<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PERBINCANGAN AYAT-AYAT TENTANG PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI  DALAM TEMPOH MASA 6 HARI DAN PANDANGAN MUFASSIR DAN ASTRONOMIi by Amzar Haziq</title>
      <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11</link>
      <description>Tugasan IIP2013 Petunjuk al-Quran dan al-Sunnah Tentang Astronomi</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-01-27 06:31:47 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-12-15 02:33:03 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kejadian Langit dan Bumi</title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015190088</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Surah Al-Anbiyā’, 21:30</div><div dir="rtl"><strong><br>اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ</strong></div><div><strong><br>Maksunya</strong>:“Dan Apakah orang-orang&nbsp; yang&nbsp; kafir&nbsp; tidak&nbsp; mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?”</div><ul><li>Ahli-ahli tafsir pun telah menafsirkan ayat ini menurut perkembangan pengetahuan yang ada pada zamannya. Sebagaimana yang Hamka uraikan dalam tafsirnya menurut Ibnu Katsir beliau menafsirkan bahwa langit yang banyak itu, yaitu tujuh petala langit, dengan bumi kita ini asal mulanya adalah berpadu satu, berhubungan-hubungan, berpilin-pilin, maka lama kelamaan keduanya dipisahkan Allah, tujuh petala langit naik keatas, tujuh petala bumi turun ke bawah, di antara langit yang terdekat, yaitu langit dunia dengan bumi ini, dipisahkan dengan udara (hawa). Maka langit pun menurunkan hujan, bumi menumbuhkan tumbuhan</li></ul><div>[Hamka, Tafsir Al-Azhar]</div>]]></description>
         <enclosure url="https://images.unsplash.com/photo-1559876107-3ff3f514e6c2?crop=entropy&amp;cs=srgb&amp;fm=jpg&amp;ixid=Mnw3ODI2fDB8MXxzZWFyY2h8OTd8fGNyZWF0aW9uJTIwaGVhdmVuJTIwYW5kJTIwZWFydGh8ZW58MXx8fHwxNjQzNTUxMzg0&amp;ixlib=rb-1.2.1&amp;q=85" />
         <pubDate>2022-01-27 06:33:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015190088</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pandangan Agama Kristian</title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015246673</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebagai agama samawi, pandanga Kristian tentang penciptaan alam tidak jauh beza dengan Islam. Dalam Bible, dinyatakan bahawa pencitaan terjadi melalui beberapa fasa.&nbsp; Di hari pertama Allah menciptakan dari kegelapan menuju terang. Injil berkata; Berfirmanlah Allah; “jadilah terang.”Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama”.&nbsp;<br><br>&nbsp;Di hari kedua Allah menciptakan langit. Berfirmanlah Allah; “jadilah cakrawala ditengah segala air untuk memisahkan air dari air’. Maka Allah menjadikan cakrawala dan ia memisahkan air yang ada dibawah cakrawala itu dari air yang ada diatasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah dari kedua.&nbsp;<br><br>Pada hari ketiga Allah menciptakan daratan, tanah dan tanaman. Berfirmanlah Allah; “Hendaklah segala air yang dibawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan&nbsp; yang kering.’ Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamainya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah; “hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuhtumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang mengaslkan buah yang berbiji, segala jenis buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan dibumi”. Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuhtumbuhan yang berbiji dan segala sjenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga”.&nbsp;<br><br>Pada hari keempat Allah menciptakan benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Sedangkan dihari kelima Allah menciptakan makhluq hidup yang berada dalam air, segala sejis burung, segala jenis makhluk hidup yang bergerak. Pada hari pamungkas hari keenam Allah menciptakan binatang liar, segala jenis ternak dan akhirnya menciptakan manusia, supaya manusia berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung di udara, ternak dan seluruh isi bumi. Selanjutnya Bible berkata; Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatnya itu, berhentilah ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang dibuatnya itu, berhentilah ia pada hari ketuju dari segala pekerjaan yang telah dibuatnya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh dan mengkuduskannya, karena pada hari itulah ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatnya itu.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.counselingphoenixscottsdale.com/wp-content/uploads/2018/01/Christian-Counseling.jpg" />
