<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pendidikan Islam 2 Rajin by Hanas Shafie</title>
      <link>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i</link>
      <description>Pel.13 PANDUAN DARIPADA ALLAH SWT</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-03-27 17:47:55 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2020-04-22 06:03:11 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/506027459</link>
         <description><![CDATA[<div><a href="https://iluminasi.com/bm/5-fakta-sains-yang-sudah-tertulis-dalam-al-quran.html">https://iluminasi.com/bm/5-fakta-sains-yang-sudah-tertulis-dalam-al-quran.html</a></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-14 10:03:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/506027459</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Danish Afiq</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/506043999</link>
         <description><![CDATA[<div> Alam Semesta yang terus mengembang<br><br></div><div><strong>Surah Ad Dhariyat ayat 47</strong></div><div>"Dan langit itu Kami dirikan dengan kekuasaan Kami (dalam bentuk binaan yang kukuh rapi). Dan sesungguhnya Kami adalah mempunyai kekuasaan yang luas tidak terhingga."</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-14 10:14:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/506043999</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Effa </title>
         <author>nureffanorman</author>
         <link>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/520303544</link>
         <description><![CDATA[<div>AIR MASIN DAN AIR TAWAR TIDAK AKAN BERCAMPUR<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://tanwir.my/kebenaran-al-quran-dua-laut-yang-tidak-pernah-menyatu/" />
         <pubDate>2020-04-21 13:53:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/520303544</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khairina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/520331804</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Bertemunya Dua Lautan</strong></div><div>Pertemuan antara dua arus laut ini terjadi di Selat Gibraltar, tepatnya di antara Spanyol dan Maroko. Menurut para ilmuwan, fenomena tersebut terjadi karena air laut dari Samudera Atlantik dan dari Laut Mediterania memiliki karateristik yang berbeda, dilihat dari suhu air, kadar garam, dan kerapatannya.<br><br></div><div>Mengenai fenomena bertemunya dua lautan ini, Al-Qur’an telah menjelaskannya 14 abad silam. Allah berfirman,<br><br><em>“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampui masing-masing.”</em> (QS. Ar-Rahman: 19-20)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-21 14:02:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/520331804</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Heidi Natasya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/520434921</link>
         <description><![CDATA[<div>Api di Dasar Laut<br><br>Fenomena ini ditemukan oleh seorang ahli geologi asal Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov, dan seorang ilmuwan asal Amerika Serikat.<br>Mereka meneliti kerak bumi dan patahannya di dasar laut lepas pantai Miami. Mereka kemudian menemukan lava cair yang mengalir disertai abu vulkanik yang suhunya mencapai 231 derajat celcius.<br>Al-Quran, lagi-lagi, sudah menyinggung tentang api di dasar lautan ini.<br><br>وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِ<br><br>“Dan laut yang di dalam tanahnya ada api.” (QS. At-Tur: 6)<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-21 14:34:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/520434921</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nuryn Iris</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/521820015</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)<br></em></strong><br><strong>1)</strong> <strong>Dasar Lautan yang Gelap</strong></div><div>Manusia tak mampu menyelam 40 meter di bawah laut tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul “Oceans” dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hampir tak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman 1.000 meter tak terdapat cahaya sama sekali.<br><br></div><div>Kondisi dasar laut yang gelap baru telah diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun, Al-Qur’an telah menjelaskan keadaan dasar lautan tersebut sejak ribuan tahun yang lalu.<br><br></div><div><strong>أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗ وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللهُ لَهُ نُوْرًا فَمَا لَهُ مِنْ نُوْرٍ<br></strong><br></div><div><em>“Atau seperti gelap gelita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-menindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah maka tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun."<br><br></em><strong>2)</strong><em> </em><strong>Sungai di bawah laut</strong></div><div><br></div><div><em>“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)</em></div><div><br></div><div>Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , beliau seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Sepanjang hidupnya, dia menyelam ke pelbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.</div><div><br></div><div>Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding yang membatasi dua laut itu.</div><div><br></div><div>Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tetap tidak dapat jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.</div><div><br></div><div>Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian dia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi <br><strong>“Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. </strong>.<br>”Maksudnya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.</div><div><br></div><div>Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya dianggap sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi <br><strong>“Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan”</strong> <br>yang bermaksud “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.</div><div><br></div><div>Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang mengandungi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam..</div><div><br><br></div><div><em><br></em><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-22 02:49:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/521820015</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ALAYNA MYIESHA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/522023960</link>
         <description><![CDATA[<div> Langit dan bumi berasal dari asap (Kosmologi) – Di dalam surah Fussilat Allah berfirman: “Kemudian Dia menuju ke langit dan langit ketika itu berbentuk dukhan (asap) lalu Dia berkata kepadanya dan bumi: ‘Datanglah kamu berdua dengan tunduk atau terpaksa’. Keduanya menjawab: ‘Kami datang dengan tunduk’”. (Fussilat ayat 11) Berhubung ayat ini, di dalam kitab al-Asas fit Tafsir, Syeikh Said Hawa berkata, “Sesungguhnya memang sudah ada suatu keyakinan bahawa sebelum terjadinya bintang-bintang, keadaan di angkasa raya adalah di dalam bentuk gas seumpama asap.. Pandangan yang seperti ini boleh dianggap sebagai sahih kerana ia begitu hampir dengan maksud kalimat dukhan di dalam al-Quran”. Kajian pada hari ini menunjukkan bahawa asal-usul kejadian bumi serta bintangbintang ada perkaitan dengan asap. Asap ini mengandungi ‘gas-gas tertentu serta habuk kosmik’. Berhubung dengan ini, dalam laman sesawang NASA (di http://science.nasa.gov/astrophysics/focus-areas/how-do-stars-form-and-evolve/), dilaporkan, bintang-bintang berasal daripada gumpalan asap yang panas yang mengandungi gas dan habuk. Bahan-bahan ini melahirkan bintang-bintang (termasuk matahari). Baki daripadanya melahirkan, antaranya, planet-planet (termasuk bumi). Pengerusi Jawatankuasa Mukjizat Saintifik di dalam al-Quran dan Sunnah (Mesir), Profesor Dr. Zaghloul an-Najjar, dalam tulisannya bertajuk The Cosmic Smoke (http://www.elnaggarzr.com/en/main.php?id=48), berkata, “(Penggunaan pelbagai teknologi canggih) membantu ke arah mengenal pasti asap di angkasa yang terhasil selepas berlakunya Big Bang. Ia jelas menunjukkan kalimat dukhan (asap) yang digunakan al-Quran menceritakan keadaan alam di peringkat awal dahulu dengan tepat sekali.” Yang jelas ialah, tidak mungkin fakta kosmologi ini diketahui Nabi 1400 tahun dahulu tanpa bantuan wahyu. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-22 05:57:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanasshafie/1wucxwkzj92i/wish/522023960</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
