolah jagung tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 15:03:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372104551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Upaya memenuhi kebutuhan ubi</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372123859</link>
         <description><![CDATA[<div>Muhammad Syahrial, Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian dan Perdagangan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi), meminta pembudi daya singkong dapat menyesuaikan produksinya.Singkong yang kerap disebut-sebut sebagai komoditi ajaib hingga kini memang belum dioptimalkan. Padahal, produksi singkong Indonesia pada 2010 mencapai sekitar 23 juta ton dan sempat tercatat sebagai negara terbesar ketiga pengekspor singkong dunia.Sekteratis Jenderal Hippi Herman Heru Suprobo menambahkan dari sisi budi daya singkong di Indonesia, komoditas ini masih termasuk secondary crops atau komoditi kelas dua. Padahal gizi singkong sebagai sumber karbohidrat lebih tinggi dibandingkan beras. Hanya saja, memang nilai protein dan lemaknya lebih rendah dari beras, ujar Herman Heru Suprobo dalam penjelasannya dalam seminar bertajuk Optimalisasi Potensi Ubi Kayu sebagai Komoditi Andalan Nasional.Agenda tersebut dilaksanakan secara berkolaborasi oleh Hippi dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Kampus LP3I Jakarta hari ini untuk meningkatkan peranan petani berstatus UKM dalam peningkatan produksi singkong nasional.Jika diolah dengan pangan lain yang mempunyai nilai gizi lebih tinggi, singkong sangat bermanfaat sebagai bahan pangan. Sebab, singkong juga multi guna selain jadi makanan. Komoditas ini juga bisa menjadi pakan, lem, obat, bedak, dan pestisida.Meski demikian, kata Herman, para petani ubi kayu hingga kini masih enggan menggunakan benih unggul, pupuk, teknologi dan penerapan pemeliharaan tanaman yang baik dan benar. Petani ubi kayu banyak yang berpindah ke jenis tanaman lainnya. Presidium ICMI Marwah Daud Ibrahim mengatakan Indonesia memang banyak menghasilkan dan membutuhkan ubi kayu.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 15:08:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372123859</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebutuhan masyarakat terhadap sumber pangan ubi</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372141366</link>
         <description><![CDATA[<div>ditunjukkan oleh adanya peningkatan konsumsi jagung dan singkong selama krisis (Husaini, 2002). Peningkatan konsumsi umbi-umbian dan sumber karbohidrat lain sebagai upaya untuk menurunkan konsumsi beras juga dilakukan oleh Dewan Ketahanan Pangan. Percepatan diversifikasi konsumsi pangan oleh Dewan Ketahanan Pangan menuju komposisi pola pangan secara ideal sudah dimulai tahun 2007 sehingga diharapkan konsumsi beras turun 1 % per tahun, sedangkan konsumsi umbi umbian naik 1 - 2 % per tahun. Untuk mewujudkan terciptanya diversifikasi konsumsi bahan pangal1 pokok diperlukan upaya-upaya untuk mengembangkan berbagai bah an pangan sumber karbohidrat non beras, terutama bahan pangan indigenus, sehingga dapat diterima sebagai bah an pangan pokok. Meskipun belum maksimal, usaha-usaha untuk menggali potensi bahan pangan indigenus sumber karbohidrat sebenamya sudah cukup banyak dilakukan. Beberapa hasil penelitian berhasil membuktikan bahwa terdapat bahan-bah an pangan indigenus sumber karbohidrat yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi altematif bahan subtitusi atau komplementer dari beras dan terigu. Salah satu bahan pangan indigenus yang diketahui berpotensi untuk dikembangkan menjadi sumber karbohidrat adalah ubijalar. Pengembangan ubijalar didasari oleh beberapa faktor pendukung, yaitu: (1) Budidaya ubijalar memerlukan input rendah, beresiko kecil serta memiliki penyebaran lingkungan tumbuh cukup luas; (2) berumur pendek (3,5 bulan); (3) memiliki produktivitas yang tinggi; (4) memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan; (5) harga umbi relatif lebih tinggi; dan (6) potensi pemanfaatannya cukup luas. Upaya untuk mengembangkan potensi ubijalar sebagai bahan pangan indigenus sumber karbohidrat telah dirintis melalui RUSNAS Diversifikasi Pangan. Saat ini telah dikembangkan suatu klaster yang mengembangkan ubijalar dari budi daya hingga pengolahannya menjadi tepung ubijalar. Lebih lanjut dilakukan pula pengembangan produk-produk pangan berbahan dasar ubijalar dan tepung ubijalar. Selain itu, melalui kegiatan RUSNAS ini, dilakukan beberapa riset mengenai khasiat kesehatan dari ubijalar. Dari hasil riset tersebut diketahui ubijalar berpotensi sebagai prebiotik serta memiliki indeks glisemik yang rendah sehingga memberikan efek yang baik bagi kesehatan. Tergalinya potensi ubijalar sebagai pangan fungsional tentu saja akan menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan nilai jual ubijalar. Beberapa permasalahan memang masih dihadapi dalam pengembangan ubijalar, baik dari segi produktivitas maupun pengolahannya. Produksi ubijalar di lahan tanam di Cibungbulang saat ini belum dapat mencapai titik optimal. Hal ini berpengaruh terhadap sulitnya menetapkan harga jual ubijalar yang relatif murah, sehingga prod uk tepung ubijalar yang dihasilkan pun sulit dijual dengan harga yang kompetitif di pasaran. Semua permasalahan tersebut masih dicoba untuk dijawab oleh RUSNAS Diversifikasi Pangan Pokok melalui berbagai riset mengenai ubijalar. Baik riset untuk meningkatkan produktivitas ubijalar, maupun riset untuk mengetahui sifat fungsional dari ubijalar serta riset untuk pengembangan produk-produk berbahan baku ubijalar dan tepung ubijalar .</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 15:12:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372141366</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Olahan pangan dari ubi</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372159614</link>
         <description><![CDATA[<div>Ubi mengandung 76 gram karbohidrat dan 320 kalori dalam 200 gramnya. Kandungan tersebut merupakan sumber energi yang baik bagi tubuh dan meningkatkan stamina. Karbohidrat pada singkong akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi untuk sel tubuh manusia.<br>Selain itu, ubi memiliki vitamin B tinggi yang bertugas meningkatkan sistem metabolisme tubuh. Singkong juga memiliki senyawa asam amino esensial dan serat yang baik bagi kesehatan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1097337261/363895748c8b74f3e295435864129541/padlet_image_picker_file_7427af54_c534_4cc1_b539_f64c587ded68.jpg" />
         <pubDate>2021-03-31 15:16:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372159614</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan</title>
         <author>atmojodarma</author>
         <link>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372178510</link>
         <description><![CDATA[<div>Kita harus membudidayakan ubi untuk mengantisipasi krisis ekonomi dan tidak mampu membeli beras</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-31 15:21:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atmojodarma/1xgiiz8fhrbp9q6j/wish/1372178510</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