         <pubDate>2022-01-27 07:16:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015246673</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ajaran Hindu tentang Penciptaan Alam</title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015249692</link>
         <description><![CDATA[<div>Berbeza dengan keyakinan didalam agama Islam, Kristian, Yahudi yang mengajarkan bahwa alam semesta itu diciptkan Tuhan yang maha esa dari tiada menjadi ada melalui iradat dan kudratnya yang tiada terbatas, maka agama Brahma atau Hindu mengajarkan bahawa alam semesta itu adalah pancaran zat Brahma. Upanishads pada bagian (hanogya mengungkapkan tentang kejadian alam semesta sebagai berikut; “In the beginning there was existence alone, one only, without a second. He, the one, thought to himself; let me be many, let me be grow forth. Thus out of himself he projected the universe; and having projected out of himself the universe, he entered into every being, all that&nbsp; is has it self in him alone. Of all things he is the subtle essence. He is the truth. He is the self. And that, svetaku, that art thou ".<br><br>Di dalam Upanishads pada bahagian (handogya itu disahkan setrnya bahwa terhadap svetaku yang belum dapat memahamkan hal itu, maka Rishi Uddalaka menyuruh svetaku meletakkan kepingan garam kedalam mangkok air. Pada keesokannya, Rishi Uddalaka lalu menyuruh Svetaku memeriksa kepingan. Sudah tidak ada, Rishi Udallaka menyuruh Svetaku mencicipinya dan dirasakan air tawar itu menjadi asin. Rishi Udallaka lalu menyatakan bahwa demianlah zat Brahma itu menyerap kedalam seluruh yang ada dan itulah Atma yang merupakan proyeksi dari zat Brahman. Berangkat dari atas maka dalam difahami, sebenarnya Brahman berkehendak menjadi banyak dan selanjutnya kejadiaanya menerus secara teratur. Namun, tampaknya pemikiran India tidak mengangaap adanya awal pertama dari alam semesta ini saat kapanpun dan juga tidak menganggap adanya tujuan akhir yang pasti. Ia bahkan mendukung pandangan bahwa alam semesta ini secara periodic mengalami penciptaan dan peleburan. Dalam siklus pencitaan dan peleburan secara periodic ini, alam semesta mengalami empat tahapan yang teratur, yaitu satya, treat, dvapara dan kaliyuga. Pada tahap akhir kaliyuga, alam semesta menjadi terlalu rusak dan harus dilebur untuk memperbaharui kembali.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://wallpapercave.com/wp/ddT8iv1.jpg" />
         <pubDate>2022-01-27 07:18:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015249692</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ajaran Budha tentang Alam</title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015250646</link>
         <description><![CDATA[<div>Siddharta Gautama tidak menolak dan tidak pula berbicara tentang alam semesta dan alam ghaib. Seperti yang terdapat pada Sutta-Pitaka, pada bahagian Majjhima-Nikaya dalam Sutta 63. Diceritakan bahawa seorang murid bernama malunkyraputera bertanya tentang hal itu dan Budha Gautama memberikan jawabannya; “Kehidupan beragama itu tidak bergantung pada ajaran bahwa alam itu tidak abadi sekalipun ajaran serupa itu ada, bahwa alam itu abadi/alam itu tidak abadi. Tetapi disitu tetap ada kelahiran, usia tua, mau, duka, ratapan, derita kemalangan dan kekecewaan.25 Maka boleh dibilang bahwa dalam agama Budha alam sama sekali tidak di singgung dalam ajaran mereka, baik berupa penciptaannya dan peleburan periodic maupun kekekekalan alam dunia ini. Baginya dunia ini hanya merupakan arus peristiwa yang bersifat sementara saja, sehingga penuh penderitaan. Namun Budhisme sendiri tak dapat menolak pentingnya alam dunia ini guna pencapaian nirvana. Maka dunia memiliki makna dan tujuan bagi umat manusia.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://wallpapercave.com/wp/wp2048105.jpg" />
         <pubDate>2022-01-27 07:19:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015250646</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015254854</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Penciptaan langit dan bumi ialah salah satu tanda kekuasaan Allah</li><li>Kita boleh melihat keteraturan penciptaannya</li></ul><ul dir="rtl"><li>&nbsp;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ‎﴿١٩٠﴾‏ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ‎﴿١٩١﴾‏</li></ul><ul><li>Maksudnya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. (Iaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharilah kami dari seksa neraka.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://image.winudf.com/v2/image/Y29tLmZyZWUud2FsbHBhcGVycy5hbGxhaC5oZF9zY3JlZW5zaG90c18xXzZhODViNmFk/screen-1.jpg?fakeurl=1&amp;type=.jpg" />
         <pubDate>2022-01-27 07:21:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015254854</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015255425</link>
         <description><![CDATA[<div>Abu al-Saud. (n.d.). <em>Irsyad al-Aqlu al-Salim ila Mazaya al-Quran al-Karim.<br></em><br></div><div>Adam Malik, &amp; Dadan Nurul Haq. (2016). <em>Penciptaan Alam Semesta Menurut al-Quran dan Teori Big Bang.</em> Bandung: UIN Sunan Gunung Djati.<br><br></div><div>al-Qurtubi. (n.d.). <em>Al-Jami' Li Ahkam al-Quran.<br></em><br></div><div>Dedeh Uies. (2016). Penafisran Teori Big Bang Dalam Perspektif al-Quran. <em>Jurnal al-Fath</em>, 57-80.<br><br></div><div>HAMKA. (n.d.). <em>Tafsir al-Azhar.<br></em><br></div><div>Ibn Kathir. (n.d.). <em>Al-Bidayah wa al-Nihayah.<br></em><br></div><div>Kamarul Azmi Jasmi, &amp; Nurliyana Ahmad Zawawi. (2013). Al-Quran dan Geografi. In Kamarul Azmi Jasmi, <em>Sains Asas, Fizik, Kimia, dan Geografi dari Perspektif al-Quran</em> (pp. 55-81). Johor Bahru: UTM Press.<br><br></div><div>Mersi Hendra. (2020). Konsep Penciptaan Bumi dalam al-Quran (Studi Terhadap QS. al-Anbiya'[21]: 30) Menurut HAMKA dalam Tafsir al-Azhar. <em>Tafsere</em>, 108-137.<br><br></div><div>S.S Datuk Dr. Zulkifli bin Mohamad Al-Bakri. (2016, September 21). <em>Irsyad al-Fatwa ke-129: Penciptaan Langit dan Bumi</em>. Retrieved from Laman Sesawang Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan: https://muftiwp.gov.my/artikel/irsyad-fatwa/irsyad-fatwa-umum/1236-irsyad-al-fatwa-ke-129-penciptaan-langit-bumi<br><br>Tafsir al-Tabari - Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Aayi al-Quran, Imam al-Tabari (310H)<br><br>Al-Jami' li al-Ahkami al-Quran, Imam Abu Bakr al-Qurtubi (671H)<br><br>Imam Jalaluddin As-Suyuti,&nbsp; Tafsir Jalalain<br><br>Tafsir Fakh al-Razi - Tafsir al-Kabir wa Mafatih al-Ghayb, Imam al-Razi (604H)<br><br>Fathu al-Qadir al-Jami' bayna Fanni al-Riwayah wa al-Dirayah min 'Ilm al-Tafsir, Imam al-Syaukani (1250H)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-27 07:22:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015255425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ahli-Ahli Kumpulan</title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015302499</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><strong>Amzar Haziq bin Aznam - 17131945</strong></li><li><strong>Muhammad Haakem bin Azman - 17131559</strong></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-27 07:53:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015302499</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI DALAM MASA ENAM HARI</title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015304835</link>
         <description><![CDATA[<ul dir="rtl"><li>ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ٱلرَّحۡمَٰنُ فَسۡ‍َٔلۡ بِهِۦ خَبِيرٗا ٥٩</li></ul><div><strong><br>Maksudnya:</strong>&nbsp; <em>Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. </em>(Al-Furqan: 59)</div><ul dir="rtl"><li>ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ مَا لَكُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِيّٖ وَلَا شَفِيعٍۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ ٤</li></ul><div><strong><br>Maksudnya:</strong>&nbsp; <em>Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? </em>(Al-Sajdah: 4)<br><br>Para ulama’ telah berbeza pendapat pada menafsirkan&nbsp; فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ iaitu penciptaan langit dan bumi pada enam masa</div><div><br>Bagi maksud enam hari di sini, terdapat khilaf antara ulama' :<br>1.&nbsp; Menurut Mujahid,&nbsp; Imam Ahmad dan Ibnu ‘Abbas, hari yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah hari dunia&nbsp; yang dimulai dari hari Ahad dan berakhir hari Jumat (6 hari).<br>2. Diantara ulama yang berpendapat bahwa satu hari sama dengan seribu tahun adalah al-Qurthubi. Beliau mengatakan dalam&nbsp; tafsirnya , <a href="https://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=1&amp;tTafsirNo=5&amp;tSoraNo=7&amp;tAyahNo=54&amp;tDisplay=yes&amp;UserProfile=0&amp;LanguageId=1">https://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=1&amp;tTafsirNo=5&amp;tSoraNo=7&amp;tAyahNo=54&amp;tDisplay=yes&amp;UserProfile=0&amp;LanguageId=1</a> <br>Dalam waktu 6 hari, maksudnya adalah hari di akhirat, bahwa satu hari sama dengan 1000 tahun, karena besarnya penciptaan langit dan bumi. (Tafsir al-Qurthubi, 7/219)<br><br>3.At-Tabari menyebutkan ulama berbeza pendapat, tetapi dia mentafsirkan kata enam hari ini sebagai enam hari yang sesungguhnya, iaitu hari isnin, selasa, rabu, khamis, jumaat dan sabtu, tetapi menyebutkan satu hari ini mengikut perkiraan manusia adalah seribu tahun (<a href="https://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=1&amp;tTafsirNo=1&amp;tSoraNo=7&amp;tAyahNo=54&amp;tDisplay=yes&amp;UserProfile=0&amp;LanguageId=1">Tafsir at-Tabari</a>). Maksudnya, hari ahad, isnin, selasa, rabu sehingga jumaat ini berlalu dengan cukup lama, tetapi ia tetap hari-hari ini yang dimaksudkan.<br>4.Ar-Razi menyebut di dalam tafsirnya Tafsir al-Kabir, bahawa enam hari ini adalah enam hari seperti perkiraan manusia, yakni 24 jam setiap hari. Ar-Razi berhujah bahawa apabila ayat Qur'an menyebutkan enam hari tanpa menerangkan maknanya, maka ia bermaksud pendengar al-Qur'an sudahpun memahami apa maksudnya, yakni enam hari seperti yang difahami umum. Bagi mereka yang mengatakan matahari dan bulan belum diciptakan, maka bagaimana boleh dikatakan 24 jam itu wujud, ar-Razi menjawab selagi mana tempohnya 24 jam seperti kiraan manusia, maka biarpun matahari dan bulan tiada pun, tempoh 24 jam itulah yang dimaksudkan dengan satu hari. (<a href="https://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=1&amp;tTafsirNo=4&amp;tSoraNo=10&amp;tAyahNo=3&amp;tDisplay=yes&amp;Page=4&amp;Size=1&amp;LanguageId=1">Tafsir ar-Razi</a>).<br>4.Tafsir As-Suyuti menyebutkan bahawa enam hari ini adalah enam hari dunia (yakni 24 jam) (<a href="https://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=1&amp;tTafsirNo=8&amp;tSoraNo=7&amp;tAyahNo=54&amp;tDisplay=yes&amp;UserProfile=0&amp;LanguageId=1">Tafsir as-Suyuti</a>)<br>5. Tafsir ash-Shaukani menyebutkan satu hari adalah seribu tahun dan ini yang tafsiran yang dipilihnya <span>(Tafsir asy-Shaukani)</span>.<br><br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-27 07:54:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015304835</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Langit &amp; Bumi: Mana Yang Diciptakan Dahulu?</title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015306722</link>
         <description><![CDATA[<div>Firman Allah SWT:<br><br></div><div dir="rtl"><strong>هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ</strong>&nbsp;<br><br></div><div><strong>Maksudnya:</strong> <em>Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. </em>(Al-Baqarah: 29)<br><br></div><div>Berdasarkan firman di atas, makanya penciptaan bumi didahulukan daripada penciptaan langit. Ianya seumpama asas pembinaan yang mana perlu diciptakan tapaknya dahulu sebelum ditinggikan bahagian atap. Ini sepertimana yang dinukilkan oleh al-Imam Ibn Kathir Rahimahullah di dalam kitabnya <em>al-Bidayah wa al-Nihayah</em> (1/15).</div>]]></description>
         <enclosure url="https://4.bp.blogspot.com/-0difbXUwboQ/VTeBpY_OYVI/AAAAAAAABoQ/xHjGG3VmRvM/s1600/earth_by_cipriany-d1gm2of.jpg" />
         <pubDate>2022-01-27 07:55:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015306722</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Isi Kandungan</title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015312984</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Pengenalan dan latar belakang</li><li>Indeks Al-Quran dan Hadis berkaitan penciptaan langit dan bumi</li><li>Tafsir Ayat al-Quran dan Syarah Hadis tentang Penciptaan langgit dan bumi</li><li>Fakta Sains dan pandangan agama lain berkenaan penciptaan langit dan bumi</li><li>Kaitan ayat al-Quran dan Hadis dengan fakta Sains berkaitan penciptaan langit dan bumi</li><li>Kesimpulan&nbsp;</li><li>Rujukan</li></ol><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-27 07:59:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015312984</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengenalan</title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015325617</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Salah satu pegangan akidah Islam ialah mengimani bahawa Allah S.W.T. Maha Berkuasa untuk menciptakan sesuatu.</li><li>Penciptaan langit dan bumi ialah salah satu bukti kekuasaan Allah</li><li>Allah juga menciptakan sesuatu dengan hanya menyebut "كن" iaitu "Jadilah!", maka sesuatu itu akan tercipta.</li><li>Namun, Allah menjadikan langit dan bumi dalam tempoh masa 6 hari sebagaimana yang dijelaskan di dalam beberapa ayat al-Quran</li><li>Oleh itu, menjadi persoalan mengapa Allah mengambil masa 6 hari untuk menjadikan langit dan bumi?</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="http://1.bp.blogspot.com/-wvTfHEz9yw4/T6ODZkbuZFI/AAAAAAAABQg/_TBiUDyB9_k/s1600/langit+bumi.jpg" />
         <pubDate>2022-01-27 08:07:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015325617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang</title>
         <author>amzarhaziq00</author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015326125</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Meniliti persoalan di atas kita akan melihat tafsiran-tafsiran dalil-dalil yang berkaitan tentang penciptaan langit dan bumi dalam masa 6 hari dan mengaitkannya dengan pandangan ahli astronomi berkenaannya.</li><li>Kajian akan dilakukan dengan melihat kepada indeks al-Quran dan Hadis berkaitan penciptaan langit dan bumi, kemudian akan melihat kepada tafsiran dan syarah kepada dalil-dalil yang dipilih untuk tajuk</li><li>Kita juga akan melihat kepada fakta sains dan pandangan agama-agama lain berkenaan penciptaan langit dan bumi.</li><li>Akhir sekali, kita akan membuktikan hubungan dalil-dalil yang dibincangkan dengan fakta sains yang kita ketahui.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://media.istockphoto.com/photos/old-book-with-quill-pen-picture-id118256714?k=6&amp;m=118256714&amp;s=612x612&amp;w=0&amp;h=y9Iq5THsR3VmAjwJm_RciQ-rC_1Ux58_wUiLhA8EgW4=" />
         <pubDate>2022-01-27 08:08:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2015326125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indeks al-Quran: Langit dan Bumi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2019828473</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam al-Quran, Allah menyebut tentang langit dan bumi dalam 34 ayat. Carian dengan menggunakan kalimah "السماوات" dan "الأرض".</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1437097152/74d8adc4c69312374887a90e50cf0157/Indeks_al_Quran___Langit_dan_Bumi.docx" />
         <pubDate>2022-01-30 11:47:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2019828473</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indeks al-Quran: Penciptaan Langit dan Bumi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2019829777</link>
         <description><![CDATA[<div>Berkenaan khusus kepada penciptaan langit dan bumi, terdapat 25 ayat al-Quran yang menyebut tentangnya. Carian dengan menggunakan frasa "خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ".</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1437097152/d27d9a1735e3f166f3db46d55c8b9070/Indeks_al_Quran___Penciptaan_Langit_dan_Bumi.docx" />
         <pubDate>2022-01-30 11:49:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2019829777</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indeks al-Quran: Penciptaan Langit dan Bumi dalam Masa 6 Hari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2019832625</link>
         <description><![CDATA[<div>Allah menceritakan tentang penciptaan langit dan bumi dalam masa 6 hari melalui 7 ayat di dalam al-Quran. Carian dengan menggunakan frasa سِتَّةِ أَيَّامٍ"”.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1437097152/494d0c080f54933fe609b40020238022/Indeks_al_Quran___Penciptaan_Langit_dan_Bumi_dalam_Masa_6_Hari.docx" />
         <pubDate>2022-01-30 11:54:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2019832625</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sains Berkata Tentang Kejadian Langit dan Bumi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2019947663</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Ahli astronomi bersepakat bahawa alam ini bermula daripada fenomena Letupan Besar (Big Bang)</li><li>Pembentukan alam menurut ahli astronomi mempunyai 6 fasa:</li></ul><ol><li>Fasa pertama: Berlakunya Letupan Besar (Big Bang)</li><li>Fasa kedua: Pembentukan elemen-elemen seperti hydrogen dan helium</li><li>Fasa ketiga: Pembentukan galaksi-galaksi</li><li>Fasa keempat: Pembentukan bintang-bintang dalam setiap galaksi</li><li>Fasa kelima: Pembentukan sistem suria dan planet-planet</li><li>Fasa keenam: Kehidupan bermula di bumi.</li></ol><div><br></div><ul><li>Alam ini juga dibuktikan sentiasa berkembang</li><li>Sehingga satu tahap, akan berlakunya Big Rip iaitu pemusnahan alam semesta ini.</li><li>Sebelum berlakunya Big Rip ini, akan bermula dengan kemusnahan galaksi-galaksi, sistem suria akan terurai, dan bumi meletus, barulah berlakunya Big Rip.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="http://d.ibtimes.co.uk/en/full/1446321/big-rip-universe.jpg" />
         <pubDate>2022-01-30 14:53:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2019947663</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perbandingan Ayat al-Quran Pilihan dengan Fakta Big Bang dan Pembentukan Alam Berdasarkan Ahli Astronomi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2019996581</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Berdasarkan ayat al-Quran Surah al-Anbiya, 21:30, Allah menyatakan bahawa langit dan bumi itu pada asalnya ialah satu kemudian dipisahkan. Fakta Sains pula mengatakan bahawa alam ini berasal daripada satu jirim kemudian berlaku letupan yang besar.</li><li>Dalam 7 ayat daripada al-Quran antara Surah al-Furqan, 25:59, Allah menceritakan Dia menciptakan langit dan bumi dalam masa 6 hari. Fakta Sains pula mengatakan bahawa terdapat 6 fasa dalam pembentukan alam hingga ke hari ini.</li><li>Para mufassirin yang mentafsirkan ayat-ayat kejadian langit dan bumi ini tidaklah memperincikan apa yang dicipta sepanjang 6 hari itu, namun mereka membahaskan tentang tempoh sebenar 6 hari itu.</li><li>Namun, perkara ini tidaklah membuktikan bahawa fakta di dalam al-Quran bercanggah dengan fakta sains ini, malah seakan-akan selari kerana kedua-duanya berbicara tentang 6 tempoh masa.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://pict.sindonews.net/dyn/620/pena/news/2020/09/14/70/164200/turunnya-alquran-dari-lauhil-mahfudz-ke-langit-dunia-wns.jpg" />
         <pubDate>2022-01-30 15:51:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amzarhaziq00/1vlrxti4q2ftfv11/wish/2019996581</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
